The National Research and Innovation Agency's Ejournal Portal
Not a member yet
7815 research outputs found
Sort by
PENELITIAN DAN PENGUJIAN KARAKTERISTIK AERODINAMIKA BOM LATIH PERCOBAAN BLP-500 DAN BLP 25
Research and aerodynamic testing of BLP-500 and BLP-25 have been conducted in both subsonic and supersonic wind tunnel. Aerodynamic characteristics such as Cl, Cd, and Cm for these types of bomb we obtained. By knowing the aerodynamic characteristics, the stability and trajectory of the bomb can be determined. Both analytical calculation and real tests in the wind tunnel were performed and compared. The results showed that for its static stability, the location of the centre of gravity of BLP-500 and BLP-25 to be less than 115.1 cm and 31.9 cm respectively
RANCANGAN DAN ANALISA ANTENA DI PERMUKAAN BADAN ROKET
The antenna telemetry is usually placed in the body of LAPAN rocket for the launching campaign, which affected to the quality of radio communication. Especially, such effect increas the antenna overshadow to the surface of body rocket, which not influenced to the aerodynamic of rocket. This antenna was made by using the PCB plate with size of 1 cm width and 1 per 2 also 1 per 4 length for the frequency of 900 MH
PENELITIAN KARAKTERISTIK AERODINAMIKA AEROFOIL SUDU SKEA NELAYAN NILA 80
An economical electric-small-scale wind turbine is intended for an alternative source of energy for fishermans. For the power requirment of wind turbine with the wind condition in Indonesia, an aerofoil research is needed, in particular for the case of SKEA Nelayan Nila 80, with unknown aerofoil data. The focus of the research concentrated on finding aerodynamics characteristic Cl, Cd and Cm for angle of attack regime from 4 to 16 degrees. The result would be used in the modification of existing wind turbine. With limited engineering data, several integrated softwares had been used such as AutoCad 2004, Gambit and fluent 5.2.1 AutoCad was used to digitise aerofoil geometry, gambit was used for grid generation wich then fed into Fluent 5.2.1. for load analysis. The result was quite similiar to N-60 which gives stall angle at around 13 degree-15 degree and Cl per Cd maximum equal 16
Dukungan Masyarakat untuk Pengembangan Ekowisata di Lahan Gambut Kalimantan Tengah: Perspektif Ekonomi, Sosial, dan Lingkungan: Community Support for Ecotourism Development in Central Kalimantan Peatlands: Economic, Social, and Environmental Perspectives
ABSTRACT
Tropical peatlands are ecologically vital for the global ecosystem, but their sustainability depends largely on community involvement. In the Kahayan-Sebangau Peat Hydrology Unit, community support is essential for successful ecotourism development. The community not only benefits from ecotourism but also plays an active role in maintaining the ecosystem. Active participation in planning and implementation ensures long-term ecotourism sustainability while preventing conflicts and environmental degradation. This study examines the economic, social, and environmental factors influencing local community support for ecotourism in Central Kalimantan's peatlands. The study used a mixed methods approach combining qualitative and quantitative data, which was analyzed through partial least squares-structural equation modeling (PLS-SEM). Results show that economic and social impacts significantly affect community support, while environmental impacts moderate this relationship. Positive economic impacts include job creation, increased community income, and improved tourism infrastructure, while social benefits involve stronger community interaction and empowerment programs. However, negative consequences such as uneven development, community conflicts, and environmental degradation also emerged. Data were gathered through interviews and questionnaires from 100 local respondents representing various age groups, education levels, and employment sectors, using a Likert scale. The analysis met convergent and discriminant validity, with loading factor values above 0.708 and average variance extraction (AVE) values over 0.5. The research model met the fit criteria with an SRMR value below 0.1. This study concludes that economic, social, and environmental factors highly influence local community support and that balanced ecotourism development can improve community welfare and environmental sustainability.
ABSTRAK
Gambut tropis memiliki nilai ekologis tinggi bagi ekosistem global, dan keberlangsungannya bergantung pada keterlibatan masyarakat. Dukungan masyarakat merupakan elemen penting keberhasilan pengembangan ekowisata di Kesatuan Hidrologi Gambut (KHG) Kahayan-Sebangau. Tidak hanya sebagai penerima manfaat, masyarakat berperan menjaga ekosistem. Dukungan dapat diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam perencanaan dan pelaksanaan ekowisata. Partisipasi tersebut bermanfaat di bidang ekonomi, sosial, maupun ekologis seperti keberlangsungan ekowisata, mencegah potensi konflik, dan degradasi lingkungan. Penelitian ini meneliti faktor-faktor ekonomi, sosial, dan lingkungan yang memengaruhi dukungan masyarakat lokal terhadap pariwisata ekologis di lahan gambut Kalimantan Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan metode campuran yang menggabungkan data kualitatif dan kuantitatif digunakan, dan dianalisis melalui partial least squares-structural equation modeling (PLS-SEM). Temuan penelitian menunjukkan dampak ekonomi dan sosial berpengaruh signifikan terhadap dukungan masyarakat, ketika dampak lingkungan memoderasi hubungan yang terjadi. Dampak ekonomi positif meliputi peningkatkan lapangan kerja, pendapatan masyarakat, dan pembangunan infrastruktur pariwisata. Secara sosial meliputi peningkatan interaksi dan program pemberdayaan masyarakat. Namun, ada juga dampak negatif seperti pembangunan yang tidak seimbang, konflik antar masyarakat, dan degradasi lingkungan. Data dikumpulkan melalui wawancara dan kuesioner kepada 100 masyarakat lokal, jawaban menggunakan skala Likert dan responden mewakili berbagai kelompok umur, tingkat pendidikan, dan sektor pekerjaan. Analisis menunjukkan validitas konvergen dan diskriminan terpenuhi dengan nilai loading factor >0,708 dan nilai average variance extraction (AVE) >0,5. Model penelitian memenuhi kriteria fit standardization root mean square (SRMR) <0,1. Kesimpulan penelitian bahwa dukungan masyarakat lokal sangat bergantung pada dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan. Mengembangkan ekowisata yang memperhatikan ketiga aspek tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan
Evaluation of the Biophysical and Chemical Conditions of the Aquatic Environment During the Rainy Season to Mitigate the Ecological Disaster of Ciguatera Fish Poisoning (CFP) and Harmful Algal Bloom (HABs) in the Gili Matra Marine Tourism Park-Lombok: Evaluasi Kondisi Biofisikakimia Lingkungan Perairan Pada Musim Hujan Untuk Mitigasi Bencana Ekologi Ciguatera Fish Poisoning (CFP) dan Marak Alga Berbahaya (MAB) di Taman Wisata Perairan Gili Matra-Lombok
Abstrak
Ciguatera Fish Poisoning (CFP) dan fenomena Marak Alga Berbahaya (MAB) yang disebabkan oleh dinoflagellata bentik beracun merupakan salah satu bencana ekologi atau lingkungan yang dapat mengancam kesehatan manusia di kawasan pesisir Indonesia, seperti di kawasan Taman Wisata Perairan (TWP) Gili Matra yang terdiri dari 3 pulau yaitu Gili Meno, Air, dan Trawangan. TWP Gili Matra merupakan pusat wisata bahari dan kawasan konservasi laut di kawasan Nusa Tenggara Barat yang diketahui mengalami tekanan akibat aktivitas manusia dari kegiatan pariwisata dan perikanan yang berdampak negatif kepada ekosistem pesisir, terutama terumbu karang. Kondisi tersebut dapat meningkatkan kelimpahan komunitas dinoflagellata bentik beracun yang berpotensi menyebabkan terjadinya CFP dan MAB di TWP Gili Matra. Untuk itu diperlukan upaya mitigasinya agar risiko bencana ekologi CFP dan MAB dikemudian hari yang selain dapat menyebabkan terjadinya kerusakan ekosistem perairan TWP Gili Matra, tetapi juga kerugian ekonomi yang cukup besar, tidak terjadi. Menurut perhitungan ekonomi para ahli, nilai ekonomi kegiatan pariwisata di TWP Gili Matra, mencapai 26,86 triliun rupiah per tahun. Salah satu upaya mitigasi bencana ekologi CFP dan MAB adalah dengan mengetahui kondisi lingkungan perairan di TWP Gili Matra pada musim hujan. Berdasarkan hasil survei diketahui kondisi biofisikakimia lingkungan perairan pada musim hujan bulan Desember 2022 dan Maret 2024 dalam keadaan yang sangat baik dengan tingkat eutrofikasi sebagai indikator kualitas lingkungan perairan pada tingkat ultraoligotrofik dengan nilai skor TSI (Trophic State Index) 12,9-19,4 (<30) yang mengindikasikan bahwa kesuburan perairan sangat rendah, air jernih, konsentrasi oksigen terlarut tinggi sepanjang tahun dan mencapai zona hipolimnion.
Abstract
Ciguatera Fish Poisoning (CFP) and the phenomenon of Harmful Algal Bloom (HABs) caused by toxic benthic dinoflagellates are one of the ecological or environmental disasters that can threaten human health in coastal areas of Indonesia, such as in the Gili Matra Aquatic Tourism Park (ATP) area which consists of three islands, namely Gili Meno, Air, and Trawangan. ATP Gili Matra is a center for marine tourism and conservation areas in the West Nusa Tenggara region which is known to be under pressure due to human activities from tourism and fisheries activities that have a negative impact on coastal ecosystems, especially coral reefs. This condition can increase the abundance of toxic benthic dinoflagellate communities that have the potential to cause CFP and HABs in ATP Gili Matra. For this reason, mitigation efforts are needed so the risk of CFP and HABs ecological disasters in the future which can not only cause damage to the ATP Gili Matra aquatic ecosystem, but also significant economic losses, does not occur. According to economic calculations by experts, the economic value of tourism activities in ATP Gili Matra reaches IDR 26.86 trillion per year. One of the efforts to mitigate the ecological disaster of CFP and HABs is to understand the condition of the aquatic environment in ATP Gili Matra during the rainy season. Based on the survey results, it is known that the biophysical and chemical conditions of the aquatic environment during the rainy season in December 2022 and March 2024 are in very good condition with the level of eutrophication as an indicator of the quality of the aquatic environment at the ultraoligotrophic level with a TSI (Trophic State Index) score of 12.9-19.4 (<30) which indicates that water fertility is very low, the water is clear, the concentration of dissolved oxygen is high throughout the year and reaches the hypolimnion zone
Alkaline Activated Natural Zeolite as a Microbial Immobilization Media in Anaerobic Digestion for Tapioca Wastewater Treatment: Zeolit Alam Teraktivasi Basa sebagai Media Imobilisasi Mikrobial di Peruraian Anaerobik untuk Pengolahan Limbah Cair Tapioka
Abstrak
Produksi biogas dari limbah cair singkong menawarkan sumber energi yang berkelanjutan, meskipun efisiensinya masih menjadi tantangan. Penggunaan zeolit alami sebagai media untuk mengimobilisasi bakteri anaerob menunjukkan potensi, namun efisiensi proses ini dapat lebih ditingkatkan dengan aktivasi zeolit. Namun, pengetahuan tentang bagaimana zeolit yang diaktifkan secara basa (NaOH) mempengaruhi aktivitas mikroba dan hasil biogas masih terbatas. Dalam penelitian ini, kami menunjukkan bahwa zeolit alam Lampung yang diaktifkan secara basa signifikan meningkatkan produksi biogas dengan menyediakan media imobilisasi yang lebih efektif bagi bakteri anaerob. Analisis Fourier transform infrared spectroscopy (FTIR) mengungkapkan perubahan struktural, dengan pergeseran gelombang Si-O dan Al-O, yang menunjukkan interaksi kimia yang lebih baik setelah aktivasi. Scanning electron microscope-energy dispersive x-ray spectroscopy (SEM-EDX) mengonfirmasi peningkatan kandungan Al dan Na; Al meningkat secara signifikan dari 5,62% menjadi 7,48%, yang menunjukkan peningkatan kandungan Al dalam struktur zeolit setelah aktivasi. Sementara itu, analisis xray diffraction (XRD) mengungkapkan kristalinitas 21% pada zeolit yang diaktifasi, yang menunjukkanpermukaan mendukung untuk perlekatan mikroba. Analisis Brunauer-Emmett-Teller (BET) menunjukkan struktur mesopori (34,335 Å) yang meningkatkan kontak bakteri dengan substrat. Reaktor dengan zeolit yang diaktifkan mencapai puncak produksi biogas sebesar 620 mL, melebihi kontrol karena peningkatan stabilitas mikroba dan pengurangan akumulasi asam lemak volatil (VFA). Hasil ini menunjukkan bahwa zeolit yang diaktivasi secara basa dapat secara signifikan meningkatkan efisiensi sistem produksi biogas dengan meningkatkan imobilisasi mikroba dan stabilitas proses
Abstract
Biogas production from cassava wastewater offers a sustainable energy source, though efficiency remains challenging. Natural zeolite is a promising material for anaerobic bacteria immobilization media. However, there is limited knowledge of how alkaline-activated (NaOH) zeolite affects microbial activity and biogas yield. Here, we show that alkaline-activated Lampung natural zeolite significantly enhances biogas production by providing a more effective immobilization medium for anaerobic bacteria. Fourier transform infrared spectroscopy (FTIR) analysis reveals structural changes, with a shift in Si-O and Al-O vibrations, indicating improved chemical interaction post-activation. Scanning electron microscope-energy dispersive x-ray spectroscopy (SEM-EDX) confirms increased Aland Na content; the Al increased significantly from 5.62% to 7.48%, which may indicate an increase in Al content within the zeolite structure after activation. Meanwhile, the x-ray diffraction (XRD) analysis revealed a 21% crystallinity in the activated zeolite, suggesting a favorable surface for microbial attachment. Brunauer-Emmett-Teller (BET) analysis shows a mesoporous structure (34.335 Å) that improves bacterial contact with the substrate. The reactor with activated zeolite achieved peak biogas production of 620 mL, outperforming the control due to enhanced microbial stability and reduced volatile fatty acid (VFA) accumulation. These results sugest that alkaline-activated zeolite can significantly boost the efficiency of biogas production systems by improving microbial immobilization and process stabilit
ANALISIS HUBUNGAN PARAMETER CUACA TERHADAP KONSENTRASI POLUTAN (PM2.5 DAN CO) DI WILAYAH JAKARTA SELAMA PERIODE WORK FROM HOME (WFH) MARET 2020
Selama ini Jakarta dikenal dengan kota berpolusi dengan indeks pencemaran udara yang cukup tinggi. Salah satu penyebab pencemaran udara adalah polutan partikulat (PM2.5) dan gas CO yang berasal dari pembakaran tidak sempurna. Pada masa pandemi Covid-19, pemerintah menerapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk menekan jumlah penularan virus Covid-19. Jakarta Pusat sebagai salah satu kota yang melaksanakan kebijakan PPKM mewajibkan perkantoran yang ada untuk menerapkan Work From Home (WFH). Jumlah konsentrasi polusi udara PM2.5 pada periode WFH Maret 2020 tidak jauh berbeda dibandingkan lima tahun sebelumnya. Sedangkan konsentrasi CO pada periode yang sama mengalami penurunan dibandingkan lima tahun sebelumnya. Hasil analisis hubungan antara pengaruh parameter cuaca dengan konsentrasi polutan menunjukkan pengaruh parameter cuaca kurang signifikan terhadap konsentrasi PM2.5 dan gas CO. Nilai R-Square adj antara beberapa parameter cuaca terhadap konsentrasi PM2.5 dan konsentrasi CO cukup kecil. Hal ini menunjukkan bahwa pengurangan nilai konsentrasi PM2.5 dan gas CO bukan dipengaruhi oleh parameter cuaca. Faktor lain yang diduga memengaruhi konsentrasi PM2.5 dan gas CO adalah kegiatan manusia seperti WFH sehingga terjadi pengurangan aktivitas masyarakat untuk pergi ke kantor
POLA SPASIAL DAN TEMPORAL JENIS AWAN DI SELATAN INDONESIA BERDASARKAN KANAL IR1 HIMAWARI-8 PADA PERIODE MUSIM HUJAN
Banyak kajian yang telah membahas perkiraan jenis awan atau intensitas curah hujan menggunakan citra satelit cuaca HIMAWARI-8, namun umumnya dalam skala wilayah yang kecil (pada satu kota) dan rentang waktu yang singkat (pengamatan beberapa jam). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola spasial dan temporal jenis awan yang diduga dari kanal IR1 HIMAWARI-8, pada cakupan wilayah yang lebih luas, yaitu di bagian selatan Indonesia (80E-150E;15S-1N), serta pada periode pengamatan lebih lama (musim hujan 2017/2018). Metode Convective Stratiform Technique (CST) dipilih untuk menduga jenis awan Stratiform dan Cumuliform. Hasilnya secara temporal, awan Stratiform lebih dominan muncul pada sore hingga malam hari. Kemudian secara spasial, bagian barat di selatan Indonesia selalu diliputi awan Stratiform dari pagi hingga malam hari. Berdasarkan jumlah awan Cumuliform, puncak musim hujan terjadi pada 21–31 Januari 2018. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa juga jumlah pixel awan Cumuliform berkorelasi kuat (r>0,75) terhadap jumlah pixel citra Global Satellite Mapping of Precipitation Near Real Time (GSMaP) dengan intensitas curah hujan >0,1 mm/jam. Terakhir, penelitian ini memberikan suatu pendekatan baru untuk mengukur akurasi antara jenis awan yang diduga dari kanal IR1 HIMAWARI-8 dengan terjadinya curah hujan di suatu wilayah yang dapat dipakai untuk mengevaluasi fenomena pada skala meso seperti Mesoscale Convective Complex (MCC)
BIOACTIVITY OF ENDOPHYTIC FUNGI EXTRACTS RESIDING IN THE ROOTS OF MISTLETOE (Dendrophthoe pentandra)
Mistletoe (Dendrophthoe pentandra) is a parasitic plant that has traditional medicinal properties. This study examines the endophytic fungi found in mistletoe roots and their bioactivity. Endophytic fungal species are identified using their morphological traits. Potato Dextrose Broth (PDB) medium is utilized for both culture and extraction, with ethyl acetate as a solvent. The antioxidant test employed the DPPH method, whereas the antibacterial test used the paper disc diffusion method. Mistletoe roots yielded four endophytic fungus isolates (BR1–BR4). The findings of morphological study revealed that BR1 (Pythium sp.), BR2 (Trichoderma sp.), BR3 (Fusarium sp.), and BR4 (Mortierella sp.). The endophytic fungus BR4 (Mortierella sp.) had the highest potential antioxidant and antibacterial activities. This endophytic fungal extract has the potential to be a source of novel medications through additional investigation by isolating the pure component and in vivo studies