UKDLSM Repository (Univ. Katolik De La Salle)
Not a member yet
3958 research outputs found
Sort by
PERANCANGAN ULANG DESAIN LABEL KEMASAN DARI PRODUK SIRUP AREN MENGGUNAKAN QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) (Studi Kasus : UMKM L’Arbre Seho)
Penulisan ini bertujuan untuk merancang dan mengevaluasi label kemasan sirup aren menggunakan Quality Function Deployment. Metode ini adalah metode yang menghubungkan kebutuhan pelanggan dengan karakteristik produk. Penulisan ini melibatkan pengumpulan data terhadap kebutuhan konsumen yang kemudian akan diidentifikasi dan dijadikan referensi dalam merancang label kemasan. Berdasarkan pengumpulan data diperoleh delapan belas atribut yang akan dijadikan referensi dalam perancangan produk. Pada persyaratan teknis diperoleh sebanyak enam belas atribut. Setelah itu dilakukan perhitungan tingkat kepentingan konsumen, tingkat kebutuhan konsumen, rasio perbaikan, raw weight, normalized raw weight, dan bobot kolom untuk penentuan tingkat prioritas dalam respon teknis. Kemudian dibuat bangunan House of Quality dari hasil pengolahan data yaitu diperoleh pada perhitungan bobot kolom bahwa ukuran tulisan menjadi tingkat prioritas utama dengan bobot sebesar 348, sedangkan untuk ukuran label menjadi tingkat perioritas terakhir dengan bobot sebesar 44. Dari hasil bangunan House of Quality kemudian diterjemahkan ke dalam virtual desain dari rancangan produk yaitu label kemasan sirup aren yang baru. Berdasarkan hasil evaluasi rancangan desain label kemasan dengan metode Quality Function Deployment diperoleh nilai total rancangan desain label kemasan baru yaitu 263 dan untuk rancangan desain label kemasan lama yaitu 123. Dengan hasil analisis evaluasi desain label kemasan maka rancangan label kemasan yang baru dapat digunakan oleh pihak Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) L’Arbre Seho sebagai hasil perbaikan dari rancangan desain label yang lama.
Kata Kunci-Penulisan, Merancang, Mengevaluasi, Label Kemasan, Quality Function Deployment, House of Quality, Virtual Desai
PENGARUH SIKAP KERJA, KESIAPAN KERJA DAN ETIKA KERJA TERHADAP INTENSI UNTUK BEKERJA PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR UNIVERSITAS KATOLIK DE LA SALLE MANADO FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
Intensi untuk bekerja merupakan niat dan tekad yang menjadi dorongan untuk menggerakan seorang individu dalam melakukan sebuah tindakan tertentu dengan tujuan untuk mencapai suatu hasil yang diharapkan oleh seorang individu dimasa yang akan datang yang memiliki hubungan dengan dunia pekerjaan. Tujuan dari melakukan penelitian ini untuk melakukan analisis dan melihat pengaruh dari variabel sikap kerja, kesiapan kerja dan etika kerja terhadap intensi untuk bekerja pada mahasiswa tingkat akhir Universitas Katolik De La Salle Manado Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Peneliti menggunakan metode penelitian kuantitatif sebagai jenis penelitian dengan menggunakan data yang diperoleh dari kuesioner yang telah disebarkan oleh peneliti kepada seluruh mahasiswa tingkat akhir Universitas Katolik De La Salle Manado Fakultas Ekonomi dan Bisnis, pengolahan data kuesioner menggunakan sistem IBM SPSS versi 25 dan menggunakan metode analisis regresi linear berganda sebagai alat analisis data.
Hasil dari penelitian ini menjukan bahwa secara parsial sikap kerja, kesiapan kerja dan etika kerja berpengaruh secara signifikan terhadap intensi untuk bekerja pada mahasiswa tingkat akhir Universitas Katolik De La Salle Manado Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Secara simultan variabel sikap kerja, kesiapan kerja dan etika kerja secara bersama-sama menunjukan pengaruh terhadap intensi untuk bekerja pada mahasiswa tingkat akhir Universitas Katolik De La Salle Manado Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Kata Kunci :Sikap Kerja, Kesiapan Kerja, Etika kerja, Intensi untuk bekerj
EVALUASI KEPUASAN PUBLIK DI KEJAKSAAN NEGERI TOMOHON MENGGUNAKAN METODE IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS DAN CUSTOMER SATISFACTION INDEX
Sistem evaluasi kepuasan publik pada kantor Kejaksaan Negeri Tomohon menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA) dan Customer Satisfaction Index (CSI) dibangun bertujuan untuk membantu kantor Kejaksaan Negeri Tomohon untuk melakukan analisis kepuasan masyarakat terhadap pelayanan-pelayanan publik yang disediakan oleh Kejaksaan Negeri Tomohon untuk masyarakat. Pelayanan-pelayanan publik tersebut, yaitu pelayanan pertemuan tatap muka, pelayanan terpadu satu pintu, pelayanan pengantaran surat, pelayanan mengunjungi rutan kejaksaan, pelayanan mengunjungi rutan kejaksaan tahap 2, pelayanan tamu wajib lapor.
Tugas akhir ini menggunakan data 20 orang responden yang menggunakan layanan publik, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dengan periode waktu bulan September – Oktober 2023. Hasil dari metode IPA, yaitu diketahui bahwa layanan tentang sikap petugas dan tingkat kebermanfaatan layanan PTSP untuk membantu masyarakat merupakan layanan yang perlu ditingkatkan dalam layanan PTSP di kantor Kejaksaan Negeri Tomohon. Sedangkan metode CSI mendapatkan nilai 82.67% yang menandakan masyarakat merasa sangat puas dengan pelayanan yang diberikan.
Kata Kunci: Sistem Evaluasi, Pelayanan Publik, Importance Performance Analysis, Customer Satisfaction Index
PENERAPAN BALANCED SCORECARD PADA PT. BANK SULUTGO TBK. CABANG CALACA
Bank adalah Lembaga keuangan yang menghimpun uang dari masyarakat dan menyalurkan Kembali kepada masyarakat. Pertumbuhan ekonomi dan perkembangan perbankan memiliki hubungan dimana, semakin berkembangnya perbankan maka semakin baik pula perekonomian. Sehingga pada saat ini bank daerah dalam melaksanakan persaingannya bank memerlukan pengukuran kinerja untuk menilai keberhasilan strategi tersebut. Penilaian kinerja bertujuan untuk memotivasi personel mencapai sasaran organisasi dan mematuhi standar perilaku yang telah ditetapkan sebelumnya, agar membuahkan tindakan dan hasil yang diinginkan organisasi. Pengukuran kinerja yang digunakan adalah Balanced Scorecard sebagai tolak ukurnya baik kinerja keuangan maupun non-keuangan. Yang menjadi rumusan masalahnya adalah bagaimana penerapan balanced scorecard pada PT. Bank SulutGo Tbk. Cabang Calaca. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan balanced scorecard pada PT. Bank SulutGo Tbk. Cabang Calaca.
Balanced scorecard adalah kumpulan ukuran kinerja yang terintegrasi yang diturunkan dari misi dan visi perusahaan untuk mendukung strategi perusahaaan secara keseluruhan, pengukuran kinerja yang selama ini banyak digunakan oleh perusahaan adalah pengukuran kinerja tradisional, dengan perspektif keuangan. Balanced scorecard dalam pengukurannya memiliki empat perspektif, yaitu perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal, perspektif pertumbuhan dan pembelajaran yang menjadi tolak ukur kinerjanya. Metode dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data adalah wawancara, dokumentasi dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Penerapan Balanced Scorecard pada PT. Bank SulutGo Tbk. Cabang Calaca untuk ke empat perspektif yang diterapkan sudah cukup baik.
Kata Kunci: Bank, Pengukuran Kinnerja, dan Balanced Scorecar
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI, MOTIVASI DAN KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. WAHANA WIRAWAN MANADO
Kinerja karyawan adalah suatu keahlian atau kemampuan yang dtunjukkan seorang karyawan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab yang telah diberikan. Tujuan dari pelaksanaan penelitian ini untuk melihat pengaruh variabel Budaya Organisasi, Motivasi, dan Kepemimpinan Transformasional terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Wahana Wirawan Manado. Peneliti menggunakan jenis penelitian Metode Kuantitatif dengan menggunakan data dari kuesioner yang telah disebarkan, pengolahan data kuesioner menggunakan sistem IBM SPSS 25 dan menggunakan analisis regresi linear berganda sebagai alat analisis data.
Hasil yang didapati dari penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa secara parsial Budaya Organisasi, Motivasi, dan Kepemimpinan Transformasional berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Wahana Wirawan Manado. sama halnya dengan hal parsial, secara simultan variabel Budaya Organisasi, Motivasi, dan Kepemimpinan Transformasional berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan pada PT.Wahana Wirawan Manado.
Kata Kunci: Budaya Organisasi, Motivasi, Kepemimpinan Transformasional, Kinerja Karyawa
ANALISIS FAKTOR PENGEMBANGAN WISATA GUNUNG API MENGGUNAKAN METODE KANSEI ENGINEERING (Studi Kasus: Gunung Lokon)
Sulawesi Utara merupakan salah satu daerah di Indonesia yang memiliki berbagai objek pariwisata. Semakin berkembangnya industri pariwisata Indonesia khususnya Sulawesi Utara, objek wisata yang menjadi salah satu target utama oleh para wisatawan yaitu objek wisata Gunung Lokon yang khususnya berada di kota Tomohon. Pengembangan pariwisata pada suatu daerah harus didasarkan pada perencanaan, pengembangan dan arah pengelolaan. Untuk itu, selain peran penting dari pemerintah daerah, keberhasilan suatu objek pariwisata adalah berdasarkan motivasi dan keingingan dari para wisatawan sendiri. Seperti faktor-faktor yang menjadi pendorong para wisatawan untuk datang berkunjung pada objek wisata tersebut atau keunggulan apa yang dimiliki oleh objek wisata tersebut yang membuat wisatawan tertarik untuk berkunjung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengembangan wisata gunung api dengan menggunakan metode Kansei Engineering. Penelitian ini menggunakan metode survei dimana data dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan kepada responden. Responden dalam penelitian ini adalah 100 wisatawan atau pengunjung objek wisata Gunung Lokon. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 30 komponen yang dianalisis maka terdapat 7 faktor yang terbentuk. Dari total 7 faktor yang terbentuk dilakukan reduksi data untuk mengeliminasi faktor yang tidak berpengaruh. Hasil akhir dari analisis faktor setelah dilakukan reduksi data menghasilkan 6 faktor yang paling berpengaruh. Untuk faktor yang tidak berpengaruh yaitu faktor 4 (kata kansei 9 dan 27) sedangkan faktor yang berpengaruh yaitu faktor 1,2,3,5,6 dan 7 dimana keenam faktor ini dianggap paling berpengaruh untuk pengembangan wisata gunung api khususnya gunung Lokon.
Kata Kunci: wisata gunung api, kansei engineering, analisis fakto
ANALISIS STRATEGI PEMASARAN PRODUK GULA CAIR (LE A-SUCRE) DENGAN METODE SWOT DAN QSPM
Analisis strategi pemasaran produk gula cair (Le A-Sucre) dilakukan dengan menggunakan metode SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats) dan QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix). Metode SWOT digunakan untuk mengidentifikasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) yang terkait dengan pemasaran produk gula cair (Le A-Sucre). Kelebihan produk, kekurangan dalam pemasaran, peluang pasar, dan tantangan yang dihadapi oleh produk tersebut dianalisis secara menyeluruh. Hal ini membantu dalam pemahaman yang lebih baik tentang posisi produk di pasar dan faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pemasarannya. Selanjutnya, metode QSPM digunakan untuk mengevaluasi dan membandingkan strategi pemasaran yang telah diidentifikasi melalui analisis SWOT. Matriks QSPM mempertimbangkan faktor internal dan eksternal yang signifikan serta bobot strategi yang telah ditentukan sebelumnya. Dalam analisis QSPM, strategi-strategi yang paling menjanjikan dievaluasi berdasarkan skor kepentingan strategis dan keberhasilan implementasi. Dengan demikian, strategi pemasaran yang paling optimal untuk produk gula cair (Le A-Sucre) dapat diidentifikasi. Melalui kombinasi metode SWOT dan QSPM, analisis strategi pemasaran produk gula cair (Le A-Sucre) menjadi lebih komprehensif dan sistematis. Kelebihan dan kelemahan produk dapat dikaitkan dengan peluang pasar yang ada, sementara ancaman dapat diantisipasi dan diatasi melalui strategi yang tepat. Hasil akhir dari analisis ini adalah rekomendasi strategi pemasaran yang berdasarkan pada pemahaman yang mendalam tentang posisi produk dan lingkungan bisnis yang relevan.
Kata Kunci : Analisis strategi pemasaran, Produk gula cair (Le A-Sucre), Metode SWOT, Metode QSP
PENGARUH PENAMBAHAN FLY ASH DAN LIMBAH PLASTIK TERHADAP BETON Fc 25 Mpa
Kuat tekan beton memiliki peran penting dalam menentukan kualitas beton. Semakin tinggi kuat tekan beton, semakin baik kualitas beton tersebut. Namun, untuk menciptakan beton berkualitas, diperlukan penggunaan faktor air semen yang rendah. Namun, jika faktor air semen terlalu rendah, hal tersebut dapat mempengaruhi proses pemadatan beton dan menyebabkan terbentuknya rongga-rongga di dalamnya.
Dalam perkembangan zaman saat ini, terdapat berbagai bahan material dan zat tambahan yang dapat digunakan untuk mencegah masalah tersebut dan meningkatkan kualitas beton tanpa meningkatkan biaya produksi secara signifikan. Beberapa contohnya adalah penambahan pecahan keramik, sekam padi, limbah las karbit, serat kaca, serat dan fiber, serta berbagai jenis limbah plastik dan limbah lainnya.
Kenaikan harga semen berdampak pada kenaikan harga pembuatan beton secara keseluruhan. Untuk mengatasi hal ini, salah satu solusinya adalah dengan menggunakan limbah batubara, seperti abu batubara atau fly ash, untuk mengurangi penggunaan semen dalam campuran beton. Fly ash memiliki keunggulan karena mengandung silica, yang memungkinkan beton memiliki kekuatan tekan yang melebihi yang direncanakan. Selain itu, penggunaan fly ash juga dapat mengurangi biaya perencanaan beton.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa penggunaan fly ash dan plastik sebagai pengganti material dalam campuran beton memiliki pengaruh terhadap nilai slump yang diperoleh. Pada beton normal, nilai slump yang diperoleh adalah 9 cm. Namun, dengan penambahan 10% fly ash dan 1% plastik, nilai slump menurun menjadi 7 cm. Pada penambahan 10% fly ash dan 5% plastik, nilai slump semakin menurun menjadi 6 cm. Dan pada penambahan 10% fly ash dan 10% plastik, nilai slump paling rendah yaitu 5 cm. Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa semakin besar persentase bahan tambahan yang ditambahkan dalam campuran beton, semakin tinggi viskositas campuran beton yang dihasilkan.
Kata Kunci : Beton, Pengujian Kuat Tekan Beton, Fly As
PENGEMBANGAN OBJEK WISATA DI BALIRANGEN MONUMEN TUHAN YESUS MEMBERKATI BERBASIS COMMUNITY BASED TOURISM KABUPATEN KEPULAUAN SIAU TAGULANDANG BIARO
Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro ini memiliki salah satu Objek Wisata Monumen Tuhan Yesus Memberkati di kampung Balirangen, Kecamatan Siau Timur Selatan. Objek wisata ini termasuk dalam 7 wonderful of Siau Tagulandang Biaro, tak hanya monumen yang menjadi daya tarik di objek wisata ini namun ada juga pemandangan alam yaitu laut yang tenang, serta bentangan pulau yang berhadapan dengan Monumen, maka tak heran jika objek wisata Monumen Tuhan Yesus Memberkati banyak wisatawan baik nusantara maupun mancanegara ingin berkunjung dan menikmati langsung kenikmatan serta keindahan alam yang ada. Adapun permasalahan yang perlu diangkat dalam penelitian ini mengenai bagaimana peran Community Based Tourism. Apa faktor pendorong dan faktor penghambat masyarakat Desa Balirangen dalam pengembangan objek wisata. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif yang diterangkan secara deskriptif melalui teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, yang kemudian dikemas menggunakan cara penelitian reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Partisipan dalam penelitian ini yakni pegawai Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, pemerintah Desa Balirangen dan masyarakat lokal Desa Balirangen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat aktif berpartisipasi dalam pengembangan objek wisata, melalui partisipasi langsung meliputi peran dan kontribusi masyarakat melalui kegiatan sosialisasi serta pelatihan, partisipasi tidak langsung melalui sumbangan ide atau terobosan baru. Faktor pendorong yang dimiliki yakni meliputi faktor psikologis masyarakat dalam berpartisipasi, faktor pendidikan dan faktor ekonomi. Sedangkan faktor penghambat meliputi faktor kurangnya kesempatan untuk berpartisipasi, rendahnya pendapatan.
Kata kunci: Monumen, Sumber Daya Manusia, Community Based Tourism, Pengembangan, Objek wisata, Faktor pendorong, Faktor penghambat, peran masyarakat
PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN SEBELUM DAN SESUDAH PENGGABUNGAN PADA PERUSAHAAN PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI IDX 2019
Perusahaan-perusahaan yang melakukan merger dan akuisisi memiliki berbagai tujuan yang ingin dicapai. Namun, merger dan akuisisi yang dilakukan perusahaan tidak selalu mencapai tujuan yang diinginkan, bisa saja terjadi kegagalan dalam pencapaian tujuan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kinerja keuangan perusahaan sebelum dan sesudah melakukan merger dan akuisisi dengan menggunakan rasio keuangan yaitu Banking Ratio, Primary Ratio, Net Profit Margin. Objek penelitian yang dipilih dalam penelitian ini adalah perusahaan-perusahaan perbankan yang melaksanakan merger ataupun akuisisi pada tahun 2019 dan terdaftar di Indonesia Stock Exchange. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi uji normalitas, Paired Sample T-test. Uji normalitas digunakan untuk melihat apakah data berdistribusi normal atau tidak, jika data berdistribusi normal maka digunakan uji Paired Sample T-test, namun jika data tidak berdistribusi normal maka digunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa berdasarka nrasio keuangan Banking Ratio, Primary Ratio, dan Net Profit Margin dapat diketahui bahwa tindakan merger dan akuisisi tiding berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusaan dalam periode 2 tahun setelah merger dan akuisisi.
Kata kunci : Kinerja Keuangan, Merger, Akuisisi, Rasio Keuangan, Banking Ratio, Primary Ratio, Net Profit Margi