Empiricism Journal
Not a member yet
400 research outputs found
Sort by
Upaya Pemberdayaan Keterampilan Istri Keluarga Nelayan di Kelurahan Kolo, Kecamatan Asakota, Kota Bima
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya partisipasi dan keterampilan istri nelayan dalam kegiatan ekonomi keluarga di Kelurahan Kolo, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Kondisi tersebut menyebabkan ketergantungan ekonomi terhadap suami dan terbatasnya kontribusi perempuan dalam meningkatkan kesejahteraan rumah tangga. Penelitian ini menjadi penting karena di wilayah tersebut belum banyak dilakukan program pemberdayaan yang berfokus pada peningkatan keterampilan produktif perempuan pesisir. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam upaya pemberdayaan keterampilan (skill) istri keluarga nelayan di Kelurahan Kolo sebagai strategi peningkatan kapasitas ekonomi keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap tujuh istri nelayan serta tiga informan kunci dari unsur pemerintah kelurahan dan tokoh masyarakat. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan keterampilan berdampak signifikan pada tiga aspek utama: (1) peningkatan keterampilan teknis melalui pelatihan pengolahan hasil laut berbasis potensi lokal; (2) peningkatan pendapatan keluarga dan diversifikasi sumber penghasilan; serta (3) penguatan peran sosial perempuan dalam kelompok usaha dan komunitas. Secara teoritis, temuan ini memperkuat konsep pemberdayaan perempuan dalam perspektif sosiologi pembangunan, sedangkan secara praktis memberikan dasar bagi pemerintah daerah untuk merancang program pelatihan dan pendampingan berkelanjutan bagi perempuan nelayan.
Efforts to Empower the Skills of Wives from Fishing Households in Kolo Urban Village, Asakota District, Bima City
Abstract
This study is motivated by the low participation and skills of fishermen's wives in family economic activities in Kolo Village, Asakota District, Bima City. This condition causes economic dependence on their husbands and limits women's contributions to improving household welfare. This study is important because in the area, there have been few empowerment programs focusing on enhancing the productive skills of coastal women. Therefore, this study aims to examine in depth the efforts to empower the skills of fishermen's wives in Kolo Village as a strategy to improve family economic capacity. This study uses a qualitative approach with a case study method. Data were obtained through in-depth interviews, observation, and documentation involving seven fishermen's wives and three key informants from the village government and community leaders. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model, which includes reduction, presentation, and drawing conclusions. The study results indicate that skills empowerment has a significant impact on three main aspects: (1) improvement of technical skills through marine product processing training based on local potential; (2) increase in family income and diversification of income sources; and (3) strengthening the social role of women in business groups and the community. Theoretically, these findings reinforce the concept of women's empowerment from a development sociology perspective, while practically providing a basis for local governments to design sustainable training and mentoring programs for women fishermen
Produktivitas Kambing Perah Peranakan Ettawa (PE) pada Tingkat Kelompok Tani Ternak (KTT) di Lombok Timur (Studi Kasus Body Condition Score dan Grade)
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi produktivitas kambing Peranakan Ettawa (PE) di Kabupaten Lombok Timur dengan fokus pada Body Condition Score (BCS) dan Grade kambing pada tingkat Kelompok Tani Ternak (KTT). Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pemilihan desa sampel berdasarkan keberadaan KTT kambing PE. Responden terdiri dari 60 peternak yang dipilih secara sensus di tiga kecamatan di Lombok Timur. Variabel yang diamati mencakup BCS dan Grade kambing PE pada kelompok umur 0,8–12 bulan, >12–18 bulan, dan >18–24 bulan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Arithmetic Mean dan Standar Deviasi dengan perangkat lunak MS Excel 2007 dan dibahas secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 6 KTT dengan total populasi kambing PE sebanyak 258 ekor, terdiri dari 110 ekor jantan dan 148 ekor betina, dengan rata-rata kepemilikan kambing per peternak sekitar 4,3 ekor. Pada kambing jantan, nilai BCS 2.0 ditemukan pada 43,1% kambing umur 0,8–12 bulan, 52,0% pada umur >12–18 bulan, dan 59,3% pada umur >18–24 bulan. Nilai BCS 3.0 ditemukan pada 56,9% kambing umur 0,8–12 bulan, 48,0% pada umur >12–18 bulan, dan 40,7% pada umur >18–24 bulan. Untuk Grade, kambing jantan umur 0,8–12 bulan sebagian besar (84,5%) mencapai Grade B, dengan hanya 37% mencapai Grade B pada umur >18–24 bulan. Pada kambing betina, nilai BCS 2.0 ditemukan pada 55,0% kambing umur 0,8–12 bulan dan 54,5% pada umur >18–24 bulan, sementara nilai BCS 3.0 ditemukan pada 45,0% kambing umur 0,8–12 bulan dan 72,7% pada umur >12–18 bulan. Grade C mendominasi pada kambing betina umur >12–18 bulan dan >18–24 bulan. Tidak ditemukan kambing dengan BCS 4.0 atau 5.0 serta Grade A, yang kemungkinan disebabkan oleh penurunan genetik dan kurangnya perhatian terhadap kualitas serta kuantitas pakan, terutama pakan penguat.
Productivity of Ettawa Crossbreed Dairy Goats (PE) at The Farmers Group (KTT) In East Lombok (Case Study of Body Condition Score and Grade)
Abstract
This study aims to evaluate the productivity of Peranakan Ettawa (PE) goats in East Lombok Regency, focusing on the Body Condition Score (BCS) and Grade of goats at the farmer group (Kelompok Tani Ternak, KTT) level. The study used a survey method, with sample villages selected based on the presence of PE goat farmer groups. Respondents consisted of 60 farmers chosen by census from three subdistricts in East Lombok. The variables observed include BCS and Grade of PE goats in the age groups of 0.8–12 months, >12–18 months, and >18–24 months. The collected data were analyzed using Arithmetic Mean and Standard Deviation with MS Excel 2007 and discussed descriptively. The results showed that there were 6 target KTTs with a total population of 258 PE goats, consisting of 110 male and 148 female goats, with an average of 4.3 goats per farmer. For male goats, BCS 2.0 was found in 43.1% of goats aged 0.8–12 months, 52.0% at >12–18 months, and 59.3% at >18–24 months. BCS 3.0 was found in 56.9% of goats aged 0.8–12 months, 48.0% at >12–18 months, and 40.7% at >18–24 months. For Grade, 84.5% of male goats aged 0.8–12 months achieved Grade B, with only 37% reaching Grade B at >18–24 months. For female goats, BCS 2.0 was found in 55.0% of goats aged 0.8–12 months and 54.5% at >18–24 months, while BCS 3.0 was found in 45.0% of goats aged 0.8–12 months and 72.7% at >12–18 months. Grade C dominated in female goats aged >12–18 months and >18–24 months. No goats with BCS 4.0 or 5.0 or Grade A were found, which is likely due to genetic decline and a lack of attention to the quality and quantity of feed, especially supplemental feed
Efektivitas Dua Model Latihan Plyometric terhadap Peningkatan Power Otot Tungkai dan Kecepatan Shooting pada Pemain Sepak Bola Usia Sekolah
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas dua model latihan plyometric, yaitu Single Leg Hop Progression (SLHP) dan Multiple Box to Box Jump with Single Leg Landing (MBTBJ), terhadap peningkatan power otot tungkai dan kecepatan shooting pada pemain sepak bola usia sekolah. Penelitian ini dilaksanakan pada tahun 2025 di SMKN 1 Sekotong dengan desain eksperimen faktorial 2×2 yang melibatkan 36 siswa ekstrakurikuler sepak bola, dibagi menjadi dua kelompok perlakuan dan satu kelompok kontrol. Instrumen penelitian meliputi vertical jump test untuk mengukur power otot tungkai dan perangkat Dartfish Motion Analysis untuk menilai kecepatan shooting. Analisis data dilakukan menggunakan uji paired t-test dan MANOVA pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua model latihan memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan power otot tungkai dan kecepatan shooting dibandingkan latihan konvensional (Wilks’ ? = 0,293; p < 0,05). Latihan MBTBJ meningkatkan kecepatan shooting rata-rata sebesar 3,62 detik dan power otot tungkai sebesar 255,83 watt, sedangkan SLHP meningkatkan power sebesar 177,07 watt. Efektivitas MBTBJ disebabkan oleh karakteristik latihan yang menekankan beban eksentrik lebih tinggi dan koordinasi gerak pendaratan satu kaki, sedangkan SLHP lebih berkontribusi pada peningkatan keseimbangan dan stabilitas dinamis. Kedua model latihan efektif meningkatkan performa shooting dan daya eksplosif tungkai, dengan MBTBJ menunjukkan hasil yang lebih besar. Kombinasi SLHP dan MBTBJ direkomendasikan sebagai strategi latihan berbasis bukti untuk meningkatkan performa pemain muda di tingkat sekolah.
Abstract
This study aims to analyze the effectiveness of two plyometric training models, namely Single Leg Hop Progression (SLHP) and Multiple Box to Box Jump with Single Leg Landing (MBTBJ), on increasing leg muscle power and shooting speed in school-age soccer players. This study was conducted in 2025 at SMKN 1 Sekotong, utilizing a 2x2 factorial experimental design that involved 36 extracurricular soccer students, divided into two treatment groups and one control group. The research instruments included a vertical jump test to measure leg muscle power and a Dartfish Motion Analysis device to assess shooting speed. Data analysis was performed using a paired t-test and MANOVA at a significance level of 0.05. The results showed that both training models had a significant effect on increasing leg muscle power and shooting speed compared to conventional training (Wilks’ ? = 0.293; p < 0.05). The MBTBJ training increased shooting speed by 3.62 seconds on average and leg muscle power by 255.83 watts, while the SLHP training increased power by 177.07 watts. The effectiveness of the MBTBJ training is attributed to its training characteristics, which emphasize higher eccentric loads and single-leg landing coordination. In contrast, the SLHP training contributes more to improving balance and dynamic stability. Both training models effectively improve shooting performance and leg explosive power, with the MBTBJ training showing greater results. The combination of the SLHP and MBTBJ training is recommended as an evidence-based training strategy to improve the performance of young players at the school level
Perkawinan Beda Agama di Indonesia: Kajian, Isu dan Perkembangan Interfaith Marriage in Indonesia: Themes, Issues, and Research TrendsPenelitian
Penelitian ini bertujuan untuk memetakan kajian, isu utama, perkembangan penelitian mengenai perkawinan beda agama di Indonesia. Penelitian dilakukan gunan menjawab pertanyaan penelitian, 1. Bagaimana peta kajian dan tren penelitian mengenai pernikahan beda agama di Indonesi dalam literatur akademik 2. Apa isu dan diskursus tentang ‘pernikahan beda agama di Indonesia’, serta apa implikasi teoritis dan praktis dari temuan tersebut. Menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR), penelitian ini menganalisis 55 artikel terindeks Scopus yang diterbitkan pada periode 2020–2025. Data dianalisis dengan pendekatan kualitatif berbasis tematik dan didukung pemetaan bibliometrik menggunakan VOSviewer untuk mengidentifikasi kata kunci dominan, kolaborasi penulis, serta konsentrasi tema penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kajian perkawinan beda agama terbagi ke dalam lima kelompok besar, yaitu: (1) regulasi hukum dan kebijakan negara, (2) fatwa, fikih, dan otoritas keagamaan, (3) hak asasi manusia dan konstitusionalisme, (4) praktik administratif dan putusan pengadilan, serta (5) perspektif sosio-antropologis dan psikologis. Temuan-temuan tersebut menegaskan bahwa perdebatan mengenai perkawinan beda agama tidak hanya berfokus pada legalitas, tetapi juga pada dinamika keluarga, identitas anak, interaksi sosial, dan ketegangan antara otoritas agama serta negara dalam menentukan keabsahan perkawinan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kajian akademik tentang perkawinan beda agama di Indonesia bersifat multidisipliner dan terus berkembang, namun masih memerlukan pemetaan empiris yang lebih kuat, integrasi pendekatan interdisipliner, dan pengembangan analisis yang lebih kontekstual untuk menjawab kompleksitas sosial dan hukum yang muncul. Penelitian ini membuka peluang riset masa depan, dengan pendekatan multidisipliner yang lebih komprehensif.
Abstract
This study aims to map the scholarship, key issues, and research developments on interfaith marriage in Indonesia. It is conducted to answer two research questions: (1) How are the research landscape and trends on interfaith marriage in Indonesia represented in academic literature? and (2) What issues and discourses shape the study of interfaith marriage in Indonesia, and what are the theoretical and practical implications of these findings? Using a Systematic Literature Review (SLR) method, this study analyzes 55 Scopus-indexed articles published between 2020 and 2025. The data were examined through a qualitative thematic approach and supported by bibliometric mapping using VOSviewer to identify dominant keywords, author collaborations, and thematic concentrations. The findings reveal five major clusters of research: (1) legal regulations and state policies, (2) fatwas, Islamic jurisprudence, and religious authorities, (3) human rights and constitutionalism, (4) administrative practices and judicial decisions, and (5) socio-anthropological and psychological perspectives. These results demonstrate that debates on interfaith marriage extend beyond legal validity to include family dynamics, child identity formation, social interaction, and tensions between religious authority and the state in determining marital legitimacy. The study concludes that academic research on interfaith marriage in Indonesia is multidisciplinary and continues to expand, yet still requires stronger empirical mapping, deeper interdisciplinary integration, and more contextualized analysis to address emerging social and legal complexities. This research also highlights opportunities for future studies through more comprehensive multidisciplinary approachePenelitian ini bertujuan untuk memetakan kajian, isu utama, perkembangan penelitian mengenai perkawinan beda agama di Indonesia. Penelitian dilakukan guna menjawab pertanyaan penelitian, 1. Bagaimana peta kajian dan tren penelitian mengenai pernikahan beda agama di Indonesia dalam literatur akademik 2. Apa isu dan diskusi tentang 'pernikahan beda agama di Indonesia', serta apa yang mengesankan secara teoritis dan praktis temuan tersebut. Menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR), penelitian ini menganalisis 55 artikel terindeks Scopus yang diterbitkan pada periode 2020–2025. Data dianalisis dengan pendekatan kualitatif berbasis tematik dan didukung pemetaan bibliometrik menggunakan VOSviewer untuk mengidentifikasi kata kunci dominan, kolaborasi penulis, serta konsentrasi tema penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kajian perkawinan beda agama terbagi ke dalam lima kelompok besar, yaitu: (1) peraturan hukum dan kebijakan negara, (2) fatwa, fikih, dan otoritas keagamaan, (3) hak asasi manusia dan konstitusionalisme, (4) praktik administratif dan keputusan pengadilan, serta (5) perspektif sosio-antropologis dan psikologis. Temuan-temuan tersebut menegaskan bahwa yang berkaitan dengan perkawinan beda agama tidak hanya terfokus pada legalitas, tetapi juga pada dinamika keluarga, identitas anak, interaksi sosial, dan ketegangan antara otoritas agama serta negara dalam menentukan keabsahan perkawinan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kajian akademik tentang perkawinan beda agama di Indonesia bersifat multidisipliner dan terus berkembang, namun masih memerlukan pemaparan empiris yang lebih kuat, integrasi pendekatan interdisipliner, dan analisis pengembangan yang lebih kontekstual untuk menjawab kompleksitas sosial dan hukum yang muncul. Penelitian ini membuka peluang penelitian masa depan, dengan pendekatan multidisipliner yang lebih komprehensif.
Abstrak
Kajian ini bertujuan untuk memetakan kajian, isu-isu kunci, dan perkembangan penelitian tentang perkawinan beda agama di Indonesia. Studi ini dilakukan untuk menjawab dua pertanyaan penelitian: (1) Bagaimana lanskap penelitian dan tren perkawinan beda agama di Indonesia terwakili dalam akademi sastra? dan (2) Isu dan wacana apa yang membentuk kajian perkawinan beda agama di Indonesia, dan apa yang mencerminkan teori dan praktis dari temuan-temuan ini? Dengan menggunakan metode Tinjauan Pustaka Sistematis (SLR), penelitian ini menganalisis 55 artikel terindeks Scopus yang diterbitkan antara tahun 2020 dan 2025. Data diperiksa melalui pendekatan tematik kualitatif dan didukung oleh analisis bibliometrik menggunakan VOSviewer untuk mengidentifikasi kata kunci dominan, kolaborasi penulis, dan konsentrasi tematik. Temuan-temuan ini mengungkapkan lima kelompok penelitian utama: (1) peraturan hukum dan kebijakan negara, (2) fatwa, yurisprudensi Islam, dan otoritas keagamaan, (3) hak asasi manusia dan konstitusionalisme, (4) praktik administrasi dan keputusan pengadilan, dan (5) perspektif sosio-antropologis dan psikologis. Hasil-hasil ini menunjukkan bahwa terjadi tentang perkawinan beda agama yang meluas melampaui validitas hukum dan mencakup dinamika keluarga, pembentukan identitas anak, interaksi sosial, serta ketegangan antara otoritas agama dan negara dalam menentukan legitimasi perkawinan. Studi ini menyimpulkan bahwa penelitian akademis tentang perkawinan beda agama di Indonesia bersifat multidisiplin dan terus berkembang, namun masih memerlukan pemetaan empiris yang lebih kuat, integrasi interdisipliner yang lebih mendalam, dan analisis yang lebih kontekstual untuk mengatasi kompleksitas sosial dan hukum yang muncul. Penelitian ini juga menyoroti peluang untuk studi-studi mendatang melalui pendekatan multidisiplin yang lebih komprehensif.
Kata Kunci: Pernikahan beda agama, SLR, Studi, Is
Perbandingan Tarif Pajak dan Produk Domestik Bruto (PDB) Antar Negara
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara tarif pajak dan pertumbuhan ekonomi yang diukur dengan Produk Domestik Bruto (PDB) di 145 negara pada tahun 2024. Menggunakan analisis uji korelasi, hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan signifikan antara tarif pajak, baik tarif pajak perusahaan maupun pajak pribadi dengan PDB. Koefisien korelasi antara PDB dan tarif pajak perusahaan adalah -0.03 dengan p-value 0.73, sedangkan antara PDB dan tarif pajak pribadi adalah -0.033 dengan p-value 0.696, yang menunjukkan bahwa perubahan tarif pajak tidak secara langsung mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Meskipun demikian, analisis perbedaan tarif pajak berdasarkan tingkat PDB negara menunjukkan bahwa negara dengan PDB tinggi cenderung memiliki tarif pajak penghasilan pribadi yang lebih tinggi (rata-rata 32%) dibandingkan dengan negara dengan PDB rendah (rata-rata 28%). Namun, tidak ditemukan perbedaan signifikan dalam tarif pajak perusahaan antara kedua kelompok negara, dengan nilai rata-rata pajak perusahaan di negara dengan PDB tinggi sebesar 24.5% dan di negara dengan PDB rendah sebesar 21.5%. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun tarif pajak berperan dalam kebijakan fiskal suatu negara, faktor-faktor lain seperti kapasitas administrasi pajak dan kebijakan pengelolaan ekonomi yang lebih luas lebih dominan dalam mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini menyarankan pentingnya kebijakan pajak yang seimbang, yang mempertimbangkan pendanaan pemerintah tanpa menghambat insentif investasi dan produktivitas..
Comparison of Tax Rates and Gross Domestic Product (GDP) Across Countries
Abstract
This study aims to identify the relationship between tax rates and economic growth measured by Gross Domestic Product (GDP) in 145 countries in 2024. Using correlation analysis, the results show that there is no significant relationship between tax rates, both corporate tax and personal income tax and GDP. The correlation coefficient between GDP and corporate tax rate is -0.03 with a p-value of 0.73, while the correlation between GDP and personal income tax rate is -0.033 with a p-value of 0.696, indicating that changes in tax rates do not directly influence economic growth. However, the analysis of tax rate differences based on the GDP level of countries shows that countries with higher GDP tend to have higher personal income tax rates (an average of 32%) compared to countries with lower GDP (an average of 28%). Nevertheless, no significant difference was found in corporate tax rates between the two groups, with the average corporate tax rate in high GDP countries being 24.5% and in low GDP countries being 21.5%. These findings suggest that although tax rates play a role in a country's fiscal policy, other factors such as tax administration capacity and broader economic management policies are more dominant in influencing economic growth. This study recommends the importance of a balanced tax policy that considers government financing needs without hindering investment incentives and productivity
Pembuatan Biobriket dari Kulit Buah Mahoni dengan Variasi Jenis dan Konsentrasi Perekat
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi jenis dan konsentrasi perekat biobriket berbahan dasar kulit buah mahoni terhadap nilai kalor dan laju pembakaran. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang dilakukan dalam tiga tahap yaitu preperasi bahan, pembuatan biobriket, dan pengujian biobriket. Komposisi bahan menggunakan bahan baku Arang Kulit Buah Mahoni (AKBM) ditambah dengan dua jenis perekat yaitu Perekat Tepung Tapioka (PTT) 10%+90%; 12,5%+87,5%; 15%+85% dan Perekat Tepung Ketan (PTK) 10%+90%; 12,5%+87,5; 15%+85%. Berdasarkan hasil penelitian nilai kalor yang diperoleh berkisar antara 7.026 – 9.636 kalori dan laju pembakaran yang berkisar 0,49 – 0,56 g/menit. Berdasarkan hasil penelitian dapat dinyatakan bahwa semakin besar komposisi AKBM maka nilai kalornya semakin tinggi, sedangkan semakin tinggi jumlah persentase perekat yang digunakan maka laju pembakaran yang dihasilkan semakin kecil.
Manufacturing Biobrickets From Mahony Fruit Rind with Variations In Adhesive Types and Concentration
Abstract
This study aims to determine the effect of variations in the type and concentration of binders on the calorific value and burning rate of biobriquettes made from mahogany fruit peel. This research is an experimental study conducted in three stages: material preparation, biobriquette production, and biobriquette testing. The composition consisted of Mahogany Fruit Peel Charcoal (MFPC) as the primary material, combined with two types of binders: Tapioca Flour Binder (TFB) at ratios of 10%+90%; 12,5%+87,5%; and 15%+85%, and Glutinous Rice Flour Binder (GRFB) at ratios of 10%+90%; 12,5%+87,5%; and 15%+85%. The results showed that the calorific values ranged from 7,026 to 9,636 calories, while the burning rates varied between 0.49 and 0.56 g/min. The findings indicate that a higher proportion of MFPC leads to an increased calorific value, whereas a higher binder concentration results in a lower burning rate
Analisis Differential Cost pada UMKM Rumah Makan di Kotamobagu
Perkembangan bisnis digital di Indonesia telah tumbuh pesat, begitu pula dengan kondisi perekonomian, perkembangan teknologi dan informasi saat ini menjadikan berbagai tempat usaha saling bersaing dan memperoleh keuntungan yang besar dalam memenuhi kelangsungan hidup. Untuk mendapatkan keuntungan dalam suatu bisnis memerlukan manajemen yang baik untuk pengambilan keputusan. Keuntungan bisa didapat dari informasi akuntansi diferensial, didalamnya terdapat berbagai pilihan alternatif untuk pengambilan keputusan, salah satunya menerima atau menolak pesanan khusus. Oleh karena itu, usaha ini membutuhkan analisis biaya diferensial dalam pengambilan keputusan menerima atau menolak pesanan khusus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membantu pemilik Rumah Makan dalam pengambilan keputusan menerima atau menolak pesanan khusus. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Metode analisis data yang digunakan yaitu metode analisis deskriptif. Prosedur penulisan data yang digunakan yaitu teknik dokumentasi, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian dengan perhitungan analisis biaya diferensial menunjukkan bahwa menerima pesanan khusus lebih menguntungkan daripada menolak pesanan khusus, dengan selisih keuntungan sebesar delapan juta rupiah. Kesimpulannya, alternatif yang tepat untuk digunakan pada Rumah Makan. Ellok Basamo yaitu dengan menerima pesanan khusus karena dapat meningkatkan laba usaha dibandingkan tidak menerima pesanan khusus.
Analysis of Differential Costs in UMKM Restaurants in Kotamobagu AbstractThe development of digital business in Indonesia has grown rapidly, as well as the current economic conditions, the development of technology and information has made various business places compete with each other and gain great profits in meeting survival. To gain profit in a business requires good management for decision making. Profit can be obtained from differential accounting information, in which there are various alternative choices for decision making, one of which is accepting or rejecting special orders. Therefore, this business requires differential cost analysis in making decisions to accept or reject special orders. The purpose of this study is to help Restaurant owners in making decisions to accept or reject special orders. This study uses a qualitative research type using a quantitative descriptive approach. The data analysis method used is the descriptive analysis method. The data writing procedure used is the documentation, observation, and interview techniques. The results of the study with differential cost analysis calculations show that accepting special orders is more profitable than rejecting special orders, with a profit difference of eight million rupiah. In conclusion, the right alternative to use at Ellok Basamo Restaurant is to accept special orders because it can increase business profits compared to not accepting special orders
Peran Artificial Intelligence dan Manajemen Talenta terhadap Produktivitas Kinerja Karyawan: Studi Kasus di PT. Teknologi Kreasi Padang
Kecerdasan Buatan (AI) semakin diadopsi dalam manajemen sumber daya manusia untuk mendukung efisiensi dan inovasi organisasi. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran AI dalam manajemen talenta serta dampaknya terhadap produktivitas karyawan di PT. Teknologi Kreasi Padang. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, FGD, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi AI memberikan dampak positif dalam berbagai aspek, seperti otomatisasi administrasi, rekrutmen berbasis data, evaluasi kinerja yang transparan, serta pelatihan adaptif. AI juga berperan dalam menyelaraskan sistem kerja dengan ekspektasi Generasi Z, yang menghargai fleksibilitas, kejelasan etika, dan penggunaan teknologi yang intuitif. Namun, keberhasilan AI tidak hanya bergantung pada teknologinya, melainkan juga pada kesiapan organisasi dalam membangun ekosistem kerja yang etis, kolaboratif, dan inklusif. Penelitian ini memberikan implikasi praktis dan teoritis bagi perusahaan jasa digital dalam mengembangkan strategi manajemen SDM berbasis teknologi.
The Role of Artificial Intelligence and Talent Management in Employee Performance Productivity: A Case Study at PT. Teknologi Kreasi Padang
Abstract
Artificial Intelligence (AI) is increasingly adopted in human resource management to support organizational efficiency and innovation. This study aims to examine the role of AI in talent management and its impact on employee productivity at PT. Teknologi Kreasi Padang. Using a qualitative approach with a descriptive case study design, data were collected through semi-structured interviews, participatory observation, focus group discussions, and documentation analysis. The results indicate that AI implementation has a positive impact on various aspects, such as administrative automation, data-driven recruitment, transparent performance evaluation, and adaptive training. AI also helps align work systems with Generation Z’s expectations, who value flexibility, ethical clarity, and intuitive technology use. However, the success of AI depends not only on its technological capabilities but also on the organization's readiness to build an ethical, collaborative, and inclusive work ecosystem. This study provides both practical and theoretical implications for digital service companies in developing technology-based human resource strategies
Analisis Nilai Tukar Nelayan Kecil di Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara
Kecamatan Tanjung merupakan salah satu kawasan pesisir yang terletak di Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Selain potensi wisata, potensi sumberdaya pesisir dan laut Kecamatan Tanjung terutama sektor perikanan juga sangat besar. Mayoritas mata pencaharian masyarakat sekitar pesisir di Kecamatan Tanjung adalah nelayan yang bergantung pada sumberdaya perikanan karena kondisi geografisnya yang merupakan wilayah pesisir. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara dengan tujuan untuk menganalisis: besar pendapatan dan pengeluaran serta tingkat kesejahteraan nelayan berdasarkan indikator Nilai Tukar Nelayan (NTN). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan unit analisis rumah tangga nelayan di Kecamatan Tanjung. Penelitian dilakukan di Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara dengan metode purposive sampling yaitu lokasi dipilih secara sengaja. Penentuan jumlah responden dengan rumus slovin dan diperoleh sebanyak 38 rumah tangga nelayan. Jenis data pada penelitian ini adalah data kualitatif dan kuantitatif dengan sumber data adalah data primer dan sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik survei. Hasil penelitian menunjukkan (1) Rata-rata pendapatan rumah tangga nelayan kecil dari usaha perikanan tangkap sebesar Rp. 35.948.643/tahun. (2) Rata-rata total pendapatan rumah tangga nelayan kecil sebesar Rp. 45.732.613/tahun. (3) Rata-rata pengeluaran rumah tangga nelayan kecil sebesar Rp. 43.228.974/tahun. (4) Berdasarkan hasil penelitian rata-rata dari Nilai Tukar Nelayan (NTN) rumah tangga nelayan kecil di Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara berada pada tingkat sejahtera (NTN > 1), artinya rumah tangga nelayan mampu memenuh kebutuhan primer dan sekundernya.
Analysis of the Exchange Rate of Small Fishermen in Tanjung District North Lombok Regency AbstractTanjung District is a coastal area located in North Lombok Regency, West Nusa Tenggara. Apart from tourism potential, the potential for coastal and marine resources in Tanjung District, especially the fisheries sector, is also very large. The majority of people living around the coast in Tanjung District are fishermen who depend on fisheries resources because of the geographical condition of the coastal area. This research was conducted in Tanjung District, North Lombok Regency with the aim of analyzing: the amount of income and expenditure as well as the welfare level of fishermen based on the Fisherman's Exchange Rate (NTN) indicator. This research uses a descriptive method with the analysis unit of fishing households in Tanjung District. The research was conducted in Tanjung District, North Lombok Regency using a purposive sampling method, namely the location was chosen deliberately. Determining the number of respondents using the Slovin formula resulted in 38 fishing households. The types of data in this research are qualitative and quantitative data with data sources being primary and secondary data. Data collection was carried out using survey techniques. The research results show (1) The average household income of small fishermen from capture fisheries is IDR. 35,948,643/year. (2) The average total household income of small fishermen is IDR. 45,732,613/year. (3) The average household expenditure of small fishermen is IDR. 43,228,974/year. (4) Based on research results, the average Fisherman's Exchange Rate (NTN) of small fishing households in Tanjung District, North Lombok Regency is at the prosperous level (NTN > 1), meaning that fishing households are able to fulfill their primary and secondary needs
Penerapan Digital Accounting dalam Menciptakan Sustainable Business pada UMKM Kuliner di Kota Tomohon
Penerapan teknologi digital, khususnya dalam bentuk akuntansi digital, semakin penting dalam mengelola operasional dan keuangan UMKM, terutama di sektor kuliner. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana penerapan akuntansi digital dapat mendukung keberlanjutan bisnis UMKM kuliner di Kota Tomohon, Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumentasi, penelitian ini mengidentifikasi manfaat utama dari penggunaan teknologi, termasuk efisiensi dalam pengelolaan transaksi, pemantauan keuangan yang lebih baik, serta peningkatan transparansi dan akuntabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan akuntansi digital membantu UMKM dalam mengelola keuangan dengan lebih efisien, menghindari pemborosan, dan mempermudah akses ke pembiayaan. Selain itu, digitalisasi juga mendukung transformasi bisnis yang lebih modern dan berkelanjutan. Meskipun demikian, tantangan utama yang dihadapi adalah adaptasi terhadap teknologi baru dan perubahan dalam kebiasaan pengelolaan keuangan yang telah berlangsung lama. Oleh karena itu, pelatihan dan pendampingan sangat diperlukan untuk memastikan implementasi yang sukses. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan UMKM kuliner di Kota Tomohon dan daerah lain yang menghadapi tantangan serupa.
The Application of Digital Accounting in Creating a Sustainable Business for Culinary UMKM in Tomohon City AbstractThe implementation of digital technology, particularly digital accounting, is increasingly important in managing operations and finances of SMEs, especially in the culinary sector. This study aims to explore how the application of digital accounting can support the sustainability of culinary SMEs in Tomohon City, Indonesia. Using a qualitative approach through interviews, observations, and documentation analysis, this research identifies key benefits of technology use, including efficiency in transaction management, improved financial monitoring, and enhanced transparency and accountability. The findings reveal that digital accounting helps SMEs manage finances more efficiently, avoid waste, and facilitate access to financing. Additionally, digitization supports a more modern and sustainable business transformation. However, the main challenges faced are adapting to new technology and changing long-standing financial management habits. Therefore, training and mentoring are crucial to ensure successful implementation. This research is expected to contribute to the development of culinary SMEs in Tomohon City and other regions facing similar challenges