Empiricism Journal
Not a member yet
400 research outputs found
Sort by
Rancang Bangun Alat Penyiraman Cabai dalam Sistem Irigasi Berbasis IoT
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya produktivitas cabai (Capsicum annum L.) di Indonesia akibat sistem irigasi yang masih dilakukan secara manual dan kurang efisien. Kondisi tersebut menimbulkan kebutuhan akan inovasi teknologi yang dapat mengotomatisasi proses penyiraman untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi ketergantungan pada tenaga manusia. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun alat penyiraman cabai berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan metode prototyping. Sistem yang dikembangkan terdiri atas mikrokontroler ESP32 sebagai pusat kendali, motor DC gearbox untuk pergerakan, relay sebagai pengendali aliran listrik, dan pompa air celup 12V sebagai penyiram utama yang dioperasikan melalui aplikasi Blynk IoT pada smartphone. Hasil pengujian menunjukkan bahwa alat dapat bergerak ke berbagai arah dan melakukan penyiraman secara otomatis, meskipun debit air masih terbatas akibat keterbatasan daya. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan IoT pada sistem irigasi mampu meningkatkan efisiensi waktu, tenaga, dan produktivitas dalam budidaya cabai, serta menjadi solusi alternatif terhadap permasalahan irigasi manual yang selama ini menjadi kendala utama petani.
Design and Construction of a Chili Watering Device in an Iot-Based Irrigation System
Abstract
This study was motivated by the low productivity of chili (Capsicum annum L.) in Indonesia, which is largely caused by inefficient and manually operated irrigation systems. This condition highlights the need for technological innovation to automate the watering process, thereby improving efficiency and reducing reliance on human labor. Therefore, this research aims to design and develop an IoT-based chili watering device using the prototyping method. The system utilizes an ESP32 microcontroller as the control center, a DC gearbox motor for movement, a relay for power control, and a 12V submersible pump as the main watering mechanism, all operated through the Blynk IoT smartphone application. The test results indicate that the device can move in multiple directions and perform watering automatically, although water flow remains limited due to power constraints. The implications of this study demonstrate that the application of IoT in irrigation systems can enhance time efficiency, reduce labor dependency, and improve productivity in chili cultivation, offering an effective solution to the limitations of conventional manual irrigation
Pengaruh Waktu Pembakaran Terhadap Karakteristik Asap Cair dari Serbuk Kayu Mahoni (Swietenia mahagoni Jacq)
Limbah serbuk kayu dari industri penggergajian merupakan sumber biomassa yang melimpah namun kurang dimanfaatkan secara optimal. Salah satu potensi pemanfaatannya adalah sebagai bahan baku pembuatan asap cair melalui proses pirolisis. Studi pirolisis untuk biomassa kayu telah banyak dilakukan, namun kajian waktu optimal pembakaran serbuk mahoni untuk memproduksi asap cair sesuai SNI 8985:2021 masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi waktu pembakaran terhadap rendemen, karakteristik, dan mutu asap cair dari serbuk kayu mahoni (Swietenia mahagoni Jacq). Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial, melibatkan 3 perlakuan waktu (30, 60, dan 90 menit) dengan 3 kali ulangan. Karakteristik asap cair yang diuji antara lain rendemen, kadar asam asetat, dan kadar fenol. Cara pengujian asam asetat dan kadar fenol dilakukan sesuai dengan SNI 8985:202. Analisis data dilakukan menggunakan uji ANOVA satu arah untuk data parametrik dan uji Kruskal-Wallis untuk data non-parametrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi waktu pembakaran memberikan pengaruh yang signifikan terhadap rendemen dan kadar asam asetat, namun tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kadar fenol. Meskipun demikian, kadar fenol tertinggi tercatat pada perlakuan waktu 90 menit sebesar 3,36%. Kadar asam asetat cenderung meningkat seiring bertambahnya durasi pembakaran, namun masih berada dalam batas mutu 2 yang ditetapkan oleh SNI 8985:2021. Dengan demikian, waktu pirolisis selama 90 menit pada suhu 300°C dinilai sebagai perlakuan paling optimal dalam menghasilkan asap cair berkualitas dari serbuk kayu mahoni. Asap cair mutu 2 dapat dimanfaatkan sebagai pengawet dan desinfektan, sedangkan asap cair yang tidak memenuhi SNI 8985:2021 tetap berpotensi digunakan sebagai pengawet alami kayu.
The Effect of Combustion Time on the Characteristics of Liquid Smoke from Mahogany Wood Powder (Swietenia mahagoni Jacq)
Abstract
Wood sawdust waste from the sawmill industry is an abundant source of biomass that is underutilized. One potential use is as a raw material for producing liquid smoke through pyrolysis. Pyrolysis studies on wood biomass have been conducted extensively, but research on the optimal combustion time for mahogany sawdust to produce liquid smoke in accordance with SNI 8985:2021 is still limited.This study aims to determine the effect of combustion time variation on the yield, characteristics, and quality of liquid smoke from mahogany sawdust (Swietenia mahagoni Jacq). The study used an experimental method with a non-factorial Complete Randomized Design (CRD), involving 3 combustion time treatments (30, 60, and 90 minutes) with 3 replicates. The characteristics of liquid smoke tested included yield, acetic acid content, and phenolic content. The testing of acetic acid and phenolic content was carried out in accordance with SNI 8985:202. Data analysis was performed using a one-way ANOVA test for parametric data and a Kruskal-Wallis test for non-parametric data. The results showed that variations in combustion time had a significant effect on yield and acetic acid content, but did not significantly affect phenolic content. However, the highest phenolic content was recorded in the 90 minutes treatment at 3.36%. Acetic acid levels tend to increase with longer combustion times, but remain within the quality limits 2 set by SNI 8985:2021. Thus, pyrolysis for 90 minutes at 300°C is considered the most optimal treatment for producing high-quality liquid smoke from mahogany wood powder. Grade 2 liquid smoke can be used as a preservative and disinfectant, while liquid smoke that does not meet SNI 8985:2021standards can still be used as a natural wood preservative.Limbah serbuk kayu dari industri penggergajian merupakan sumber biomassa yang melimpah namun kurang dimanfaatkan secara optimal. Salah satu potensi pemanfaatannya adalah sebagai bahan baku pembuatan asap cair melalui proses pirolisis. Urgensi penelitian ini terletak pada perlunya identifikasi waktu pembakaran yang optimal untuk menghasilkan asap cair berkualitas tinggi sesuai standar SNI 8985:2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi waktu pembakaran terhadap rendemen, karakteristik, dan mutu asap cair dari serbuk kayu mahoni (Swietenia mahagoni Jacq). Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial, melibatkan 3 perlakuan waktu (30, 60, dan 90 menit) dengan 3 kali ulangan. Karakteristik asap cair yang diuji antara lain rendemen, kadar asam asetat, dan kadar fenol. Cara pengujian asam asetat dan kadar fenol dilakukan sesuai dengan SNI 8985:202. Analisis data dilakukan menggunakan uji ANOVA satu arah untuk data parametrik dan uji Kruskal-Wallis untuk data non-parametrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi waktu pembakaran memberikan pengaruh yang signifikan terhadap rendemen dan kadar asam asetat, namun tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kadar fenol. Meskipun demikian, kadar fenol tertinggi tercatat pada perlakuan waktu 90 menit sebesar 3,36%. Kadar asam asetat cenderung meningkat seiring bertambahnya durasi pembakaran, namun masih berada dalam batas mutu 2 yang ditetapkan oleh SNI 8985:2021. Dengan demikian, waktu pirolisis selama 90 menit pada suhu 300°C dinilai sebagai perlakuan paling optimal dalam menghasilkan asap cair berkualitas dari serbuk kayu mahoni
Evolusi Penelitan Akuntansi Manajemen di Sektor UMKM: Analisis Bibliometrik
Tren publikasi pada topik riset kinerja Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengalami peningkatan jumlah setiap tahunnya dan puncak publikasi terbanyak sejak 18 tahun terakhir terjadi pada tahun 2020. Bisnis, Manajemen, dan Akuntansi merupakan bidang kajian penelitian yang paling produktif. Perkembangan publikasi inovasi teknologi pada UMKM berfluktuasi, namun cenderung meningkat. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis trend penelitian Akuntansi Manajemen pada UMKM dengan pendekatan bibiliometrik berdasarkan basis data scopus pada periode 1974-2025. Praktik Akuntansi Manajemen (PAM) menawarkan banyak manfaat bagi UMKM, tetapi saat ini jumlah penelitian mengenai efektifitas penerapan akuntansi manajemen bagi UMKM masih terbilang sangat sedikit. Sejumlah besar penelitian yang telah ada saat ini banyak dilakukan di negara maju. Penelitian yang dilakukan di negara berkembang termasuk Indonesia tentang pengimplemetasian PAM pada UKM relative sedikit. Metode yang digunakan Analisis Bibliometrik dangan menggunakan R-Studio. Hasil penelitian Penerapan Akuntansi Manajemen pada UMKM Selama 49 tahun di metadata scopus, tema tema yang density tinggi dan centrality kuat adalah tema terkait Firm Performance, Organization Performance, Intellectual Capital, Innovation Dan Small Medium Enterprise penelitian ini.
The Evolution of Management Accounting Research in the MSME Sector: a Bibliometric Analysis
Abstract
The trend of publications on the topic of research on the performance of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) has increased annually and the highest number of publications in the last 18 years occurred in 2020. Business, Management, and Accounting are the most productive research fields. The development of technological innovation publications in MSMEs fluctuates, but tends to increase. The purpose of this study is to analyze the trend of Management Accounting research in MSMEs using a bibliometric approach based on the Scopus database for the period 1974-2025. Management Accounting Practices (PAM) offer many benefits for MSMEs, but currently the number of studies on the effectiveness of implementing management accounting for MSMEs is still very small. A large number of existing studies have been conducted in developed countries. Research conducted in developing countries, including Indonesia, on the implementation of PAM in MSMEs is relatively small. The method used is Bibliometric Analysis using R-Studio. The results of the research on the Application of Management Accounting in MSMEs for 49 years in Scopus metadata, the themes with high density and strong centrality are themes related to Firm Performance, Organization Performance, Intellectual Capital, Innovation and Small Medium Enterprises in this research.Tren publikasi pada topik riset kinerja Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengalami peningkatan jumlah setiap tahunnya dan puncak publikasi terbanyak sejak 18 tahun terakhir terjadi pada tahun 2020. Bisnis, Manajemen, dan Akuntansi merupakan bidang kajian penelitian yang paling produktif. Perkembangan publikasi inovasi teknologi pada UMKM berfluktuasi, namun cenderung meningkat. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis trend penelitian Akuntansi Manajemen pada UMKM dengan pendekatan bibiliometrik berdasarkan basis data scopus pada periode 1974-2025. Praktik Akuntansi Manajemen (PAM) menawarkan banyak manfaat bagi UMKM, tetapi saat ini jumlah penelitian mengenai efektifitas penerapan akuntansi manajemen bagi UMKM masih terbilang sangat sedikit. Sejumlah besar penelitian yang telah ada saat ini banyak dilakukan di negara maju. Penelitian yang dilakukan di negara berkembang termasuk Indonesia tentang pengimplemetasian PAM pada UKM relative sedikit. Metode yang digunakan Analisis Bibliometrik dangan menggunakan R-Studio. Hasil penelitian Penerapan Akuntansi Manajemen pada UMKM Selama 49 tahun di metadata scopus, tema tema yang density tinggi dan centrality kuat adalah tema terkait Firm Performance, Organization Performance, Intellectual Capital, Innovation Dan Small Medium Enterprise penelitian ini.
The Evolution of Management Accounting Research in the MSME Sector: a Bibliometric Analysis
Abstract
The trend of publications on the topic of research on the performance of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) has increased annually and the highest number of publications in the last 18 years occurred in 2020. Business, Management, and Accounting are the most productive research fields. The development of technological innovation publications in MSMEs fluctuates, but tends to increase. The purpose of this study is to analyze the trend of Management Accounting research in MSMEs using a bibliometric approach based on the Scopus database for the period 1974-2025. Management Accounting Practices (PAM) offer many benefits for MSMEs, but currently the number of studies on the effectiveness of implementing management accounting for MSMEs is still very small. A large number of existing studies have been conducted in developed countries. Research conducted in developing countries, including Indonesia, on the implementation of PAM in MSMEs is relatively small. The method used is Bibliometric Analysis using R-Studio. The results of the research on the Application of Management Accounting in MSMEs for 49 years in Scopus metadata, the themes with high density and strong centrality are themes related to Firm Performance, Organization Performance, Intellectual Capital, Innovation and Small Medium Enterprises in this research
Pengaruh Pendampingan dan Pelatihan Program Jakpreneur Terhadap Omset Penjualan UMKM
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendampingan dan pelatihan dalam program Jakpreneur terhadap peningkatan omset penjualan UMKM di Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat. Program Jakpreneur, yang merupakan inisiatif Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, bertujuan memberdayakan UMKM melalui pengembangan keterampilan, pendampingan, dan dukungan kewirausahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 100 responden, yang merupakan peserta program Jakpreneur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendampingan (X1) memiliki pengaruh positif signifikan terhadap omset penjualan (Y), dengan nilai t-hitung sebesar 5,082 (p < 0,05). Pelatihan (X2) juga berpengaruh signifikan terhadap omset penjualan, dengan nilai t-hitung sebesar 6,140 (p < 0,05). Secara simultan, pendampingan dan pelatihan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap omset penjualan, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai F-hitung sebesar 62,679 (p < 0,05). Koefisien determinasi (R²) sebesar 56,4% menunjukkan bahwa variabel pendampingan dan pelatihan menjelaskan sebagian besar peningkatan omset penjualan. Studi ini menegaskan pentingnya sinergi antara pendampingan dan pelatihan dalam memberdayakan UMKM untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha.
The Influence of Jakpreneur Program Mentoring and Training on UMKM Sales Turnover AbstractThis study aims to analyze the influence of mentoring and training in the Jakpreneur program on increasing the sales turnover of UMKM in Cengkareng District, West Jakarta. The Jakpreneur program, an initiative by the DKI Jakarta Provincial Government, seeks to empower UMKM through skill development, mentoring, and entrepreneurial support. This research employs a quantitative approach with a correlational method. Data were collected through questionnaires distributed to 100 respondents who participated in the Jakpreneur program. The findings reveal that mentoring (X1) has a significant positive effect on sales turnover (Y), with a t-value of 5.082 (p < 0.05). Training (X2) also significantly affects sales turnover, with a t-value of 6.140 (p < 0.05). Simultaneously, mentoring and training have a significant influence on sales turnover, as evidenced by an F-value of 62.679 (p < 0.05). The determination coefficient (R²) of 56.4% indicates that the variables of mentoring and training explain a significant portion of the increase in sales turnover. This study underscores the importance of the synergy between mentoring and training in empowering MSMEs to enhance their competitiveness and business sustainability
Hubungan Usia Anak, Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dan Stunting dengan Kejadian Tuberkulosis Paru pada Anak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara usia, berat badan lahir rendah (BBLR), dan stunting dengan kejadian tuberkulosis paru (TB paru) pada anak di Puskesmas Lambu, Kabupaten Bima, pada tahun 2023. Penelitian menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 106 anak usia 0-18 tahun yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data diperoleh dari rekam medis dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia 5-18 tahun merupakan kelompok usia dominan (54,7%), dengan mayoritas anak memiliki berat badan lahir normal (53,8%) dan tidak mengalami stunting (73,6%). Analisis bivariat menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara usia dan kejadian TB paru (p=1; OR=0). Namun, terdapat hubungan signifikan antara BBLR dan kejadian TB paru (p=0,026; OR=2,648), serta antara stunting dan kejadian TB paru (p=0,025; OR=3,110). Kesimpulan penelitian ini adalah BBLR dan stunting meningkatkan risiko TB paru pada anak, sementara usia tidak memiliki hubungan signifikan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar untuk intervensi kesehatan anak di wilayah dengan prevalensi TB tinggi.
Relationship between Child Age, Low Birth Weight (LBW) and Stunting with the Incidence of Pulmonary Tuberculosis in Children
Abstract
This study aims to analyze the relationship between age, low birth weight (LBW), and stunting with the incidence of pulmonary tuberculosis (TB) in children at Lambu Community Health Center, Bima Regency, in 2023. The research employed a descriptive analytic design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 106 children aged 0-18 years selected using a simple random sampling technique. Data were obtained from medical records and analyzed using the Chi-Square test. The results showed that the 5-18 year age group was the dominant category (54.7%), with the majority of children having normal birth weight (53.8%) and not experiencing stunting (73.6%). Bivariate analysis indicated no significant relationship between age and the incidence of pulmonary TB (p=1; OR=0). However, there was a significant relationship between LBW and pulmonary TB (p=0.026; OR=2.648), as well as between stunting and pulmonary TB (p=0.025; OR=3.110). The conclusion of this study is that LBW and stunting increase the risk of pulmonary TB in children, while age does not have a significant relationship. This research is expected to serve as a basis for child health interventions in areas with a high prevalence of TB
Produksi Video Promosi Jenis-Jenis Layanan Jasa BBSPJIA Kemenperin Berbasis Artificial Intelligence di Akun YouTube @tibbia9891
Video promosi merupakan media strategis untuk menyampaikan layanan publik secara visual, ringkas, dan menarik. Proyek ini bertujuan merancang, memproduksi, dan mengevaluasi video promosi layanan Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Agro (BBSPJIA) Kemenperin dengan mengintegrasikan model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation) dan teknologi Artificial Intelligence (AI) generatif. Pemanfaatan AI meliputi text-to-image untuk storyboard, text-to-video untuk footage visual, serta text-to-speech untuk narasi voiceover sesuai karakter pesan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, lalu diolah menjadi naskah, storyboard, dan konten visual yang merepresentasikan layanan pengujian, kalibrasi, dan sertifikasi. Hasil menunjukkan ADDIE memfasilitasi produksi terstruktur dan fleksibel, sementara AI meningkatkan efisiensi, kualitas visual, dan daya tarik konten. Fitur AI seperti Google Veo 2, ChatGPT, OpenAI.fm, Elevenlabs, Suno.AI, dan CapCut auto-caption mempercepat proses tanpa mengurangi akurasi atau estetika. Evaluasi internal menegaskan kesesuaian visual, keterbacaan caption, dan keselarasan narasi dengan tone layanan.
Production of Promotional Videos for BBSPJIA Kemenperin Service Types Based on Artificial Intelligence on the YouTube Channel @tibbia9891
Abstract
Promotional videos are a strategic medium for delivering public services in a visual, concise, and engaging manner. This project aims to design, produce, and evaluate promotional videos for the services of the Center for Standardization and Industrial Services for Agro-Industry (BBSPJIA) under the Ministry of Industry by integrating the ADDIE model (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation) with generative Artificial Intelligence (AI) technology. AI applications include text-to-image for storyboards, text-to-video for visual footage, and text-to-speech for voiceover narration aligned with the intended message tone. Data were collected through interviews, observations, and document studies, then processed into scripts, storyboards, and visual content representing testing, calibration, and certification services. The results show that ADDIE facilitates a structured and flexible production process, while AI enhances efficiency, visual quality, and content appeal. AI tools such as Google Veo 2, ChatGPT, OpenAI.fm, Elevenlabs, Suno.AI, and CapCut auto-caption accelerated production without compromising accuracy or aesthetics. Internal evaluation confirmed visual consistency, clear captions, and narrative alignment with service tone
Hubungan Informasi Akun TikTok @Lidisiumang dengan Brand Awareness Mie Lidi Siumang
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya peran media sosial, khususnya TikTok, sebagai media pemasaran yang efektif dalam membentuk kesadaran merek (brand awareness) di benak konsumen. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara informasi yang disampaikan melalui akun TikTok @lidisiumang dengan tingkat brand awareness terhadap produk Mie Lidi Siumang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional. Sampel penelitian berjumlah 156 responden yang merupakan pengikut akun TikTok @lidisiumang, dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner online, yang mencakup indikator variabel media sosial (social presence, media richness, dan self-disclosure) serta variabel brand awareness (brand recognition, brand recall, dan top of mind). Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara informasi akun TikTok @lidisiumang dan brand awareness Mie Lidi Siumang dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,673 dan nilai signifikansi (p) sebesar 0,000 (p< 0,05). Temuan ini menegaskan bahwa konten yang informatif, interaktif, dan rutin di TikTok mampu meningkatkan kesadaran merek pada konsumen.
The Correlation Between TikTok Account @lidisiumang’s Content and Brand Awareness of Mie Lidi Siumang
Abstract
This study is motivated by the growing role of social media, particularly TikTok, as an effective marketing tool in shaping brand awareness in the minds of consumers. The aim of this research is to analyze the relationship between the information shared through the TikTok account @lidisiumang and the level of brand awareness toward the Mie Lidi Siumang product. This study employs a quantitative approach using a descriptive correlational method. The sample consists of 156 respondents who follow the TikTok account @lidisiumang, selected using purposive sampling. Data were collected through an online questionnaire, covering indicators of social media variables (social presence, media richness, and self-disclosure) and brand awareness variables (brand recognition, brand recall, and top of mind). The Spearman correlation test showed a positive and significant relationship between the information shared by the TikTok account @lidisiumang and brand awareness of Mie Lidi Siumang, with a correlation coefficient value of 0.673 and a significance level (p) of 0.000 (p<0.05). These findings highlight that informative, interactive, and consistent content on TikTok can significantly enhance consumer brand awareness
Pengaruh Manajemen Strategi Terhadap Peningkatan Kualitas Pendidikan pada SMKS Yayasan Pendidikan Supian Membangun Silangkitang
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh manajemen strategi terhadap peningkatan kualitas pendidikan di SMKS Yayasan Pendidikan Supian Membangun Silangkitang. Rumusan masalah yang diangkat mencakup bagaimana dan sejauh mana manajemen strategi berkontribusi terhadap kualitas pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan jumlah responden sebanyak 61 siswa, yang ditentukan melalui rumus Slovin. Variabel bebas (X) adalah manajemen strategi, sedangkan variabel terikat (Y) adalah kualitas pendidikan. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, angket, observasi, dan dokumentasi. Hasil analisis regresi linier sederhana menunjukkan persamaan Y = 40,088 + 0,355X, dengan koefisien korelasi sebesar 37,9% dan nilai determinasi (R²) sebesar 14,3%. Temuan ini mengindikasikan adanya pengaruh signifikan manajemen strategi terhadap peningkatan kualitas pendidikan. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah pentingnya penguatan manajemen strategi di sekolah melalui evaluasi visi dan misi, pelibatan tenaga pendidik dalam pengambilan kebijakan, serta kerja sama dengan industri dan masyarakat. Penelitian ini juga merekomendasikan agar studi selanjutnya memperluas cakupan variabel dan populasi, serta mengeksplorasi faktor lain seperti budaya sekolah, kepemimpinan transformasional, dan motivasi kerja guru untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kualitas pendidikan.
The Influence of Strategic Management on the Improvement of Education Quality at SMKS Yayasan Pendidikan Supian Membangun Silangkitang
Abstract
This study aims to examine the influence of strategic management on improving the quality of education at SMKS Yayasan Pendidikan Supian Membangun Silangkitang. The research questions focus on how and to what extent strategic management contributes to educational quality. A descriptive quantitative approach was employed, involving 61 student respondents selected using the Slovin formula. The independent variable (X) is strategic management, while the dependent variable (Y) is educational quality. Data were collected through interviews, questionnaires, observations, and documentation. The results of a simple linear regression analysis yielded the equation Y = 40.088 + 0.355X, with a correlation coefficient of 37.9% and a determination coefficient (R²) of 14.3%. These findings indicate a significant influence of strategic management on the quality of education. The study implies that schools should continue to strengthen their strategic management practices through regular evaluations of their vision and mission, involving teachers and staff in policy formulation, and enhancing collaboration with industries and the community. Future researchers are encouraged to expand the scope of variables and sample size and to explore other influencing factors such as school culture, transformational leadership, and teacher motivation to gain a more comprehensive understanding of the determinants of educational quality
Analisis Manajemen Proyek pada Perencanaan Kampus Terpadu Institut Teknologi PLN
Penelitian ini membahas strategi perencanaan dan perancangan Kampus Terpadu Institut Teknologi PLN (ITPLN) sebagai respons terhadap pertumbuhan jumlah mahasiswa dan program studi yang pesat. Dengan mengusung konsep Smart and Green Campus, rancangan ini bertujuan menciptakan lingkungan pendidikan yang fungsional, efisien, berkelanjutan, serta mampu meningkatkan daya saing institusi. Pendekatan metodologis yang digunakan adalah design method berbasis kualitatif, yang mencakup analisis tapak, studi literatur, observasi, wawancara, serta pemodelan digital. Desain kawasan memperhatikan efisiensi energi, konservasi air, kenyamanan termal, serta adaptasi terhadap iklim tropis. Proyek ini juga mengintegrasikan teknologi Building Information Modeling (BIM) dan sistem bangunan hemat energi seperti ventilasi silang alami, pencahayaan alami, dan green roof. Hasil dari studi ini adalah konsep pengembangan kampus yang adaptif terhadap proyeksi pertumbuhan jangka panjang ITPLN hingga 2043, serta mendukung pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi secara optimal. Kampus ini diharapkan menjadi percontohan dalam pembangunan kawasan pendidikan berkelanjutan di Indonesia, serta mendukung pencapaian indikator UI Green Metric dan Sustainable Development Goals. Penelitian ini memberikan kontribusi strategis terhadap pengembangan infrastruktur kampus yang tidak hanya inovatif secara desain, tetapi juga berdampak positif terhadap lingkungan dan komunitas sekitar.
Project Management Analysis on Integrated Campus Planning Institut Teknologi PLN
Abstract
This study examines the planning and design strategy of the Integrated Campus of Institut Teknologi PLN (ITPLN) in response to the rapid growth in student population and academic programs. Adopting the Smart and Green Campus concept, the project aims to create a functional, efficient, and sustainable educational environment that enhances institutional competitiveness. A qualitative design method was employed, including site analysis, literature review, field observation, interviews, and digital modeling. The design prioritizes energy efficiency, water conservation, thermal comfort, and adaptability to the tropical climate. It incorporates technologies such as Building Information Modeling (BIM) and energy-efficient building systems, including natural cross ventilation, daylight optimization, and green roofs. The outcome is a campus development concept responsive to ITPLN’s long-term growth projection through 2043 while supporting the optimal implementation of the university's Tridharma. The integrated campus is expected to become a model for sustainable higher education development in Indonesia and contribute to global benchmarks such as the UI Green Metric and the Sustainable Development Goals. This study provides a strategic contribution to campus infrastructure development that is not only innovative in design but also environmentally and socially impactful
Implementasi Prinsip-Prinsip Pengembangan Masyarakat dalam Pemberdayaan Masyarakat Petani
Pembangunan merupakan proses transformasi ekonomi, sosial, dan budaya yang menempatkan pengembangan masyarakat sebagai kunci untuk meningkatkan kualitas hidup secara berkelanjutan. Pengembangan masyarakat menekankan partisipasi aktif dan pemberdayaan komunitas agar mandiri, bebas eksploitasi, dan mampu mengatasi kesenjangan sosial secara berkelanjutan. Di Indonesia, pemberdayaan petani sangat penting karena keterbatasan akses teknologi, modal, dan informasi yang menyebabkan produktivitas rendah dan kemiskinan tinggi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur, bertujuan menganalisis implementasi prinsip-prinsip pengembangan masyarakat dalam program pemberdayaan petani tanaman pangan periode 2016-2024. Sumberdata data dari artikel ilmiah dengan basis data Google scholar, jurnal terakreditasi Ristekdikti dan data sekunder lain yang relevan. Analisis data berdasarkan derajat impelementasi 26 prinsip pengembangan masyarakat Jim Ife dalam aktivitas pemberdayaan masyarakat petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 65% prinsip pengembangan masyarakat telah diimplementasikan dengan baik, terutama pada prinsip partisipasi, pemberdayaan, dan definisi kebutuhan. Namun, kelemahan signifikan pada prinsip penghargaan terhadap sumber daya lokal dan struktur yang merugikan petani masih sangat rendah diimplementasikan. Perlu aktivitas pemberdayaan khusus agar pembangunan masyarakat bersifat inklusif, adil, dan berkelanjutan melalui pendidikan dan pelatihan komunitas, reformasi kebijakan agar pro-petani, serta penguatan kelembagaan dan jejaring antar petani.
Implementation of Community Development Principles in Empowering Farming Communities
Abstract
Development is a process of economic, social, and cultural transformation that places community development as the key to improving the quality of life in a sustainable manner. Community development emphasizes active participation and empowerment of communities to be independent, free from exploitation, and able to overcome social disparities in a sustainable manner. In Indonesia, farmer empowerment is very important because of limited access to technology, capital, and information that causes low productivity and high poverty. This study is a qualitative study with a literature study approach, aiming to analyze the implementation of community development principles in the food crop farmer empowerment program for the 2016-2024 period. Data sources from scientific articles with Google scholar databases, Ristekdikti accredited journals and other relevant secondary data. Data analysis is based on the degree of implementation of Jim Ife's 26 community development principles in farmer community empowerment activities. The results of the study show that 65% of community development principles have been implemented well, especially in the principles of participation, empowerment, and definition of needs. However, significant weaknesses in the principle of respect for local resources and structures that are detrimental to farmers are still very low in implementation. Special empowerment activities are needed so that community development is inclusive, equitable, and sustainable through community education and training, pro-farmer policy reform, and strengthening institutions and networks between farmers