UKDLSM Repository (Univ. Katolik De La Salle)
Not a member yet
    3958 research outputs found

    DERADIKALISASI PELAKU TINDAK PIDANA TERORISME SEBAGAI UPAYA PENGHORMATAN HAK ASASI MANUSIA DI INDONESIA

    Get PDF
    Tembak mati ditempat terhadap pelaku tindak pidana terorisme khususnya yang tidak bersenjata masih terjadi hingga saat ini. Seharusnya pelaku tindak pidana terorisme harus melewati proses deradikalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi pengaturan hukum deradikalisasi sebagai upaya pemberantasan tindak pidana terorisme di Indonesia dan pelaksanaan deradikalisasi terhadap pelaku tindak pidana terorisme sebagai upaya penghormatan HAM di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan cara menganalisa data-data yang peneliti kumpulkan dan disajikan secara deskriptif terhadap undang-undang, buku, dan juga jurnal terkait dengan topik yang penulis angkat. Hasil penelitian yang penulis peroleh adalah deradikalisasi telah diatur dalam Undang-undang 5 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Undang-undang No. 15 Tahun 2003 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang No. 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme Menjadi Undang-undang. Berdasarkan Pasal 43A Undang-undang ini, pemerintah wajib melakukan deradikalisasi terhadap pelaku terorisme. Selain deradikalisasi ini dapat dikatakan metode yang efektif dalam memberantas tindak pidana terorisme, deradikalisasi juga merupakan salah satu bentuk penghormatan HAM dalam upaya pemberantasan terorisme. Tetapi pada faktanya tembak mati ditempat terhadap pelaku terorisme masih terjadi. Seperti nasib yang telah diterima oleh dr.Sunardi yang ditembak mati oleh DENSUS 88, kendati beliau tidak bersenjata. Pemerintah, BNPT, dan juga Polri untuk memerhatikan tujuan adanya deradikalisasi sebagai supaya dalam tindakan untuk memberantas terorisme dikarenakan terorisme di Indonesia didasarkan atas radikalisme yang hanya bisa dilawan dengan deradikalisasi. Melawan dengan kekerasan dan bahkan penembakan, tidak akan bisa mengurangi kasus terorisme tapi hanya akan mengakibatkan pelanggaran HAM yang tidak sesuai dengan tujuan awal perancangan deradikalisasi. Pemerintah juga harus memberikkan sanksi terhadap oknum yang tidak mengindahkan program ini. Kata Kunci : Deradikalisasi, Hak Asasi Manusia, Terorisme

    PENGARUH PEER GROUP EDUCATION TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP PENCEGAHAN KEKAMBUHAN GASTRITIS PADA MAHASISWA PAPUA DI ASRAMA RAJA AMPAT DAN ASRAMA TAMBRAUW MANADO

    Get PDF
    Latar Belakang: Gastritis merupakan penyakit yang disebabkan oleh peradangan atau pembengkakan pada selaput lambung yang biasanya kambuh pada penderita atau seseorang yang pernah terdiagnosa. Beberapa faktor kebiasaan yang memicu kekambuhan gastritis antara lain kebiasaan makan yang tidak teratur, mengkonsumsi makanan yang pedas dan asam, sering mengkonsumsi kopi yang berlebihan, kebiasaan merokok dan konsumsi minuman beralkohol, merasa tidak nyaman, merasa mual dan muntah, sakit kepala, kualitas tidur menurun, konsentrasi belajar terganggu, nyeri ulu hati gastritis sangat berpengaruh terhadap hidup seseorang dimana mengakibatkan kualitas hidup seseorang menurun. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh peer group education terhadap pengetahuan dan sikap pencegahan kekambuhan gastritis pada Mahasiswa Papua di Asrama Raja Ampat dan Asrama Tambrauw Manado. Metode: Penelitian ini mengunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan quasy eksperiment non equivalent pre-post test design. Asrama tersebut di Jl. P. Sulawesi, kleak, Kec. Malalayang. Kota Manado, Sulawesi Utara. Hasil: berdasarkan hasil uji statistic menggunakan uji wilcoxon dengan hasil analisis ada pengaruh yang signifikan antara pengetahuan dan ssikap terhadap pencegahan kekambuhan gastriti pada mahasiswa diperoleh p value 0,000 (<0,05). Kesimpulan: Peer group education terhadap pengetahuan dan sikap mahasiswa menggunakan media leaflet. Kata kunci: kekambuhan gastritis, pencegahan gastritis, peer proup education, leaflet. Kepustakaan: 47 jurnal (2015-2023

    EKSPLORASI PERAN PERAWAT SEBAGAI KOLABORATOR DALAM PELAYANAN KESEHATAN: PERSPEKTIF TENAGA KESEHATAN LAINNYA DI RSUD MANEMBO-NEMBO BITUNG

    Get PDF
    Latar Belakang : Pelayanan yang baik, bermutu, dan berkualitas dapat dilakukan jika adanya kolaborasi antar perawat dan tenaga kesehatan lainnya. Kolaborasi yang baik dapat mengurangi masalah keselamatan pasien. Perawat berperan sebagai pemberi asuhan keperawatan, konsultan, kolaborator, pembaharu, advokad, maneger kasus, rehabilitator, serta, pembuat keputusan klinis. Tenaga kesehatan adalah individu yang telah menyelesaikan masa studi pada bidang kesehatan misalnya dokter, ahli gizi, perawat, bidan, dan ahli farmasi. Perawat selama menjalankan perannya sebagai kolaborator masih banyak misskomunikasi yang terjadi, hal tersebut dapat berdampak pasa keselamatan pasien. Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi secara mendalam tentang peran perawat dalam pelayanan kesehatan dengan berkolaborasi bersama tenaga kesehatan lainnya. Metode : Penelitian ini menggunakan desain penelitian fenomenologi deskriptif kualitatif, menggunakan teknik wawancara semistruktur. Penelitian ini dilakukan di RSUD Manembo-Nembo Bitung, informan dalam penelitian ini adalah pasien dan keluarga pasien yang sedang dirawat di RSUD Manembo-Nembo Bitung. Hasil : hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa perawat sudah melakukan perannya dengan baik,namun dalam melakukan perannya sebagai kolaborator masih ada sedikit kekurangan yang terjadi yang diakibatkan kerena komunikasi yang tidak efektif antara perawat dan tenaga kesehatan lainnya. Kesimpulan : Peran perawat sebagai kolaborator akan berjalan dengn baik jika peran perawat sebagai komunikator juga sudah berjalan dengan baik, karena kunci dari sebuah kolaborasi yang baik adalah komunikasi yang efektif antara perawat dan tenaga kesehatan lainnya. Kata Kunci : Eksplorasi, Peran Perawat, Tenaga Kesehatan. Kepustakaan : 5 buku dan 29 jurnal (tahun 2018-2023)

    HUBUNGAN PERILAKU MEROKOK DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI DI DESA KAHUKU KECAMATAN LIKUPANG TIMUR

    Get PDF
    Latar Belakang : Kejadian hipertensi merupakan suatu penyebab terjadinya penyakit kronis yang dapat menyebabkan kematian. Hipertensi adalah salah satu penyakit kardiovaskular yang paling umum dan paling banyak diderita masyarakat. Hipertensi juga merupakan salah satu pintu masuk atau faktor resiko penyakit seperti jantung, gagal ginjal, diabetes, dan stroke. Perilaku merokok dan kejadian hipertensi merupakan masalah yang sering dijumpai dalam kehidupan masyarakat. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara perilaku merokok dengan kejadian hipertensi pada masyarakat di Desa Kahuku Kecamatan Likupang Timur. Metode : Jenis penelitian yang dilakukan menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif dan memakai desain cross sectional. Populasi dari penelitian ini adalah masyarakat Desa Kahuku yang mempunyai riwayat hipertensi dan merokok jumlah sampel yang didapati sebanyak 63 orang berusia 29-53 tahun. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner perilaku merokok 15 pernyataan untuk mengukur perilaku merokok dan lembar observasi untuk mengukur tekanan darah. Hasil : Hasil analisis menggunakan uji chi square menunjukan tidak ada hubungan yang signifikan dengan hasil p-value : 0.491 (p>0.005). Sehingga dari hasil dapat dinyatakan Ho diterima dan Ha ditolak yang artinya tidak ada hubungan antara perilaku merokok dengan kejadian hipertensi Kesimpulan : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan Perilaku Merokok Dengan Kejadian Hipertensi Di Desa Kahuku Kecamatan Likupang Timur. Kata Kunci: Perilaku Merokok, Hipertens

    EKSPLORASI PERSEPSI PERILAKU BULLYING DIKALANGAN MAHASISWA: PERSPEKTIF MAHASISWA DI FAKULTAS KEPERAWATAN UNIKA DE LA SALLE MANADO

    Get PDF
    Introduction: Bullying is the act of using power to harm a person or group of people verbally, physically or psychologically so that the victim feels pressured, traumatized and helpless. Cases of bullying among students and students are also often encountered and we need to get further treatment so that bullying behavior does not occur again, especially among students. Objective: This study aims to reduce the level of bullying behavior among college students Method: The research design is a qualitative descriptive research. The research location was carried out at the Faculty of Nursing Unika De La Salle Manado. The time of research was 14 August-18 August 2023. The population was students from the Faculty of Nursing Unika De La Salle Manado class of 2019 and the samples in this study were 5 students from class 2019. Snowball sampling Results: The results of the thematic analysis regarding student perceptions about preventing bullying behavior among students can be prevented through preventive efforts starting from building self-confidence, the importance of the role of parents and educational institutes regarding things that can be done in order to break the bullying cycle, especially among students Conclusion: Bullying is an act of bullying and oppression that has an impact on a person's physical and mental condition. And by providing education about how to prevent and impact bullying behavior that is appropriate and correct so that it can stop the cycle of bullying among students Keywords: Prevention of Bullying Behavior, Students Literature: Journals and Books (2019-2023

    ANALISIS HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN KEPATUHAN BEROBAT PASIEN GAGAL GINJAL YANG MENJALANI HEMODIALISA DI RSUP PROF. DR. R. D KANDOU MANADO

    Get PDF
    Latar Belakang : Penyakit gagal ginjal kronik (GGK)/Chronic Kidney Disease (CKD merupakan gangguan fungsi ginjal yang terjadi secara progresif dengan terjadinya ketidakseimbangan metabolisme, elektrolit dan cairan. Kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatannya berkontribusi besar terhadap peningkatan status kesehatannya. Kepatuhan pasien dapat dipengaruhi oleh pengetahuan serta sikap, dimana pengetahuan yang dimiliki seseorang menjadi landasan terhadap sikap yang akan diambilnya. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan kepatuhan berobat pasien gagal ginjal yang menjalani hemodialisa. Metode : Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Lokasi penelitian dilaksanakan di RSUP Prof. dr. R D Kandou Manado dengan pengambilan data menggunakan total sampling dengan sampel sebanyak 69 responden. Penelitian ini menggunakan uji spearman rho. Hasil : Hasil analisis menyatakan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kepatuhan berobat dengan p=0,000 dan ada hubungan yang signifikan antara sikap dengan kepatuhan berobat dengan p=0,000. Kesimpulan : Terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan kepatuhan berobat. Kata Kunci : Penyakit gagal ginjal kronik, pengetahuan, sikap, kepatuhan berobat Kepustakaan : 35 Jurnal (2018-2023

    PENGARUH LABA DAN ARUS KAS TERHADAP FINANCIAL DISTRESS (Studi pada Perusahaan Tourism, Restaurant, & Hotel yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2018-2020)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio laba dan rasio arus kas terhadap financial distress. Variabel dependen dalam penelitian ini diukur dengan model Zmijewski. Model ini telah diuji oleh penelitian sebelumnya dan dinyatajan mampu untuk memprediksi financial distress dalam waktu dua tahun. Variabel independen penelitian diukur dengan return on assets ratio dan operating cash flow ratio. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan Tourism, Restaurant, and Hotel yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018 hingga 2020 yang berjumlah 48 perusahaan. Metode yang digunakan dalam pengumpulan sampel adalah purposive sampling dimana didapatkan 84 sampel dari 28 perusahaan. Analisis data yang digunakan untuk penelitian adalah regresi berganda. Metode analisis terdiri dari analisis deskriptif, uji asumsi klasik dan uji hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa rasio laba memiliki pengaruh signifikan terhadap financial distress dan rasio arus kas memiliki pengaruh tidak signifikan terhadap financial distess. Kata kunci: Financial disress, Laba, Arus Ka

    IMPLEMENTASI METODE CERTAINTY FACTOR DAN FORWARD CHAINING UNTUK DIAGNOSIS PENYAKIT PADA ANAK BABI

    Get PDF
    Ternak babi merupakan salah satu usaha yang cukup ekonomis dikarenakan babi merupakan hewan prolific (dapat beranak banyak ) di mana dalam setahun babi induk dapat beranak dua kali. Dalam usaha ternak babi salah satu tujuan utama adalah mendapatkan keuntungan dari penjualan anak babi, selain itu anak babi biasanya akan dirawat beberapa bulan sehingga menjadi babi dewasa yang nantinya dagingnya dapat diolah menjadi berbagai kuliner Dalam penanganan anak babi yang sakit harus dilakukan secepat mungkin agar tidak terjadi kematian dan membuat kerugian pada peternak. Pengetahuan tentang menangani penyakit anak babi masih kurang di kalangan peternak, karena kurangnya pengetahuan dari peternak maka dari itu, diperlukan suatu media yang dapat bertindak sebagai pakar untuk membantu para peternak babi, agar dapat mengidentifikasi penyakit yang dialami oleh anak babi. Sistem pakar dipakai untuk menyelesaikan masalah yang ada sebagaimana yang dilakukan oleh pakar. Pakar yang dimaksud merupakan orang yang mempunyai ilmu dan kemampuan khusus yang dapat menyelesaikan masalah yang tidak dapat diselesaikan orang awam. Salah satu metode yang digunakan dalam sistem pakar adalah Certainty Factor (CF) dan Forward Chaining (FC). Metode FC digunakan pada sistem untuk melakukan pelacakan ke depan. Dengan melakukan penalaran menggunakan fakta-fakta yang telah ada di sistem pakar dan menggunakan premis yang akan disesuaikan dengan aturan yang sudah diberikan. Metode CF metode ini digunakan pada sistem guna memberi pembuktian pada suatu fakta yang dilandasi oleh tingkat keyakinan pakar. Dalam penelitian ini akan menggunakan metodologi Expert System Development Life Cycle (ESDLC) dan bahasa pemrograman yang digunakan adalah Javascript . Dalam memodelkan sistem yang akan dibangun akan menggunakan kakas pemodelan Data Flow Diagram (DFD), Entity Relationship Diagram (ERD), Flowchart Diagram, dan Kamus Data. Hasil dari pengujian Metode Certainty Factor dapat digunakan dalam mendiagnosis penyakit berdasarkan minimal 3 gejala yang diderita anak babi dapat berjalan dengan baik dan hasil diagnosis gejala berdasarkan gejala yang sama antara hasil dari pakar dan aplikasi memiliki akurasi 100%. Kata Kunci : Sistem Pakar, Anak Babi, Forward Chaining , Certainty Factor, Penyakit pada anak babi

    2,917

    full texts

    3,958

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UKDLSM Repository (Univ. Katolik De La Salle)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇