Empiricism Journal
Not a member yet
400 research outputs found
Sort by
Rekonstruksi Kebijakan Perhutanan Sosial dalam Pengelolaan Hutan
Kebijakan perhutanan sosial di Indonesia belum sepenuhnya mampu mewujudkan keadilan ekologis dan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan. Permasalahan utamanya terletak pada lemahnya pengakuan hak kelola masyarakat, tumpang tindih regulasi, serta pendekatan yang masih bersifat top-down dan administratif. Penelitian ini bertujuan mengkaji kelemahan tersebut dan menawarkan model rekonstruksi kebijakan yang lebih adil dan berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Analisis dilakukan terhadap regulasi kehutanan dan agraria, serta literatur tentang tata kelola hutan berbasis masyarakat dengan pedekatan kasus di Wilayah Kerja Ampang Plampang Kabupaten Sumbawa. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebijakan perlu direkonstruksi melalui penguatan hak kelola, revitalisasi kelembagaan lokal berbasis budaya, integrasi teknologi digital untuk transparansi, serta akses yang adil terhadap nilai ekonomi hutan. Novelty artikel ini terletak pada desain integratif yang mereposisi masyarakat sebagai aktor utama dalam tata kelola hutan, sehingga menciptakan hubungan yang berkeadilan antara negara, masyarakat, dan alam. Temuan ini relevan untuk memperkuat kebijakan nasional maupun daerah dengan menempatkan masyarakat sebagai mitra strategis dalam tata kelola hutan yang inklusif.
Reconstructing Social Forestry Policy in Forest Management
Abstract
Social forestry policy in Indonesia has not yet fully succeeded in realizing ecological justice and the welfare of forest-adjacent communities. The main problems lie in the weak recognition of community management rights, overlapping regulations, and the predominance of a top-down and administrative approach. This study aims to examine these weaknesses and propose a more just and sustainable model of policy reconstruction. The method employed is normative legal research with legislative and conceptual approaches. The analysis focuses on forestry and agrarian regulations, as well as literature on community-based forest governance, with a case study approach in the Working Area of Ampang Plampang, Sumbawa Regency. The findings indicate that the policy needs to be reconstructed through the strengthening of management rights, revitalization of culture-based local institutions, integration of digital technology for transparency, and equitable access to the economic value of forests. The novelty of this article lies in its integrative design that repositions communities as the main actors in forest governance, thereby creating a just relationship between the state, society, and nature. These findings are relevant for strengthening both national and regional policies by positioning communities as strategic partners in inclusive forest governance
Romantisme, Ideologi, dan Perkawinan dalam Organisasi IMM Nusa Tenggara Barat
Artikel ini mengkaji praktik romantisme dan pernikahan dalam lingkungan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) NTB sebagai fenomena sosial yang sarat nilai ideologis. Melalui pendekatan deskriptif-kualitatif, untuk menjawab pertanyaan penelitian Pertama, bagaimana Ideologi antara kader IMM Nusa Tenggara barat membentuk relasi romantasisme, Kedua bagaimana tantangan hubungan romantisisme sama kader IMM di Nusa Tenggara Barat. Tulisan ini mengeksplorasi bagaimana relasi antar anggota, khususnya antara immawan dan immawati, dipandu oleh semangat dakwah, ideologi Islam berkemajuan, serta komitmen terhadap nilai-nilai keorganisasian Muhammadiyah. Romantisme dalam IMM NTB tidak dilihat sebagai relasi emosional bebas, melainkan sebagai alat untuk memperkuat solidaritas gerakan dan proses kaderisasi. Pernikahan diposisikan sebagai puncak kematangan ideologis, simbol regenerasi nilai, dan perwujudan dakwah dalam ruang domestik. Namun, dinamika ini juga menghadapi tantangan seperti benturan antara idealisme dan realita sosial, serta risiko eksklusivisme internal. Artikel ini menunjukkan bahwa relasi personal dalam IMM NTB merupakan refleksi dari dialektika antara ideologi, budaya, dan pengalaman individu, serta menjadi medan penting pembentukan identitas kader sebagai agen perubahan sosial.
Kata Kunci: IMM, Dakwah, Ideologi, Kaderisasi, Pernikahan, Romantisme.
Romanticism, Ideology, and Marriage within the IMM Organization of West Nusa Tenggara
Abstract
This article examines the practices of romantic relationships and marriage within the Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) of West Nusa Tenggara (NTB) as a social phenomenon imbued with ideological values. Using a descriptive qualitative approach, this study seeks to address two main research questions: first, how the ideology embraced by IMM cadres in West Nusa Tenggara shapes romantic relationships; and second, what challenges are encountered in romantic relationships among IMM cadres in the region. The article explores how interpersonal relations among members particularly between immawan and immawati are guided by the spirit of dakwah, the ideology of Progressive Islam (Islam Berkemajuan), and a commitment to Muhammadiyah’s organizational values. Romantic relationships within IMM NTB are not perceived as free or purely emotional engagements but rather as instruments for strengthening movement solidarity and the cadre formation process. Marriage is positioned as the culmination of ideological maturity, a symbol of value regeneration, and the manifestation of dakwah within the domestic sphere. However, these dynamics also face challenges, including tensions between ideological idealism and social realities, as well as the risk of internal exclusivism. This article demonstrates that personal relationships within IMM NTB reflect a dialectical interaction between ideology, organizational culture, and individual experience, and constitute an important arena for shaping cadres’ identities as agents of social change.
Abstrak
Artikel ini mengkaji praktik romantisme dan pernikahan dalam lingkungan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) NTB sebagai fenomena sosial yang sarat nilai ideologis. Melalui pendekatan deskriptif-kualitatif, tulisan ini mengeksplorasi bagaimana relasi antar anggota, khususnya antara immawan dan immawati, dipandu oleh semangat dakwah, ideologi Islam berkemajuan, serta komitmen terhadap nilai-nilai keorganisasian Muhammadiyah. Romantisme dalam IMM NTB tidak dilihat sebagai relasi emosional bebas, melainkan sebagai alat untuk memperkuat solidaritas gerakan dan proses kaderisasi. Pernikahan diposisikan sebagai puncak kematangan ideologis, simbol regenerasi nilai, dan perwujudan dakwah dalam ruang domestik. Namun, dinamika ini juga menghadapi tantangan seperti benturan antara idealisme dan realita sosial, serta risiko eksklusivisme internal. Artikel ini menunjukkan bahwa relasi personal dalam IMM NTB merupakan refleksi dari dialektika antara ideologi, budaya, dan pengalaman individu, serta menjadi medan penting pembentukan identitas kader sebagai agen perubahan sosial.
Kata Kunci: IMM, Dakwah, Ideologi, Kaderisasi, Pernikahan, Romantisme
Analisis Manajemen Pengelolaan Obat Program Diare di Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat
Populasi Penelitian ini dilaksanakan di Instansi Farmasi Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Sampel Penelitian pengelola obat atau pegawai di Dinas Kesehatan Provinsi yang menangani logistik dan manajemen obat program diare, kepala bagian anggaran, panitia pengadaan, kepala Gudang dan petugas distribusi obat di Instansi Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Perencanaan pengadaan obat diare di Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat telah dilakukan sesui dengan SOP Pengadaan barang.Pengadaan Obat Diare diare dan obat pada umumnya di Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat di lakuan secra rutin dan bertahap.Penyimpanan Obat Diare di Di Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat, sudah memenuhi standarisasi aturan yang ada standar Penyimpanan (Permenkes No. 72 Tahun 2016). Proses diistribusi Obat Diare dilakukan dengan dasar mengcu pada data awal pengajuan obat tersebut, setelah data di verivikasi sesui kebutuhan awal maka dilakuan pendistribusi sesuai kebutuhan. Pencatat dan pelaporan Obat keluar-masuk obat termasuk obat diare dan obat pada umunya di Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat sudah malaui atauran dan prosedur yang ada dan mengacu pada Pedoman: (Permenkes No. 63 Tahun 2014).
This study was conducted at the Pharmaceutical Unit of the West Nusa Tenggara Provincial Health Office. The study sample consisted of drug managers or staff at the Provincial Health Office who handle logistics and medicine management for the diarrhea program, the head of the budgeting section, the procurement committee, the warehouse head, and medicine distribution officers at the West Nusa Tenggara Provincial Health Office. Planning for the procurement of diarrhea medicines at the West Nusa Tenggara Provincial Health Office has been carried out in accordance with the Standard Operating Procedures (SOP) for procurement of goods. Procurement of diarrhea medicines, and medicines in general, at the West Nusa Tenggara Provincial Health Office is conducted routinely and in stages. Storage of diarrhea medicines at the West Nusa Tenggara Provincial Health Office has met the existing standardization requirements for storage (Ministry of Health Regulation/Permenkes No. 72 of 2016). The distribution process for diarrhea medicines is carried out based on the initial medicine request data; after the data are verified according to the initial needs, distribution is conducted in line with those needs. Recording and reporting of medicines in and out, including diarrhea medicines and medicines in general, at the West Nusa Tenggara Provincial Health Office have followed the applicable rules and procedures and refer to the guideline (Permenkes No. 63 of 2014).Populasi Penelitian ini dilaksanakan di Instansi Farmasi Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Sampel Penelitian pengelola obat atau pegawai di Dinas Kesehatan Provinsi yang menangani logistik dan manajemen obat program diare, kepala bagian anggaran, panitia pengadaan, kepala Gudang dan petugas distribusi obat di Instansi Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Perencanaan pengadaan obat diare di Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat telah dilakukan sesui dengan SOP Pengadaan barang.Pengadaan Obat Diare diare dan obat pada umumnya di Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat di lakuan secra rutin dan bertahap.Penyimpanan Obat Diare di Di Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat, sudah memenuhi standarisasi aturan yang ada standar Penyimpanan (Permenkes No. 72 Tahun 2016). Proses diistribusi Obat Diare dilakukan dengan dasar mengcu pada data awal pengajuan obat tersebut, setelah data di verivikasi sesui kebutuhan awal maka dilakuan pendistribusi sesuai kebutuhan. Pencatat dan pelaporan Obat keluar-masuk obat termasuk obat diare dan obat pada umunya di Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat sudah malaui atauran dan prosedur yang ada dan mengacu pada Pedoman: (Permenkes No. 63 Tahun 2014)
Penerapan Strategi Bauran Pemasaran 7P Dalam Meningkatkan Penjualan Pada UMKM Atikah Laundry Kotamobagu
Penelitian ini mengevaluasi pengaruh strategi bauran pemasaran 7P terhadap peningkatan penjualan dan kepuasan pelanggan di Atikah Laundry, Kotamobagu. Pendekatan kualitatif dengan metode SERVQUAL digunakan untuk mengukur lima dimensi kualitas layanan: keandalan, daya tanggap, jaminan, empati, dan bukti fisik. Data diperoleh dari wawancara, observasi, dan kuesioner kepada pemilik, karyawan, dan pelanggan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen keandalan dan bukti fisik memiliki dampak paling signifikan terhadap kepuasan pelanggan, sementara strategi promosi digital dan lokasi strategis meningkatkan aksesibilitas dan loyalitas pelanggan. Rekomendasi yang diberikan mencakup peningkatan fasilitas, optimalisasi promosi, dan perbaikan proses layanan. Studi ini mengonfirmasi bahwa penerapan 7P efektif dalam mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan UMKM dalam industri jasa.
The Application of the 7P Marketing Mix Strategy in Increasing Sales at UMKM Atikah Laundry Kotamobagu AbstractThis study evaluates the impact of the 7P marketing mix strategy on increasing sales and customer satisfaction at Atikah Laundry, Kotamobagu. A qualitative approach using the SERVQUAL method was employed to measure five service quality dimensions: reliability, responsiveness, assurance, empathy, and physical evidence. Data were collected through interviews, direct observation, and questionnaires with the owner, employees, and customers. The results indicate that reliability and physical evidence are the most significant factors affecting customer satisfaction, while digital promotions and strategic location enhance accessibility and customer loyalty. Recommendations include facility improvements, promotion optimization, and service process enhancement. This study confirms that implementing the 7P marketing mix effectively supports growth and sustainability for SMEs in the service industry
Pengaruh Nilai Pelanggan dan Loyalitas Pelanggan Terhadap Keberlanjutan Usaha pada UMKM House of Kitty Tomohon
Usaha yang berkelanjutan lebih mampu beradaptasi dengan perubahan pasar dan lingkungan global. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh nilai pelanggan dan loyalitas pelanggan terhadap keberlanjutan usaha. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode regresi berganda. Sampel yang digunakan adalah 100 responden. Metode pengambilan sampel adalah probability sampling dengan teknik pengambilan sampel menggunakan rumus Lemeshow. Hasil analisa data: Variabel nilai pelanggan (X1) menunjukkan t-hitung 12.516 > t-tabel 1,99 dengan nilai signifikan sebesar 0,000 atau dibawah 5% (0,05), artinya bahwa nilai pelanggan berpengaruh terhadap keberlanjutan usaha di House of Kitty Tomohon. Variabel loyalitas pelanggan (X2) menunjukkan t-hitung 4.687 > t-tabel 1,99 dengan nilai signifikan sebesar 0,000 atau dibawah 5% (0,05), artinya bahwa loyalitas pelanggan berpengaruh terhadap keberlanjutan usaha. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah UMKM yang berhasil dengan meningkatkan nilai dan loyalitas pelanggan akan lebih mampu bertahan di pasar yang kompetitif, sekaligus menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan.The Influence of Customer Value and Customer Loyalty on Business Sustainability at UMKM House of Kitty Tomohon AbstractSustainable businesses are better able to adapt to changes in the global market and environment. The aim of this research is to determine the influence of customer value and customer loyalty on business sustainability. This type of research is quantitative research with multiple regression methods. The sample used was 100 respondents. The sampling method is probability sampling with a sampling technique using the Lemeshow formula. Results of data analysis: The customer value variable (X1) shows t-count 12,516 > t-table 1.99 with a significant value of 0.000 or below 5% (0.05), meaning that customer value influences business sustainability at House of Kitty Tomohon . The customer loyalty variable (X2) shows a t-count of 4,687 > t-table 1.99 with a significant value of 0.000 or below 5% (0.05), meaning that customer loyalty has an effect on business sustainability. The conclusion from the results of this research is that UMKM that succeed by increasing customer value and loyalty will be better able to survive in a competitive market, while creating sustainable growth
Optimalisasi Teknologi Finansial untuk Inklusi Keuangan: Studi Kasus Penggunaan E-Wallet dikalangan Milenial
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan dompet digital (e-wallet) terhadap perilaku konsumsi dan inklusi keuangan di kalangan generasi milenial. Menggunakan pendekatan mixed methods, studi ini menggabungkan data kuantitatif dari 180 responden di empat kabupaten di Madura (Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep) dengan wawancara mendalam terhadap delapan informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor kemudahan penggunaan, keamanan sistem, dan promosi digital seperti cashback dan diskon berkontribusi signifikan terhadap intensitas penggunaan e-wallet. Namun, sekitar 58% responden cenderung melakukan pembelian impulsif, sementara hanya 30% yang secara rutin mengatur anggaran atau mencatat pengeluaran. Selain itu, tekanan sosial dan pengaruh teman sebaya juga terbukti mendorong adopsi e-wallet sebagai bagian dari gaya hidup. Penelitian ini juga menyoroti bahwa e-wallet berperan penting dalam meningkatkan inklusi keuangan, khususnya bagi masyarakat di daerah dengan keterbatasan akses terhadap layanan perbankan formal. Meskipun begitu, masih ditemukan rendahnya literasi keuangan di kalangan responden, yang dapat memperburuk pengelolaan keuangan pribadi. Oleh karena itu, peningkatan literasi keuangan digital menjadi aspek krusial dalam memastikan penggunaan e-wallet yang sehat dan berkelanjutan. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi penyedia layanan fintech dan pembuat kebijakan dalam merancang strategi adopsi teknologi finansial yang inklusif dan bertanggung jawab.
Optimizing Financial Technology for Financial Inclusion: Case Study of E-Wallet Usage among Millennials
Abstract
This study aims to analyze the impact of digital wallet (e-wallet) usage on consumption behavior and financial inclusion among millennials. Employing a mixed methods approach, the study combines quantitative data from 180 respondents across four districts in Madura (Bangkalan, Sampang, Pamekasan, and Sumenep) with in-depth interviews involving eight informants. The findings reveal that ease of use, system security, and digital promotions such as cashback and discounts significantly influence e-wallet usage. However, approximately 58% of respondents tend to make impulsive purchases, while only 30% consistently manage their budgets or record expenses. Social pressure and peer influence also encourage the adoption of e-wallets as part of a modern lifestyle. Furthermore, e-wallets play a vital role in expanding financial inclusion, especially in areas with limited access to formal banking services. Nevertheless, low levels of financial literacy among users pose risks to personal financial management. Enhancing digital financial literacy is thus essential to ensure the responsible and sustainable use of e-wallets. These findings offer key implications for fintech providers and policymakers in developing inclusive and accountable financial technology adoption strategies
Komunikasi Partisipatif dalam Pengembangan Wisata Berbasis Komunitas
Pengembangan pariwisata berbasis komunitas (Community-Based Tourism/CBT) merupakan pendekatan strategis dalam pemberdayaan masyarakat lokal sebagai pelaku utama dalam pengelolaan destinasi wisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola komunikasi partisipatif dan peran modal sosial dalam pengembangan objek wisata Pantai Raja Kecik di Desa Muntai Barat, Kabupaten Bengkalis, Riau. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi yang terbangun di antara pemangku kepentingan, seperti kelompok sadar wisata (Pokdarwis), pemerintah desa, dan masyarakat lokal, bersifat horizontal, dialogis, terbuka, dan berlandaskan pada prinsip musyawarah. Modal sosial yang mencakup kepercayaan, norma, serta jaringan sosial menjadi kekuatan utama dalam membentuk sinergi dan koordinasi lintas aktor. Inisiatif pengelolaan wisata, seperti pembangunan infrastruktur, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi lokal, sebagian besar digerakkan oleh partisipasi masyarakat secara sukarela. Kendala yang dihadapi meliputi perbedaan kepentingan, keterbatasan akses informasi, dan literasi digital yang belum merata. Namun, pola komunikasi yang inklusif dan kolaboratif berhasil mengatasi hambatan tersebut. Kesimpulannya, komunikasi partisipatif yang diperkuat oleh modal sosial mampu menjadi fondasi utama dalam pembangunan pariwisata berbasis komunitas yang berkelanjutan, adaptif, dan berakar pada kearifan lokal.
Participatory Communication in Community-Based Tourism Development
Abstract
Community-Based Tourism (CBT) is a strategic approach that empowers local communities to become key actors in managing tourism destinations. This study aims to analyze participatory communication patterns and the role of social capital in the development of Raja Kecik Beach tourism in West Muntai Village, Bengkalis Regency, Riau. Using a descriptive qualitative method, data were obtained through in-depth interviews, participatory observation, and documentation, then analyzed with the Miles and Huberman model. The findings reveal that communication patterns among stakeholders such as tourism awareness groups (Pokdarwis), village authorities, and local communities are horizontal, dialogical, open, and based on deliberative consensus. Social capital, including trust, social norms, and community networks, plays a significant role in strengthening synergy and inter-actor coordination. Tourism initiatives, such as infrastructure development, environmental conservation, and local economic empowerment, are mostly driven by voluntary community participation. Challenges include conflicting interests, limited access to information, and low digital literacy. However, inclusive and collaborative communication practices help overcome these barriers. In conclusion, participatory communication reinforced by strong social capital serves as a vital foundation for sustainable, adaptive, and community-rooted tourism development that reflects local wisdom and collective agency
Tren Terbaru dalam Penelitian Etnosains: Tinjauan dan Analisis Sistematis
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis tren terbaru dalam studi etnosains melalui pendekatan tinjauan literatur sistematis. Etnosains, sebagai sistem pengetahuan lokal yang tertanam dalam budaya masyarakat tradisional, telah mengalami transformasi signifikan dari sekadar objek antropologis menjadi pendekatan strategis dalam pendidikan, konservasi ekologi, dan dekolonisasi ilmu pengetahuan. Kajian ini menggunakan kerangka PRISMA 2020 dan mencakup 68 artikel terpilih yang dipublikasikan antara tahun 2014 hingga 2025 dari basis data Scopus. Hasil analisis menunjukkan bahwa etnosains semakin terintegrasi dalam pengembangan kurikulum sains kontekstual, penguatan karakter dan identitas budaya peserta didik, serta pembentukan kesadaran ekologis berbasis nilai-nilai lokal. Di samping itu, pendekatan ini juga menjadi medium resistensi epistemik terhadap dominasi pengetahuan Barat, dengan menempatkan pengetahuan lokal sebagai entitas ilmiah yang sah. Meski demikian, tantangan metodologis dan etis dalam penerapannya tetap perlu diperhatikan agar kedalaman nilai budaya tidak tereduksi. Kajian ini menyimpulkan bahwa etnosains memiliki kontribusi holistik terhadap transformasi pendidikan yang berakar secara lokal dan tangguh dalam menjawab tantangan global. Implikasi praktis dari studi ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi pengembangan kebijakan pendidikan, desain kurikulum, dan model pembelajaran yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan.
Recent Trends in Ethnoscience Research: A Systematic Review and Analysis
Abstract
This study aims to identify and analyze the latest trends in ethnoscience research through a systematic literature review approach. Ethnoscience, as a system of local knowledge rooted in traditional community cultures, has undergone a significant transformation from being merely an anthropological object to becoming a strategic approach in education, ecological conservation, and the decolonization of science. This review adopts the PRISMA 2020 framework and includes 68 selected articles published between 2014 and 2025 from the Scopus database. The analysis reveals that ethnoscience is increasingly integrated into the development of contextual science curricula, the strengthening of students' character and cultural identity, and the formation of ecological awareness grounded in local values. Furthermore, this approach serves as an epistemic resistance medium against the dominance of Western knowledge by positioning local knowledge as a legitimate scientific entity. Nevertheless, methodological and ethical challenges in its application must be carefully considered to avoid the reduction of cultural values. This study concludes that ethnoscience makes a holistic contribution to educational transformation that is locally rooted and resilient in addressing global challenges. The practical implications of this study are expected to serve as a foundation for developing educational policies, curriculum design, and learning models that are more equitable, inclusive, and sustainable
Pengaruh Media Papan Pecahan Terhadap Hasil Belajar Materi Pecahan Siswa Kelas III SDN Tanjungsari 3
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penggunaan media papan pecahan terhadap hasil belajar matematika siswa kelas III sekolah dasar pada materi pecahan. Latar belakang penelitian ini didasari oleh rendahnya pemahaman siswa terhadap konsep pecahan yang disebabkan oleh metode pembelajaran konvensional dan minimnya penggunaan media pembelajaran konkret yang menarik. Media papan pecahan dirancang sebagai alat bantu visual interaktif berbasis permainan yang bertujuan meningkatkan minat dan pemahaman siswa melalui pendekatan bermain sambil belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest–posttest. Subjek penelitian adalah 27 siswa kelas III SDN Tanjungsari III. Instrumen yang digunakan berupa tes hasil belajar berbentuk pilihan ganda. Pengumpulan data dilakukan melalui pretest dan posttest, kemudian dianalisis menggunakan paired sample t-test untuk mengetahui perbedaan rata-rata hasil belajar sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada hasil belajar siswa setelah menggunakan media papan pecahan. Rata-rata nilai posttest (89,11) lebih tinggi dibandingkan pretest (72,89). Uji-t menghasilkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan penggunaan media papan pecahan terhadap hasil belajar. Dengan demikian, media papan pecahan terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas III pada materi pecahan. Penelitian ini merekomendasikan agar guru mengembangkan dan memanfaatkan media pembelajaran yang menarik, interaktif, dan kontekstual untuk membantu siswa memahami konsep-konsep matematika yang bersifat abstrak.
The Effect of Fraction Board Media on the Learning Outcomes of Fraction Material for Third Grade Students at SDN Tanjungsari 3
Abstract
This study aims to examine the effect of using fraction board media on the mathematics learning outcomes of third-grade elementary school students in fraction topics. The research was motivated by the low level of students’ understanding of fraction concepts, caused by conventional teaching methods and the limited use of engaging and concrete learning media. The fraction board was designed as an interactive, game-based visual aid intended to increase students’ interest and understanding through a play-based learning approach. This research employed a quantitative approach with a one-group pretest–posttest design. The participants were 27 third-grade students at SDN Tanjungsari III. The instrument used was a multiple-choice achievement test. Data were collected through pretests and posttests, and analyzed using a paired sample t-test to determine differences in the mean learning outcomes before and after the intervention. The results showed a significant improvement in students’ learning outcomes after using the fraction board media. The average posttest score (89.11) was higher than the pretest score (72.89). The t-test yielded a significance value of 0.000 < 0.05, indicating a significant effect of using fraction board media on students’ learning outcomes. In conclusion, fraction board media is proven effective in improving third-grade students’ mathematics learning outcomes on fraction topics. This study recommends that teachers develop and utilize engaging, interactive, and contextual learning media to help students understand abstract mathematical concepts
Kajian Literatur: Pengembangan LKPD PBL Berbantuan Media Flashcard Berbasis Pendidikan Karakter Pada Materi Sistem Pernapasan
Pengembangan perangkat pembelajaran yang mengintegrasikan pengayaan karakter dan pendekatan aktif menjadi kebutuhan penting dalam pendidikan abad ke-21. Metode penelitian ini merupakan kajian literatur dengan desain Narrative Literature Review. Artikel ini mengkaji berbagai penelitian terkait pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis pengayaan karakter pada materi sistem pernapasan dengan penerapan model Problem-Based Learning (PBL) dan media flashcard. Hasil kajian menunjukkan bahwa LKPD yang dirancang dengan pendekatan karakter dan PBL mampu meningkatkan keterlibatan aktif serta karakter peserta didik, sementara media flashcard efektif memperkuat pemahaman konsep secara visual dan interaktif. Temuan ini memberikan landasan teoritis bagi pengembangan perangkat pembelajaran yang efektif di Madrasah Tsanawiyah.
Literature Review: of PBL LKPD Development Assisted by Flashcard Media Based on Character Education on Respiratory System Material
Abstract
The development of learning tools that integrate character enrichment and active learning approaches has become a crucial need in 21st-century education. This research method is a literature review with a Narrative Literature Review design. This article reviews various studies related to the development of Student Worksheets (LKPD) based on character enrichment for the respiratory system topic, utilizing the Problem-Based Learning (PBL) model and flashcard media. The findings indicate that LKPD designed with character-based and PBL approaches can enhance students’ active engagement and character development, while flashcards effectively strengthen conceptual understanding visually and interactively. These findings provide a theoretical foundation for the effective development of learning tools in Madrasah Tsanawiyah