Empiricism Journal
Not a member yet
    400 research outputs found

    Hubungan Pola Makan dengan Status Gizi Siswa Kelas 5 SDN 2 Cakranegara

    No full text
    Status gizi anak usia sekolah  di pengaruhi oleh salah satunya adalah pola makan. Pola makan yang tidak sesuai akan menyebabkan anak akan mengalami kesulitan dalam menerima pelajaran. Pola makan dilihat dari jumlah, jenis dan frekwensi makan yang dikonsumsi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola makan dengan status gizi pada siswa kelas 5 SDN 2 Cakranegara. Jenis penelitian yang digunakan adalah Observasi Analitik dengan pendekatan Cross-Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 5 SDN 2 Cakranegara dengan jumlah 112 orang dan sampel sebanyak 88 orang. Dari hasil penelitian, sebagian besar pola makan responden berdasarkan : jumlah makanan yang dikonsumsi adalah baik sejumlah 51 orang (58 %), jenis makanan yang dikonsumsi adalah lengkap sejumlah 55 orang (62,5 %) dan frekuensi makanan yang dikonsumsi adalah sering yaitu sejumlah 71 orang (80,7 %). Sebagian besar responden dengan status gizi baik (normal) sejumlah 52 orang (59,1 %). Pola makan berdasarkan jumlah makanan yang dikonsumsi, yang dikategorikan baik dengan status gizi baik (normal) memiliki jumlah responden terbanyak yaitu 51 orang (58 %). Berdasarkan hasil uji statistik hubungan pola makan berdasarkan jumlah, jenis dan frekuensi makanan yang dikonsumsi didapatkan nilai p-value 0,000 < 0,05 yang berarti terdapat hubungan yang bermakna antara pola makan berdasarkan jumlah, jenis dan frekuensi makanan dengan status gizi siswa kelas 5 SDN 2 Cakranegara. Perlu diberikan pengetahun terkait pola makan yang seimbang di sekolah dasar baik secara langsung kepada siswa maupun edukasi kepada para guru serta pemantauan status gizi siswa secara rutin. Relationship between Eating Patterns and Nutritional Status of Class 5 Students at SDN 2 Cakranegara Abstract The nutritional status of school-aged children is influenced by, among other things, eating patterns. Inappropriate eating patterns will cause children to experience difficulties in receiving lessons. Eating patterns are seen from the amount, type and frequency of food consumed. The aim of this research is to determine the relationship between eating patterns and nutritional status in grade 5 students at SDN 2 Cakranegara. The type of research used is Analytical Observation with a Cross-Sectional approach. The population in this study were all 5th grade students at SDN 2 Cakranegara with a total of 112 people and a sample of 88 people. From the research results, most of the respondents' eating patterns were based on: the amount of food consumed was good, 51 people (58%), the type of food consumed was complete, 55 people (62.5%) and the frequency of food consumed was often, namely 71 people (80.7%). The majority of respondents with good (normal) nutritional status were 52 people (59.1%). Diet patterns based on the amount of food consumed, which were categorized as good with good nutritional status (normal), had the highest number of respondents, namely 51 people (58%). Based on the results of statistical tests on the relationship between eating patterns based on the amount, type and frequency of food consumed, a p-value of 0.000 < 0.05 was obtained, which means there is a significant relationship between eating patterns based on the amount, type and frequency of food and the nutritional status of grade 5 students at SDN 2 Cakranegara. It is necessary to provide knowledge regarding balanced eating patterns in elementary schools, both directly to students and education to teachers, as well as monitoring students' nutritional status regularly

    Katalog Miskonsepsi dalam Pembelajaran Ikatan Kimia

    No full text
    Kesulitan belajar pada konsep-konsep ikatan kimia dapat muncul dalam berbagai bentuk. Salah satu kesulitan yang umum terjadi adalah miskonsepsi, dimana siswa mempunyai konsep yang tidak sama dengan konsep para ilmuwan. Kesalahan konsep dalam pembelajaran ikatan kimia telah banyak dilaporkan, dan sebagian  yang adalah bentuk yang berulang kali terjadi. Penelitian ini adalah review bentuk-bentuk miskonsepsi, sebagai upaya membuat katalog bentuk-bentuk miskonsepsi. Penelitian review ini mengikuti kerangka PRISMA. Paper artikel penelitian dikumpulkan melalui pencarian Google scholar. Kemudian, setelah dilakukan seleksi eligibilitas, sebanyak 103 artikel jurnal dianalisis dan dirangkum area dan  bentuk miskonsepsi ikatan kimia yang dilaporkan. Beberapa miskonsepsi yang berkaitan dengan konsep-konsep ikatan ionik dan ikatan kovalen telah dirangkum dari penelitian terdahulu yang dilakukan dari tahun 2006 sampai 2003. Beberapa argumentasi dan pertimbangan yang mempengaruhi terjadinya miskonsepsi, seperti cara konsep ikatan kimia diajarkan, sumber belajar dan strategi pembelajaran telah dijelaskan dalam artikel ini. Beberapa saran dan rekomendasi untuk belajar dan pembelajaran selanjutnya yang berkaitan dengan konsep ikatan kimia telah didiskusikan dalam artikel ini. Catalog of Misconceptions in Learning Chemical Bonds Abstract Learning difficulties on the concept of chemical bonding can arise in a variety of forms. One common difficulty is understanding complex chemical bonds, such as covalent, ionic, and metallic bonds, as well as the relationship between molecular structure and substance properties. This review research methods followed PRISMA framework. Research paper were collected through  Google scholar. After selecting the eligibilty, 103 journal articles were analized for cataloging the area of students difficulties and misconceptions regard to chemical bonding subject matter. Some misconceptions related to ionic bonding and covalent bonding were summarized from previous research were conducted from 2006 to 2023. Some argumentations and considerations affected on students misconceptions such as the way the concept were taught, learning resources and learning strategies, were explained in this article. Some suggestion framework for further teaching and learning recommendation related to chemical bonding are discussed in this article

    Pengaruh Tekanan Kempa Papan Laminasi Kayu Sengon dan Bambu Petung

    No full text
    Dalam mengatasi keterbatasan jenis kayu berkualitas rendah, papan laminasi menjadi solusi dalam meningkatkan kualitas kayu. selain ukuran kayu yang dapat disesuaikan, tampilan dari papan laminasi ini dapat memberikan nilai dekoratif yang indah. Penelitian ini mengkombinasikan kayu solid dengan bambu untuk membuat papan laminasi. Jenis kayu yang digunakan dalam penelitian ini adalah kayu sengon dan bambu yang digunakan adalah bambu petung. Salah satu faktor yang mempengaruhi papan laminasi adalah tekanan kempa. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini menguji bagaimana pengaruh tekanan kempa terhadap sifat fisis papan laminasi kayu sengon bambu petung dimana sifat fisis merupakan salah satu cara untuk mengetahui kualitas papan laminasi yang dihasilkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan dua perlakuan tekanan pengempaan (20 Nm dan 30 Nm). Berdasarkan hasil penelitian, perlakuan dari tekanan kempa berpengaruh nyata terhadap sifat fisik papan laminasi kayu sengon bambu petung. Sehingga sifat fisik papan laminasi kayu sengon bambu petung termasuk dalam standar SNI 01-6240-2000 dan JAS 234-2007. Berdasarkan nilai uji sifat fisik tersebut, papan laminasi kayu sengon bambu petung termasuk dalam kelas kuat III yang dapat digunakan untuk keperluan konstruksi berat yang terlindung. Effect of Felt Pressure on Laminated Boards of Sengon Wood and Petung Bamboo Abstract In overcoming the limitations of low-quality wood species, laminated boards are a solution in improving wood quality. In addition to customizable wood sizes, the appearance of these laminated boards can provide beautiful decorative value. This research will try to combine solid wood with bamboo to make laminated boards. The types of wood used in the study were sengon wood and bamboo used by petung bamboo. One of the factors that affect the laminate board is the pressure of the felt. Based on this, this research wants to test how the effect of pressure on the physical properties of the bamboo petung sengon wood laminated boards where the physical properties are one way to determine the quality of the resulting laminated boards. The method used in this study used an experimental method with an experimental design using a non-factorial Completely Randomized Design (CRD) with two pressure pressure treatments (20 Nm and 30 Nm). Based on the results of the study, the treatment of felt pressure has a significant effect on the physical properties of sengon bamboo petung wood laminated board.. So that the physical properties of petung bamboo sengon wood laminated boards are included in the SNI 01-6240-2000 and JAS 234-2007 standards. Based on the physical properties test value, the petung bamboo sengon wood laminated boards are included in the strength class III which can be used for protected heavy construction purposes

    Kondisi Ideal Tumbuh Kembang Jamur Merang

    No full text
    Jamur merang merupakan tumbuhan dengan mengambail nutrisi dari media tanamnya. Jamur merang tidak memiliki klorofil seingga sangat bergantung pada media tanamnya dan lingkungan sekitar untuk tumbuh dengan optimal. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi media tanam dan lingkungan jamur merang terhadap pertumbuhan jamur merang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriftif eksperimen. Varibel yang diamati adalah tumbuh kembang jamur merang. Varibel yang mempengaruhi adalah komposisi media tanam dan kondisi lingkungan kumbung jamur merang. Penelitian ini dilakukan dikumbung jamur merang dusun repok tunjang dusun taman indah. Pengaruh perbedaan komposisi media tanam dilakukan pada satu kumbung. Pengaruh paparan cahaya matahari dilakukan pada kumbung jamur yang berbeda. Cahaya matahari yang digunakan hanya cahaya dipagi hari. Pengaturan cahaya dilakukan dengan teknik membuka dan menutup tirai kumbung. Data diambil dengan cara dokumentasi pertumbuhan jamur, kalkulasi produksi jamur dan lama simpan jamur.  Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan ditemukan komposisi media tanam dan kondisi lingkungan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan jamur merang. Temuan didasarkan pada perbedaan pertumbuhan miselium, kualiatas jamur, volume produksi jamur merang. Media tanam yang diberi ampas sagu lebih disukai oleh jamur merang ditandai dengan pertumbuhan miselium, kualitas dan produksi jamur merang yang lebih tinggi dibandingkan media tanam tampa ampas sagu. Kumbung yang diberikan cahaya matahari berlebih berdampak signifikan terhadap pertumbuhan jamur merang. Jamur merang yang terpapar sinar matahari tidak tumbuh dengan baik. Indikatornya jamur menjadi sedikit hitam dan daya simpannya berkurang. Nutrisi dan lingkungan memberikan dampak yang signifikan terhadap pertumbuhan jamur merang yang optimal. Ideal Conditions for Growing Mushrooms Abstract Mushroom is a plant that takes nutrients from its planting medium. Mushrooms do not have chlorophyll so they are very dependent on the growing media and the surrounding environment to grow optimally. This study aims to identify the planting medium and the environment for straw mushroom growth. This research is an experimental descriptive research. The variable observed was the growth and development of the mushroom. Variables that influence are the composition of the growing media and the environmental conditions of the mushroom kumbung. This research was conducted in the repok tunjang mushroom hamlet of Taman Indah hamlet. The effect of differences in the composition of the planting medium was carried out in one kumbung. The effect of exposure to sunlight was carried out on different mushroom houses. Sunlight is used only in the morning. Setting the light is done by opening and closing the curtain kumbung. Data was collected by documenting mushroom growth, calculating mushroom production and mushroom shelf life. Based on the research that has been done, it was found that the composition of the growing media and environmental conditions greatly influence the growth of straw mushroom. The findings are based on differences in mycelium growth, mushroom quality, and mushroom production volume. The planting medium that was given sago pulp was preferred by the straw mushroom which was characterized by the growth of mycelium, the quality and production of the straw mushroom which was higher than the growing medium without sago pulp. Kumbung which is given excess sunlight has a significant impact on the growth of straw mushroom. Mushrooms exposed to sunlight do not grow well. The indicator is that the mushroom turns a little black and its shelf life is reduced. Nutrition and the environment have a significant impact on optimal straw mushroom growth

    Profil FoodHabits pada Keluarga Nelayan di Pesisir Sebagai Pendukung Ketahanan Pangan

    No full text
    Kebutuhan pangan semakin meningkat seiring dengan pertambahan penduduk, di sisi lain lahan pertanian makin menciut karena adanya konversi lahan dan dampak dari perubahan iklim. Produktivitas pangan yang cenderung stagnan menjadi masalah dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat  Indonesia, terutama dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional, yaitu suatu usaha pemerintah yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan melalui ketersediaan dan pengolahan dari sumber daya lokal. Tujuan dari kegiatan ini adalah mengkaji tentang foodhabits (kebiasaan konsumsi pangan) dari masyarakat Pesisir Desa Nibung untuk dijadikan database atau model foodhabits dalam usaha peningkatan ketahanan pangan lokal Masyarakat pesisir, sebagai daya dukung dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Kegiatan dilakukan selama 2 bulan, menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan memberikan gambaran terkait pola dan kebiasaan konsumsi pangan tersebut, melalui observasi dan informasi langsung dengan masyarakat setempat. Data ini bisa menjadi dasar dalam usaha peningkatan ketahanan pangan masyarakat pesisir, melalui usaha pengadaan sumber pangan yang berkelanjutan berdasarkan foodhabits masyarakat pesisir tersebut, sertanya adanya kemampuan adaptasi masyarakat terhadap ketersediaan sumber pangan dalam kondisi apapun. Food Habits Patterns in Fisherman's Families on the Coast to Support Food Security Abstract Food needs are increasing along with population growth, on the other hand, agricultural land is shrinking due to land conversion and the impact of climate change. Food productivity which tends to be stagnant is a problem in meeting the needs of the Indonesian people, especially in realizing national food security, which is a government effort that aims to meet the needs of the community in a sustainable manner through the availability and processing of local resources. The aim of this activity is to study the food habits (food consumption habits) of the Nibung Village Coastal Community to be used as a database or food habit model in an effort to increase local food security in coastal communities, as a supporting capacity in realizing national food security. Activities were carried out for 2 months, using a qualitative descriptive method by providing an overview of food consumption patterns and habits, through direct observation and information with the local community. This data can be the basis for efforts to increase the food security of coastal communities, through efforts to procure sustainable food sources based on the coastal communities' food habits, as well as the community's ability to adapt to the availability of food sources in any condition

    Evaluasi Kinerja Simpang Empat tidak Bersinyal Pemenang Barat

    No full text
    Lombok Utara merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Perkembangannya, mengalami banyak sekali kemajuan baik dalam segi perekonomian, pendidikan dan pariwisata serta meningkatnya jumlah kendaraan termasuk Simpang Empat Tidak Bersinyal Pemenang Barat dimana simpang tersebut memiliki aktifitas lalu lintas yang padat karena pada jalan tersebut terdapat pertokoan, pusat perbelanjaan serta aktivitas pasar. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui volume lalu lintas Simpang Empat Tidak Bersinyal Pemenang Barat pada kondisi existing (kondisi yang ada) dan Untuk mengetahui kinerja Simpang Empat Tidak Bersinyal Pemenang Barat. Berdasarkan hasil perhitungan data hasil survei lapangan juga diperoleh jumlah arus masuk total kendaraan dari masing-masing lajur ke simpang diantaranya adalah arus masuk dari jalan minor (QMI) sebesar 986,1 smp/jam, arus masuk jalan utama (QMA) yaitu 897,3 smp/jam, jadi total volume lalu lintas simpang (QTOT) yang didapatkan adalah sebesar 1883,4 smp/jam. Berdasarkan hasil analisa bahwa kondisi eksisting (yang ada) Simpang Empat Tidak Bersinyal Pemenang Barat pada Minggu Pertama hari Senin 14 November 2022 didapatkan nilai perhitungan kapasitas simpang (C) yaitu sebesar 3370,670 smp/jam ini berarti kapasitas simpang sudah melebihi kapasitas dasarnya yaitu sebesar 2900 smp/jam, nilai derajat kejenuhan (DS) sebesar 0,559 kurang dari 0,75 (DS < 0,75), nilai tundaan simpang (D) sebesar 10,199 detik/smp kurang dari 15 detik/smp dan nilai peluang antrian (QP %) yang terjadi antara 13% - 44% < 100%. Maka bisa disimpulkan bahwa Simpang Empat Tidak Bersinyal Pemenang Barat kinerjanya masih dalam keadaan baik dan stabil sesuai dengan persyaratan yang diinginkan sebagaimana dalam MKJI 1997. Performance Evaluation of Four Side does not signal Western Winner Abstract North Lombok is one of the districts in West Nusa Tenggara Province. In its development, North Lombok has experienced a lot of progress both in terms of the economy, education and tourism as well as an increase in the number of vehicles including the West Winner Unsignalized Simpang Empat where the intersection has heavy traffic activity because on that road there are shops, shopping centers and market activities. The purpose of this study is to determine the traffic volume of the West Winners Unsignalized Intersection in existing conditions and to determine the performance of the West Winners Unsignalized Intersection. Based on the calculation results of the field survey data, it was also obtained that the total inflow of vehicles from each lane to the intersection included the inflow from the minor road (QMI) of 986.1 pcu/hour, the inflow of the main road (QMA) of 897.3 pcu/hour, so the total intersection traffic volume (QTOT) obtained is 1883.4 pcu/hour. Based on the results of the analysis that the existing (existing) condition of the West Winners' West Signalless Intersection on the First Sunday of Monday 14 November 2022 obtained the calculation value of the intersection capacity (C) which is 3370.670 pcu/hour this means that the intersection capacity has exceeded its basic capacity which is equal to 2900 pcu/hour, degree of saturation (DS) value is 0.559 less than 0.75 (DS <0.75), intersection delay value (D) is 10.199 sec/pcu less than 15 sec/pcu and queue opportunity value (QP % ) which occurs between 13% - 44% < 100%. So it can be concluded that the performance of the West Winner Unsignalized Simpang Empat is still in good and stable condition according to the desired requirements as in MKJI 1997

    Analisis Faktor yang Mempengaruhi Kemacetan Lalu Lintas dan Upaya Penanggulangan pada Simpang Dakota Dr. Wahidin Mataram

    No full text
    Simpang Dakota Jalan Dr. Wahidin merupakan salah satu simpang yang berada di Jalan Dr. Wahidin yang merupakan jalan penghubung lalu lintas dari luar kota seperti Lombok Utara ke pusat Kota Mataram. Tingginya volume kendaraan dan hambatan samping serta kurangnya kesadaran masyarakat akan sistem prioritas berkendara mengakibatkan waktu tunda bagi pengendara dan kemacetan sulit dihindari pada simpang tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan solusi sebagai alternatif untuk meningkatkan kinerja simpang. Variabel yang digunakan untuk menganalisis kinerja simpang pada penelitian ini adalah volume dan kapasitas, dimana volume kendaraan diperoleh dari survei langsung dilapangan dan dianalisis menggunakan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI 1997). Metode ini merupakan langkah sebagai manual untuk kegiatan analisis perencanaan, perancangan, dan operasi fasilitas lalu lintas jalan, metode MKJI 1997 merupakan produk hasil penelitian yang dilakukan secara empiris dibeberapa tempat yang dianggap mewakili kondisi karakteristik lalu lintas diwilayah Indonesia yang berdasarkan pada satuan mobil penumpang (smp). Hasil analisis pada kondisi eksisting didapatkan kapasitas (C) 2.756,134 smp/jam sehingga memperoleh nilai derajat kejenuhan (DS) 2,29 > 1,00. Hal ini dapat diartikan bahwa simpang termasuk dalam tingkat pelayanan F (kepadatan lalu lintas sangat tinggi). Alternatif dilakukan dengan penurunan nilai hambatan samping dan pelebaran pada jalan utama dengan menggunakan median sudah mendapatkan nilai derajat kejenuhan sebesar (DS) 0,74 < 0,75 sehingga tingkat pelayanan sudah memenuhi persyaratan (MKJI 1997). Analysis of Factors Affecting Traffic Congestion and Mitigation Efforts at the Dakota Dr. Wahidin Mataram Abstract Dakota Intersection Jalan Dr. Wahidin is one of the intersections on Jalan Dr. Wahidin which is a connecting road for traffic from outside cities such as North Lombok to the center of Mataram City. The high volume of vehicles and side barriers as well as the lack of public awareness of the priority driving system result in delays for drivers and congestion that is difficult to avoid at these intersections. This study aims to find a solution as an alternative to improve intersection performance. The variables used to analyze the performance of the intersections in this study were volume and capacity, where vehicle volume was obtained from direct surveys in the field and analyzed using the Indonesian Highway Capacity Manual (MKJI 1997). This method is a step as a manual for planning, designing, and operating road traffic facility analysis activities, the 1997 MKJI method is a product of research conducted empirically in several places which are considered to represent the condition of traffic characteristics in the Indonesian region based on passenger car units (smp). The results of the analysis in the existing conditions obtained a capacity (C) of 2,756.134 pcu/hour so as to obtain a degree of saturation (DS) value of 2.29 > 1.00. This can be interpreted that the intersection is included in the service level F (very high traffic density). An alternative is to reduce the value of the side barriers and widen the main road by using the median to obtain a degree of saturation value of (DS) 0.74 <0.75 so that the level of service meets the requirements (MKJI 1997)

    Pengembangan Video Pembelajaran 2D untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Fisika Siswa

    No full text
    Tujuan dari pengembangan ini adalah menghasilkan produk video pembelajaran 2D untuk meningkatkan pemahaman konsep fisika siswa. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah ADDIE yang terdiri dari 5 tahap pengembangan yaitu tahap analysis, design, development, implementation dan evaluation. Hasil dalam penelitian ini berupa produk video pembelajaran berbasis 2D yang mengacu pada kurikulum merdeka belajar. Hasil validasi ahli terhadap materi dan desain pada video pembelajaran berbasis 2D dengan nilai rata-rata persentase dari keseluruhan validator yaitu 84% dengan kriteria (Sangat layak) dan dapat digunakan sebagai bahan atau media pembelajaran. Selain itu berdasarkan hasil analisis data skala pemahaman konsep belajar akademik terhadap peningkatan pemahaman konsep belajar siswa menggunakan video pembelajaran ini juga memiliki persentase kelayakan yaitu 82% dengan kriteria (sangat Termotivasi) dan hasil analisis dari tes soal uraian bedasrkan perhitungan skor N-Gain dari hasil Pretest-postest yang telah di berikan memiliki persentase interprestasi sebesar 0,39 dengan kriteria (sedang) artinya efektivitas video pembelajaran 2D dalam meningkatkan pemahamn konsep fisika siswa dapat disimpulkan bahwa video pembelajaran 2D mampu meningkatkan pemahaman konsep siswa. 2D Learning Video Development for Improve Student's Understanding of Physics Concepts Abstract The purpose of this development is to produce 2D learning video products to improve students' understanding of physics concepts. The development model used in this development research is ADDIE, where the ADDIE model consists of 5 development stages, namely the analysis, design, development, implementation and evaluation stages. The results of this study are a 2D-based learning video product that refers to the independent learning curriculum. The results of expert validation of material and design in 2D-based learning videos with an average percentage value of all validators, namely 84% with the criteria (Very feasible) and can be used as learning materials or media. In addition, based on the results of data analysis on the scale of understanding academic learning concepts towards increasing students' understanding of learning concepts using this learning video, it also has an eligibility percentage of 82% with the criteria (highly motivated) and the results of the analysis of the essay test are based on the calculation of the N-Gain score from the Pretest results -The posttest that has been given has an interpretation percentage of 0.39 with the criterion (moderate) meaning that the effectiveness of 2D learning videos in increasing students' understanding of physics concepts can be concluded that 2D learning videos are able to improve students' understanding of concepts

    Critical Study : Independent Curriculum from the Perspective of Educational Philosophical Schools and the Philosophy of Ki Hajar Dewantara

    No full text
    The Merdeka Curriculum is a development of the K13 curriculum which focuses on aspects of developing the potential, talents, and interests of students through digitizing learning with the use of technology. This curriculum is a starting point for facing the Society 5.0 era which predominantly uses technology. The Merdeka Curriculum is compiled based on four schools of educational philosophy, each of which has characteristics that complement each other in curriculum preparation, only the dominance is different in each curriculum. The development of an independent curriculum needs to be reviewed in terms of educational philosophy so that the dominance of this philosophy can be identified so that the output results are identified with the basis of the curriculum. This research uses a qualitative method with a literature study approach (library research), primary sources are obtained from scientific literature and secondary sources are obtained from supporting sources, such as essays, papers, seminar results, and others. The results of this study are first, the perennialism school of philosophy does not dominate in the independent curriculum because it is only used as a stronghold of cultural values so as not to collapse in the modern era. Second, the essentialism school of philosophy dominates in the content of learning materials. Third, the progressivism school of philosophy fills in the process of student character building through the Pancasila student profile. Fourth, the constructionism school of philosophy dominates the whole because of the renewal of the structure and system of school stakeholders

    Hubungan Kelengkapan Syarat Administrasi dengan Kecepatan Pelayanan Administrasi pada Pasien Baru di Puskesmas Lopok Tahun 2021

    No full text
    Puskesmas merupakan unit pelaksana teknis kesehatan di bawah supervisi Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Secara umum, mereka harus memberikan pelayanan preventif, promotif, kuratif sampai dengan rehabilitatif. Pelaksanaan pelayanan harus dilakukan dengan sebaik mungkin sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, begitupula pelayanan administrasi di puskesmas. Maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang Hubungan kelengkapan syarat administrasi dengan kecepatan pelayanan administrasi pada pasien baru di Puskesmas Lopok tahun 2021. Penelitian ini menggunakan desain survey analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi pada penelitian ini adalah semua pasien khususnya pasien baru sebanyak 543 pasien,  diteliti sebanyak 84 orang, yang diperoleh dengan rumus Slovin dan penentuan jumlah sampel dengan accidental sampling. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji Chi Square dengan aplikasi SPSS. Hasil uji statistik dengan Chi Square menunjukan bahwa nilai (p Value = 0,001) karena nilai p < 0,05, yang berarti ada hubungan yang signifikan antara kelengkapan syrat administrasi dengan kecepatan pelayanan admnistrasi di Puskesmas Lopok tahun 2021. Jika dilihat dari nilai r = 0,459 maka hubungan tersebut memiliki arah positif dengan kekuatan hubungan sedang.  Hasil penelitian ini diharapkan Puskesmas Lopok dapat meningkatkan atau mempertahankan kecepatan pelayanan administrasi pada semua pasien/ pengunjung Di Puskesmas Lopok, melalui petugas loket untuk menyarankan kepada pasien agar melengkapi kelengkapan syarat administrasi agar mendapatkan pelayanan yang cepat. Relationship Between Administrative Requirements and Administrative Service Speed on New Patients at Lopok Public Health Center in 2021 Abstract Public Health Center is a health technical implementing unit under the supervision of the District Health Office. In general, those Public Health Center employee have to give preventive, promotive, curative services until rehabilitative. The implementation of services must be carried out as well as possible in accordance with the main tasks and functions, as well as administrative services at the Public Health Center. Thus, the writer interesting to do the research about the relationship between administrative requirements and administrative service speed on new patients at Lopok Public Health Center in 2021. This study used survey analytic design with cross sectional approach. Population in this study was all patients especially new patients in the amount of 543 patients, out of them there were 84 new patients taken as samples by Slovin and accidental sampling technique. Data were analyzed by univariate and bivariate analysis using Chi Square with SPSS application. Statistical test result by Chi Square test showed that p value= 0.001; since p <0.05 meant that there was a relationship between administrative requirements and administrative service speed on new patients at Lopok Public Health Center in 2021. The value of r is 0.459 meant the relationship was positive with medium strength. The results of the study are expected that Lopok Public Health Center can improve or maintain the speed of administrative services for all patients/visitors at the Lopok Public Health Center through the counter staff to advice patients to complete the administrative

    0

    full texts

    400

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Empiricism Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇