Empiricism Journal
Not a member yet
400 research outputs found
Sort by
Hubungan Karakteristik Pasien Terhadap Persepsi Kualitas Pelayanan Kesehatan di RSUD Kota Mataram
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik demografi pasien (jenis kelamin, usia, dan status pekerjaan) dengan persepsi mereka terhadap kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Kota Mataram. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, data sekunder diperoleh dari 128 pasien rawat jalan pada bulan Agustus 2024. Pengukuran kualitas layanan dilakukan berdasarkan model SERVQUAL, yang mencakup dimensi Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, dan Empathy. Hasil menunjukkan bahwa usia dan status pekerjaan berhubungan signifikan dengan persepsi kualitas pelayanan, sedangkan jenis kelamin tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Dimensi Tangibles dan Reliability memperoleh penilaian tertinggi, sementara Responsiveness dan Assurance dinilai masih memerlukan perbaikan. Kesimpulannya, karakteristik pasien memengaruhi persepsi mereka terhadap kualitas pelayanan, dan perbaikan pada aspek ketanggapan serta jaminan pelayanan disarankan untuk meningkatkan kepuasan pasien. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi rumah sakit dalam meningkatkan mutu layanan berdasarkan kebutuhan demografi pasien.
The Relationship between Patient Characteristics and Perceptions of Healthcare Service Quality at Mataram City Regional Public HospitalAbstractThis study aims to analyze the relationship between patient demographic characteristics (gender, age, and employment status) and their perceptions of healthcare service quality at Mataram City Regional Public Hospital. Employing a quantitative approach with a cross-sectional design, secondary data were collected from 128 outpatient respondents in August 2024. Service quality was measured using the SERVQUAL model, which encompasses the dimensions of Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, and Empathy. Results indicate that age and employment status are significantly associated with service quality perceptions, while gender shows no significant relationship. The Tangibles and Reliability dimensions received the highest ratings, whereas Responsiveness and Assurance were identified as areas needing improvement. In conclusion, patient characteristics influence their perceptions of service quality, and improvements in responsiveness and assurance are recommended to enhance patient satisfaction. These findings can serve as a reference for the hospital in tailoring quality improvements to patient demographic needs
The Effect of Reflective Thinking on Critical Thinking Skills: A Predictive Analysis
University students must possess reflective and critical thinking skills to effectively navigate various life situations and contexts. This study aims to explain the effect of reflective thinking skills (RTS) on critical thinking skills (CTS). In this study, 71 prospective biology teacher students voluntarily participated. The RTS instrument developed by Kember et al. (2000) was adopted to collect data on RTS, and 20 CTS items to collect data on CTS. RTS had a significant impact on CTS, but not all RTS subscales; the habitual action subscale did not have a significant impact on CTS. Additionally, semester differences did not influence RTS and CTS. Finally, the recommendations based on these findings can be found in the conclusions and recommendations section
Efektivitas Penggunaan Linktree dalam Mendukung Informasi Pengusulan Tugas Belajar bagi Aparatur Sipil Negeri di Kabupaten Sumbawa Barat
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan Linktree dalam mendukung penyediaan informasi pengusulan tugas belajar bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Sumbawa Barat. Penelitian menggunakan pendekatan metode campuran dengan mengintegrasikan analisis kuantitatif melalui kuesioner dan analisis kualitatif melalui wawancara serta observasi langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Linktree meningkatkan efisiensi akses informasi hingga 75%, dengan pengaruh sebesar 74,5% terhadap efektivitas layanan berdasarkan uji regresi linear sederhana. Responden melaporkan peningkatan kepuasan dan kemudahan akses informasi, meskipun terdapat tantangan dalam pembaruan informasi dan keterbatasan konektivitas internet. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Linktree adalah platform yang efektif untuk mendukung transformasi digital layanan publik, dengan rekomendasi untuk peningkatan infrastruktur digital, pembaruan konten yang rutin, dan pelatihan literasi digital bagi pengguna.
Effectiveness of Linktree in Supporting Study Assignment Information for Civil Servants in West Sumbawa RegencyAbstractThis study aims to evaluate the effectiveness of Linktree in supporting the provision of study assignment information for Civil Servants in West Sumbawa Regency. A mixed-method approach was employed, integrating quantitative analysis through questionnaires and qualitative analysis through interviews and direct observations. The findings revealed that Linktree increased information access efficiency by 75%, with a 74.5% impact on service effectiveness based on simple linear regression analysis. Respondents reported enhanced satisfaction and ease of access, although challenges were identified in updating information and limited internet connectivity. The study concludes that Linktree is an effective platform to support the digital transformation of public services, with recommendations for improving digital infrastructure, regular content updates, and user digital literacy training
Kontribusi BP3MF dalam Mewujudkan Universitas Mataram sebagai LPTK yang Unggul dan Berdaya Saing Internasional
Penelitian ini bertujuan untuk memetakan kecenderungan penelitian dosen FKIP Universitas Mataram terhadap isu-isu strategis nasional pada tahun 2020 dan 2021. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data primer dikumpulkan melalui wawancara dengan dosen dari empat jurusan di FKIP Universitas Mataram, sedangkan data sekunder diperoleh dari laporan penelitian hibah PNBP tahun 2020 dan 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar penelitian dosen berfokus pada bidang pendidikan, sosial, ekonomi, hukum, dan humaniora, dengan tingkat kesesuaian meningkat dari 94,32% pada tahun 2020 menjadi 98,25% pada tahun 2021. Namun, ditemukan kendala berupa ruang lingkup sub-topik penelitian yang terlalu sempit, serta tidak adanya penelitian di bidang ekonomi dan hukum meskipun relevan dengan program studi yang ada. Penelitian ini merekomendasikan perlunya perluasan sub-topik penelitian dan optimalisasi pemetaan riset untuk mendukung pencapaian visi FKIP Universitas Mataram sebagai LPTK unggul dan berdaya saing internasional.
BP3MF's Contribution in Realizing Mataram University as an Excellent and Internationally Competitive LPTKAbstractThis study aims to map the research trends of FKIP lecturers at Mataram University on national strategic issues over the past two years (2020–2021). A descriptive qualitative approach with a case study method was employed. Primary data were obtained through interviews with lecturers from four departments at FKIP, while secondary data were sourced from the 2020 and 2021 PNBP grant research reports. The results indicate that most lecturers' research focused on education, social sciences, economics, law, and humanities, with an increase in alignment from 94.32% in 2020 to 98.25% in 2021. However, the narrow scope of sub-topics limited exploration of national strategic issues, and no research was conducted in the fields of economics and law. This study recommends expanding the scope of research sub-topics and strengthening research mapping to support the institution's vision of becoming a quality and internationally competitive LPTK based on research
Membangun Keseimbangan Global dengan Implementasi Tri Hita Karana untuk Keberlanjutan Sosial, Ekologis, dan Budaya
Filosofi Tri Hita Karana (THK) yang berakar pada budaya Bali melambangkan keharmonisan antara manusia dengan Tuhan (Parahyangan), manusia dengan sesamanya (Pawongan), serta manusia dengan lingkungan (Palemahan). Tinjauan literatur sistematis ini mengeksplorasi penerapan THK di bidang sosial, ekologi, dan budaya melalui analisis tinjauan literatur menggunakan metodologi deskriptif kualitatif. Kajian analisis penelitian ini diterbitkan antara tahun 2015 hingga 2024. Di bidang sosial, THK terbukti efektif meningkatkan pembentukan karakter, perilaku etis, dan hasil belajar, serta menanamkan nilai-nilai seperti kejujuran dan kerja sama. Pada aspek ekologi, THK diterapkan untuk melestarikan sistem irigasi Subak dan Sungai Ayung, menonjolkan kolaborasi masyarakat dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Dari perspektif budaya, THK melestarikan identitas lokal melalui tata kelola berbasis nilai tradisional yang mendukung keberlanjutan lintas generasi. Hasil studi menunjukkan bahwa pendekatan holistik THK mempunyai potensi signifikan dalam mengatasi tantangan keseimbangan global, terutama dalam menyeimbangkan pembangunan dengan pelestarian budaya. Namun masih terdapat kesenjangan penelitian, seperti kurangnya kajian mengenai penerapan THK di luar Bali dan integrasinya dengan teknologi modern. Penelitian di masa depan diharapkan dapat mengeksplorasi adaptasi prinsip-prinsip THK dalam konteks global dan mendorong inovasi interdisipliner untuk memastikan relevansi dan penerapannya secara luas.
Building Global Balance by Implementing Tri Hita Karana for Social, Ecological and Cultural SustainabilityAbstractThe Tri Hita Karana (THK) philosophy, which is rooted in Balinese culture, symbolizes harmony between humans and God (Parahyangan), humans and each other (Pawongan), and humans and the environment (Palemahan). This systematic literature review explores the application of THK in the social, ecological, and cultural fields through literature review analysis using descriptive qualitative methodology. This research analysis study was published between 2015 and 2024. In the social sector, THK has proven effective in improving character formation, ethical behavior, and learning outcomes, as well as instilling values such as honesty and cooperation. In the ecological aspect, THK is applied to preserve the Subak irrigation system and the Ayung River, highlighting community collaboration in maintaining ecosystem balance. From a cultural perspective, THK preserves local identity through traditional value-based governance that supports sustainability across generations. The study results show that THK's holistic approach has significant potential in overcoming the challenges of global balance, especially in balancing development with cultural preservation. However, research gaps remain, such as the lack of studies regarding the application of THK outside Bali and its integration with modern technology. Future research is expected to explore the adaptation of THK principles in a global context and encourage interdisciplinary innovation to ensure their relevance and widespread application
Sistem Rotasi Tanaman dalam Pemanfaatan Lahan untuk Menjaga Keseimbangan Kebutuhan Manusia dan Kelestarian Alam Hutan Kalimantan
Deforestasi di Kalimantan terus meningkat, didorong oleh praktik ladang berpindah yang telah lama menjadi bagian dari tradisi masyarakat Dayak. Praktik ini, meskipun menjaga kesuburan tanah, secara tidak langsung mempercepat hilangnya hutan dan menurunkan keanekaragaman hayati. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas sistem rotasi tanaman dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan manusia dan kelestarian hutan Kalimantan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus di Desa Peripin dan Desa Rintau, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi partisipatif terhadap enam petani yang telah menerapkan sistem rotasi tanaman selama lebih dari dua musim tanam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem rotasi tanaman dapat meningkatkan hasil panen sebesar 30%, mengurangi penggunaan pestisida hingga 25%, serta mengurangi kebutuhan pembukaan lahan baru sebesar 30%. Selain itu, rotasi tanaman berkontribusi terhadap peningkatan biodiversitas hingga 40%, yang berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem lahan pertanian. Petani yang menerapkan sistem ini melaporkan peningkatan produktivitas tanah dan penurunan kerusakan lahan, yang berimplikasi pada pengurangan deforestasi di sekitar area pertanian. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa sistem rotasi tanaman merupakan solusi efektif yang tidak hanya mendukung ketahanan pangan tetapi juga berkontribusi dalam menjaga kelestarian hutan Kalimantan. Direkomendasikan agar pemerintah memperluas program pelatihan rotasi tanaman dan memberikan insentif berupa subsidi benih, pupuk organik, dan bantuan teknis untuk mendorong adopsi sistem ini di kalangan petani lokal.
Crop Rotation System in Land Utilization to Balance Human Needs and Natural Sustainability of Kalimantan ForestAbstractDeforestation in Kalimantan continues to escalate, driven by shifting cultivation practices deeply rooted in the traditions of the Dayak community. While this practice helps maintain soil fertility, it indirectly accelerates forest loss and reduces biodiversity. This study aims to evaluate the effectiveness of crop rotation systems in balancing human needs with the conservation of Kalimantan's forests. A qualitative case study approach was conducted in Peripin and Rintau Villages, Sanggau Regency, West Kalimantan. Data collection involved semi-structured interviews and participatory observations with six farmers who have implemented crop rotation systems for more than two planting seasons. The findings reveal that crop rotation increases yields by 30%, reduces pesticide use by up to 25%, and decreases the need for new land clearing by 30%. Additionally, crop rotation enhances biodiversity by 40%, contributing to the ecological balance of agricultural lands. Farmers who adopted this system reported improved soil productivity and reduced land degradation, leading to a significant reduction in deforestation around farming areas. The study concludes that crop rotation systems provide an effective solution that supports food security while promoting forest conservation in Kalimantan. It is recommended that the government expand crop rotation training programs and provide incentives such as seed subsidies, organic fertilizers, and technical assistance to encourage the adoption of this system among local farmers
Pengaruh Pemberian Air Kelapa Hijau Muda Terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Pederita Hipertensi Stadium I
Hipertensi atau yang sering disebut dengan tekanan darah tinggi adalah suatu kondisi dimana darah mengalami peningkatan yang persisten. Setiap kali jantung berdetak, maka jantung akan memompa darah ke pembuluh darah, kemudian membawa darah ke seluruh tubuh. Pada orang dewasa, tekanan darah normal yaitu 120 mmHg sistolik dan 80 mmHg diastolik. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana pengaruh pemberian air kelapa hijau muda terhadap penurunan tekanan darah pada pederita hipertensi stadium I. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode Quasi Eksperimen Design yang bertujuan untuk mengetahui efek yang timbul sebagai akibat dari adanya perlakuan/intervensi terhadap kelompok eksperimen. Desain eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Nonequivalet Control Group Design. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 8 September - 8 Oktober 2021. Sampel penelitian yaitu masing-masing berjumlah 14 orang untuk 3 kelompok intervensi air kelapa muda dan begitupun untuk kelompok kontrol. Jadi keseluruhan sampel penelitian ini adalah 84 responden. Sampel yang diambil secara purposive berarti dengan sengaja mengambil atau memilih kasus ataupun responden berdasarkan pada kriteria-kriteria yang telah ditetapkan oleh peneliti. Hasil dari penelitian, Penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik pada kelompok intervensi pemberian air kelapa muda lebih efektif dilakukan pada pemberian 3 kali seminggu dimana sistolik nilai t 4,578 diastolik nilai t 8,485 dengan nilai p-value < 0,05 dan pada kelompok kontrol tidak mengalami perbedaan dimana nilai p-value > 0,05.
The Effect of Giving Light Green Coconut Water on Reducing Blood Pressure in Stage I Hypertension PatientsAbstractHypertension or what is often called high blood pressure is a condition where the blood experiences a persistent increase. Every time the heart beats, the heart pumps blood into the blood vessels, then carries the blood throughout the body. In adults, normal blood pressure is 120 mmHg systolic and 80 mmHg diastolic. The aim of this research is to see the effect of giving young green coconut water on reducing blood pressure in stage I hypertension sufferers. This research is a type of quantitative research using the Quasi Experimental Design method which aims to determine the effects that arise as a result of treatment/intervention on the group. experiment. The experimental design used in this research was Nonequivalet Control Group Design. This research was conducted on 8 September - 8 October 2021. The research samples were 14 people each for the 3 young coconut water intervention groups and the same for the control group. So the total sample for this research is 84 respondents. Samples taken purposively means deliberately taking or selecting cases or respondents based on criteria set by the researcher. The results of the research, the reduction in systolic and diastolic blood pressure in the intervention group by giving young coconut water was more effective when given 3 times a week where the systolic t value was 4.578, the diastolic t value was 8.485 with a p-value <0.05 and in the control group there was no difference. where the p-value is > 0.05
Survei Kriteria Rumah Sehat di Kawasan Kampung Bugis: Tantangan dan Solusi Kesehatan Lingkungan
Perumahan warga yang tidak memenuhi persyaratan rumah sehat akan mempengaruhi kualitas kesehatan dari masyarakat tersebut, masalah kesehatan yang akan ditimbulkan seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), tuberclosis (TBC), demam berdarah dengue (DBD), diare dan penyakit lainnya. Pendekatan pada penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Deskriptif kuantitatif adalah penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama membuat gambaran atau deskriptif suatu keadaan secara obyektif. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran kondisi perumahan di wilayah kampung Bugis, kecematan Ampenan, Kota mataram, NTB. Instrumen dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan form persyaratan rumah sehat menurut Kemenkes RI No.829/Menkes/ SK/VII/1999 tentang persyaratan kesehatan permukiman. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh warga kampung Bugis. Sampel dalam penelitian ini adalah adalah 15 orang. Lokasi penelitian di kampung Bugis. Hasil dari penelitian, penilaian rumah sehat ini adalah ditinjau dari 3 aspek ialah komponen rumah, sanitasi dan perilaku penghuni dari 15 rumah tersebut semuanya termasuk kategori tidak sehat.
Survey of Criteria for Healthy Homes in the Bugis Village Area: Environmental Health Challenges and SolutionsAbstractResidential housing that does not meet the requirements for healthy housing will affect the quality of health of the community, resulting in health problems such as acute respiratory infections (ARI), tuberculosis (TBC), dengue hemorrhagic fever (DHF), diarrhea and other diseases. The approach to this research is quantitative descriptive. Quantitative descriptive is research carried out with the main aim of creating an objective picture or description of a situation. This research was conducted to determine the description of housing conditions in the Bugis village area, Ampenan sub-district, Mataram City, NTB. The instrument in this research was to use the healthy house requirements form according to the Indonesian Ministry of Health No.829/Menkes/SK/VII/1999 concerning residential health requirements. The population in this study were all residents of Bugis village. The sample in this study was 15 people. Research location in Bugis village. As a result of the research, the assessment of healthy houses is seen from 3 aspects, namely house components, sanitation and the behavior of the occupants of the 15 houses, all of which fall into the unhealthy category
Penerapan Bahan Ajar Model Project Based Learning untuk Meningkatkan Keterampilan Generik Sains Peserta Didik
Keterampilan generik sains peserta didik jarang sekali diperhatikan dalam proses pembelajaran, hal ini disebabkan waktu efektif pembelajaran terbatas, sedangkan penilaian keterampilan generik sains membutuhkan waktu yang lebih lama. Selain itu, materi yang harus disajikan oleh guru cenderung lebih banyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pembelajaran dengan penerapan bahan ajar model project based learning untuk meningkatkan keterampilan generik sains peserta didik. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berupa metode deskriptif dimana metode penelitian ini digunakan untuk menggambarkan fenomena atau karakteristik dari subjek yang diteliti secara sistematis dan akurat, dalam hal ini digunakan untuk mengetahui hasil pembelajaran dengan bahan ajar model project based learning. Bahan ajar yang diterapkan berupa bahan ajar yang sudah disesuaikan dengan silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan instrumen tes keterampilan generik sains. Materi yang disajikan pada bahan ajar tersebut yakni tentang alat-alat optik. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket respon peserta didik terhadap bahan ajar yang ditrapkan dan uji N-Gain hasil nilai pretest dan posttest dengan menggunakan instrumen tes keterampilan generik sains. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini berupa respon peserta didik terhadap bahan ajar yang di terapkan memperoleh nilai rata-rata sebesar 83,73% dengan kategori sangat praktis. Sedangkan keterampilan generik sains peserta didik diperoleh dari hasil uji N-Gain sebesar 0,57 dengan kategori sedang. Hal ni menunjukkan bahwa penerapan bahan ajar model project based learning efektif dalam meningkatkan keterampilan generik sains peserta didik.
Application of Project Based Learning Model Teaching Materials to Improve Students' Generic Science Skills
Abstract
Students' generic science skills are rarely given attention in the learning process. This is due to the limited effective learning time, while the assessment of generic science skills requires more time. In addition, the material that must be presented by the teacher tends to be more extensive. This study aims to determine the learning outcomes through the application of project-based learning model teaching materials to improve students' generic science skills. The research method used in this study is a descriptive method, which is used to describe the phenomena or characteristics of the subjects studied systematically and accurately. In this case, it is used to determine the learning outcomes with project-based learning model teaching materials. The teaching materials applied have been adjusted to the syllabus, Lesson Plans (RPP), and generic science skills test instruments. The material presented in these teaching materials is about optical instruments. The data collection techniques used in this study include questionnaires on students' responses to the applied teaching materials and the N-Gain test of pretest and posttest scores using the generic science skills test instrument. The results obtained in this study indicate that students' responses to the applied teaching materials received an average score of 83.73% in the very practical category. Meanwhile, students' generic science skills were obtained from the N-Gain test results of 0.57 in the medium category. This indicates that the application of project-based learning model teaching materials is effective in improving students' generic science skills
Literatur Review: Peran Guru Penggerak dalam Menghadapi Kurikulum Merdeka Belajar
Kurikulum Merdeka belajar dan guru penggerak merupakan salah satu terobosan baru yang di andalkan untuk memajukan pendidikan Indonesia dengan menerapkan teknologi 4.0 saat ini. Dengan pendidikan, orang dapat kehilangan kemampuan berpikir kritis dan bertindak kritis. Dalam menghadapi era revolusi 4.0, penekanan pada konsep belajar bebas mengarahkan lembaga pendidikan untuk menciptakan daya saing, inovasi, dan daya saing. Artikel ini bertujuan untuk menyajikan data atau mereview peran guru penggerak dalam kurikulum Merdeka belajar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan systematic literature review dengan 10 artikel dari topik yang relevan. Artikel-artikel yang dijadikan sampel berasal dari berbagai sumber seperti jurnal nasional serta jurnal nasional terakreditasi. Analisi data dalam penelitian ini menggunakan analisis data deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa peranan guru penggerak memiliki peran khusus dalam merdeka belajar, yaitu menjadi guru yang mampu mengelola pembelajaran dengan inovatif, memberikan pengajaran yang inovatif, dan menggerakkan komunitas belajar untuk rekan guru di sekolah dan di wilayahnya. Guru penggerak juga berperan sebagai agen perubahan, pencipta forum diskusi dan kolaborasi guru, motivator, serta memastikan suasana belajar yang menghibur. Dengan demikian, guru penggerak diharapkan mampu memberikan kontribusi besar terhadap pelaksanaan Kurikulum Merdeka belajar, meningkatkan motivasi belajar siswa, dan memperkuat inovasi pembelajaran.
Literature Review: The Role of the Driving Teacher in Dealing with the Independent Learning Curriculum
Abstract
The independent learning curriculum and driving teachers is one of the new breakthroughs that are relied on to advance Indonesian education by applying technology 4.0 today. With education, people can lose the ability to think critically and act critically. In facing the era of revolution 4.0, the emphasis on the concept of free learning directs educational institutions to create competitiveness, innovation, and competitiveness. This article aims to present data or review the role of mobilizing teachers in the independent learning curriculum. The method used in this study was a systematic literature review with 10 articles from relevant topics. The articles sampled came from various sources such as national journals and accredited national journals. Data analysis in this study used descriptive data analysis. The results showed that the role of mobilizing teachers has a special role in independent learning, namely being teachers who are able to manage learning innovatively, provide innovative teaching, and mobilize learning communities for fellow teachers in schools and in the region. Teacher mobilizers also act as agents of change, creators of teacher discussion and collaboration forums, motivators, and ensure an entertaining learning atmosphere. Thus, mobilizing teachers are expected to be able to make a major contribution to the implementation of the Independent Learning Curriculum, increase student learning motivation, and strengthen learning innovation