The National Research and Innovation Agency's Ejournal Portal
Not a member yet
7815 research outputs found
Sort by
PEMILIHAN LOKASI SITUS DI PALEMBANG: TINJAUAN EKOLOGI
Culture is a human effort to adapt to its environment, including in terms of constructing a building or religious site. In constructing a building it is influenced by several factors, for example due to ecological, economic, political and religious factors. Site placement in the Palembang area can be approached from an ecological approach. Based on available data, the archaeological sites in Palembang are all located on the right side of the Musi River. It turns out that based on the altitude of the place, the right side of the river is higher than the left side.
 
POLA-POLA HIAS TOPENG (KEDOK), SUATU KAJIAN FUNGSIONAL
Pola hias kedok (topeng) di Indonesia muncul sejak masa berburu dan mengumpul makanan tingkat lanjut (epipaleolitik) (Van Heekeren, 1972). Munculnya pahatan kedok pada masa tersebut ditandai dengan bentuk-bentuk muka manusia yang digambarkan pada ceruk-ceruk gua karang
SUMBER DAYA FAUNA, AKTIVITAS PERBURUAN, DAN PEMANFAATAN BINATANG PADA KALA PASCA PLESTOSEN DI JAWA TIMUR
Kala Pasca Plestosen dimulai kira-kira 10.000 tahun yang lalu, setelah berakhirnya masa glasial terakhir. Berakhirnya masa glasial tersebut menyebabkan beberapa perubahan yang cukup penting. lklim menjadi lebih panas, terjadi pengurangan biomassa hutan, pengeringan danau-danau, dan meluasnya padang pasir di Australia, Afrika, Timur Tengah, India, dan Amerika Selatan (Bellwood, 1985: 33). Zona vegetasi dan hutan-hutan di belahan bumi utara bergeser ke arah utara dan terjadi kenaikan permukaan garis pepohonan di gunung-gunung di seluruh dunia (Lamb, 1928: 27). Berbagai jenis fauna, terutama yang berukuran raksasa, mengalami kepunahan atau proses pengkerdilan (Jazanul Anwar dkk, 1984: 44-45; Bellwood, 1985: 36-37). Sementara itu, semua daratan yang semula terbentuk karena turunnya permukaan air laut kemudian tergenang kembali oleh laut, termasuk di antaranya paparan Sunda dan Sahul (Soejono, 1984: 126)
GUA SONG AGUNG DI PACITAN: STUDI PENDAHULUAN TENTANG TEMUAN DAN MASA HUNIANNYA
Sebagian besar situs arkeologi di daerah Pacitan, Jawa Timur terletak di Kecamatan Punung. Di daerah ini ditemukan artefak-artefak yang hampir mewakili seluruh periodisasi prasejarah di Indonesia. Temuan alat-alat batu paleolitik ditemukan di Kali Baksoka, dan beberapa sungai di daerah Tabuhan. Temuan-temuan dari masa yang lebih muda di temukan pula di lembah Kali Baksoka, Ngrijangan, Teleng dan Gua Songterus di Tabuhan
PANDANGAN LAIN TENTANG KEPURBAKALAAN DI PULAU SELAYAR: TINJAUAN TENTANG MASA KLASIK DAN PROSES ISLAMISASI
Dewasa ini Pulau Salayar menjadi Daerah Tingkat II di Propinsi Sulawesi Selatan. Sejak abad XIV pulau itu sudah dikenal dalam percaturan perekonomian. Dalam naskah Lontara, pulau itu juga disebut Gantaran yang menurut pelafalan setempat menjadi Gantarang. Nama Gantaran adalah nama tempat di pulau itu yakni Gantarankeke dan Gantaranlalangbata. Pusat pemerintahannya terdapat di ibu kota yang bernama Benteng. Nama kota tersebut amat menarik untuk di teliti sebab termasuk kota tua. Dalam Laporan VOC, nama Benteng sering disebut bahkan pernah menjadi tempat kedudukan cabang VOC