UKDLSM Repository (Univ. Katolik De La Salle)
Not a member yet
3958 research outputs found
Sort by
Asuhan Keperawatan Nyeri Akut Pada Kasus Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) Di Rumah Sakit Manembo-Nembo Bitung
Latar Belakang : Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) adalah salah satu penyakit yang disebabkan karena radang lambung mengalami kerusakan pada dinding lambung karena produksi asam lambung yang naik sampai pada kerongkongan. GERD didefinisikan sebagai reflux isi lambung ke dalam esofagus yang terjadi secara tidak sengaja dan ini terjadi secara berulang sehingga akan menyebabkan komplikasi dan menurunnya kualitas hidup. Biasanya pada orang normal, reflux ini terjadi pada posisi tegak sewaktu habis makan. Karena sikap posisi tegak tadi dibantu oleh adanya kontraksi peristaltik primer, isi lambung yang mengalir ke esofagus akan dikembalikan ke lambung.
Tujuan : Penulisan karya ilmiah ino agar peneliti mampu melaksanakan asuhan keperawatan kepada Tn. A.L di Rumah Sakit manembo-Nembo Bitung
Metode : Penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dalam bentuk studi kasus
Hasil : Memiliki kebiasaan pola hidup yang tidak sehat dapat menimbulkan penyakit Gastroesophageal Reflux Disease seperti yang dialami oleh Tn.A.L merasakan nyeri ulu hati dan merasa panas/terbakar pada bagian dada sampai tenggorokan dengan skala nyeri 6 dengan durasi hilang timbul, mual dan muntah sebanyak 3 kali dan tidak memiliki nafsu makan pasien makan, pasien belum pernah menderita penyakit ini. Diagnosa keperawatan yang muncul adalah nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisiologis, nausea berhubungan dengan iritasi lambung dan defisit pengetahuan berhubungan dengan kurang terpapar informasi. Cara menangani Tn.A.L intervensi disusun berdasarkan prioritas masalah yang ada pada tinjauan kasus dan sesuai dengan tinjauan teoritis. Hasil evaluasi dari implementasi keperawatan pada Tn. A.L dilakukan Tindakan keperawatan selama 3 hari 3 kali kunjungan sehari dan masalahnya teratasi.
Kata kunci : Asuhan keperawatan, Gastroesophageal Reflux Diseas
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA SISWA KELAS III SD KATOLIK 09 HATI KUDUS MANADO
Masalah penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar Bahasa Indonesia kelas III SD Katolik 09 Hati Kudus Manado. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia pada materi sumber energi melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL). Jenis penelitian ini menggunkan jenis penelitian tindakan kelas dengan model Kemmis and McTaggart yang terdiri dari II siklus. Masing-masing siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) hasil belajar Bahasa Indonesia siswa mengalami peningkatan. Pada siklus I nilai rata-rata yang diperoleh siswa yaitu 72,9 dengan kategori baik. Jumlah siswa yang mencapai KKM siklus I yaitu sebanyak 12 siswa dengan persentase ketuntasan sebesar 66,66% dengan kategori cukup baik. 2) hasil dari aktivitas guru mencapai skor sebesar 60 dengan persentase sebesar 70,58% dengan kategori baik, dan 3) hasil dari aktivitas siswa mencapai skor sebesar 13 dengan persentase sebesar 52% dengan kategori cukup baik. Dan pada penelitian siklus II jumlah siswa yang mencapai KKM sebanyak 15 siswa dengan persentase ketuntasan sebesar 72,9% dengan kategori baik, dan hasil aktivitas guru mencapai skor sebesar 67 dengan persentase 78,82% dengan kategori baik. Lalu aktivitas siswa mencapai skor sebesar 19 dengan persentase 76% dengan kategori baik.
Kata Kunci: Model Problem Based Learning, Bahasa Indonesia, Hasil Belajar
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DI KELAS IV SD KATOLIK 09 HATI KUDUS MANADO
Matematika adalah salah satu muatan pembelajaran yang sulit bagi siswa sehingga hasil belajar matematika sangat rendah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Division) pada siswa kelas IV SD Katolik 09 Hati Kudus Manado. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas menggunakan model Kemmis dan Mc Taggart, yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam II siklus, dengan subjek sebanyak 21 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat peningkatan dari siklus I ke siklus II. Peningkatan hasil belajar dapat dilihat pada pencapaian ketuntasan yang diperoleh siswa. Pada pra siklus, nilai rata-rata 50,38 dengan persentase ketuntasan sebesar 28,57% (6 siswa). Pada siklus I nilai rata-rata 69,76 dengan persentase ketuntasan sebesar 62% (13 siswa). Lalu pada siklus II nilai rata-rata 80,71 dengan persentase ketuntasan sebesar 85,71% (18 siswa) dan pada aktivitas guru pada siklus I mencapai persentase 76,66% dan pada siklus II mencapai persentase 90%. Pada aktivitas siswa siklus I mencapai ketuntasan 63,33% dan pada siklus II mencapai persentase 80% Kesimpulan dari penelitian ini yaitu: model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar Matematika di kelas IV SD Katolik 09 Hati Kudus Manado. Dengan demikian disarankan kepada pihak sekolah dan guru untuk dapat menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam pembelajaran di kelas.
Kata Kunci: Model kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Division) Hasil belajar, Matematika
ANALISIS YURIDIS TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PENGEDARAN MATA UANG PALSU INDONESIA
Tindak Pidana pengedaran mata uang palsu merupakan salah satu permasalahan yang masih sering terjadi di Indonesia hingga saat ini. Pengaturan mengenai pengedaran mata uang palsu diatur dalam Pasal 36 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang dengan sanksi pidana penjara maksimal 15 tahun. Tindak pidana pengedaran mata uang palsu ini tidak jarang disebabkan oleh faktor ekonomi yang rendah dari pelaku ataupun juga terjadi disebabkan kurang efektifnya Undang-Undang tersebut dalam mengatasi peredaran mata uang palsu di Indonesia sehingga dapat menjadi celah bagi para pelaku untuk melakukan tindak pidana. Dilihat masih tingginya terjadi tindak pidana ini, maka dalam penelitian ini penulis menganalisis pelaku tindak pidana pengedaran mata uang palsu dari segi yuridis serta efektifitas Undang-Undang tersebut dalam mengatasi masalah pelaku pengedaran mata uang palsu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif yang pendekatannya dilakukan berdasarkan bahan hukum dengan teknik pengumpulannya dengan cara menelaah peraturan perundang-undangan, keputusan pengadilan, jurnal hukum, dan pendapat para ahli hukum yang relevan sesuai dengan penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa aturan mengenai tindak pidana pengedaran mata uang palsu sangat jelas khususnya analisis yuridis bagi pelaku tindak pidana pengedaran mata uang palsunya, namun efektifitas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang perlu ditinjau kembali sehingga dapat mengatasi masalah pengedaran mata uang palsu di Indonesia.
Kata Kunci: Pelaku, Pengedaran, Mata Uang Pals
TINJAUAN YURIDIS TERHADAP ATURAN REHABILITASI PENGGUNA NARKOTIKA
Pengguna narkotika di Indonesia menurut UU Narkotika seharusnya wajib menjalani rehabilitasi. Rehabilitasi terbagi menjadi dua yaitu rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial. Faktanya adalah para pengguna narkotika masih banyak yang mendapat tindak pidana dan tidak direhabilitasi. Penelitian ini bertujuan untuk para pengguna narkotika agar mendapat rehabilitasi seperti yang tertulis di UU Narkotika. Rehabilitasi adalah suatu upaya untuk memulihkan atau membantu pecandu narkotika untuk hidup sehat secara fisik dan mental sehingga dapat beradaptasi kembali ke lingkungannya. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif yang mengkaji bahan hukum pustaka atau sekunder. Metode pengumpulan data dengan cara studi pustaka. Metode analisis data dalam penelitian ini penulis menggunakan analisis data kualitatif. Pasal 54 UU Narkotika yang menyatakan bahwa para pengguna dan korban penyalahgunaan narkotika wajib menjalani rehabilitasi juga diperjelas pada Pasal 3 ayat (1) Peraturan Kepala Badan Narkotika Nasional Nomor 11 Tahun 2014 tentang Tata Cara Penanganan Tersangka dan/atau Penyalahgunaan Narkotika ke dalam Lembaga Rehabilitasi. Pengguna narkotika dapat menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial. Rehabilitasi medis bagi pengguna narkotika wajib menjalani tahap perawatan, yaitu program rawat inap, program rawat lanjutan, dan program pasca rawat. Sedangkan, rehabilitasi sosial memiliki tahapan-tahapan yang harus dilakukan oleh pasien rehabilitasi, yaitu intake process, orientasi, primary stage, re-entry stage, dan yang terakhir after care stage.
Kata Kunci: Narkotika, Pengguna, Rehabilitasi
ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK PADA NY. N.R DENGAN DIAGNOSIS MEDIS HIPERTENSI DI PANTI WERDHA INA I TONDANO SULAWESI UTARA
Latar Belakang : Lansia merupakan tahapan dari proses kehidupan setiap manusia yang memasuki usia rentang 60 tahun ke atas. Lansia sering dikaitkan dengan penyakit hipertensi dimana penyakit ini disebabkan oleh tekanan darah yang meningkat. Hipertensi yang tidak ditangani akan menyebabkan gagal jantung, stroke, ginjal, hingga kematian. Upaya yang dilakukan oleh perawat gerontik adalah untuk mengatasi penyakit hipertensi dengan memberikan asuhan keperawatan pada lansia.
Tujuan : Mahasiswa mampu melaksanakan asuhan keperawatan gerontik pada klien dengan diagnosis medis hipertensi di Panti Werda Ina I Tondano Sulawesi Utara.
Metode : Pendekatan yang dilakukan melalui asuhan keperawatan yang dilakukan kepada klien berfokus pada pengkajia, perencanaan, pelaksanaan serta evaluasi.
Hasil : Hasil dari asuhan keperawatan yang diberikan selama tiga hari yaitu masalah pertama dengan nyeri akut b/d agen pencidera fisiologi (peningkatan tekanan vaskuler serebral) dapat teratasi. Kemudian pada masalah kedua dengan gangguan presepsi sensori b/d gangguan pendengaran dimana masalah belum teratasi. Ketika yaitu resiko jatuh b/d faktor lanjut usia dapat teratasi.
Kesimpulan : Pada karya tulis ini dapat disimpulkan bahwa masalah keperawatan yanng diberikan ada yang teratasi dan ada juga yang tidak teratasi.
Kata Kunci : Lansia, Hipertensi, Asuhan Keperawatan
Kepustakaan : 8 jurnal, 10 buku, (2019-2022
KEGIATAN KERJA PRAKTIK MAHASISWA FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS KATOLIK DE LA SALLE MANADO PADA KANTOR WILAYAH BADAN PERTANAHAN NASIONAL PROVINSI SULAWESI UTARA
DESAIN PENGEMASAN PRODUK JAHE INSTAN DI SENTRUM AGRARIS LOTTA (SAL) KECAMATAN PINELENG KABUPATEN MINAHASA UTARA
ANALISIS POSTUR TUBUH PEKERJA KONSTRUKSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE RULA DAN REBA DI PT. ARAFURA SURYA ALAM
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis postur tubuh pekerja konstruksi di PT. Arafura Surya Alam menggunakan metode Rapid Upper Limb Assessment (RULA) dan Rapid Entire Body Assessment (REBA). Pekerja konstruksi sering menghadapi risiko yang berkaitan dengan postur tubuh yang tidak ergonomis saat melakukan pekerjaan mereka.
Metode RULA dan REBA digunakan untuk mengevaluasi tingkat risiko yang terkait dengan postur tubuh yang tidak sehat. Penelitian ini melibatkan pengamatan langsung terhadap 6 pekerja konstruksi pada bagian Civil Construction yang terlibat dalam berbagai tugas konstruksi di PT. Arafura Surya Alam. Data diperoleh melalui pengamatan langsung terhadap pekerja selama aktivitas kerja mereka, dengan mengacu pada panduan dan skor penilaian yang telah ditetapkan oleh metode RULA dan REBA.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pekerja konstruksi di PT. Arafura Surya Alam berada dalam kategori risiko tinggi atau sangat tinggi berdasarkan penilaian RULA dan REBA. Beberapa tugas konstruksi seperti mengelas besi, mengangkat semen, pemotongan baja, mencampur semen, mengaduk semen, dan tahap finishing (pengacian), menghasilkan postur tubuh yang tidak ergonomis dan menyebabkan stres fisik yang signifikan pada pekerja.
Berdasarkan temuan ini, disarankan agar PT. Arafura Surya Alam mengimplementasikan program ergonomi yang komprehensif untuk mengurangi risiko cedera yang disebabkan oleh postur tubuh yang tidak ergonomis. Program ini harus meliputi pelatihan ergonomi bagi pekerja, perubahan desain tempat kerja yang lebih ergonomis, dan penggunaan peralatan bantu yang sesuai. Diharapkan langkah-langkah ini akan membantu meningkatkan kondisi kerja dan kesejahteraan pekerja konstruksi di PT. Arafura Surya Alam.
Kata Kunci: Analisis postur tubuh, pekerja konstruksi, metode RULA, metode REBA, ergonomi