Empiricism Journal
Not a member yet
    400 research outputs found

    Perbandingan Penilaian Revised Trauma Score dan Injury Severity Score dalam Memprediksi Mortalitas Pasien Cedera Kepala di IGD RSUD Dr. H. Moch Ansari Saleh

    No full text
    Cedera kepala merupakan kondisi serius akibat trauma fisik eksternal yang dapat menurunkan kesadaran, fungsi kognitif, dan kemampuan fisik pasien. Penilaian tingkat keparahan cedera kepala sangat penting untuk menentukan prognosis, namun pemahaman serta penerapan sistem penilaian trauma oleh tenaga kesehatan masih terbatas. Dua instrumen yang banyak digunakan adalah Revised Trauma Score (RTS), yang menilai aspek fisiologis pasien, dan Injury Severity Score (ISS), yang menilai aspek anatomis. Penelitian ini bertujuan membandingkan kemampuan RTS dan ISS dalam memprediksi mortalitas pasien cedera kepala di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. H. Moch Ansari Saleh. Penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan rancangan one shot case study (post-test only design) dan melibatkan 30 responden yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui lembar observasi RTS dan ISS, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan nilai p = 0,001 < 0,05, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara RTS dan ISS dalam memprediksi mortalitas. Dari 30 pasien, 7 (23,3%) meninggal dan 23 (76,6%) selamat. RTS menilai 12 pasien (80,0%) dengan skor 37 bertahan hidup dan 3 pasien (20,0%) meninggal, sementara ISS menunjukkan 6 pasien (80,0%) dengan skor mortalitas rendah selamat dan 3 pasien (20,0%) dengan skor mortalitas tinggi meninggal. Dapat disimpulkan bahwa RTS dan ISS sama-sama konsisten dalam memprediksi mortalitas, namun RTS lebih praktis karena cepat diaplikasikan pada triase maupun survei awal, sehingga berpotensi dijadikan standar penilaian di layanan prehospital maupun rujukan. Comparing Revised Trauma Score and Injury Severity Score in Predicting Mortality of Head Injury Patients at IGD Dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin Abstract Head injury is a serious condition caused by external physical trauma that can impair consciousness, cognitive function, and physical ability. Assessing the severity of head injury is crucial for determining prognosis, yet healthcare providers often have limited understanding and application of available trauma scoring systems. Two widely used instruments are the Revised Trauma Score (RTS), which evaluates the patient’s physiological status, and the Injury Severity Score (ISS), which evaluates anatomical conditions. This study aims to compare the effectiveness of RTS and ISS in predicting mortality among head injury patients in the Emergency Department (ED) of RSUD dr. H. Moch Ansari Saleh. The study employed a quasi-experimental design with a one shot case study (post-test only design) involving 30 respondents selected through accidental sampling. Data were collected using RTS and ISS observation sheets and analyzed with the Wilcoxon test. The results showed a p-value of 0.001 < 0.05, indicating a significant difference between RTS and ISS in predicting mortality. Of the 30 patients, 7 (23.3%) died and 23 (76.6%) survived. RTS classified 12 patients (80.0%) with a score of 37 as survivors and 3 patients (20.0%) as deceased, while ISS showed 6 patients (80.0%) with low mortality scores survived and 3 patients (20.0%) with high mortality scores died. In conclusion, both RTS and ISS were consistent in predicting mortality. However, RTS is more practical because it can be quickly applied during triage or initial assessment, making it a potential standard for prehospital and referral evaluations

    Pengaruh E-Service Quality dan Ease of Access terhadap Keputusan Pembelian Barang di Informa Melalui Layanan Aplikasi Kredivo dengan Kepuasan Konsumen sebagai Variabel Moderasi

    No full text
    Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi sejauh mana E-Service Quality dan Ease of Access memengaruhi keputusan konsumen dalam membeli produk di Informa melalui pemanfaatan aplikasi Kredivo, dengan kepuasan pelanggan sebagai variabel yang memoderasi hubungan tersebut. Fokus utama penelitian ini adalah berkurangnya minat konsumen untuk melakukan pembelian ulang, meskipun kualitas layanan digital dan kemudahan akses telah ditingkatkan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei melalui penyebaran kuesioner kepada 110 responden yang merupakan pengguna aplikasi Kredivo di Informa. Analisis data dilakukan dengan regresi linear berganda serta analisis regresi moderasi (MRA). Hasil analisis menunjukkan bahwa e-service quality dan ease of access memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian, dengan nilai koefisien regresi masing-masing 0,224 dan 0,357. Selain itu, kepuasan konsumen terbukti memoderasi hubungan antara kedua variabel independen dan keputusan pembelian, memperkuat pengaruh e-service quality dan ease of access. Secara simultan, kedua variabel ini menjelaskan 53,2% variasi dalam keputusan pembelian. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa kualitas layanan dan kemudahan akses sangat penting dalam membentuk keputusan pembelian, terutama di platform digital. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan model perilaku konsumen di era digital dan implikasi praktis bagi penyedia layanan PayLater seperti Kredivo untuk meningkatkan strategi pemasaran dan pengalaman pelanggan guna mendorong loyalitas dan keputusan pembelian ulang. The Influence of E-Service Quality and Ease of Access on Purchase Decisions at Informa Through the Kredivo Application Service with Customer Satisfaction as a Moderating Variable Abstract This study was conducted to evaluate the extent to which E-Service Quality and Ease of Access influence consumer purchase decisions at Informa through the utilization of the Kredivo application, with customer satisfaction acting as a moderating variable in the relationship. The primary focus of this research is the decline in consumer interest in repeat purchases, despite improvements in digital service quality and ease of access. The study uses a quantitative method with a survey approach, distributing a questionnaire to 110 respondents who are Kredivo users at Informa. Data analysis was conducted using multiple linear regression and Moderated Regression Analysis (MRA). The results indicate that both e-service quality and ease of access have a significant impact on purchase decisions, with regression coefficients of 0.224 and 0.357, respectively. Furthermore, customer satisfaction was found to moderate the relationship between both independent variables and purchase decisions, strengthening the effect of e-service quality and ease of access. Simultaneously, these two variables explain 53.2% of the variation in purchase decisions. These findings align with previous studies that emphasize the critical role of service quality and ease of access in shaping purchase decisions, particularly on digital platforms. This research contributes theoretically to the development of consumer behavior models in the digital era and provides practical implications for PayLater service providers like Kredivo to enhance marketing strategies and customer experiences to foster loyalty and repeat purchase decisions

    Integrasi Permainan Tradisional dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani untuk Peningkatkan Keterampilan Gerak Dasar dan Nilai Kemandirian Siswa

    No full text
    Penelitian ini mengevaluasi efektivitas integrasi permainan tradisional yang dimodifikasi didukung platform digital untuk umpan balik real time terhadap perkembangan keterampilan gerak dasar, keterampilan sosial, dan kemandirian siswa kelas V Sekolah Dasar. Hipotesis menyatakan bahwa intervensi berbasis permainan tradisional modifikasi akan secara signifikan meningkatkan ketiga aspek tersebut dibandingkan metode konvensional. Desain quasi-eksperimental delapan minggu membagi siswa menjadi kelompok intervensi menggunakan modul permainan tradisional modifikasi dengan aplikasi digital dan kelompok kontrol dengan metode PE konvensional. Parameter yang diukur meliputi skor keteramilan gerak dasar dan kuesioner otonomi siswa. Hasil menunjukkan kelompok intervensi mengalami peningkatan rata-rata skor FMS sebesar 25% dari kondisi awal, sedangkan kontrol hanya 8%. Tingkat kerjasama, komunikasi, dan tanggung jawab antarsiswa pada intervensi meningkat signifikan dibandingkan kontrol. Skor otonomi siswa pada kelompok intervensi melonjak dua kali lipat, menandakan peningkatan kemandirian dalam merencanakan dan melaksanakan aktivitas jasmani. Temuan ini mengonfirmasi hipotesis bahwa modifikasi permainan tradisional diperkaya umpan balik digital secara efektif meningkatkan aspek motorik, sosial, dan kognitif dalam pembelajaran jasmani. Integrating Traditional Games into Physical Education Learning to Improve Fundamental Movement Skills and Student Independence Abstract This study evaluated the effectiveness of integrating modified traditional games supported by a digital platform for real-time feedback on developing fundamental motor skills, social skills, and independence in fifth-grade elementary school students. It was hypothesized that a modified traditional game-based intervention would significantly improve these three aspects compared to conventional methods. An eight-week quasi-experimental design divided students into an intervention group using a modified traditional game module with a digital application and a control group using a conventional PE method. Parameters measured included fundamental motor skill scores and a student autonomy questionnaire. Results showed that the intervention group experienced an average increase in FMS scores of 25% from baseline, while the control group only experienced an 8% increase. The level of cooperation, communication, and responsibility among students in the intervention group increased significantly compared to the control group. Student autonomy scores in the intervention group doubled, indicating increased independence in planning and implementing physical activities. These findings confirmed the hypothesis that modified traditional games enriched with digital feedback effectively improve physical education's motor, social, and cognitive aspects

    Efektivitas Layanan Pelanggan melalui WhatsApp Group pada BPJS Kesehatan Banda Aceh

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas layanan pelanggan melalui WhatsApp Group pada BPJS Kesehatan Banda Aceh serta implikasinya terhadap kepuasan peserta. Desain penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan sampel sebanyak 50 responden yang dipilih secara acak. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan pendekatan analisis tematik reflektif. Hasil penelitian menunjukkan tiga aspek utama layanan: aksesibilitas dan kecepatan respons (80% responden), kejelasan informasi dan transparansi (70%), serta kepuasan peserta (90%). Temuan ini mengindikasikan bahwa penggunaan WhatsApp Group mampu meningkatkan efektivitas pelayanan publik dengan mempersingkat waktu tanggapan, memberikan informasi yang lebih mudah dipahami, serta menciptakan rasa nyaman bagi peserta. Penelitian ini berkontribusi secara empiris dalam membangun model layanan digital berbasis media sosial yang sesuai dengan kebutuhan peserta, serta memberikan rekomendasi kebijakan untuk penguatan kapasitas dan standar komunikasi dalam layanan digital. Secara teoritis, temuan ini memperluas literatur mengenai transformasi pelayanan publik berbasis teknologi di Indonesia. The Effectiveness of Customer Service through WhatsApp Groups at BPJS Kesehatan Banda Aceh Abstract This study aims to analyze the effectiveness of customer service via WhatsApp Group at BPJS Kesehatan Banda Aceh and its implications for participant satisfaction. The research employed a qualitative approach with a randomly selected sample of 50 respondents. Data were collected through semi-structured interviews and analyzed using reflexive thematic analysis. The findings reveal three key aspects of service: accessibility and response speed (80% of respondents), clarity of information and transparency (70%), and overall participant satisfaction (90%). These results indicate that the use of WhatsApp Group enhances public service effectiveness by reducing response time, delivering clearer information, and providing greater user convenience. Empirically, this study contributes a model of social media–based digital service tailored to user needs and offers policy recommendations for strengthening digital service capacity and communication standards. Theoretically, the findings expand existing literature on technology-driven public service transformation in Indonesia

    Penerapan Model Problem Based Learning Berdiferensiasi Berbasis Konstruktivisme untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA

    No full text
    Penelitian ini berawal dari dominasi metode konvensional (ceramah) yang kurang memberi kesempatan bagi siswa untuk membangun pengetahuannya secara mandiri, sehingga hasil belajar IPA masih rendah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan model Problem Based Learning (PBL) berdiferensiasi berbasis konstruktivisme dalam meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV. Model yang dikembangkan mengintegrasikan pendekatan PBL yang berfokus pada pemecahan masalah kontekstual, teori konstruktivisme yang menekankan pembentukan pengetahuan aktif, serta diferensiasi pembelajaran dalam aspek konten, proses, dan produk guna mengakomodasi perbedaan gaya belajar siswa. Penelitian dilaksanakan di SD Negeri 26 Membalong dengan subjek 14 siswa (6 perempuan dan 8 laki-laki) pada tahun ajaran 2025/2026. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas yang meliputi tiga tahapan: pra-siklus, siklus I, dan siklus II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model ini berlangsung efektif dan sistematisNilai rata-rata hasil belajar siswa meningkat dari 58,6 pada pra-siklus menjadi 76,4 pada siklus I, dan mencapai 92,9 pada siklus II. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa penerapan Model Problem Based Learning (PBL) Berdiferensiasi Berbasis Konstruktivisme berpengaruh positif terhadap peningkatan hasil belajar IPA siswa kelas IV. Dengan demikian, PBL berdiferensiasi berbasis konstruktivisme terbukti mampu menciptakan pembelajaran yang adaptif, bermakna, dan berpotensi meningkatkan hasil belajar kognitif siswa. Implementation of Differentiated Problem Based Learning Model Based on Constructivism to Improve Science Learning Outcomes Abstract This research started from the dominance of conventional methods (lectures) which do not provide students with the opportunity to build their knowledge independently, so that science learning outcomes are still low. This study aims to describe the application of a differentiated Problem Based Learning (PBL) model based on constructivism in improving science learning outcomes of fourth grade students. The developed model integrates a PBL approach that focuses on contextual problem solving, constructivism theory that emphasizes active knowledge formation, and learning differentiation in content, process, and product aspects to accommodate differences in student learning styles. The research was conducted at SD Negeri 26 Membalong with 14 students (6 girls and 8 boys) as subjects in the 2025/2026 academic year. The method used was Classroom Action Research which included three stages: pre-cycle, cycle I, and cycle II. The results showed that the implementation of this model was effective and systematic. The average value of student learning outcomes increased from 58.6 in the pre-cycle to 76.4 in cycle I, and reached 92.9 in cycle II. This improvement indicates that the implementation of the Constructivism-Based Differentiated Problem-Based Learning (PBL) Model has a positive effect on improving the science learning outcomes of fourth-grade students. Thus, constructivism-based differentiated PBL has been proven to be able to create adaptive, meaningful learning and has the potential to improve students' cognitive learning outcomes.Latar belakang penelitian ini berangkat dari dominasi metode konvensional (ceramah) yang kurang memberi kesempatan bagi siswa untuk membangun pengetahuannya secara mandiri, sehingga hasil belajar IPA masih rendah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan model Problem Based Learning (PBL) berdiferensiasi berbasis konstruktivisme dalam meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV. Model yang dikembangkan mengintegrasikan pendekatan PBL yang berfokus pada pemecahan masalah kontekstual, teori konstruktivisme yang menekankan pembentukan pengetahuan aktif, serta diferensiasi pembelajaran dalam aspek konten, proses, dan produk guna mengakomodasi perbedaan gaya belajar siswa. Penelitian dilaksanakan di SD Negeri 26 Membalong dengan subjek 14 siswa (6 perempuan dan 8 laki-laki) pada tahun ajaran 2025/2026. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas yang meliputi tiga tahapan: pra-siklus, siklus I, dan siklus II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model ini berlangsung efektif dan sistematis. Integrasi diferensiasi dalam langkah-langkah PBL memungkinkan siswa berkolaborasi sesuai dengan minat, kemampuan, dan gaya belajar mereka. Secara umum, model ini meningkatkan keaktifan, kreativitas, serta pemahaman konseptual siswa terhadap materi IPA. Dengan demikian, PBL berdiferensiasi berbasis konstruktivisme terbukti mampu menciptakan pembelajaran yang adaptif, bermakna, dan berpotensi meningkatkan hasil belajar kognitif siswa

    Penerapan Project-Based Learning Berbasis Arduino pada Mata Kuliah Fisika Instrumentasi untuk Meningkatkan Keterampilan Instrumentasi dan Motivasi Belajar Mahasiswa Pendidikan Fisika

    No full text
    Pembelajaran Fisika Instrumentasi menuntut mahasiswa tidak hanya memahami konsep sensor dan sistem pengukuran, tetapi juga mampu mengembangkan alat instrumentasi serta mengomunikasikan hasil kerjanya secara ilmiah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan Project-Based Learning (PjBL) berbasis proyek pembuatan alat ukur fisika menggunakan Arduino pada mata kuliah Fisika Instrumentasi serta menganalisis dampaknya terhadap pemahaman konsep, keterampilan instrumentasi, dan motivasi belajar mahasiswa. Penelitian menggunakan desain one-group pretest–posttest dengan subjek tujuh mahasiswa Pendidikan Fisika. Pembelajaran dilaksanakan selama satu semester melalui tahapan orientasi konsep, perencanaan proyek, pelaksanaan proyek, presentasi, dan publikasi video. Data dikumpulkan menggunakan tes pemahaman konsep instrumentasi, rubrik penilaian proyek, dan angket motivasi belajar, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, N-gain, dan persentase ketuntasan belajar. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pemahaman konsep dari kategori sedang menuju tinggi dengan N-gain kategori sedang, peningkatan keterampilan instrumentasi pada kategori baik hingga sangat baik, serta motivasi belajar mahasiswa pada kategori sangat tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa integrasi PjBL, Arduino, dan YouTube tidak hanya memperkuat keterampilan instrumentasi, tetapi juga memberikan implikasi praktis bagi pengembangan komunikasi ilmiah mahasiswa calon guru fisika. Kata kunci: project-based learning, fisika instrumentasi, Arduino uno, keterampilan instrumentasi, motivasi belajar Implementation of Arduino-Based Project-Based Learning in Physics Instrumentation Course to Improve Instrumentation Skills and Learning Motivation of Physics Education Students Abstract Instrumentation Physics instruction requires students not only to understand the concepts of sensors and measurement systems but also to design instrumentation devices and communicate their work in a scientific manner. This study aims to describe the implementation of Project-Based Learning (PjBL) through a project on developing physics measuring instruments using Arduino in the Instrumentation Physics course and to analyze its effects on students’ conceptual understanding, instrumentation skills, and learning motivation.. The study employed a one-group pretest–posttest design involving seven Physics Education students as participants. Instruction was conducted over one semester through the stages of concept orientation, project planning, project implementation, presentation, and video publication. Data were collected using an instrumentation concept-understanding test, a project assessment rubric, and a learning motivation questionnaire, and subsequently analyzed using descriptive statistics, N-gain, and the percentage of mastery learning. The results indicate an improvement in conceptual understanding from the medium to the high category, with an N-gain in the medium range, enhanced instrumentation skills in the good to very good categories, and student learning motivation in the very high category. These findings suggest that the integration of PjBL, Arduino, and YouTube not only strengthens instrumentation skills but also has practical implications for the development of scientific communication competencies among prospective physics teachers.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan model Project-Based Learning berbasis proyek pada pembuatan alat ukur fisika menggunakan Arduino pada mata kuliah Fisika Instrumentasi, serta menganalisis pengaruhnya terhadap keterampilan instrumentasi dan motivasi belajar mahasiswa pendidikan fisika. Desain penelitian yang digunakan adalah one-group pretest–posttest dengan subjek 7 mahasiswa S1 Pendidikan Fisika semester 7. Pembelajaran dilaksanakan melalui kombinasi ceramah, diskusi, dan proyek pembuatan alat ukur yang dipresentasikan di kelas dan diunggah ke YouTube. Data dikumpulkan melalui tes konsep instrumentasi, rubrik penilaian proyek, dan angket motivasi belajar. Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata konsep instrumentasi dari kategori sedang menuju tinggi dengan N-gain kategori sedang, peningkatan kualitas keterampilan instrumentasi pada proyek alat ukur, serta respon mahasiswa yang umumnya positif terhadap pembelajaran berbasis proyek dan publikasi video di YouTube. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi PjBL dan Arduino pada mata kuliah Fisika Instrumentasi dapat menjadi strategi efektif untuk menguatkan kompetensi konseptual, praktis, dan afektif mahasiswa calon guru fisika. Kata kunci: project-based learning, fisika instrumentasi, Arduino uno, keterampilan instrumentasi, motivasi belaja

    KEBIJAKAN SOSIAL PERLINDUNGAN PEKERJA ANAK DI KAWASAN EKONOMI KHUSUS MANDALIKA LOMBOK TENGAH

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Kebijakan sosial perlindungan pekerja anak di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika Lombok Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Unit analisis meliputi pekerja anak, orangtua pekerja anak, dan pemerintah terkait. Penentuan subjek penelitian dilakukan melalui teknik purposive sampling, sedangkan informan penelitian ditentukan dengan teknik snowball sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model spiral analysis yang dikembangkan oleh Creswell, meliputi pengelolaan data, pengkodean, pengembangan tema, serta penafsiran data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif kebijakan perlindungan pekerja anak telah tersedia melalui regulasi nasional dan daerah, sebagaimana di atur dalam peraturan daerah Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Kabupaten Layak Anak.   Namun pada implementasi belum optimal, adanya kesenjangan tajam antara bangunan regulasi dan realitas di lapangan yang mana masih banyak ditemukan anak-anak usia sekolah yang bekerja tanpa pengawasan sehingga hak anak terabaikan. Kata Kunci: Pekerja Anak, Kebijakan sosial, Perlindungan Social Policy For The Protection of Child Workers In The Mandalika Special Economic Zone of Central Lombok Abstract  The purpose of this study was to determine the social policy for protecting child labor in the Mandalika Special Economic Zone, Central Lombok. The study used a qualitative approach with a case study method. The units of analysis included child workers, their parents, and relevant government agencies. The research subjects were determined using purposive sampling, while the informants were determined using snowball sampling. Data collection was conducted through observation, interviews, and documentation. Data analysis used the spiral analysis model developed by Creswell, encompassing data management, coding, theme development, and data interpretation. The results showed that normatively, child labor protection policies are available through national and regional regulations, as stipulated in the Regional Regulation of Central Lombok Regency, West Nusa Tenggara Province, Number 5 of 2021 concerning the Implementation of Child-Friendly Districts. However, implementation has not been optimal, with a sharp gap between the regulatory framework and the reality on the ground, where many school-age children are still found working without supervision, thus neglecting children's rights.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Kebijakan sosial perlindungan pekerja anak di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika Lombok Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Unit analisis meliputi pekerja anak, orangtua pekerja anak, dan pemerintah terkait. Penentuan subjek penelitian dilakukan melalui teknik purposive sampling, sedangkan informan penelitian ditentukan dengan teknik snowball sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model spiral analysis yang dikembangkan oleh Creswell, meliputi pengelolaan data, pengkodean, pengembangan tema, serta penafsiran data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan sosial perlindungan pekerja anak di Kabupaten Lombok Tengah telah diatur dalam Peraturan Daerah Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Kabupaten Layak Anak. Kebijakan tersebut bertujuan untuk menjamin dan melindungi hak-hak anak agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta memperoleh perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Namun pada implementasi di tingkat lokal membiutuhkan penguatan, pengawasan, peran aktif pengelola wisata KEK Mandalika agar pekerja anak mendapatkan perlindungan di tempat kerja

    Ontologi dalam Ilmu Pengetahuan Mengenai Hakikat Tuhan, Manusia, dan Alam: Sebuah Literatur Review

    No full text
    Manusia memiliki keingintahuan yang mendalam tidak hanya tentang alam sekitar dan hakikat dirinya sendiri, tetapi juga tentang esensi dari Tuhan serta hubungan antara Tuhan, alam, dan manusia. Artikel ini bertujuan untuk mereview konsep ontologi dalam ilmu pengetahuan yang mengeksplorasi hakikat dari Tuhan, manusia, dan alam. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah review literatur. Secara umum, review literatur dapat digambarkan sebagai metode yang sistematis untuk mengumpulkan dan mensintesis penelitian yang telah ada sebelumnya. Studi ini mengkaji berbagai artikel dari jurnal, dan publikasi lainnya. Hasil kajian ini diperoleh melalui pencarian di Google Scholar dan Scopus, pencarian ini dipilih karena relevansinya dengan topik yang sedang dibahas. Untuk memilih artikel referensi yang paling tepat, studi ini menggunakan pendekatan yang menyeimbangkan antara relevansi, cakupan, dan keragaman referensi. Studi ini membahas bagaimana ontologi memaknai hakikat Tuhan. Proses pemahaman ini dimulai dari pertimbangan materi atau kebenaran, yaitu melalui pemikiran tentang keberadaan Tuhan. Keberadaan Tuhan dapat dipahami dengan melihat ciptaan-Nya, seperti makhluk hidup dan alam semesta. Semua ini, yang terbentuk secara kompleks dan sempurna, menunjukkan adanya Zat yang Maha Sempurna sebagai penciptanya. Selanjutnya, manusia, sebagai makhluk berakal, mampu memahami dan melihat bukti keberadaan alam yang menunjukkan adanya Tuhan. Manusia juga memahami dirinya sebagai makhluk ciptaan Tuhan, sesuai dengan teori ontologis tentang eksistensi. Dengan mengamati ciptaan-Nya yang kompleks dan sempurna, kita dapat menarik kesimpulan tentang adanya Zat yang Maha Sempurna sebagai pencipta. Selain itu, manusia, sebagai makhluk berakal, memiliki kemampuan untuk memahami dan menafsirkan bukti-bukti keberadaan Tuhan yang termanifestasi dalam alam. Hal ini membantu manusia dalam memahami posisi sebagai makhluk ciptaan dan mengapresiasi hubungan yang lebih dalam antara Tuhan, manusia, dan alam. Dengan demikian, pendekatan ontologi tidak hanya memperluas pemahaman kita tentang Tuhan tetapi juga memperkuat hubungan intrinsik antara keberadaan manusia dan alam semesta. Ontology in Science Concerning the Nature of God, Humans, and Nature: A  Literature Review Abstract Human beings possess a profound curiosity not only about the natural world and their own essence, but also about the essence of God and the relationships between God, nature, and humans. This article aims to review the concept of ontology in science that explores the essence of God, humans, and nature. The method used in this study is a literature review. Generally, a literature review can be described as a systematic method for collecting and synthesizing previous research. This study examines various articles from journals and other publications. The findings of this study were obtained through searches in Google Scholar and Scopus, chosen for their relevance to the topic under discussion. To select the most appropriate reference articles, this study uses an approach that balances relevance, coverage, and diversity of references. This study discusses how ontology interprets the essence of God. The understanding process begins with material considerations or truth, that is, through thinking about the existence of God. The existence of God can be understood by observing His creations, such as living beings and the universe. All of this, formed in a complex and perfect manner, indicates the presence of a Most Perfect Being as its creator. Furthermore, humans, as rational beings, are able to understand and see evidence of the existence of nature that indicates the presence of God. Humans also understand themselves as creations of God, in accordance with ontological theories about existence. By observing His complex and perfect creations, we can draw conclusions about the presence of a Most Perfect Being as the creator. Additionally, humans, as rational beings, have the ability to understand and interpret evidence of the existence of God manifested in nature. This helps humans understand their position as created beings and appreciate a deeper relationship between God, humans, and nature. Thus, the ontological approach not only expands our understanding of God but also strengthens the intrinsic relationship between human existence and the universe

    Pengaruh Variasi Komposisi Sekam Padi dan Arang Tempurung Kelapa terhadap Nilai Kalor dan Laju Pembakaran Biobriket

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi komposisi sekam padi (ASP) dan arang tempurung kelapa (ATK) terhadap karakteristik biobriket, seperti kadar air, kadar abu, densitas, nilai kalor, dan laju pembakaran. Variasi komposisi bahan adalah 0%-90% ASP dan 90%-0% ATK, dengan perekat tepung tapioka sebesar 10%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kalor tertinggi (9.034 kkal/g) ditemukan pada komposisi 45% ASP + 45% ATK, sementara laju pembakaran tertinggi (0,7254 g/menit) pada komposisi 90% ASP + 0% ATK. Biobriket dengan komposisi optimal (45% ASP + 45% ATK) memiliki keseimbangan antara nilai kalor tinggi dan pembakaran stabil. Semua sampel memenuhi standar SNI untuk kadar air (maksimal 8%) dan nilai kalor (minimal 5000 kkal/g). Penelitian ini menunjukkan potensi biobriket berbasis limbah pertanian sebagai bahan bakar alternatif yang berkelanjutan. The Effect of Rice Husk and Coconut Shell Charcoal Composition Variations on the Calorific Value and Combustion Rate of BiobriquettesAbstractThis study aims to evaluate the effect of rice husk (ASP) and coconut shell charcoal (ATK) composition variations on biobriquette characteristics, including moisture content, ash content, density, calorific value, and combustion rate. The composition variations ranged from 0%-90% ASP and 90%-0% ATK, with 10% tapioca starch as a binder. Results indicated the highest calorific value (9.034 kkal/g) at 45% ASP + 45% ATK, while the highest combustion rate (0.7254 g/min) was observed at 90% ASP + 0% ATK. Biobriquettes with an optimal composition (45% ASP + 45% ATK) achieved a balance of high calorific value and stable combustion. All samples met the SNI standards for moisture content (maximum 8%) and calorific value (minimum 5000 kkal/g). This study highlights the potential of agricultural waste-based biobriquettes as a sustainable alternative fuel source

    Pengaruh Cooperative Project Based Learning untuk Penguatan Kecakapan Literasi Digital Mahasiswa pada Mata Kuliah Statistika

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan metode Cooperative Project-Based Learning (CPjBL) terhadap penguatan literasi digital mahasiswa pada mata kuliah Statistika. Responden yang terlibat dalam penelitian ini adalah sebanyak 32 orang mahasiswa di Prodi Pendidikan Teknologi Informasi Undikma yang memprogramkan mata kuliah Statistika. Terdapat dua instrumen penelitian yang digunakan untuk penilaian kecakapan literasi digital mahasiswa yaitu instrumen penilaian berpikir komputasi dan instrumen penilaian berpikir algoritmik. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen menggunakan desain faktorial pada satu kelompok sampel. Teknik analisis data yang digunakan adalah kombinasi statistika deskriptif untuk mengetahui ukuran pemusatan dan penyebaran data dalam nilai mean dan standar deviasi, serta statistika inferensial untuk pengujian hipotesis. Berdasarkan hasil uji prasyarat analisis diperoleh bahwa data tidak berdistribusi normal, sehingga pengujian hipotesis dilakukan menggunakan uji statistika non parametrik dengan metode uji Wilcoxon. Proses analisis data seluruhnya dilakukan dengan menggunakan software SPSS 23. Hasil pengujian yang diperoleh menunjukkan nilai Z sebesar -2,553 dengan tingkat signifikansi (p-value) sebesar 0,011. Nilai signifikansi yang sangat rendah ini (p < 0,05) mengindikasikan bahwa terdapat perbedaan yang sangat signifikan antara skor berpikir komputasi dan skor berpikir algoritmik mahasiswa setelah penerapan CPjBL. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran kooperatif berbasis proyek memiliki dampak yang substansial dalam meningkatkan kedua aspek kecakapan literasi digital mahasiswa, baik dalam hal berpikir komputasi maupun berpikir algoritmik. Hasil ini memberikan bukti empiris yang kuat bahwa metode pengajaran ini efektif dalam menguatkan kecakapan literasi digiital mahasiswa di lingkungan kampus. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan model pembelajaran yang lebih efektif serta menghasilkan lulusan yang lebih kompeten dan mampu bersaing di era digital. The Impact of Cooperative Project-Based Learning on Enhancing Students' Digital Literacy Skills in a Statistics CourseAbstractThe study aims to analyze the impact of applying the Cooperative Project-Based Learning (CPjBL) method on enhancing students' digital literacy in a Statistics course. The respondents involved in this research comprised 32 students from the Information Technology Education Program at Undikma who were enrolled in the Statistics course. Two research instruments were used to assess students' digital literacy skills: a computational thinking assessment instrument and an algorithmic thinking assessment instrument. This experimental study employed a factorial design on a single sample group. The data analysis technique used was a combination of descriptive statistics to determine the data's central tendency and dispersion (mean and standard deviation) and inferential statistics for hypothesis testing. Based on the prerequisite analysis tests, the data were found to be non-normally distributed, leading to the use of non-parametric statistical tests, specifically the Wilcoxon test, for hypothesis testing. The entire data analysis process was conducted using SPSS 23 software. The test results showed a Z value of -2.553 with a significance level (p-value) of 0.011. This very low significance value (p < 0.05) indicates a highly significant difference between students' computational thinking scores and algorithmic thinking scores after the application of CPjBL. These findings demonstrate that the cooperative project-based learning approach has a substantial impact on improving both aspects of students' digital literacy skills, namely computational thinking and algorithmic thinking. The results provide strong empirical evidence that this teaching method is effective in enhancing students' digital literacy skills in the campus setting. This research is expected to contribute to the development of more effective learning models to improve students' digital literacy skills and produce graduates who are more competent and competitive in the digital era

    0

    full texts

    400

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Empiricism Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇