UKDLSM Repository (Univ. Katolik De La Salle)
Not a member yet
3958 research outputs found
Sort by
PERTANGGUNGJAWABAN NEGARA PIHAK TRAKTAT ATAS JATUHNYA OBJEK ANTARIKSA DI WILAYAH NEGARA INDONESIA
ABSTRAK
Kevin Christian Kurniawan, 2025, Pertanggungjawaban Negara Pihak Traktat Atas Jatuhnya Objek Antariksa Di Wilayah Negara Indonesia. Dibimbing oleh Annita T. S. F. Mangundap, S.H., M.H. dan Ricky Th. Waworga, S.H., M.H.
Peristiwa jatuhnya objek antariksa di wilayah suatu negara adalah peristiwa yang dapat menimbulkan sejumlah kerugian bagi negara yang terdampak. Salah satu contohnya adalah peristiwa jatuhnya serpihan Roket Long March 5B milik Cina di wilayah Sanggau, Kalimantan Barat, Indonesia. Outer Space Treaty 1967 telah mengatur bahwa negara peluncur bertanggungjawab atas kerugian akibat objek antariksa baik di permukaan bumi, ruang udara, maupun ruang angkasa. Belum jelasnya informasi mengenai bentuk penyelesaian sengketa yang dapat ditempuh oleh negara-negara yang terlibat dan bentuk pertanggungjawaban negara Cina atas peristiwa tersebut menarik perhatian penulis untuk meneliti permasalahan ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk penyelesaian sengketa internasional akibat jatuhnya objek antariksa di wilayah suatu negara dan mengetahui pertanggungjawaban negara pihak traktat akibat jatuhnya objek antariksa di wilayah negara Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif melalui pendekatan undang-undang dan pengumpulan bahan-bahan hukum melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa negara sebagai subjek hukum internasional diberi kebebasan sesuai kesepakatan bersama untuk memilih bentuk-bentuk penyelesaian sengketa secara damai sebagaimana yang diatur dalam Piagam PBB atau melalui ketentuan dalam Liability Convention 1972 yang dapat dilakukan melalui saluran diplomatik dan pembentukan komisi klaim kerugian. Liability Convention 1972 juga mengatur prinsip tanggung jawab absolut yang dapat diberlakukan kepada negara Cina terhadap negara Indonesia atas peristiwa jatuhnya serpihan Roket Long March 5B tersebut.
Kata Kunci: Objek Antariksa, Pertanggungjawaban Negara, Trakta
PENGARUH STRATEGI HARGA, STRATEGI LOKASI DAN VARIASI MENU TERHADAP KEBERHASILAN USAHA NANNI’S CAFFE
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi harga, strategi Lokasi, dan variasi menu terhadap keberhasilan usaha Nanni’s Caffe di Kota Manado. Latar belakang penelitian didasari oleh peningkatan omzet Nanni’s Caffe selama periode September 2024 hingga Februari 2025 yang menunjukkan adanya strategi bisnis yang berkontribusi terhadap pertumbuhan usaha. Metode penelitian yang digunakan Adalah kuantitatif dengan penyebaran kuisioner kepada 98 responden yang merupakan konsumen Nanni’s Caffe. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling, sedangkan analisis data yang digunakan dilakukan dengan uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, serta regresi linier berganda menggunakan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial strategi harga, strategi Lokasi, dan variasi menu berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberhasilan usaha. Secara simultan, ketiga variabel independent tersebut juga berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan usaha Nanni’s Caffe. Hal ini membuktikan bahwa penerapan strategi harga yang tepat, pemilihan Lokasi yang strategis, serta penyediaan variasi menu yang beragam mampu meningkatkan kepuasan consume, mendorong pembelian ulang, serta menjaga keberlangsungan usaha.
Kata kunci : strategi harga, strategi Lokasi, variasi menu, keberhasilan usaha, Nanni’s Caffe
KEGIATAN KERJA PRAKTIK MAHASISWA FAKULTAS HUKUMUNIVERSITAS KATOLIK DEL LA SALLE MANADO PADA KANTOR PENGADILAN NEGERI/PERIKANAN KOTA BITUNG
RANCANG BANGUN ALAT PENDETEKSI PLAT NOMOR KENDARAAN EXCLUSIVE PARKING BERBASIS IOT
Tempat parkir eksklusif merupakan fasilitas yang disediakan untuk individu tertentu, seperti pejabat atau tamu VIP, dengan tujuan memberikan kenyamanan dan efisiensi dalam parkir. Namun, sering kali terdapat pelanggaran di mana kendaraan yang tidak berhak menggunakan tempat parkir eksklusif, menyebabkan ketidaknyamanan bagi pengguna yang sah. Permasalahan ini diperburuk oleh keterbatasan pengawasan, terutama di area yang luas. Untuk mengatasi hal tersebut, dikembangkan sebuah sistem berbasis Internet of Things (IoT) yang menggunakan teknologi Optical Character Recognition (OCR) dan algoritma You Only Look Once (YOLO) untuk mendeteksi plat nomor kendaraan dan memverifikasi kesesuaiannya dengan daftar kendaraan yang terdaftar. Sistem ini memberikan notifikasi otomatis kepada petugas parkir atau pengelola jika terdapat kendaraan yang tidak terdaftar, sehingga pelanggaran dapat segera ditindaklanjuti. Penggunaan teknologi ini menghasilkan akurasi sebesar 80% dengan presisi sebesar 71% dalam mendeteksi plat nomor kendaraan.
Kata kunci: Parkir eksklusif, IoT, OCR, YOL
PENGARUH BEBAN KERJA, PENILAIAN PRESTASI KERJA DAN PENGEMBANGAN KARIR TERHADAP KINERJA KARYAWAN TAHUNA BEACH HOTEL & RESORT
ABSTRAK
PENGARUH BEBAN KERJA, PENILAIAN PRESTASI KERJA DAN PENGEMBANGAN KARIR TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI TAHUNA BEACH HOTEL & RESORT
VALENSIA IMELDA SIAJAYA [21042007]
Dibimbing oleh:
Dr. Ivonne Angelic Umboh, S.E., M.Si. dan Patricia G. J. Petrus, S.E., M.M.
Kinerja Karyawan adalah hasil kerja yang dicapai oleh seorang karyawan dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Beban Kerja, Penilaian Prestasi Kerja, dan Pengembangan Karir terhadap Kinerja Karyawan di Tahuna Beach Hotel & Resort. Peneliti menggunakan jenis penelitian Metode Kuantitatif dengan menggunakan data dari kuesioner yang telah disebarkan oleh peneliti pada seluruh karyawan di Tahuna Beach Hotel&Resort, pengolahan data kuesioner menggunakan sistem IBM SPSS versi 25 dan menggunakan metode analisis linear berganda sebagai alat analisis data.
Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa secara parsial Beban Kerja dan Penilaian Prestasi Kerja berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Kinerja Karyawan di Beach Hotel & Resort. Pengembangan Karir menunjukkan bahwa secara parsial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan di Beach Hotel & Resort. Secara simultan, ketiga variabel Beban Kerja, Penilaian Prestasi Kerja, dan Pengembangan Karir berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan di Beach Hotel & Resort.
Kata Kunci: Beban Kerja, Penilaian Prestasi Kerja, Pengembangan Karir, Kinerja Karyawa
PENERAPAN HIDROTERAPI RENDAM KAKI AIR HANGAT PADA ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA NY.A.M TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH DENGAN PENYAKIT HIPERTENSI DI DESA RANAAN LAMA KECAMATAN MOTOLING
Latar Belakang: Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi serius yang bisa dialami siapa saja dan dapat menyebabkan kematian. Hipertensi terjadi ketika tekanan darah melebihi batas normal yaitu 1ebih dari 140/90 mmHg, sering kali tidak menimbulkan gejala dan jika tidak segera ditangani dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti stroke, serangan jantung, gagal ginjal, kerusakan organ tubuh lainnya dan berujung pada kematian
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas hidroterapi rendam kaki air hangat terhadap penurunan tekanan darah pada Ny.A.M dengan penyakit hipertensi di Desa Ranaan Lama Kecamatan Motoling.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan menggunakan lembar observasi dan wawancara. Sampel dalam KIAN ini diambil dengan teknik purposive sampling sesuai dengan kriteria yang dipilih oleh peneliti dengan jumlah sampel sebanyak 2 klien dengan riwayat hipertensi
Hasil: Penerapan rendam kaki air hangat yang dilakukan selama 6 hari efektif dalam menurunkan tekanan darah yang dialami klien, hal ini dibuktikan dengan penurunan tekanan darah pada lembar observasi yang digunakan.
Kata Kunci: Hipertensi, Terapi Rendam Kaki Air Hanga
PENGARUH MOTIVASI KERJA, KETERLIBATAN KERJA, DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT. DWI KARYA MITRA PRATAMA
ABSTRAK
PENGARUH MOTIVASI KERJA, KETERLIBATAN KERJA, DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT. DWI KARYA MITRA PRATAMA
GRACEYLA AUXILIA TALOKON [18042028]
Dibimbing oleh:
Dr. Christoforus A. P. Koleangan, S.E., M.M., CSCA, CRA. dan
Patricia G. J. Petrus, S.E., M.M.
Seiring dengan berkembangnya perusahaan yang bergerak di bidang distribusi FMCG, pengelolaan sumber daya manusia yang efektif menjadi kunci untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas kinerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel motivasi kerja, keterlibatan kerja, dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan di PT. Dwi Karya Mitra Pratama. Penurunan kinerja karyawan yang tercatat dalam beberapa periode terakhir menjadi latar belakang penting dari penelitian ini. Peneliti menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada seluruh karyawan perusahaan. Analisis data dilakukan menggunakan teknik regresi linier berganda dengan bantuan program IBM SPSS 24.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja, keterlibatan kerja, dan kepuasan kerja memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan secara parsial. Selain itu, secara simultan, ketiga variabel tersebut juga menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan di PT. Dwi Karya Mitra Pratama. Penelitian ini memberikan rekomendasi bagi perusahaan untuk meningkatkan aspek motivasi, keterlibatan, dan kepuasan kerja guna meningkatkan kinerja karyawan secara keseluruhan.
Kata Kunci: Motivasi Kerja, Keterlibatan Kerja, Kepuasan Kerja, Kinerja Karyawa
TINJAUAN HUKUM TERHADAP PELANGGARAN KEWAJIBAN MELAPOR OLEH NARAPIDANA YANG TELAH BEBAS BERSYARAT
Pembebasan bersyarat merupakan instrumen penting dalam sistem pemasyarakatan di Indonesia yang bertujuan untuk mereintegrasi narapidana ke dalam masyarakat. Program ini mewajibkan narapidana untuk melapor secara berkala kepada Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan Kejaksaan sebagai wujud pengawasan. Namun, dalam praktiknya, ditemukan kasus pelanggaran kewajiban melapor yang mengindikasikan adanya kelemahan dalam mekanisme pengawasan dan koordinasi antarlembaga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya optimalisasi peran dan koordinasi antara Bapas dan Kejaksaan dalam pengawasan, serta mengidentifikasi penerapan sanksi hukum bagi narapidana yang melanggar kewajiban melapor. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan kualitatif. Data dianalisis dengan mengkaji peraturan perundang-undangan seperti Undang-Undang No. 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, Undang-Undang No. 4
Tahun 2021 tentang Kejaksaan, dan Peraturan Menteri Hukum dan HAM No. 7 Tahun
2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Bapas dan Kejaksaan memiliki kewenangan pengawasan yang jelas secara hukum, terdapat kekosongan hukum (legal vacuum) terkait mekanisme koordinasi teknis di antara keduanya. Hal ini menyebabkan pengawasan berjalan parsial dan tidak efektif. Sementara itu, sanksi bagi pelanggar berupa sanksi administratif seperti pencabutan hak Pembebasan bersyarat sesuai Permenkumham No. 7 Tahun 2022 dan KUHP, hingga sanksi pidana jika disertai tindak pidana baru telah diatur, namun efektivitas penerapannya terhambat oleh lemahnya sinergi antarlembaga. Disimpulkan bahwa ketiadaan regulasi teknis yang mengintegrasikan pengawasan menjadi kendala utama dalam menekan angka pelanggaran kewajiban melapor.
Kata kunci: kewajiban melapor, narapidana, pembebasan bersyara
PENYALAHGUNAAN TEKNOLOGI DEEPFAKE UNTUK MEMBUAT VIDEO PORNOGRAFI DITINJAU DARI HUKUM PIDANA
Teknologi deepfake sebagai salah satu hasil temuan manusia dimanfaatkan untuk kebaikan, kemajuan dan peningkatan kehidupan umat manusia. Dapat mengakibatkan petaka apabila disalahgunakan, ini telah termasuk tindak pidana yang perlu dicegah dan ditanggulangi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis secara hukum normatif agar dapat dipahami: 1. Hambatan dalam penyelesaian perkara penyalahgunaan teknologi deepfake dalam pembuatan video pornografi. 2. Penanggulangan penyalahgunaan teknologi deepfake untuk membuat video pornografi ditinjau dari Hukum Pidana. Metode penelitian yang digunakan ialah metode penelitian hukum normatif. Pihak-pihak yang berperan dalam proses penyelesaian suatu perkara pidana yaitu pihak kepolisian, kejaksaan dan hakim pengadilan. Hambatan dalam penyelesaian perkara penyalahgunaan teknologi deepfake untuk pembuatan video pornografi yaitu kepolisian dalam hal penyidikan. Penanggulangan tindak pidana penyalahgunaan teknologi deepfake dalam pembuatan video pornografi dengan cara preventif (pencegahan) dan represif (menindas atau menekan). Masalah penyalahgunaan teknologi deepfake mencakup pengembangan etika teknologi yang lebih ketat, pemantauan teknologi yang lebih cermat, dan regulasi yang lebih baik. Kemampuan dalam mengatasi tantangan serius yang disajikan oleh teknologi deepfake ini adalah langkah yang penting dalam menjaga kepribadian bangsa Indonesia dalam suatu masyarakat yang kesejahteraan adil dan makmur ditengah-tengah era kemajuan teknologi yang semakin canggih dan modern.
Kata kunci: Hukum pidana, pornografi, teknologi deepfak