UKDLSM Repository (Univ. Katolik De La Salle)
Not a member yet
    3958 research outputs found

    EKSPLORASI EFIKASI DIRI GOUT ARTRITIS DI WILAYAH DESA KOHA BARAT KABUPATEN MINAHASA

    Get PDF
    Latar Belakang: Gout artritis merupakan penyakit yang menyerang persendian dan bisa berlangsung secara kronik sehingga menyebabkan penderita gout artritis mengalami ketidakyakinan untuk mengatasi berbagai keterbatasan yang diakibatkan gout artritis. Dalam penyakit degenaratif seringkali pasien merasakan tingkat kecemasan dan perilaku menghindar dari aktivitas-aktivitas sehingga perlu diberikan manajemen dan perawatan diri dengan menerapkan efikasi diri. Tujuan: Untuk mengeksplorasi efikasi diri pada penderita gout artritis. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif menggunakan desain fenomenologi deskriptif. Sasaran utama dalam penelitian ini yaitu semua pengalaman partisipan dalam hal ini penderita gout artritis terkait dengan efikasi diri. Populasi penelitian seluruh penderita gout artritis di Puskesmas Desa Tateli Koha jumlah 35 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik snowball sampling. Hasil: Dari hasil analisis diperoleh efikasi diri pada gout artritis keyakinan pasti bisa sembuh dengan berupaya mengkonsumsi obat dokter secara rutin, berupaya mengurangi mengkonsumsi daging tinggi akan zat purin, dan melihat dari keberhasilan orang yang sudah sembuh. Tidak yakin bisa pada penyakit gout artritis karena faktor genetik. Kesimpulan: Efikasi diri pada penderita gout artritis berpendapat ada yang masih bisa sembuh dan sudah tidak yakin bisa sembuh lagi. Kata Kunci: Gout artrirtis, Eksplorasi, Efikasi Diri. Kepustakaan: 27 Jurnal, 4 Buku Tahun 2017-202

    SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PEMETAAN DAERAH RAWAN BANJIR DI KOTA MANADO MENGGUNAKAN METODE K-MEANS CLUSTERING

    Get PDF
    Banjir adalah suatu bencana atau fenomena alam yang dapat menyebabkan kerusakan pada lingkungan, kerugian material, memberikan dampak psikologis, bahkan munculnya korban jiwa. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya banjir, yaitu jenis tanah, kemiringan lereng, tutupan lahan, curah hujan yang tinggi, dan duga air (debit). Kota Manado merupakan salah satu daerah yang sering terkena banjir saat musim penghujan. Dengan adanya potensi terkena bencana banjir di beberapa kecamatan yang ada di Kota Manado, dibutuhkan informasi terkait daerah rawan banjir sehingga Pemerintah dapat mengantisipasi daerah yang rawan banjir dan masyarakat dapat lebih waspada jika terjadi curah hujan yang tinggi dengan waktu yang cukup lama. Sistem Informasi Geografis (SIG) adalah suatu sistem yang akan mengecek, menganalisis, dan menampilkan sebuah data secara spasial. Sedangkan K-Means Clustering adalah algoritma yang digunakan dalam penyelesaian masalah pengelompokan data berdasarkan kemiripan atau kesamaan karakteristik yang dimiliki oleh data tersebut. Berdasarkan permasalahan yang ada, maka dibuat sebuah Sistem Informasi Geografis Pemetaan Daerah Rawan Banjir di Kota Manado Menggunakan Metode K-Means Clustering karena dinilai dapat memberikan hasil pemetaan atau pengelompokkan daerah rawan banjir yang tepat dengan menggunakan data atau atribut pada perhitungannya sehingga akurasi hasil pemetaan daerah rawan banjir dapat lebih terjamin. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metodologi pengembangan sistem Rapid Application Development (RAD). Metodologi ini berfokus pada waktu perancangan yang singkat dan cepat menggunakan metode iterative (berulang). SIG ini dirancang menggunakan pemodelan Unified Modeling Languange (UML). Terdapat 3 model UML yang akan digunakan, yaitu Use Case Diagram, Class Diagram, dan Activity Diagram. Use Case merupakan diagram yang menggambarkan hubungan antara aktor dengan sistem. Class diagram merupakan diagram yang menjelaskan struktur sistem. Activity Diagram merupakan alur kerja dari sebuah sistem yang memperlihatkan urutan aktivitas pada sistem tersebut. Penelitian ini menghasilkan sebuah Sistem Informasi Geografis yang dapat memetakan daerah yang rawan banjir. Metode K-Means Clustering yang diterapkan juga berjalan dengan baik. Kata kunci: Banjir, K-Means Clustering, Sistem Informasi Geografis

    KLASIFIKASI KUALITAS AIR DARI TEMPAT PENAMPUNGAN AIR UTAMA PERUMAHAN BERBASIS INTERNET OF THINGS

    Get PDF
    Air merupakan salah satu kebutuhan utama dalam kehidupan sehari-hari manusia yang digunakan dalam segala hal. Air biasanya digunakan untuk sekedar keperluan mencuci, berkebun, mandi, bahkan untuk dikonsumsi. Teknologi Internet of Things pada era saat ini telah berkembang dengan cepat hingga ke berbagai bidang. Dalam Tugas Akhir ini Internet of Things digunakan untuk bisa mengklasifikasi kualitas air yang sering digunakan oleh masyarakat di Perumahan Puri Manado Permai. Kualitas air merupakan salah satu unsur penting yang memiliki dampak yang besar dan berkepanjangan. Mengonsumsi air yang tidak layak dapat mengakibatkan banyak hal seperti sakit perut, alergi pada kulit, hingga dapat mengakibatkan kematian. Meskipun kualitas air merupakan hal yang sangat penting, sering kali kualitas air tidak bisa terdeteksi hanya dengan melihat/mencium air yang digunakan. Dalam beberapa kasus terdapat air yang memiliki ciri yang baik dan layak digunakan namun sebenarnya air tersebut merupakan air yang telah tercemar, di mana telah memiliki zat yang terlarut namun tidak bisa terdeteksi oleh indra manusia. Berdasarkan permasalahan yang telah dijelaskan, penulis memberikan solusi, yaitu untuk menerapkan sistem Internet of Things dalam mengklasifikasi kualitas air yang digunakan. Pemanfaatan IoT dalam Tugas Akhir ini membuat pengguna dapat mengetahui kualitas air yang digunakan secara real-time. Pada Tugas Akhir ini digunakan beberapa parameter dalam melakukan klasifikasi kualitas air, yaitu suhu air, tingkat kekeruhan, kadar keasaman air, dan tingkat zat padat yang terlarut dalam air. Berdasarkan 4 parameter tersebut penulis menggunakan algoritma Naïve Bayes untuk mengklasifikasi kualitas air yang kemudian ditampilkan melalui interface pada aplikasi web. Pada Tugas Akhir ini, algoritma Naïve Bayes menggunakan data latih sebanyak 3997 data yang terbagi atas 4 label, yaitu Class 1, Class 2, Class 3, dan Class 4. Sistem yang dibuat menghasilkan rata-rata akurasi sebesar 99,94%, rata-rata precision 79,95, rata-rata recall 79,95, dan rata-rata f1-score 79,95%. Kata Kunci: Air, Internet of Things, Klasifikasi, Kualitas Air, Naïve Bayes

    IMPLEMENTASI FUNGSI LEGISLASI DEWAN PERWAKILAN RAKYAT SEBAGAI REPRESENTASI KEDAULATAN RAKYAT

    Get PDF
    Dewan Perwakilan Rakyat atau disingkat DPR merupakan representasi dari kedaulatan rakyat dalam fungsi legislatif. Fungsi legislatif merujuk pada proses Pembentukan Undang-undang sesuai Pasal 20 Ayat (1) UUD NRI 1945. DPR memiliki tanggung jawab dalam pembuatan undang-undang. Praktiknya penyusunan PROLEGNAS oleh DPR seringkali tidak capai setengah dari target PROLEGNAS prioritas tahunan yang rampung contohnya tahun 2022 dari 40 undang-undang yang disepakati menjadi PROLEGNAS Prioritas Tahunan, hanya 12 UU (30%) yang selesai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketentuan perundang-undangan yang melandasi Implementasi Fungsi legislasi DPR Sebagai Representasi Kedaulatan Rakyat di Indonesia serta Mengetahui Kinerja DPR dalam mewujudkan sistem ketatanegaraan yang berkedaulatan rakyat. penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian hukum yang bersifat yuridis normatif dalam mencari dan menyelesaikan penelitian yang dimana penelitian ini lebih mengacu pada penelitian untuk menemukan apa yang perlu di evaluasi terhadap fungsi legislasi DPR dan apakah DPR telah menjalankan Fungsi legislasi dengan baik lewat kinerja berupa kualitas pembuatan Undang-undang itu sesuai dengan prinsip hukum, serta apakah sesuai dengan norma hukum (bukan hanya sesuai aturan hukum) atau prinsip hukum. penulis juga menggunakan studi dokumen yang dimana dalam penelitian ini penulis menggunakan buku-buku, jurnal ilmiah, dan peraturan perundang-undangan, yang mana itu dijadikan acuan dalam melakukan penelitian ini. Berdasarkan rumusan masalah yang ada, fungsi legislasi DPR sebagai representasi dari Kedaulatan rakyat dalam kualitas pembentukan Undang-undang kurang berjalan dengan baik sehingga perlu dilakukan evaluasi supaya terciptanya Pemerintahan yang baik atau Good governance, Untuk itu kedepannya DPR dalam Menjalankan Fungsi Legislasi harus memiliki suatu Kunci Performa Indikator yang jelas. Kata Kunci: Evaluasi, Fungsi Legislasi, Kedaulatan Rakyat

    TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA TURUT SERTA MELAKUKAN PENGANIAYAAN YANG MENYEBABKAN KEMATIAN

    Get PDF
    Tindak pidana penganiayaan merupakan salah satu bentuk kejahatan yang dapat ditemukan dalam fenomena dikehidupan masyarakat. Mengenai tinjauan yuridis terhadap pelaku tindak pidana turut serta melakukan penganiayaan yang menyebabkan kematian, merupakan salah satu penganiayaan dapat menyebabkan terancamnya kondisi seseorang, trauma psikologis, dan kematian. Penelitian ini bertujuan mengetahui penggunaan unsur-unsur serta sanksi hukum yang diberikan kepada pelaku tindak pidana turut serta melakukan penganiayaan yang menyebabkan kematian menggunakan kajian penelitian hukum normatif yang mengkaji hukum yang dikonsepkan sebagai norma atau kaidah yang berlaku dalam masyarakat yang sumber empirisnya melalui undang-undang, buku, pendapat ahli dan yurisprudensi. Tentunya penganiayaan tersebut diancam dengan ketentuan pidana yang terdapat dalam KUHP Pasal 351 Ayat (3) tentang tindak pidana penganiayaan: “jika mengakibatkan mati, diancam pidana penjara lama 7 (tujuh) tahun”. Tindak pidana Penganiayaan juga dapat dilakukan oleh beberapa orang secara bersama-sama. Keterlibatan dari beberapa orang di dalam suatu tindak pidana merupakan bentuk kerja sama yang berlainan sifat dan bentuknya sesuai dengan peran masing-masing. Konsep mengenai penyertaan diatur dalam Pasal 55 – 62 KUHP. Turut serta dalam penganiayaan dalam pasal 55 dan 56 KUHP dikenal dengan istilah penyertaan (Deelneming) yang meliputi 5 peran orang yang melakukan (dader or doer), orang yang menyuruh melakukan (doenpleger) orang yang turut melakukan (mededader) orang yang sengaja membujuk (uitlokker) orang yang membantu melakukan (medeplichtige). Tindak pidana penganiayaan kemungkinan besar bisa terjadi karena ada unsur kesengajaan dengan maksud tertentu dari pelaku dan unsur kesengajaan (opzet) Menurut teori kehendak kesengajaan adalah kehendak yang terwujudnya perbuatan berdasarkan teori ini menitik beratkan pada akibat dari perbuatan dan perbuatan yang menyertainya. Kata Kunci: Penganiyaan, Tindak Pidana, Turut Sert

    Asuhan Keperawatan Pada Klien Dengan Gangguan Sistem Perkemihan : Chronic Kidney Disease (CKD Di RS TK. II R.W Mongisidi Manado

    Get PDF
    Chronic Kidney Disease ialah salah satu penyakit pada sistem perkemihan yang dapat dialami oleh pasien maupun masyarakat diindonesia sehingga dapat menyebabkan kematian. Chronic Kidney Disease suatu kegagalan dalam fungsi ginjal, sehingga menyebabkan kondisi dari fungsi pada ginjal menurun secara bertahap. Karya Ilmiah memperginakan metode wawancara dengan observasi pada pasien di ruangan edelweiss RS TK II R.W Mongisidi Manado. Mempergunakan metode penulisan deskriptif serta pendekatan asuhan keperawatan melalui pengkajian, perumusan diagnosa, perencanaan, implementasi, maupun evaluasi. Didapatkan tiga diagnosa yang diperoleh yakni hypervolemia berhubungan dengan edema, nyeri akut berhubungan dengan fatigue nyeri sendi, perfusi perefier tidak efektif berhubungan dengan hipertensi. Kesimpulan penulis mendapatkan kesenjangam antara teori, dan penelitian sebelumnya dengan asuhan keperawatan yang sudah diselanggarakan. Kata Kunci : Chronic Kidney Disease, Asuhan Keperawatan Chronic Kidney Diseas

    ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI PALA (Myristica fragrans Houtt) PADA LAHAN BAPAK JERRY MAKALEW DI DESA RUMENGKOR KABUPATEN MINAHASA

    Get PDF
    Pala (Myristica Fragrans,H) merupakan Sub-sektor pertanian yang berperan penting dalam pertanian dalam perekonomian Indonesia. Tanaman pala dikenal sebagai rempah-rempah yang dapat menghasilkan minyak astiri yang dibutuhkan dalam industri makanan, obat-obatan, parfum, dan kosmetik. Sulawesi Utara merupakan wilayah yang sangat perpotensi dalam menghasilkan pala. Penelitian ini bertujuan untuk mengalisi pendapatan dalam menjalankan usahatani perkebunan pala di Desa Rumengkor Kabupaten Minahasa. Penelitian ini meggunakan metode deskriptif dengan data kuantitatif agar dapat menjelaksan pendapatan usahatani pala yang didapatkan berdasarkan angka. Hasil dari penelitian ini yaitu pendapatan usahatani pala di Desa Rumengkor Kabupaten Minahasa pada periode Januari 2023-April 2023 sebesar Rp 50.250.000 dengan total biaya produksi Rp 5.112.026 sehigga pendapatan bersih senilai Rp 45.137.974. Dalam ratio R/C dengan hasil 9,82 maka usahatani perkebunan pala layak untuk dilanjutkan. Kata Kunci: Perkebunan Pala, Pendapatan, Kuantitatif, Revenue Cost Rati

    AKIBAT HUKUM TERHADAP ORANG YANG DENGAN SENGAJA TIDAK MELAPORKAN ADANYA TINDAK PIDANA NARKOTIKA

    Get PDF
    Akibat hukum terhadap orang yang dengan sengaja tidak melaporkan adanya tindak pidana narkotika diatur Pasal 131 Undang – Undang No 35 Tahun 2009 dalam Undang-Undang No 35 Tahun 2009 telah diatur tentang hukuman pidana bagi pelaku penyalagunaan narkotika hingga orang yang tidak mendukung program pemerintah dalam hal pemberantasan kasus narkotika di indonesia, hal ini merupakan sesuatu yang patut diketahui oleh seluruh masyarakat dikarenakan bersangkutan dengan hak dan kewajiban untuk membuat laporan apabila terjadi tindak pidana narkotika dalam lingkungan sekitar. Permasalahan yang dibahas yaitu mengenai masyarakat yang tidak koperatif dengan program pemerintah dalam upaya pemberantasan penyalagunaan kasus narkotika. Melihat kasus yang ada seperti contoh kasus yang di gunakan maka dapat disimpulkan bahwa banyak masyarakat yang belum memahami dan mengetahui mengenai aturan yang mengatur tentang penyalagunaan narkotika. Tujuan dari penulisan ini yaitu memahami bagaimana akibat hukum dan penegakan hukum kepada orang yang dengan sengaja tidak melaporkan adanya tindak pidana narkotika yang sebagaimana diatur dalam Pasal 131 dan Pasal 134 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Penulisan ini menggunakan metode hukum normatif yang dimana adanya seseorang yang melakukan pembiaran adanya tindak pidana narkotika. Peran penting masyarakat dalam hal ini adalah membantu mengurangi angka penyalahgunaan narkotika, sedangkan peran pemerintah dan penegak hukum dalam hal ini Badan Narkotika Nasional (BNN) adalah memberikan informasi dan pemahaman tentang narkotika. Maka, pemerintah atau penegak hukum harus lebih memberikan informasi kepada masyarakat tentang akibat yang akan diterima apabila ada orang yang dengan sengaja tidak melaporkan adanya tindak pidana narkotika. Kata Kunci : Akibat Hukum, Kesengajaan, Narkotika, Penegakan hukum Penyalahgunaan Narkotik

    Asuhan Keperawatan Medikal Pada Klien Tn. G.T Dengan Gastritis Di Ruangan Gardenia Rumah Sakit Manembo-Nembo, Bitung

    Get PDF
    Latar Belakang : Gastritis diakibatkan oleh gaya hidup yang tidak sehat, pola makan yang tidak teratur, konsumsi alkohol, merokok, konsumsi kopi, konsumsi obat penghilang nyeri, stress fisik, stres psikologis, kelainan autoimun. Gejala yang timbul pada pasien gastritis adalah rasa tidak enak pada perut, perut kembung, sakit kepala, mual dan lidah berlapis (Wahyudi, dkk, 2018). Kesadaran akan bahaya penyakit gastritis dapat membuat pasien dan keluarga pasien untuk menghindari faktor pencetus terjadinya gastritis itu sendiri. Tujuan : Penulisan karya ilmiah ini agar peneliti mampu melaksanakan asuhan keperawatan kepada Tn.G.T di Rumah Sakit Manemo – Nembo Bitung. Metode : Penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dalam bentuk studi kasus. Hasil : Gaya hidup yang tidak sehat seperti sering makan makanan yang pedas, makan tidak teratur/tidak tepat waktu serta sering mengkonsumsi kopi dan minuman beralkohol dapat menyebabkan gastritis. Pasien Tn.G.T mengalami gastritis karena gaya hidupnya yang tidak sehat kaitannya dengan makan tidak teratur, sering minum kopi dan konsumsi alkohol. Dari hasil pengkajian yang sudah dilakukan, ditemui 3 diagnosa atau masalah keperawatan yang muncul yaitu nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisik/ inflamasi, nausea berhubungan dengan iritasi pada lambung serta gangguan pola tidur dan istirahat berhubungan dengan nyeri. Pasien Tn.G.T dirawat selama kurang lebih 2 hari, dan penulis telah melakukan perencanaan atau intervensi keperawatan dan dilakukan implementasi sesuai dengan intervensi yang sudah direncanakan. Implementasi dilakukan selama 2 hari yaitu pada tanggal 30-31 november 2022 dan masalah sudah teratasi. Kata Kunci : asuhan keperawatan, gastritis, pola hidup

    TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PUTUSAN LEPAS DARI SEGALA TUNTUTAN HUKUM (ONTSLAG VAN ALLE RECHSTVERVOLGING) DALAM TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG

    Get PDF
    Putusan Lepas dari segala Tuntutan Hukum (ontslag van alle rechtsvervolging) atau disebut putusan lepas merupakan salah satu putusan yang diberikan hakim. Dasar hukum pemberian putusan lepas terdapat pada KUHAP Pasal 191 ayat (2). Putusan lepas dalam TPPU dapat membuat terdakwa tidak dihukum atas tindak pidana yang didakwakan dan dibebaskan dari tanggungjawab pidana dan hukuman pidananya. Adanya putusan lepas berdampak pada terdakwa tidak dapat dijatuhi hukuman pidana, Penuntut Umum gagal dalam penuntutan dan tidak adanya kepastian hukum bagi korban terhadap kerugian yang dialami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tinjauan yuridis terhadap putusan lepas dalam TPPU dan mengetahui upaya hukum korban terhadap Putusan lepas dalam TPPU berdasarkan hukum pidana. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif. Hasil penelitian menunjukan penyebab dari dijatuhkannya putusan lepas yaitu karena tindakan tersebut bukan merupakan tindak pidana melainkan tindak perdata, dan adanya keadaan istimewa terdakwa yang membuat dirinya tidak dapat dijatuhi hukuman pidana. Untuk menyatakan terjadinya tindak pidana agar tidak dijatuhi hukuman lepas adalah untuk membuktikan seluruh unsur objektif dan unsur subjektif dari TPPU. Apabila putusan lepas telah dijatuhkan terhadap TPPU, maka korban melalui penuntut umum dapat melakukan upaya hukum kasasi berdasarkan Pasal 244 sampai dengan Pasal 258 KUHAP. Korban juga dapat melakukan restitusi sesuai dengan UUPSK jo Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2018 tentang Pemberian Kompensasi, Restitusi, dan Bantuan Kepada Saksi dan Korban. Saran dari penelitian ini adalah untuk para penegak hukum dapat menjalankan proses pemeriksaan perkara TPPU dengan seksama agar dapat membuktikan perkara tersebut dan tidak menjatuhkan terdakwa dengan putusan lepas. Kata kunci: Putusan Lepas (ontslag van alle rechtsvervolging), Tindak Pidana, Pencucian Uang

    2,917

    full texts

    3,958

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UKDLSM Repository (Univ. Katolik De La Salle)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇