Empiricism Journal
Not a member yet
400 research outputs found
Sort by
Kearifan Budaya Lokal pada Novel Tanah Bangsawan Karya Filiananur dan Relevasinya dalam Pembelajaran Sastra di SMA
Novel Tanah Bangsawan karya Filiananur mengandung berbagai nilai kearifan budaya lokal yang mencerminkan identitas budaya masyarakat. Penanaman nilai budaya lokal dalam pembelajaran sastra menjadi penting untuk memperkuat identitas bangsa, terutama di tengah arus globalisasi yang menggerus kearifan tradisional. Namun, pembelajaran sastra di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) cenderung minim memuat konten berbasis budaya lokal yang dekat dengan kehidupan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis nilai-nilai kearifan budaya lokal dalam novel Tanah Bangsawan serta menelaah relevansinya dalam pembelajaran sastra di SMK. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis kepustakaan (library research) yang didukung oleh wawancara dengan guru Bahasa Indonesia. Data dikumpulkan dengan teknik simak dan catat, lalu dianalisi melalui proses reduksi, klasifikasi berdasarkan tujuh unsur budaya Koentjaraningrat, interpretasi, dan integrasi ke dalam konteks pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur kearifan budaya lokal dalam novel ini mencakup sistem peralatan kehidupan manusia (21 data), mata pencaharian (10 data), sistem kemasyarakatan (22 data), sistem bahasa (25 data dalam bahasa Jawa dan 4 data ungkapan), kesenian (16 data), pengetahuan (22 data), dan religi (10 data). Temuan ini mengindikasikan bahwa Tanah Bangsawan tidak hanya memiliki nilai estetis, tetapi juga edukatif dan kontekstual. Relevansi karya ini tampak melalui kesesuaiannya dengan Kurikulum Merdeka, khususnya elemen “narasi kearifan lokal” serta potensinya dalam memperkuat pelestarian budaya dan pembentukan karakter siswa. Dengan demikian, novel ini layak dijadikan sebagai bahan ajar alternatif dalam pembelajaran sastra berbasis budaya lokal di SMK.
Local Cultural Wisdom in Noble Land Novels Filiananur’s Work and Its Relevantness in Literature Vocational High School
Abstract
Tanah Bangsawan, a novel by Filiananur, contains diverse values of local cultural wisdom that reflect the identity of Javanese society. Integrating such values into literature learning is crucial to strengthening national identity, especially amid globalization that weakens traditional wisdom. However, literature instruction at the vocational high school (SMK) level still lacks culturally grounded materials relevant to students’ lives. This study aims to identify and analyze elements of local cultural wisdom in Tanah Bangsawan and explore its relevance to literature teaching in SMK. Employing a descriptive qualitative approach with a library research design, this study is supported by an interview with a Bahasa Indonesia teacher. Data were collected through observation and note-taking, then analyzed through data reduction, classification based on Koentjaraningrat’s seven cultural elements, interpretation, and integration into a teaching context. The analysis found 130 cultural references: tools of human life (21 items), livelihoods (10), social systems (22), language (29), arts (16), knowledge (22), and religion (10). These findings demonstrate that Tanah Bangsawan offers not only literary value but also educational and cultural relevance. Its alignment with the Merdeka Curriculum, especially the element of “narratives of local wisdom” positions this novel as a strong candidate for enriching culturally-based literature instruction. Moreover, the novel can support cultural preservation and character education through meaningful and contextual learning in vocational schools
Pengaruh Kemudahan Penggunaan, Kecepatan Transaksi, dan Keamanan Transaksi Terhadap Kepuasan Konsumen dalam Melakukan Pembayaran Menggunakan QRIS
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kemudahan penggunaan, kecepatan transaksi, dan keamanan transaksi terhadap kepuasan konsumen dalam menggunakan QRIS sebagai metode pembayaran di sektor UMKM Kota Bogor. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada 215 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemudahan penggunaan dan keamanan transaksi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen. Sementara Kecepatan transaksi yang relatif rendah berdampak negatif terhadap kepuasan konsumen. Faktor keamanan transaksi menjadi variabel yang paling dominan dalam mempengaruhi kepuasan konsumen. Temuan ini mengindikasikan pentingnya peningkatan aspek keamanan, kemudahan, dan kecepatan dalam sistem pembayaran digital QRIS untuk mendukung adopsi yang lebih luas di kalangan UMKM. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pengembangan strategi peningkatan layanan sistem pembayaran digital di Indonesia.
The Effect of Perceived Ease of Use, Transaction Speed, and Transaction Security on Consumer Satisfaction in Making Payments Using QRIS
Abstract
This study aims to analyze the influence of perceived ease of use, transaction speed, and transaction security on consumer satisfaction in using QRIS as a payment method in the Bogor City MSME sector. The research method used was a quantitative approach with data collection techniques through the distribution of questionnaires to 215 respondents who were selected using purposive sampling techniques. The data was analyzed using the SmartPLS Structural Equation Modeling (SEM) method. The results of the study show that ease of use and transaction security have a positive and significant effect on consumer satisfaction. Meanwhile, the relatively low transaction speed has a negative impact on consumer satisfaction. Transaction security is the most dominant variable in influencing consumer satisfaction. These findings indicate the importance of improving security, convenience, and speed in the QRIS digital payment system to support wider adoption among MSMEs. This research is expected to be a reference for the development of strategies to improve digital payment system services in Indonesia
Peningkatan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas IX pada Pembelajaran PKN Melalui Metode Pembelajaran Team Game Tournamen (TGT) dengan Memanfaatkan Media Quizizz
Rendahnya motivasi dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran PKN menjadi permasalahan yang dihadapi di kelas IX B SMP Pangudi Luhur. Siswa kurang termotivasi dalam belajar, yang berdampak pada rendahnya nilai hasil belajar mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa melalui penerapan metode pembelajaran Team Games Tournament (TGT) dengan memanfaatkan media Quizizz. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian siswa kelas IX B yang berjumlah 23 orang siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, tes, dan angket, kemudian dianalisis secara deskriptif komparatif untuk melihat peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa dari pra-siklus hingga siklus II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode TGT dengan memanfaatkan media Quizizz dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Motivasi belajar siswa meningkat dari kategori rendah pada pra siklus menjadi sangat tinggi pada siklus II dengan persentase 88,00%. Ketuntasan hasil belajar siswa sesuai KKM ? 75 juga meningkat dari 22% dengan nilai rata-rata 58,78, pada pra-siklus menjadi 87% dengan nilai rata-rata 78,91 pada siklus II. Kesimpulannya, metode TGT dengan memanfaatkan Quizizz efektif dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa, sehingga dapat menjadi alternatif pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan.
Improving Motivation and Learning Outcomes of Grade IX Students in Civics Learning Through the Team Game Tournament (TGT) Learning Method by Utilizing Quizizz Media
Abstract
Low motivation and student learning outcomes in Civics learning are problems faced in class IX B of Pangudi Luhur Junior High School. Students are less motivated in learning, which has an impact on their low learning outcomes. This study aims to determine the increase in student motivation and learning outcomes through the application of the Team Games Tournament (TGT) learning method by utilizing Quizizz media. This study uses the Classroom Action Research (CAR) method which is carried out in two cycles. Each cycle consists of the stages of planning, implementation, observation, and reflection. The subjects of the study were 23 students of class IX B. Data were collected through observation, interviews, tests, and questionnaires, then analyzed descriptively comparatively to see the increase in student motivation and learning outcomes from the pre-cycle to cycle II. The results of the study showed that the application of the TGT method by utilizing Quizizz media can increase student motivation and learning outcomes. Student learning motivation increased from the low category in the pre-cycle to very high in cycle II with a percentage of 88.00%. The completion of student learning outcomes according to KKM ? 75 also increased from 22% with an average value of 58.78, in the pre-cycle to 87% with an average value of 78.91 in cycle II. In conclusion, the TGT method by utilizing Quizizz is effective in increasing student motivation and learning outcomes, so that it can be an alternative to more interactive and enjoyable learning
Optimalisasi Pangan Lokal sebagai Solusi Berkelanjutan untuk Mengurangi Stunting di Pedesaan Kecamatan Jereweh
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi konsep optimalisasi pangan lokal dan mengidentifikasi faktor-faktor penghambatnya sebagai solusi berkelanjutan untuk mengurangi stunting di pedesaan Kecamatan Jereweh. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan melibatkan 18 informan kunci. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan informan yang dipilih secara purposif (Pejabat Pemerintah Daerah, Tenaga Kesehatan, Tokoh Masyarakat, dan Ibu Balita), observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi optimalisasi pangan lokal telah menunjukkan kemajuan signifikan terutama dalam peningkatan pengetahuan gizi masyarakat sebesar 25% dan penurunan stigma negatif terhadap pangan lokal sebesar 15% melalui pendekatan multisektor yang mengintegrasikan: (1) edukasi gizi berbasis masyarakat, (2) intervensi berbasis komunitas, dan (3) pemberdayaan ekonomi keluarga. Namun, implementasi penuhnya terhambat oleh tantangan kompleks yang bersifat struktural dan kultural. Hambatan utama meliputi kurangnya pengetahuan masyarakat, stigma negatif terhadap pangan lokal, keterbatasan ekonomi, infrastruktur distribusi yang belum memadai, serta koordinasi lintas sektor yang belum optimal. Penelitian ini menekankan bahwa transformasi potensi pangan lokal menjadi solusi berkelanjutan yang nyata memerlukan pendekatan sistemik yang mengintegrasikan sistem pangan, inovasi sosial untuk perubahan perilaku, dan kebijakan afirmatif yang kuat.
Optimization of Local Food as a Sustainable Solution to Reduce Stunting in the Rural Area of Jereweh District
Abstract
This study aims to describe the implementation of the local food optimization concept and identify its inhibiting factors as a sustainable solution for reducing stunting in the rural area of Jereweh District. This research employed a qualitative descriptive method, involving 18 key informants. Data were collected through in-depth interviews with purposively selected informants (Local Government Officials, Health Workers, Community Leaders, and Mothers of Toddlers), observation, and documentation. The findings indicate that the implementation of local food optimization has shown significant progress particularly in a 25% increase in community nutrition knowledge and a 15% reduction in negative stigma towards local food through a multisectoral approach that integrates: (1) community-based nutrition education, (2) community-driven interventions, and (3) family economic empowerment. However, its full implementation is hindered by complex structural and cultural challenges. Key barriers include a lack of community knowledge, a negative stigma associated with local food, economic constraints, inadequate distribution infrastructure, and suboptimal cross-sectoral coordination. This study emphasizes that transforming the potential of local food into a tangible, sustainable solution requires a systemic approach that integrates the food system, social innovation for behavior change, and strong affirmative policies
Efektifitas Penyuluhan Berbasis Digital dalam Mendukung Inovasi Pertanian Berkelanjutan di Kecamatan Seteluk
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penyuluhan berbasis digital dan mengidentifikasi faktor-faktor penghambatnya dalam mendukung inovasi pertanian berkelanjutan di Kecamatan Seteluk. Menggunakan desain mixed-methods sequential explanatory, penelitian ini mengombinasikan survei kuantitatif terhadap 359 petani yang dipilih melalui proportional random sampling dengan wawancara kualitatif mendalam bersama 17 informan kunci (10 petani, 5 penyuluh, 2 pejabat dinas) yang dipilih secara purposive sampling. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa penyuluhan digital memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap adopsi inovasi (p < 0.05), dengan R² sebesar 0.458, yang mengindikasikan kontribusi substansial. Namun, uji ANOVA mengungkap adanya disparitas yang signifikan dalam tingkat inovasi antardesa. Analisis kualitatif mengidentifikasi tiga hambatan utama: (1) kesenjangan kompetensi digital baik di tingkat petani maupun penyuluh; (2) kesenjangan infrastruktur digital yang tidak merata; dan (3) diskoneksi metode, di mana konten digital seringkali gagal mereplikasi interaksi dan pembelajaran praktik dari penyuluhan konvensional. Temuan ini menegaskan bahwa efektivitas penyuluhan digital sangat bergantung pada model hibrida yang memposisikan teknologi sebagai suplemen, bukan pengganti, dari interaksi tatap muka. Penelitian ini mengisi celah literatur terkait efektivitas model penyuluhan digital hibrida di tingkat kecamatan yang jarang diteliti secara simultan dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, memberikan implikasi penting bagi perumusan kebijakan penyuluhan yang lebih inklusif dan adaptif di era digital.
Effectiveness of Digital-Based Extension in Supporting Sustainable Agricultural Innovation in Seteluk Sub-District
Abstract
This study aims to analyze the effectiveness of digital-based agricultural extension and identify its inhibiting factors in supporting sustainable agricultural innovation in Seteluk District. Using a sequential explanatory mixed-methods design, this research combines a quantitative survey of 359 farmers, selected through proportional random sampling, with in-depth qualitative interviews with 17 key informants (10 farmers, 5 extension agents, 2 officials) selected via purposive sampling. The regression analysis results show that digital extension has a positive and significant influence on innovation adoption (p < 0.05), with an R² of 0.458, indicating a substantial contribution. However, ANOVA tests reveal significant disparities in innovation levels among villages. The qualitative analysis identifies three primary barriers: (1) a digital competency gap among both farmers and extension agents; (2) an uneven digital infrastructure gap; and (3) a methodological disconnect, where digital content often fails to replicate the interaction and practical learning of conventional extension services. These findings confirm that the effectiveness of digital extension is highly dependent on a hybrid model that positions technology as a supplement, not a replacement, for face-to-face interaction. This study fills a literature gap concerning the effectiveness of hybrid digital extension models at the district level, which are rarely studied simultaneously using quantitative and qualitative approaches, providing important implications for formulating more inclusive and adaptive extension policies in the digital era
Identifikasi dan Klasifikasi Penyakit Daun Jagung Menggunakan Algoritma CNN sebagai Media Pembelajaran IPA
Indonesia merupakan negara agraris dengan potensi besar di sektor pertanian, salah satunya pada komoditas jagung (Zea mays). Permasalahan umum yang dihadapi petani jagung adalah serangan penyakit pada daun, seperti bercak daun, hawar daun, dan karat daun, yang dapat menurunkan produktivitas tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi berbasis deep learning dengan algoritma Convolutional Neural Network (CNN) guna mengidentifikasi dan mengklasifikasikan penyakit daun jagung secara real-time. Aplikasi dirancang dalam bentuk hybrid agar dapat diakses melalui perangkat Android maupun iOS, serta berfungsi sebagai media pembelajaran interaktif pada mata pelajaran IPA, khususnya bidang agronomi. Hasil pengujian model CNN terhadap dataset uji menunjukkan akurasi sebesar 88%, sementara pengujian terhadap 100 data lapangan menggunakan metode confusion matrix menghasilkan akurasi sebesar 89%. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan teknologi CNN efektif dalam klasifikasi penyakit daun jagung serta berpotensi meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis teknologi di bidang sains alam.
Identification and Classification of Corn Leaf Diseases Using CNN Algorithm as a Learning Media for Science Education
Abstract
Indonesia is an agrarian country with significant potential in the agricultural sector, including corn (Zea mays) as a major source of carbohydrates and protein besides rice. One of the common problems faced by corn farmers is leaf disease, such as leaf spot, leaf blight, and rust, which can significantly reduce crop productivity. This study aims to develop a deep learning-based application using the Convolutional Neural Network (CNN) algorithm to identify and classify corn leaf diseases in real-time. The application is built as a hybrid platform, making it accessible on both Android and iOS devices. In addition to functioning as a diagnostic tool for farmers, the application serves as an interactive learning medium for science education, particularly in agricultural topics. The CNN model achieved an accuracy of 88% on the test dataset, and further evaluation using 100 real-field data samples and a confusion matrix yielded an accuracy of 89%. These findings demonstrate the effectiveness of CNN in image-based disease classification and its potential to enhance the quality of technology-assisted learning in natural science education
Penerapan Design Thinking dalam Perancangan UI/UX Aplikasi Konsultasi Kejiwaan Mahasiswa
Kondisi kesehatan mental di Indonesia, khususnya di kalangan mahasiswa, menunjukkan peningkatan yang mengkhawatirkan terkait masalah psikologis seperti stres, kecemasan, dan depresi. Permasalahan ini sering diperparah oleh kurangnya kesadaran akan pentingnya kesehatan mental serta keterbatasan akses terhadap layanan konsultasi yang memadai. Menanggapi permasalahan tersebut, penelitian ini mengusung tujuan utama untuk merancang sebuah aplikasi konsultasi kejiwaan berbasis web yang spesifik ditujukan bagi mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Universitas Malikussaleh. Pendekatan yang digunakan dalam perancangan ini adalah Design Thinking, sebuah metodologi yang berpusat pada pengguna dan iteratif. Penelitian ini mengadopsi metode kualitatif deskriptif, di mana proses Design Thinking diimplementasikan melalui lima tahapan esensial: Empathize, Define, Ideate, Prototype, dan Test. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.Pada tahap Empathize, dilakukan pra-survei daring kepada 50 responden, dan data kuantitatif yang diperoleh menunjukkan bahwa 96% responden pernah atau kadang-kadang mengalami kesulitan berkonsentrasi. Selanjutnya, pada tahap Test, prototipe diuji menggunakan Usability Testing serta evaluasi ISO 9126. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa aspek Usability berada dalam kategori baik hingga sangat baik, dengan nilai rata-rata di atas 3,5 pada skala Likert.Melalui tahapan-tahapan ini, diharapkan dapat dihasilkan sebuah prototipe aplikasi yang fungsional dan intuitif, dirancang untuk menjadi solusi awal yang efektif dalam membantu mahasiswa mengelola dan mengatasi masalah kesehatan mental mereka. Aplikasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran mahasiswa akan pentingnya menjaga kesehatan mental, serta mempermudah akses terhadap layanan konsultasi profesional secara lebih praktis dan efisien. Dengan demikian, diharapkan kualitas hidup dan performa akademik mahasiswa dapat meningkat secara signifikan.
Application Design Thinking UI/UX Student Mental Health Consultation Application
Abstract
Mental health conditions in Indonesia, especially among university students, show a worrying increase in psychological issues such as stress, anxiety, and depression. This problem is often exacerbated by a lack of awareness about the importance of mental health and limited access to adequate counseling services. In response to these problems, this study has the primary objective of designing a web-based psychological counseling application specifically for students of the Information Systems Study Program at Universitas Malikussaleh. The approach used in this design is Design Thinking, a user-centered and iterative methodology. This research adopts a descriptive qualitative method, where the Design Thinking process is implemented through five essential stages: Empathize, Define, Ideate, Prototype, and Test. Data collection was carried out through observation, interviews, and documentation.In the Empathize stage, an online pre-survey was conducted with 50 respondents, and the quantitative data obtained showed that 96% of respondents had experienced or sometimes experienced difficulty concentrating. Furthermore, in the Test stage, the prototype was tested using Usability Testing, as well as ISO 9126 and Nielsen Heuristics evaluations. The evaluation results showed that the Usability aspect was in the good to very good category, with an average value above 3.5 on a Likert scale.Through these stages, it is hoped that a functional and intuitive application prototype can be produced, designed to be an effective initial solution to help students manage and overcome their mental health problems. This application is expected to increase students' awareness of the importance of maintaining mental health, as well as facilitate their access to professional consultation services in a more practical and efficient manner. Thus, it is hoped that the quality of life and academic performance of students can increase significantly
Development of Discovery Learning-Based Student Worksheets for IPAS Learning in Elementary School
Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis Discovery Learning dikembangkan sebagai salah satu bahan ajar yang bertujuan menstimulasi keterlibatan aktif peserta didik dalam menemukan konsep pembelajaran secara mandiri. Keterbatasan penggunaan LKPD yang secara sistematis menerapkan pendekatan penemuan dalam konteks Kurikulum Merdeka menjadi dasar penting dilaksanakannya penelitian ini. Penyusunan LKPD mengikuti tahapan model Discovery Learning, yaitu stimulasi, identifikasi masalah, pengumpulan data, pengolahan data, verifikasi, dan generalisasi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan LKPD berbasis Discovery Learning serta menguji tingkat validitas dan kemenarikan produk melalui penilaian ahli materi, ahli bahasa, ahli media, dan tanggapan peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri atas lima tahap: analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Hasil validasi menunjukkan bahwa penilaian ahli materi mencapai 92%, ahli bahasa 88%, dan ahli media 90%, yang seluruhnya termasuk dalam kategori sangat valid. Sementara itu, respons peserta didik terhadap aspek kemenarikan mencapai 82% dengan kategori sangat menarik. Dengan demikian, LKPD berbasis Discovery Learning yang dikembangkan dinyatakan valid, menarik, serta layak digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini turut memberikan kontribusi terhadap pengembangan bahan ajar kontekstual yang mendukung pembelajaran aktif dan mandiri sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka.
Development of Discovery Learning-Based Student Worksheets for IPAS Learning in Elementary School
Abstract
The Student Worksheet (LKPD) based on Discovery Learning was developed as one of the teaching materials aimed at stimulating students' active involvement in independently discovering learning concepts. The limited use of LKPD (Student Worksheets) that systematically applies a discovery approach within the context of the Merdeka Curriculum is an important basis for conducting this research. The preparation of the LKPD follows the stages of the Discovery Learning model, namely stimulation, problem identification, data collection, data processing, verification, and generalization. This research aims to develop Discovery Learning-based student worksheets and test the product's validity and attractiveness thru assessments by content experts, language experts, media experts, and student responses. The research method used is Research and Development (R&D) with the ADDIE development model, which consists of five stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The validation results show that the material expert assessment reached 92%, the linguist 88%, and the media expert 90%, all of which fall into the very valid category. Meanwhile, student responses to the attractiveness aspect reached 82%, which is considered very attractive. Thus, the Discovery Learning-based LKPD developed is declared valid, interesting, and suitable for use in learning activities. This research also contributes to the development of contextual teaching materials that support active and independent learning in accordance with the principles of the Merdeka Curriculum.Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis Discovery Learning dikembangkan sebagai salah satu bahan ajar yang bertujuan menstimulasi keterlibatan aktif peserta didik dalam menemukan konsep pembelajaran secara mandiri. Keterbatasan penggunaan LKPD yang secara sistematis menerapkan pendekatan penemuan dalam konteks Kurikulum Merdeka menjadi dasar penting dilaksanakannya penelitian ini. Penyusunan LKPD mengikuti tahapan model Discovery Learning, yaitu stimulasi, identifikasi masalah, pengumpulan data, pengolahan data, verifikasi, dan generalisasi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan LKPD berbasis Discovery Learning serta menguji tingkat validitas dan kemenarikan produk melalui penilaian ahli materi, ahli bahasa, ahli media, dan tanggapan peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri atas lima tahap: analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Hasil validasi menunjukkan bahwa penilaian ahli materi mencapai 92%, ahli bahasa 88%, dan ahli media 90%, yang seluruhnya termasuk dalam kategori sangat valid. Sementara itu, respons peserta didik terhadap aspek kemenarikan mencapai 82% dengan kategori sangat menarik. Dengan demikian, LKPD berbasis Discovery Learning yang dikembangkan dinyatakan valid, menarik, serta layak digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini turut memberikan kontribusi terhadap pengembangan bahan ajar kontekstual yang mendukung pembelajaran aktif dan mandiri sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka.
Development of Discovery Learning-Based Student Worksheets for IPAS Learning in Elementary School
Abstract
The Student Worksheet (LKPD) based on Discovery Learning was developed as one of the teaching materials aimed at stimulating students' active involvement in independently discovering learning concepts. The limited use of LKPD (Student Worksheets) that systematically applies a discovery approach within the context of the Merdeka Curriculum is an important basis for conducting this research. The preparation of the LKPD follows the stages of the Discovery Learning model, namely stimulation, problem identification, data collection, data processing, verification, and generalization. This research aims to develop Discovery Learning-based student worksheets and test the product's validity and attractiveness thru assessments by content experts, language experts, media experts, and student responses. The research method used is Research and Development (R&D) with the ADDIE development model, which consists of five stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The validation results show that the material expert assessment reached 92%, the linguist 88%, and the media expert 90%, all of which fall into the very valid category. Meanwhile, student responses to the attractiveness aspect reached 82%, which is considered very attractive. Thus, the Discovery Learning-based LKPD developed is declared valid, interesting, and suitable for use in learning activities. This research also contributes to the development of contextual teaching materials that support active and independent learning in accordance with the principles of the Merdeka Curriculum
Hubungan Dukungan Keluarga, Kepatuhan Berobat, dan Tingkat Stres Terhadap Keberhasilan Adaptasi pada Pasien Diabetes Mellitus dengan Neuropati Diabetik di RS Royal Prima Medan
Diabetes Mellitus (DM) adalah penyakit kronis dengan prevalensi tinggi secara global, di mana neuropati diabetik merupakan salah satu komplikasi yang sering dialami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dukungan keluarga, kepatuhan berobat, dan tingkat stres terhadap keberhasilan adaptasi pada pasien diabetes melitus dengan neuropati diabetik di RS Royal Prima Medan. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner dukungan keluarga berdasarkan model Nursalam yang terdiri dari 12 pertanyaan, kuesioner MMAS-8 untuk mengukur kepatuhan berobat, dan instrumen untuk mengukur tingkat stres. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan Uji Fisher Exact Test apabila data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien mendapatkan dukungan keluarga yang tinggi (73,3%) dan menunjukkan adaptasi yang baik (83,3%). Meskipun uji statistik menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dan adaptasi pasien (p = 0,460), secara klinis, dukungan keluarga tetap memegang peranan penting dalam mendukung adaptasi pasien. Faktor-faktor lain seperti usia, tingkat pendidikan, dan durasi penyakit juga berperan dalam proses adaptasi. Temuan ini mengindikasikan pentingnya dukungan keluarga dalam pengelolaan diabetes melitus dan menyarankan perlunya program dukungan keluarga di rumah sakit. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi faktor-faktor lain yang mempengaruhi adaptasi pasien, seperti tingkat stres, pendidikan, dan tingkat keparahan penyakit.
The Relationship between Family Support, Treatment Compliance, and Stress Levels on Adaptation Success in Diabetes Mellitus Patients with Diabetic Neuropathy at Royal Prima Hospital Medan
Abstract
Diabetes Mellitus (DM) is a chronic disease with high global prevalence, and diabetic neuropathy is a common complication. This study aims to analyze the relationship between family support, medication adherence, and stress levels on the adaptation success of diabetes mellitus patients with diabetic neuropathy at Royal Prima Hospital Medan. This study uses a quantitative design with a cross-sectional approach. Data were collected using a family support questionnaire based on the Nursalam model consisting of 12 questions, the MMAS-8 questionnaire to measure medication adherence, and an instrument to measure stress levels. Data obtained were analyzed using Chi-Square test and Fisher Exact Test when data were not normally distributed. The results show that most patients received high family support (73.3%) and demonstrated good adaptation (83.3%). Although statistical tests showed no significant relationship between family support and patient adaptation (p = 0.460), clinically, family support plays an important role in supporting adaptation. Other factors such as age, education level, and disease duration also influence adaptation. These findings indicate the importance of family support in diabetes management and suggest the need for family support programs in hospitals. Further research is recommended to explore other factors affecting patient adaptation, such as stress levels, education, and disease severity.Diabetes Mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit kronis yang memiliki prevalensi tinggi secara global. Menurut data dari International Diabetes Federation (IDF), pada tahun 2021 diperkirakan lebih dari 537 juta orang dewasa di dunia hidup dengan diabetes, dengan angka ini terus meningkat setiap tahunnya. Neuropati diabetik merupakan salah satu komplikasi yang sering dialami oleh pasien DM. Penelitian ini bertujuan tingkat dukungan keluarga, kepatuhan berobat, dan Tingkat stress pada pasien diabetes mellitus yang mengalami neuropati diabetik. Menganalisis hubungan antara kepatuhan berobat dengan keberhasilan adaptas Penelitian ini menggunakan desain Kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional, terdiri dari kuesioner dukungan keluarga berdasarkan model Nursalam, yang terdiri atas total 12 pertanyaan. Pertanyaan-pertanyaan tersebut terbagi ke dalam tiga kategori, yaitu 4 pertanyaan mengenai dukungan emosional dan penghargaan, 4 pertanyaan terkait dukungan fasilitas, serta 4 pertanyaan tentang dukungan informasi atau pengetahuan. Serta menggunakan kuesioner MMAS-8 untuk mengukur keteraturan berobatnya lalu dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan apabila data yang diperoleh tidak berdistribusi normal maka menggunkan analisis uji non-parametrik dengan menggunakan rumus Uji Fisher Exact Test. Hasil penelitian ini tidak terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan adaptasi pasien diabetes melitus dengan neuropati diabetic. Meskipun demikian, secara klinis dukungan keluarga tetap memiliki peranan penting dalam proses adaptasi pasien yang mengalami neuropati diabetik karena faktor lain yang juga berperan, seperti usia, tingkat pendidikan, diabetes yang diderita selama bertahun-tahun, dan tingkat keparahan komplikasi
Penerapan Metode Economic Order Quantity dalam Menentukan Bahan Baku Kopi Pada UD. Mojago Kotamobagu
Penelitian ini mengkaji penerapan metode Economic Order Quantity (EOQ) dalam pengelolaan persediaan bahan baku di UD. Mojago Kotamobagu, produsen kopi di Kotamobagu. Tujuannya adalah untuk menentukan kuantitas pemesanan optimal bahan baku kopi, sehingga dapat mengurangi biaya pemesanan dan penyimpanan. Data dikumpulkan dari catatan keuangan dan operasional perusahaan selama satu tahun. Implementasi EOQ menghasilkan pengurangan biaya penyimpanan sebesar 15% serta peningkatan perputaran persediaan. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa meskipun EOQ efektif, metode ini memerlukan penyesuaian terhadap fluktuasi permintaan dan kondisi pasar yang dinamis. Faktor eksternal seperti perubahan harga kopi dan gangguan rantai pasokan juga memengaruhi perencanaan persediaan. Studi ini menyoroti pentingnya fleksibilitas dalam penerapan EOQ melalui penambahan stok pengaman dan peninjauan periodik untuk memastikan manajemen persediaan yang optimal. Temuan ini memberikan rekomendasi praktis bagi UMKM serupa di industri kopi yang ingin meningkatkan efisiensi operasional dan penghematan biaya melalui manajemen persediaan yang lebih baik.
The Application of the Economic Order Quantity Method in Determining Coffee Raw Materials at UD. Mojago KotamobaguAbstractThis study examines the application of the Economic Order Quantity (EOQ) method in managing raw material inventory at UD. Mojago Kotamobagu, a coffee producer in Kotamobagu. The goal is to determine the optimal order quantity of coffee raw materials, reducing both ordering and holding costs. Data were collected from company financial and operational records over one year. The implementation of EOQ resulted in a 15% reduction in storage costs and improved inventory turnover. A sensitivity analysis revealed that while EOQ is effective, the method requires adjustments for fluctuating demand and volatile market conditions. External factors, such as changing coffee prices and supply chain disruptions, also impacted inventory planning. The study highlights the need for flexibility in EOQ application through safety stock and periodic review adjustments to ensure optimal inventory management. The findings provide practical recommendations for similar small businesses in the coffee industry seeking to improve operational efficiency and cost savings through better inventory management