Empiricism Journal
Not a member yet
400 research outputs found
Sort by
Peran DPRD Kabupaten Bulukumba dalam Pengawasan Pelaksanaan APBD: Analisis Kelembagaan, Kapasitas, dan Akuntabilitas Fiskal
Dominasi platform digital seperti Online Travel Agent (OTA) mendorong bisnis penginapan tradisional untuk Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pelaksanaan fungsi pengawasan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bulukumba terhadap pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebagai instrumen utama akuntabilitas fiskal dan transparansi tata kelola pemerintahan daerah pada periode 2019–2024. Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya peran DPRD dalam menjamin efisiensi, efektivitas, dan keterbukaan penggunaan anggaran publik di tingkat daerah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif multi-metode yang meliputi wawancara mendalam dengan anggota DPRD dan pejabat eksekutif, analisis dokumen keuangan dan risalah rapat, serta evaluasi realistis (realist evaluation) terhadap mekanisme pengawasan dan tindak lanjut kebijakan anggaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi pengawasan DPRD telah dijalankan sesuai ketentuan normatif, namun efektivitasnya masih terbatas pada aspek prosedural. Sebanyak 80% responden menilai pengawasan berjalan efektif secara administratif, sementara 20% lainnya menilai pelaksanaan masih belum optimal, khususnya dalam aspek tindak lanjut hasil pengawasan dan keterlibatan publik. Hambatan utama mencakup keterbatasan kapasitas teknis anggota dewan, lemahnya koordinasi antar-lembaga, serta minimnya pemanfaatan teknologi dalam proses evaluasi. Implikasinya, DPRD perlu mengembangkan model pengawasan berbasis kinerja dan digitalisasi evaluasi APBD untuk memperkuat akuntabilitas fiskal dan meningkatkan kepercayaan publik. Temuan ini menegaskan bahwa reformasi kelembagaan DPRD menjadi kunci dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan daerah yang transparan, efektif, dan demokratis.
Abstract
This study aims to analyze the effectiveness of the Bulukumba Regency Regional People's Representative Council (DPRD)'s oversight function in implementing the Regional Budget (APBD) as the primary instrument for fiscal accountability and transparency in regional governance for the 2019–2024 period. The background to this study stems from the DPRD's crucial role in ensuring the efficiency, effectiveness, and transparency of public budget use at the regional level. The study employed a multi-method qualitative approach, including in-depth interviews with DPRD members and executive officials, analysis of financial documents and meeting minutes, and a realistic evaluation of the oversight mechanism and follow-up of budget policies. The results indicate that the DPRD's oversight function has been implemented in accordance with normative provisions; however, its effectiveness remains limited to procedural aspects. Eighty percent of respondents assessed that oversight was administratively effective, while 20% assessed that implementation was still suboptimal, particularly in the follow-up of oversight results and public involvement. Key obstacles include limited technical capacity among council members, weak inter-agency coordination, and minimal use of technology in the evaluation process. The implication is that the Regional People's Representative Council (DPRD) needs to develop a performance-based oversight model and digitize regional budget evaluations to strengthen fiscal accountability and increase public trust. These findings confirm that DPRD institutional reform is key to realizing transparent, effective, and democratic regional governance
Tren dan Perkembangan Olahraga Rekreasi di Era Digital: Sebuah Kajian Literatur
Era digital, intervensi kesehatan digital, mulai dari pemantauan mandiri via pengukur aktivitas hingga pendampingan jarak jauh, terbukti efektif meningkatkan aktivitas fisik. Penelitian ini merupakan kajian sistematik literatur yang bertujuan menelaah secara kritis tren dan perkembangan olahraga rekreasi di era digital serta dampaknya terhadap kesehatan mental dan kualitas hidup masyarakat. Melalui penelusuran pada basis data PubMed, Scopus, ScienceDirect, DOAJ, dan Google Scholar terhadap artikel terbitan 2020–2025, diperoleh 15 studi relevan yang dianalisis secara tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan teknologi digital seperti exergames, aplikasi kebugaran, wearable devices, telerehabilitasi, dan jejaring sosial mampu meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam aktivitas fisik, menurunkan stres dan kecemasan, serta memperkuat kesejahteraan psikologis. Meskipun demikian, literatur sebelumnya masih menyisakan kesenjangan penelitian dalam memahami keberlanjutan partisipasi dan mekanisme perubahan perilaku aktif jangka panjang, terutama terkait integrasi teori psikologi olahraga dan perilaku digital. Kajian ini berupaya mengisi celah tersebut dengan melakukan sintesis lintas dimensi antara inovasi teknologi, motivasi intrinsik, dan konteks sosial untuk menjelaskan bagaimana digitalisasi dapat membentuk perilaku aktif yang berkelanjutan. Dalam konteks Indonesia, hasil penelitian menunjukkan bahwa program berbasis komunitas dan platform digital lokal berperan penting dalam memperluas akses olahraga dan memperkuat partisipasi masyarakat. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan kontribusi kebaruan konseptual dengan memposisikan olahraga rekreasi berbasis teknologi sebagai pendekatan nonfarmakologis yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan dalam promosi kesehatan publik di era digital, sembari menyoroti tantangan kesenjangan digital dan literasi teknologi yang masih perlu diatasi.
Trends and Developments in Recreational Sports in the Digital Age: A Systematic Literature Review
Abstract
The digital era and digital health interventions, ranging from self-monitoringvia activity trackers to remote coaching, have been proven effectivein increasing physical activity. This study is a systematic reviewof the literature that aims to critically examine trends and developments in recreational sportsin the digital era and their impact on mental health and quality oflife. Through a search of the PubMed, Scopus,ScienceDirect, DOAJ, and Google Scholar databases for articles published between 2020 and 2025,15 relevant studies were obtained and analyzed thematically. The results of the studyshow that the application of digital technologies such as exergames, fitness applications, wearable devices, telerehabilitation, and social networks canincrease community involvement in physical activity, reduce stressand anxiety, and strengthen psychological well-being. However, previous literature still leaves a research gap in understandingthe sustainability of participation and the mechanisms of long-term active behavior change, especially regarding the integration of sports psychology and digital behavior theory. This study attempts to fill this gap by synthesizingcross-dimensional aspects of technological innovation, intrinsic motivation, and social contextto explain how digitization can shape sustainable active behavior. In the Indonesian context, the results show thatcommunity-based programs and local digital platforms play an important role inexpanding access to sports and strengthening community participation. Overall, this study contributes a conceptual novelty bypositioning technology-based recreational sports as an inclusive, adaptive, and sustainable non-pharmacological approachto public health promotionin the digital age, while highlighting the challenges of the digital divideand technological literacy that still need to be overcome
Teknologi Rehabilitasi Cerdas untuk Pemulihan Cedera Olahraga: Tinjauan dari Perspektif Fisioterapi
Cedera olahraga merupakan masalah umum pada atlet dan individu aktif yang dapat menurunkan performa, membatasi fungsi, dan memperpanjang proses pemulihan. Kemajuan teknologi telah mendorong fisioterapi olahraga menuju pendekatan rehabilitasi cerdas yang lebih objektif, terukur, dan efisien. Penelitian ini bertujuan meninjau penerapan teknologi rehabilitasi cerdas dalam pemulihan cedera olahraga, meliputi wearable devices, sensor biomekanik, virtual reality (VR), machine learning (ML), tele-rehabilitasi, dan elektromiografi (EMG). Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) terhadap artikel nasional dan internasional yang dipublikasikan pada 2019–2025 melalui basis data PubMed, ScienceDirect, SpringerLink, BMC, BMJ OSEM, dan Google Scholar. Seleksi menggunakan kriteria inklusi–eksklusi menghasilkan 15 studi yang dianalisis, dengan penilaian kualitas sederhana berdasarkan desain penelitian, relevansi populasi, serta validitas aplikasi teknologi. Hasil menunjukkan bahwa wearable devices dan sensor biomekanik merupakan teknologi yang paling banyak diteliti, diikuti VR/AR, tele-rehabilitasi, dan AI/ML. Outcome dominan mencakup pemantauan parameter fisiologis dan biomekanik, peningkatan keseimbangan dan kekuatan ekstremitas bawah, estimasi beban latihan, deteksi pola gerak berisiko, serta pemantauan aktivasi otot melalui EMG. Secara umum, teknologi rehabilitasi cerdas terbukti meningkatkan efektivitas terapi, mempercepat pemulihan, dan meminimalkan risiko cedera berulang melalui pemantauan real time dan umpan balik berbasis data. Di Indonesia, penggunaan EMG dan aplikasi digital menunjukkan potensi adopsi teknologi dalam fisioterapi olahraga, meskipun implementasi klinis masih terbatas. Kesimpulannya, integrasi teknologi digital dengan praktik fisioterapi konvensional berpotensi memperkuat layanan rehabilitasi olahraga berbasis bukti, dengan tantangan pada kesiapan infrastruktur dan kompetensi teknologi tenaga fisioterapi.
Smart Rehabilitation Technology for Sports Injury Recovery: A Review from a Physiotherapy Perspective
Abstract
Sports injuries are a common problem among athletes and active individuals that can reduce performance, limit function, and prolong the recovery process. Technological advances have pushed sports physiotherapy towards a smarter rehabilitation approach that is more objective, measurable, and efficient. This study aims to review the application of smart rehabilitation technology in sports injury recovery, including wearable devices, biomechanical sensors, virtual reality (VR), machine learning (ML), tele-rehabilitation, and electromyography (EMG). The method used was a Systematic Literature Review (SLR) of national and international articles published in 2019–2025 through the PubMed, ScienceDirect, SpringerLink, BMC, BMJ OSEM, and Google Scholar databases. Selection using inclusion–exclusion criteria resulted in 15 studies being analyzed, with a simple quality assessment based on research design, population relevance, and technology application validity. The results showed that wearable devices and biomechanical sensors were the most researched technologies, followed by VR/AR, tele-rehabilitation, and AI/ML. The dominant outcomes included monitoring physiological and biomechanical parameters, improving balance and lower extremity strength, estimating exercise load, detecting risky movement patterns, and monitoring muscle activation through EMG. In general, smart rehabilitation technology has been shown to increase the effectiveness of therapy, accelerate recovery, and minimize the risk of recurrent injuries through real-time monitoring and data-based feedback. In Indonesia, the use of EMG and digital applications shows potential for technology adoption in sports physiotherapy, although clinical implementation remains limited. In conclusion, the integration of digital technology with conventional physiotherapy practices has the potential to strengthen evidence-based sports rehabilitation services, with challenges in infrastructure readiness and the technological competence of physiotherapy personnel
Evaluasi Potensi Sacha Inchi (Plukenetia Volubilis L) dalam Terapi Penyakit Diabetes Melitus: Sistemik Literatur Review
Penyakit diabetes melitus ditandai oleh hiperglikemia akibat gangguan sekresi insulin atau resistensi insulin, yang dapat menyebabkan komplikasi serius seperti nefropati, retinopati, neuropati, dan penyakit kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau efek antidiabetes dari senyawa bioaktif Sacha Inchi (Plukenetia volubilis L.) dalam pengelolaan diabetes melitus melalui tinjauan sistematis (Systematic Literature Review/SLR) dengan pedoman PRISMA 2020. Berdasarkan analisis terhadap 13 artikel terindeks Scopus dari 2016 hingga 2025, hasil menunjukkan bahwa Sacha Inchi dapat menurunkan kadar glukosa darah melalui mekanisme peningkatan sensitivitas insulin, aktivasi jalur pensinyalan IRS-1 PI3K Akt, serta perlindungan dan regenerasi sel B pankreas. Selain itu, senyawa bioaktif dalam Sacha Inchi menghambat enzim a glukosidase, a amilase, dan DPP-IV, yang berperan dalam metabolisme glukosa. Aktivitas antioksidan dan antiinflamasi Sacha Inchi juga berkontribusi mengurangi stres oksidatif dan peradangan sistemik, mendukung keseimbangan metabolik, dan kesehatan pankreas. Penelitian menunjukkan bahwa Sacha Inchi berpotensi mengmodulasi mikrobiota usus, yang berperan penting dalam pengaturan metabolisme glukosa dan meningkatkan sensitivitas insulin. Temuan ini mengindikasikan Sacha Inchi sebagai agen fitoterapi alami yang aman dan efektif untuk pengelolaan diabetes melitus.
Evaluation of the Potential of Sacha Inchi (Plukenetia volubilis L) in Diabetes Mellitus Disease Therapy: A Systemic Literature Review
Abstract
Diabetes mellitus is characterized by hyperglycemia due to impaired insulin secretion or insulin resistance, which can lead to serious complications such as nephropathy, retinopathy, neuropathy, and cardiovascular diseases. This study aims to review the antidiabetic effects of bioactive compounds from Sacha Inchi (Plukenetia volubilis L.) in the management of diabetes mellitus through a systematic literature review (SLR) following the PRISMA 2020 guidelines. Based on an analysis of 13 Scopus-indexed articles from 2016 to 2025, the results indicate that Sacha Inchi can lower blood glucose levels through mechanisms such as enhancing insulin sensitivity, activating the IRS-1 PI3K Akt signaling pathway, and protecting and regenerating pancreatic B-cells. Additionally, the bioactive compounds in Sacha Inchi inhibit enzymes like a-glucosidase, a-amylase, and DPP-IV, which are involved in glucose metabolism. The antioxidant and anti-inflammatory activities of Sacha Inchi also contribute to reducing oxidative stress and systemic inflammation, supporting metabolic balance and pancreatic health. The research shows that Sacha Inchi has the potential to modulate gut microbiota, which plays a crucial role in glucose metabolism regulation and enhancing insulin sensitivity. These findings suggest that Sacha Inchi is a safe and effective natural phytotherapy agent for the management of diabetes mellitus.Penyakit diabetes melitus ditandai oleh hiperglikemia akibat gangguan sekresi insulin atau resistensi insulin, yang dapat menyebabkan komplikasi serius seperti nefropati, retinopati, neuropati, dan penyakit kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau efek antidiabetes dari senyawa bioaktif Sacha Inchi (Plukenetia volubilis L.) dalam pengelolaan diabetes melitus melalui tinjauan sistematis (Systematic Literature Review/SLR) dengan pedoman PRISMA 2020. Berdasarkan analisis terhadap 13 artikel terindeks Scopus dari 2016 hingga 2025, hasil menunjukkan bahwa Sacha Inchi dapat menurunkan kadar glukosa darah melalui mekanisme peningkatan sensitivitas insulin, aktivasi jalur pensinyalan IRS-1 PI3K Akt, serta perlindungan dan regenerasi sel B pankreas. Selain itu, senyawa bioaktif dalam Sacha Inchi menghambat enzim a glukosidase, a amilase, dan DPP-IV, yang berperan dalam metabolisme glukosa. Aktivitas antioksidan dan antiinflamasi Sacha Inchi juga berkontribusi mengurangi stres oksidatif dan peradangan sistemik, mendukung keseimbangan metabolik, dan kesehatan pankreas. Penelitian menunjukkan bahwa Sacha Inchi berpotensi mengmodulasi mikrobiota usus, yang berperan penting dalam pengaturan metabolisme glukosa dan meningkatkan sensitivitas insulin. Temuan ini mengindikasikan Sacha Inchi sebagai agen fitoterapi alami yang aman dan efektif untuk pengelolaan diabetes melitus.
Evaluation of the Potential of Sacha Inchi (Plukenetia volubilis L) in Diabetes Mellitus Disease Therapy: A Systemic Literature Review
Abstract
Diabetes mellitus is characterized by hyperglycemia due to impaired insulin secretion or insulin resistance, which can lead to serious complications such as nephropathy, retinopathy, neuropathy, and cardiovascular diseases. This study aims to review the antidiabetic effects of bioactive compounds from Sacha Inchi (Plukenetia volubilis L.) in the management of diabetes mellitus through a systematic literature review (SLR) following the PRISMA 2020 guidelines. Based on an analysis of 13 Scopus-indexed articles from 2016 to 2025, the results indicate that Sacha Inchi can lower blood glucose levels through mechanisms such as enhancing insulin sensitivity, activating the IRS-1 PI3K Akt signaling pathway, and protecting and regenerating pancreatic B-cells. Additionally, the bioactive compounds in Sacha Inchi inhibit enzymes like a-glucosidase, a-amylase, and DPP-IV, which are involved in glucose metabolism. The antioxidant and anti-inflammatory activities of Sacha Inchi also contribute to reducing oxidative stress and systemic inflammation, supporting metabolic balance and pancreatic health. The research shows that Sacha Inchi has the potential to modulate gut microbiota, which plays a crucial role in glucose metabolism regulation and enhancing insulin sensitivity. These findings suggest that Sacha Inchi is a safe and effective natural phytotherapy agent for the management of diabetes mellitus
ISLAM DAN HAK ASASI MANUSIA; PETA KAJIAN DAN DISKURSUS AKADEMIK
Penelitian ini bertujuan untuk memetakan perkembangan dan arah diskursus akademik mengenai Islam dan Hak Asasi Manusia (HAM) melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR) yang dikombinasikan dengan analisis bibliometrik. Dengan memanfaatkan basis data Scopus, penelitian ini menganalisis 29 artikel yang diterbitkan antara tahun 1983 hingga 2025 berdasarkan kata kunci “Islam AND Human Rights”. Proses seleksi literatur mengikuti kerangka Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA), sementara pemetaan data dilakukan menggunakan perangkat lunak VOSviewer untuk mengidentifikasi jaringan sitasi, kolaborasi antarpenulis, serta keterkaitan antarkata kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isu Islam dan HAM masih relatif terbatas dalam publikasi akademik, tetapi mengalami peningkatan signifikan sejak awal tahun 2000-an. Publikasi didominasi oleh negara-negara seperti Amerika Serikat dan Indonesia, dengan kontribusi penting dari universitas berbasis Islam. Analisis bibliometrik mengungkap sepuluh kata kunci utama dengan total link strength tertinggi, di antaranya Human Rights, Islam, Religion, Democracy, dan Islamic Law, yang menunjukkan keterhubungan multidisipliner antara dimensi teologis, hukum, sosial, dan politik. Secara teoretis, penelitian ini menegaskan bahwa hubungan antara Islam dan HAM bersifat dialektis dan konvergen, di mana nilai-nilai Islam dapat berinteraksi secara konstruktif dengan prinsip-prinsip kemanusiaan universal. Secara akademik, hasil ini memberikan gambaran empiris mengenai struktur pengetahuan global dalam studi Islam dan HAM serta membuka peluang bagi penelitian lintas disiplin di masa mendatang.
Islam and Human Rights: Mapping of Academic Studies and Discourse
Abstract
This study aims to map the development and direction of academic discourse on Islam and Human Rights through a Systematic Literature Review (SLR) combined with bibliometric analysis. Using data from the Scopus database, the study examines 29 articles published between 1983 and 2025 based on the keywords “Islam AND Human Rights.” The selection process followed the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) framework, while data mapping was conducted using VOSviewer software to identify citation networks, author collaborations, and keyword co-occurrences. The findings reveal that research on Islam and Human Rights remains relatively limited but has shown a steady increase since the early 2000s. The distribution of publications is dominated by countries such as the United States and Indonesia, with significant contributions from Islamic-based universities. Bibliometric analysis identifies ten major keywords with the highest total link strength—Human Rights, Islam, Religion, Democracy, and Islamic Law—indicating a multidimensional connection across theological, legal, social, and political domains. Theoretically, the study highlights that the relationship between Islam and Human Rights is dialectical and convergent, where Islamic values can interact constructively with universal humanitarian principles. Academically, these findings provide an empirical overview of the global knowledge structure in the study of Islam and Human Rights and open opportunities for broader interdisciplinary research in the futureAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk memetakan perkembangan dan arah diskursus akademik mengenai Islam dan Hak Asasi Manusia (HAM) melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR) yang dipadukan dengan analisis bibliometrik. Dengan menggunakan data yang bersumber dari basis data Scopus, penelitian ini menelaah 29 artikel yang terbit antara tahun 1983 hingga 2025 berdasarkan kata kunci “Islam AND Human Rights”. Proses seleksi dilakukan menggunakan kerangka analisis PRISMA, sementara pemetaan data dilakukan melalui perangkat lunak VOSviewer untuk mengidentifikasi jaringan sitasi, kolaborasi antarpenulis, serta keterkaitan antar kata kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isu Islam dan Hak Asasi Manusia masih relatif terbatas dalam publikasi akademik, namun menunjukkan tren peningkatan sejak tahun 2000-an. Distribusi penelitian didominasi oleh negara-negara seperti Amerika Serikat dan Indonesia, dengan kontribusi penting dari universitas berbasis Islam. Analisis bibliometrik mengungkap sepuluh kata kunci utama dengan total link strength tertinggi, di antaranya Human Rights, Islam, Religion, Democracy, dan Islamic Law, yang menandakan keterhubungan multidisipliner antara dimensi teologis, hukum, sosial, dan politik. Secara teoretis, penelitian ini menegaskan bahwa hubungan antara Islam dan HAM bersifat dialektis dan konvergen, di mana nilai-nilai Islam dapat berinteraksi secara konstruktif dengan prinsip-prinsip kemanusiaan universal. Secara akademik, hasil ini memberikan gambaran empiris mengenai struktur pengetahuan global dalam studi Islam dan HAM, serta membuka peluang bagi penelitian lintas disiplin yang lebih luas di masa depan
Kata kunci: Islam, Hak Asasi Manusi, Systematic Literature Review, Peta Kajian, Diskursus Akademi
Coping Mechanism Taruna Sekolah Kedinasan dalam Menghadapi Tuntutan Akademik dan Disiplin Semi-Militer: Studi Kualitatif
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis coping mechanism yang digunakan oleh taruna sekolah kedinasan dalam menghadapi tuntutan akademik dan kedisiplinan semi-militer. Pola pendidikan di sekolah kedinasan menuntut kesiapan fisik, mental, dan emosional yang tinggi sehingga berpotensi menimbulkan stres jika tidak dikelola secara adaptif. Pendekatan penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap sepuluh taruna Politeknik Pengayoman Indonesia. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis tematik melalui tiga tahap coding (open, axial, dan selective). Hasil penelitian menunjukkan bahwa taruna mengembangkan strategi coping yang bersifat adaptif dan dinamis dengan menggabungkan problem-focused coping dan emotion-focused coping. Tekanan akademik, fisik, sosial, dan tanggung jawab jabatan menjadi sumber stres utama yang dihadapi. Taruna cenderung melakukan reappraisal positif terhadap tekanan yang dialami, memandangnya sebagai tantangan untuk memperkuat karakter dan profesionalisme. Faktor-faktor seperti tanggung jawab, optimisme, dan kecerdasan emosional menjadi komponen penting yang memperkuat efektivitas coping. Temuan ini memperkuat teori Transactional Model of Stress and Coping (Lazarus & Folkman, 1984) serta teori adaptive coping (Carver, Scheier, & Weintraub, 1989), dan menegaskan bahwa coping dalam konteks pendidikan semi-militer tidak hanya berfungsi sebagai respon terhadap stres, tetapi juga sebagai mekanisme pembentukan karakter dan ketahanan mental taruna.
Coping Mechanisms of Cadets in Government Training Institutions in Facing Academic Demands and Semi-Military Discipline: a Qualitative Study
Abstract
This study aims to analyze the coping mechanisms used by cadets at civil service academies in facing academic demands and semi-military discipline. The educational model at civil service academies requires high physical, mental, and emotional readiness, which can potentially cause stress if not managed adaptively. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through in-depth interviews with ten cadets from the Indonesian Civil Service Polytechnic. Data analysis was conducted using thematic analysis techniques through three stages of coding (open, axial, and selective). The results of the study show that cadets develop adaptive and dynamic coping strategies by combining problem-focused coping and emotion-focused coping. Academic, physical, social, and job responsibilities are the main sources of stress they face. Cadets tend to reappraise the pressures they experience positively, viewing them as challenges to overcome. The results of the study show that cadets develop adaptive and dynamic coping strategies by combining problem-focused coping and emotion-focused coping. Academic, physical, social, and job responsibilities are the main sources of stress they face. Cadets tend to reappraise the pressures they experience positively, viewing them as challenges to strengthen their character and professionalism. Factors such as responsibility, optimism, and emotional intelligence are important components that strengthen the effectiveness of coping. These findings reinforce the Transactional Model of Stress and Coping (Lazarus & Folkman, 1984) and adaptive coping theory (Carver, Scheier, & Weintraub, 1989), and confirm that coping in a semi-military educational context not only functions as a response to stress, but also as a mechanism for character building and mental resilience among cadets.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis coping mechanism yang digunakan oleh taruna sekolah kedinasan dalam menghadapi tuntutan akademik dan kedisiplinan semi-militer. Pola pendidikan di sekolah kedinasan menuntut kesiapan fisik, mental, dan emosional yang tinggi sehingga berpotensi menimbulkan stres jika tidak dikelola secara adaptif. Pendekatan penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap sepuluh taruna Politeknik Pengayoman Indonesia. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis tematik melalui tiga tahap coding (open, axial, dan selective). Hasil penelitian menunjukkan bahwa taruna mengembangkan strategi coping yang bersifat adaptif dan dinamis dengan menggabungkan problem-focused coping dan emotion-focused coping. Tekanan akademik, fisik, sosial, dan tanggung jawab jabatan menjadi sumber stres utama yang dihadapi. Taruna cenderung melakukan reappraisal positif terhadap tekanan yang dialami, memandangnya sebagai tantangan untuk memperkuat karakter dan profesionalisme. Faktor-faktor seperti tanggung jawab, optimisme, dan kecerdasan emosional menjadi komponen penting yang memperkuat efektivitas coping. Temuan ini memperkuat teori Transactional Model of Stress and Coping (Lazarus & Folkman, 1984) serta teori adaptive coping (Carver, Scheier, & Weintraub, 1989), dan menegaskan bahwa coping dalam konteks pendidikan semi-militer tidak hanya berfungsi sebagai respon terhadap stres, tetapi juga sebagai mekanisme pembentukan karakter dan ketahanan mental taruna.
Coping Mechanisms of Cadets in Government Training Institutions in Facing Academic Demands and Semi-Military Discipline: a Qualitative Study
Abstract
This study aims to analyze the coping mechanisms used by cadets at civil service academies in facing academic demands and semi-military discipline. The educational model at civil service academies requires high physical, mental, and emotional readiness, which can potentially cause stress if not managed adaptively. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through in-depth interviews with ten cadets from the Indonesian Civil Service Polytechnic. Data analysis was conducted using thematic analysis techniques through three stages of coding (open, axial, and selective). The results of the study show that cadets develop adaptive and dynamic coping strategies by combining problem-focused coping and emotion-focused coping. Academic, physical, social, and job responsibilities are the main sources of stress they face. Cadets tend to reappraise the pressures they experience positively, viewing them as challenges to overcome. The results of the study show that cadets develop adaptive and dynamic coping strategies by combining problem-focused coping and emotion-focused coping. Academic, physical, social, and job responsibilities are the main sources of stress they face. Cadets tend to reappraise the pressures they experience positively, viewing them as challenges to strengthen their character and professionalism. Factors such as responsibility, optimism, and emotional intelligence are important components that strengthen the effectiveness of coping. These findings reinforce the Transactional Model of Stress and Coping (Lazarus & Folkman, 1984) and adaptive coping theory (Carver, Scheier, & Weintraub, 1989), and confirm that coping in a semi-military educational context not only functions as a response to stress, but also as a mechanism for character building and mental resilience among cadets
Pengaruh Diskon, Flash Sale dan Live Shopping Terhadap Keputusan Pembelian Produk Skincare di Platform Shopee pada Generasi Milenial dan Gen Z
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh diskon, flash sale dan live shopping terhadap keputusan pembelian produk skincare di platform shopee pada generasi milenial dan gen z yang berada di provinsi riau. Dengan judul “Pengaruh Diskon, Flash Sale dan Live Shopping Terhadap Keputusan Pembelian Produk Skincare di Platform Shopee Pada Generasi Milenial dan Gen Z”. penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis SEM-PLS. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah probability sampling yaitu dengan random sampling, dengan data yang dikumpulkan melalui kuesioner online yang didistribusikan melalui google forms kepada 100 responden pengguna aktif shopee dari generasi milenial dan gen z. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diskon, flash sale dan live shopping berpengaruh positif signifikan dengan nilai P-Value yang lebih kecil dari 0.05, kemudian berdasarkan nilai R-Square sebesar 0.970 menunjukkan bahwa variabilitas keputusan pembelian. Artinya variabel diskon, flash sale dan live shopping berpengaruh positif signifikan. Hasil penelitian ini diharapkan memberikan wawasan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian produk skincare di platform shopee, khususnya dikalangan konsumen yaitu generasi milenial dan gen z.
The Effect of Discounts, Flash Sales, and Live Shopping on Skincare Product Purchase Decisions on the Shopee Platform in Millennials and Gen Z
Abstract
This study aims to determine the effect of discounts, flash sales and live shopping on purchasing decisions for skincare products on the Shopee platform for millennials and Gen Z in Riau Province. With the title "The Effect of Discounts, Flash Sales and Live Shopping on Purchasing Decisions for Skincare Products on the Shopee Platform for Millennials and Gen Z". This study uses a quantitative approach with the SEM-PLS analysis technique. The sampling method used is probability sampling, namely simple random sampling, with data collected through online questionnaires distributed via Google Forms to 100 active Shopee user respondents from the millennial and Gen Z generations. The results of the study showed that discounts, flash sales and live shopping had a significant positive effect with a P-Value value of less than 0.05, then based on the R-Square value of 0.970, it showed that the variability of purchasing decisions. This means that the variables discount, flash sales and live shopping have a significant positive effect. The results of this study are expected to provide insight into the factors that influence purchasing decisions for skincare products on the Shopee platform, especially among consumers, namely the millennial and Gen Z generations
Pengaruh Model Pembelajaran Inquiry Terstruktur Berbantuan Virtual Laboratorium terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inquiry terstruktur berbantuan virtual laboratorium terhadap peningkatan keterampilan proses sains siswa di SMP Negeri 1 Maronge. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode quasi eksperimen dan desain pretest-posttest control group. Populasi penelitian ini adalah siswa SMPN 1 Maronge, dengan sampel penelitian terdiri dari siswa kelas VIIIA dan VIIIC. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes keterampilan proses sains. Analisis data dilakukan menggunakan uji N-gain untuk mengukur peningkatan keterampilan proses sains, serta ANCOVA untuk menguji perbedaan antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan proses sains siswa kelas eksperimen yang menggunakan pembelajaran structure inquiry berbantuan virtual laboratorium-pHET memiliki nilai N-Gain sebesar 0.8444 (kriteria tinggi), sedangkan kelas kontrol memiliki nilai n-gain sebesar 0.4352 (kriteria sedang). Hasil uji Ancova menunjukkan nilai sig sebesar 0,000 < a = 0,05, menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran structure inquiry berbantuan virtual laboratorium-pHEt berpengaruh positif terhadap peningkatan keterampilan proses sains siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan pendekatan structured inquiry yang diperkuat dengan alat laboratorium virtual secara efektif meningkatkan keterampilan proses sains siswa. Penelitian ini menegaskan nilai praktis dari model pembelajaran ini dalam menciptakan lingkungan kelas yang aktif dan berbasis inquiry, serta kontribusi teoretisnya dalam mendukung efektivitas pembelajaran sains berbasis teknologi sains.
The Influence of the Structured Inquiry Learning Model Assisted by Virtual Laboratory on Students' Science Process Skills
Abstract
This study aims to determine the effect of the structured inquiry learning model assisted by virtual laboratories on improving students' science process skills at SMP Negeri 1 Maronge. This study uses a quantitative approach using a quasi-experimental method and a pretest-posttest control group design. The population of this study were students of SMPN 1 Maronge, with the research sample consisting of students in grades VIIIA and VIIIC. The sampling technique used was cluster random sampling. The research instrument used was a science process skills test. Data analysis was carried out using the N-gain test to measure the improvement of science process skills, and ANCOVA to test differences between groups. The results showed that the science process skills of students in the experimental class who used structured inquiry learning assisted by virtual laboratories-pHET had an N-Gain value of 0.8444 (high criteria), while the control class had an n-gain value of 0.4352 (moderate criteria). The results of the Ancova test showed a sig value of 0.000 < a = 0.05, indicating a significant difference between the experimental and control groups. Thus, it can be concluded that the structured inquiry learning assisted by virtual laboratory-pHEt has a positive effect on improving students' science process skills. The results of this study indicate that the use of a structured inquiry approach reinforced with virtual laboratory tools effectively improves students' science process skills. This study confirms the practical value of this learning model in creating an active and inquiry-based classroom environment, as well as its theoretical contribution in supporting the effectiveness of science learning based on science technology
Rendahnya Representasi Perempuan dalam Pencalonan Anggota Legislatif di Provinsi Nusa Tenggara Barat
Penelitian ini mengkaji faktor-faktor penyebab rendahnya representasi perempuan dalam pencalonan anggota legislatif di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Informan dipilih secara purposive sampling dari pengurus Partai Gerindra NTB dan pejabat KPU Provinsi NTB berdasarkan kriteria pemahaman terhadap mekanisme pencalonan dan implementasi kebijakan afirmasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman dengan validasi triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil menunjukkan meskipun regulasi kuota 30% keterwakilan perempuan telah diterapkan melalui UU No. 7 Tahun 2017 dan PKPU No. 10 Tahun 2023, implementasinya belum efektif. Data KPU NTB 2024 menunjukkan dari 450 calon legislatif, hanya 117 orang (26%) perempuan, di bawah kuota minimal 30%. Hanya Dapil Lombok Timur mencapai 30,59%, sementara dapil lain berkisar 22,59%-27%. Faktor penyebab utama: budaya patriarki yang mengakar kuat, keterbatasan dukungan struktural partai politik yang hanya memberikan bantuan minimal, kurangnya pendidikan politik berkelanjutan bagi perempuan, hambatan finansial kampanye, dan penempatan caleg perempuan pada nomor urut tidak strategis sebagai pemenuhan syarat administratif. Temuan menekankan regulasi afirmatif belum menjamin kesetaraan gender substantif, memerlukan reformasi sistemik mekanisme pencalonan legislatif untuk mewujudkan representasi perempuan bermakna.
Low Representation of Women in the Nomination of Legislative Members in West Nusa Tenggara Province
Abstract
This study examines the factors contributing to the low representation of women in legislative candidacy in West Nusa Tenggara (NTB) Province. Using a qualitative case study approach, data were collected through semi-structured interviews, observation, and documentation. Informants were selected via purposive sampling from NTB’s Gerindra Party officials and KPU (General Elections Commission) officers, based on their understanding of candidacy mechanisms and affirmative policy implementation. Data analysis employed the Miles and Huberman model, validated through source, technique, and time triangulation. Results indicate that despite the 30% gender quota regulation under Law No. 7/2017 and PKPU No. 10/2023, implementation remains ineffective. KPU NTB data (2024) shows only 117 out of 450 candidates (26%) were women below the 30% threshold. Only Lombok Timur District met the quota (30.59%), while others ranged between 22.59%-27%. Key causes include entrenched patriarchal norms, limited structural support from political parties, lack of sustained political education for women, campaign financing barriers, and non-strategic ballot placements to meet administrative requirements. Findings underscore that affirmative regulations alone cannot ensure substantive gender equality, necessitating systemic reforms in legislative candidacy mechanisms for meaningful female representation