Empiricism Journal
Not a member yet
400 research outputs found
Sort by
Kajian Potensi Satwa di Air Terjun Benang Kelambu dan Benang Stokel Kawasan Hutan Lindung Gunung Rinjani
Kawasan hutan lindung Gunung Rinjani yang ada di Dusun Pemotoh desa Aik Berik Sepage, Kecamatan Batu Kliang Utara Kabupaten Lombok Tengah terdapat potensi wisata alamnya yaitu Air Terjun Benang Kelambu dan Air Terjun Benang Stokel. Dari kawasan hutan yang terdapat di desa Aik Berik ini memiliki sumber mata air yang paling besar mengalir ke Kabupaten Lombok Tengah dan Lombok Barat, Kedua air terjun ini memiliki keindahan dan keasrian dan kaya dengan flora dan fauna. Kedua air terjun ini membuat desa Aik Berik sebagai destinasi wisata alam, Air terjun yang seperti ini hanya ada dua di dunia yaitu di benang kelambu dan di Jepang. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui potensi jenis-jenis satwa (nama-nama satwa dan kepadatan satwa). yang berada yang berada di kawasan Wisata Alam Air Terjun Benang Kelambu dan Air Terjun Benang Stokel. Jenis data yang dikumpulkan adalah data primer dan skunder, untuk inventarisasi satwa liar menggunakan transek jalur dan observasi wilayah kawasan air terjun. Dari hasil tansek jalur sejauh 2,3 km dan lebar 4 m ditemukan satwa 2 jenis primate, 5 jenis mamalia, 2 jenis reptile, 12 jenis aves dan 3 jenis insecta, baik itu secara langsung ataupun secara tidak langsung.
Wild Animal Potency of Benang Kelambu and Benang Stokel Waterfall in Rinjani Protected Forest
Abstract
Gunung Rinjani protected forest area in the hamlet village of Aik Berik Pemotoh Sepage, Batu Kliang North Central Lombok regency are potential natural attractions that Waterfalls Benang Kelambu and Benang Stokel. Of forest areas in the villages, Aik Berik has springs that most flow to Central Lombok and West Lombok; the two waterfalls have beauty and beauty and rich flora and fauna. Both these waterfalls make the village of Aik Berik a natural tourist destination, this waterfall as there are only two in the world, namely Benang Kelambu-Benang Stokel and Japan waterfall. This study aimed to determine the potential of these animals (the names of the animals and the density of animals). To determine the potential - the potential resource of other natural sources such as springs, a unique/distinctive, and so forth that are in nature Waterfall Benang Kelambu and Waterfall Benang Stokel. From the results, a tank track of 2.3 km and a width of 4 m discovered two types of primate species, five species of mammals, two types of reptiles, 12 species, and three types of Insecta, either directly or indirectly
Analysis of the Understanding Profile of PPG DALJAB Students Regarding the Pancasila Profile Student in Mardeka Curriculum Learning
This research aims to analyze the understanding of PPG Teachers regarding the profile of Pancasila Students in the context of the Merdeka Belajar Curriculum. The research employed a descriptive study method, involving 37 PPG students in Category I In-Service Training, batch 3 of the year 2023 at the University of Education Mandalika as respondents. The instrument used was a closed questionnaire with 5 indicators, covering teachers' understanding of Pancasila values, integration of Pancasila values in teaching modules, perceptions of the relevance of Pancasila values in the learning process, the impact of implementing the Pancasila student profile, and challenges faced in integrating Pancasila values. The questionnaire was validated and tested for reliability, yielding a Cronbach's Alpha value of 0.872. The research findings indicate that PPG students have a good understanding of Pancasila values. However, challenges exist in effectively integrating these values into the learning process. Potential recommendations for further research suggest exploring various aspects to provide a more comprehensive insight into the integration of Pancasila values within the Merdeka Belajar Curriculum context. Key areas of focus include effective teaching strategies, the influence of curriculum implementation, training and development for teachers, and student participation. Further research in these areas is expected to contribute significantly to understanding and implementing Pancasila values in education
Efektivitas Penggunaan Konten e-Learning Berbantuan Moodle Terintegrasi Model Pembelajaran PBL dalam Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis
Komunikasi matematis merupakan salah satu kemampuan yang penting untuk dimiliki oleh siswa. Namun faktanya berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru mata pelajaran matematika di SMP Negeri 3 Kayangan didapatkan informasi kemampuan komunikasi matematis siswa masih tergolong rendah bahwa siswa merasa kesulitan pada materi statistika dan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan konten e-learning berbasis moodle yang terintegrasi dengan model pembelajaran PBL untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa pada materi statistika. Penelitian ini merupakan penelitian menggunakan desain penelitian eksperimen (kuantitatif) dengan menggunakan bentuk desain Pre-test-post-test nonequivalent comparison-group design. Siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Kayangan menjadi populasi dalam penelitian ini. Sedangkan sampel yang akan dipilih terdiri dari dua kelas yaitu 20 siswa kelas VIII-1 sebagai kelas kontrol dan 20 siswa kelas VIII-2 sebagai kelas eksperimen. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa soal pretest dan posttest yang mengukur kemampuan komunikasi matematis siswa yang terdiri dari 3 butir soal Pretest dan 3 butir soal posttest. Berdasarkan hasil uji hipotesis diperoleh signifikansi (2- tailed) kurang dari signifikansi t (0,010< 0,05), ini berarti H0 ditolak. Sehingga penggunaan e-learning berbasis problem based learning lebih efektif daripada kelas dengan pembelajaran dengan modul guru. Hasil uji efektivitas juga menunjukkan hal sama bahwa peningkatan rata-rata kelas kontrol x = 18,8 sedangkan peningkatan rata-rata untuk kelas eksperimen adalah y = 30,4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa y > x sehingga penggunaan e- learning Moodle berbasis PBL efektif dalam meningkatkan kemampuan komunikasi matematis peserta didik pada materi statistika.
The Effectiveness of Using Moodle-Assisted e-Learning Content Integrated with PBL Learning Models in Improving Mathematical Communication Skills
Abstract
Mathematical communication is an important ability for students to have. However, in fact, based on the results of observations and interviews with mathematics teachers at SMP Negeri 3 Kayangan, it was found that students' mathematical communication skills were still relatively low, that students found it difficult in statistics material and. This study aims to determine the effectiveness of using moodle-based e-learning content that is integrated with the PBL learning model to improve students' mathematical communication skills in statistics material. This research is a study using an experimental research design (quantitative) using a pre-test-post-test nonequivalent comparison-group design. Grade VIII students of SMP Negeri 3 Kayangan became the population in this study. While the sample to be selected consisted of two classes, namely 20 students in class VIII-1 as the control class and 20 students in class VIII-2 as the experimental class. The instruments used in this study were pretest and posttest questions that measured students' mathematical communication skills consisting of 3 pretest questions and 3 posttest questions. Based on the results of the hypothesis testing, it was found that the significance of (2-tailed) was less than the significance of t (0.010 <0.05), this means that H0 was rejected. So that the use of problem-based learning-based e-learning is more effective than classes with teacher module learning. The results of the effectiveness test also showed the same thing that the average increase in the control class was x = 18.8 while the average increase for the experimental class was y = 30.4. Thus it can be concluded that y > x so that the use of PBL-based Moodle e-learning is effective in improving students' mathematical communication skills in statistics material
Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau dan Prasarana Lingkungan Permukiman Kekalik Timur Kota Mataram
Lingkungan permukiman Kekalik Timur mengalami pertumbuhan penduduk dan perkembangan kawasan, hal ini dapat mempengaruhi ruang terbuka hijau dan ketersediaan prasarana lingkungan yang ada di permukiman Kekalik Timur. Permukiman adalah bagian dari lingkungan hidup di luar kawasan lindung, baik yang berupa kawasan perkotaan maupun perdesaan yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian dan tempat kegiatan yang mendukung perikehidupan dan penghidupan yang dilengkapi dengan prasarana dan sarana lingkungan, dan tempat kerja yang memberikan pelayanan dan kesempatan kerja terbatas.Tujuan penelitian ini adalah mengkaji ketersediaan ruang terbuka hijau dan ketersediaan prasarana lingkungan permukiman Kekalik Timur yang meliputi jaringan jalan, jaringan drainase, jaringan air limbah, jaringan air bersih dan persampahan. Metode penelitian yang digunakan adalah berbasis spasial dimana untuk mengetahui kondisi eksisting dan perkembangan ruang terbuka hijau, sedangkan deskriptif kualitatif penilaian untuk mengetahui ketersediaan dan prasarana lingkungan permukiman berdasarkan standar nasiaonal Indonesia. Hasil penelitian menunjukan ketersedian ruang terbuka hijau permukiman Kekalik Timur termasuk permukiman tidak padat sesuai ketetapan rencana tata ruang wilayah Kota Mataram, untuk ketersediaan prasarana jaringan jalan lingkungan modern sebesar 66.4% dan permukiman tradisional sebesar 33.4%, ketersediaan prasarana jaringan drainase lingkunngan permukiman modern 84.1% dan permukiman tradisional 59.5%, ketersediaan prasarana jaringan air limbah lingkungan permukiman modern 73.3% dan permukiman tradisional 60.0%, ketersediaan prasarana jaringan air bersih lingkungan permukiman modern 75.8% dan permukiman tradisional 68.6%, ketersediaan prasarana persampahan lingkungan permukiman modern 78.2% dan permukiman tradisional 56.4%. Dengan demikian perlunya peningkatan kualitas prasarana di lingkungan permukiman tradisional sebagai upaya terwujudnya kehidupoan yang sehat, aman dan nyaman yang sesuaii dengan standar nasional Indonesia.
Availability of Green Open Space and Infrastructure for the East Kekalik Residential Area of ??Mataram City
Abstract
The east Kekalik settlement environment is experiencing population growth and regional development, this can affect the green open space and the availability of environmental infrastructure in the East Kekalik settlement. Settlements are part of the environment outside the protected area, both in the form of urban and rural areas that function as residential or residential neighborhoods and places of activities that support livelihoods and livelihoods equipped with environmental infrastructure and facilities, and workplaces that provide limited services and employment opportunities. The purpose of this research is to examine the availability of green open space, availability and of infrastructure for the East Kekalik settlement environment which includes the road network, drainage network, waste water network, clean water and sewage networks. The research method used is spatial based where to find out the existing conditions and the development of green open spaces,while the descriptive qualitative assessment is to determine the availability and infrastructure for settlements based on Indonesian national standards. The results of the study show the availability of green open space for East Kekalik settlements including low-density settlements according to the provisions of the Mataram City spatial plan, for the availability of modern environmental road network infrastructur by 66.4% and traditional settlements by 33.4%, availability of infrastructure drainage network for modern settlements 84.1% and traditional settlements 59.5%, availability of wastewater network infrastructure for modern settlements 73.3% and traditional settlements 60.0%,the availability of infrastructure for clean water networks in modern settlements is 75.8% and traditional settlements is 68.6%, the availability of waste infrastructure for modern settlements is 78.2% and traditional settlements is 56.4% according. Thus, it is necessary to improve the quality of infrastructure in traditional residential environments as an effort to create a healthy, safe and comfortable life that complies with Indonesian national standards
Implementasi K-Means Cluster untuk Menentukan Persebaran Tingkat Pengangguran
Tingkat pengangguran yang ada di Kalimantan Barat sangat bervariasi. Terdapat Kabupaten/ Kota dengan tingkat pengangguran tinggi dan ada yang rendah, namun belum terdapat pengelompokkannya. Pada penelitian ini, Kabupaten/ Kota di Kalimantan Barat dikelompokkan dengan analisis klaster menggunakan metode K-Means Cluster. Metode K-Means Cluster dapat digunakan dalam pengambilan keputusan dalam mengelompokkan tingkat pengangguran di Kalimantan Barat berdasarkan indikator yang digunakan. Indikator pada penelitian ini terdiri dari TPT, IPM, PDRB dan UMK, dimana data berasal dari BPS Provinsi Kalimantan Bartat. Diperoleh hasil yaitu terbentuknya 2 klaster. Klaster 1 mewakili kabupaten/kota dengan tingkat pengangguran tinggi yang terdiri dari 4 anggota yaitu Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Ketapang, Kota Pontianak, dan Kota Singkawang dengan persentase TPT klaster 1 yaitu sebesar 8,87%. Sedangkan klaster 2 terdiri dari 10 Kabupaten, yaitu Kayong Utara, Melawi, Sekadau, Kapuas Hulu, Sintang, Sanggau, Mempawah, Landak, Bengkayang dan Sambas dengan TPT klaster 2 yaitu sebesar 3,73%.
Implementation of K-Means Cluster to Determine the Distribution of Unemployment Rate
Abstract
Unemployment rates in West Kalimantan vary widely. There are regencies/municipalities with high unemployment rates and some with low unemployment rates, but there is no grouping yet. In this research, regencies/municipalities in West Kalimantan are grouped by cluster analysis using the K-Means Cluster method. K-Means Cluster method can be used in decision-making in grouping the unemployment rate in West Kalimantan based on the indicators used. The indicators in this study consist of TPT, HDI, GRDP, and MSE, where the data comes from BPS of West Kalimantan Province. The result obtained is the formation of 2 clusters. Cluster 1 represents districts/cities with a high unemployment rate consisting of 4 members, namely Kubu Raya Regency, Ketapang Regency, Pontianak City, and Singkawang City with a TPT percentage of cluster 1 of 8.87%. Meanwhile, cluster 2 consists of 10 regencies, namely North Kayong, Melawi, Sekadau, Kapuas Hulu, Sintang, Sanggau, Mempawah, Landak, Bengkayang, and Sambas with a TPT cluster 2 of 3.73%
Kurikulum Merdeka dari Berbagai Perspektif Filsafat Pendidikan dan Filosofi Ki Hajar Dewantara
Sejak diluncurkan, Kurikulum Merdeka banyak menuai pro dan kontra di kalangan pendidik. Hal ini terjadi karena pendidik belum benar-benar memahami filosofi yang melandasi Kurikulum Merdeka. Para pendidik memandang bahwa hadirnya kurikulum baru akan menambah beban tugas keprofesian. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan yang dilakukan dengan protokol PRISMA. Sebanyak 19 studi dikaji untuk menemukan relevansi Kurikulum Merdeka dengan berbagai perspektif filsafat Pendidikan dan filosofi Ki Hajar Dewantara. Hasilnya menunjukkan bahwa konsep Pendidikan dalam Kurikulum Merdeka merupakan manifestasi dari filsafat progresivisme, filsafat konstruktivisme, filsafat humanism, filsafat esensialisme, filsafat idealisme dan filsafat Pancasila. Demikian juga filosofi Ki Hajar Dewantara sangat banyak melandasi Kurikulum Merdeka melalui semboyan Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa dan Tut Wuri Handayani. Studi ini diharapkan dapat memberikan dasar pemahaman tentang Kurikulum Merdeka yang membangun Pendidikan ke arah kemajuan dengan karakteristik Pancasila sebagai jati diri bangsa.
Independent Curriculum from Various Perspectives of Educational Philosophy and the Philosophy of Ki Hajar Dewantara
Abstract
Since its launch, the Independent Curriculum has attracted many pros and cons among educators. This happens because educators do not really understand the philosophy that underlies the Independent Curriculum. Educators view that the presence of a new curriculum will increase the burden of professional duties. This research is a literature study conducted using the PRISMA protocol. A total of 19 studies were examined to find the relevance of the Independent Curriculum to various educational philosophical perspectives and the philosophy of Ki Hajar Dewantara. The results show that the concept of education in the Independent Curriculum is a manifestation of the philosophy of progressivism, the philosophy of constructivism, the philosophy of humanism, the philosophy of essentialism, the philosophy of idealism and the philosophy of Pancasila. Likewise, Ki Hajar Dewantara's philosophy is very much the basis of the Independent Curriculum through the mottos of Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa and Tut Wuri Handayani. This study is expected to provide a basis for understanding the Independent Curriculum which builds education towards progress with the characteristics of Pancasila as national identity
Analisis Kinerja Ruas Jalan Akibat Hambatan Samping
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja lalu lintas pada beberapa kondisi hambatan samping. Berdasarkan hasil pengolahan data dan analisa pada ruas Jalan Adi Sucipto di Kota Mataram akibat hambatan samping yang terjadi, maka dapat diperoleh bahwa, hambatan samping tertinggi di Jalan Adi Sucipto, Kota Mataram pada hari Senin 19 Desember 2022 menunjukkan hambatan samping yang paling tinggi yaitu nilai total kejadian mencapai > 600 kejadian/jam (651,1 kejadian/jam. Sedangkan untuk volume lalu lintas didapat bahwa volume maksimal pada hari minggu pagi pukul 08.00 – 09.00 sebesar 1.633 smp/jam, dan kapasitas jalan dengan adanya hambatan samping (parkir badan jalan) sebesar 2320 Smp/jam/2 arah, sedangkan kapasitas jalan tanpa adanya hambatan samping (parkir badan jalan) sebesar 3.299 Smp/jam/2 arah. sehingga nilai derajat kejenuhan didapat yaitu DS > 0,703. Serta didapat nilai tingkat pelayanan berada pada kelas C mendekati arus stabil, tetapi kecepatan dan gerak dikendalikan, pengemudi dibatasi dalam memilih kecepatan. Untuk tingkat pelayanan berada pada kelas C maka, tidak perlu dilakukan alternatif pemecahan masalah karena sudah menunjukkan arus stabil atau berada pada kelas C. Sedangkan untuk kecepatan arus bebas pada ruas Jalan Adi Sucipto Kota Mataram tanpa hambatan samping (parkir badan jalan) yaitu FV = 33,3 km/jam (MC), FV = 36,2 km/jam (LV), FV = 33,3 km/jam (HV) dan kecepatan arus bebas dengan adanya hambatan samping parkir badan jalan yaitu FV = 31,1 km/jam (MC), FV = 34,1 km/jam (LV), FV = 31,1 km/jam (HV). sedangkan kecepatan sesaat rata-rata terendah didapat pada hari Senin pagi yaitu 14,01 Km/jam. Tingkat hambatan samping sangat mempengaruhi penurunan kinerja jalan untuk itu diperlukan solusi penanganan jika terjadi penurunan kinerja jalan seperti pengadaan lahan parkir.
Analysis of Road Performance Caused by Side Obstacles
Abstract
This study aims to analyze traffic performance on several side friction conditions. Based on the results of data processing and analysis on Jalan Adi Sucipto in Mataram City due to side friction that occurs, it can be obtained that the highest side friction is on Jalan Adi Sucipto, Mataram City on Monday 19 December 2022 showing the highest side friction, namely the total value incidents reached > 600 incidents/hour (651.1 incidents/hour. As for traffic volume, it was found that the maximum volume on Sunday morning at 08.00 – 09.00 was 1,633 pcu/hour, and road capacity with side barriers (street parking) of 2320 Pcu/hour/2 directions, while the capacity of the road without side barriers (street parking) is 3,299 Pcu/hour/2 directions so that the degree of saturation is obtained, namely DS> 0.703. Also the value of the service level obtained is in class C approaching the flow is stable, but the speed and movement are controlled, the driver is limited in choosing the speed.For the level of service to be in class C, there is no need to do alternative solutions to the problem because it has shown a stable flow or is in class C. As for the free flow speed on the Jalan Adi section Sucipto Mataram City without side barriers (road parking), namely FV = 33.3 km/hour (MC), FV = 36.2 km/hour (LV), FV = 33.3 km/hour (HV) and current speed free with side barriers to road body parking, namely FV = 31.1 km/hour (MC), FV = 34.1 km/hour (LV), FV = 31.1 km/hour (HV). while the lowest average instantaneous speed was obtained on Monday morning, namely 14.01 Km/hour. The level of side friction greatly affects the decrease in road performance, so a solution is needed if there is a decrease in road performance, such as the procurement of parking lots
Karakteristik Sifat Fisika dan Mekanika Kayu Jati Sumbawa Sebagai Bahan Konstruksi
Kayu merupakan bagian penting dalam pembuatan konstruksi bangunan. Salah satu jenis kayu yang paling banyak digunakan adalah kayu jati. Jati (Tectona grandis L.f.) merupakan salah satu jenis kayu yang paling banyak diminati sejak dahulu dan memiliki harga jual yang tinggi karena memiliki corak yang unik dan elegan, kuat, awet, stabil, dan mudah dikerjakan. Kayu jati di Indonesia yang dikenal memiliki sifat dasar baik dan memiliki kualitas yang baik yaitu kayu jati yang berasal dari hutan produksi Perhutani yang berada di daerah Jawa. Namun, selain di pulau Jawa kayu jati juga terdapat di daerah lain seperti di Sumbawa Nusa Tenggara Barat yang sesuai untuk pertumbuhan jati karena memiliki musim kering tetap selama tujuh bulan. Sifat mekanika kayu merupakan sifat yang berhubungan dengan kekuatan kayu untuk menahan gaya luar yang bekerja pada kayu tersebut. Sifat ini penting untuk dijadikan sebagai bahan struktural seperti konstruksi bangunan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yaitu suatu metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh variabel tertentu terhadap variabel yang lain. Rancangan penelitian yang digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) variasi aksial dengan 3 perlakuan dan 3 kali ulangan. Berdasarkan hasil analisisi diperoleh nilai rata-rata sifat fisika dan mekanika jati Sumbawa sebagai berikut: kadar air kering udara sebesar 16,09%: berat jenis kering udara 16,09; MoE sebesar 97.417,31 kg/cm2; MoR 809,27 kg/cm2. Berdasarkan hasil pengujian sifat fisika dan mekanika maka kayu Jati (Tectona grandis L.f.) Sumbawa termasuk dalam kelas kuat II-III yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan konstruksi bangunan, bahan baku mebel, kusen-kusen dan kerajinan kayu lainnya.
Characteristics of the Physical and Mechanical Properties of Sumbawa Teak Wood as a Construction Material
Abstract
Wood is an important part in building construction. One of the most widely used types of wood is teak wood. Teak (Tectona grandis L.f.) is a type of wood that has been in high demand for a long time and has a high selling price because it has a unique and elegant pattern, is strong, durable, stable and easy to work with. Teak wood in Indonesia which is known to have good basic properties and good quality is teak wood which comes from Perhutani production forests in the Java area. However, apart from the island of Java, teak wood is also found in other areas such as Sumbawa, West Nusa Tenggara, which is suitable for growing teak because it has a constant dry season of seven months. The mechanical properties of wood are properties related to the strength of wood to withstand external forces acting on the wood. This property is important for use as a structural material such as building construction. This research uses an experimental method, namely a research method used to find the influence of certain variables on other variables. The research design used was a Completely Randomized Design (CRD) with axial variation with 3 treatments and 3 replications. Based on the results of the analysis, the average values ??for the physical and mechanical properties of Sumbawa teak were obtained as follows: air-dry water content of 16.09%: air-dry specific gravity of 16.09; MoE of 97,417.31 kg/cm2; MoR 809.27 kg/cm2. Based on the results of tests on physical and mechanical properties, Sumbawa teak (Tectona grandis L.f.) wood is included in the strength class II-III which can be used as building construction materials, raw materials for furniture, frames and other wooden crafts
Pengembangan Buku Saku Biologi Berbasis Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku saku biologi berbasis problem based learning sebagai bahan ajar pada materi mahluk hidup dan lingkungan kelas VII di MTs Al-Kholidi NW Pengenem Lauk. Jenis penelitian ini adalah pengembangan dan mengacu pada model ADDIE yang meliputi Analisis, design, development, implementation, dan Evaluation. Pada tahap analisis, dilakukan observasi dan wawancara terhadap guru biologi MTs Al- Kholidi NW Pengenem Lauk. Pada design dibuat buku saku mengenai materi mahluk hidup dan lingkungan kelas VII. Pada saat divalidasi oleh ahli materi di peroleh nilai rata-rata 89% (sangat layak). Validasi ahli media diperoleh nilai rata-rata 92% (sangat layak). Setelah dilakukan validasi kemudian dilakukan ujicoba lapangan terhadap guru dan siswa. Penilaian guru bidang studi biologi yaitu 94% (sangat layak), dan hasil penilaian angket terhadap siswa yaitu 96% (sangat layak). Sedangkan dari hasil evaluasi belajar siswa menggunakan buku saku memiliki rata-rata nilai diatas standar KKM yaitu 81,67. Hal ini menunjukkan bahwa buku saku berbasis problem based learning sangat layak digunakan karena mampu meningkatkan hasil belajar siswa di MTs Al Kholidi NW Pengenem lauk.
Development of a Problem-Based Learning Biology Pocket Book to Improve Student Learning Outcomes
Abstract
This study aims to develop a problem based learning biology pocket book as a teaching material on living things and the environment for class VII at MTs Al-Kholidi NW Pengem Lauk. This type of research is development and refers to the ADDIE model which includes analysis, design, development, implementation, and evaluation. In the analysis phase, observations and interviews were carried out with the biology teacher at MTs Al-Kholidi NW Pengem Lauk. In the design, a pocket book is made on living things and the environment for class VII. When validated by material experts, an average value of 89% (very decent) is obtained. Media expert validation obtained an average value of 92% (very feasible). After validation, field trials were carried out on teachers and students. The assessment of teachers in the field of biology studies is 94% (very feasible), and the results of the questionnaire assessment of students are 96% (very feasible). Meanwhile, from the results of the evaluation of student learning using pocket books, the average score is above the KKM standard, which is 81,67. This shows that problem based learning pocket books are very appropriate to use because they can improve student learning outcomes at MTs Al Kholidi NW Pengem Lauk
Analisis Faktor-faktor Penyebab Rendahnya Tingkat Kesejahteraan Masyarakat Nelayan Pesisir
Daerah pesisir meupakan zona peralihan antara daratan dan lautan, sehingga lingkungannya juga masih terpengaruh oleh kedua zona tersebut. Dengan garis pantai Indonesia sepanjang 108.000 kilometer, menjadi garis pantai terpanjang kedua di dunia, yang kaya dengan sumber daya alam potensial, sayangnya bahwa kekayaan tersebut belum mampu meningkatkan kesejahteraan secara merata pada masyarakat nelayan di pesisir, sebagai wilayah terdekat dari perairan laut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menjadi penyebab rendahnya tingkat kesejahteraan masyarakat nelayan di wilayah pesisir Kasuso desa Darubiah Kecamatan Bontobahari, sehingga dapat dijadikan rekomendasi dalam melakukan manajemen sumber daya pesisir di wilayah-wilayah pesisir lainnya. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif berdasarkan pengumpulan data di lapangan, dan kajian referensi didukung oleh dokumentasi. Wawancara dilakukan bersama dengan masyarakat nelayan. Dari hasil kegiatan penelitian ini menunjukkan bahwa penyebab masih rendahnya kesejahteraan masyarakat di pesisir tersebut diakibatkan oleh beberapa hal antara lain penangkapan hasil laut yang berlebihan (overfishing), adanya pengaruh perubahan iklim secara global, kontaminasi bahan pencemar yang merupakan hasil aktivitas manusia di daratan ataupun di daerah pesisir, rendahnya tingkat pendidikan dan keterampilan pengolahan hasil perikanan, masih kurangnya insfrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan menuju pesisir, listrik dan air bersih serta beberapa kendala lain yang membutuhkan intervensi pemerintah secara komprehensif. Beberapa hal yang perlu dilakukan adalah pelatihan dan pembinaan masyarakat dalam pengolahan hasil perikanan kelautan menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi tinggi, serta melakukan usaha diversifikasi penghasilan nelayan dengan kegiatan yang tidak berhubungan dengan hasil perikanan sebagai antisipasi jika kegiatan bernelayan tidak memungkinkan dilakukan karena cuaca buruk.
Analysis of Factors Contributing to the Low Welfare Levels of Coastal Fisherfolk Communities
Abstract
Coastal areas are conservation zones between land and sea, so the environment is still affected by these two zones. With Indonesia's 108,000 kilometer coastline, the second longest coastline in the world, which is rich in potential natural resources, unfortunately this wealth has not been able to improve the welfare evenly among fishing communities on the coast, as the area closest to sea waters. This research aims to analyze the factors that cause the low level of welfare of fishing communities in the coastal area of ??Kaso, Darubiah Village, Bontobahari District, so that it can be used as a recommendation for managing coastal resources in other coastal areas. The research was carried out using a qualitative descriptive approach based on data collection in the field and reference studies supported by documentation. Interviews were conducted with fishing communities. The results of this research activity show that the cause of the low welfare of coastal communities is caused by several things, including overfishing, the influence of global climate change, contamination by pollutants which are the result of human activities on land or in the region. coast, low level of education and fishery product processing skills, lack of basic infrastructure such as roads and bridges to the coast, electricity and clean water as well as several other obstacles that require comprehensive government intervention. Several things that need to be done are community training and training in processing marine fishery products into something of high economic value, as well as carrying out efforts to diversify fishermen's income with activities that are not related to fishery products in anticipation if fishing activities are not possible due to bad weather