Empiricism Journal
Not a member yet
    400 research outputs found

    Kebijakan Kearifan Lokal (Perspektif Ontologi) dalam Pengelolaan Hasil Hutan Bukan Kayu

    No full text
    Pengelolaan hutan di Indonesia menghadapi tantangan besar berupa kerusakan ekosistem yang disebabkan oleh eksploitasi manusia dan bencana alam. Kajian ini membahas kebijakan kearifan lokal dari perspektif ontologi dalam pengelolaan hasil hutan bukan kayu (HHBK). Kearifan local mencakup norma, nilai, dan pengetahuan masyarakat adat, memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian ekosistem hutan. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur, menganalisis praktik pengelolaan HHBK oleh masyarakat lokal, seperti tradisi awik-awik di Desa Sesaot dan kearifan lokal masyarakat Tobelo di Maluku Utara. Tujuan penelitian ini melihat pentingnya praktik adat, seperti pembagian zona pemanfaatan hutan, larangan menebang pohon di kawasan mata air, dan pemanfaatan HHBK yang berkelanjutan dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Berdasarkan penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan kearifan lokal dapat menjadi solusi untuk mengelola hutan secara berkelanjutan, mendukung kesejahteraan masyarakat, dan melestarikan nilai budaya. Ontological Perspective on Local Wisdom Policies in the Management of Non-Timber Forest Products Abstract Forest management in Indonesia faces major challenges in the form of ecosystem damage caused by human exploitation and natural disasters. This research discusses local wisdom policies from an ontological perspective in the management of non-timber forest products (NTFPs). Local wisdom, including the norms, values and knowledge of indigenous communities, has an important role in preserving forest ecosystems. This research uses a literature study method, analyzing NTFP management practices by local communities, such as the awik-awik tradition in Sesaot Village and the local wisdom of the Tobelo community in North Maluku. The aim of this research is to look at the importance of customary practices, such as dividing forest use zones, prohibiting cutting trees in spring areas, and sustainable use of NTFPs in maintaining ecosystem balance. Based on this research, it is concluded that the application of local wisdom can be a solution for managing forests sustainably, supporting community welfare, and preserving cultural values

    Hubungan Antara Indeks Massa Tubuh (IMT), Aktivitas Fisik, Kualitas Tidur dan Tingkat Stres pada Anggota Samapta Polres Lombok Utara

    No full text
    Stres merupakan kondisi psikologis yang kerap muncul akibat tekanan berlebih, terutama pada profesi dengan tuntutan tinggi seperti kepolisian. Faktor-faktor seperti Indeks Massa Tubuh (IMT), aktivitas fisik, dan kualitas tidur memiliki peran krusial dalam menentukan tingkat stres seseorang. IMT yang tidak seimbang dapat memicu perubahan hormonal dan metabolisme yang meningkatkan kerentanan dan stres. Aktivitas fisik yang memadai berperan sebagai mekanisme adaptif, membantu tubuh mengelola tekanan melalui peningkatan fungsi saraf dan pelepasan hormon pencegah stres. Selain itu, kualitas tidur yang baik menjadi fondasi penting dalam menjaga kestabilan emosi dan kemampuan adaptasi dan situasi penuh tekanan. Interaksi ketiga faktor ini sangat menentukan keseimbangan mental dan kesehatan secara menyeluruh. Penelitian ini dilakukan di Polres Lombok Utara menggunakan desain  analitik observasional, dengan  rancangan cross sectional. Penelitian ini menilai  Hubungan Antara Indeks Massa Tubuh (IMT), Aktivitas Fisik, Kualitas dan Tingkat Stres pada Anggota Samapta. Sampel penelitian ini berjumlah 30 responden. Analisis data menggunakan SPSS Versi 23. Hasil dari penelitian menunjukkan Indeks Massa Tubuh (IMT) (P-value = 0,934, RS = 0,016), Aktivitas Fisik (P-value 0,012, RS = -0,451), dan Kualitas Tidur (P-value 0,012 RS= -0,451) dan tingkat stres pada anggota samapta. Tidak terdapat hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dan Tingkat Stres, tetapi terdapat hubungan antara Aktivitas Fisik, Kualitas Tidur dan Tingkat Stres pada Anggota Samapta Polres Lombok Utara. Relationship Between Body Mass Index (BMI), Physical Activity, Sleep Quality and Stress Levels in Samapta Members of the North Lombok Police Abstract Stress is a psychological condition commonly triggered by excessive pressure, especially in high-demand professions such as the police force. Factors such as Body Mass Index (BMI), physical activity, and sleep quality play a crucial role in determining a person's stress level. An unbalanced BMI can trigger hormonal and metabolic changes that increase vulnerability to stress. Adequate physical activity serves as an adaptive mechanism, helping the body manage pressure through improved neural function and the release of stress-preventing hormones. Furthermore, good sleep quality provides an essential foundation for emotional stability and adaptability to stressful situations. The interaction of these three factors greatly influences mental balance and overall health.This study was conducted at the North Lombok Police Department using an observational analytic design with a cross-sectional approach. The study evaluated the relationship between BMI, physical activity, and sleep quality on stress levels among Samapta officers. A total of 30 respondents participated in the study. Data analysis was performed using SPSS Version 23. The study results indicated that Body Mass Index (BMI) (P-value = 0.934, RS = 0.016, physical activity (P-value = 0.012, RS = -0.451) and sleep quality (P-value = 0.012, RS = -0.451) to stress levels among Samapta officers. There is no significant relationship between BMI and stress levels. However, there is a significant relationship between physical activity and sleep quality with stress levels among Samapta officers in the North Lombok Police Department

    Pengaruh Corporate Social Responsibility, Nilai Konsumen dan Kepercayaan Konsumen Terhadap Posisi Merek pada Produk Coca Cola

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Corporate Social Responsibility (CSR), nilai konsumen, dan kepercayaan konsumen terhadap posisi merek produk Coca-Cola di Surabaya. Dalam menghadapi persaingan pasar minuman bersoda yang semakin kompetitif, Coca-Cola tidak hanya mengandalkan inovasi produk dan strategi pemasaran, tetapi juga menempatkan CSR sebagai bagian integral dari strategi brand positioning. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei berbasis kuesioner terhadap 118 responden yang pernah mengonsumsi produk Coca-Cola dalam enam bulan terakhir. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, dengan analisis data dilakukan menggunakan metode Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui perangkat lunak WarpPLS 7.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CSR, nilai konsumen, dan kepercayaan konsumen masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap posisi merek. CSR yang dijalankan secara otentik, persepsi nilai yang tinggi terhadap produk, serta kepercayaan konsumen yang kuat terhadap integritas merek secara bersamaan memperkuat persepsi positif terhadap posisi merek Coca-Cola. Temuan ini mengindikasikan pentingnya sinergi antara nilai, kepercayaan, dan tanggung jawab sosial dalam membentuk loyalitas dan keunggulan kompetitif merek di pasar lokal. The Influence of Corporate Social Responsibility, Consumer Value and Consumer Trust on Brand Position on Coca Cola Products Abstract This study aims to analyze the influence of Corporate Social Responsibility (CSR), consumer value, and consumer trust on the brand positioning of Coca-Cola products in Surabaya. In an increasingly competitive soft drink market, Coca-Cola not only relies on product innovation and marketing strategies but also integrates CSR as an essential component of its brand positioning strategy. A quantitative research approach was adopted, using a survey method with questionnaires distributed to 118 respondents who had consumed Coca-Cola within the past six months. The sampling technique used was purposive sampling, and data analysis was conducted using Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) with WarpPLS 7.0 software. The results show that CSR, consumer value, and consumer trust each have a positive and significant influence on brand positioning. Authentic CSR implementation, high perceived product value, and strong consumer trust in brand integrity collectively enhance the positive perception of Coca-Cola’s brand positioning. These findings highlight the importance of integrating value, trust, and social responsibility to strengthen brand loyalty and competitive advantage in the local market

    Pemanfaatan Fly Ash dan Pasir Tayan dalam High Performance Concrete (HPC): Studi Kasus Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengoptimalkan formulasi High Performance Concrete (HPC) melalui pemanfaatan fly ash dari PLTU Suralaya sebagai bahan substitusi semen dan pasir Sungai Kapuas (Pasir Tayan, Kalimantan Barat) sebagai agregat halus, guna menghasilkan beton yang memenuhi standar teknis internasional serta mendukung keberlanjutan konstruksi. Metodologi yang digunakan mengacu pada standar Tiongkok seperti TB/T 3275-2011, TJ/GW 158-2018, dan JGJ 55-2011, dengan fokus pada desain komposisi campuran beton berdasarkan karakteristik lingkungan proyek dan hasil uji teknis material. Hasil pengujian menunjukkan bahwa fly ash Suralaya memiliki kehalusan, komposisi kimia, dan reaktivitas pozzolan yang sesuai dengan standar teknis, serta mampu meningkatkan performa beton dari aspek kekuatan jangka panjang dan daya tahan terhadap lingkungan agresif. Sementara itu, dari berbagai sumber pasir yang diuji, hanya pasir Sungai Kapuas yang memenuhi seluruh persyaratan agregat halus untuk HPC menurut standar TB 3275-2011, menandakan perlunya eksplorasi lebih lanjut terhadap quarry lokal lain yang potensial. Simpulan dari kajian ini merekomendasikan pemanfaatan optimal fly ash dan agregat lokal sebagai strategi efisiensi biaya, pengurangan emisi karbon, serta peningkatan kualitas dan keberlanjutan dalam proyek infrastruktur berskala nasional seperti KCJB. Utilization of Fly Ash and Tayan Sand in High Performance Concrete (HPC): A Case Study from the Jakarta–Bandung High-Speed Railway Project Abstract This study aims to analyze and optimize the formulation of High Performance Concrete (HPC) by utilizing fly ash from the Suralaya coal-fired power plant as a cement substitute and Kapuas River sand (Tayan sand, West Kalimantan) as fine aggregate, to produce concrete that meets international technical standards and supports sustainable construction. The methodology follows Chinese standards such as TB/T 3275-2011, TJ/GW 158-2018, and JGJ 55-2011, focusing on concrete mix design based on project environmental conditions and technical testing of materials. Test results show that Suralaya fly ash has fineness, chemical composition, and pozzolanic reactivity consistent with technical standards, enhancing the concrete’s long-term strength and durability against aggressive environments. Among various sand sources tested, only Kapuas River sand meets all fine aggregate requirements for HPC according to TB 3275-2011, indicating the need for further exploration of other potential local quarries. The study concludes by recommending the optimal use of fly ash and local aggregates as a cost-efficient, carbon-reducing strategy to improve quality and sustainability in large-scale national infrastructure projects such as KCJB

    Efektivitas Filter Pasir dalam Menyisihkan Kelimpahan Mikroplastik pada Air Baku Air Minum: Tinjauan Literatur

    No full text
    Tinjauan literatur ini menganalisis efektivitas filter pasir dalam menurunkan kelimpahan mikroplastik pada air baku air minum. Peningkatan kebutuhan air minum dan adanya mikroplastik pada sumber seperti Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU) menyoroti urgensi pengolahan air yang efektif. Akumulasi mikroplastik dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh dan organ manusia. Mekanisme utama penghilangan mikroplastik oleh filter pasir adalah filtrasi fisik (intersepsi, penjebakan, keterikatan), dengan adsorpsi turut berkontribusi. Filter pasir cepat (RSF) menunjukkan efisiensi tinggi, mencapai 98% untuk mikroplastik <10 µm dan lebih dari 90% untuk partikel lebih besar. Ukuran efektif (ES) media filter yang lebih kecil meningkatkan efisiensi, terutama untuk mikroplastik kecil. Faktor lain yang mempengaruhi kinerja meliputi karakteristik mikroplastik, kecepatan aliran, konsentrasi awal, panjang media, dan backwashing rutin untuk regenerasi situs aktif. Meskipun filter pasir efektif dan hemat biaya, tantangan analisis mikroplastik masih ada karena kurangnya metode standar dan variasi batas deteksi antar studi. Penelitian mendalam tentang Slow Sand Filtration (SSF) juga masih terbatas. Filter pasir sering menjadi bagian dari sistem pengolahan multi-tahap, melengkapi teknologi lain seperti membran untuk penghilangan mikroplastik secara komprehensif. Diperlukan standarisasi metode analisis dan optimalisasi desain filter, terutama SSF, untuk masa depan. The Effectiveness of Sand Filters in Removing Microplastic Abundance in Raw Drinking Water: Literature Review Abstract This literature review analyzes the effectiveness of sand filters in reducing microplastic abundance in raw drinking water. The increasing demand for drinking water and the presence of microplastics in sources like Unbranded Refilled Drinking Water Depots (URDWD) highlight the urgency of effective water treatment. Microplastic accumulation can affect the human immune system and cause intestinal swelling. The primary mechanisms of microplastic removal by sand filters involve physical filtration, including interception, entrapment, and entanglement. Adsorption also contributes. Rapid Sand Filtration (RSF) demonstrates high efficiency, achieving up to 98% for microplastics smaller than 10 µm and over 90% for larger particles. A smaller effective size (ES) of the filter media enhances efficiency, particularly for smaller microplastics. Other factors influencing performance include microplastic characteristics, flow rate, initial microplastic concentration, bed media length, and regular backwashing for active site regeneration. While sand filters are effective and cost-efficient, challenges in microplastic analysis persist due to the lack of standardized methods and varying detection limits across studies. In-depth research on Slow Sand Filtration (SSF) effectiveness is also limited. Sand filters are often an integral part of multi-stage water treatment systems, complementing other technologies like membranes for comprehensive microplastic removal. Future research should focus on standardizing analytical methods and optimizing filter design, especially SSF

    Analisis Kemampuan Sprint Kids Athletics Ekstrakurikuler pada Siswa SDN 1 Landasan Ulin Utara

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan fisik siswa sekolah dasar dalam nomor sprint 40 meter pada kegiatan ekstrakurikuler kids athletics. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya performa fisik anak dalam cabang atletik dasar, yang belum banyak dikaji secara terfokus di sekolah-sekolah dengan keterbatasan fasilitas. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei, melibatkan 10 siswa kelas V di SDN 1 Landasan Ulin Utara. Instrumen yang digunakan adalah tes lari sprint 40 meter dengan pengolahan data melalui SPSS versi 22. Hasil menunjukkan bahwa 50% siswa berada dalam kategori “Sangat Kurang”, 40% “Kurang”, dan hanya 10% yang “Cukup”, dengan rata-rata waktu tempuh 17,65 detik. Hasil ini mengindikasikan lemahnya penguasaan keterampilan gerak dasar siswa, khususnya kecepatan. Studi ini menegaskan pentingnya inovasi metode pelatihan berbasis permainan dan pendekatan interaktif untuk meningkatkan efektivitas pembinaan kids athletics. Penelitian ini juga memberikan kontribusi praktis bagi guru PJOK dan pembuat kebijakan dalam merancang program pelatihan yang kontekstual dan berbasis bukti. Extracurricular Kids Athletics Sprint Ability Analysis Among Students of SDN 1 Landasan Ulin Utara Abstract This study aims to analyze the physical sprinting ability of elementary school students in the 40-meter event of the kids athletics extracurricular program. The study addresses the performance gap among students in basic athletic skills, particularly in under-resourced schools. A descriptive quantitative method with a survey approach was employed, involving 10 fifth-grade students at SDN 1 Landasan Ulin Utara. A 40-meter sprint test was used as the instrument, with data analyzed using SPSS version 22. Results showed that 50% of students were categorized as “Very Poor”, 40% as “Poor”, and only 10% as “Sufficient”, with an average time of 17.65 seconds. These findings indicate low mastery of fundamental motor skills, particularly speed. The study highlights the urgent need for game-based and interactive training approaches to enhance kids athletics programs. It also provides practical recommendations for physical education teachers and policymakers to develop contextual, evidence-based training models

    Kajian Literatur: Problem Based Learning dalam Meningkatkan Keterampilan Abad 21 pada Materi Pencemaran Lingkungan

    No full text
    Perkembangan Revolusi Industri 4.0 menuntut pendidikan abad ke-21 untuk menyiapkan peserta didik dengan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi (4C). Dalam konteks pembelajaran biologi, topik pencemaran lingkungan memiliki potensi besar sebagai konteks otentik untuk mengembangkan keterampilan tersebut melalui pendekatan Problem Based Learning (PBL). Artikel ini mengkaji integrasi PBL dengan materi pencemaran lingkungan dalam rangka membina keterampilan abad ke-21. Hasil kajian literatur menunjukkan bahwa pencemaran lingkungan merupakan isu kompleks dan relevan dengan kehidupan siswa, sehingga efektif untuk dijadikan konteks pembelajaran berbasis masalah. Penerapan PBL pada topik ini tidak hanya meningkatkan pemahaman konseptual, tetapi juga mendorong siswa untuk terlibat aktif dalam proses ilmiah, berpikir reflektif, serta menunjukkan kepedulian terhadap isu lingkungan. Setiap tahapan dalam sintaks PBL mulai dari identifikasi masalah hingga presentasi solusi secara sinergis mendukung terbentuknya keterampilan 4C. Meskipun implementasi PBL masih menghadapi tantangan, seperti keterbatasan waktu, kesiapan guru, dan dominasi siswa tertentu dalam kelompok, strategi seperti penyusunan LKPD berbasis 4C, pemanfaatan media digital, serta pelatihan guru dapat meningkatkan efektivitas penerapannya. Dengan pendekatan yang terstruktur dan kontekstual, PBL berbasis isu pencemaran lingkungan menjadi sarana strategis untuk membentuk siswa sebagai pembelajar abad ke-21 yang adaptif, solutif, dan bertanggung jawab secara sosial. Literature Review: Problem-Based Learning to Enhance 21st Century Skills in Environmental Pollution Topics Abstract The advancement of Industrial Revolution 4.0 demands 21st-century education to equip students with critical thinking, creativity, communication, and collaboration skills (4C). In the context of biology education, the topic of environmental pollution holds great potential as an authentic context for developing these skills through the Problem-Based Learning (PBL) approach. This article examines the integration of PBL with the topic of environmental pollution in fostering 21st-century skills. A literature review reveals that environmental pollution is a complex issue closely related to students’ lives, making it an effective context for problem-based learning. Implementing PBL on this topic not only enhances conceptual understanding but also encourages active scientific engagement, reflective thinking, and environmental awareness. Each stage of the PBL syntax from problem identification to solution presentation synergistically supports the development of 4C skills. Although challenges such as limited instructional time, teacher readiness, and group dominance by certain students remain, strategies like the development of 4C-based student worksheets, the use of digital media, and teacher training can enhance its implementation. With a structured and contextualized approach, issue-based PBL on environmental pollution serves as a strategic tool to shape students into adaptive, solution-oriented, and socially responsible 21st-century learners

    Rancang Bangun Alat Monitoring Kelembaban dan Keasaman Tanah Berbasis Arduino Uno

    No full text
    Kelembaban dan tingkat keasaman (pH) tanah merupakan faktor penting yang menentukan ketersediaan unsur hara, pertumbuhan tanaman, dan hasil panen. Namun, sebagian besar petani di Indonesia masih melakukan pemantauan kondisi tanah secara manual dan subjektif, sehingga berpotensi menyebabkan ketidaksesuaian perlakuan lahan dan penurunan produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun alat monitoring kelembaban dan keasaman tanah berbasis Arduino Uno sebagai solusi praktis dan efisien bagi petani. Metode penelitian menggunakan pendekatan eksperimental dengan perancangan prototipe yang memadukan sensor soil moisture dan sensor pH tanah yang diintegrasikan ke mikrokontroler Arduino Uno dan ditampilkan melalui LCD 16x2 I2C. Pengujian dilakukan pada tiga jenis tanah berbeda (lempung, berpasir, dan humus) dengan lima kali pengulangan pengukuran pada masing-masing sampel. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata tingkat akurasi sensor kelembaban mencapai 96,2% dan sensor pH mencapai 94,7% dibandingkan dengan alat ukur standar laboratorium. Sistem ini mampu memberikan pembacaan data secara real-time dengan tingkat kestabilan tinggi (deviasi <5%). Temuan ini menunjukkan bahwa alat monitoring berbasis Arduino Uno efektif untuk membantu petani menentukan kondisi tanah ideal bagi pertumbuhan tanaman, serta berpotensi dikembangkan lebih lanjut menuju sistem pertanian berbasis Internet of Things (IoT) yang adaptif dan presisi. Design and Development of an Arduino Uno–Based Soil Moisture and Acidity Monitoring Device Abstract Soil moisture and acidity (pH) are crucial factors that determine nutrient availability, plant growth, and crop yield. However, most farmers in Indonesia still monitor soil conditions manually and subjectively, which may lead to improper land management and reduced productivity. This study aims to design and develop an Arduino Uno–based soil moisture and acidity monitoring device as a practical and efficient solution for farmers. The research employs an experimental approach with a prototype design that integrates a soil moisture sensor and a soil pH sensor into an Arduino Uno microcontroller, with data displayed via a 16x2 I2C LCD. Testing was conducted on three different soil types (clay, sandy, and humus) with five measurement repetitions for each sample. The results show that the soil moisture sensor achieved an average accuracy of 96.2%, while the pH sensor reached 94.7% when compared to standard laboratory instruments. The system is capable of providing real-time data readings with high stability (deviation <5%). These findings indicate that the Arduino Uno–based monitoring device is effective in assisting farmers to determine the optimal soil conditions for plant growth and has the potential to be further developed into an adaptive and precise Internet of Things (IoT)–based agricultural system

    Pengaruh Pola Makan dan Latihan Fisik terhadap Kebugaran Otot dan Komposisi Tubuh: Pendekatan Faktorial 2x2 pada Karyawan Sektor Industri Berat

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh diet dan aktivitas fisik terhadap peningkatan muscular strength dengan mempertimbangkan body composition sebagai faktor penunjang pada karyawan perusahaan pertambangan di Nusa Tenggara Barat. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengisi kesenjangan tersebut dan memberikan dasar empiris bagi intervensi kebugaran di tempat kerja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain eksperimen faktorial 2x2 yang melibatkan 30 responden berusia 25–50 tahun. Sampel dibagi ke dalam empat kelompok perlakuan berdasarkan kombinasi intervensi diet dan aktivitas fisik, dengan pengukuran body composition menggunakan bioelectrical impedance analysis (BIA) dan kekuatan otot menggunakan push-up test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata muscular strength dari 18,03 menjadi 25,27 setelah intervensi, sedangkan nilai rata-rata body composition meningkat dari 30,93 menjadi 31,83. Kategori muscular strength mengalami perubahan signifikan secara praktis, di mana proporsi peserta dengan kategori “baik” meningkat dari 6,67% menjadi 46,67%, dan kategori “sangat baik” meningkat dari 0% menjadi 16,67%. Pada body composition, kategori “normal” juga meningkat dari 56,67% menjadi 66,67%. Hasil uji ANOVA dua jalur menunjukkan bahwa meskipun nilai signifikansi > 0,05, terdapat tren peningkatan yang konsisten pada kedua variabel utama. Secara keseluruhan, intervensi diet dan aktivitas fisik memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan kekuatan otot dan perbaikan komposisi tubuh, yang berimplikasi pada peningkatan kebugaran, ketahanan fisik, serta produktivitas kerja karyawan di sektor pertambangan. Abstract This study aims to analyze the effect of diet and physical activity on increasing muscular strength, considering body composition as a supporting factor, among mining company employees in West Nusa Tenggara. Therefore, this study was conducted to fill this gap and provide an empirical basis for workplace fitness interventions. This study used a quantitative method with a 2x2 factorial experimental design involving 30 respondents aged 25–50 years. The sample was divided into four treatment groups based on the combination of diet and physical activity interventions, with body composition measured using bioelectrical impedance analysis (BIA) and muscle strength using a push-up test. The results showed an increase in the average value of muscular strength from 18.03 to 25.27 after the intervention, while the average value of body composition increased from 30.93 to 31.83. The muscular strength category experienced significant changes in practice, with the proportion of participants in the "good" category rising from 6.67% to 46.67%, and the "outstanding" category rising from 0% to 16.67%. In terms of body composition, the "normal" category also increased from 56.67% to 66.67%. The results of the two-way ANOVA test showed that although the significance value was >0.05, there was a consistent upward trend in both main variables. Overall, the dietary and physical activity interventions had a positive effect on increasing muscle strength and improving body composition, which has implications for improving employee fitness, physical endurance, and work productivity in the mining sector

    Peran Olahraga Rekreasi dalam Pembentukan Gaya Hidup Aktif dan Pencegahan Penyakit Tidak Menular

    No full text
    Penelitian ini bertujuan menganalisis peran olahraga rekreasi dalam pembentukan gaya hidup aktif dan pencegahan penyakit tidak menular (PTM) melalui kajian literatur ilmiah terbit tahun 2020–2025. Berbeda dengan kajian yang umumnya membahas aktivitas fisik secara umum, studi ini secara khusus menyoroti olahraga rekreasi sebagai aktivitas waktu luang yang memadukan dimensi fisik, mental, sosial, dan konteks kebijakan, sehingga lebih relevan bagi negara berpendapatan menengah seperti Indonesia. Metode yang digunakan adalah systematic literature review dengan panduan PRISMA, melalui tahap identifikasi, penyaringan, penilaian kelayakan, dan inklusi. Pencarian artikel dilakukan pada basis data internasional dengan kriteria inklusi: terbit 2020–2025, peer-reviewed, berbahasa Inggris, populasi remaja/dewasa, dan membahas hubungan olahraga rekreasi atau aktivitas fisik waktu luang dengan gaya hidup aktif, PTM, atau indikator terkait. Sebanyak sepuluh artikel memenuhi kriteria dan dianalisis secara naratif tematik. Hasil menunjukkan bahwa olahraga rekreasi memberikan manfaat multidimensional. Secara fisik, aktivitas rekreasi meningkatkan kebugaran kardiorespirasi, kekuatan otot, komposisi tubuh, serta menurunkan risiko penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes, dan kanker. Secara psikologis, olahraga di alam terbuka dan olahraga tim menurunkan stres dan kecemasan serta meningkatkan kesejahteraan mental. Secara sosial, olahraga rekreasi memperkuat interaksi dan kohesi komunitas yang menopang keberlanjutan gaya hidup aktif. Efektivitasnya bergantung pada dukungan kebijakan publik, ketersediaan fasilitas yang aman dan terjangkau, serta penguatan program komunitas. Dengan demikian, olahraga rekreasi berpotensi besar sebagai strategi promosi kesehatan yang berkelanjutan untuk membangun masyarakat yang aktif, sehat, dan tangguh terhadap PTM. The Role of Recreational Sports in Shaping an Active Lifestyle and Preventing Non-Communicable Diseases Abstract This study aims to analyze the role of recreational sports in shaping an active lifestyle and preventing non-communicable diseases (NCDs) through a review of scientific literature published between 2020 and 2025. Unlike studies that generally discuss physical activity in general, this study specifically highlights recreational sports as leisure activities that combine physical, mental, and social dimensions as well as policy contexts, making it more relevant to middle-income countries such as Indonesia. The method used is a systematic literature review guided by PRISMA, through the stages of identification, screening, eligibility assessment, and inclusion. The article search was conducted in international databases with the following inclusion criteria: published between 2020 and 2025, peer-reviewed, in English, adolescent/adult population, and discussing the relationship between recreational sports or leisure-time physical activity and active lifestyles, NCDs, or related indicators. A total of ten articles met the criteria and were analyzed using thematic narrative analysis. The results showed that recreational sports provide multidimensional benefits. Physically, recreational activities improve cardiorespiratory fitness, muscle strength, body composition, and reduce the risk of chronic diseases such as heart disease, diabetes, and cancer. Psychologically, outdoor sports and team sports reduce stress and anxiety and improve mental well-being. Socially, recreational sports strengthen community interaction and cohesion, which supports the sustainability of an active lifestyle. Its effectiveness depends on public policy support, the availability of safe and affordable facilities, and the strengthening of community programs. Thus, recreational sports have great potential as a sustainable health promotion strategy for building an active, healthy, and resilient community against NCDs.

    0

    full texts

    400

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Empiricism Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇