Empiricism Journal
Not a member yet
    400 research outputs found

    CRISPR/Cas9 untuk Canonical Mutations pada Kanker Pankreas: Harapan Baru Terapi Presisi

    No full text
    Kanker pankreas, khususnya Pancreatic Ductal Adenocarcinoma (PDAC), merupakan salah satu jenis kanker dengan tingkat mortalitas tertinggi di dunia. Kompleksitas biologis dan diagnosis yang terlambat menyebabkan rendahnya angka harapan hidup pasien, bahkan setelah menjalani terapi konvensional. Secara genetik, PDAC ditandai oleh empat canonical mutations utama, yaitu pada gen KRAS, TP53, SMAD4, dan CDKN2A, yang secara kolektif membentuk molecular signature khas kanker pankreas. Mutasi pada gen-gen tersebut berperan penting dalam mengubah mekanisme regulasi seluler seperti proliferasi, apoptosis, dan diferensiasi, sehingga menjadi target potensial untuk terapi berbasis pengeditan gen. Teknologi CRISPR/Cas9, yang berasal dari sistem kekebalan bakteri, menawarkan kemampuan pengeditan gen dengan presisi tinggi melalui panduan RNA spesifik (sgRNA). Sistem ini memungkinkan inaktivasi (knockout), perbaikan mutasi (gene correction), maupun regulasi ekspresi gen. Berbagai penelitian praklinis menunjukkan bahwa penggunaan CRISPR/Cas9 dapat menekan aktivitas mutasi KRAS, memulihkan fungsi TP53, mengaktifkan kembali SMAD4, dan mengendalikan siklus sel melalui CDKN2A, yang secara keseluruhan menekan pertumbuhan serta metastasis sel kanker pankreas. Meski demikian, penerapan teknologi ini masih menghadapi tantangan, seperti efisiensi pengantaran ke jaringan pankreas, risiko efek off-target, dan heterogenitas tumor. Namun, dengan kemajuan dalam sistem penghantaran non-virus, varian Cas9 presisi tinggi, serta teknologi prime editing dan base editing, CRISPR/Cas9 menawarkan prospek besar sebagai dasar terapi presisi generasi baru bagi kanker pankreas. Artikel ini menyajikan sintesis komprehensif terhadap CRISPR/Cas9 pada empat canonical mutations PDAC yang belum banyak dirangkum secara sistematis dalam literatur terdahulu. CRISPR/Cas9 for Canonical Mutations in Pancreatic Cancer: New Hope for Precision Therapy Abstract Pancreatic cancer, particularly pancreatic ductal adenocarcinoma (PDAC), is one of the cancers with the highest mortality rates worldwide. Biological complexity and late diagnosis contribute to low survival rates, even after conventional therapy. Genetically, PDAC is characterized by four major canonical mutations: in the KRAS, TP53, SMAD4, and CDKN2A genes, which collectively form the molecular signature of pancreatic cancer. Mutations in these genes play a key role in altering cellular regulatory mechanisms such as proliferation, apoptosis, and differentiation, making them potential targets for gene-editing therapies. CRISPR/Cas9 technology, derived from the bacterial immune system, offers high-precision gene editing capabilities through specific guide RNA (sgRNA). This system enables inactivation (knockout), mutation repair (gene correction), and regulation of gene expression. Various preclinical studies have shown that CRISPR/Cas9 can suppress KRAS mutation activity, restore TP53 function, reactivate SMAD4, and control the cell cycle through CDKN2A, all of which ultimately suppress the growth and metastasis of pancreatic cancer cells. However, the application of this technology still faces challenges, such as delivery efficiency to pancreatic tissue, the risk of off-target effects, and tumor heterogeneity. However, with advances in non-viral delivery systems, high-precision Cas9 variants, and prime and base editing technologies, CRISPR/Cas9 offers great prospects as the basis for a new generation of precision therapies for pancreatic cancer

    Integrasi Latihan Visuomotor dalam Pembelajaran Bola Basket: Strategi Pengembangan Keterampilan Passing di Lingkungan Sekolah

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model latihan passing bola basket berbasis koordinasi mata–tangan terhadap kemampuan passing siswa putra peserta ekstrakurikuler bola basket di SMA Negeri 1 Aikmel. Kesenjangan penelitian (research gap) yang mendasari studi ini adalah terbatasnya penerapan model latihan berbasis integrasi visual–motorik dalam konteks pendidikan menengah di Indonesia, meskipun efektivitasnya telah banyak dibuktikan pada populasi atlet profesional. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-test–post-test control group yang melibatkan dua kelompok (eksperimen dan kontrol), masing-masing terdiri atas 20 siswa. Instrumen pengukuran mencakup Basketball Passing Accuracy Test untuk menilai akurasi dan kekuatan operan serta Timed Tennis Ball Catch Test untuk mengukur koordinasi mata–tangan. Data dianalisis menggunakan uji t dua sampel independen setelah melalui uji normalitas dan homogenitas sebagai prasyarat. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol (p = 0,002 < 0,05), menandakan bahwa latihan berbasis koordinasi mata–tangan secara efektif meningkatkan kemampuan passing bola basket. Peningkatan tersebut mencakup aspek akurasi, kekuatan, serta kecepatan reaksi terhadap stimulus visual. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi komponen persepsi dan gerak motorik memperkuat koneksi neuromuskular dan efisiensi gerak. Secara praktis, model latihan ini relevan untuk diterapkan dalam pembelajaran pendidikan jasmani dan kegiatan ekstrakurikuler guna mengoptimalkan penguasaan teknik dasar siswa. Abstract This study aims to analyze the effect of a basketball passing training model based on eye-hand coordination on the passing ability of male students participating in basketball extracurricular activities at SMA Negeri 1 Aikmel. The research gap underlying this study is the limited application of visual-motor integration-based training models in the context of secondary education in Indonesia. However, their effectiveness has been widely demonstrated in professional athlete populations. The study used a quantitative method with a pre-test–post-test control group design involving two groups (experimental and control), each consisting of 20 students. The measurement instruments included the Basketball Passing Accuracy Test to assess pass accuracy and power, and the Timed Tennis Ball Catch Test to measure eye-hand coordination. Data were analyzed using an independent two-sample t-test after undergoing normality and homogeneity tests as prerequisites. The results showed a significant difference between the experimental and control groups (p = 0.002 < 0.05), indicating that eye-hand coordination-based training effectively improves basketball passing ability. These improvements include aspects of accuracy, power, and reaction speed to visual stimuli. These findings confirm that the integration of perceptual and motoric components strengthens neuromuscular connections and movement efficiency. Practically, this training model is relevant to be applied in physical education learning and extracurricular activities to optimize students' mastery of basic techniques

    Dinamika Pembentukan Identitas Profesional Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan: Kajian Literatur Sistematik

    No full text
    Penelitian ini meninjau secara sistematik literatur mengenai dinamika pembentukan identitas profesional guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) guna merumuskan implikasi konseptual dan praktis bagi penguatan profesionalisme di Indonesia. Menggunakan pendekatan Literature Review (SLR) berpedoman PRISMA, 43 artikel terbitan 2010–2025 dari Scopus, ERIC, ScienceDirect, dan sumber nasional diseleksi melalui tahap identifikasi, screening, eligibility, dan inclusion. Analisis dilakukan secara tematik untuk memetakan pola, kategori, serta relasi antartema. Temuan menunjukkan bahwa identitas profesional guru PJOK bersifat dinamis dan multidimensional, terbentuk melalui interaksi faktor personal (pengalaman reflektif, emosi, nilai profesi), faktor sosial (dukungan sejawat, budaya sekolah, pengakuan institusional), dan faktor struktural (kebijakan, organisasi sekolah). Implementasi Kurikulum Merdeka serta perkembangan teknologi digital mendorong redefinisi peran guru PJOK dari pengajar aktivitas fisik menjadi fasilitator kesehatan, pembelajar sepanjang hayat, dan agen perubahan dalam ekosistem sekolah. Implikasi praktis menegaskan perlunya strategi berkelanjutan: refleksi individual yang terstruktur, penguatan komunitas pembelajaran profesional (PLC) yang reflektif, serta dukungan kelembagaan dan kebijakan afirmatif berupa pemenuhan sarana minimum, insentif inovasi, dan program sertifikasi berjenjang. Hasil kajian ini diharapkan menjadi rujukan bagi pembuat kebijakan, LPTK, dan organisasi profesi dalam merancang ekosistem yang mendukung pembentukan identitas profesional guru PJOK yang kuat, adaptif, dan selaras dengan perubahan paradigma pendidikan serta teknologi. The Dynamics of Professional Identity Formation in Physical Education, Sports, and Health Teachers: A Literature Review Abstract This study systematically reviews the literature on the dynamics ofthe formation of professional identity among Physical Education, Sports, andHealth (PJOK) teachers in order to formulate conceptual and practical implications forstrengthening professionalism in Indonesia. Using a LiteratureReview (SLR) approach based on PRISMA, 43 articles published between 2010 and 2025 from Scopus,ERIC, ScienceDirect, and national sources were selected through the identification,screening, eligibility, and inclusion stages. The analysis was conducted thematically tomap patterns, categories, and inter-theme relationships. The findings show thatthe professional identity of PJOK teachers is dynamic and multidimensional,formed through the interaction of personal factors (reflective experience, emotions, professional values), social factors (peer support, school culture, institutional recognition), and structural factors (policy, school organization).The implementation of the Merdeka Curriculum and the development of digital technology encouragea redefinition of the role of PJOK teachers from physical activity instructors to health facilitators,lifelong learners, and agents of change in the school ecosystem.The practical implications emphasize the need for sustainable strategies: structured individual reflection, strengthening reflective professional learning communities (PLCs), as well as institutional support and affirmative policies in the form ofminimum facilities, innovation incentives, and tiered certification programs.The results of this study are expected to be a reference for policymakers, teacher training institutions, andprofessional organizations in designing an ecosystem that supports the formation ofa strong, adaptive professional identity for PJOK teachers that is in line withchanges in educational paradigms and technology

    Analisis Multidimensional Faktor Determinan Pemulihan Fisik dan Psikologis Atlet Pasca Cedera Melalui Program Rehabilitasi

    No full text
    Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menguji model multidimensional pemulihan atlet pasca cedera melalui pendekatan biopsikososial yang mengintegrasikan faktor fisik, psikologis, dan sosial dalam konteks rehabilitasi olahraga di Indonesia. Urgensi penelitian terletak pada belum adanya model komprehensif berbasis data empiris lokal yang menjelaskan interaksi antara dukungan sosial, motivasi intrinsik, dan adaptasi fisiologis terhadap percepatan pemulihan. Desain penelitian menggunakan mixed methods sekuensial-eksploratori, diawali tahap kualitatif (n=15 informan: fisioterapis, pelatih, dan atlet) untuk mengidentifikasi indikator utama, diikuti survei kuantitatif terhadap 100 atlet cedera dari berbagai cabang olahraga. Instrumen mencakup kuesioner pemulihan fisik (ROM, pain scale), skala motivasi intrinsik, dan dukungan sosial (MSPSS). Analisis regresi linear berganda menunjukkan dukungan sosial (?=0,41; p<0,01) dan motivasi intrinsik (?=0,35; p<0,05) berkontribusi signifikan terhadap percepatan pemulihan (R²=0,47; CI 95%). Analisis tematik kualitatif mengungkap tiga tema utama: (1) pentingnya komunikasi terapeutik, (2) makna psikologis cedera, dan (3) adaptasi strategi latihan individual. Integrasi data menunjukkan konvergensi kuat antara persepsi dukungan sosial dan peningkatan kecepatan pemulihan subjektif. Secara praktis, penelitian merekomendasikan penerapan screening psikologis rutin dan return-to-sport readiness scale sebelum progresi beban latihan. Keterbatasan mencakup desain non-eksperimental dan variasi tingkat cedera antar cabang olahraga. Multidimensional AnalysisDeterminants of Physical and Psychological Recovery of Athletes After Injury ThroughRehabilitation Programs Abstract This study aims to develop and test a multidimensional model of athlete recovery after injury through a biopsychosocial approach that integrates physical, psychological, and social factors in the context of sports rehabilitation in Indonesia. The urgency of this study lies in the absence of a comprehensive model based on local empirical data that explains the interaction between social support, intrinsic motivation, and physiological adaptation to accelerate recovery. The research design uses sequential-exploratory mixed methods, beginning with a qualitative stage (n=15 informants: physiotherapists, coaches, and athletes) to identify key indicators, followed by a quantitative survey of 100 injured athletes from various sports. The instruments included a physical recovery questionnaire (ROM, pain scale), an intrinsic motivation scale, and a social support scale (MSPSS). Multiple linear regression analysis showed that social support (?=0.41; p<0.01) and intrinsic motivation (?=0.35; p<0.05) contributed significantly to accelerated recovery (R²=0.47; CI 95%). Qualitative thematic analysis revealed three main themes: (1) the importance of therapeutic communication, (2) the psychological meaning of injury, and (3) adaptation of individual exercise strategies. Data integration showed strong convergence between perceptions of social support and increased subjective recovery speed. Practically, the study recommends the implementation of routine psychological screening and a return-to-sport readiness scale before exercise load progression. Limitations include the non-experimental design and variations in injury severity across sports

    NUSYUZ SUAMI DAN IMPLIKASINYA TERHADAP HARMONISASI HUBUNGAN SUAMI ISTRI(Studi Kasus Penyelesaian Kasus Nusyuz di Desa Lantan Kecamatan Batukliang Utara Kab. Lombok Tengah)

    No full text
    Problematika nusyuz selama ini hanya sering ditujukan kepada istri sebagai pelaku, padahal dalam kenyataannya suami juga bisa melakukan hal yang sama, fenomena nusyuz suami kini semakin nampak ke permukaan yaitu dengan indikasi yang sama dengan perilaku nusyuz istri. Fenomena nusyuz suami yang terjadi di Desa Lantan ini kemudian memberikan dampak yang signifikan erhadap keharmonisan rumah tangga, karena perilaku nusyuz tersebut meliputi pengabaian hak nafkah dan juga sampai pada penelantaran hak. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif karena menggali dan meneliti fenomena hukum yang terjadi di lapangan, sumber data pada penelitian ini yaitu data primer dan sekunder dengan prosedur pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nusyuz suami terbentuk dari konfigurasi faktor internal dan eksternal, faktor eksternal meliputi, norma adat dan budaya lokal, peran tokoh agama dan tokoh adat, sistem hukum dan kebijakan sosial serta lingkungan sosial. Faktor internal meliputi, aspek psikologis, kondisi ekonomi, tingkat pendidikan dan kurangnya literasi agama. Dominasi faktor-faktor meliputi, kombinasi antara tekanan ekonomi dan budaya patriarki, rendahnya literasi agama dan lemahnya peran tokoh otoritatif, dan pengaruh lingkungan sosial. Sedangkan implikasi nyata dari mekanisme pengaruh nusyuz suami berdampak pada, aspek ekonomi, aspek komunikasi dan juga berdampak terhadap relasi keluarga The Nusyuz of Husband and its Implications on the Harmonization of Marital Relationships (Case Study of Nusyuz Case) Abstract The issue of nusyuz has often been directed solely at wives as perpetrators, even though in reality husbands can also commit the same thing. The phenomenon of husband’s nusyuz is now increasingly visible to the surface, namely with the same indications as the behavior of wife’s nusyuz. The phenomenon of husband’s nusyuz which occurs in Lantan Village has had significant impacts on the household harmony, because this behavior includes the carelessness of the right to financial support and even abandoning rights. This research was qualitative research because it explored and examined legal phenomena occurring in the field. The data sources in this research were primary data and secondary data, with data collection procedures in the form of interviews, observation, and documentation. The results of this research showed that the nusyuz of husband is formed from a configuration of internal and external factors. The external factors include custom norms and local cultural, the roles of religious and traditional leaders, the legal system and social policies, and the social environment. The internal factors include psychological aspects, economic conditions, education levels, and a lack of religious literacy. The factors of domination include the combination between economic pressure and patriarchal culture, low religious literacy  and  weak  authoritative  figures,  and  the  influence  of  the  social environment. The behavior of husband’s nusyuz also has impacts on the lack of trust among family members and the deterioration of communication quality. Meanwhile, the real implications of the mechanism of husband's nusyuz influence have impacts on economic aspects, communication aspects, and also family relationships.Abstrak : Problematika nusyuz selama ini hanya sering ditujukan kepada istri sebagai pelaku, padahal dalam kenyataannya suami juga bisa melakukan hal yang sama, fenomena nusyuz suami kini semakin nampak ke permukaan yaitu dengan indikasi yang sama dengan perilaku nusyuz istri. Fenomena nusyuz suami yang terjadi di Desa Lantan ini kemudian memberikan dampak yang signifikan erhadap keharmonisan rumah tangga, karena perilaku nusyuz tersebut meliputi pengabaian hak nafkah dan juga sampai pada penelantaran hak. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif karena menggali dan meneliti fenomena hukum yang terjadi di lapangan, sumber data pada penelitian ini yaitu data primer dan sekunder dengan prosedur pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nusyuz suami terbentuk dari konfigurasi faktor internal dan eksternal, faktor eksternal meliputi, norma adat dan budaya lokal, peran tokoh agama dan tokoh adat, sistem hukum dan kebijakan sosial serta lingkungan sosial. Faktor internal meliputi, aspek psikologis, kondisi ekonomi, tingkat pendidikan dan kurangnya literasi agama. Dominasi faktor-faktor meliputi, kombinasi antara tekanan ekonomi dan budaya patriarki, rendahnya literasi agama dan lemahnya peran tokoh otoritatif, dan pengaruh lingkungan sosial. Sedangkan implikasi nyata dari mekanisme pengaruh nusyuz suami berdampak pada, aspek ekonomi, aspek komunikasi dan juga berdampak terhadap relasi keluarga Kata Kunci: Nusyuz suami, harmonisasi suami istri, penyelesaian nusyuz

    Besiru: Studi Internalisasi Resiprositas Komunitas Petani Tembakau Berbasis Kearifan Lokal di Desa Ganti, Lombok Tengah

    No full text
    Besiru merupakan tradisi gotong royong masyarakat Sasak yang berlandaskan prinsip saling membantu tanpa imbalan, dan hingga kini tetap hidup sebagai bagian penting dari kearifan lokal agraris. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan mekanisme praktik Besiru serta proses internalisasi nilai-nilai resiprositas pada komunitas petani tembakau di Desa Ganti, Lombok Tengah. Letak kebaruan penelitian ini adalah dengan menempatkan analisis tindakan sosial, nilai moral, dan struktur kesadaran para petani sebagai basis yang menghidupkan praktik besiru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap enam informan kunci, meliputi petani tembakau, pengurus kelompok tani, dan tokoh desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik Besiru dilaksanakan secara bergiliran pada seluruh tahapan pertanian tembakau dari penyiapan lahan, penanaman, perawatan, panen, hingga pengolahan hasil dengan dasar kepercayaan sosial (trust), rasa malu (isin), dan tanggung jawab moral. Nilai-nilai utama yang terkandung di dalamnya meliputi gotong royong, resiprositas, solidaritas, dan keadilan. Proses internalisasi nilai Besiru berlangsung melalui sosialisasi primer di keluarga dan sosialisasi sekunder dalam komunitas petani yang memperkuat identitas sosial dan moral masyarakat. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa Besiru bukan sekadar praktik tradisional, melainkan sistem sosial yang memadukan dimensi ekonomi, sosial, dan spiritual, serta berfungsi menjaga kohesi dan ketahanan komunitas petani di tengah perubahan ekonomi modern. Besiru: A Study of the Internalization of Reciprocity in Tobacco Farming Communities Based on Local Wisdom in Ganti Village, Central Lombok   Abstract Besiru is a tradition of mutual cooperation among the Sasak people based on the principle of mutual assistance without reward, and remains alive today as an important part of local agrarian wisdom. This study aims to analyze the forms and mechanisms of Besiru practices and the process of internalizing reciprocity values in the tobacco farming community in Ganti Village, Central Lombok. The novelty of this study lies in placing the analysis of social actions, moral values, and the structure of farmers' consciousness as the basis that brings the besiru practice to life. This study uses a qualitative approach with a phenomenological method through participatory observation, in-depth interviews, and documentation with six key informants, including tobacco farmers, farmer group administrators, and village leaders. The results show that Besiru practices are carried out in turns at all stages of tobacco farming from land preparation, planting, maintenance, harvesting, to processing products based on social trust (trust), shame (isin), and moral responsibility. The main values contained in it include mutual cooperation, reciprocity, solidarity, and justice. The internalization of Besiru values occurs through primary socialization within the family and secondary socialization within the farming community, which strengthens the community's social and moral identity. The conclusion of this study confirms that Besiru is not simply a traditional practice, but rather a social system that integrates economic, social, and spiritual dimensions and serves to maintain the cohesion and resilience of farming communities amidst modern economic changes.ABSTRAK Besiru merupakan tradisi gotong royong masyarakat Sasak yang berlandaskan prinsip saling membantu tanpa imbalan, dan hingga kini tetap hidup sebagai bagian penting dari kearifan lokal agraris. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan mekanisme praktik Besiru serta proses internalisasi nilai-nilai resiprositas pada komunitas petani tembakau di Desa Ganti, Lombok Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap enam informan kunci, meliputi petani tembakau, pengurus kelompok tani, dan tokoh desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik Besiru dilaksanakan secara bergiliran pada seluruh tahapan pertanian tembakau dari penyiapan lahan, penanaman, perawatan, panen, hingga pengolahan hasil dengan dasar kepercayaan sosial (trust), rasa malu (isin), dan tanggung jawab moral. Nilai-nilai utama yang terkandung di dalamnya meliputi gotong royong, resiprositas, solidaritas, dan keadilan. Proses internalisasi nilai Besiru berlangsung melalui sosialisasi primer di keluarga dan sosialisasi sekunder dalam komunitas petani yang memperkuat identitas sosial dan moral masyarakat. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa Besiru bukan sekadar praktik tradisional, melainkan sistem sosial yang memadukan dimensi ekonomi, sosial, dan spiritual, serta berfungsi menjaga kohesi dan ketahanan komunitas petani di tengah perubahan ekonomi modern. Kata Kunci: Besiru; resiprositas; gotong royong; kearifan lokal; petani tembakau

    Motivasi Ibu Rumah Tangga Memilih Emas sebagai Instrumen Investasi Syariah

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis motivasi ibu rumah tangga dalam memilih emas sebagai instrumen investasi syariah dengan menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Prosedur penelusuran dilakukan melalui beberapa database artikel ilmiah menggunakan kata kunci yang relevan dengan topik penelitian. Tahapan seleksi mengikuti pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA), meliputi identifikasi, penyaringan, penilaian kelayakan, hingga penetapan artikel yang dianalisis. Dari seluruh artikel yang ditemukan pada tahap awal, hanya 15 artikel yang memenuhi kriteria inklusi berdasarkan fokus penelitian, kesesuaian konteks investasi syariah, serta keselarasan dengan populasi sasaran yaitu ibu rumah tangga. Hasil sintesis menunjukkan bahwa motivasi ibu rumah tangga dalam memilih investasi emas dipengaruhi oleh enam faktor utama, yaitu: (1) stabilitas nilai dan kemampuan emas menjaga daya beli terhadap inflasi, (2) kepatuhan terhadap prinsip syariah yang memberikan rasa aman dan bebas riba, (3) kemudahan akses dan transaksi melalui layanan digital, (4) kebutuhan perencanaan keuangan keluarga jangka panjang, (5) pengaruh lingkungan sosial dan budaya yang menempatkan emas sebagai simbol nilai ekonomi, serta (6) tingkat literasi keuangan syariah yang mendorong pemahaman lebih baik terhadap manfaat investasi. Temuan ini menegaskan bahwa emas merupakan instrumen investasi yang paling dipercaya dan sesuai dengan karakteristik ibu rumah tangga karena sifatnya yang aman, likuid, terjangkau, serta memiliki makna religius. Penelitian ini berkontribusi dengan memberikan wawasan bagi lembaga keuangan syariah untuk mengembangkan edukasi dan produk investasi emas yang lebih inklusif, ramah perempuan, dan mudah diakses melalui teknologi. Motivations of Housewives in Choosing Gold as a Sharia-Compliant Investment Instrument Abstract This study aims to analyze the motivation of housewives in selecting gold as a sharia-compliant investment instrument using a Systematic Literature Review (SLR) approach. The article search process was conducted through several scholarly databases using keywords relevant to the research topic. The selection procedure followed the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) guidelines, including identification, screening, eligibility assessment, and final inclusion. Out of all articles initially retrieved, only 15 studies met the inclusion criteria based on research focus, relevance to sharia investment, and alignment with the target population, namely housewives. The synthesis results indicate that the motivation of housewives to invest in gold is influenced by six key factors: (1) value stability and the ability of gold to protect purchasing power against inflation, (2) compliance with sharia principles that ensures security and freedom from riba, (3) accessibility and transaction convenience through digital services, (4) long-term family financial planning needs, (5) socio-cultural influences that position gold as a symbol of economic value, and (6) the level of sharia financial literacy that enhances understanding of investment benefits. These findings reaffirm that gold is perceived as the most trusted and favorable investment instrument for housewives due to its safety, liquidity, affordability, and religious significance. This study contributes insights for Islamic financial institutions to develop more inclusive gold investment education programs and products that are women-friendly and easily accessible through technology.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis motivasi ibu rumah tangga dalam memilih emas sebagai instrumen investasi syariah dengan menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Prosedur penelusuran dilakukan melalui beberapa database artikel ilmiah menggunakan kata kunci yang relevan dengan topik penelitian. Tahapan seleksi mengikuti pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA), meliputi identifikasi, penyaringan, penilaian kelayakan, hingga penetapan artikel yang dianalisis. Dari seluruh artikel yang ditemukan pada tahap awal, hanya 15 artikel yang memenuhi kriteria inklusi berdasarkan fokus penelitian, kesesuaian konteks investasi syariah, serta keselarasan dengan populasi sasaran yaitu ibu rumah tangga. Hasil sintesis menunjukkan bahwa motivasi ibu rumah tangga dalam memilih investasi emas dipengaruhi oleh enam faktor utama, yaitu: (1) stabilitas nilai dan kemampuan emas menjaga daya beli terhadap inflasi, (2) kepatuhan terhadap prinsip syariah yang memberikan rasa aman dan bebas riba, (3) kemudahan akses dan transaksi melalui layanan digital, (4) kebutuhan perencanaan keuangan keluarga jangka panjang, (5) pengaruh lingkungan sosial dan budaya yang menempatkan emas sebagai simbol nilai ekonomi, serta (6) tingkat literasi keuangan syariah yang mendorong pemahaman lebih baik terhadap manfaat investasi. Temuan ini menegaskan bahwa emas merupakan instrumen investasi yang paling dipercaya dan sesuai dengan karakteristik ibu rumah tangga karena sifatnya yang aman, likuid, terjangkau, serta memiliki makna religius. Penelitian ini berkontribusi dengan memberikan wawasan bagi lembaga keuangan syariah untuk mengembangkan edukasi dan produk investasi emas yang lebih inklusif, ramah perempuan, dan mudah diakses melalui teknologi. Motivations of Housewives in Choosing Gold as a Sharia-Compliant Investment Instrument Abstract This study aims to analyze the motivation of housewives in selecting gold as a sharia-compliant investment instrument using a Systematic Literature Review (SLR) approach. The article search process was conducted through several scholarly databases using keywords relevant to the research topic. The selection procedure followed the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) guidelines, including identification, screening, eligibility assessment, and final inclusion. Out of all articles initially retrieved, only 15 studies met the inclusion criteria based on research focus, relevance to sharia investment, and alignment with the target population, namely housewives. The synthesis results indicate that the motivation of housewives to invest in gold is influenced by six key factors: (1) value stability and the ability of gold to protect purchasing power against inflation, (2) compliance with sharia principles that ensures security and freedom from riba, (3) accessibility and transaction convenience through digital services, (4) long-term family financial planning needs, (5) socio-cultural influences that position gold as a symbol of economic value, and (6) the level of sharia financial literacy that enhances understanding of investment benefits. These findings reaffirm that gold is perceived as the most trusted and favorable investment instrument for housewives due to its safety, liquidity, affordability, and religious significance. This study contributes insights for Islamic financial institutions to develop more inclusive gold investment education programs and products that are women-friendly and easily accessible through technolog

    Analisis Manfaat Sistem Pembayaran dengan QRIS pada UMKM di Provinsi Nusa Tenggara Barat

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi minat pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam menggunakan sistem pembayaran QRIS. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan kuesioner yang disebarkan kepada 89 pelaku UMKM yang terdaftar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah pemilik usaha (90,9%), dengan 83,3% usaha sudah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Sebagian besar responden menggunakan QRIS yang diterbitkan oleh bank (88,6%), dan 67,6% telah menggunakan QRIS kurang dari dua tahun. Minat untuk terus menggunakan QRIS di masa depan cukup tinggi, dengan 92,6% responden berencana untuk melanjutkan penggunaannya. Faktor utama yang memengaruhi penggunaan QRIS adalah kemudahan pemrosesan, keamanan, dan kenyamanan transaksi. Namun, kendala seperti ketergantungan pada jaringan internet dan gangguan sistem juga dilaporkan oleh sebagian besar responden. QRIS dianggap mempermudah pembayaran dan mengurangi risiko uang palsu. Meskipun begitu, beberapa masalah terkait biaya tambahan dan ketidakyakinan atas transaksi masih ada. Penelitian ini menyarankan peningkatan infrastruktur teknologi dan edukasi lebih lanjut untuk meningkatkan adopsi QRIS di kalangan UMKM di NTB. Evaluating the Benefits of QRIS Payment System for Micro, Small, and Medium Enterprises in West Nusa Tenggara Abstract This study aims to analyze the factors influencing the interest of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in West Nusa Tenggara Province (NTB) in using the QRIS payment system. The research method used is descriptive quantitative, with a questionnaire distributed to 89 registered MSME owners. The results show that the majority of respondents are business owners (90.9%), with 83.3% of businesses already having a Business Identification Number (NIB). Most respondents use QRIS issued by banks (88.6%), and 67.6% have been using QRIS for less than two years. The interest in continuing to use QRIS in the future is quite high, with 92.6% of respondents planning to continue using it. The main factors influencing the use of QRIS are the ease of processing, security, and convenience of transactions. However, challenges such as dependence on internet connectivity and system disruptions were also reported by a majority of respondents. QRIS is considered to simplify payments and reduce the risk of counterfeit money. However, some issues related to additional costs and uncertainty regarding transactions still remain. This study suggests improving technology infrastructure and further education to enhance the adoption of QRIS among MSMEs in NTB.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi minat pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam menggunakan sistem pembayaran QRIS. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan kuesioner yang disebarkan kepada 89 pelaku UMKM yang terdaftar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah pemilik usaha (90,9%), dengan 83,3% usaha sudah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Sebagian besar responden menggunakan QRIS yang diterbitkan oleh bank (88,6%), dan 67,6% telah menggunakan QRIS kurang dari dua tahun. Minat untuk terus menggunakan QRIS di masa depan cukup tinggi, dengan 92,6% responden berencana untuk melanjutkan penggunaannya. Faktor utama yang memengaruhi penggunaan QRIS adalah kemudahan pemrosesan, keamanan, dan kenyamanan transaksi. Namun, kendala seperti ketergantungan pada jaringan internet dan gangguan sistem juga dilaporkan oleh sebagian besar responden. QRIS dianggap mempermudah pembayaran dan mengurangi risiko uang palsu. Meskipun begitu, beberapa masalah terkait biaya tambahan dan ketidakyakinan atas transaksi masih ada. Penelitian ini menyarankan peningkatan infrastruktur teknologi dan edukasi lebih lanjut untuk meningkatkan adopsi QRIS di kalangan UMKM di NTB. Evaluating the Benefits of QRIS Payment System for Micro, Small, and Medium Enterprises in West Nusa Tenggara Abstract This study aims to analyze the factors influencing the interest of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in West Nusa Tenggara Province (NTB) in using the QRIS payment system. The research method used is descriptive quantitative, with a questionnaire distributed to 89 registered MSME owners. The results show that the majority of respondents are business owners (90.9%), with 83.3% of businesses already having a Business Identification Number (NIB). Most respondents use QRIS issued by banks (88.6%), and 67.6% have been using QRIS for less than two years. The interest in continuing to use QRIS in the future is quite high, with 92.6% of respondents planning to continue using it. The main factors influencing the use of QRIS are the ease of processing, security, and convenience of transactions. However, challenges such as dependence on internet connectivity and system disruptions were also reported by a majority of respondents. QRIS is considered to simplify payments and reduce the risk of counterfeit money. However, some issues related to additional costs and uncertainty regarding transactions still remain. This study suggests improving technology infrastructure and further education to enhance the adoption of QRIS among MSMEs in NTB

    HUKUM ISLAM SEBAGAI SUMBER INSPIRASI DALAM PEMBENTUKAN HUKUM KEKELUARGAAN NASIONAL: SEBUAH TINJAUAN KRITIS

    No full text
    Islamic Law as a Source of Inspiration in the Formation of National Family Law: A Critical Review   Abstract   This study aims to examine the role of Islamic law as a source of inspiration in the formation of Indonesia’s national family law. The research employs a qualitative approach using library research methods. Secondary data were collected through a literature review and analysis of legal documents, including Marriage Law No. 1 of 1974 and the Compilation of Islamic Law (Kompilasi Hukum Islam/KHI). The findings indicate that Islamic law has made a significant contribution to regulating key aspects of family law, such as marriage, divorce, inheritance rights, maintenance, and child custody. Nevertheless, its implementation in practice faces several challenges, including differences in interpretation, issues of gender justice, and Indonesia’s cultural diversity. This article emphasizes the importance of harmonizing Islamic law with positive law to create a more just and inclusive family law system, as well as the need for adequate legal education to enhance public understanding of the principles of justice in Islamic law.   Keywords: Islamic Law, Family Law, Indonesia, Gender Justice, Legal HarmonizaAbstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran hukum Islam sebagai sumber inspirasi dalam pembentukan hukum kekeluargaan nasional Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research. Data sekunder juga dikumpulkan melalui tinjauan pustaka terhadap literatur dan analisis dokumen hukum, termasuk Undang-Undang Perkawinan No. 1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam (KHI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum Islam telah memberikan kontribusi signifikan dalam mengatur aspek-aspek penting hukum kekeluargaan, seperti perkawinan, perceraian, hak waris, nafkah, dan hak asuh anak. Meskipun demikian, penerapannya di lapangan menghadapi tantangan, termasuk perbedaan interpretasi, isu keadilan gender, dan keberagaman budaya yang ada di Indonesia. Artikel ini menyarankan pentingnya harmonisasi antara hukum Islam dan hukum positif untuk menciptakan sistem hukum keluarga yang lebih adil dan inklusif, serta perlunya pendidikan hukum yang memadai untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait prinsip-prinsip keadilan dalam hukum Islam.                                                                                                                  Kata Kunci: Hukum Islam, Hukum Kekeluargaan, Indonesia, Keadilan Gender, Harmonisasi Hukum.

    Evaluasi Efektivitas Sistem Penerangan pada Interchange Jalan Tol Ruas Lingkar Luar Jakarta W2 Utara Seksi I

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas penerangan pada interchange jalan tol ruas lingkar luar Jakarta (JORR) W2 utara seksi I, dengan fokus pada kuat pencahayaan yang dibandingkan terhadap standar penerangan jalan tol yang berkisar antara 15-20 lux. Berdasarkan hasil perhitungan, ditemukan bahwa kuat pencahayaan di beberapa ruas jalan masih di bawah standar. Kuat pencahayaan tertinggi sebesar 10,1202 lux ditemukan pada ruas jalan E.PJU R7 dengan lebar 5,5 meter, sedangkan pencahayaan terendah sebesar 0,780983206 lux terdapat pada ruas E.PJU MR IB dengan lebar 30,5 meter. Ruas jalan melingkar E.PJU R2 juga menunjukkan ketidaksesuaian dengan standar, dengan kuat pencahayaan sebesar 8,419556 lux, lebih rendah dari nilai yang diharapkan. Selain itu, terdapat perbedaan signifikan dalam kuat pencahayaan di ujung-ujung ruas jalan melingkar tersebut, yang seharusnya memiliki pencahayaan yang merata. Hasil ini menunjukkan perlunya perbaikan dalam sistem pencahayaan untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. Evaluation of the Effectiveness of the Lighting System at the Toll Road Interchange of the Outer Ring Road of Jakarta W2 North Section I Abstract This study aims to evaluate the lighting quality at the interchange of the Jakarta Outer Ring Road (JORR) W2 North Section I, focusing on the illumination levels compared to the standard lighting requirements for toll roads, which range between 15-20 lux. Based on the calculations, it was found that the illumination levels in several road sections are still below the standard. The highest illumination level, 10.1202 lux, was found on the E.PJU R7 road section with a width of 5.5 meters, while the lowest illumination level, 0.780983206 lux, was observed on the E.PJU MR IB road section with a width of 30.5 meters. The circular E.PJU R2 road section also showed non-compliance with the standards, with an illumination level of only 8.419556 lux, which is lower than the expected value. Additionally, there is a significant difference in the illumination levels at the ends of the circular road section, where the lighting should be evenly distributed. These results indicate the need for improvements in the lighting system to ensure the safety and comfort of road users

    0

    full texts

    400

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Empiricism Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇