Empiricism Journal
Not a member yet
400 research outputs found
Sort by
Penerapan Metode Wafa dalam Pembelajaran Al-Qur’an bagi Siswa di SDIT Samawa Cendekia Sumbawa Besar
Pembelajaran Al-Qur'an merupakan salah satu aspek penting dalam pendidikan di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT), termasuk di SDIT Samawa Cendekia, Sumbawa Besar. Namun, tantangan dalam meningkatkan kemampuan siswa, terutama dalam tahfidz, seringkali muncul akibat keterbatasan metode pengajaran. Metode Wafa diperkenalkan sebagai pendekatan inovatif berbasis otak kanan dengan menggunakan strategi multisensori (visual, auditori, kinestetik) yang dikombinasikan dengan nada, bertujuan meningkatkan motivasi siswa dan mempermudah hafalan Al-Qur'an. Penelitian ini menggunakan desain mix method yang mengintegrasikan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dengan guru dan siswa, serta pendekatan kuantitatif melalui analisis pre-test dan post-test pada 30 siswa selama satu semester. Hasil analisis paired sample t-test menunjukkan peningkatan signifikan (p < 0,05) dalam kemampuan membaca dan hafalan siswa, dengan skor rata-rata meningkat dari 38 menjadi 88. Wawancara mengungkapkan bahwa metode ini menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, memudahkan siswa memahami tajwid, dan meningkatkan motivasi. Dukungan orang tua dan penggunaan teknologi audio visual seperti murrotal turut memperkuat keberhasilan metode ini. Temuan ini membuktikan efektivitas Metode Wafa dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Qur'an, memberikan kontribusi signifikan untuk pengembangan metode pengajaran yang lebih adaptif di berbagai institusi pendidikan Islam.
The Implementation of the Wafa Method in Al-Qur'an Learning for Students at SDIT Samawa Cendekia, Sumbawa BesarAbstractLearning the Qur'an is a critical component of Islamic education, particularly in Integrated Islamic Elementary Schools (SDIT), such as SDIT Samawa Cendekia, Sumbawa Besar. However, challenges in enhancing students' tahfidz (Qur'an memorization) skills often arise due to limitations in teaching methods. The Wafa Method, an innovative right-brain approach incorporating multisensory strategies (visual, auditory, kinesthetic) and tone-based learning, was introduced to boost student motivation and simplify Qur'an memorization. This study employed a mixed-methods design, integrating qualitative insights from interviews with teachers and students, and quantitative analysis of pre-test and post-test results from 30 students over one semester. Paired sample t-test analysis revealed significant improvements (p < 0.05) in students' reading and memorization abilities, with average scores increasing from 38 to 88. Interviews highlighted that the method fostered an engaging learning environment, improved tajwid understanding, and enhanced motivation. Parental support and the use of audiovisual tools, such as murrotal, further reinforced the method's effectiveness. These findings demonstrate the Wafa Method's significant impact on improving Qur'anic education, offering valuable contributions to adaptive teaching strategies in Islamic education institutions
Kajian Ontologi Peran dan Posisi Pestisida Kimia Sintetik dalam Pertanian Berkelanjutan
Pertanian berkelanjutan telah menjadi prioritas global dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, degradasi lahan, dan ketahanan pangan. Meskipun penggunaan pestisida kimia sintetik efektif dalam meningkatkan produktivitas pertanian, dampaknya terhadap lingkungan, kesehatan, dan keanekaragaman hayati menimbulkan kekhawatiran serius. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis posisi dan peran pestisida kimia sintetik dalam sistem pertanian berkelanjutan melalui pendekatan ontologis. Kajian ini dilakukan dengan metode Literatur Review menggunakan publikasi ilmiah dari tahun 2018-2024. untuk mengeksplorasi dampak ekologis, kesehatan, dan sosial dari penggunaan pestisida kimia sintetik, serta membandingkannya dengan alternatif ramah lingkungan seperti biopestisida dan pengendalian hayati. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan pestisida kimia sintetik memiliki dampak kompleks terhadap kestabilan ekosistem dan biodiversitas, termasuk penurunan populasi mikroorganisme tanah hingga 40-60%, gangguan pada fauna tanah sebesar 35%, dan penurunan keragaman serangga polinator sampai 40% dalam lima tahun. Analisis komparatif mengungkapkan bahwa meskipun pestisida kimia sintetik memiliki efektivitas pengendalian hama 85-90%, metode pengendalian alternatif yang ramah lingkungan menunjukkan potensi signifikan dengan efektivitas 60-75% disertai keuntungan ekologis substansial. Penelitian ini merekomendasikan transformasi sistem pertanian melalui implementasi Pengendalian Hama Terpadu, pengembangan kapasitas petani, inovasi pestisida alternatif, reformasi kebijakan, dan adopsi teknologi ramah lingkungan untuk mewujudkan pertanian berkelanjutan.
Ontological Study of The Role Nnand Position of Synthetic Chemical Pesticides in Sustainable AgricultureAbstractSustainable agriculture has become a global priority in addressing the challenges of climate change, land degradation, and food security. Although the use of synthetic chemical pesticides is effective in increasing agricultural productivity, its impacts on the environment, health, and biodiversity raise serious concerns. This article aims to analyze the position and role of synthetic chemical pesticides in sustainable agricultural systems through an ontological approach. This study was conducted using the Literature Review method using scientific publications from 2018-2024. to explore the ecological, health, and social impacts of the use of synthetic chemical pesticides, and compare them with environmentally friendly alternatives such as biopesticides and biological control. The results of the analysis show that the use of synthetic chemical pesticides has complex impacts on ecosystem stability and biodiversity, including a decrease in soil microorganism populations by 40-60%, disturbances in soil fauna by 35%, and a decrease in insect pollinator diversity by 40% in five years. The comparative analysis revealed that although synthetic chemical pesticides have an 85-90% pest control effectiveness, environmentally friendly alternative control methods show significant potential with an effectiveness of 60-75% with substantial ecological benefits. This study recommends transformation of agricultural systems through the implementation of Integrated Pest Management, farmer capacity development, innovation of alternative pesticides, policy reform, and adoption of environmentally friendly technologies to realize sustainable agriculture
Sinergi Tradisi Perang Topat dan Tri Hita Karana: Studi Hubungan Antara Religi, Sosial, dan Lingkungan dalam Masyarakat Lombok
Tradisi Perang Topat di Lombok merupakan salah satu warisan budaya yang mencerminkan harmoni antara manusia dengan Tuhan, sesama, dan lingkungan, sebagaimana tercermin dalam filosofi Tri Hita Karana. Tradisi ini tidak hanya menjadi simbol toleransi antarumat beragama, tetapi juga sarana untuk menjaga keseimbangan ekosistem melalui penghormatan terhadap siklus agraris. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis Tradisi Perang Topat dalam konteks Tri Hita Karana, menyoroti tantangan pelestarian nilai-nilai tradisi ini di era modern, serta menawarkan solusi dan rekomendasi praktis untuk menjaga keberlanjutan tradisi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif berbasis kajian literatur, dengan mengumpulkan data dari artikel akademik, buku, dan dokumen digital. Analisis dilakukan berdasarkan tiga pilar Tri Hita Karana: Parahyangan (hubungan dengan Tuhan), Pawongan (hubungan dengan sesama), dan Palemahan (hubungan dengan lingkungan). Temuan menunjukkan bahwa Tradisi Perang Topat memainkan peran penting dalam memperkuat hubungan spiritual melalui doa lintas agama, menciptakan harmoni sosial melalui kerja sama lintas komunitas, dan menjaga keberlanjutan lingkungan melalui simbolisme agraris. Namun, tantangan seperti komersialisasi budaya, degradasi lingkungan, dan kurangnya keterlibatan generasi muda mengancam pelestarian nilai-nilai tradisi ini. Oleh karena itu, artikel ini merekomendasikan penguatan pendidikan berbasis kearifan lokal, revitalisasi tradisi dengan pendekatan kreatif untuk melibatkan generasi muda, serta pengembangan pariwisata budaya yang berkelanjutan. Tradisi Perang Topat tidak hanya relevan sebagai warisan budaya lokal tetapi juga memiliki potensi untuk menjadi model harmoni sosial dan pelestarian lingkungan yang dapat menginspirasi dunia.
The Synergy of Perang Topat Tradition and Tri Hita Karana: A Study of the Relationship Between Religion, Society, and Environment in Lombok SocietyAbstractThe Perang Topat tradition in Lombok is a cultural heritage that reflects harmony between humans and God, fellow humans, and the environment, as embodied in the philosophy of Tri Hita Karana. This tradition not only symbolizes interreligious tolerance but also serves as a means to maintain ecosystem balance through respect for the agrarian cycle. This article aims to analyze the Perang Topat tradition within the context of Tri Hita Karana, highlighting the challenges of preserving its values in the modern era and offering practical solutions and recommendations for its sustainability. The method used is a qualitative approach based on literature review, collecting data from academic articles, books, and digital documents. The analysis is conducted based on the three pillars of Tri Hita Karana: Parahyangan (relationship with God), Pawongan (relationship with fellow humans), and Palemahan (relationship with the environment). The findings indicate that the Perang Topat tradition plays a crucial role in strengthening spiritual relationships through interreligious prayers, fostering social harmony through cross-community cooperation, and maintaining environmental sustainability through agrarian symbolism. However, challenges such as cultural commercialization, environmental degradation, and the lack of youth involvement threaten the preservation of these traditional values. Therefore, this article recommends strengthening education based on local wisdom, revitalizing traditions with creative approaches to engage younger generations, and developing sustainable cultural tourism. The Perang Topat tradition is not only relevant as a local cultural heritage but also holds potential as a model for social harmony and environmental preservation that can inspire the world
Evaluasi Keberhasilan Inseminasi Buatan pada Sapi Bali di Desa Giri Tembesi, Kabupaten Lombok Barat
Desa Giri Tembesi, Kabupaten Lombok Barat, memiliki populasi sapi Bali yang signifikan dengan sebagian besar peternak menggunakan teknologi Inseminasi Buatan (IB). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat keberhasilan IB berdasarkan Conception Rate (CR), Service per Conception (S/C), dan Calving Interval (CI). Penelitian deskriptif kuantitatif dilakukan pada 100 peternak dengan data primer diperoleh melalui wawancara terstruktur. Hasil menunjukkan CR sebesar 42%, S/C rata-rata 1,96, dan CI rata-rata 13,33 bulan. Rendahnya CR menunjukkan perlunya peningkatan keterampilan inseminator dan manajemen deteksi birahi. Rekomendasi mencakup pelatihan inseminator, peningkatan nutrisi ternak, dan edukasi peternak untuk mendukung keberhasilan IB. Penelitian ini memberikan dasar bagi pengembangan strategi peningkatan produktivitas sapi Bali melalui teknologi reproduksi.
Evaluation of Artificial Insemination Success in Bali Cattle in Giri Tembesi Village, West Lombok Regency AbstractGiri Tembesi Village, West Lombok Regency, has a significant population of Bali cattle, with most farmers utilizing Artificial Insemination (AI) technology. This study aimed to evaluate AI success rates based on Conception Rate (CR), Service per Conception (S/C), and Calving Interval (CI). A quantitative descriptive approach was conducted on 100 farmers, with primary data collected through structured interviews. Results showed a CR of 42%, an average S/C of 1.96, and an average CI of 13.33 months. The low CR indicates the need for improved inseminator skills and estrus detection management. Recommendations include inseminator training, enhanced cattle nutrition, and farmer education to support AI success. This study provides a foundation for developing strategies to improve Bali cattle productivity through reproductive technology
Pengembangan Modul Fisika Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa
Tujuan penelitian pengembangan ini adalah untuk menghasilkan prototype modul fisika berbasis masalah yang layak digunakan untuk meningkatkan hasil belajar fisika siswa. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian pengembangan ini adalah ADDIE, dimana model ADDIE terdiri dari 5 tahap pengembangan yaitu tahap analysis, design, development, implementation dan evaluation. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Keruak dengan subjek uji coba pada tahap penerapan berjumlah 32 siswa. Ditinjau hasil berdasarkan analisis penilaian dua orang validator menunjukkan bahwa produk modul fisika yang dikembangkan memperoleh kategori sangat layak untuk diterapkan. Kategori ini diperkuat juga oleh respon positip siswa terhadap modul fisika berbasis masalah sehingga efektif meningkatkan hasil belajar mereka. Efek penerapan modul fisika berbasis masalah memperlihatkan adanya peningkatan hasil belajar fisika siswa yang dalam hal ini berkategori sedang (N-gain=0,44). Penelitian ini disimpulkan bahwa produk modul fisika berbasis masalah secara umum lebih efektif meningkatkan hasil belajar siswa dibandingkan dengan bahan ajar yang biasa digunakan. Kedepannya, modul ini dapat menjadi salah satu alternatif bahan ajar yang digunakan oleh guru untuk mengeksplorasi tingkat kemampuan berpikir siswa dalam belajar fisika di sekolah.
Development of Problem-Based Modules to Improve Student Learning Outcomes
Abstract
The aim of the research is to produce a prototype problem-based physics module that is suitable for use to improve student physics learning outcomes. The development used is the ADDIE model namely: analysis, design, development, implementation and evaluation stages. The research was conducted at SMA Negeri 1 Keruak with a sample of 32 students. The results based on the assessment analysis of two validators show that the physics module product developed is categorized as very suitable for application. This category is also strengthened by students' positive responses to the problem-based physics module so that it effectively improves their learning outcomes. The effect of implementing the problem-based physics module shows an increase in students' physics learning outcomes, which in this case is in the medium category (N-gain=0.44). This research concluded that problem-based physics module products are generally more effective in improving student learning outcomes compared to commonly used teaching materials. In the future, this module can become an alternative teaching material used by teachers to explore the level of students' thinking abilities in learning physics at school
Pengembangan Media Pembelajaran Digital “Animals Education” Berbasis Power Point Dalam Meningkatkan Daya Retensi Siswa Kelas III SDN 1 Kuta
Penelitian ini bertujuan untuk merancang model pembeljaran digital Animals Education berbasis PPT dalam meningkatkan retensi siswa SDN 1 Kuta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development dengan menggunakan model ADDIE. Hasil dari setiap tahapan penelitian dirincikan sebagai berikut; pertama, pada tahap analysis dari hasil observasi ditemukan penggunaan media-media pembelajaran masih belum menggunakan media pembelajaran dalam betuk digital. Kedua, pada tahap desain dihasilkan pembaharuan model media pembelajaran digital animal education menjadi lebih praktis digunakan. Ketiga, pada tahap development dilakukan perubahan seperti penambahan fitur, perbaikan warna, penyesuaian font dan kosa kata yang selanjutnya dinilai oleh ahli media dan ahli materi dengan tingkat kelayakan 90% dan 82%. Keempat, pada tahap implementation yang melibatkan responden dari peserta didik dihasilkan tingkat kelayakan sebesar 88%. Kelima, tahapan terakhir yaitu tahap evaluation dengan meninjau kembali semua hasil yang diperoleh sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran digital animal education berbasis PPT layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran pada peserta didik kelas III Sekolah Dasar Negeri 1 Kuta.
Development of Power Point-Based Digital Learning Media "Animals Education" to Increase the Retention of Class III Students at SDN 1 KutaAbstractThis study aims to design a PPT-based Animals Education digital learning model to improve student retention at SDN 1 Kuta. The method used in this study is Research and Development using the ADDIE model. The results of each stage of the study are detailed as follows; first, at the analysis stage from the observation results it was found that the use of learning media still did not use digital learning media. Second, at the design stage, a renewal of the animal education digital learning media model was produced to be more practical to use. Third, at the development stage, changes were made such as adding features, improving colors, adjusting fonts and vocabulary which were then assessed by media experts and material experts with a feasibility level of 90% and 82%. Fourth, at the implementation stage involving respondents from students, a feasibility level of 88% was produced. Fifth, the last stage is the evaluation stage by reviewing all the results obtained so that it can be concluded that the use of PPT-based animal education digital learning media is feasible to be used as a learning medium for grade III students at SDN 1 Kuta
Kajian Aspek Kenyamanan Jalur Pedestrian di Koridor Jalan Udayana Kota Mataram
Jalur pedestrian mampu mengakomodasikan kenyamanan pejalan kaki dengan memperhatikan aspek kenyamanan perencanaannya. Penelitian difokuskan pada jalur pedestrian koridor Jalan Udayana sisi barat terhadap kondisi eksisting dan tingkat kenyamanan dengan cara survey lapangan, data diperoleh dari hasil pengukuran, dokumentasi, pembagian kuesioner. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif untuk menggambarkan kondisi eksisting jalur pedestrian berdasarkan aspek aspek kenyamanan. perhitungan dengan skala likert untuk mengetahui tingkat kenyamanan pejalan kaki. Studi ini bertujuan untuk mengetahui kualitas jalur pedestrian yang ada di koridor Jalan Udayana Mataram. Responden yang terlibat dalam penelitian ini terdiri dari 58 responden yang dilihat dari jenis kelamin, usia, Pendidikan terakhir dan pekerjaannya. Hasil dari survey terhadap responden tersebut menyatakan bahwa pedestrian Jl. Udayana sisi barat memiliki fungsi utama sebagai wadah pejalan kaki, meskipun ada fungsi lain seperti sosialisasi, ekonomi, olahraga. Hasil skoring kondisi fisik pedestrian Jl. Udayana sisi barat menyatakan bahwa pedestrian Jl. Udayana sisi barat nyaman dari segi terik matahari, pemandangan, sirkulasi, suhu kelembaban, kebersihan, keindahan. Dari skoring tersebut pedestrian Jl. Udayana sisi barat dinyatakan cukup nyaman dari segi kebisingan kendaraan, tidak bau, bentuk dan kualitas, keamanan dari tindak kejahatan, keamanan jalur, aksesibiitas dan kelengkapan fasilitas pendukung dengan minimal skor 176 atau 58,6% dan maksimal skor 233 atau 77,6% yang artinya secara persepsi pengguna, pedestrian Jl. Udayana sisi nyaman hampir tidak ada faktor yang membuat tidak nyaman. Beberapa faktor ketidaknyamanan yg ada diantaranya adalah adanya pengamen, kurangnya sign penyeberangan, tidak ada halte naik turun penumpang dan pada beberapa titik terasa panas di siang hari.
Study on Comfort Aspects of Pedestrian Path in The Udayana Road Corridor, Mataram CityAbstractPedestrian paths are able to accommodate pedestrian comfort by considering the comfort aspects of its planning. The study focused on the pedestrian path of the Jalan Udayana corridor on the west side of the existing conditions and comfort levels by means of field surveys, data obtained from measurement results, documentation, and questionnaire distribution. The analysis method used is descriptive analysis to describe the existing conditions of the pedestrian path based on comfort aspects. calculations with a Likert scale to determine the level of pedestrian comfort. This study aims to determine the quality of the pedestrian path in the Jalan Udayana Mataram corridor. Respondents involved in this study consisted of 58 respondents seen from gender, age, last education and occupation. The results of the survey of the respondents stated that the pedestrian path of Jl. Udayana on the west side has a main function as a pedestrian container, although there are other functions such as socialization, economy, sports. The results of the physical condition scoring of the pedestrian path on the west side of Jl. Udayana stated that the pedestrian path on the west side of Jl. Udayana is comfortable in terms of sunlight, scenery, circulation, temperature, humidity, cleanliness, beauty. From the scoring, the pedestrian path on Jl. Udayana west side is stated to be quite comfortable in terms of vehicle noise, no odor, shape and quality, security from crime, lane security, accessibility and completeness of supporting facilities with a minimum score of 176 or 58.6% and a maximum score of 233 or 77.6% which means that in terms of user perception, pedestrians on Jl. Udayana on the comfortable side have almost no uncomfortable factors. Some of the uncomfortable factors include the presence of buskers, lack of crossing signs, no passenger boarding and alighting stops and at some points it feels hot during the day
Peran Tri Hita Karana dalam Kehidupan Masyarakat dan Institusi: Kajian Komprehensif Berdasarkan Literatur
Penelitian ini mengeksplorasi peran filosofi Tri Hita Karana (THK) sebagai kerangka kerja untuk menciptakan harmoni dalam kehidupan masyarakat dan institusi di Bali. Dengan menggunakan tinjauan pustaka sistematis berbasis pedoman PRISMA, penelitian ini menganalisis 30 artikel yang relevan dari tahun 2014 hingga 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa THK memainkan peran signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk hubungan spiritual dengan Tuhan (parhyangan), interaksi sosial (pawongan), dan pelestarian lingkungan (palemahan). Filosofi ini tidak hanya mendukung harmoni sosial dan budaya melalui kegiatan kolektif seperti gotong royong dan pelestarian adat, tetapi juga menjadi pedoman dalam praktik keberlanjutan lingkungan. Pada tingkat institusi, THK diadopsi dalam kebijakan pemerintah, pendidikan, dan pariwisata, menghasilkan keseimbangan antara pembangunan ekonomi, pelestarian budaya, dan konservasi lingkungan. Meski demikian, tantangan dalam implementasi THK mencakup tekanan globalisasi, individualisme, dan modernisasi yang dapat mereduksi nilai-nilai tradisional. Penelitian ini memberikan kontribusi dengan mengidentifikasi praktik terbaik dalam penerapan THK serta relevansinya dalam konteks global. Implikasi praktis dari penelitian ini mencakup pengembangan kebijakan berbasis THK, penguatan strategi pendidikan, dan model keberlanjutan institusi yang menekankan keterpaduan antara nilai tradisional dan inovasi modern. Hasil ini mempertegas bahwa THK bukan sekadar filosofi lokal, melainkan pendekatan universal yang relevan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan dan harmoni sosial di era modern.
The Role of Tri Hita Karana in Community and Institutional Life: A Comprehensive Literature ReviewAbstractThis study explores the role of the Tri Hita Karana (THK) philosophy as a framework for fostering harmony in community and institutional life in Bali. Using a systematic literature review guided by PRISMA protocols, the research analyzes 30 relevant articles published between 2014 and 2024. The findings demonstrate that THK plays a significant role across various aspects of life, including spiritual connections with God (parhyangan), social interactions (pawongan), and environmental preservation (palemahan). This philosophy not only promotes social and cultural harmony through collective activities such as communal work (gotong royong) and cultural preservation but also serves as a guideline for environmental sustainability practices. At the institutional level, THK is adopted in government policies, education, and tourism, creating a balance between economic development, cultural preservation, and environmental conservation. However, challenges in implementing THK include pressures from globalization, individualism, and modernization, which can erode traditional values. This study contributes by identifying best practices in applying THK and highlighting its relevance in a global context. The practical implications of this research include the development of THK-based policies, the strengthening of educational strategies, and institutional sustainability models that emphasize the integration of traditional values and modern innovation. These findings underscore that THK is not merely a local philosophy but a universal approach relevant to supporting sustainable development and social harmony in the modern era
Cost-Effectiveness Analysis Terapi Antidiabetik Kombinasi Obat Oral dengan Insulin Terhadap Penyakit Diabetes Melitus Tipe II
Cost-Effectiveness Analysis merupakan analisis yang digunakan untuk membandingkan outcome kesehatan dan biaya serta digunakan untuk melakukan suatu alternatif pengobatan yang ditinjau dari prespektif rumah sakit, dimana keefektifan suatu terapi dengan cara membandingkan besar biaya yang dikeluarkan oleh pasien dengan presentase keberhasilan terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas biaya terapi antidiabetik kombinasi obat oral dengan insulin pada lansia di RSUD Gerung. Metode penelitian ini adalah Non-eksperimental dengan desain penelitian Deskriptif. Pada penelitian ini, data yang ditelusuri secara Cross-sectional dengan pendekatan Retrospektif yaitu data sekunder berupa data rekam medik dan data biaya pengobatan pasien. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 890 responden dengan jumlah sampel 90 sampel 90 (Slovin). Hasil penelitian menunjujjan bahwa kelompok terapi A yaitu efektivitas terapi mencapai 98%, Rata-rata biaya mencapai angka Rp.4.666.284 sehingga didapatkan nilai ACER Rp.47.615. Sedangkan kelompo kterapi B yaitu efektvitas terapi mencapai 96%, Rata-rata biaya mencapai Rp.4.733.793 dengan nilai ACER Rp.49.310. Oleh Karena itu, kelompok terapi A (Insulin-Metformin) lebih efektif dengan hasil efektivitas terapi 98% dengan total biaya rata-rata medis Rp.4.666.284 dan nilai ACER sebesar Rp.47.615.
Cost-Effectiveness Analysis of Antidiabetic Therapy Combination of Oral Drugs with Insulin Against Type II Diabetes Mellitus AbstractCost-Effectiveness Analysis is an analysis used to compare health outcomes and costs and is used to carry out an alternative treatment reviewed from the perspective of the hospital, where the effectiveness of a therapy is by comparing the amount of costs incurred by patients with the percentage of success of therapy. This study aims to determine the cost effectiveness of antidiabetic therapy in combination with oral drugs and insulin in the elderly at Gerung Hospital. This research method is Non-experimental with a Descriptive research design. In this study, the data traced Cross-sectionally with a Retrospective approach, namely secondary data in the form of medical record data and patient treatment cost data. The population in this study amounted to 890 respondents with a sample size of 90 samples 90 (Slovin). The results of the study showed that therapy group A, namely the effectiveness of therapy reached 98%, the average cost reached Rp. 4,666,284 so that the ACER value was Rp. 47,615. While therapy group B, the effectiveness of therapy reached 96%, the average cost reached Rp. 4,733,793 with an ACER value of Rp. 49,310. Therefore, therapy group A (Insulin-Metformin) is more effective with a therapeutic effectiveness result of 98% with a total average medical cost of Rp. 4,666,284 and an ACER value of Rp. 47,615
Analisis Pasar dan Segmentasi Konsumen untuk Pemasaran Gula Aren Semut
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran digital dan segmentasi konsumen yang diterapkan oleh UMKM UD. Arya Krisna dalam memasarkan produk Gula Aren Semut di era digital. Metode kualitatif digunakan untuk mengumpulkan data dari berbagai sumber, termasuk laporan pemasaran, laporan keuangan, dan data pasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran digital, seperti optimasi mesin pencari (SEO) dan penggunaan media sosial, secara signifikan meningkatkan keterlibatan konsumen dan penjualan. Segmentasi konsumen berdasarkan demografi dan perilaku digital, seperti konsumen yang peduli kesehatan dan lingkungan, membantu meningkatkan efektivitas kampanye pemasaran. Konten yang dihasilkan oleh pengguna (UGC) dan kolaborasi dengan influencer terbukti mampu memperkuat hubungan konsumen dan meningkatkan visibilitas merek. Meski demikian, tantangan seperti keterbatasan sumber daya dan literasi digital masih menjadi hambatan yang harus diatasi. Penelitian ini memberikan wawasan tentang pentingnya digitalisasi pemasaran untuk produk niche seperti Gula Aren Semut di pasar pedesaan, serta rekomendasi untuk UMKM serupa dalam menerapkan strategi pemasaran digital yang lebih efektif. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya analisis data yang berkelanjutan untuk memastikan keberhasilan jangka panjang.
Market Analysis and Consumer Segmentation for the Marketing of Gula Aren Semut AbstractThis study aims to analyze the digital marketing strategies and consumer segmentation applied by the SME UD. Arya Krisna in marketing Gula Aren Semut in the digital era. A qualitative method was used to gather data from various sources, including marketing reports, financial records, and market data. The results indicate that digital marketing strategies, such as search engine optimization (SEO) and social media usage, significantly increase consumer engagement and sales. Consumer segmentation based on demographics and digital behavior, such as health-conscious and eco-conscious consumers, enhanced the effectiveness of marketing campaigns. User-generated content (UGC) and influencer collaborations were found to strengthen consumer relationships and increase brand visibility. However, challenges such as resource limitations and digital literacy remain barriers that need to be addressed. This study provides insights into the importance of digital marketing for niche products like Gula Aren Semut in rural markets, offering recommendations for similar SMEs to implement more effective digital marketing strategies. It also highlights the significance of continuous data analysis to ensure long-term success