Empiricism Journal
Not a member yet
    400 research outputs found

    Pembelajaran Kolaboratif Tari Sumbawa: Menumbuhkan Identitas Budaya dan Estetika Siswa SMK

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses implementasi inovasi pembelajaran tari kolaboratif dan perannya dalam memfasilitasi pembentukan identitas budaya siswa SMK, sebagai respons terhadap tantangan marginalisasi seni tradisional akibat homogenisasi budaya global. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus kualitatif di SMK Negeri 1 Maluk, Kabupaten Sumbawa. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 1 Kepala Sekolah, 2 guru tari, dan 12 siswa, serta diperkuat dengan observasi partisipan dan analisis dokumen kurikuler. Temuan menunjukkan proses implementasi berlangsung melalui lima tahap: Eksplorasi, Formasi Kelompok, Kreasi, Latihan & Pemurnian, serta Presentasi & Refleksi. Kunci dari proses ini adalah transformasi peran guru dari instruktur menjadi fasilitator, yang menciptakan "ruang aman"—sebuah lingkungan belajar yang suportif di mana siswa berani bereksplorasi dan bernegosiasi makna tanpa takut dihakimi. Proses kolaboratif ini secara efektif menumbuhkan rasa kepemilikan (sense of ownership), yakni perasaan bahwa karya tari yang dihasilkan adalah milik mereka seutuhnya, yang secara sadar terhubung dengan akar budaya Sumbawa. Model pembelajaran kolaboratif merupakan strategi pedagogis yang efektif untuk merevitalisasi pendidikan seni tari di SMK. Model ini tidak hanya memperkuat identitas budaya siswa, tetapi juga secara simultan mengembangkan soft skills (kolaborasi, kreativitas, pemecahan masalah) yang sangat relevan untuk karier mereka di masa depan, khususnya dalam industri kreatif dan pariwisata. Collaborative Learning in Sumbawan Dance: Fostering Cultural Identity and Aesthetics in Vocational High School Students Abstract This study aims to analyze the process of implementing collaborative dance learning innovation and its role in facilitating the formation of cultural identity among vocational high school students, in response to the challenges of the marginalization of traditional arts due to the homogenization of global culture. The research employs a qualitative case study method at SMK Negeri 1 Maluk, Sumbawa Regency. Data were collected through in-depth interviews with 1 school principal, 2 dance teachers, and 12 students, supplemented by participant observation and curricular document analysis. The findings indicate that the implementation process occurs in five stages: Exploration, Group Formation, Creation, Practice & Refinement, and Presentation & Reflection. A key aspect of this process is the transformation of the teacher's role from instructor to facilitator, creating a "safe space" a supportive learning environment where students feel free to explore and negotiate meaning without fear of judgment. This collaborative process effectively fosters a sense of ownership, where students feel that the dance works produced are entirely their own, consciously connected to the cultural roots of Sumbawa. The collaborative learning model serves as an effective pedagogical strategy for revitalizing dance education in vocational schools. This model not only strengthens students' cultural identity but also simultaneously develops soft skills (collaboration, creativity, problem-solving) that are highly relevant to their future careers, especially in the creative industries and tourism

    Representasi Eksistensi Penyanyi Diva Indonesia dalam Film Dokumenter All Access to Rossa: 25 Shining Years

    No full text
    Penelitian ini mengupas urgensi pemaknaan representasi citra dan eksistensi penyanyi diva Indonesia, Rossa, dalam narasi visual film dokumenter All Access to Rossa: 25 Shining Years, sebagai upaya mendokumentasikan konstruksi kultural figur publik dalam media. Tujuan utamanya adalah membongkar lapisan makna denotatif dan konotatif, hingga mitos, dari elemen-elemen sinematik dan naratif untuk memahami bagaimana film tersebut membentuk persepsi publik tentang 'diva' melalui lensa otobiografi media. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes, dengan subjek berupa keseluruhan segmen visual dan audio dalam film dokumenter tersebut. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling frame keseluruhan film, yaitu melakukan sleksi adegan kunci dengan kriteria eksplisit. Teknik analisis data melibatkan tahapan deskripsi denotasi, interpretasi konotasi, hingga analisis mitos (ideologi), serta triangulasi data untuk memastikan kedalaman dan akurasi interpretasi. Hasil temuan saintifik menunjukkan adanya konstruksi mitos "Diva yang Humanis" dan "Kekuatan Abadi Perempuan Karier" yang direpresentasikan melalui simbol-simbol visual seperti panggung megah, air mata, dan narasi personal. Simpulan menegaskan bahwa film dokumenter ini tidak hanya merefleksikan perjalanan karier, tetapi secara ideologis menancapkan citra Rossa sebagai arketipe diva Indonesia kontemporer yang relevan, sarat dengan nilai-nilai ketekunan, empati, dan keberanian. Representation of the Existence of Indonesian Diva Singers in the Documentary Film All Access to Rossa: 25 Shining Years This study examines the urgency of interpreting the representation of the image and existence of Indonesian diva singer, Rossa, in the visual narrative of the documentary film All Access to Rossa: 25 Shining Years, as an effort to document the cultural construction of public figures in the media. The main objective is to unravel the layers of denotative and connotative meanings, including myths, from cinematic and narrative elements to understand how the film shapes public perception of the 'diva' through the lens of media autobiography. This qualitative research uses Roland Barthes' semiotic approach, with the subject being the entire visual and audio segments in the documentary. The sampling technique used is sampling the entire film frame, namely selecting key scenes with explicit criteria. Data analysis techniques involve stages of denotative description, connotative interpretation, to myth (ideological) analysis, as well as data triangulation to ensure the depth and accuracy of interpretation. The scientific findings indicate the existence of the myth construction of the "Humanist Diva" and the "Eternal Strength of Career Women" which are represented through visual symbols such as a magnificent stage, tears, and personal narratives. The conclusion emphasizes that this documentary not only reflects her career journey, but ideologically establishes Rossa's image as a relevant contemporary Indonesian diva archetype, filled with the values of perseverance, empathy, and courage.Penelitian ini mengupas urgensi pemaknaan representasi citra dan eksistensi penyanyi diva Indonesia, Rossa, dalam narasi visual film dokumenter All Access to Rossa: 25 Shining Years, sebagai upaya mendokumentasikan konstruksi kultural figur publik dalam media. Tujuan utamanya adalah membongkar lapisan makna denotatif dan konotatif, hingga mitos, dari elemen-elemen sinematik dan naratif untuk memahami bagaimana film tersebut membentuk persepsi publik tentang 'diva' melalui lensa otobiografi media. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes, dengan subjek berupa keseluruhan segmen visual dan audio dalam film dokumenter tersebut. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling frame keseluruhan film, yaitu melakukan sleksi adegan kunci dengan kriteria eksplisit. Teknik analisis data melibatkan tahapan deskripsi denotasi, interpretasi konotasi, hingga analisis mitos (ideologi), serta triangulasi data untuk memastikan kedalaman dan akurasi interpretasi. Hasil temuan saintifik menunjukkan adanya konstruksi mitos "Diva yang Humanis" dan "Kekuatan Abadi Perempuan Karier" yang direpresentasikan melalui simbol-simbol visual seperti panggung megah, air mata, dan narasi personal. Simpulan menegaskan bahwa film dokumenter ini tidak hanya merefleksikan perjalanan karier, tetapi secara ideologis menancapkan citra Rossa sebagai arketipe diva Indonesia kontemporer yang relevan, sarat dengan nilai-nilai ketekunan, empati, dan keberanian. Representation of the Existence of Indonesian Diva Singers in the Documentary Film All Access to Rossa: 25 Shining Years This study examines the urgency of interpreting the representation of the image and existence of Indonesian diva singer, Rossa, in the visual narrative of the documentary film All Access to Rossa: 25 Shining Years, as an effort to document the cultural construction of public figures in the media. The main objective is to unravel the layers of denotative and connotative meanings, including myths, from cinematic and narrative elements to understand how the film shapes public perception of the 'diva' through the lens of media autobiography. This qualitative research uses Roland Barthes' semiotic approach, with the subject being the entire visual and audio segments in the documentary. The sampling technique used is sampling the entire film frame, namely selecting key scenes with explicit criteria. Data analysis techniques involve stages of denotative description, connotative interpretation, to myth (ideological) analysis, as well as data triangulation to ensure the depth and accuracy of interpretation. The scientific findings indicate the existence of the myth construction of the "Humanist Diva" and the "Eternal Strength of Career Women" which are represented through visual symbols such as a magnificent stage, tears, and personal narratives. The conclusion emphasizes that this documentary not only reflects her career journey, but ideologically establishes Rossa's image as a relevant contemporary Indonesian diva archetype, filled with the values of perseverance, empathy, and courage

    Optimalisasi Pengelolaan Air Pada Lahan Kering Untuk Meningkatkan Produktivitas Pertanian Berkelanjutan: Pendekatan Prinsip Agroekologi

    No full text
    Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi optimalisasi pengelolaan air pada lahan kering dengan menerapkan tiga prinsip agroekologi: daur ulang nutrisi dan air, integrasi tanaman-ternak, serta peningkatan produktivitas sistem. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR), dengan analisis terhadap 30 artikel dari jurnal internasional dan nasional yang terindeks Scopus dan Web of Science, yang diterbitkan antara 2020-2025. Hasil penelitian menunjukkan penerapan prinsip daur ulang air, seperti pemanenan air hujan, penggunaan mulsa organik, dan konservasi in-situ, dapat meningkatkan efisiensi penggunaan air sebesar 45-65% serta mengurangi evapotranspirasi hingga 25-40%. Integrasi tanaman-ternak terbukti meningkatkan retensi air tanah melalui penambahan bahan organik, yang memperbaiki struktur tanah hingga 50%. Fokus pada produktivitas sistem, seperti diversifikasi tanaman tahan kekeringan, agroforestri, dan pengelolaan holistik, dapat meningkatkan produktivitas air sebesar 35-55% serta meningkatkan ketahanan sistem terhadap variabilitas iklim. Implementasi terintegrasi dari ketiga prinsip ini dapat meningkatkan produktivitas pertanian sebesar 40-60%, mengurangi degradasi lahan, dan meningkatkan sekuestrasi karbon hingga 2-4 ton C/ha/tahun. Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan strategi agroekologi yang terintegrasi dapat mendukung keberlanjutan lingkungan dan meningkatkan produktivitas pertanian di lahan kering. Water Management Optimization in Dryland Agriculture to Enhance Sustainable Agricultural Productivity: Agroecological Principles Approach Abstract This study aims to analyze strategies for optimizing water management in dryland areas by applying three agroecological principles: nutrient and water recycling, crop-livestock integration, and system productivity enhancement. The method used is a Systematic Literature Review (SLR), analyzing 30 articles from international and national journals indexed in Scopus and Web of Science, published between 2020-2025. The findings indicate that the application of water recycling principles, such as rainwater harvesting, organic mulching, and in-situ conservation, can increase water use efficiency by 45-65% and reduce evapotranspiration by 25-40%. Crop-livestock integration has been shown to improve soil water retention through the addition of organic matter, enhancing soil structure by up to 50%. Focusing on system productivity, such as the diversification of drought-tolerant crops, agroforestry, and holistic management, can increase water productivity by 35-55% and improve system resilience to climate variability. The integrated implementation of these three principles can increase agricultural productivity by 40-60%, reduce land degradation, and enhance carbon sequestration by 2-4 tons C/ha/year. This study demonstrates that the application of integrated agroecological strategies can support environmental sustainability and improve agricultural productivity in dryland areas.Lahan kering merupakan agroekosistem yang memiliki tantangan signifikan dalam pengelolaan air untuk mendukung produktivitas pertanian berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi optimalisasi pengelolaan air pada lahan kering melalui pendekatan tiga prinsip utama agroekologi: daur ulang nutrisi dan air (recycling), integrasi tanaman-ternak (integrated crop and livestock), dan peningkatan produktivitas sistem (improving productivity acrossthe systems). Metode penelitian menggunakan Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis 25 jurnal terindeks internasional (Scopus, Web of Science, ScienceDirect) tahun 2020-2025 dan 5jurnal nasional Indonesia tahun 2020-20250. Hasil pengkajianmenunjukkan bahwa penerapan prinsip daur ulang air melalui pemanenan air hujan (rainwater harvesting), mulsa organik, dan konservasi in-situ dapat meningkatkan efisiensi penggunaan air hingga 45-65% dan mengurangi evapotranspirasi sebesar 25-40%. Integrasi tanaman-ternak pada lahan kering meningkatkan retensi airtanah melalui penambahan bahan organik sebesar 30-50% danmemperbaiki struktur tanah. Lebih jauh, produktivitas sistem dengandiversifikasi tanaman toleran kekeringan, sistem agroforestri, dan pengelolaan holistik mampu meningkatkan air tersedia(wateravailability)  sebesar 35-55% dan resiliensi sistemterhadap variabilitas iklim. Studi ini menyimpulkan bahwaimplementasi terintegrasi ketiga prinsip agroekologi tersebut mampu mengoptimalkan pengelolaan air pada lahan kering, meningkatkan produktivitas pertanian sebesar 40-60%, dan mendukung keberlanjutan lingkungan dengan mengurangi degradasi lahan dan meningkatkan carbon sequestration hingga 2-4 ton C/ha/tahun

    Tinjauan Filsafat Terhadap Strategi Adaptasi Nelayan Buruh Pada Musim Paceklik

    No full text
    Penelitian ini menelaah strategi adaptasi nelayan buruh dalam menghadapi musim paceklik dari sudut pandang filsafat. Menggunakan metode studi literatur, data dikumpulkan dari berbagai sumber ilmiah yang relevan, termasuk jurnal terindeks Scopus dan Sinta, prosiding, dan buku akademik. Hasil kajian menunjukkan bahwa nelayan buruh mengembangkan berbagai strategi adaptasi seperti bekerja di luar sektor perikanan, melibatkan anggota keluarga untuk mencari nafkah, serta meminjam dana dari tetangga, juragan, dan koperasi. Dari perspektif filsafat, strategi adaptasi mencerminkan upaya manusia untuk bertahan dalam menghadapi perubahan, serta menunjukkan pentingnya pemikiran reflektif dan kolaboratif dalam merespons tantangan hidup. Kajian ini menekankan bahwa adaptasi merupakan bagian integral dari eksistensi manusia yang dinamis dan terus berkembang. Philosophical Review of Fishermen Laborer Adaptation Strategies in the Lean Season AbstractThis study explores the adaptation strategies of labor fishermen during the lean season from a philosophical perspective. Employing a literature review method, data were gathered from various scientific sources, including Scopus-indexed and Sinta-accredited journals, proceedings, and academic books. The findings reveal that labor fishermen adopt several adaptive strategies such as working outside the fishing sector, involving family members to earn income, and borrowing money from neighbors, middlemen, and cooperatives. Philosophically, these adaptation strategies reflect human efforts to survive amid change and highlight the importance of reflective and collaborative thinking in facing life challenges. The study emphasizes that adaptation is an essential part of human existence that is dynamic and constantly evolving

    Aksiologi Fenomena Pertanian Berkelanjutan untuk Tanaman Pangan Pokok Padi di Kabupaten Lombok Tengah

    No full text
    Sektor pertanian di Indonesia berperan strategis dalam perekonomian nasional karena penyerap tenaga kerja terbanyak, penyedia bahan pangan dan  sumber devisa negara. Pengembangan pertanian berkelanjutan terutama untuk tanaman pangan pokok padi sangat diperlukan karena kebutuhan semakin meningkat dengan meningkatnya jumlah penduduk sedangkan ketersediaan sumberdaya lahan terbatas. Tantangan terbesarnya adalah mempertahankan keberlanjutan untuk mewujudkan kedaulatan pangan pokok padi dan kesejahteraan petani. Artikel ini bertujuan menganalisis aksiologi  dari fenomena pertanian berkelanjutan untuk tanaman pangan pokok (padi) di sentra produksi beras terbesar di Propinsi NTB, yakni di Kabupaten Lombok Tengah.  Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan pengumpulan data dengan studi literatur, dengan fokus data sekunder dan publikasi hasil penelitian di sentra produksi beras Kabupaten Lombok Tengah. Hasil kajian aksiologi dari pembangunan pertanian berkelanjutan untuk tanaman pangan di  Kabupaten Lombok  Tengah adalah:  sebagai sumber matapencaharian utama keluarga petani, menciptakan lapangan kerja, menjamin pengadaan pangan pokok keluarga petani, penyedia pangan daerah, penyumbang PDB terbesar ke tiga. Nilai kemanfaatan dapat ditingkatkan berkelanjutannya melalui pengembangan pertanian terpadu, diversifikasi pertanian dalam arti luas/pertanian campuran, penguatan modal sosial, peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani. Axiology of Sustainable Agricultural Phenomenon for Rice Staple Food Crop in Central Lombok District Abstract The agricultural sector in Indonesia plays a strategic role in the national economy because it absorbs the largest workforce, provides food and is a source of foreign exchange. The development of sustainable agriculture, especially for staple food crops, rice, is very necessary because the need is increasing with the increasing population while the availability of land resources is limited. The biggest challenge is maintaining sustainability to realize staple food sovereignty of rice and farmer welfare. This article aims to analyze the axiology of the phenomenon of sustainable agriculture for staple food crops (rice) in the largest rice production center in NTB Province, namely in Central Lombok Regency. This research is a descriptive study and data collection with literature studies, focusing on secondary data and publication of research results in the rice production center of Central Lombok Regency. The results of the axiological study of sustainable agricultural development for food crops in Central Lombok Regency are: as the main source of livelihood for farming families, creating jobs, ensuring the provision of staple food for farming families, providing regional food, the third largest contributor to GDP. The value of benefits can be increased sustainably through the development of integrated agriculture, diversification of agriculture in a broad sense/mixed farming, strengthening social capital, increasing farmer knowledge and skills

    Implementasi Program DASHAT dalam Pencegahan Stunting pada Balita

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Implementasi program DASHAT dalam pencegahan stunting di Kelurahan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. Program DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting) sendiri merupakan program yang diluncurkan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang memiliki harapan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemberian gizi dan perilaku sehat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian melibatkan 4 pelaksana program DASHAT dan 5 peserta yang merupakan ibu yang memiliki balita mendekati stunting. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi dan dokumentasi. Validitas dan reabilitas instrumen dikonfirmasi melalui tringulasi data. Analisis data mengikuti tiga tahap kegiatan yaitu, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pengimplementasiannya program DASHAT dilakukan dengan tiga tahap yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan Keberlanjutan. Ditemukan juga faktor penghambat dari implementasi program ini dimana sumber daya finansial dan fasilitas pelaksanaan yang kurang mendukung. Untuk hasil pelaksanaan sendiri ditemukan bahwa terdapat perubahan pada pengetahuan ibu/peserta dalam pemenuhan gizi harian pada anak. Peneliti menyimpulkan bahwa program DASHAT ini telah berjalan dengan baik, karena dilaksanakan sesuai pedoman serta mendapatkan hasil peningkatan pengetahuan pada peserta, namun memerlukan perbaikan dari segi sumber daya finansial dan fasilitas untuk dampat yang lebih optimal.Implementation of the DASHAT Program in Preventing Stunting in Toddlers AbstractThis study aims to analyze the implementation of the DASHAT program in preventing stunting in Duri Kosambi Village, Cengkareng, West Jakarta. The DASHAT (Healthy Kitchens Overcome Stunting) program itself is a program launched by the National Population and Family Planning Agency (BKKBN) which hopes to increase public understanding of the importance of providing nutrition and healthy behavior. This research uses a qualitative method with a descriptive approach. The research subjects involved 4 DASHAT program implementers and 5 participants who were mothers of toddlers approaching stunting. Data collection techniques include interviews, observation and documentation. The validity and reliability of the instrument were confirmed through data triangulation. Data analysis follows three stages of activities, namely, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research results show that the implementation of the DASHAT program was carried out in three stages, namely the preparation stage, implementation stage and sustainability. It was also found that the inhibiting factors in implementing this program were financial resources and implementation facilities that were less supportive. The results of the implementation itself found that there were changes in the knowledge of mothers/participants in fulfilling daily nutrition for children. Researchers concluded that the DASHAT program had run well, because it was implemented according to guidelines and resulted in increased knowledge among participants, but required improvements in terms of financial resources and facilities for more optimal impact

    Analisis Kualitatif Tentang Fenomena Trauma Belajar Mahasiswa: Studi Survei pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

    No full text
    Penelitian yang mengkaji fenomena trauma belajar telah banyak dilakukan, namun studi yang secara khusus meneliti trauma belajar pada mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) di Universitas Mataram masih terbatas. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis trauma belajar pada mahasiswa PGSD Universitas Mataram. Penelitian deskriptif kualitatif ini melibatkan sebanyak 159 mahasiswa yang dianggap memiliki pengalaman relevan dengan topik penelitian. Data dikumpulkan menggunakan angket. Data yang mencakup informasi demografi, pengalaman belajar, gejala trauma belajar dan dampaknya dianalisis menggunakan metode tematik. Hasilnya menunjukkan bahwa mahasiswa PGSD yang menjadi responden memiliki kisaran usia 17 tahun sampai dengan 22 tahun, serta IPK berada pada kategori sangat memuaskan dan cumlaude. Sebagian besar dari mereka memiliki pengalam belajar yang baik, namun pernah mengalami kesulitan atau masalah serius dalam proses belajarnya. Kesulitan atau masalah ini berupa kesehatan mental (stres, kecemasan, depresi). Selain itu, hampir seluruh mahasiswa menunjukkan adanya gejala trauma belajar. Trauma ini berdampak pada prestasi akademik, hubungan dengan teman sekelas, kesehatan mental, kehidupan sosial dan motivasi belajar. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam memahami trauma belajar di kalangan mahasiswa dan menekankan perlunya upaya kolaboratif untuk mengatasi masalah ini. Universitas perlu meningkatkan layanan dukungan kesehatan mental dan menyediakan program pencegahan yang efektif untuk membantu mahasiswa mengelola stres dan kecemasan. Qualitative Analysis of the Phenomenon of Student Learning Trauma: A Survey Study on the Elementary School Teacher Education Study Program Abstract Many studies have been conducted that examine the phenomenon of learning trauma, but studies that specifically examine learning trauma in Primary School Teacher Education (PGSD) students at Mataram University are still limited. The aim of this research is to analyze learning trauma among PGSD students at Mataram University. This qualitative descriptive research involved 159 students who were deemed to have relevant experience with the research topic. Data was collected using a questionnaire. Data including demographic information, learning experiences, symptoms of learning trauma and its impact were analyzed using thematic methods. The results show that the PGSD students who were respondents ranged in age from 17 years to 22 years, and their GPA was in the very satisfactory and cum laude categories. Most of them have a good learning experience, but have experienced difficulties or serious problems in the learning process. These difficulties or problems are in the form of mental health (stress, anxiety, depression). Apart from that, almost all students show symptoms of learning trauma. This trauma impacts academic achievement, relationships with classmates, mental health, social life and motivation to learn. These findings provide an important contribution to understanding learning trauma among college students and emphasize the need for collaborative efforts to address this issue. Universities need to improve mental health support services and provide effective prevention programs to help students manage stress and anxiety

    Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X Mata Pelajaran Geografi

    No full text
    Model Problem Based Learning (PBL) berkaitan erat dengan hasil belajar siswa. Model ini mendorong siswa untuk belajar secara aktif dan kolaborasi dalam menyelesaikan masalah kehidupan nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem-Based Learning (PBL) terhadap hasil belajar siswa kelas X dalam mata pelajaran Geografi. Model PBL merupakan model pembelajaran yang menekankan pada pemecahan masalah nyata untuk meningkatkan keterampilan berpikir dan pemahaman konsep siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan desain pretest-posttest control group. Sampel penelitian yang digunakan terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol dimana kelas eksperimen menerapkan model PBL dalam proses pembelajaran sedangkan kelas kontrol menerapkan metode pembelajaran konvensional. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar, kemudian teknik analisis data menggunakan uji statistik t-test untuk melihat perbedaan hasil belajar antara kedua kelompok. Berdasarkan hasil uji-t diperoleh nilai p-value (2-tailed) = 0,000 yaitu lebih kecil dari tingkat signifikan 0,05 (P < 0,05). Hal ini menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa model PBL memiliki pengaruh yang signifikan dalam peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran geografi. The Influence of the Problem-Based Learning Model on the Learning Outcomes of Grade X Students in the Subject of Geography AbstractThe Problem-Based Learning (PBL) model is closely related to student learning outcomes. This model encourages students to learn actively and collaborate in solving real-life problems. This study aims to determine the influence of the Problem-Based Learning (PBL) model on the learning outcomes of Grade X students in the subject of Geography. PBL is a learning model that emphasizes solving real-world problems to improve students’ thinking skills and conceptual understanding. The method used in this study is a quasi-experimental design with a pretest-posttest control group design. The research sample consisted of two classes: an experimental class and a control class. The experimental class implemented the PBL model during the learning process, while the control class used conventional learning methods. Data collection techniques were carried out through learning outcome tests, and data analysis techniques employed a statistical t-test to determine differences in learning outcomes between the two groups. Based on the results of the t-test, the p-value (2-tailed) = 0.000, which is smaller than the significance level of 0.05 (P < 0.05). This indicates that there is a significant difference in student learning outcomes between the experimental class and the control class. Thus, it can be concluded that the PBL model has a significant influence on improving student learning outcomes in the subject of Geography

    Analisis Komparatif Sifat Fisika Papan Laminasi dari Kayu Bajur dan Kombinasi Kayu Nangka Mahoni

    No full text
    Permasalahan utama dalam industri pengolahan kayu di Indonesia adalah keterbatasan bahan baku kayu berkualitas tinggi akibat eksploitasi berlebih. Teknologi papan laminasi menjadi solusi inovatif yang memungkinkan pemanfaatan kayu lokal berdiameter kecil dan berkualitas menengah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan sifat fisika papan laminasi dari kayu bajur dan kombinasi kayu nangka-mahoni, meliputi parameter kerapatan, kadar air, pengembangan tebal, dan penyusutan tebal. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non-faktorial dengan dua perlakuan dan tiga ulangan, mengacu pada standar JAS 234-2003. Hasil menunjukkan bahwa papan laminasi nangka-mahoni memiliki kerapatan lebih tinggi (0,579 g/cm³) dan kadar air lebih rendah (12,316%) dibanding bajur (0,506 g/cm³; 13,600%). Namun, papan bajur menunjukkan resistensi yang lebih baik terhadap pengembangan tebal dan lebih rentan terhadap penyusutan. Kedua jenis papan memenuhi standar kualitas yang berlaku dan menunjukkan potensi sebagai material alternatif dalam industri furnitur dan konstruksi. Penelitian ini memperkaya data empiris tentang performa kayu lokal dalam aplikasi laminasi dan mendukung diversifikasi bahan baku industri berbasis kayu. Comparative Analysis of Physical Properties of Laminated Boards from Bajur Wood and Jackfruit Mahogany Combination Abstract The Indonesian wood industry faces a raw material shortage due to excessive exploitation of high-quality, large-diameter timber. Laminated wood boards offer an innovative solution by utilizing small-diameter and medium-quality local wood. This study aims to analyze and compare the physical properties of laminated boards made from bajur wood and a jackfruit-mahogany combination, focusing on density, moisture content, thickness swelling, and thickness shrinkage. The experiment applied a non-factorial Completely Randomized Design (CRD) with two treatments and three replications, following JAS 234-2003 standards. Results show that jackfruit-mahogany boards had higher density (0.579 g/cm³) and lower moisture content (12.316%) than bajur boards (0.506 g/cm³; 13.600%). However, bajur boards demonstrated better resistance to thickness swelling and were more prone to shrinkage. Both types of laminated boards met the required quality standards and are promising as alternative materials in furniture and construction industries. This research contributes to empirical data on local wood performance in laminated applications and supports diversification of wood-based raw materials

    The Evaluating the Use of ChemTube3D to Enhance Students’ Conceptual Understanding of Nucleophilic Substitution Reactions

    No full text
    The limited use of interactive 3D visual media in higher education chemistry instruction, particularly for topics requiring spatial and dynamic visualization such as nucleophilic substitution reactions (SN1 and SN2), serves as the main issue addressed in this study. This research aims to evaluate the effectiveness of ChemTube3D in enhancing students’ conceptual understanding of these reaction mechanisms. A quasi-experimental one-group pretest-posttest design was employed, involving 19 students from the Chemistry Education Study Program. Research instruments included a conceptual essay test consisting of 10 open-ended questions to assess subject mastery, and a Likert-scale perception questionnaire to capture students’ responses to the use of ChemTube3D. Data were analyzed using normalized gain (N-Gain) calculations and descriptive analysis. The results revealed a significant improvement in posttest scores, with an average N-Gain of 0.54, classified as moderate. Furthermore, the majority of students responded positively to ChemTube3D, particularly regarding the clarity of reaction visualizations and ease of access. These findings suggest that ChemTube3D is an effective instructional medium for bridging submicroscopic and symbolic representations in complex chemical reactions

    0

    full texts

    400

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Empiricism Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇