UKDLSM Repository (Univ. Katolik De La Salle)
Not a member yet
3958 research outputs found
Sort by
ANALISIS KERUSAKAN JALAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE PAVEMENT CONDITION INDEX (PCI)(Studi Kasus: 1°26´25"N 124°50´12"E sampai 1°27´49"N 124°49´47"E )
Perkerasan jalan berfungsi memberikan pelayanan bagi pengguna jalan. Namun, tidak semua jalan emiliki kondisi yang baik termasuk ruas jalan Ahmad Yani yang juga terdapat kerusakan pada titik-titk tertentu yang berpengaruh pada tingkat kenyamanan dan keamanan pengguna jalan. Kerusakan jalan dapat dikarenakan beberapa faktor seperti kelebihan kapasitas muatan kendaraan berat, menikatnya volume kendaraan,proses pemadatan diatas lapi tanah dasar kurang baik serta aliran ataupun genangan air di permukaan jalan.
Penelitian ini dilakukan buat mengetahui pengaruh nilai kondisi perkerasan jalan dengan menggunakan metode Pavement Condition Index dan juga cara penanganan untuk kondisi jalan agar dilakukan perawatan
Berdasarkan hasil dari penelitian dengan metode Pavement Condition Index (PCI) pada Ruas Jalan Ahmad Yani, Manado, Sulawesi Utara dengan panjang jalan 1,4 km dengan lebar jalan 11 meter pada STA 0+000 – 0+100, lebar jalan 9 meter pada STA 0+100 – 0+200, lebar jalan 18 meter pada STA 0+200 – 0+600, dan lebar jalan
10 meter pada STA 0+600 – 1+400, yang terdiri dari 14 segmen dengan panjang satu segmen 100 m, diketakhui jenis dan presentase kerusakan yaitu : Retak Kulit Buaya
1.08%, Retak Melintang 0.2%, Pengausan Agregat 23.6%, Amblas 0,84%, Pelepasan
Butir 2.70%, Tambalan 68.9%, dengan nilai PCI rata-rata adalah 82.85 dan 80.607
Kata Kunci : Pavement Condition Inde
PENGARUH PENAMBAHAN ABU SEKAM PADI DAN FLY ASH PADA KUAT TEKAN BETON UNTUK BETON MUTU F’c 20
Pengujian kuat tekan beton adalah suatu proses penting dalam menentukan kekuatan dan daya tahan beton terhadap beban tekan. Pengujian ini dilakukan dengan mengambil sampel beton yang telah dicetak dan dibentuk menjadi silinder atau kubus.. Hasil pengujian ini digunakan untuk menentukan kekuatan tekan karakteristik beton yang akan digunakan dalam perencanaan struktur. Pengujian kuat tekan beton memainkan peran penting dalam memastikan bahwa beton yang digunakan dalam konstruksi memiliki kekuatan yang memadai untuk menahan beban dan memberikan keamanan serta keandalan yang diperlukan dalam jangka panjang.
Bahan tambahan pada beton memiliki pengaruh signifikan terhadap sifat dan performa beton yang dihasilkan. Bahan tambahan dapat digunakan untuk meningkatkan beberapa karakteristik beton, seperti kekuatan, kerjaability, tahan terhadap cuaca, dan ketahanan terhadap serangan kimia. Contoh bahan tambahan yang umum digunakan adalah bahan pengisi, bahan aditif pengurang air, bahan aditif pengerasan awal, dan bahan aditif pengurang retak. Bahan tambahan seperti fly ash, slag, dan silica fume dapat digunakan sebagai pengganti sebagian semen dalam campuran beton, meningkatkan kekuatan dan tahan lama beton Oleh karena itu, penggunaan bahan tambahan pada beton menjadi penting dalam mencapai performa yang optimal dan keberlanjutan dalam konstruksi bangunan.
Dari hasil dan pembahan yang dilakukan dilaboratorium uji material, diambillah kesimpulan sebagai berikut: Dari hasil yang didapatkan dari semua variasi campuran beton, menunjukan bahwa campuran beton dengan penambahan abu sekam padi dan fly ash mengalami penurunan dari campuran beton normal, serta penggunaan fly ash dengan presentase 5% dan abu sekam padi 7%,10%,12% berpengaruh negatif pada nilai kuat tekan beton. Hal ini di sebabakan Akan tetapi variasi campuran untuk beton normal dapat memenuhi kebutuhan mutu F’c 20 Mpa Dari pengujian ini kita dapat mengetahui perbedaan dari campuran beton F’c 20 Mpa serta bahan tambah abu sekam padi dan fly ash presentase dari campuran tersebut
Kata kunci : Pengujian kuat tekan beton, Bahan tambah pada beton, fly as
EVALUASI RENCANA DAN PENJADWALAN PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG GEREJA DENGAN METODE CPM DAN PERT (Studi Kasus: Gereja Katolik St. Antonius De Padua Airmadidi)
Proyek umumnya melibatkan berbagai tahapan, seperti perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi, serta melibatkan berbagai sumber daya, seperti waktu, tenaga kerja, dan biaya. Tujuan dari proyek adalah untuk mencapai hasil yang diinginkan dan sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Proyek dapat dilakukan dalam berbagai bidang, seperti konstruksi, teknologi informasi, manufaktur, dan sebagainya. Dalam pengelolaan proyek, terdapat berbagai teknik dan metode yang dapat digunakan untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya dan mengurangi risiko kesalahan atau kegagalan. Dalam hal apapun, proyek merupakan suatu kegiatan yang kompleks dan membutuhkan perencanaan yang matang serta koordinasi yang baik agar dapat mencapai hasil yang diinginkan. Studi kasus pada penelitian ini adalah Gedung Gereja Katolik St. Antonius De Padua Airmadidi. Dalam menggunakan metode PERT/CPM, dapat diketahui estimasi waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu proyek. Hasil yang didapat adalah durasi/waktu optimal proyek pembangunan Gedung Gereja Katolik St. Antonius De Padua Airmadidi dengan probabilitas penyelesaian 80% -99.38% adalah 479-489 hari.
Kata Kunci: Manajemen Proyek, Metode PERT/CPM, Jalur Kritis, Durasi Proye
PENGARUH TARIF PAJAK, PEMAHAMAN PERPAJAKAN, DAN SANKSI PERPAJAKAN TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK USAHA MIKRO KECIL MENENGAH (UMKM) DI KOTA MANADO
Pajak berperan penting pada kehidupan bernegara, karena pajak merupakan sumber pendapatan negara yang digunakan untuk membiayai seluruh pembangunan negara. Untuk melaksanakan kegiatan pembangunan tersebut, maka pemerintah membutuhkan dana yang tidak sedikit. Dana yang dimaksud tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang salah satunya disumbangkan dari sektor pajak. dan untuk meningkatkan pendapatan dari sektor pajak maka diperlukan kepatuahan dari wajib pajak itu sendiri. Kepatuhan wajib pajak merupakan pemenuhan kewajiban perpajakan yang dilakukan oleh pembayar pajak dalam rangka memberikan kontribusi bagi pembangunan negara yang secara sukarela atau berdasarkan undang-undang yang berlaku. Untuk mengukur tingkat kepatuhan tersebut dapat dilihat dari tarif pajak, pemahaman perpajakan, dan sanksi pajak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tarif pajak, pemahaman perpajakan, dan sanksi pajak terhadap kepatuhan wajib pajak UMKM di Kota Manado
Metode penelitian ini adalah metode kuantitatif. Jenis data yang digunakan adalah data primer. Populasi dalam penelitian ini merupakan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di kota Manado. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini merupakan analisis regresi linear berganda.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial tarif pajak dan pemahaman perpajakan berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak UMKM, sedangkan sanksi pajak tidak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak UMKM. Serta secara simultan tarif pajak, pemahaman perpajakan, dan sanksi pajak ukuran perusahaan.
Kata Kunci: Kepatuhan Wajib Pajak UMKM, Tarif Pajak, Pemahaman Perpajakan, dan Sanksi Paja
ANALISIS COMMON SIZE PADA SUB SEKTOR TRANSPORTASI YANG TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2019-2021
Analisis common size merupakan suatu laporan yang membandingkan semua nilai yang ada dalam laporan keuangan. Fungsi dan manfaat analisis common size adalah mempermudah pembaca laporan keuangan memperhatikan perubahan-perubahan yang terjadi dalam neraca dan laporan laba rugi. penyajian dalam bentuk common size ini akan mempermudah untuk menganalisis laporan-laporan keuangan dengan memperhatikan perubahan-perubahan yang terjadi, rumusan masalah dari penelitian ini yaitu Menganalisis Common Size Pada Perusahaan Sub Sektor Transportasi Yang Terdaftar Di BEI Periode 2019 – 2021 sebelum dan sesudah pandemi covid 19 dan tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana hasil analisis common size keuangan pada perusahaan sub sektor perdagangan yang terdaftar di BEI periode 2019 – 2021, untuk mengetahui hasil dari analisis common size vertikal, untuk mengetahui hasil dari analisis common size horizontal, untuk mengetahui hasil dari analisis common size vertikal dan horisontal, dan untuk mengetahui hasil analisis common size dari 26 perusahaan yang ada di perusahaan sub sektor transportasi yang terdaftar di BEI periode 2019 – 2021.
Metode Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu jenis data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan teknikdokumentasi. Teknik analisis data yang dipakai yaitu statistik deskriptif dengan analisis common size.
Hasil dan kesimpulan dari penelitian ini yaitu diketahui perusahaan dengan kinerja keuangan yang baik berdasarkan common size pada laporan posisi keuangan (neraca) di perhitungan secara horizontal terdapat perusahaan NELY dengan persentase sebesar 78,80% pada tahun 2021 hal tersebut dikarenakan NELY memiliki perbandingan common size pada aset dan ekuitas rata-ratanya 84,30% terhadap rata-rata hutangnya 5,50% sehingga aset dan ekuitas lebih besar 78,80% dari pada hutang yang menunjukkan lebih baik dari pada tahun 2019 dan 2020. Sedangkan untuk bagian vertikal terdapat perusahaan SAFE dengan memperoleh komponen terbaik yaitu berupa aset tidak lancar dengan rata-rata 92,42%.Diketahui perusahaan dengan kinerja yang baik pada laporan laba rugi dengan melakukan perhitungan secara horizontal dan vertikal terdapat perusahaan TAXI dengan tingkat persentase sebesar 992,54% lebih baik dibandingkan selisih pada tahun 2019 ke tahun 2020, sedangkan untuk perhitungan laba rugi secara secara vertikal menghasilkan selisih kenaikan tertinggi ada pada komponen Laba/Rugi Bersih sebesar 1401,27%.
Kata Kunci : Common siz
OPTIMALISASI PERSEDIAAN BAHAN BAKU PENOLONG DALAM MEMPRODUKSI MINUMAN AIR MINERAL HZO MENGGUNAKAN TEKNIK MANAJEMEN PERSEDIAAN BAHAN BAKU (Studi Kasus : CV. SEGARINDO UTAMA MINAHASA)
Dalam industri manufaktur, pengelolaan persediaan bahan baku yang efisien sangat penting untuk mengurangi biaya persediaan, menghindari kekurangan stok, dan memenuhi permintaan pelanggan. Dalam penelitian ini, rumus EOQ digunakan untuk menghitung jumlah optimal pesanan bahan baku yang harus dilakukan, re-order point digunakan untuk menentukan titik pesan ulang bahan baku dan safety stock digunakan untuk mengantisipasi ketidakstabilan permintaan atau keterlambatan pengiriman. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi permintaan produk, waktu pemesanan, biaya bahan baku perunit, biaya penyimpanan dan penggunaan produk. Dengan menggunakan rumus EOQ, ROP dan safety stock yang sesuai, persediaan bahan baku dapat dioptimalkan untuk mencapai tingkat efisiensi yang lebih tinggi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menerapkan teknik manajemen persediaan bahan baku yang melibatkan perhitungan EOQ didapatkan hasil untuk pemesanan bahan baku yang optimal adalah cup 22.562, lid 333, layer 7.463, straw 864, box 6.241, hasil safety stock untuk stok pengaman dari cup, lid, dan straw adalah 212 sedangan layer dan box adalah 3.547, dan hasil re-order point untuk titik pemesanan kembali bahan baku cup,lid,straw 1.010 dan untuk layer dan box adalah 16.850, perusahaan dapat mengambil keputusan yang tepat dalam mengelola persediaan bahan baku dengan lebih optimal.
Kata kunci: economic order quantity, re-order point, safety stoc