Empiricism Journal
Not a member yet
    400 research outputs found

    Hubungan Prematuritas, BBLR dan Asfiksia dengan Kejadian Ikterus Neonatorum

    No full text
    Ikterus neonatorum adalah kejadian biologis pada bayi yang muncul karena produksi sel darah merah yang tinggi dan ekskresi bilirubin rendah yang di tandai dengan gejala kulit berwarna kuning. Beberapa faktor risiko ikterus neonatorum yang sering terjadi di Asia yaitu jenis kelamin, usia kehamilan, berat badan lahir, jenis persalinan, kejadian asfiksia dan frekuensi pemberian Air Susu Ibu (ASI). Menurut Badan Pusat Statistik Tahun 2023, Kabupaten Lombok Barat merupakan kabupaten yang memiliki jumlah penduduk ke-tiga terbanyak di Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan jumlah penduduk sekitar 753?641. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara Prematuritas, Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), Asfiksia dengan kejadian Ikterus Neonatorum di RSUD Patut Patuh Patju Lombok Barat yang merupakan rumah sakit tipe B dan menjadi rujukan bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan lanjutan. Penelitian ini dilakukan secara kuantitatif analitik dengan desain penelitian cross sectional dimana suatu penelitian yang dilakuakn untuk mempelajari kolerasi antara faktor-faktor resiko dengan cara pendekatan atau pengumpulan data sekaligus pada satu saat tertentu. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, dimana sampel penelitian sebanyak 170 Responden. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji korelasi Chi-Square. Adapun nilai p-value Prematuritas dengan kejadian Ikterus 0,009 (p-value <0,05), BBLR dengan kejadian ikterus 0,003 (p-value <0,05), Asfiksia dengan kejadian ikterus 0,013 (p-value <0,05). Berdasarkan hasil yang diperoleh maka terdapat hubungan yang signifikan antara prematuritas, BBLR, Asfiksia dengan kejadian Ikterus Neonatorum di RSUD Patut Patuh Patju Lombok Barat. Relationship between Prematurity, BBLR and Asphyxia with the Occurrence of Neonatal Jaundice Abstract Neonatal jaundice is a biological occurrence in infants that arises due to high red blood cell production and low bilirubin excretion, marked by yellowish skin symptoms. Several risk factors for neonatal jaundice frequently observed in Asia include gender, gestational age, birth weight, type of delivery, incidence of asphyxia, and the frequency of breastfeeding. According to the Central Statistics Agency in 2023, West Lombok Regency has the third largest population in West Nusa Tenggara (NTB) with about 753,641. This study aims to analyze the relationship between prematurity, Low Birth Weight (LBW) Babies, asphyxia, and the occurrence of neonatal jaundice at the Patut Patuh Patju Hospital in West Lombok, which is a type B hospital and serves as a referral center for those in need of advanced healthcare services. This research was conducted analytically with a cross-sectional study design, where a study is performed to examine the correlation between risk factors by means of an approach or data collection at a specific point in time. The sampling technique used was purposive sampling, with a sample size of 170 respondents. The data obtained were analyzed using the Chi-Square correlation test. The p-values for prematurity with the occurrence of jaundice were 0.009 (p-value <0.05), LBW with the occurrence of jaundice was 0.003 (p-value <0.05), and asphyxia with the occurrence of jaundice was 0.013 (p-value <0.05). Based on the results obtained, there is a significant relationship between prematurity, LBW, asphyxia, and the occurrence of neonatal jaundice at the Patut Patuh Patju Hospital in West Lombok

    Pemanfaatan Kayu Rajumas, Sengon dan Bambu Petung Sebagai Produk Papan Laminasi

    No full text
    Salah satu alternatif peningkatan nilai tambah kayu sengon dan rajumas dengan mengkombinasikan dengan bambu petung menjadi bentuk papan papan laminasi sebagai subtitusi material struktural. Bambu petung dapat dibuat papan laminasi karena memiliki dinding batang tebal (10 mm-30 mm), dinding batang yang tebal akan menghemat penggunaan perekat. Papan laminasi merupakan suatu produk yang dibentuk dari lamina-lamina kayu yang disatukan dengan perekat dengan proses pengempaan menjadi papan yang ukurannya bisa diatur sesuai keperluan. Kelebihan produk papan laminasi yaitu cacat kayu dapat dihilangkan, memiliki nilai estetika yang baik serta mudah dalam perawatannya. Persayaratan kayu untuk untuk penggunaan structural membutuhkan kekuatan yang tinggi dan memiliki dimensi yang besar.  Teknologi papan laminasi memungkinkan kayu dengan sifat inferior dikonversi menjadi produk structural.  Tujuan dari penelitian ini untuk melihat pengaruh berat labur, jenis kombinasi kayu dan non kayu serta interaksinya terhadap sifat fisika dan mekanika papan laminas serta menentukan kelas kuat papan laminasi berdasarkan sifat fisika dan mekanikanya. Berdasarkan hasil pengujian sifat fisika (kerapatan, pengembangan tebal dan penyusutan tebal) papan laminasi tidak berpengaruh nyata terhadap berat labur, jenis kombinasi dan interaksinya kecuali pada pengujian kadar air berpengaruh nyata.  Pengujian sifat mekanika (MoE dan MoR) berpengaruh nyata terhadap berat labur, jenis kombinasi dan interaksinya.  Sifat fisika papan laminasi kombinasi kayu rajumas bambu petung dan sengon bambu petung sudah sesuai standar JAS 234-2007 namun pada pengujian sifat mekanika belum memenuhi standar.  Berdasarkan hasil pengujian sifat fisika dan mekanika maka masuk dalam kelas kuat III yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan konstruksi ringan dengan pemakaian didalam ruangan. Utilization of Rajumas, Sengon and Petung Bamboo as Laminated Board Products Abstract One alternative to increase the added value of sengon and rajumas wood by combining with petung bamboo into a form of laminated board as a substitute for structural materials. Petung bamboo can be made into a laminated board because it has a thick stem wall (10 mm-30 mm), a thick stem wall will save the use of adhesive. Laminated board is a product formed from wood laminae that are joined together with adhesive by the process of forging into a board whose size can be adjusted as needed. The advantages of laminated board products are that wood defects can be eliminated, have good aesthetic value and are easy to maintain. Wood requirements for structural use require high strength and large dimensions.  Laminated board technology allows wood with inferior properties to be converted into structural products. The purpose of this research is to see the effect of labor weight, type of wood and non-wood combination and their interaction on the physical and mechanical properties of laminated boards and determine the strength class of laminated boards based on their physical and mechanical properties. Based on the results of testing the physical properties (density, thickness development and thickness shrinkage) of laminated boards have no significant effect on the weight of the lumber, the type of combination and its interaction except in testing the water content has a real effect. Testing of mechanical properties (MoE and MoR) has a significant effect on the weight of labur, the type of combination and its interaction. The physical characteristics of the laminated board combination of rajumas bamboo petung and sengon bamboo petung wood are in accordance with the JAS 234-2007 standard, but the mechanical properties test has not met the standard.  Based on the results of testing the physical and mechanical properties, it is included in strength class III which can be utilized as a lightweight construction material with indoor use

    Hubungan Antara Kecakapan Berpikir Saintifik dan Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa pada Pembelajaran Komputasi Terapan

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kecakapan berpikir saintifik dan kemampuan berpikir kritis mahasiswa dalam pembelajaran komputasi terapan. Desain penelitian ini adalah korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi (PTI) Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA) yang mengikuti mata kuliah komputasi terapan pada semester genap tahun akademik 2023/2024, dengan sampel sebanyak 30 mahasiswa yang di ambil menggunakan metode purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa tes. Hasil pengujian validitas instrumen tes menggunakan metode corrected item-total correction atau bivariate pearson yaitu membandingkan skor amatan dengan keseluruhan skor total tes, dimana menunjukkan bahwa korelasi setiap butir soal dengan skor total pada kedua instrumen lebih besar daripada nilai r tabel sebesar 0,576, hal ini mengindikasikan bahwa instrumen layak untuk digunakan. Kedua instrumen juga reliabel untuk digunakan mengacu pada nilai Cronbach's Alpha sebesar 0.912 untuk instrumen tes kecakapan berpikir saintifik dan 0,876 untuk tes kemampuan berpikir kritis. Uji prasyarat analisis berupa uji normalitas menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dan Shapiro-Wilk menunjukkan bahwa data terdistribusi normal (p > 0.05), dan uji linearitas menggunakan scatterplot dan analisis regresi menunjukkan hubungan linear antara kedua variabel (F = 3.148,181, p < 0.05). Hasil analisis korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara kecakapan berpikir saintifik dan kemampuan berpikir kritis, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0.996 (p = 0.000, p < 0.05). Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi kecakapan berpikir saintifik mahasiswa, semakin tinggi pula kemampuan berpikir kritis mereka. Implikasi dari penelitian ini memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran komputasi terapan di Prodi PTI UNDIKMA dan dapat menjadi acuan bagi pengembangan pembelajaran di program studi sejenis di perguruan tinggi lainnya. The Relationship Between Scientific Thinking Skills and Critical Thinking Abilities of Students in Applied Computing Learning Abstract This study aims to analyze the relationship between students' scientific thinking skills and critical thinking abilities in applied computing learning. The research design is correlational with a quantitative approach. The study population includes all students of the Information Technology Education (PTI) Study Program at Mandalika University of Education (UNDIKMA) who are enrolled in the applied computing course during the even semester of the 2023/2024 academic year, with a sample of 30 students selected using purposive sampling. The instrument used was a test. The validity test results of the test instrument using the corrected item-total correction or bivariate Pearson method, which compares the observed scores with the total test scores, showed that the correlation of each item with the total score on both instruments was greater than the table r value of 0.576, indicating that the instruments are suitable for use. Both instruments are also reliable, as indicated by the Cronbach's Alpha values of 0.912 for the scientific thinking skills test and 0.876 for the critical thinking skills test. The prerequisite analysis test using the Kolmogorov-Smirnov and Shapiro-Wilk tests showed that the data were normally distributed (p > 0.05), and the linearity test using scatterplots and regression analysis showed a linear relationship between the two variables (F = 3.148,181, p < 0.05). The Pearson correlation analysis results showed a significant positive relationship between scientific thinking skills and critical thinking abilities, with a correlation coefficient of 0.996 (p = 0.000, p < 0.05). These findings indicate that the higher the students' scientific thinking skills, the higher their critical thinking abilities. The implications of this research provide a significant contribution in improving the quality of applied computing learning in the PTI Study Program at UNDIKMA and can serve as a reference for the development of similar study programs in other higher education institutions

    Integrasi Kearifan Lokal dalam Kurikulum untuk Menumbuhkan Literasi Budaya Siswa: Kajian Etnopedagogis

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak integrasi kearifan lokal dalam kurikulum terhadap literasi budaya siswa di sekolah menengah atas. Menggunakan pendekatan campuran (mixed methods), data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara semi-terstruktur, observasi kelas, dan analisis dokumentasi kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal dalam kurikulum memiliki dampak positif yang signifikan terhadap pemahaman siswa mengenai literasi budaya lokal, meningkatkan motivasi belajar, serta memperkuat identitas budaya siswa. Sebagian besar siswa (75%) menunjukkan pemahaman yang baik mengenai kearifan lokal, sementara 80% siswa merasa pembelajaran menjadi lebih menarik dan relevan. Selain itu, 70% siswa melaporkan peningkatan motivasi belajar. Wawancara dengan guru dan kepala sekolah mengungkapkan bahwa integrasi ini memudahkan siswa untuk memahami materi pelajaran melalui konteks budaya yang dikenal, meskipun terdapat tantangan dalam penyediaan sumber daya dan pelatihan guru. Observasi kelas menunjukkan peningkatan partisipasi siswa dan penggunaan metode pembelajaran kontekstual yang efektif. Dokumentasi kurikulum dan bahan ajar mendukung temuan bahwa kearifan lokal diintegrasikan dengan baik dalam berbagai mata pelajaran. Kesimpulannya, integrasi kearifan lokal dalam kurikulum dapat meningkatkan literasi budaya siswa. Integration of Local Wisdom in the Curriculum to Develop Students' Cultural Literacy: Ethnopedagogical StudiesAbstractThis study aims to explore the impact of local wisdom integration in the curriculum on students' cultural literacy in senior high schools. Using a mixed methods approach, data were collected through questionnaires, semi-structured interviews, classroom observations, and analysis of curriculum documentation. The results showed that the integration of local wisdom in the curriculum had a significant positive impact on students' understanding of local cultural literacy, increased learning motivation, and strengthened students' cultural identity. Most students (75%) showed a good understanding of local wisdom, while 80% of students felt that learning became more interesting and relevant. In addition, 70% of students reported increased learning motivation. Interviews with teachers and principals revealed that this integration made it easier for students to understand the subject matter through a familiar cultural context, despite challenges in providing resources and teacher training. Classroom observations showed increased student participation and the use of effective contextual learning methods. Curriculum documentation and teaching materials supported the findings that local wisdom was well integrated into various subjects. In conclusion, the integration of local wisdom in the curriculum can improve students' cultural literacy

    Peran Pendidikan Kewirausahaan dalam Inovasi Produk: Studi Kasus Teh Rosella di SMKN 1 Mas Ubud

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan kewirausahaan dalam mendorong kreativitas, inovasi, dan efektivitas pengembangan produk, dengan fokus pada studi kasus pengembangan Teh Rosella di SMKN 1 Mas Ubud. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian melibatkan enam siswa kelas XI Akuntansi yang terlibat dalam proyek pengembangan Teh Rosella. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan angket. Validitas dan reliabilitas instrumen dikonfirmasi melalui triangulasi data. Analisis data menggunakan metode tematik untuk mengidentifikasi tema terkait kreativitas, inovasi, dan efektivitas program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program kewirausahaan di SMKN 1 Mas Ubud efektif dalam meningkatkan kreativitas dan inovasi siswa, dengan 83,3% responden merasa program tersebut berkontribusi pada pengembangan keterampilan. Secara keseluruhan, efektivitas program kewirausahaan ini cukup tinggi dalam mendorong kreativitas dan inovasi, namun peningkatan dalam hal fasilitas dan kolaborasi dengan industri masih diperlukan untuk mencapai hasil yang optimal. Tantangan terkait keterbatasan fasilitas dan dukungan dari guru juga menjadi hambatan yang perlu diatasi untuk lebih memaksimalkan potensi program. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan kewirausahaan memainkan peran penting dalam memfasilitasi inovasi produk, namun memerlukan perbaikan dari segi infrastruktur dan dukungan industri untuk dampak yang lebih optimal. The Role of Entrepreneurship Education in Product Innovation: A Case Study of Rosella Tea at SMKN 1 Mas Ubud Abstract This study aims to analyze the role of entrepreneurship education in fostering creativity, innovation, and product development effectiveness, focusing on a case study of Rosella Tea development at SMKN 1 Mas Ubud. The research employs a qualitative method with a case study approach. The subjects include six 11th-grade accounting students involved in the Rosella Tea development project. Data collection techniques consist of interviews, observations, and questionnaires. The validity and reliability of the instruments were confirmed through data triangulation. Thematic analysis was used to identify key themes related to creativity, innovation, and program effectiveness. The findings show that the entrepreneurship program at SMKN 1 Mas Ubud is effective in enhancing students' creativity and innovation, with 83.3% of respondents indicating that the program contributed to their skill development. Overall, the program is highly effective in promoting creativity and innovation, though improvements in facilities and industry collaboration are necessary to achieve optimal results. Challenges such as limited facilities and insufficient teacher support also hinder the program’s full potential. This study concludes that entrepreneurship education plays a critical role in facilitating product innovation, but improvements in infrastructure and industry support are needed for a more optimal impact

    Identifikasi dan Analisis Kerusakan Jalan Menggunakan Metode Pavement Condition Index (PCI) dan Surface Distress Index (SDI)

    No full text
    Jalan Milir – Dayakan memiliki nomor ruas 022 dengan Panjang ruas jalan di 3,6 km sesuai dalam Surat Keputusan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 124/KEP/2023 Tentang Penetapan Ruas Jalan Menurut Statusnya sebagai Jalan Provinsi dengan lebar ruas 6,7 meter dan tipe jalan 2/2 UD dengan kelas jalan III. Dikarenakan menjadi salah satu jalan alternatif, akibatnya ruas jalan Milir – Dayakan mengalami peningkatan volume kendaraan yang menjadikan salah satu faktor yang menyebabkan berbagai permasalahan kerusakan jalan yang terjadi pada ruas jalan tersebut, permasalahan yang dapat terjadi pada ruas jalan tersebut berupa kerusakan badan jalan dengan berbagai tipe kerusakan yang terjadi .Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerusakan pada ruas Jalan Milir – Dayakan, Kabupaten Kulon Progo, menggunakan metode Pavement Condition Index (PCI) dan Surface Distress Index (SDI). Studi ini menggunakan data primer berupa survai secara langsung (visual) serta data sekunder dari instansi terkait. Metode PCI memberikan penilaian berdasarkan nilai kerusakan dari 0 hingga 100, sementara SDI mengevaluasi kerusakan jalan berdasarkan parameter seperti luas retak, jumlah lubang, dan kedalaman bekas roda. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai rata-rata PCI adalah 53,78, mengindikasikan kondisi jalan dalam kategori "sedang (fair)", dengan nilai tertinggi 100 (sempurna) dan terendah 9 (gagal). Sementara itu, nilai rata-rata SDI sebesar 37,78 menunjukkan kondisi jalan dalam kategori "baik". Berdasarkan hasil ini, disarankan perbaikan pada segmen-segmen dengan kerusakan parah untuk mencegah degradasi lebih lanjut dan meningkatkan kenyamanan pengguna jalan. Identification and Analysis of Road Damage Using Pavement Condition Index (PCI) and Surface Distress Index (SDI) Methods Abstract The Milir–Dayakan Road is identified as road number 022, with a length of 3.6 km, as stated in the Governor's Decree of the Special Region of Yogyakarta No. 124/KEP/2023 concerning the Designation of Roads Based on Their Status as Provincial Roads. The Milir–Dayakan Road has a width of 6.7 meters and is classified as a 2/2 UD type road with road class III. The high volume of vehicles passing through this road contributes to various issues, including road pavement damage with diverse types of deterioration.This study aims to analyze the level of damage on the Milir–Dayakan Road, Kulon Progo Regency, using the Pavement Condition Index (PCI) and Surface Distress Index (SDI) methods. Primary data were collected through direct visual surveys to identify types and levels of road damage, supplemented by secondary data from relevant agencies. The PCI method assesses road conditions with scores ranging from 0 to 100, while the SDI method evaluates road damage based on parameters such as crack area, number of potholes, and rutting depth.The analysis results show an average PCI score of 53.78, indicating the road's condition falls into the "fair" category, with the highest PCI score being 100 ("excellent") and the lowest 9 ("failed"). Meanwhile, the average SDI score of 37.78 categorizes the road condition as "good." Based on these findings, repairs are recommended for segments with severe damage to prevent further deterioration and enhance user comfort

    Pengaruh Metode Suku Kata Berbantuan Gambar Terhadap Kemampuan Membaca Kelas II di SDN 15 Cakranegara

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh metode suku kata berbantuan gambar terhadap kemampuan membaca permulaan siswa kelas II di SDN 15 Cakranegara dan bagaimana pengaruh metode suku kata berbantuan gambar terhadap kemampuan membaca permulaan siswa kelas II di SDN 15 Cakranegara. Pendekatan pada penelitian ini menggunakan pendekatan  penelitian kuantitatif. Metode yang digunakan yakni metode Eksperimen dengan jenis Quasi Experimental Design (experimen semu). Subjek utama penelitian ini adalah siswa kelas II SDN 15 Cakranegara yang berjumlah 30 siswa. Dengan terdiri dari dua kelas yakni kelas kontrol dan kelas eksperimen. Dalam penelitian ini terdapat dua variabel, yaitu variabel bebas (metode suku kata berbantuan gambar), dan variabel terikat (kemampuan membaca permulaan siswa). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, oservasi terstruktur, wawancara terstruktur dan dokumentasi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan dari metode suku kata berbantuan gambar terhadap kemampuan membaca permulaan siswa. Berdasarkan uji Independent Sample t-test menggunakan program SPSS, diperoleh nilai Sig. (2-tailed) = 0,000 < 0,05 dan nilai t_hitung = 4,905 > t_tabel = 2,048. Dengan demikian, hipotesis alternatif (Ha) diterima. Selain itu, hasil wawancara dengan guru menunjukkan bahwa metode ini mempermudah siswa dalam mengenali, memahami, dan mengingat pola suku kata, serta meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri siswa. Hasil observasi juga mendukung temuan ini, di mana guru menerapkan metode secara konsisten dan siswa terlihat lebih aktif dan antusias saat pembelajaran berlangsung. Temuan ini menunjukkan bahwa metode suku kata berbantuan gambar memberikan pengaruh positif terhadap proses dan hasil belajar membaca permulaan siswa. The Effect of Syllable Method Assisted by Pictures on the Reading Ability of Grade II Students at SDN 15 Cakranegara Abstract This research aims to investigate the effect of the syllable method, supported by pictures, on the reading abilities of second-grade students at SDN 15 Cakranegara, as well as how this method influences their skills. A quantitative approach was employed, utilizing an experimental method with a quasi-experimental design. The study involved 30 second-grade students, divided into a control class and an experimental class. The independent variable in the study is the syllable method with picture assistance, while the dependent variable is the students' initial reading abilities. Data were gathered through observations, tests, interviews, and documentation. The analysis revealed a significant impact of the syllable method, supported by pictures, on improving the students' early reading skills. Results from an Independent Sample t-test using SPSS software showed a Sig. (2-tailed) value of 0.000, which is less than 0.05, and a t-value of 4.905, which is higher than the critical value of 2.048, confirming the acceptance of the alternative hypothesis (Ha). Additionally, interviews with the teacher revealed that the method aids students in recognizing, understanding, and retaining syllable patterns more effectively, boosting their motivation and confidence. Observational data also reinforced these findings, indicating that the teacher applied the method consistently, and students were more active and engaged during the lessons. Overall, the results demonstrate that the syllable method, aided by pictures, has a positive effect on both the learning process and the improvement of early reading skills.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh metode suku kata berbantuan gambar terhadap kemampuan membaca permulaan siswa kelas II di SDN 15 Cakranegara dan bagaimana pengaruh metode suku kata berbantuan gambar terhadap kemampuan membaca permulaan siswa kelas II di SDN 15 Cakranegara. Pendekatan pada penelitian ini menggunakan pendekatan  penelitian kuantitatif. Metode yang digunakan yakni metode Eksperimen dengan jenis Quasi Experimental Design (experimen semu). Subjek utama penelitian ini adalah siswa kelas II SDN 15 Cakranegara yang berjumlah 30 siswa. Dengan terdiri dari dua kelas yakni kelas kontrol dan kelas eksperimen. Dalam penelitian ini terdapat dua variabel, yaitu variabel bebas (metode suku kata berbantuan gambar), dan variabel terikat (kemampuan membaca permulaan siswa). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, oservasi terstruktur, wawancara terstruktur dan dokumentasi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan dari metode suku kata berbantuan gambar terhadap kemampuan membaca permulaan siswa. Berdasarkan uji Independent Sample t-test menggunakan program SPSS, diperoleh nilai Sig. (2-tailed) = 0,000 < 0,05 dan nilai t_hitung = 4,905 > t_tabel = 2,048. Dengan demikian, hipotesis alternatif (Ha) diterima. Selain itu, hasil wawancara dengan guru menunjukkan bahwa metode ini mempermudah siswa dalam mengenali, memahami, dan mengingat pola suku kata, serta meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri siswa. Hasil observasi juga mendukung temuan ini, di mana guru menerapkan metode secara konsisten dan siswa terlihat lebih aktif dan antusias saat pembelajaran berlangsung. Temuan ini menunjukkan bahwa metode suku kata berbantuan gambar memberikan pengaruh positif terhadap proses dan hasil belajar membaca permulaan siswa

    Identifikasi Lapisan Bawah Permukaan Tanah dengan Metode Geolistrik Wenner Schlumberger

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi struktur bawah permukaan di Dusun Sade dan Desa Rembitan, Lombok Tengah, menggunakan metode geolistrik konfigurasi Wenner-Schlumberger. Metode ini dipilih karena kemampuannya memberikan data resistivitas semu yang rinci, memungkinkan interpretasi litologi dan identifikasi zona akuifer. Hasil pengolahan data menunjukkan tujuh lapisan bawah permukaan di Dusun Sade, dengan zona akuifer dangkal pada kedalaman 13,65–23,68 m dan akuifer dalam pada kedalaman >114 m, masing-masing memiliki resistivitas rendah (2,19–2,94 ?m). Desa Rembitan menunjukkan delapan lapisan, dengan akuifer potensial pada kedalaman 7,52–26,05 m dan 16,68–51,76 m, dengan resistivitas 0,97–3,95 ?m. Lapisan breksi pasiran dengan resistivitas tinggi (>80 ?m di Dusun Sade dan 5,27 ?m di Desa Rembitan) berfungsi sebagai lapisan pelindung alami. Zona dengan resistivitas rendah menunjukkan potensi besar untuk penyediaan air bersih, sementara lapisan pelindung dapat melindungi akuifer dari kontaminasi. Penemuan ini relevan untuk mendukung perencanaan pengelolaan sumber daya air, mitigasi risiko bencana, dan tata ruang yang berkelanjutan. Dengan memanfaatkan hasil ini, otoritas lokal dapat mengoptimalkan lokasi pengeboran sumur, memitigasi risiko longsor di zona jenuh air, dan melindungi area penting dari pembangunan yang merusak. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan berbasis data geolistrik untuk mendukung pembangunan berkelanjutan dan ketahanan lingkungan di wilayah Lombok Tengah. Identification of Subsurface Soil Layers Using the Wenner Schlumberger Geoelectric MethodAbstractThis study aims to identify subsurface structures in Sade Hamlet and Rembitan Village, Central Lombok, using the Wenner-Schlumberger geoelectric method. The method was chosen for its ability to provide detailed apparent resistivity data, enabling lithological interpretation and aquifer identification. Data processing revealed seven subsurface layers in Sade Hamlet, with shallow aquifers at 13.65–23.68 m and deep aquifers at >114 m, both with low resistivity (2.19–2.94 ?m). In Rembitan Village, eight layers were identified, with potential aquifers at 7.52–26.05 m and 16.68–51.76 m, exhibiting resistivity values of 0.97–3.95 ?m. High-resistivity sandy breccia layers (>80 ?m in Sade and 5.27 ?m in Rembitan) act as natural protective barriers. Zones with low resistivity indicate significant potential for clean water supply, while protective layers safeguard aquifers from contamination. These findings are relevant for planning water resource management, disaster risk mitigation, and sustainable spatial development. By utilizing these results, local authorities can optimize well locations, mitigate landslide risks in water-saturated zones, and protect critical areas from damaging activities. This study underscores the importance of geoelectric data-driven approaches in supporting sustainable development and environmental resilience in Central Lombok

    Implementasi Relaksasi Otot Progresif terhadap Gangguan Mental Emosional Remaja

    No full text
    Masalah kesehatan gangguan mental emosional yang dialami remaja cukup tinggi. Cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi gangguan mental emosional dengan relaksasi otot progresif. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh relaksasi otot progresif terhadap gangguan mental emosional remaja. Jenis penelitian pra eksperiment dengan rancangan one group pre-test post-test. Sampel dipilih dengan teknik purpusive sampling, yaitu siswa-siswi kelas XI MIPA disalah satu SMA Kabupaten Gianyar sebanyak 34 responden. kuesioner mengukur gangguan mental emosional menggunakan Self Reporting Questionnaire-29 (SRQ-29). Analisis data uji Wilcoxson Signed Rank Test dengan tingkat kepercayaan 95% (?=0.05), karena setelah dilakukan uji normalitas data dengan Shapiro-Wilk, data tersebut berdistribusi tidak normal. Hasil penelitian rata-rata nilai gangguan mental emosional sebelum diberikan perlakuan adalah 9,53 dan rata-rata setelah diberikan perlakuan adalah 7,32. Terdapat penurunan rerata gangguan mental emosional sejumlah 2,21 yang berarti bermakna. Hasil analisis menggunakan uji Wilcoxson Signed Rank Test terdapat nilai p 0,000 bahwa ada pengaruh relaksasi otot progresif terhadap gangguan mental emosional pada remaja. Relaksasi otot progresif efektif menurunkan nilai gangguan mental emosional pada remaja. Disarankan kepada remaja untuk melakukan terapi relaksasi otot progresif untuk mengatasi gangguan mental emosional dan tetunya kesehatan mental akan semakin baik. Implementation of Progressive Muscle Relaxation Against Mental Emotional Disorders of AdolescentsAbstractThe health problems of emotional mental disorders experienced by teenagers are quite high. Ways that can be used to overcome emotional mental disorders are with progressive muscle relaxation. The research aims to determine the effect of progressive muscle relaxation on mental emotional disorders in adolescents. This type of research is pre-experimental with a one group pre-test post-test design. The sample was selected using a purpusive sampling technique, namely students from class XI MIPA at one of the high schools in Gianyar Regency, totaling 34 respondents. The questionnaire measures emotional mental disorders using the Self Reporting Questionnaire-29 (SRQ-29). Analysis of the Wilcoxson Signed Rank Test data with a confidence level of 95% (?=0.05), because after testing the data for normality with Shapiro-Wilk, the data was not normally distributed. The research results showed that the average score for emotional mental disorders before being given treatment was 9.53 and the average after being given treatment was 7.32. There was a decrease in the average of emotional mental disorders by 2.21, which was significant. The results of the analysis using the Wilcoxson Signed Rank Test showed a p value of 0.000 that there was an effect of progressive muscle relaxation on emotional mental disorders in adolescents. Progressive muscle relaxation is effective in reducing mental emotional disorders in adolescents. It is recommended for teenagers to carry out progressive muscle relaxation therapy to overcome emotional mental disorders and of course their mental health will improve

    Hubungan Kualitas Air Minum dengan Kejadian Diare pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Masbagik Baru

    No full text
    Timbulnya penyakit diare dipengaruhi oleh kualitas air minum yang terkontaminasi anorganik dan organik. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kualitas air minum dengan kejadian diare pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Masbagik Baru Tahun 2024. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berupa observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Populasinya dalam penelitian ini adalah semua balita yang bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas Masbagik Baru sebanyak 113 Orang, teknik pengambilan sampel menggunakan sistematik random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 53 orang. Variabel independent dalam penelitian ini adalah kualitas air minum yang didapatkan dari hasil pemeriksaan kandungan bakteri Escherichia Coli (E-Coli) dan variabel dependen adalah kejadian diare didapatkan dari data skunder (buku registrasi) Puskesmas. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi dari hasil uji kualitas air minum keluarga (E-Coli) dan data skunder berupa buku register dari Puskesmas. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis univariat dan analsis bivariat, sedangkan uji statistik yang di gunakan yakni uji chi square. Berdasarkan hasil analisis statistik menggunakan uji Chi Square diperoleh nilai probabilitas value (p-value) sebesar 0,000 dengan taraf signifikansi 0,05, karena 0,000 < 0,05, maka disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas air minum dengan kejadian diare pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Masbagik Baru Tahun 2024. Semakin baik kualitas air minum yang dikonsumsi, maka resiko terjadinya diare akan semakin kecil. Disarankan kepada orang tua agar memberikan air minum yang memenuhi syarat seperti terbebas dari bakteri, zat kimia, racun, dan limbah untuk menghindari terjadinya diare. The Relationship between Drinking Water Quality and Incidence of Diarrhea in Toddlers the Working Area of Masbagik Baru Health Center Abstract The emergence of diarrheal diseases is influenced by the quality of drinking water contaminated with inorganic and organic substances. The aim of this study is to determine the relationship between drinking water quality and the incidence of diarrhea in toddlers in the working area of Masbagik Baru Health Center in 2024. The research method used in this study is observational analytic with a cross-sectional design. The population in this study includes all toddlers residing in the working area of Masbagik Baru Health Center, totaling 113 individuals. The sampling technique used is systematic random sampling, with a total sample size of 53 individuals. The independent variable in this study is the quality of drinking water, obtained from the examination of Escherichia Coli (E-Coli) bacterial content, and the dependent variable is the incidence of diarrhea, obtained from secondary data (registration books) from the health center. Data collection techniques in this study use observation sheets from the results of family drinking water quality tests (E-Coli) and secondary data in the form of registration books from the health center. Data analysis in this study employs univariate and bivariate analysis, while the statistical test used is the chi-square test. Based on the statistical analysis using the Chi Square test, a p-value of 0.000 was obtained with a significance level of 0.05. Since 0.000 < 0.05, it is concluded that there is a significant relationship between drinking water quality and the incidence of diarrhea in toddlers in the working area of Masbagik Baru Health Center in 2024. The better the quality of drinking water consumed, the lower the risk of diarrhea. It is recommended that parents provide drinking water that meets the requirements, such as being free from bacteria, chemicals, toxins, and waste, to prevent the occurrence of diarrhea

    0

    full texts

    400

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Empiricism Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇