Empiricism Journal
Not a member yet
400 research outputs found
Sort by
Menakar Demokrasi Lokal: Antara Uang dan Kekerabatan dalam Kontestasi Reje Kampung di Kabupaten Aceh Tengah
Pemilihan Reje Kampung di Kabupaten Aceh Tengah mencerminkan dinamika demokrasi lokal yang kompleks, di mana praktik politik uang dan politik kekerabatan menjadi dua elemen dominan yang saling memperkuat. Studi ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana praktik politik uang dan politik kekerabatan memengaruhi kualitas demokrasi dan tata kelola pemerintahan lokal di Kabupaten Aceh Tengah. Teori yang digunakan untuk menganalisis fenomena ini adalah teori politik uang dan politik kekerabatan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi langsung dan wawancara mendalam terhadap informan sampel dari 5 Kampung di Kabupaten Aceh Tengah. Temuan menunjukkan bahwa politik uang tidak hanya menjadi strategi elektoral utama, tetapi juga menurunkan kualitas kepemimpinan dan memperlemah akuntabilitas publik. Sementara itu, politik kekerabatan memperkuat eksklusivitas kekuasaan melalui mobilisasi jaringan sosial berbasis hubungan darah. Ketika keduanya berjalan secara simultan, pemilihan Reje Kampung cenderung menghasilkan kepemimpinan yang tidak representatif dan memperkuat oligarki lokal. Faktor ekonomi, rendahnya pendidikan politik, dan kebiasaan sosial lokal menjadi pendorong utama suburnya praktik ini. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya pendekatan struktural dan kultural dalam merespons tantangan demokrasi lokal serta merekomendasikan penguatan peran lembaga adat untuk memperbaiki integritas pemilihan di tingkat kampung.
Measuring Local Democracy: Between Money and Kinship in the Village Reje Contest in Central Aceh District
Abstract
The election of Reje Kampung in Central Aceh Regency reflects the complex dynamics of local democracy, where the practices of money politics and kinship politics emerge as two dominant and mutually reinforcing elements. This study aims to analyze how these practices influence the quality of democracy and local governance in Central Aceh Regency. The theoretical framework employed includes theories of money politics and kinship politics. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through direct observation and in-depth interviews with selected informants from five villages in the region. The findings reveal that money politics not only serves as the primary electoral strategy but also undermines leadership quality and weakens public accountability. Meanwhile, kinship politics reinforces the exclusivity of power through the mobilization of blood-based social networks. When both practices operate simultaneously, Reje Kampung elections tend to produce unrepresentative leadership and strengthen local oligarchies. Economic factors, low levels of political education, and prevailing local social habits are identified as the main drivers of these entrenched practices. This research highlights the importance of structural and cultural approaches in addressing the challenges of local democracy and recommends strengthening the role of traditional institutions to enhance the integrity of village-level elections
Mempercepat Waktu Pengerjaan pada Proses Pemindahan Kendaraan Ringsek dengan Menggunakan SST Four Wheel di Bengkel Ai–DSO Pluit
Penelitian ini dilakukan di bengkel AI-DSO Pluit untuk mengatasi masalah efisiensi dalam proses pemindahan kendaraan ringsek. Berdasarkan hasil observasi dan diskusi dengan teknisi, ditemukan bahwa rata-rata waktu pemindahan kendaraan mencapai 30 menit 17 detik, melebihi target yang ditetapkan, yaitu 20 menit. Permasalahan utama terletak pada tidak tersedianya alat bantu khusus, sehingga proses masih mengandalkan dongkrak tua dan membutuhkan banyak tenaga kerja, yakni hingga delapan orang. Hal ini tidak hanya menurunkan produktivitas, tetapi juga meningkatkan risiko cedera kerja. Sebagai solusi, dikembangkan alat bantu pemindahan khusus berupa SST Four Wheel yang dirancang sesuai dimensi kendaraan Daihatsu. Implementasi alat ini disertai dengan penyusunan SOP dan sosialisasi kepada teknisi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan: waktu pemindahan berkurang menjadi rata-rata 6 menit 51 detik dan tenaga kerja yang dibutuhkan menyusut menjadi dua orang. Selain efisiensi waktu dan biaya, penggunaan SST Four Wheel juga meningkatkan keselamatan kerja dan moral teknisi. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis dalam peningkatan efisiensi operasional bengkel serta menyoroti pentingnya inovasi teknis dalam mendukung penerapan prinsip lean manufacturing dan ergonomi kerja. Rekomendasi pengembangan lebih lanjut mencakup penambahan fitur otomatisasi serta penataan area parkir yang lebih sistematis.
Speeding Up Processing Time of Moving Wrecked Vehicle by Using Four Wheel SST in workshop AI-DSO Pluit
Abstract
This study was conducted at the AI-DSO Pluit workshop to address efficiency issues in the process of moving severely damaged vehicles. Based on observations and discussions with technicians, it was found that the average time required to relocate a wrecked vehicle reached 30 minutes and 17 seconds, exceeding the targeted duration of 20 minutes. The core problem was the absence of a specialized handling tool, resulting in reliance on outdated floor jacks and the need for up to eight personnel. This not only reduced productivity but also increased the risk of workplace injuries. As a solution, a specialized tool called the SST Four Wheel was developed, tailored to the dimensions of Daihatsu vehicles. The implementation was accompanied by the development of standard operating procedures (SOPs) and training sessions for technicians. Evaluation results indicated a significant improvement: the average relocation time decreased to 6 minutes and 51 seconds, and the manpower required was reduced to only two personnel. Beyond time and cost efficiency, the use of the SST Four Wheel also enhanced workplace safety and technician morale. This research offers practical contributions to improving workshop operational efficiency and underscores the importance of technical innovation in supporting lean manufacturing principles and ergonomic practices. Further development is recommended, including the integration of automation features and more systematic parking area arrangements
Penerapan Team Games Tournament Berbantuan Question Card untuk Meningkatkan Partisipasi dan Hasil Belajar Sosiologi Kelas XI.B IPS SMA Birrul Walidain NW Rensing
Pendidikan yang berkualitas adalah kunci untuk menciptakan generasi yang siap menghadapi tantangan global. Salah satu tantangan dalam pendidikan saat ini adalah meningkatkan partisipasi dan hasil belajar siswa, khususnya dalam mata pelajaran sosiologi yang memungkinkan siswa untuk memahami dinamika sosial di sekitarnya. Tujuan penelitian ini untuk mengungkap adanya peningkatan partisipasi dan hasil belajar peserta didik khususnya di mata pelajaran sosiologi melalui penerapan model teams games tournament dengan bantuan question card. Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) dengan proses pelaksnaan selama dua siklus. Tiap siklusnya terdapat tiga kali pertemuan dengan cakupan beberapa tahap seperti perencanaan (planning), tindakan (action), pengamatan (observation) dan refleksi (reflection). Instrument pengumpulan data dengan observasi, test hasil belajar, serta dokumentasi. Temuan dari penelitian ini memperlihatkan bahwa penggunaan team games tournament berbantuan question card dalam belajar dapat memberikan peningkatan terhadap partisipasi dan hasil belajar peserta didik. Pada siklus I pelaksanaan model team games tournament berbantuan question card sebesar 83%, dan menjadi 100% di siklus II. Sementara partisipasi belajar peserta didik hanya mencapai 67% di siklus I kemudian 81 pada siklus II. Selanjutnya variable harapan hasil belajar di siklus I menunjukkan angka 71% dan di siklus IIi 86%. Dengan demikian, terlihat bahwa penggunaan team games tournament yang dipadukan dengan question card memberikan dampak terhadap peningkatan partisipasi dan hasil belajar peserta didik di Kelas XI IPS 1 SMA Birrul Walidain NW Rensing dalam mata pelajaran sosiologi.
Implementation of Team Games Tournament Using Question Cards to Improve Students Participation and Learning Outcomes of Class XI.B IPS SMA Birrul Walidain NW Rensing
Abstract
Quality education is crucial for preparing a generation equipped to face global challenges. Among the challenges in contemporary education is the need to enhance student participation and learning outcomes, particularly in sociology, a subject that enables learners to comprehend the social dynamics surrounding them. This research aims to investigate improvements in students’ participation and learning outcomes in sociology through the implementation of the Team Games Tournament model assisted by question cards. Employing classroom action research (CAR) as its methodological framework, the study was conducted over two cycles, each consisting of three meetings structured around several stages including planning, action, observation, and reflection. Data collection methods involved observations, tests on student performance, and documentation. The findings indicate that the use of the Team Games Tournament model, supported by question cards, resulted in significant enhancements in both participation and learning achievement among students. In the first cycle, the implementation of the model achieved an effectiveness score of 83%, which increased to 100% in the second cycle. Similarly, student participation rose from 67% in the first cycle to 81% in the second cycle. In addition, the expected learning outcomes in the first cycle were recorded at 71%, escalating to 86% in the second cycle. These results suggest that the integration of the Team Games Tournament methodology with question cards has a positive impact on increasing student participation and academic results in sociology, particularly in the 11th-grade IPS 1 class at SMA Birrul Walidain NW Rensing
Strategi Pemasaran Sate Jamur Tiram UD Kenanga Kota Mataram
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, termasuk di Kota Mataram yang memiliki potensi dalam industri olahan jamur. UD Kenanga sebagai salah satu pelaku UMKM menghadapi kendala dalam memasarkan produk sate jamur tiram, terutama pada aspek promosi, distribusi, dan penetapan harga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran menggunakan pendekatan bauran pemasaran 4P (Product, Price, Place, Promotion). Penelitian ini merupakan studi deskriptif kualitatif yang dilakukan di UD Kenanga, Ampenan, Kota Mataram. Informan ditentukan secara purposive, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari aspek produk, UD Kenanga menawarkan sate jamur dengan dua varian bumbu khas dan kemasan mika berlabel. Strategi harga diterapkan menggunakan pendekatan cost plus pricing, menghasilkan harga yang kompetitif. Distribusi dilakukan melalui penjualan langsung, partisipasi dalam bazar UMKM, dan pemanfaatan media digital. Promosi dilakukan melalui media sosial, WhatsApp Business, serta promosi dari mulut ke mulut. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada fokus strateginya terhadap produk olahan jamur tiram oleh UMKM di Kota Mataram, yang belum banyak diteliti dalam konteks bauran pemasaran. Hasil penelitian memberikan kontribusi praktis bagi UMKM sejenis dalam merancang strategi pemasaran yang sesuai dengan karakteristik produk lokal dan perilaku konsumen.
Marketing Strategy of Oyster Mushroom Satay of UD Kenanga Mataram City
Abstract
Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a strategic role in supporting local economic growth, including in Mataram City, which has potential in the mushroom processing industry. UD Kenanga, as one of the MSME players, faces challenges in marketing its oyster mushroom satay products, particularly in terms of promotion, distribution, and pricing. This study aims to analyze marketing strategies using the 4P marketing mix approach (Product, Price, Place, Promotion). This is a qualitative descriptive study conducted at UD Kenanga, Ampenan, Mataram City. Informants were selected purposively, with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that in terms of product, UD Kenanga offers mushroom satay with two unique sauce variants and labeled plastic packaging. Pricing strategies are implemented using a cost-plus pricing approach, resulting in competitive prices. Distribution is carried out through direct sales, participation in SME bazaars, and the use of digital media. Promotion is carried out through social media, WhatsApp Business, and word-of-mouth promotion. The novelty of this study lies in its strategic focus on processed oyster mushroom products by SMEs in Mataram City, which has not been extensively studied in the context of marketing mix. The research findings provide practical contributions for similar SMEs in designing marketing strategies that align with the characteristics of local products and consumer behavior
Strategi Pemasaran Tanaman Hias UD Anugerah Garden Kota Mataram
Tanaman hias merupakan subsektor agribisnis strategis dengan potensi ekonomi tinggi. Namun, UD Anugerah Garden di Kota Mataram masih menghadapi berbagai tantangan dalam memasarkan produknya, seperti tingginya persaingan, promosi yang belum optimal, penentuan harga yang tidak konsisten, serta keterbatasan distribusi. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pemasaran UD Anugerah Garden menggunakan pendekatan bauran pemasaran 4P: Produk, Harga, Tempat, dan Promosi. Dengan metode kualitatif deskriptif dan teknik purposive sampling, lima informan aktif dipilih sebagai responden. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi langsung, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi produk UD Anugerah Garden mencakup budidaya tanaman hias sendiri dan diversifikasi melalui jasa proyek lanskap serta perawatan tanaman. Strategi harga dilakukan fleksibel berdasarkan biaya dan permintaan pasar. Saluran distribusi mengandalkan kios fisik dan pengiriman langsung ke konsumen, didukung lokasi yang strategis. Promosi memanfaatkan media sosial seperti Instagram dan WhatsApp, namun branding visual dan toko daring masih minim. Optimalisasi promosi digital dengan pelatihan manajemen konten dan pemasaran online. Kolaborasi dengan content creator lokal atau tenaga muda yang menguasai media digital juga disarankan untuk memperkuat branding dan jangkauan pasar. Upaya ini diharapkan meningkatkan daya saing dan memperluas pasar UD Anugerah Garden di tengah dinamika digital marketing yang kian kompetitif.
Marketing Strategy of Ornamental Plants of UD Anugerah Garden Mataram City
Abstract
Ornamental plants represent a strategic agribusiness subsector with high economic potential. However, UD Anugerah Garden, located in Mataram City, still faces several challenges in marketing its products, including intense competition, suboptimal promotional efforts, inconsistent pricing strategies, and limited distribution channels. This study aims to analyze the marketing strategies of UD Anugerah Garden using the 4P marketing mix approach: Product, Price, Place, and Promotion. Employing a descriptive qualitative method and purposive sampling technique, five active informants were selected as respondents. Data were collected through semi-structured interviews, direct observation, and documentation. The results show that the product strategy of UD Anugerah Garden includes self-cultivation of ornamental plants and diversification through landscaping projects and plant care services. The pricing strategy is flexible, based on cost and market demand. Product distribution relies on physical kiosks and direct delivery to consumers, supported by a strategic business location. Promotional efforts utilize social media platforms such as Instagram and WhatsApp; however, visual branding and professional online stores remain underdeveloped. To improve promotional effectiveness, it is recommended that the company optimize its digital marketing through content management training and online marketing strategies. Collaborating with local content creators or involving tech-savvy young individuals is also advised to enhance branding and market reach. These efforts are expected to increase competitiveness and expand the market presence of UD Anugerah Garden amidst the increasingly dynamic digital marketing landscape
Manajemen Persediaan Bahan Baku pada Home Industry Tahu
Bahan baku menjadi suatu hal yang sangat penting dalam proses produksi dikarenakan, jika terjadi kekurangan bahan baku akan mengakibatkan terhentinya produksi ataupun kelebihan bahan baku akan mengakibatkan bertambahnya biaya penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian persediaan bahan baku kedelai pada home industry tahu milik Bapak Ikhram dengan menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) dan Period Order Quantity (POQ). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian adalah home industry tahu Bapak Ikhram, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara langsung. Data dianalisis menggunakan rumus - rumus EOQ, POQ, Safety Stock, Reorder Point (ROP), dan Total Inventory Cost (TIC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode EOQ menghasilkan jumlah pemesanan optimal sebanyak 1.317 kg dengan frekuensi pemesanan lima kali per tahun dan total biaya persediaan Rp109.324/tahun. Sedangkan metode POQ memberikan hasil kuantitas pemesanan sebesar 600 kg dengan frekuensi pemesanan dua belas kali per tahun dan total biaya Rp144.900/tahun. Dari perbandingan kedua metode, EOQ dinilai lebih efisien karena menghasilkan biaya persediaan yang lebih rendah. Dengan demikian, penggunaan metode EOQ dapat lebih menekan biaya dan menjaga ketersediaan bahan baku secara optimal. Penelitian ini memberikan kontribusi dengan menyajikan pendekatan komparatif terhadap metode EOQ dan POQ dalam pengelolaan persediaan bahan baku pada usaha mikro tahu lokal.
Raw Material Inventory Management in Tofu Home Industry
Abstract
Raw materials are very important in the production process because, in the event of a shortage of raw materials, it will result in the cessation of production or excess raw materials will result in increased storage costs. This study aims to analyze the inventory control of soybean raw materials in Mr. Ikhram's tofu home industry using the Economic Order Quantity (EOQ) and Period Order Quantity (POQ) methods. This research uses a quantitative approach. The research subject is Mr. Ikhram's tofu home industry, with data collection techniques through direct interviews. The data were analyzed using the formulas of EOQ, POQ, Safety Stock, Reorder Point (ROP), and Total Inventory Cost (TIC). The results showed that the EOQ method resulted in an optimal order quantity of 1,317 kg with an order frequency of five times per year and a total inventory cost of Rp109,324/year. Meanwhile, the POQ method results in an order quantity of 600 kg with an order frequency of twelve times per year and a total cost of Rp144,900/year. From the comparison of the two methods, EOQ is considered more efficient because it results in lower inventory costs. Thus, the use of the EOQ method can further reduce costs and maintain optimal availability of raw materials. It is recommended that Mr. Ikhram's tofu home industry use the EOQ method by setting safety stock and reorder points to maintain a smooth production process and cost efficiency
Pengaruh Sistem Pembayaran Elektronik terhadap Pendapatan Retribusi Parkir Kota Mataram
Penerimaan retribusi parkir merupakan salah satu komponen penting dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Mataram. Namun, realisasinya masih jauh dari target yang ditetapkan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Pemerintah Kota Mataram menerapkan sistem pembayaran retribusi parkir non-tunai berbasis QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi minat juru parkir dalam menggunakan sistem pembayaran QRIS serta persepsi mereka terhadap kebijakan yang menyertainya. Data dikumpulkan dari 108 juru parkir melalui kuesioner yang tersebar di enam kecamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat terhadap penggunaan QRIS cukup tinggi (75%), namun implementasi masih menghadapi tantangan, terutama dalam aspek literasi digital, akses perangkat, dan keterlibatan dalam kebijakan. Faktor kecukupan informasi merupakan determinan utama dalam membentuk minat, diikuti oleh keamanan, kemudahan, dan ketepatan sistem. Sementara itu, hanya 60,2% responden yang merasakan keuntungan langsung dari sistem ini. Selain itu, mayoritas juru parkir menyatakan bahwa mereka belum dilibatkan dalam penetapan target dan porsi penyetoran. Rekomendasi yang diajukan meliputi penguatan edukasi digital, evaluasi kebijakan partisipatif, penyediaan insentif yang adil, serta perbaikan infrastruktur penunjang. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi perumusan kebijakan pembayaran retribusi parkir yang lebih inklusif, efisien, dan berkeadilan sosial.
The Impact of Electronic Payment System on the Revenue of Parking Retribution in Mataram
Abstract
Parking retribution is a vital component of local revenue (PAD) in Mataram City. However, its actual realization has consistently fallen short of the target. To address this issue, the Mataram City Government implemented a non-cash payment system using the Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). This study aims to analyze the factors influencing parking attendants' interest in using the QRIS system and their perceptions of the related policies. Data were collected from 108 parking attendants across six districts through structured questionnaires. The findings reveal a high level of interest in QRIS adoption (75%), yet implementation faces barriers including digital literacy limitations, access to devices, and lack of involvement in policy decisions. Information adequacy emerged as the most influential factor, followed by system security, ease of use, and accuracy. Only 60.2% of respondents reported experiencing direct financial benefits from the system. Furthermore, most attendants indicated they were not involved in setting payment targets or retribution shares. Recommendations include strengthening digital education, promoting participatory policy evaluation, providing fair performance-based incentives, and improving infrastructure support. The study offers critical insights for developing a more inclusive, efficient, and socially equitable public retribution payment system
Pengaruh Biaya Produksi, Biaya Operasional, Biaya Promosi dan Volume Penjualan terhadap Laba Bersih pada Sektor Manufaktur
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh biaya produksi, biaya operasional, biaya promosi, dan volume penjualan terhadap laba bersih pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2021–2024. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya laba bersih sebagai indikator utama keberhasilan finansial dan efisiensi operasional perusahaan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis regresi linier berganda terhadap data sekunder berupa laporan keuangan tahunan perusahaan. Dari total 740 data observasi awal, dilakukan proses deteksi outlier dan transformasi data untuk memenuhi asumsi klasik, sehingga jumlah akhir data yang digunakan dalam analisis adalah 540 responden. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara simultan, keempat variabel independen berpengaruh signifikan terhadap laba bersih. Secara parsial, biaya operasional, biaya promosi, dan volume penjualan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap laba bersih. Namun, biaya produksi tidak berpengaruh signifikan secara parsial. Koefisien determinasi sebesar 99,7% menunjukkan bahwa variasi laba bersih sangat kuat dijelaskan oleh variabel-variabel tersebut. Biaya promosi terbukti menjadi variabel paling dominan dalam mempengaruhi laba. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi manajemen perusahaan dalam mengoptimalkan struktur biaya dan strategi pemasaran guna meningkatkan profitabilitas secara berkelanjutan.
The Influence of Production Costs, Operating Costs, Promotional Costs, and Sales Volume on Net Profit in the Manufacturing Sector
Abstract
This study aims to analyze the effect of production costs, operational costs, promotional costs, and sales volume on net profit in manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the period 2021–2024. The background of this study is based on the importance of net profit as a key indicator of financial success and operational efficiency of a company. The research method used is a quantitative approach with multiple linear regression analysis techniques applied to secondary data in the form of annual financial statements of the companies. From a total of 740 initial observation data, an outlier detection and data transformation process was conducted to meet classical assumptions, resulting in a final sample of 540 respondents used for analysis. The analysis results show that simultaneously, the four independent variables have a significant effect on net profit. Partially, operational costs, promotional costs, and sales volume have a positive and significant effect on net profit. However, production costs do not have a significant partial effect. The coefficient of determination of 99.7% indicates that variations in net profit are strongly explained by these variables. Promotional costs are proven to be the most dominant variable influencing profit. This research provides practical implications for company management in optimizing cost structures and marketing strategies to sustainably improve profitability
Analisis Pendapatan dan Pola Konsumsi Rumah Tangga Petani Berprevalensi Stunting di Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah
Wilayah sentra produksi pangan seperti Kecamatan Pujut di Kabupaten Lombok Tengah menunjukkan paradoks dengan tingginya prevalensi stunting meskipun sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kegiatan ekonomi produktif, pendapatan, dan pola konsumsi rumah tangga petani berprevalensi stunting. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan unit analisis berupa rumah tangga petani yang memiliki balita stunting. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive pada wilayah dengan angka stunting tertinggi, melibatkan 27 responden yang dipilih melalui metode quota sampling, masing-masing 14 responden di Desa Sengkol dan 13 responden di Desa Tanak Awu. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan pendapatan rumah tangga dan konsumsi per kapita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber pendapatan rumah tangga petani berasal dari sektor pertanian dan non-pertanian. Rata-rata pendapatan bersih setelah konsumsi sebesar Rp 6.319.415,44 per tahun, menunjukkan kondisi ekonomi yang masih rentan. Pola konsumsi didominasi oleh beras, sementara konsumsi protein hewani dan sayuran/buah tergolong rendah. Ketidakberagaman konsumsi serta rendahnya pendapatan menjadi faktor utama tingginya angka stunting. Penelitian ini menegaskan pentingnya intervensi peningkatan pendapatan dan edukasi gizi seimbang. Kebaruan studi ini terletak pada pendekatan simultan terhadap pendapatan dan konsumsi rumah tangga di wilayah sentra pangan yang belum banyak diteliti sebelumnya.
Analysis of Income and Consumption Patterns of Farmers Households with Stunting Prevalence in Pujut District Central Lombok Regency
Abstract
Food-producing regions such as Pujut District in Central Lombok Regency present a paradox, where high stunting prevalence persists despite the majority of the population working as farmers. This study aims to analyze the productive economic activities, income levels, and consumption patterns of farmer households with stunting prevalence. A quantitative descriptive method was employed, with the unit of analysis being farmer households with stunted toddlers. The study area was selected purposively based on the highest stunting rates, involving 27 respondents chosen through quota sampling 14 from Sengkol Village and 13 from Tanak Awu Village. Data were collected through interviews and observations, and analyzed using household income and per capita consumption approaches. Results indicate that household income sources stem from both agricultural and non-agricultural sectors. The average net income after consumption was IDR 6,319,415.44 per year, reflecting economic vulnerability. Consumption patterns were dominated by rice, while intake of animal protein and fruits/vegetables remained low. Limited dietary diversity and low income were identified as key factors contributing to the high stunting prevalence. This study underscores the importance of income enhancement and balanced nutrition education. The novelty of this research lies in its simultaneous analysis of household income and consumption in a food-producing area with high stunting prevalence an aspect rarely explored in previous studies
Pengaruh Latihan Plyometric terhadap Performa Mawashi Geri pada Karateka Remaja: Studi Perbandingan Front Cone Hops dan Split Squat Jumps
This study aims to analyze the effect of plyometric training on mawashi geri kick skills in Inkanas karateka SMAN 1 Keruak by considering the level of muscle power. The method used was a 2x2 factorial experiment with a pre-test/post-test design. The study sample comprised 40 karateka aged 15–18, divided into high and low power groups. The research instruments included a vertical jump test to measure vibration power and a test of the number of mawashi geri kicks for 30 seconds. The results showed that front cone hop training increased the average kick from 8.9 to 11.1 in the high power group and 9.9 to 12.3 in the low power group. Split squat jump training increased the average kick from 9.3 to 11.5 in the high power group and from 9.8 to 11.9 in the low power group. The ANOVA test showed a significance value <0.05, indicating a significant difference between groups, with greater improvement in high-power athletes. These findings confirm that plyometrics effectively improve mawashi geri kick performance and are worthy of inclusion in karate training programs.Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh latihan plyometric terhadap kemampuan tendangan mawashi geri pada karateka Inkanas SMAN 1 Keruak dengan mempertimbangkan tingkat power otot tungkai. Metode yang digunakan adalah eksperimen faktorial 2x2 dengan desain pre-test/post-test. Sampel penelitian berjumlah 40 karateka berusia 15–18 tahun, dibagi ke dalam kelompok power tinggi dan rendah. Instrumen penelitian meliputi vertical jump test untuk mengukur power tungkai dan tes jumlah tendangan mawashi geri selama 30 detik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan front cone hops meningkatkan rata-rata tendangan dari 8,9 menjadi 11,1 pada kelompok power tinggi dan dari 9,9 menjadi 12,3 pada kelompok power rendah. Latihan split squat jumps meningkatkan rata-rata tendangan dari 9,3 menjadi 11,5 pada kelompok power tinggi dan dari 9,8 menjadi 11,9 pada kelompok power rendah. Uji ANOVA menunjukkan nilai signifikansi <0,05, menandakan adanya perbedaan signifikan antar kelompok, dengan peningkatan lebih besar pada atlet berpower tinggi. Temuan ini menegaskan bahwa plyometric efektif meningkatkan performa tendangan mawashi geri dan layak diintegrasikan ke dalam program latihan karate