Empiricism Journal
Not a member yet
    400 research outputs found

    Penerapan Strategi Pemasaran Melalui Media Sosial untuk Meningkatkan Penjualan Produk Fashion

    No full text
    Penelitian ini mengkaji penerapan strategi pemasaran media sosial untuk meningkatkan keterlibatan pelanggan dan penjualan produk fashion di Toko Arfah, sebuah UMKM di Kotamobagu. Dengan mengoptimalkan konten visual, memanfaatkan iklan berbayar yang terarah, Toko Arfah berhasil memperluas jangkauan audiens dan meningkatkan loyalitas pelanggan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam dan dokumentasi. Penelitian ini akan menggunakan data yang dikumpulkan dari umpan balik pelanggan melalui platform media sosial seperti Facebook. Hasil penelitian menunjukkan dampak signifikan kampanye media sosial terhadap keterlibatan pelanggan dan kinerja penjualan. Studi ini memberikan wawasan berharga bagi UMKM lain yang ingin mengoptimalkan strategi pemasaran digital mereka dengan menyelaraskan konten sesuai dengan preferensi pelanggan Kotamobagu. Hasil ini menegaskan pentingnya konten visual dan interaksi pelanggan dalam membangun kepercayaan merek dan mendorong penjualan. The Implementation of Social Media Marketing Strategies to Increase Fashion Product Sales AbstractThis study examines the implementation of social media marketing strategies to enhance customer engagement and product sales for Arfah Store, an MSME in Kotamobagu. By optimizing visual content and utilizing targeted paid advertisements, Arfah Store successfully expanded its audience reach and improved customer loyalty. This research employs a qualitative method, with data collection techniques including in-depth interviews and documentation. The study uses data gathered from customer feedback on social media platforms like Facebook. The results indicate a significant impact of social media campaigns on customer engagement and sales performance. This study provides valuable insights for other MSMEs aiming to optimize their digital marketing strategies by aligning content with the preferences of Kotamobagu customers. The findings emphasize the importance of visual content and customer interaction in building brand trust and driving sales

    Analisis Ramalan Penjualan Produk Kopi Robusta pada UMKM CV. Brene Robusta Gunung Ambang Kotamobagu

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk meramalkan penjualan produk kopi Robusta pada UMKM CV. Brene Robusta Gunung Ambang Kotamobagu dengan pendekatan kombinasi metode kuantitatif dan kualitatif. Data historis penjualan dari tahun 2020 hingga 2023 dianalisis menggunakan metode Least Square untuk memprediksi tren penjualan hingga tahun 2026. Pendekatan kualitatif dilakukan melalui wawancara mendalam untuk memahami faktor-faktor eksternal seperti perilaku konsumen, dinamika pasar, dan kondisi ekonomi regional. Hasil penelitian menunjukkan pola musiman yang konsisten. Pada tahun 2020, penjualan tertinggi terjadi pada bulan Januari dengan volume 200 kg. Penjualan menurun secara bertahap selama musim kemarau (April hingga September), mencapai titik terendah sebesar 120 kg pada bulan September. Sebaliknya, selama musim hujan (Oktober hingga Maret), penjualan meningkat, mencapai 180 kg pada bulan Desember. Pola serupa terjadi pada tahun-tahun berikutnya, di mana penjualan cenderung lebih tinggi pada musim hujan dibandingkan musim kemarau.Perilaku konsumen di pasar lokal menunjukkan sensitivitas tinggi terhadap fluktuasi harga. Misalnya, kenaikan harga kopi dari Rp50.000 per kg menjadi Rp55.000 pada Maret 2020 menyebabkan penurunan penjualan dari 200 kg menjadi 160 kg. Namun, ketika harga kembali turun menjadi Rp53.000 pada April, penjualan meningkat menjadi 190 kg. Integrasi analisis kuantitatif dan wawasan kualitatif memberikan dasar yang kuat untuk perencanaan strategis. Dengan memahami pola musiman, sensitivitas harga, dan pengaruh ekonomi lokal, UMKM dapat mengoptimalkan manajemen produksi, stok, dan pemasaran. Prediksi yang lebih akurat memungkinkan UMKM CV. Brene Robusta meningkatkan profitabilitas meskipun menghadapi tantangan pasar yang dinamis. Penelitian ini menekankan pentingnya penggunaan data untuk mendukung pengambilan keputusan bisnis. Sales Forecast Analysis of Robusta Coffee Products at MSME CV. Brene Robusta Gunung Ambang Kotamobagu AbstractThis study aims to forecast the sales of Robusta coffee products at MSME CV. Brene Robusta Gunung Ambang Kotamobagu using a combination of quantitative and qualitative approaches. Historical sales data from 2020 to 2023 were analyzed using the Least Square method to predict sales trends up to 2026. A qualitative approach was conducted through in-depth interviews to understand external factors such as consumer behavior, market dynamics, and regional economic conditions.The findings reveal a consistent seasonal pattern. In 2020, the highest sales occurred in January, with a volume of 200 kg. Sales gradually declined during the dry season (April to September), reaching the lowest point of 120 kg in September. Conversely, during the rainy season (October to March), sales increased, peaking at 180 kg in December. Similar patterns were observed in subsequent years, with sales being higher during the rainy season compared to the dry season. Local consumer behavior indicates high sensitivity to price fluctuations. For instance, a price increase from Rp50,000 per kg to Rp55,000 in March 2020 caused sales to drop from 200 kg to 160 kg. However, when the price decreased to Rp53,000 in April, sales rose to 190 kg. The integration of quantitative analysis and qualitative insights provides a strong foundation for strategic planning. By understanding seasonal patterns, price sensitivity, and the impact of local economic conditions, MSMEs can optimize production, inventory, and marketing strategies. More accurate predictions enable CV. Brene Robusta to improve profitability despite dynamic market challenges. This study highlights the importance of data-driven decision-making in business

    Strategi Penyembunyian dan Pengucilan Aktor Sosial dalam Berita Razia Kamar Kos: Analisis Wacana Theo Van Leeuwen

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi eksklusi dan inklusi aktor sosial dalam pemberitaan media massa tentang razia kamar kos yang dilakukan oleh Tim Maung Galunggung Polres Tasikmalaya Kota. Dengan menggunakan pendekatan analisis wacana kritis Theo van Leeuwen, penelitian ini menemukan bahwa pasangan yang tertangkap dan pemilik kos mengalami eksklusi melalui pasivasi, asimilasi, dan generalisasi, sedangkan polisi dan masyarakat diinklusikan melalui nominasi, determinasi, dan asosiasi. Temuan menunjukkan bahwa strategi ini memperkuat stigma sosial terhadap kelompok marginal, mempertegas legitimasi otoritas, dan mendorong solidaritas sosial yang terbatas. Penelitian ini memberikan kontribusi pada wacana kritis dengan menyoroti bagaimana media membentuk narasi moral yang berdampak pada dinamika sosial dan kebijakan publik. The Strategic Role of Educational Philosophy in Human Resource Development: Theoretical Insights and Global ImplementationAbstractThis study aims to analyze strategies of exclusion and inclusion of social actors in media coverage of boarding house raids conducted by the Maung Galunggung Team of the Tasikmalaya City Police. Using Theo van Leeuwen's critical discourse analysis framework, the study reveals that arrested couples and boarding house owners were excluded through passivation, assimilation, and generalization, while the police and the community were included through nomination, determination, and association. The findings indicate that these strategies reinforce social stigma against marginalized groups, legitimize authority, and foster limited social solidarity. This study contributes to critical discourse analysis by highlighting how media narratives shape moral perceptions, social dynamics, and public policy

    Efektivitas Layanan Cyber Counseling Berbasis Chat Asynchronous untuk Meningkatkan Kualitas Bimbingan dan Konseling di Sekolah Menengah Pertama

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas layanan cyber counseling berbasis chat asynchronous dalam meningkatkan kualitas layanan bimbingan dan konseling di SMP Negeri 1 Taliwang. Pendekatan metode campuran digunakan dengan wawancara kualitatif terhadap guru BK dan kuesioner kuantitatif kepada siswa. Hasil menunjukkan bahwa layanan ini meningkatkan kepercayaan diri siswa, kenyamanan dalam berbagi masalah, dan aksesibilitas layanan. Anonimitas dan fleksibilitas waktu menjadi keunggulan utama, meskipun tantangan seperti literasi digital rendah dan akses internet perlu diatasi. Layanan ini menunjukkan efektivitas yang signifikan (p < 0,001) dibandingkan konseling tradisional. Rekomendasi mencakup pelatihan literasi digital, pendekatan hybrid, dan evaluasi berkala untuk memastikan keberlanjutan layanan. Penelitian ini menawarkan kontribusi dalam pengembangan layanan konseling berbasis teknologi di sekolah. The Effectiveness of Asynchronous Chat-Based Cyber Counseling to Improve the Quality of Guidance and Counseling in Junior High SchoolsAbstractThis study aims to evaluate the effectiveness of asynchronous chat-based cyber counseling in improving the quality of guidance and counseling services at SMP Negeri 1 Taliwang. A mixed-method approach was used, involving qualitative interviews with guidance counselors and quantitative questionnaires distributed to students. The results indicate that the service enhances students' confidence, comfort in sharing problems, and service accessibility. Anonymity and time flexibility are key advantages, though challenges such as low digital literacy and limited internet access need to be addressed. The service shows significant effectiveness (p < 0.001) compared to traditional counseling methods. Recommendations include digital literacy training, a hybrid approach, and regular evaluations to ensure service sustainability. This study contributes to the development of technology-based counseling services in schools

    Pembelajaraan Contextual Teaching and Learning Berbantuan PhET Simulation untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dengan pembelajaran Contextual Teaching and Learning berbantuan PhET Simulation. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian quasi eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X IPA di MA Dakwah Islamiyah Putri Nurul Hakim Kediri yang terdiri dari empat kelas. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IPA 1 sebagai kelas eksperimen dan X IPA 2 sebagai kelas kontrol. Teknik pemilihan sampel yaitu porposive sampling yang jumlahnya 31 orang untuk kelas eksperimen dan 30 orang untuk kelas control. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data berupa lembar observasi, soal pre-test dan post-test, serta dokumentasi. Hasil uji hipotesis diperoleh nilai sig.= 0,00 (sig.< 0,05), sehingga keputusan didapatkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. Hasil uji selanjutnya menunjukkan adanya peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa di kelas eksperimen dan control. Berdasarkan analisis hasil N-Gain dari Kelas eksperimen sebesar 0,75 dengan kriteria tinggi, sedangkan pada kelas kontrol mendapatkan hasil sebesar 0,64 dengan kriteria sedang. Berdasrkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Contextual Teaching and Learning Berbantuan PhET Simulation berpengaruh positip terhadap peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa. Contextual Teaching and Learning Assisted PhET Simulation to Improve Critical Thinking Ability of Students Abstract This study aims to improve students' critical thinking skills through Contextual Teaching and Learning assisted by PhET Simulation. The research design used is a quasi-experimental study. The population in this study includes all tenth-grade science students at MA Dakwah Islamiyah Putri Nurul Hakim Kediri, consisting of four classes. The sample in this study includes students from class X IPA 1 as the experimental group and X IPA 2 as the control group. The sampling technique used is purposive sampling, with 31 students in the experimental class and 30 students in the control class. The instruments used for data collection include observation sheets, pre-test and post-test questions, and documentation. The hypothesis testing results obtained a significance value of 0.00 (sig.< 0.05), leading to the conclusion that Ha is accepted and Ho is rejected. Further tests show an increase in critical thinking skills among students in both the experimental and control classes. Based on the N-Gain analysis, the experimental class showed a high criterion increase of 0.75, while the control class showed a moderate criterion increase of 0.64. Based on these results, it can be concluded that Contextual Teaching and Learning assisted by PhET Simulation positively affects the improvement of Students' Critical Thinking Skills

    Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Pendekatan Konflik Kognitif Berbantuan Video untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep Fisika Peserta Didik

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis pendekatan konflik kognitif untuk meningkatkan penguasaan konsep fisika peserta didik yang valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini termasuk dalam jenis Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D yaitu Define, Design, Develop dan Disseminate. Produk yang dikembangkan dalam penelitian ini beruba silabus, RPP, LKPD, Video Pembelajaran dan Instrumen tes kemampuan penguasaan konsep fisika peserta didik. Validitas produk dinilai oleh enam validator yaitu tiga orang dosen dan tiga orang guru. Hasil validasi menunjukkan bahwa penilaian validator ahli yakni tiga orang dosen memperoleh nilai rata-rata sebesar 82% dengan kriteria cukup valid, sedangkan validator pengguna yakni tiga orang guru memperoleh nilai rata-rata 89,4% dengan kriteria sangat valid. Hasil keterlaksanaan pembelajaran diperoleh 85,57% dengan kriteria terlaksanan dengan sangat baik.  Selanjutnya, hasil rata-rata N-gain untuk kemampuan penguasaan konsep sebesar 0,60 dengan kategori sedang Berdasarkan hal tersebut dapat dinyatakan bahwa perangkat pembelajaran berbasis pendekatan konflik kognitif valid, praktis, dan efektif digunakan dalam pembelajaran untuk meningkatkan penguasaan konsep fisika. Development of Learning Tools Based on a Video Assisted Cognitive Conflict Approach to Improve Students Mastery of Physics Concepts Abstract This study aims to develop cognitive conflict-based learning tools to improve the mastery of physics concepts by students in a valid, practical, and effective manner. This research falls under the Research and Development (R&D) category, utilizing the 4D development model, which stands for Define, Design, Develop, and Disseminate. The products developed in this study include syllabi, lesson plans, student worksheets, educational videos, and test instruments for assessing students' mastery of physics concepts. The validity of the products was assessed by six validators, comprising three lecturers and three teachers. The validation results showed that the expert validators, the three lecturers, gave an average score of 82%, with a criterion of sufficiently valid, while the user validators, the three teachers, gave an average score of 89,4%, with a criterion of very valid. The implementation of the learning obtained 85,57%, with the criterion of being very well implemented. Furthermore, the average N-gain score for the mastery of concepts was 0,60, categorized as moderate. Based on these findings, it can be stated that the cognitive conflict-based learning tools are valid, practical, and effective for use in education to improve the mastery of physics concepts

    Pendekatan Coaching Clinic untuk Meningkatkan Kompetensi Pendidik: Studi Kasus di Satuan Pendidikan Nonformal

    No full text
    Penelitian ini mengevaluasi efektivitas penerapan coaching clinic untuk meningkatkan kompetensi pendidik di sektor pendidikan nonformal, khususnya di SPNF SKB Boto, Kabupaten Sumbawa Barat. Coaching clinic dipilih sebagai strategi pelatihan karena pendekatannya yang personal, berkelanjutan, serta berfokus pada umpan balik dan refleksi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan pedagogis, manajemen kelas, dan integrasi teknologi pendidikan oleh pendidik. Sesi umpan balik yang berkelanjutan memungkinkan pendidik melakukan refleksi terhadap praktik pengajaran mereka, sehingga kualitas pengajaran meningkat. Namun, keterbatasan sumber daya diidentifikasi sebagai kendala dalam pelaksanaan program secara optimal. Disarankan agar program ini dilakukan secara berkelanjutan dengan dukungan sumber daya yang memadai untuk memberikan dampak jangka panjang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa coaching clinic merupakan model pelatihan yang efektif dan dapat diterapkan di berbagai institusi pendidikan nonformal. The Coaching Clinic Approach to Enhance Educator Competence: A Case Study in Non-Formal EducationAbstractThis study evaluates the effectiveness of implementing a coaching clinic to enhance educator competencies in non-formal education settings, specifically at SPNF SKB Boto, West Sumbawa Regency. The coaching clinic, characterized by its personalized, continuous approach with an emphasis on feedback and reflection, was used as a training strategy. The qualitative descriptive research employed a case study approach, with data collected through interviews, observations, and documentation. Findings revealed significant improvements in educators’ pedagogical skills, classroom management, and the integration of educational technology. Continuous feedback sessions allowed educators to reflect on their teaching practices, resulting in improved instructional quality. However, challenges such as limited resources were identified as barriers to optimal implementation. Sustained programs with adequate resource support are recommended to ensure long-term impact. The study concludes that coaching clinics are an effective and scalable model for professional development in non-formal education

    Strategi Bimbingan Konseling dalam Meningkatkan Kesejahteraan Psikologis Siswa di Era Digital

    No full text
    Perkembangan teknologi digital telah membawa dampak signifikan terhadap kesejahteraan psikologis siswa, dengan meningkatnya tekanan akademik, kecemasan akibat media sosial, serta stres emosional yang dihadapi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menggali strategi bimbingan konseling yang efektif dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis siswa di era digital. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan menganalisis berbagai literatur, seperti jurnal, buku, dan artikel ilmiah yang relevan dengan topik penelitian. Subjek penelitian meliputi berbagai strategi konseling yang diterapkan di sekolah, serta teknologi yang digunakan dalam layanan konseling. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive, memilih literatur yang relevan dan terkini dengan topik ini. Instrumen yang digunakan adalah analisis konten terhadap sumber-sumber pustaka yang dipilih. Validitas instrumen dinilai berdasarkan kredibilitas sumber pustaka, sementara reliabilitasnya diperiksa dengan cara memastikan konsistensi dalam pemilihan literatur yang relevan dan berkualitas. Teknik analisis data dilakukan dengan pendekatan deskriptif-kualitatif, mengidentifikasi dan mengelompokkan temuan berdasarkan kategori strategi konseling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi strategi berbasis teknologi, mindfulness, dan nilai-nilai spiritual dapat secara signifikan meningkatkan kesejahteraan psikologis siswa. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa pendekatan bimbingan konseling yang holistik dan berbasis teknologi dapat membantu siswa mengelola tekanan emosional dan meningkatkan ketahanan mental mereka di era digital.Guidance and Counseling Strategies in Enhancing Students' Psychological Well-being in the Digital EraAbstractThe advancement of digital technology has significantly impacted students' psychological well-being, with increasing academic pressures, anxiety from social media, and emotional stress. This study aims to explore effective counseling strategies to improve students' psychological well-being in the digital age. The research is a library research, analyzing various literatures such as journals, books, and scholarly articles relevant to the topic. The research subjects include various counseling strategies applied in schools, as well as technologies used in counseling services. The sampling technique is purposive, selecting relevant and up-to-date literature on the subject. The instrument used is content analysis of the selected sources. The validity of the instrument is assessed based on the credibility of the sources, while reliability is ensured by maintaining consistency in choosing relevant and high-quality literature. Data analysis is conducted using a descriptive-qualitative approach, identifying and categorizing findings based on counseling strategies. The results indicate that a combination of technology-based strategies, mindfulness, and spiritual values can significantly improve students' psychological well-being. The conclusion of this study is that a holistic counseling approach, incorporating technology, can help students manage emotional pressures and enhance their mental resilience in the digital era

    Analisis Semiotika Ornamentasi pada Rumah Tradisional Melayu: Pengaruh Budaya Islam dan Adat Melayu

    No full text
    Penelitian ini menganalisis makna simbolis ornamentasi pada rumah tradisional Melayu dengan menggunakan pendekatan semiotika triadik Peirce. Tujuannya adalah untuk mengeksplorasi bagaimana elemen dekoratif merepresentasikan identitas budaya Melayu dan pengaruh nilai-nilai Islam. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, dokumentasi visual, dan wawancara dengan pemilik rumah tradisional. Hasil penelitian mengidentifikasi lima kategori motif utama flora, fauna, alam, kaligrafi, dan geometris yang masing-masing mengandung nilai-nilai budaya dan religius. Temuan menunjukkan bahwa ornamentasi tidak hanya memperkaya estetika arsitektur, tetapi juga memainkan peran penting dalam melestarikan nilai sosial, spiritual, dan identitas komunitas Melayu. Penelitian ini menawarkan wawasan penting tentang bagaimana motif tradisional dapat diadaptasi dalam konteks modern untuk menjaga relevansi budaya di tengah arus globalisasi. Semiotic Analysis of Ornamentation in Traditional Malay Houses: The Influence of Islamic Culture and Malay CustomsAbstractThis study analyzes the symbolic meaning of ornamentation in traditional Malay houses using Peirce's triadic semiotic approach. The aim is to explore how decorative elements represent Malay cultural identity and Islamic values. Data were collected through field observation, visual documentation, and interviews with traditional house owners. The findings identify five main motif categories flora, fauna, nature, calligraphy, and geometric patterns each embodying cultural and religious values. Results show that ornamentation not only enriches architectural aesthetics but also plays a vital role in preserving social, spiritual, and communal identity within Malay communities. This research provides valuable insights into how traditional motifs can be adapted in modern contexts to maintain cultural relevance amid globalization

    Pengaruh Model Learning Cycle 5E Terhadap Penguasaan Konsep dan Kemampuan Pemecahan Masalah pada Materi Elastisitas dan Hukum Hooke

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Learning Cycle 5E terhadap penguasaan konsep dan kemampuan pemecahan masalah pada materi elastisitas dan hukum hooke. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan desain penelitian Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas XI MAN 1 Mataram yang berjumlah 138 orang. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelas XI IPA 1 yang berjumlah 35 orang sebagai kelas eksperimen dan kelas IX IPA 4 yang berjumlah 34 orang sebagai kelas kontrol. Sampel pada penelitian ini dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen test yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 20 soal pilihan ganda untuk penguasaan konsep dan 6 soal uraian untuk kemampuan pemecahan masalah, soal tersebut telah diuji validitas, reabilitas, tingkat kesukaran, daya beda soal, dan analisis fungsi pengecoh sehingga dapat digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan konsep peserta didik memperoleh nilai rata-rata untuk kelas eksperimen yaitu 74,00 dan nilai rata-rata untuk kelas kontrol yaitu 68,67, sedangkan untuk kemampuan pemecahan masalah menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas eksperimen yaitu 69,14 dan nilai rata-rata untuk kelas kontrol yaitu 58,52. Uji prasyarat analisis data posttest tes penguasaan konsep dan kemampuan pemecahan masalah terdistribusi normal dan homogen. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji MANOVA berbantuan IBM SPSS 16. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,00 dengan taraf signifikan yang ialah 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa terdapat pengaruh dari model Learning Cycle 5E terhadap penguasaan konsep dan kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada materi elastisitas dan hukum hooke. The Influence of the 5E Learning Cycle Model on Concept Mastery and Problem Solving Ability in Elasticity and Hooke's Law Material Abstract This study aims to determine the effect of the 5E Learning Cycle model on concept mastery and problem-solving skills on the topics of elasticity and Hooke's law. This type of research is a quasi-experiment with a Nonequivalent Control Group Design. The population in this study comprises all 138 students of class XI MAN 1 Mataram. The sample used in this study includes class XI Science 1, with 35 students as the experimental class, and class IX Science 4, with 34 students as the control class. The sample was selected using purposive sampling techniques. The test instruments used in this study consist of 20 multiple-choice questions for concept mastery and 6 essay questions for problem-solving skills. These questions have been tested for validity, reliability, difficulty level, discriminating power, and distractor function analysis to be used in this study. The results showed that the average score for concept mastery in the experimental class was 74.00, while the control class scored 68.67. For problem solving skills, the average score in the experimental class was 69.14, compared to 58.52 in the control class. The prerequisite tests for posttest data analysis of concept mastery and problem-solving skills showed normal and homogeneous distributions. The data obtained were analyzed using MANOVA with the help of IBM SPSS 16. The hypothesis testing results showed a significance value of 0.00 with a significance level of 0.05, indicating that the 5E Learning Cycle model significantly affects students' concept mastery and problem-solving skills on the topics of elasticity and hooke's law

    0

    full texts

    400

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Empiricism Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇