Empiricism Journal
Not a member yet
    400 research outputs found

    Sifat Fisis dan Mekanis Kayu Jati (Tectona grandis L.F) Berdasarkan Posisi pada Batang

    No full text
    Kayu jati merupakan hasil hutan kayu yang dimanfaatkan sebagai bahan bangunan maupun furniture. Batang kayu jati memiliki bagian yang berbeda-beda, yaitu bagian pangkal, tengah, dan ujung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat fisis dan mekanis kayu jati berdasarkan posisi batang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan 3 kali ulangan. Data dianalisis menggunakan analisis varians atau analisis sidik ragam (ANOVA) dengan ? = 5% dengan uji lanjut Duncan. Hasil analisis menunjukan bahwa nilai rata-rata sifat fisis kayu jati berdasarkan posisi pada batang yg berasal dari Desa Kore memiliki nilai kadar air pada bagian pangkal sebesar 8,20%, bagian tengah sebesar 8,24%, bagian ujung sebesar 8,70%. Nilai kerapatan kayu jati pada bagian pangkal sebesar 0,77 g/cm3, bagian tengah sebesar 0,72 g/cm3, bagian ujung sebesar 0,70 g/cm3. Adapun nilai rata-rata sifat mekanis kayu jati memiliki nilai Modulus of Elasticity (MOE) pada bagian pangkal sebesar 24,06 MPa, bagian tengah sebesar 22,40 MPa, bagian ujung sebesar 21,04 MPa. Nilai Modulus of Rupture (MOR) pada bagian pangkal sebesar 84,07 MPa, bagian tengah sebesar 80,51 MPa, bagian ujung sebesar 79,03 MPa. Hasil Anova menunjukan bahwa sifat fisis dan mekanis kayu jati yang berasal dari Desa Kore tidak memiliki pengaruh yang signifikan antara bagian pangkal, tengah dan ujung batang kayu jati. Physical and Mechanical Properties of Teak Wood (Tectona grandis L. F) Based on Position on the Trunk Abstract Teak wood is a forest product that is used as a building material or furniture. Teak wood trunks have different parts, namely the base, middle, and tip. The purpose of this study was to determine the physical and mechanical properties of teak wood based on the position of the trunk. The research method used is an experimental method using a non-factorial Completely Randomized Design (CRD) with 3 replications. Data were analyzed using analysis of variance or analysis of variance (ANOVA) with ? = 5% with Duncan's further test. The results of the analysis showed that the average value of the physical properties of teak wood based on the position of the trunk originating from Kore Village had a water content value at the base of 8.20%, the middle of 8.24%, and the tip of 8.70%. The density value of teak wood at the base was 0.77 g / cm3, the middle of 0.72 g / cm3, and the tip of 0.70 g / cm3. The average value of the mechanical properties of teak wood has a Modulus of Elasticity (MOE) value at the base of 24.06 MPa, the middle of 22.40 MPa, the tip of 21.04 MPa. The Modulus of Rupture (MOR) value at the base is 84.07 MPa, the middle of 80.51 MPa, the tip of 79.03 MPa. The results of Anova show that the physical and mechanical properties of teak wood from Kore Village do not have a significant influence between the base, middle and tip of the teak tree trunk

    Strategi Pemasaran Produk Hortikultura oleh Petani di Kabupaten Labuhan Batu

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi pemasaran produk hortikultura yang digunakan oleh petani di Kabupaten Labuhanbatu dan menganalisis kendala yang dihadapi dalam implementasi strategi tersebut. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. Informan yang terlibat dalam penelitian ini adalah 6 orang yang dipilih secara purposive dengan kriteria memiliki pengalaman minimal dua tahun dalam budidaya dan pemasaran produk hortikultura Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar petani masih menggunakan metode pemasaran konvensional, seperti penjualan langsung ke pengepul dan pasar lokal, dengan keterbatasan dalam pemanfaatan teknologi informasi. Selain itu, kendala utama yang dihadapi adalah kurangnya akses informasi pasar, infrastruktur yang belum memadai, dan kelembagaan yang lemah. Penelitian ini memberikan rekomendasi terkait peningkatan literasi digital, perbaikan infrastruktur, dan penguatan kelembagaan petani untuk meningkatkan efektivitas strategi pemasaran produk hortikultura di Kabupaten Labuhanbatu. Marketing Strategy of Horticultural Products by Farmers in Labuhanbatu Regency Abstract This study aims to identify horticultural product marketing strategies used by farmers in Labuhanbatu Regency and analyze the obstacles faced in implementing these strategies. The research approach used is qualitative with a case study method. Data were collected through in-depth interviews, field observations, and documentation. The informants involved in this study were 6 people who were selected purposively with the criteria of having at least two years of experience in cultivating and marketing horticultural products. The results of the study show that most farmers still use conventional marketing methods, such as direct sales to collectors and local markets, with limitations in the use of information technology. In addition, the main obstacles faced are the lack of access to market information, inadequate infrastructure, and weak institutions. This study provide recommendations regarding increasing digital literacy, improving infrastructure, and strengthening farmer institutions to increase the effectiveness of horticultural product marketing strategies in Labuhanbatu Regency

    Studi Sosial Ekonomi Nelayan di Kawasan Konservasi Perairan Gili Tangkong Nanggu dan Gili Sudak (Gita Nada)

    No full text
    Kawasan Konservasi Perairan Gita Nada merupakan salah satu dari 9 kawasan konservasi perairan yang telah ditetapkan di Nusa Tenggara Barat. Pembentukan kawasan konservasi bertujuan untuk melestarikan dan melindungi sumber daya serta memberikan manfaat kepada masyarakat secara berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan. Masyarakat banyak memanfaatkan kawasan konservasi perairan dengan menjadi nelayan dan melakukan penangkapan ikan disalah satu zona yakni zona perikanan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pendapatan nelayan di Kawasan Konservasi Perairan Gita Nada dan menganalisis faktor-faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi pendapatan nelayan Kawasan Konsevasi Perairan Gita Nada Kabupaten Lombok Barat.. Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif. Unit analisis penelitian ini adalah nelayan perikanan tangkap pada Kawasan Konservasi Perairan Gita Nada di Kabupaten Lombok Barat. Teknik penentuan daerah sampel dilakukan secara Purposive Sampling yakni Desa Sekotong Barat, dengan pertimbangan bahwa Desa Sekotong Barat merupakan bagian dari Kawasan Konservasi Perairan Gita Nada dan memiliki jumlah nelayan terbanyak. Penentuan responden menggunakan teknik Random Sampling yang terdiri dari 38 nelayan. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif dan data kuantitatif dengan sumber data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan adalah analisis pendapatan usaha dan analisis Regresi Linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan nelayan di Kawasan Konservasi Perairan Gita Nada adalah sebesar Rp 27.326.401 pertahun atau Rp 2.277.200 perbulan dan faktor sosial ekonomi yang berpengaruh nyata terhadap pendapatan nelayan adalah tingkat pendidikan, jumlah anggota keluarga, produksi, harga ikan dan biaya produksi. Sedangkan faktor sosial ekonomi yang tidak berpengaruh adalah umur, pengalaman nelayan, kekuatan mesin perahu dan trip. Socioeconomic study of Fisherman in the Marine Protected Areas of Gili Tangkong Nanggu and Gili Sudak (Gita Nada) Abstract Gita Nada Marine Conservation Area is one of 9 marine conservation areas that have been designated in West Nusa Tenggara. The community makes extensive use of the marine conservation area by becoming fishermen and fishing in one of the zones, namely the sustainable fisheries zone. This study aims to analyze the income level of fishermen in the Gita Nada Marine Conservation Area and analyze the socio-economic factors that influence the income of fishermen in the Marine Conservation Area of Gita Nada, West Lombok Regency. The analysis method used is the descriptive method. The unit of analysis of this study is the capture fisherman in the Gita Nada Marine Conservation Area in West Lombok Regency. The technique for determining the sample area was carried out using the Purposive Method, namely West Sekotong Village, with the consideration that West Sekotong Village is part of the Gita Nada Marine Conservation Area and has the largest number of fishermen. Determination of respondents using the Purposive Sampling technique consisting of 38 fishermen. The types of data used are qualitative data and quantitative data with primary and secondary data sources. The data analysis used is business income analysis and Multiple Linear Regression Analysis. The results of the study show that, The income of fishermen in the Gita Nada Marine Conservation Areas is Rp 27,326,401 per year or Rp 2,277,200 per month (2) Socio-economic factors that have a significant effect on fishermen's income are education level, number of family members, production, fish prices and production costs. While socio-economic factors that do not have an effect are age, fishermen's experience, boat engine power and trips

    Penerapan Model Pembelajaran CPS (Creative Problem Solving) Berbantuan Media Video untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah pada Siswa Kelas XI IPS 1 di SMAN 1 Batukliang Utara

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penerapan tehnik pembelajaran yang menggunakan pemecahan masalah secara kreatif berupa strategi CPS (Creative Problem Solving) yang didukung oleh sarana pembelajaran berupa video dalam meningkatakan keahlian siswa dalam mengatasi masalah kelas XI IPS 1 SMAN 1 Batukliang Utara, dalam memecahkan masalah pada mata pelajaran sosiologi. Penelitian ini mengaplikasikan pendekatan penelitian tindakan kelas (PTK) yang diselenggarakan dalam dua siklus dimana dalam setiap siklus terdapat dua pertemuan. Tehnik pengampilan data dan iformasi yang digunakn mencakup tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan dokumentasi. Temuan kajian menunjukkan bahwa CPS dengan menggunakan video efektif dalam mengoptimalkan kemampuan pemecahan persoalan yang dialami siswa. Pada siklus pertama, keteraksanaan pembelajaran menggunakan strategi pemecahan masalah kreative (Creative Problem Solving) CPS mencapai 81,5%, dan bertambah hingga mencapai 96% pada siklus kedua. Sementara itu, keahlian siswa dalam memecahkan persoalan turut meningkat, dari 70% pada siklus I menjadi 88% pada siklus II, data memperlihatkan eksistensi peningkatan dalam  keterlibatan dan kemampuan pemecahan masalah. Berdasarkan uraian tersebut , dapat disimpulkan bahwa penerapan metode CPS (Creative Problem Solving) yang diterapkan bersama media video efektif dalam mengoptimalkan kemampuan siswa dalam pemecahan masalah mata pelajaran sosiologi. Application of the CPS (Creative Problem Solving) Learning Model Assisted by Video Media to Improve Problem Solving Ability in Class XI IPS 1 Students at SMAN 1 Batukliang Utara Abstract This study aims to evaluate the effectiveness of a teaching technique that employs creative problem solving through the CPS (Creative Problem Solving) strategy, supported by video-based learning media, in enhancing students’ problem-solving skills in class XI IPS 1 at SMAN 1 Batukliang Utara in the sociology subject. This research applies a classroom action research (CAR) approach conducted in two cycles, with each cycle consisting of two meetings. The data collection techniques used include planning, implementation, observation, and documentation stages. The findings of the study indicate that CPS using video is effective in optimizing students’ ability to solve problems. In the first cycle, the implementation of learning using the CPS strategy reached 81.5%, increasing to 96% in the second cycle. Meanwhile, students' problem-solving skills also improved, from 70% in the first cycle to 88% in the second cycle. The data show a noticeable increase in student engagement and problem-solving abilities. Based on these findings, it can be concluded that the implementation of the CPS (Creative Problem Solving) method combined with video media is effective in optimizing students' problem-solving skills in sociology

    Pentingnya Nilai-Nilai Pancasila dalam Kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) bagi Pembentukan Karakter Peserta Didik Sekolah Menengah Pertama di Kota Malang

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penghayatan nilai-nilai Pancasila dalam kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) serta menganalisis kendala dan strategi penyelesaiannya dalam pembentukan karakter peserta didik Sekolah Menengah Pertama di Kota Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru, koordinator P5, peserta didik, dan orang tua. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun internalisasi nilai-nilai Pancasila melalui kegiatan P5 telah berjalan secara progresif, tantangan signifikan masih ditemukan, seperti keterbatasan fasilitas, rendahnya partisipasi orang tua, serta motivasi peserta didik yang fluktuatif. Upaya strategis yang dilakukan mencakup peningkatan komunikasi sekolah–rumah, pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning), dan refleksi nilai. Penelitian ini merekomendasikan sinergi multipihak, pelatihan guru kontekstual, serta penguatan budaya sekolah untuk mendukung efektivitas pendidikan karakter berbasis Pancasila. The Importance of Pancasila Values in the Pancasila Student Profile Strengthening Project Activities (P5) for Student Character Formation Abstract This study aims to explore the internalization of Pancasila values through the Strengthening the Pancasila Student Profile Project (P5) and to analyze its challenges and strategic solutions in shaping students' character at a junior secondary school in Malang City. A qualitative descriptive method was employed, using in-depth interviews, observation, and documentation involving school leaders, teachers, P5 coordinators, students, and parents. The findings reveal that while the internalization of Pancasila values through P5 has shown progressive implementation, significant challenges persist, including limited facilities, low parental involvement, and fluctuating student motivation. Strategic efforts undertaken include enhancing school-parent communication, experiential learning approaches, and value-based reflection. This study recommends the following to improve the effectiveness of character education grounded in the principles of the Indonesian ideology, known as Pancasila: strengthening multi-stakeholder collaboration, providing context-specific teacher training, and fostering a positive school culture

    Strategi Inovasi Pelayanan Publik untuk Penurunan Kemiskinan Ekstrem di Sumbawa Barat

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi strategi inovasi pelayanan publik dan menganalisis faktor penghambatnya dalam upaya menurunkan kemiskinan ekstrem di Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat. Penelitian ini mengisi kekosongan kajian terkait efektivitas strategi inovasi publik di tingkat kecamatan secara komprehensif dalam konteks lokal, yang jarang diteliti secara terintegrasi. Menggunakan metode kualitatif studi kasus, data dikumpulkan selama tiga bulan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan 10 orang informan kunci (pemangku kebijakan, aparatur, pelaksana, dan masyarakat). Data dianalisis menggunakan pendekatan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi strategi inovasi telah menunjukkan kemajuan melalui intervensi terpadu, meliputi koordinasi lokal dan layanan proaktif. Namun, efektivitas strategi ini secara signifikan terhambat oleh konstelasi faktor kompleks, mencakup keterbatasan anggaran dan SDM, problematika akurasi data, tantangan partisipasi sosio-kultural, serta fragmentasi kebijakan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun upaya inovatif telah berjalan, penanggulangan kemiskinan ekstrem memerlukan reorientasi pendekatan yang lebih holistik dan fundamental untuk mengatasi hambatan sistemik yang ada. Public Service Innovation Strategy to Reduce Extreme Poverty in West Sumbawa Abstract This study describes the implementation of public service innovation strategies and analyzes the impediments to alleviating extreme poverty in Jereweh District, West Sumbawa Regency. It addresses a notable void in the literature concerning the comprehensive effectiveness of integrated public innovation strategies at the district level, a topic that has received limited scholarly attention. Employing a qualitative case study design, data were gathered over a three-month period via in-depth interviews, observation, and documentation with 10 key informants, comprising policymakers, officials, program implementers, and community members. A thematic analysis approach was utilized for data analysis. The findings reveal that the implementation of these innovative strategies has yielded progress through integrated interventions such as local coordination and proactive services. Nevertheless, their effectiveness is significantly impeded by a complex interplay of factors, encompassing budgetary and human resource limitations, persistent data accuracy problems, socio-cultural participation challenges, and policy fragmentation. The study concludes that while innovative efforts have been initiated, tackling extreme poverty necessitates a fundamental and more holistic reorientation of strategies to overcome these deep-seated systemic barriers

    Strategi Inovasi Kemasan Ramah Lingkungan Minyak Tau Salaki sebagai Produk Unggulan Daerah Sumbawa Barat

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi inovasi kemasan ramah lingkungan untuk produk unggulan daerah Minyak Tau Salaki dan mengkaji persepsi serta tantangan yang dihadapi oleh para pemangku kepentingan. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan total 15 informan yang dipilih secara purposif di Kabupaten Sumbawa Barat meliputi produsen, pemerintah daerah, ahli lingkungan, desainer, dan konsumen. Penelitian ini mengisi kekosongan literatur terkait strategi inovasi kemasan ramah lingkungan untuk produk lokal berbasis kearifan tradisional di tingkat UMKM, yang sebelumnya belum banyak diteliti secara empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adopsi kemasan ramah lingkungan, seperti bambu, didorong oleh konstelasi motivasi yang multifaset, meliputi rasionalitas ekonomi (biaya rendah bahan lokal), peningkatan citra produk (keunikan dan tradisi), dan respons terhadap tuntutan pasar akan keberlanjutan. Persepsi dari produsen dan konsumen secara umum sangat positif. Namun, implementasi strategi ini menghadapi tantangan signifikan, yaitu (1) kesenjangan pengetahuan teknis di tingkat produsen, (2) kendala infrastruktur dan biaya produksi, serta (3) minimnya dukungan eksternal yang terstruktur dari pemerintah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun ada kemauan kuat dari pelaku usaha dan penerimaan positif dari pasar, keberhasilan jangka panjang inovasi ini memerlukan ekosistem pendukung yang kolaboratif dan kebijakan yang proaktif. Temuan ini memberikan panduan praktis bagi pemerintah daerah dan UMKM untuk merancang kebijakan pendukung dan strategi inovasi yang lebih efektif dan berkelanjutan. Eco-Friendly Packaging Innovation Strategy for a Regional Flagship Product of Tau Salaki Oil in West Sumbawa Abstract This research investigates the innovation strategies for eco-friendly packaging for 'Minyak Tau Salaki,' a flagship regional product, while also exploring the perceptions and challenges encountered by its key stakeholders. Employing a qualitative case study design, data were gathered via in-depth interviews with 15 purposively selected informants in West Sumbawa Regency, comprising producers, local government officials, environmental experts, designers, and consumers. The study addresses a notable gap in the literature concerning sustainable packaging strategies for local SME products rooted in traditional wisdom, a subject that has lacked significant empirical investigation. Results indicate that the adoption of sustainable packaging materials, such as bamboo, is propelled by a multifaceted set of drivers: economic rationale (the low cost of local materials), enhanced brand image (leveraging uniqueness and tradition), and responsiveness to growing market demand for sustainability. Crucially, perceptions among producers and consumers are overwhelmingly positive. Nevertheless, its implementation is confronted by significant hurdles, namely: (1) a technical knowledge deficit among producers, (2) constraints related to infrastructure and production costs, and (3) minimal structured external support from governmental bodies. The study concludes that while there is strong entrepreneurial will and positive market acceptance, the long-term viability of such innovations is contingent upon a collaborative support ecosystem and proactive policy-making. These findings offer actionable insights for local governments and SMEs to formulate more effective and sustainable innovation strategies and support policies

    Pengembangan Aplikasi Berbasis Android untuk Digitalisasi Layanan Cuci Mobil: Menuju Layanan Otomotif yang Lebih Efisien dan Modern

    No full text
    Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, khususnya pada perangkat seluler berbasis Android, telah menciptakan peluang yang signifikan untuk mendukung digitalisasi berbagai sektor layanan, termasuk layanan cuci mobil. Doorsmeer Dua Putra merupakan salah satu penyedia layanan yang masih mengandalkan sistem manual untuk registrasi pelanggan dan pemesanan layanan, sehingga mengakibatkan antrean panjang dan inefisiensi dalam pengelolaan data. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan aplikasi layanan cuci mobil berbasis Android yang memudahkan pelanggan untuk melakukan pemesanan, penjadwalan, dan pembayaran secara digital. Proses pengembangan meliputi analisis kebutuhan pengguna, perancangan antarmuka, dan penerapan fitur-fitur utama seperti pemesanan layanan, penjadwalan, informasi layanan, dan pengunggahan bukti pembayaran. Pengujian sistem atau aplikasi yang dikembangkan menggunakan Black Box Testing dan User Acceptance Testing (UAT). Hasil perancangan menunjukkan bahwa aplikasi dapat memenuhi kebutuhan penting pengguna dalam melakukan transaksi layanan cuci mobil secara lebih praktis dan efisien. Oleh karena itu, penggunaan teknologi berbasis Android dapat menjadi solusi yang efektif untuk meningkatkan kualitas layanan bagi usaha cuci mobil skala kecil hingga menengah. Penelitian ini berbeda dari penelitian terdahulu karena mengintegrasikan sistem pemesanan, penjadwalan, pembayaran digital, serta monitoring admin dalam satu platform Android untuk layanan cuci mobil skala UMKM. Digitalization of Car Wash Services: Toward More Efficient and Modern Automotive Service Delivery Abstract The rapid advancement of information and communication technology particularly Android-based mobile devices has created significant opportunities to support the digitalization of various service sectors, including car wash services. Doorsmeer Dua Putra is a car wash service provider that still relies on a manual system for customer registration and service booking, resulting in long queues and inefficiencies in data management. This study aims to design and develop an Android-based car wash service application that enables customers to place orders, schedule services, and make payments digitally. The development process encompasses user needs analysis, interface design, and the implementation of core features such as service booking, scheduling, service information, and uploading payment receipts. The developed system was evaluated using Black-Box Testing and User Acceptance Testing (UAT). The results indicate that the application meets users’ key requirements for conducting car wash transactions more practically and efficiently. Accordingly, the adoption of Android-based technology offers an effective solution for improving service quality among small- to medium-scale car wash businesses. This study differs from prior research by integrating booking, scheduling, digital payments, and administrative monitoring within a single Android platform tailored to micro, small, and medium-sized enterprise (MSME) car wash services

    Analisis Penerapan Etika Administrasi Terhadap Pelayanan Aparat Desa pada Kantor Desa Proto Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi etika administrasi dalam pelayanan publik di tingkat desa, dengan fokus pada nilai transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme. Studi ini mengisi kekosongan literatur terkait praktik etika administrasi di lingkungan pedesaan yang seringkali luput dari perhatian akademik. Penelitian dilakukan di Desa Proto, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen terhadap aparat desa dan warga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan transparansi dan profesionalisme aparatur berdampak signifikan terhadap kepercayaan masyarakat dan partisipasi warga dalam musyawarah desa. Namun demikian, implementasi nilai-nilai etika ini masih menghadapi hambatan berupa keterbatasan infrastruktur digital, rendahnya literasi teknologi di kalangan warga, dan minimnya pelatihan formal bagi aparatur. Kesimpulan dari studi ini menegaskan bahwa keberhasilan tata kelola desa yang etis ditentukan oleh kombinasi antara komitmen moral aparat, kesiapan infrastruktur, dan strategi pengembangan kapasitas yang berkelanjutan. Studi ini memberikan kontribusi praktis dan teoretis dalam mendorong penguatan budaya etika dalam birokrasi desa di era digital. An Analysis of Administrative Ethics Implementation in Village Apparatus Services at the Proto Village Office, Kedungwuni District, Pekalongan Regency Abstract This study aims to analyze the implementation of administrative ethics in public service at the village level, focusing on the values of transparency, accountability, and professionalism. The research addresses a gap in the literature concerning the practice of administrative ethics in rural settings, which is often overlooked in academic discourse. The study was conducted in Proto Village, Kedungwuni District, Pekalongan Regency, using a qualitative descriptive approach. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and document analysis involving village officials and community members. The findings indicate that improvements in transparency and professionalism significantly enhanced public trust and citizen participation in village decision-making forums. However, the application of these ethical principles still faces challenges, including limited digital infrastructure, low technological literacy among residents, and a lack of formal training for village officials. The study concludes that the success of ethical village governance depends on a combination of moral commitment, infrastructure readiness, and sustainable capacity development strategies. This research contributes both practically and theoretically to the advancement of ethical culture within rural public administration in the digital era

    Manajemen Pembinaan Prestasi pada Club Athletic Kijang Rinjani Cabang Olahraga Atletik Kabupaten Lombok Timur

    No full text
    Penelitian ini menguji efektivitas penerapan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product) dalam meningkatkan kualitas manajemen pembinaan prestasi pada Club Athletic Kijang Rinjani, Kabupaten Lombok Timur. Hipotesis utama menyatakan bahwa implementasi CIPP secara terintegrasi akan memfasilitasi perbaikan berkelanjutan di setiap tahap program, sehingga meningkatkan kepuasan stakeholder dan prestasi atlet. Metode penelitian mengombinasikan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan partisipasi 35 responden terdiri atas pengurus inti, pelatih, dan atlet serta dukungan data dokumentasi fasilitas dan administrasi klub. Pengumpulan data dilakukan melalui angket skala Likert, wawancara bebas terpimpin, observasi terang dan tersamar, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi konteks berhasil memetakan kebutuhan dan sasaran program sesuai ekspektasi peserta. Evaluasi input mengungkap kekuatan fasilitas dan anggaran yang memadai, namun juga mengidentifikasi kebutuhan pelatihan pelatih dalam penggunaan teknologi monitoring. Pada tahap proses, mekanisme umpan balik real time terbukti meningkatkan kepatuhan jadwal latihan, walaupun pelaporan hingga kini masih bersifat manual. Evaluasi produk mengonfirmasi capaian prestasi atlet yang memuaskan serta tingkat kepuasan stakeholder yang tinggi, disertai rekomendasi penambahan modul dukungan psikologis untuk mendukung ketahanan mental. Berdasarkan temuan tersebut, hipotesis penelitian dinyatakan terbukti bahwa penerapan CIPP secara komprehensif menciptakan siklus perbaikan yang efektif dan relevan bagi manajemen pembinaan. Temuan utama menegaskan pentingnya alokasi sumber daya pada teknologi monitoring, peningkatan kapasitas pelatih, dan integrasi dukungan psikologis dalam program. Dengan demikian, model CIPP memberikan landasan ilmiah untuk merancang, memonitor, dan mengevaluasi program olahraga secara holistik dan berkelanjutan. Management of Achievement Development at the Kijang Rinjani Athletic Club, Athletics Sports Branch, East Lombok Regency Abstract This study tested the effectiveness of the CIPP (Context, Input, Process, Product) evaluation model in improving the quality of performance coaching management at the Kijang Rinjani Athletic Club in East Lombok Regency. The primary hypothesis stated that implementing CIPP would facilitate continuous improvement at every program stage, thereby increasing stakeholder satisfaction and athlete performance. The research method combined quantitative and qualitative approaches with the participation of 35 respondents consisting of core administrators, coaches, and athletes, supported by documentation data from the club's facilities and administration. Data was collected through a Likert-scale questionnaire, guided interviews, overt and covert observations, and documentation. The results showed that the context evaluation successfully mapped the program's needs and objectives according to participant expectations. The input evaluation revealed the strengths of adequate facilities and budget and identified the need for coach training in monitoring technology. A real-time feedback mechanism improved adherence to training schedules at the process stage, although reporting remains manual. The product evaluation confirmed satisfactory athlete performance and a high level of stakeholder satisfaction, along with recommendations for adding a psychological support module to foster mental resilience. Based on these findings, the research hypothesis was proven that the comprehensive implementation of CIPP creates a practical and relevant improvement cycle for coaching management. Key findings highlight the importance of allocating resources to monitoring technology, enhancing coach capacity, and integrating psychological support into programs. Thus, the CIPP model provides a scientific basis for designing, monitoring, and evaluating sports programs holistically and sustainably

    0

    full texts

    400

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Empiricism Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇