Empiricism Journal
Not a member yet
400 research outputs found
Sort by
Persepsi Ibu Balita dalam Pemanfaatan Tanaman Obat sebagai Penambah Nafsu Makan Berbasis Tradisional dalam Upaya Pencegahan Stunting
Stunting masih menjadi masalah prioritas di Propinsi Nusa Tenggara Barat, khususnya di Kabupaten Bima. Salah satu penyebab masalah gizi adalah kurangnya asupan makanan dikarenakan anak susah makan. Namun Kabupaten Bima memiliki berbagai tanaman obat berbasis bahan alam lokal sebagai penambah nafsu makan pada balita susah makan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi ibu balita dalam pemanfaatan tanaman obat sebagai penambah nafsu makan berbasis tradisional dalam meningkatkan nafsu makan pada balita sebagai upaya pencegahan stunting. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Fokus penelitian adalah untuk mngetahui lebih mendalam mengenai persepsi ibu balita dalam pemanfaatan tanaman obat sebagai penambah nafsu makan berbasis tradisional dalam upaya pencegahan stunting. Pemilihan informan menggunakan tekhnik purposive dan snowball. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara secara mendalam, observasi dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu. Teknik analisa data menggunakan model miles and huberman. Hasil penelitian adalah ibu balita yang memanfaatkan tanaman obat sebagai penambah nafsu makan pada balitanya memiliki persepsi bahwa tanaman obat berkhasiat untuk meningkatkan nafsu makan pada balitanya, merasa lebih aman digunakan karena tanpa bahan kimia dan sudah terbiasa digunakan secara turun-temurun, serta merasa lebih mudah mendapatkan bahannya. Keluarga sangat berperan dalam mendukung pemanfaatan tanaman obat sebagai penambah nafsu makan, sehingga ibu balita tidak cepat menyerah dalam pola asuh pada anak yang kesulitan makan.
Perceptions of Mothers of Toddlers on the Use of Traditional-Based Medicinal Plants as Appetite Enhancers in Efforts to Prevent Stunting
Abstract
Stunting is still a priority problem in West Nusa Tenggara Province, especially in Bima Regency. One of the causes of nutritional problems is a lack of food intake because children have difficulty eating. However, Bima Regency has various medicinal plants based on local natural ingredients to increase the appetite of toddlers who have trouble eating. This study aims to analyze the perceptions of mothers of toddlers regarding the use of traditional-based medicinal plants as appetite enhancers in increasing appetite in toddlers as an effort to prevent stunting. The research method uses a qualitative approach with a phenomenological design. The focus of the research is to find out more deeply about the perceptions of mothers of toddlers regarding the use of traditional-based medicinal plants as appetite enhancers in efforts to prevent stunting. The selection of informants used purposive and snowball techniques. Data collection was carried out by means of in-depth interviews, observation and documentation. Data validity techniques use source triangulation, technical triangulation, and time triangulation. The data analysis technique uses the Miles and Huberman model. The results of the research were that mothers of toddlers who used medicinal plants to increase the appetite of their toddlers had the perception that medicinal plants were efficacious in increasing the appetite of their toddlers, felt they were safer to use because they were without chemicals and had been used for generations. The family plays a very important role in supporting the use of medicinal plants to increase appetite, so that mothers of toddlers do not give up quickly in parenting children who have difficulty eating
Peran Wanita Masyarakat Dayak Desa Rodaya Kalimantan Barat dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan Lokal
Ketahanan pangan adalah kondisi terpenuhinya kebutuhan pangan bagi rumah tangga yang tercermin dari tersedianya pangan secara cukup, baik dari jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat, untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan. Perempuan sub etnis Dayak Kanayatn adalah salah satu subetnis Dayak yang berdiam di beberapa tempat seperti bengkayan, Landak dan sekitarnya, dengan kebudayaan dalam bercocok tanam yang sudah turun temurun dan mengatur menu makanan keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji peran Perempuan Wanita Dayak Kanayatn yang berdomisili di desa Rodaya Kabupaten Ledo dalam mendukung ketahanan pangan lokal. Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi dan wawancara dengan wanita dan para tokoh masyarakat Rodaya Kalimantan Barat, didukung oleh dokumentasi foto sebagai data tambahan pendukung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa wanita Dayak Kanayatn yang banyak berdiam di desa Rodaya memiliki peran dalam mewujudkan ketahanan pangan lokal melalui usaha-usaha pengaturan logistik kebutuhan pangan keluarga, seperti jenis bibit padi yang akan ditanam, banyaknya gabah yang harus digiling per periode waktu untuk mencukupi kebutuhan pangan keluarga, mengatur takaran beras yang harus dimasak perhari serta menu lauk yang akan dikonsumsi seharian seluruh anggota keluarga, sumber lauk dan cara memperolehnya. Selain itu, juga memikirkan usaha-usaha lain yang dapat dilakukan di sela-sela tugasnya sebagai ibu rumah tangga, untuk meningkatkan pereokonomian keluarga.
The Role of Women in the Dayak Community of Rodaya Village, West Kalimantan, in Achieving Local Food Security
Abstract
Food security is a condition where household food needs are met which is reflected in the availability of sufficient food, both in quantity and quality, safe, diverse, nutritious, equitable and affordable and not in conflict with the religion, beliefs and culture of the community, to be able to live a healthy life. , active and productive in a sustainable manner. Dayak Kanayatn sub-ethnic women are one of the Dayak sub-ethnics who live in several places such as Bengkayan, Landak and surrounding areas, with a culture of farming that has been passed down from generation to generation and regulating the family food menu. The aim of this research is to examine the role of Dayak Kanayatn women who live in Rodaya village, Ledo Regency in supporting local food security. This research was carried out based on a qualitative descriptive approach through observations and interviews with women and community leaders in Rodaya, West Kalimantan, supported by photo documentation as additional supporting data. The results of this research show that Kanayatn Dayak women who live in Rodaya village have a role in realizing local food security through efforts to regulate the logistics of family food needs, such as the type of rice seeds to be planted, the amount of grain that must be milled per period of time to meet needs. family food, determining the amount of rice that must be cooked per day as well as the menu of side dishes that will be consumed throughout the day by all family members, sources of side dishes and how to obtain them. Apart from that, she also thinks about other efforts that can be carried out in between her duties as a housewife, to improve the family's economy
Dampak Perubahan Iklim terhadap Ketahanan Pangan dan Adaptasinya oleh Masyarakat Pesisir
Perubahan iklim global ditandai dengan naiknya volume permukaan air laut, intensitas curah hujan tinggi, dan gelombang/arus yang kuat. Hal ini berdampak pada kehidupan perekonomian di pesisir pulau Kabung. Luapan air laut yang sampai ke pemukiman tersebut menciutkan luar areal pertanian, sehingga produktivitas tanaman pangan akan makin menurun. Tingginya curah hujan dan arus gelombang yang kuat juga menyebabkan rutinitas bernelayan menjadi terganggu karena waktu untuk melaut sangat terbatas sehingga hasil tangkapan yang dapat dijual untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga nelayan juga mengalami penurunan yang drastis. Hal ini tentunya membutuhkan intervensi pemerintah dan seluruh pihak terkait, selain masyarakat pesisir Kabung melakukan adaptasi terhadap dampak perubahan iklim tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji dampak perubahan iklim terhadap ketahan pangan dan adaptasi masyarakat terhadap dampak yang ditimbulkannya. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif, melalui observasi di lapangan dan wawancara dengan masyarakat setempat terutama yang terdampak oleh kondisi perubahan iklim tersebut menggunakan acuan/pedoman wawancara tidak terstruktur sehingga data yang diperoleh lebih mendalam (depth interview). Hasil penelitian menunjukkan perubahan iklim memberikan dampak buruk terhadap tingkat perekonomian masyarakat, disebabkan oleh karena kurangnya hasil tangkapan sehingga keluarga nelayan di pesisir sangat sulit medorong tercapainya ketahanan pangan lokal.
The Impact of Climate Change on Food Security and Its Adaptation by Coastal Communities
Abstract
Global climate change is characterized by rising sea level volume, high rainfall intensity, and strong waves/currents. This has an impact on economic life on the coast of Kabung Island. The overflow of sea water that reaches settlements will shrink agricultural areas, so that the productivity of food crops will decrease further. High rainfall and strong wave currents also cause fishing routines to be disrupted because time to go to sea is very limited so that the catch that can be sold to meet the living needs of fishing families also experiences a drastic decline. This of course requires intervention from the government and all related parties, apart from the Kabung coastal community, to adapt to the impacts of climate change. The aim of this research is to examine the impact of climate change on food security and community adaptation to the impacts it causes. The research was carried out using a descriptive qualitative approach, through field observations and interviews with local communities, especially those affected by climate change conditions, using unstructured interview references/guidelines so that the data obtained was more in-depth (depth interviews). The results of the research show that climate change has a negative impact on the community's economic level, due to the lack of catches, making it very difficult for fishing families on the coast to achieve local food security
Sisi Lain Kurikulum Merdeka di Balik Trilogi Filosofi Ki Hajar Dewantara
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang topik yang sedang diteliti, memvalidasi klaim atau hipotesis yang ada, mengidentifikasi kesenjangan pengetahuan, mengumpulkan data pendukung, dan menyelidiki penelitian sebelumnya yang relevan dengan topik yang sedang dipelajari. Sisi lain kurikulum merdeka yang merupakan peruwujan Pendidikan Merdeka KI Hajar Dewanatara dan dipandang secara ekplisit oleh aliran-aliran filsafat. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian (library research). Library research adalah penelitian yang langsung menyelidiki teks atau manuskrip. Teknik pengumpulan datanya adalah dengan mencari jurnal, wanacara terstruktur dan mengutip perntayataab dalam bentuk video di lini massa yang relevan dengan judul penelitian. Teknik analisis data yang digunakan menekankan pentingnya menganalisis data secara sistematis dan menggabungkan teori dengan temuan empiris. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang fenomena yang diteliti dan menghasilkan temuan yang dapat digunakan untuk pengembangan teori lebih lanjut. Adapun hasil hari penelitian ini yaitu terdapat ke pelaksanaan di lapangan yang mengurangi interaksi antara guru dan murid karena pembelajaran dilakukan secara daring, administrasi yang lebih banyak, moral dan karakter siswa terkontrol secara massif, pemerataan proses pembelajaran yang tidak merata. Kesimpulan hasil penelitian ini menunjukkan ternyata perlu evaluasi dari dampak pembalarajan daring yang terlanjur di publish secara bebas di media sosial sebagai bentuk penerapan merdeka belajar yang berfalsafah pada trilogi Ki Hajar Dewantara ada dampak penerapan kurikulum merdeka yang disampaikan secara publik melalui media sosial yang perlu dipertimbangkan penyelesaiannya.
The Other Side of the Independent Curriculum Behind Ki Hajar Dewantara's Trilogy of Philosophy
Abstract
This research aims to gain a better understanding of the topic being researched, validate existing claims or hypotheses, identify knowledge gaps, gather supporting data, and investigate previous research relevant to the topic being studied. The other side of the independent curriculum which is a development of Independent Education KI Hajar Dewanatara and is viewed explicitly by philosophical schools. This research applies a qualitative approach with the type of research (library research). Library research is research that directly investigates texts or manuscripts. The data collection technique is to search journals, structured interviews and cite events in the form of videos in the mass line that are relevant to the title of the study. The data analysis techniques used emphasize the importance of analyzing data systematically and combining theory with empirical findings. This approach allows researchers to gain a deep understanding of the phenomenon under study and produce findings that can be used for further theory development. The results of this research day are implementation in the field that reduces interaction between teachers and students because learning is carried out online, more administration, morale and character of students are massively controlled, uneven distribution of the learning process. The conclusion of the results of this study shows that it is necessary to evaluate the impact of online learning that has been published freely on social media as a form of application of independent learning with philosophy in the Ki Hajar Dewantara trilogy, there is an impact of implementing an independent curriculum that is delivered publicly through social media that needs to be considered for resolution
Profil Kesulitan Guru IPA dalam Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kurikulum 2013
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesulitan yang dihadapi oleh guru IPA dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kurikulum 2013 di SMP Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat, serta mendeskripsikan solusi yang diberikan oleh guru IPA untuk mengatasi kesulitan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sebanyak 10 guru IPA dari 6 sekolah SMP di Kecamatan Kediri Lombok Barat menjadi partisipan penelitian ini dan diwawancarai menggunakan angket untuk memperoleh gambaran kesulitan yang dialami oleh mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru IPA menghadapi kesulitan dalam berbagai komponen RPP Kurikulum 2013, seperti judul (30%), alokasi waktu (60%), kompetensi inti (35%), kompetensi dasar dan indikator (35%), tujuan pembelajaran (40%), materi pembelajaran (10%), model pembelajaran (26,7%), media dan sumber pembelajaran (15%), kegiatan pembelajaran (30%), dan instrumen penilaian (24%). Guru IPA menyarankan beberapa solusi untuk mengatasi kesulitan ini, antara lain bergabung dalam Kelompok Kerja Guru (KKG), mengikuti Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), dan mengikuti pertemuan workshop penyusunan RPP, dengan penyesuaian yang sesuai dengan kondisi sekolah masing-masing.
Profile of Difficulties of Science Teachers in Preparation of 2013 Curriculum Learning Implementation Plans (RPP)
Abstract
This research aims to identify the difficulties faced by science teachers in developing Lesson Implementation Plans (RPP) based on the 2013 Curriculum in junior high schools in the Kediri District of West Lombok Regency. It also describes the solutions proposed by the science teachers to overcome these difficulties. The research methodology employed a qualitative approach with a descriptive method. A total of 10 science teachers from 6 junior high schools in the Kediri District of West Lombok Regency participated in this study and were interviewed using a questionnaire to obtain an overview of the difficulties they encountered. The research findings indicate that science teachers face difficulties in various components of the RPP based on the 2013 Curriculum, including the title (30%), time allocation (60%), core competencies (35%), basic competencies and indicators (35%), learning objectives (40%), teaching materials (10%), teaching models (26.7%), learning media and resources (15%), learning activities (30%), and assessment instruments (24%). The science teachers suggested several solutions to address these difficulties, such as joining Teacher Working Groups (KKG), participating in Subject Teacher Meetings (MGMP), and attending workshops on RPP development, with adjustments according to the respective school's conditions
Analisis Kerusakan Jalan Menggunakan Metode Bina Marga dan PCI pada Jalan Tgh. Lopan-Bundaran Gerung
Ruas Jalan TGH Lopan-Bundaran Gerung Lombok Barat merupakan jalan nasional yang menghubungkan antara Pulau Bali dan Pulau Sumbawa. Jalan ini mempunyai lebar jalan 7,5 m, dan memiliki panjang ruas 5,91 km, jalan ini sering dilalui oleh kendaraan bermuatan tinggi sehingga mengakibatkan menurunnya kualitas permukaan jalan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui volume lalu lintas harian rata-rata (VLHR), serta jenis dan tingkat kerusakan jalan agar mengetahui jenis pemeliharaan yang akan diterapkan pada ruas tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode Bina Marga dan metode PCI (Pavement Conditiond Index). Hasil penelitian mendapatkan VLHR sejumlah 15.222 smp/hari dan terdapat 7 jenis kerusakan yang terjadi antara lain kerusakan retak kulit buaya sebesar 70,04%, retak melintang sebesar 11,87%, retak kotak-kotak sebesar 11,78%, kegemukan sebesar 3,98%, retak pinggir sebesar 1,78%, amblas sebesar 0,39% dan lubang 0,23%. Untuk penilaian kondisi ruas jalan dengan metode Bina Marga dan metode PCI menghasilkan penilaian yang relatif sama, dengan metode PCI menghasilkan nilai 82,23 dalam kondisi sangat baik (very good) sedangkan metode Bina Marga mendapatkan nilai urutan prioritas 8,47. Maka dari itu jenis pemeliharaan yang dapat diterapkan pada ruas Jalan TGH Lopan-Bundaran Gerung Lombok Barat adalah pemeliharaan rutin.
Road Damage Analysis Using Bina Marga Method and PCI at Road Tgh. Lopan-Bundaran Gerung
Abstract
The TGH Lopan-Bundaran Gerung Road, Lombok Barat, is a national road that connects the islands of Bali and Sumbawa. This road has a road width of 7.5 m, and has a length of 5.91 km, this road is often traversed by high-loaded vehicles, resulting in a decrease in the quality of the road surface. The aim of this study is to determine the average daily traffic volume (VLHR), as well as the type and level of road damage in order to determine the type of maintenance that will be applied to the section. The methods used in this study are the Bina Marga method and the PCI (Pavemend Conditiond Index) method. The results of the study obtained a VLHR of 15,222 smp/day and there were 7 types of damage, including crocodile skin cracking of 70.04%, transverse cracking of 11.87%, square cracking of 11.78%, obesity of 3, 98%, edge cracks 1.78%, subsidence 0.39% and holes 0.23%. For the assessment of road conditions using the Bina Marga method and the PCI method, it turns out that the results are relatively the same, the PCI method produces a score of 82.23 in (very good) condition, while the Bina Marga method gets a priority order value of 8.47. Therefore, the type of maintenance that can be applied to the TGH Lopan-Bundaran Gerung Road,Lombok barat is routine maintenance
Model Intens Berwirausaha terhadap Pengambilan Keputusan Karir Fresh Graduate
Salah satu metode terbaik untuk mengatasi masalah pengangguran di Indonesia adalah kewirausahaan. Jika setiap orang di Indonesia didorong untuk menjadi wirausahawan, baik yang masuk dalam kategori angkatan kerja maupun yang bukan, angka pengangguran pasti akan menurun. Karena kewirausahaan menjadi sangat penting saat ini, tidak banyak penelitian dan konferensi ilmiah yang membahas masalah ini di Indonesia. Penelitian tambahan perlu dilakukan untuk menemukan dan mengembangkan model intensi berwirausaha yang paling sesuai untuk menunjukkan intensi berwirausaha individu, serta definisi paling akurat dari konsep ini. Dalam penelitian ini, model intensi berwirausaha akan dipelajari terkait dengan pengambilan keputusan karir Fresh Graduates. Model ini dapat memberikan gambaran yang tepat tentang kewirausahaan di Indonesia. Studi ini adalah kuantitatif. Fokus penelitian adalah mahasiswa baru Unesa. Jumlah sampel seratus orang yang terdiri dari Fresh Graduate Unesa diambil secara random. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai t-hitung 11,693 lebih besar dari nilai t-tabel 1,994 dan signifikan pada tingkat signifikansi 5%. Nilai t-hitung juga signifikan pada tingkat p=0,000. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa Persepsi Kemungkinan berdampak positif dan signifikan pada keinginan berwirausaha mahasiswa baru.
Entrepreneurial Intense Model of Fresh Graduate Career Decision Making
Abstract
One of the best methods to overcome the problem of unemployment in Indonesia is entrepreneurship. If everyone in Indonesia is encouraged to become an entrepreneur, both those who are in the labor force category and those who are not, the unemployment rate will definitely decrease. Because entrepreneurship is so important nowadays, there are not many scientific studies and conferences discussing this issue in Indonesia. Additional research needs to be conducted to find and develop the most suitable model of entrepreneurial intention to indicate individual entrepreneurial intentions, as well as the most accurate definition of this concept. In this research, the entrepreneurial intention model will be studied in relation to the career decision making of Fresh Graduates. This model could provide an accurate picture of entrepreneurship in Indonesia. This study is quantitative. The focus of the research is new Unesa students. The number of samples of one hundred people consisting of Unesa Fresh Graduates was taken randomly. The results showed that the t-count value of 11.693 was greater than the t-table value of 1.994 and was significant at the 5% significance level. The t-count value is also significant at the p=0.000 level. Therefore, it can be concluded that Perception of Likelihood has a positive and significant impact on new students' entrepreneurial desires
Tradisi Mamaq dalam Konteks Filsafat Pendidikan IPA Masa Depan
Tradisi mamaq oleh nenek moyang masyarakat suku Sasak merupakan suatu kegiatan mengunyah buah pinang, kapur, daun sirih, tembakau, serta diakhiri dengan nyusut. Tujuan dari penulisan ini secara filsafat pendidikan IPA, penulis ingin mengkaji tradisi mamaq ke arah globalisasi dengan berbagai nilai ekonomis dari bahan-bahan mamaq. Juga berbagai manfaat lain dari bahan-bahan mamaq seperti daun sirih yang dapat digunakan sebagai bahan obat kumur hingga pasta gigi yang dapat meningkatkan nilai ekonomi suatu masyarakat local jika dikelola dengan baik. Bahan-bahan mamaq juga berfungs sebagai antiseptic. Penelitian ini adalah studi literature (library research) dengan mengumpulkan publikasi terkait tentang tradisi mamaq dan kearifan local lainnya melalui google scholar dan proquest. Hal ini memungkinkan untuk diteliti lebih lanjut keberlangsungan tradisi kearifan lokal untuk berwirausaha dalam menyongsong masa depan dengan dapat menciptakan lapangan pekerjaan dan industri rumah tangga atau ekonomi kreatif dalam mendukung program pemerintah. Tradisi mamaq secara etnosains juga dapat dikembangkan sebagai bahan bacaan sains atau dapat merekontruksi nilai asli yang berasal dari norma dan kepercayaan masyarakat lokal yang mempengaruh interpretasi dan pemahaman terhadap alam, juga sebagai modul pembelajaran berbasis etnosains yang dapat meningkatkan literasi kimia siswa pada materi larutan penyangga.
The Mamaq Tradition in the Context of the Philosophy of Future Science Education
Abstract
The tradition of mamaq by the ancestors of the Sasak tribe is an activity of chewing betel nuts, lime, betel leaves, tobacco, and ending with nyusut. The aim of this writing is in the philosophy of science education, the author wants to examine the mamaq tradition towards globalization with the various economic values ??of mamaq ingredients. There are also various other benefits of mamaq ingredients such as betel leaves which can be used as mouthwash and toothpaste which can increase the economic value of a local community if managed well. Mamaq ingredients also function as an antiseptic. This research is a literature study (library research) by collecting related publications about the Mamaq tradition and other local wisdom via Google Scholar and Proquest. This makes it possible to investigate further the sustainability of local wisdom traditions for entrepreneurship in facing the future by creating jobs and home industries or creative economy in support of government programs. The ethnoscience mamaq tradition can also be developed as science reading material or can reconstruct original values ??originating from local community norms and beliefs that influence the interpretation and understanding of nature, as well as an ethnoscience-based learning module that can increase students' chemical literacy in buffer solution material
Pengembangan Worksheet Berbasis Discovery Learning pada Materi Fisika Kelas XI untuk Mengetahui Peningkatan Hasil Belajar
Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui kriteria kelayakan worksheet berbasis discovery learning pada mata pelajaran fisika untuk SMA kelas XI semester II dari penilaian dosen ahli media, (2) Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan bahan ajar worksheet berbasis discovery learning. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan (Research and Development). Dengan menggunakan model pengembangan ADDIE, dimana model ADDIE terdiri dari 5 tahap pengembangan yaitu tahap analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Uji kelayakan worksheet berbasis discovery learning menggunakan angket validasi ahli. Hasil belajar kognitif dapat diukur menggunakan soal pre-test dan pos-test. Teknik analisis data menggunakan normalized gain dan effect size. Hasil validasi ahli terhadap pengembangan worksheet berbasis discovery learning menyatakan bahwa sangat layak digunakan pada jenjang SMA khususnya pada pelajaran fisika dengan nilai rata-rata 82,6%. Produk yang dikembangkan berupa worksheet berbasis discovery learning ini mampu meningkatkan hasil belajar siswa dengan skor gain 0,43 dengan kategori sedang dan memiliki ukuran efek terhadap pengaruh penggunaan worksheet berbasis discovery learning dengan effect size sebesar 1,73 dengan kategori tinggi.
Development of Discovery Learning-Based Worksheets for Grade XI Physics Subject to Determine Learning Outcomes Improvement
Abstract
This study aims: (1) determine the eligibility criteria of worksheets -based discovery learning in physics subjects, (2) finding out the improvement of student learning outcomes using worksheets-based discovery learning. This study is Research and Development using the ADDIE model. The ADDIE model consists of 5 stage, namely the analysis, design, development, implementation, and evaluation. The feasibility test of worksheets based discovery learning uses an expert validation questionnaire. Cognitive learning outcomes can be measured using pre-test and post-test questions. The data analysis technique used normalized gain and effect size. The results of expert validation on the development of worksheets based on discovery learning stated that it was very feasible to use at the high school level, especially in physics lessons with an average value of 82.6%. The product developed in the form of discovery learning-based worksheets is able to improve student learning outcomes with a gain score of 0.43 in the moderate category and has an effect size on the influence of the use of discovery learning-based worksheets with an effect size of 1.73 in the high category
Pengaruh Pelaksanaan Kelas Ibu Hamil Terhadap Tingkat Pengetahuan dan Kecemasan Ibu Menghadapi Persalinan di Wilayah Kerja Puskesmas Kuripan
Resiko tinggi dapat mengalami berbagai permasalahan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Kelas ibu hamil resiko tinggi merupakan salah satu program untuk meningkatkan pengetahuan dan menurunkan kecemasan pada ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelaksanaan kelas ibu hamil resiko tinggi terhadap tingkat pengetahuan dan kecemasan ibu dalam menghadapi persalinan. Penelitian ini menggunakan jenis rancangan penelitian pre-eksperiment dengan one group pretest-posttest. Penelitian ini melibatkan 33 ibu hamil yang memenuhi kriteria inklusi. Uji statistik yang digunakan untuk pengetahuan dan kecemasan adalah uji Wilcoxon. Analisis univariat digunakan untuk mendeskripsikan karakteristik dari masing–msing variabel sementara analisis bivariat digunakan untuk mengidentifikasi hubungan antara dua variabel. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan sebelum penyuluhan dengan kategori kurang sebanyak 15 orang (45,5%) dan setelah penyuluhan dengan kategori baik sebanyak 18 orang (54,5%). Sedangkan tingkat kecemasan sebelum penyuluhan dengan kategori tinggi sebanyak 18 orang (54,5%) dan setelah penyuluhan dengan kategori rendah sebanyak 22 orang (66,7%). Setelah dilakukan uji statistik menggunakan wilcoxon nilai signifikan p sebesar 0,000<0,05. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh kelas ibu hamil resiko tinggi terhadap tingkat pengetahuan dan kecemasan ibu menghadapi persalinan.
The Effect of Class Implementation on Level of Knowledge and Anxiety of Pregnant Women Towards Labor in The Working Area of The Kuripan Health Center
Abstract
High-risk pregnant women can experience various problems that are influenced by various factors. The class for high-risk pregnant women is a program to increase knowledge and reduce anxiety in pregnant women. This study aims to determine the effect of implementing classes for high-risk pregnant women on the level of knowledge and anxiety of mothers in facing childbirth. This study used a pre-experimental research design with one group pretest-posttest. This study involved 33 pregnant women who met the inclusion criteria. The statistical test used for knowledge and anxiety is the Wilcoxon test. Univariate analysis is used to describe the characteristics of each variable while bivariate analysis is used to identify the relationship between the two variables. Results: The results showed that the level of knowledge before counseling was in the less category as many as 15 people (45.5%) and after counseling with good categories as many as 18 people (54.5%). While the level of anxiety before counseling in the high category was 18 people (54.5%) and after counseling in the low category were 22 people (66.7%). After statistical tests were carried out using Wilcoxon, the significant value of p was 0.000 <0.05. It can be concluded that there is an influence of the class of high-risk pregnant women on the level of knowledge and anxiety of mothers facing childbirth