Empiricism Journal
Not a member yet
    400 research outputs found

    Pengaruh Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Canva terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik

    No full text
    Kemampuan berpikir kritis merupakan keterampilan penting yang perlu dikembangkan dalam proses pembelajaran, termasuk dalam mata pelajaran PAI Akidah Akhlak. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak siswa yang kesulitan mengidentifikasi masalah, menyusun alasan logis, dan menarik kesimpulan secara tepat. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa di MAN 1 Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest. Subjek penelitian adalah 30 siswa kelas XI yang diberikan tes uraian sebanyak 10 soal yang disusun berdasarkan lima indikator berpikir kritis menurut Ennis. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial (uji paired sample t-test) serta dihitung nilai N-Gain-nya. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor dari pretest sebesar 54,87 menjadi 68,27 pada posttest. Nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,30 termasuk dalam kategori sedang. Uji t menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05) yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest. Temuan ini mengindikasikan bahwa penggunaan media pembelajaran memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan berpikir kritis siswa, khususnya pada aspek mengidentifikasi masalah, memberikan alasan, menggunakan informasi secara relevan, menarik kesimpulan, dan mengevaluasi argumen. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan agar guru PAI lebih aktif menggunakan media pembelajaran interaktif dan kontekstual untuk mendorong keterlibatan dan daya pikir kritis siswa dalam memahami nilai-nilai akidah dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.. The Influence of Canva-Based Interactive Learning Media on Students' Critical Thinking Skills Abstract Critical thinking skills are important skills that need to be developed in the learning process, including in the subject of Islamic Religious Education Akidah Akhlak. However, the reality in the field shows that many students still have difficulty identifying problems, formulating logical reasons, and drawing conclusions correctly. Based on these problems, this study aims to determine the effect of the use of learning media on improving students' critical thinking skills at MAN 1 Mataram. This study uses a quantitative approach with a one group pretest-posttest design. The subjects of the study were 30 grade XI students who were given a descriptive test of 10 questions arranged based on five indicators of critical thinking according to Ennis. The data were analyzed using descriptive and inferential statistics (paired sample t-test) and the N-Gain value was calculated. The results showed an increase in the average score from the pretest of 54.87 to 68.27 in the posttest. The average N-Gain value of 0.30 is included in the moderate category. The t-test showed a significance value of 0.000 (p <0.05) which means there is a significant difference between the pretest and posttest scores. These findings indicate that the use of learning media has a positive influence on students' critical thinking skills, especially in the aspects of identifying problems, providing reasons, using information relevantly, drawing conclusions, and evaluating arguments. Based on these results, it is recommended that Islamic Religious Education teachers be more active in using interactive and contextual learning media to encourage students' involvement and critical thinking in understanding the values ??of faith and morals in everyday life

    Optimalisasi Pemasaran Online Melalui Integrasi Platform Guna Meningkatkan Penjualan Produk Kelor CV. Tri Utami Jaya

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan model pemasaran online terintegrasi guna meningkatkan penjualan produk kelor pada CV. Tri Utami Jaya di Mataram, Lombok. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan mendalam untuk menggali proses, tantangan, dan peluang dalam optimalisasi pemasaran digital. Unit analisis adalah pemilik usaha yang terlibat langsung dalam pengelolaan sistem pemasaran online. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive dengan kriteria UMKM yang bergerak di bidang pengolahan produk kelor di Kota Mataram. Data yang digunakan bersifat kualitatif, terdiri dari data primer yang diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, serta data sekunder seperti arsip konten digital, laporan penjualan, statistik media sosial, dan literatur terkait. Pengumpulan data difokuskan pada praktik promosi dan penggunaan media digital oleh perusahaan. Analisis data dilakukan secara tematik dengan mengacu pada model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi seluruh kanal digital (WhatsApp, Facebook, Instagram, TikTok, Shopee, Tokopedia) melalui platform penghubung seperti Google Business, Taplink, Lynk.id, dan Mengantar.id mampu meningkatkan efektivitas promosi, memperluas jangkauan pasar, dan mempercepat respon terhadap permintaan konsumen. Model pemasaran online terintegrasi ini terbukti meningkatkan efisiensi operasional dan penjualan produk kelor secara signifikan. Optimization of Online Marketing Through Platform Integration to Increase Sales of Moringa Products at CV. Tri Utami Jaya Abstract This study aims to design and develop an integrated online marketing model to increase the sales of moringa-based products at CV. Tri Utami Jaya in Mataram, Lombok. A descriptive qualitative method was used, employing an in-depth approach to explore the processes, challenges, and opportunities in optimizing digital marketing. The unit of analysis is the business owner who is directly involved in managing the online marketing system. The research location was determined purposively, with criteria focused on MSMEs engaged in moringa product processing in Mataram City. The data used is qualitative, consisting of primary data obtained through in-depth interviews, participatory observation, and documentation, as well as secondary data such as digital content archives, sales reports, social media statistics, and related literature. Data collection focused on the company’s promotional practices and the use of digital media. Data analysis was conducted thematically, referring to Miles and Huberman’s interactive model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The results show that integrating all digital channels (WhatsApp, Facebook, Instagram, TikTok, Shopee, Tokopedia) through linking platforms such as Google Business, Taplink, Lynk.id, and Mengantar.id can improve promotional effectiveness, expand market reach, and accelerate responses to consumer demand. This integrated online marketing model has proven to significantly enhance operational efficiency and product sales

    Analisis Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kefarmasian di Instalasi Farmasi RSUD Kota Mataram

    No full text
    Pelayanan kefarmasian RSUD Kota Mataram merupakan salah satu kegiatan diRSUD Kota Mataram yang berperan penting untuk menunjang pelayanan kesehatan bagimasyarakat yang bermutu. Kepuasan pasien merupakan salahsatu hal yang sangat penting dalam meninjau mutu pelayanan, khususnya pelayananyang di berikan oleh sebuah instansi kepada pasien nya. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana tingkat kepuasan pasien terhadap mutu pelayanan kefarmasian di Instalasi Farmasi RSUD Kota Mataram. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metode survei deskriptif yang dimana mengumpulkan data dengan menggunakan kuesioner yang terlebih dahulu telah di uji validitas dan reabilitasnya dengan menggunakan 5 dimensi kepuasan yaitu kehandalan, ketanggapan, jaminan, kepedulian dan bukti nyata. Hasil penelitian menunjukan Instalasi Farmasi RSUD Kota Mataram. memperoleh hasil Kehandalan (89%), Ketanggapan (88%), Jaminan (90%), Kepedulian (88%) dan Bukti Nyata (92%). Dari penelitian ini dapat di simpulkan bahwa Instalasi Farmasi RSUD Kota Mataram mendapatkan nilai (95%) dengan kategori sangat puas. Analysis of Patient Satisfaction with the Quality of Pharmaceutical Services at the Pharmacy Installation of Mataram City Hospital Abstract Health center pharmacy services are one of the activities in the health center which plays an important role in supporting quality health services for the community. Patient satisfaction is one of the most important things in reviewing the quality of service, especially the services provided by an agency to its patients. The purpose of this study was to find out how the level of patient satisfaction with the quality of pharmaceutical services at the Mataram Health Center, Sandubaya District, Mataram City. This type of research is quantitative using a descriptive survey method which collects data using a questionnaire which has previously been tested for validity and reliability using 5 dimensions of satisfaction namely reliability, responsiveness, assurance, concern and concrete evidence. The results showed that the Mataram Health Center, Sandubaya District, Mataram City. obtained the results of Reliability (89%), Responsiveness (88%), Assurance (90%), Concern (88%) and Real Evidence (92%). From this study, it can be concluded that the Mataram Health Center, Sandubaya District, Mataram City received a score (95%) in the very satisfied category

    Game Edukasi Math Adventure Berbasis Mobile Sebagai Pembelajaran Interaktif

    No full text
    Perkembangan teknologi di bidang pendidikan telah membuka peluang baru dalam menciptakan metode pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif. Salah satu metode yang dapat diterapkan adalah penggunaan game edukasi berbasis mobile sebagai alat bantu pembelajaran. Tetapi selama ini masih jarang game edukasi yang bersifat adventure. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah game edukasi berjudul Math Adventure yang dirancang untuk membantu anak dalam memahami konsep matematika secara lebih menyenangkan dan interaktif. Game ini dikembangkan menggunakan metode Multimedia Development Life Cycle (MDLC), yang terdiri dari enam tahapan, yaitu konsep, perancangan, pengumpulan bahan, pembuatan, pengujian, dan distribusi. Dalam Math Adventure, pemain akan menyelesaikan berbagai tantangan yang disajikan dalam lingkungan petualangan yang menarik. Game ini juga dilengkapi dengan fitur adaptif yang menyesuaikan tingkat kesulitan soal berdasarkan kemampuan pemain, serta sistem umpan balik yang memberikan penjelasan atas jawaban yang dipilih. Hasil pengujian usability menunjukkan skor rata-rata 80,56%, yang mana pada aspek learnability 70,6%, efficiency 79,3%, memorability 89,3%, errors 76,6%, dan satisfaction 87%. Hasil pengujian implementasi dengan pretest dan posttest menunjukkan terdapat peningkatan signifikan terhadap keterampilan berhitung anak yaitu 23,86% setelah memainkan permaian Math Adventure. Temuan ini menunjukkan potensi game edukasi sebagai pendekatan berbasis teknologi yang efektif dalam pendidikan matematika anak usia dini. Math Adventure, a Mobile-Based Educational Game for Interactive Learning Abstract The development of technology in the field of education has opened up new opportunities in creating more interesting and interactive learning methods. One method that can be applied is the use of mobile-based educational games as a learning aid. But so far there are still very few educational games with an adventure concept. This study aims to develop an educational game titled Math Adventure which is designed to help children understand mathematical concepts in a more enjoyable and interactive way. This game was developed using the Multimedia Development Life Cycle (MDLC) method, which consists of six stages, namely concept, design, material collection, creation, testing, and distribution. In Math Adventure, players will complete various challenges presented in an interesting adventure environment. This game is also equipped with adaptive features that adjust the level of difficulty of the questions based on the player's ability, as well as a feedback system that provides explanations for the answers chosen. The results of the usability test showed an average score of 80.56%, where in the learnability aspect 70.6%, efficiency 79.3%, memorability 89.3%, errors 76.6%, and satisfaction 87%. The results of the implementation test with pretest and posttest showed a significant increase in children's numeracy skills, namely 23.86% after playing the Math Adventure game. These findings demonstrate the potential of educational games as an effective technology-based approach in early childhood mathematics education

    Penerapan Metode Heuristic Evaluation dalam Analisis Perplexity

    No full text
    Perplexity AI merupakan chatbot berbasis Artificial Intelligence yang dirancang untuk membantu pengguna dalam pencarian informasi secara cepat dan akurat termasuk dalam konteks akademik. Meskipun penggunaannya di kalangan mahasiswa semakin meningkat, belum banyak dilakukan evaluasi terhadap kualitas kegunaan (usability) antarmuka sistem ini, penelitian ini menerapkan metode Heuristic Evaluation berdasarkan sepuluh prinsip Nielsen. Penelitian dilakukan secara kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner online kepada 88 mahasiswa aktif Program Studi Sistem Informasi Universitas Malikussaleh yang telah menggunakan Perplexity AI. Data dianalisis melalui uji validitas, reliabilitas, regresi linier berganda, dan perhitungan severity rating. Seluruh item kuesioner dinyatakan valid dan reliabel (Cronbach’s Alpha > 0,6). Hasil regresi menunjukkan bahwa secara simultan semua aspek heuristic berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pengguna (F = 88,89; signifikansinya 0,000; Adjusted R² = 90,9%). Namun, secara parsial hanya tiga aspek yang berpengaruh signifikan, yaitu Flexibility and Efficiency of Use, Help Users Recognize, Diagnose, and Recover from Errors, serta Help and Documentation. Hasil perhitungan severity rating menunjukkan sebagian besar masalah tergolong cosmetic problem, yaitu tidak wajib diperbaiki kecuali tersedia waktu tambahan. Rekomendasi perbaikan diberikan untuk peningkatan fitur fleksibilitas, bantuan sistem, dan dokumentasi agar Perplexity AI lebih adaptif terhadap kebutuhan pengguna. Hasil penelitian ini dapat menjadi rujukan dalam pengembangan sistem chatbot berbasis AI di bidang pendidikan, sekaligus memperkuat literatur akademik dalam kajian Interaksi Manusia dan Komputer (IMK), khususnya pada aspek evaluasi usability antarmuka digital. Application of the Heuristic Evaluation Method in Perplexity Analysis Abstract Perplexity AI is an Artificial Intelligence–based chatbot designed to assist users in retrieving information quickly and accurately, including within academic contexts. Although its use among university students is increasing, limited evaluations have been conducted regarding the usability quality of its interface. This study applies the Heuristic Evaluation method based on Nielsen’s ten principles. The research employed a quantitative approach by distributing an online questionnaire to 88 active students of the Information Systems Program at Malikussaleh University who had experience using Perplexity AI. The data were analyzed through validity and reliability testing, multiple linear regression, and severity rating calculations. All questionnaire items were found to be valid and reliable (Cronbach’s Alpha > 0.6). Regression analysis indicated that, simultaneously, all heuristic aspects significantly influenced user satisfaction (F = 88.89; significance = 0.000; Adjusted R² = 90.9%). However, on a partial level, only three aspects had a significant effect: Flexibility and Efficiency of Use, Help Users Recognize, Diagnose, and Recover from Errors, and Help and Documentation. The severity rating results showed that most problems were classified as cosmetic, meaning they are not mandatory to fix unless additional time is available. Improvement recommendations are provided to enhance flexibility features, system assistance, and documentation so that Perplexity AI can become more adaptive to user needs. The findings of this study may serve as a reference for the development of AI-based chatbot systems in education and contribute to the academic literature in Human-Computer Interaction (HCI), particularly in the evaluation of digital interface usability

    Teknik Adaptasi, Amplifikasi dan Kesepadanan Lazim Bahasa Arab ke Bahasa Indonesia dalam Website Wonderful Indonesia

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis penerapan tiga teknik penerjemahan adaptasi, amplifikasi, dan kesepadanan lazim pada terjemahan Arab Indonesia di situs resmi Wonderful Indonesia. Berlandaskan kerangka Molina dan Albir, studi ini memetakan bentuk penerapan teknik pada segmen promosi yang diambil dari empat wilayah utama: Jakarta, Bali, Nusa Tenggara Timur, dan Sumatera dalam versi Arab Indonesia. Pendekatan yang digunakan bersifat deskriptif kualitatif; data dikodekan menurut taksonomi teknik lalu disintesiskan melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan untuk memetakan pola penggunaan dan fungsi retorisnya. Hasil menunjukkan bahwa adaptasi efektif mengalihkan register dan realia budaya agar fungsional bagi audiens sasaran; amplifikasi memperjelas pelaku/tujuan serta memperkuat imaji arsitektural alam; sedangkan kesepadanan lazim menstabilkan nomenklatur geografis institusional. Kombinasi ketiganya menyampaikan pesan pariwisata secara efektif, mempertahankan nuansa budaya lokal, dan meningkatkan keterbacaan bagi pembaca sasaran. Kebaruan studi ini terletak pada fokusnya terhadap teks promosi pariwisata resmi pemerintah berbeda dari penelitian yang dominan pada teks keagamaan atau sastra serta pada pengaitan temuan mikro (pilihan teknik) dengan implikasi lokalisasi di tingkat situs. Kontribusi praktis meliputi rekomendasi penyusunan pedoman editorial, glosarium Arab Indonesia, kurasi manusia atas keluaran mesin, dan pelatihan bahasa Arab untuk tujuan khusus bagi pelaku garda depan. Keterbatasan penelitian mencakup fokus pada tiga teknik dan satu portal; riset lanjut dapat memperluas korpus, memasukkan teknik lain, dan menguji dampak terhadap perilaku pengguna. Adaptation, Amplification, and Established Equivalence Techniques from Arabic to Indonesian in the Wonderful Indonesia Website Abstract This study aims to identify and analyze the application of three translation techniques adaptation, amplification, and established equivalent in Arabic–Indonesian translations on the official Wonderful Indonesia website. Drawing on Molina and Albir’s framework, the study maps how these techniques are applied in promotional segments drawn from four key regions Jakarta, Bali, East Nusa Tenggara, and Sumatra in the Arabic–Indonesian versions. A qualitative descriptive approach was employed; data were coded according to the technique taxonomy and synthesized through stages of reduction, display, and conclusion drawing to chart usage patterns and rhetorical functions. The findings show that adaptation effectively reconfigures register and culture-bound items to be functional for the target audience; amplification clarifies agents/purposes and strengthens architectural natural imagery; whereas established equivalent stabilizes geographic institutional nomenclature. In combination, the three techniques convey tourism messages effectively, preserve local cultural nuances, and improve readability for the intended readership. The study’s novelty lies in its focus on official government promotional texts distinct from prior research dominated by religious or literary translation and in linking micro-level findings (technique choices) to site-level localization implications. Practical contributions include recommendations for editorial guidelines, an Arabic–Indonesian glossary/termbase, human curation of machine outputs, and Arabic-for-specific-purposes training for frontline personnel. The study is limited to three techniques and a single portal; future research may expand the corpus, include additional techniques, and test effects on user behavior

    Perbandingan Metode C4.5 dan K-Nearest Neighbor dalam Klasifikasi Status Penerima Bantuan Program Keluarga Harapan di Desa Selat

    No full text
    Kemiskinan merupakan permasalahan sosial yang kompleks dan menjadi tantangan utama bagi pemerintah Indonesia. Salah satu upaya penanggulangan kemiskinan adalah melalui Program Keluarga Harapan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat penerima program, yang dipilih melalui proses seleksi. Penelitian ini bertujuan untuk membangun model klasifikasi calon penerima bantuan dengan membandingkan efektivitas algoritma C4.5 dan K-Nearest Neighbor. Penelitian ini menggunakan 538 entri data dengan enam atribut, yaitu pekerjaan, kesehatan, pendidikan, kesejahteraan sosial, kepemilikan rumah, dan kepemilikan aset berupa lahan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa algoritma C4.5 menghasilkan nilak akurasi, presisi, dan recall sebesar 100%, serta berhasil mereduksi jumlah atribut menjadi empat atribut. Sementara itu, untuk algoritma K-Nearest Neighbor dengan nilai k = 21 memperoleh nilai akurasi sebesar 99,07% dan presisi sebesar 98,46%. Temuan ini menunjukkan bahwa algoritma C4.5 lebih efektif daripada algoritma K-Nearest Neighbor dalam klasifikasi penerima bantuan Program Keluarga Harapan, sehingga dapat dijadikan alternatif dalam proses pengambilan keputusan. Comparison of the C4.5 and K-Nearest Neighbor Methods in Classifying the Status of Recipients of the Family Hope Program Assistance in Selat Village Abstract Poverty is a complex social issue and remains a major challenge for the Indonesian government. One of the efforts to alleviate poverty is the Family Hope Program, which aims to improve the welfare of beneficiary households selected through a screening process. This study aims to develop a classification model for prospective beneficiaries by comparing the effectiveness of the C4.5 and K-Nearest Neighbor algorithms. The study utilizes 538 data entries with six attributes: employment, health, education, social welfare, home ownership, and land asset ownership. The evaluation results show that the C4.5 algorithm achieved an accuracy, precision, and recall of 100%, while also reducing the number of attributes to four. Meanwhile, the K-Nearest Neighbor algorithm with k = 21 achieved an accuracy of 99,07% and a precision of 98,46%. These findings indicate that the C4.5 algorithm is more effective than the K-Nearest Neighbor algorithm in classifying beneficiaries of the Family Hope Program, and thus can serve as an alternative for decision-making processes

    Peran Kepemimpinan Transformatif dalam Meningkatkan Knowledge Sharing Behavior di Sekolah

    No full text
    Pendidikan di wilayah khusus seperti lingkar tambang menghadirkan tantangan tersendiri bagi pemerataan mutu dan kolaborasi antar sekolah. Penelitian ini mengkaji peran kepemimpinan transformatif dalam membangun budaya berbagi pengetahuan melalui program Community Service di Sekolah Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK) yang dikelola Perusahaan Tambang di NTB. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, yang melibatkan 3 kepala sekolah SD, 1 kepala TK, dan 1 koordinator kurikulum Primary Years Program (PYP) sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, proses koding, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan triangulasi dalam analisis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepala sekolah memiliki peran sentral dalam mendorong kolaborasi antar guru dan siswa dengan sekolah-sekolah sekitar. Program Community Service memfasilitasi pertukaran praktik pembelajaran yang berkelanjutan, yang pada gilirannya mendorong terciptanya budaya berbagi pengetahuan di kalangan guru. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa kepemimpinan transformatif efektif dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan kolaboratif, serta memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan pendidikan berbasis komunitas di wilayah lingkar tambang yang penuh tantangan ini. The Role of Transformative Leadership in Promoting Knowledge-Sharing Behavior in Schools Abstract Education in specific areas such as mining ring regions presents unique challenges for equity in quality and school collaboration. This study examines the role of transformative leadership in building a knowledge-sharing culture through the Community Service program at the School Partnership Education Unit (SPK) managed by Mining Companies in NTB. The research uses a qualitative approach with a case study design, involving 3 elementary school principals, 1 kindergarten principal, and 1 Primary Years Program (PYP) curriculum coordinator as subjects. Data collection techniques include interviews, observations, and documentation. Data analysis was carried out through stages of data reduction, coding, data presentation, conclusion drawing, and triangulation. The findings indicate that school leaders play a central role in fostering collaboration between teachers and students with neighboring schools. The Community Service program facilitates the continuous exchange of teaching practices, which in turn promotes the development of a knowledge-sharing culture among teachers. The conclusion of this study emphasizes that transformative leadership is effective in creating an inclusive and collaborative learning environment and contributes significantly to the development of community-based education in this challenging mining ring area

    Peran Guru Pendidikan Jasmani dalam Mengembangkan Gaya Hidup Aktif dan Sehat Melalui Program Usaha Kesehatan Sekolah: Explanatory Sequential Mixed Methods Design

    No full text
    Program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) telah lama menjadi kerangka kerja promosi kesehatan, namun efektivitasnya sering terhambat oleh keterbatasan pelatihan guru, minimnya kolaborasi lintas sektor, serta kurangnya evaluasi jangka panjang terhadap perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta kesehatan mental siswa. Celah penelitian ini mendorong perlunya model integratif yang tidak hanya mengandalkan modul UKS, tetapi juga menggabungkan peran guru Pendidikan Jasmani, kemitraan dengan puskesmas, dan pemberdayaan siswa sebagai health champions. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas model integratif promosi kesehatan berbasis kerangka Ecological Model, Social Cognitive Theory, dan Diffusion of Innovations dalam meningkatkan pengetahuan, praktik PHBS, dan kesejahteraan mental siswa sekolah dasar. Desain penelitian menggunakan Explanatory Sequential Mixed Methods di dua SD di Kecamatan Praya. Sampel terdiri atas 56 siswa kelas 4–5 yang dipilih dengan stratified random sampling, serta tiga guru Pendidikan Jasmani sebagai informan kunci. Data kuantitatif dikumpulkan melalui kuesioner PAQ-C, pre–post test pengetahuan kesehatan, dan observasi aktivitas fisik, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan guru. Hasil kuantitatif menunjukkan peningkatan signifikan skor gaya hidup sehat (47,82 menjadi 61,16) dan pengetahuan kesehatan (71,87 menjadi 77,91) (p < 0,05). Data kualitatif menegaskan peran guru sebagai fasilitator, teladan, dan koordinator kolaborasi lintas sektor, serta efektivitas kaderisasi siswa dalam memperkuat adopsi PHBS. Temuan ini membuktikan bahwa model integratif mampu menghasilkan perubahan perilaku kesehatan yang lebih konsisten dan berkelanjutan dibanding pendekatan UKS konvensional. The Role Of Physical Education Teachers In Developing Active And Healthy Lifestyles Through School Health Programs: An Explanatory Sequential Mixed Methods Design Abstract This study aims to develop and test the effectiveness of an integrative health promotion model in elementary schools that combines the role of trained Physical Education teachers, cross-sector collaboration with community health centers, and empowerment of students as health champions. The study design used Explanatory Sequential Mixed Methods, with a quantitative phase consisting of pre-posttests and physical activity observations during the six-month intervention, and a qualitative phase through in-depth interviews with Physical Education teachers. Quantitative results showed a 22% increase in students' average health knowledge scores, an increase in the frequency of morning exercise from 1.8 to 3.4 times per week, and improvements in mental well-being indicators based on a psychosocial scale. Qualitative data revealed that Physical Education teachers functioned as facilitators who designed and monitored fitness programs, role models who exemplified clean and healthy living behaviors, and coordinators who established regular partnerships with community health centers. In addition, the role of teachers in assisting student health cadres was shown to strengthen the independent adoption of PHBS practices among their peers. These findings confirm the hypothesis that implementing the integrative model significantly positively impacts students' knowledge, physical activity, and mental well-being compared to baseline conditions. Sustained student participation and post-intervention program monitoring indicate stability of behavioral chang

    Analisis Kepemimpinan Inovatif dalam Kepemimpinan Pendidikan Nabi Muhammad SAW

    No full text
    Kajian tentang kepemimpinan Nabi Muhammad SAW sebagai model ideal telah banyak dilakukan, namun artikulasi operasionalnya sebagai kerangka kepemimpinan inovatif bagi pendidikan Islam kontemporer yang dihadapkan pada disrupsi digital dan degradasi karakter masih minim. Studi ini bertujuan mengisi celah tersebut dengan merekontekstualisasikan sifat-sifat kepemimpinan Nabi ke dalam konsep kepemimpinan inovatif yang aplikatif. Penelitian menggunakan desain kualitatif melalui studi kepustakaan, menganalisis sumber primer dan sekunder dengan teknik analisis isi. Temuan ini memetakan kepemimpinan Nabi ke dalam dua dimensi yakni dimensi personal seperti (siddiq, amanah, tabligh, fathonah) dan dimensi publik (seperti keteladanan, musyawarah, dan komunikasi efektif). Berdasarkan peta tersebut, kepemimpinan inovatif didefinisikan secara operasional sebagai kapasitas pemimpin mengintegrasikan nilai-nilai profetik yang universal dengan strategi yang adaptif, kolaboratif, dan berbasis teknologi. Studi ini mengajukan model transformatif yang mengoperasionalkan nilai profetik melalui tiga strategi praktis: pembiasaan karakter, kebijakan partisipatif, dan integrasi kurikulum berbasis teknologi. Kontribusi utama riset ini terletak pada perumusan kerangka operasional yang dapat diadopsi lembaga pendidikan Islam untuk merespons tantangan era digital secara terukur. Analysis of Innovative Leadership in the Educational Leadership of Prophet Muhammad SAW Abstract Studies on the leadership of the Prophet Muhammad (peace be upon him) as an ideal model are abundant, yet the operational articulation of that model as an innovative leadership framework for contemporary Islamic education facing digital disruption and character degradation remains limited. This study aims to fill that gap by recontextualizing the Prophet’s leadership qualities into an applicable concept of innovative leadership. Using a qualitative design through a literature study, it analyzes primary and secondary sources with content analysis techniques. The findings map the Prophet’s leadership into two dimensions: a personal dimension (s?idd?q, am?nah, tabl?gh, fatanah) and a public dimension (such as exemplary conduct, consultation/sh?r?, and effective communication). Based on this mapping, innovative leadership is operationally defined as a leader’s capacity to integrate universal prophetic values with strategies that are adaptive, collaborative, and technology-based. The study proposes a transformative model that operationalizes prophetic values through three practical strategies: character habituation, participatory policy, and technology-integrated curriculum design. The main contribution of this research lies in formulating an operational framework that Islamic educational institutions can adopt to respond measurably to the challenges of the digital era

    0

    full texts

    400

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Empiricism Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇