The National Research and Innovation Agency's Ejournal Portal
Not a member yet
7815 research outputs found
Sort by
INTERNATIONAL STANDARD SERIAL NUMBER (ISSN)
Kode identifikasi yang jelas untuk terbitan berkala sangat diperlukan. ISSN (International Standard Serial Number) merupakan nomor identifikasi yang diperlukan untuk memudahkan pengelolaan terbitan berkala dan penemuan kembali informasi dalam pangkalan data elektronis. Dalam pelaksanaannya, sebelum mendapatkan ISSN penerbit terbitan berkala wajib mengikuti persyaratan-persyaratan yang berlaku. Salah satunya menerapkan aturan yang terdapat pada "Pedoman Ringkas Cara Penyajian Terbitan Berkala". Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas terbitan berkala Indonesia
MAJALAH BACA DI MATA PERS UMUM: SUATU ANALISIS
Majalah BACA mendapatkan penghargaan khusus !SAl 1998, karena majalah ini konsisten dalam mengkaji berbagai perma salahan dibidang perpustakaan, dimana masalah tersebut memang jarang diungkap oleh pers. Umum. Majalah ini sejak awa/ berdirinya lebih ditujukan sebagai sarana penunjang program penelitian, pendidikan, dan pengajaran guna meningkatkan kegiatan perpustakaan, dokumentasi, dan informasi diIndonesia. 0/eh karena itu sasaran majalah ini jelas sangat berbeda dengan penerbitan pers umum. Melihat dari hasi/ penilaian tim juri penghargaan tersebut majalah BACA, jelas sekali ter/ihat perbedaan diatas. Majalah ini dinilai cukup konsisten dalam menempatkan kebijakan redaksionalnya, walaupun sebenarnya majalah diatas telah mengalami perubahan wajah lebih dari empat kali, dengan struktur isi yang berubah ubah. Namun demikian majalah tersebut tetap konsisten dalam mengulas berbagai berita di bidang perpustakaan dokumentasi,dan injormasi. Tetapi, majalah BACA masih dinilai kurang menempatkan porsi yang seimbang dalam setiap /iputannya, baik antara tema, artikel maupun opini
SATU DASAWARSA PERTAMA PERJALANAN PDIN-LIPI
Kita telah membaca tentang satu dasawarsa menjelang kelahiran PDIN tulisan Kepala Pusat Dokumentasi Informasi Ilmiah (PDII) dalam rangka 31 tahun PDII-LIPI yang dimuat dalam Baca vol.XXI no. 1-2 Juni 1996 sebagai topik utama. Tulisan ini bermaksud untuk melanjutkan tulisan tersebut di atas yaitu perkembangan PDIN dari awal berdirinya sampaiberusia sepuluh tahun. Kemudian perkembangan pada sepuluh tahunberikutnya diharapkan dapat dimuat pula dalam majalah BACA yang terbitmendatang. Mudah-mudahan sebelum menginjak usia yang ke 40 dapat diterbitkannya suatu monografi yang utuh tentang PDII-LIPI kelak.Seperti halnya pada terbitan terdahulu informasi diperoleh terutama dari rekaman peristiwa dalam terbitan berkala Berita MIPI yang kemudian menjadi Berita LIPI (1965-1975). Dengan Keputusan Menteri UrusanResearch Nasional no. 1 07/M/Kpts/Str/65. Bagian Dokumentasi MIPI menjadi Pusat Dokumentasi Ilmiah Nasional (PDIN), menempati gedung perumahan Siti Nuraini sebagai kantor se1uas 1.008 m2 di Jalan Raden Saleh no. 43, Jakarta Pusat
PELAYANAN PRIMA SEBAGAI STRATEGI PEMASARAN JASA DOKUMENTASI, INFORMASI, DAN PERPUSTAKAAN
Artikel menguraikan konsep pelayanan prima yang diterapkan pada unit dokinfopus agar mampu memuaskan pengguna, meningkatkan daya saing, dan pengakuan dari induk organisasi. Uraian meliputi pengenalan konsep pemasaran, pelayanan prima, dukungan teknologi informasi dan disertai contoh produk pelayanan prima seperti kartu multifungsi elektronik, kios informasi, layanan internet, dan keberadaan petugas yang andal. Dijelaskan etos kerja pustakawan dan cara rekruitmen yang seharusnya dilaksanakan oleh suatu unit dokinfopus
SUMBER-SUMBER INFORMASI INDONESIA DAN PENGEMBANGAN PANGKALAN DATA DI INTERNET
Pendayagunaan sumber-sumber informasi Indonesia merupakan sumberdaya yang sangat strategis untuk menunjang aktifitas pembangunan di Indonesia. Kemudahan akses informasi di skala nasional sangat didambakan oleh kalangan ilmuwan,peneliti,dosen, mahasiswa dan masyarakat umum akan potensi informasi lokal yang mudah ditelusur lewat media digital seperti : laporan penelitian, karya ilmiah, skripsi, tesis atau disertasi yang dihasilkan oleh bangsa Indonesia sendiri. Dengan mudahnya akses informasi lokal tersebut diatas akan memudahkan untuk mengikuti perkembangan iptek secara menyeluruh melalui suatu media yang mudah diakses dan dikombinasikan, dimana hanya dengan memasukkan kata kunci tertentu kita dapat mengetahui judul dan abstrak misalnya penelitian bidang tertentu yang dilakukan oleh lembaga penelitian A,B sampai Z dan apa yang sudah dikerjakan oleh perguruan tinggi, dll
PENGALAMAN MENGOLAH BAHAN BUKAN BUKU DOKUMENTASI BERITA "SEPUTAR INDONESIA" DI RCTI
Kehadiran bahan pustaka non-book materials (bahan bukan buku) di perpustakaan memperkaya koleksi bahan pustaka dan memungkinkan perpustakaan memberikan pelayanan yang lebih beragam kepada para pemakai jasanya
The Effect of Current Density on The Surface Morphology in the Thin Coating Process of Nickel on Zr-2 Using the Electroplating Method
After the Fukushima-Daiichi reactor accident in 2011, one of the research and development focuses of nuclear fuel worldwide has been on coatings for Enhanced Accident Tolerant Fuels (EATF). Chromium (Cr) coatings are considered suitable due to their high oxidation resistance; however, Cr has limitations, particularly its poor diffusion on certain materials such as zirconium (Zr). Nickel coatings are therefore used as an interlayer to overcome the diffusion problem of chromium on zirconium substrates. Several surface coating methods are available, such as physical vapor deposition (PVD), chemical vapor deposition (CVD), high velocity oxygen fuel (HVOF), detonation gun (D-Gun), and electroplating. Electroplating was chosen in this study because of its high productivity, simple equipment, and low cost. The purpose of this research was to investigate the effect of current density on the surface morphology in the electroplating of Zr-2 with nickel. Electroplating is a process in which metal ions in an electrolyte solution are driven by an electric field to deposit onto a material. The electrolyte solution used in this study consisted of 200 g/L NiSO₄·6H₂O as the nickel source, 35 g/L NiCl₂·6H₂O as the activator, and 30 g/L H₃BO₃ as the pH buffer. The current densities applied were 0.015 A/cm², 0.025 A/cm², and 0.05 A/cm². After deposition, hardness tests were conducted, and the surface morphology was examined using SEM and EDS. The results showed that increasing the current density led to larger average nickel grain sizes, namely 4.68 μm, 6.19 μm, and 6.84 μm, as well as larger pore areas on the surface, namely 6.5 μm², 20.85 μm², and 27.98 μm². Micro-Vickers hardness tests indicated that higher current density increased hardness values, measured at 163.48 HV, 178 HV, and 234.25 HV, respectively. Cross-sectional SEM analysis revealed that the coating produced at a current density of 0.015 A/cm² showed better quality compared to higher current densities. This was evidenced by smaller pore areas, thinner coating thickness (7.44 μm compared to 19.17 μm and 8.42 μm), and the absence of defects at the coating–substrate interface, which were observed at 0.025 and 0.05 A/cm². To achieve thickness values closer to calculations, uniform spacing between the cathode and anode as well as the use of a fresh electrolyte solution are recommended. The use of a nickel interlayer can be a promising option to improve the surface performance of Zr-2.
Gambar Cadas Leang Ulu Tedong: Variasi Motif Dan Relasinya Dalam Konteks Gambar Cadas Maros-Pangkep
Penelitian arkeologis mengenai gambar cadas di Pulau Sulawesi telah mengungkapkan bahwa gambar tersebut telah dibuat sejak puluhan ribu tahun yang lalu. Lebih jauh penelitian tersebut telah mengubah pemahaman kita terkait ekspresi seni manusia yang telah hadir sekurang-kurangnya 51.200 tahun yang lalu. Salah satu situs di kawasan karst Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan yang menyimpan bukti gambar cadas adalah Leang Ulu Tedong. Penelitian ini berupaya untuk mengeksplorasi variasi gambar cadas yang terdapat di situs ini. Penelitian ini bersifat deskriptif-kualitatif dan dilaksanakan melalui tahapan yang meliputi perumusan penelitian, implementasi, pengumpulan data, pengolahan data, analisis data, interpretasi dan diakhiri dengan publikasi hasil penelitian. Hasil penelitian ini mengungkapkan berbagai variasi temuan arkeologis yang ditemukan di situs tersebut termasuk cangkang kerang serta fragmen tulang, fragmen gerabah, dan puluhan gambar cadas. Sementara itu, gambar cadas yang ditemukan menggambarkan motif manusia, hewan (ikan, penyu, dan hewan yang tidak dapat diidentifikasi), perahu, geometris, dan motif abstrak. Penelitian ini mengungkapkan bahwa sejumlah gambar yang ditemukan memiliki hubungan erat dengan wilayah perairan. Lebih lanjut, berdasarkan karakter gambar, teknik pembuatan, serta kandungan temuan permukaan situs, gambar di situs ini sangat mungkin dibuat pada periode muda dan berkaitan dengan masyarakat berbasis maritim
Bandar Niaga di Perairan Maluku dan Perdagangan Rempah-Rempah
Kepulauan Maluku telah dikenal dalam jaringan perdagangan di Nusantara sejak masa lampau. Wilayah ini masuk dalam jaringan perdagangan karena merupakan sumber utama komoditi rempah-rempah khususnya cengkih dan pala. Berbagai catatan historis yang ada telah memberikan konfirmasi bahwa komoditi yang dihasilkan dari wilayah ini telah diperdagangkan hingga ke Eropa dan tempat-tempat lain di dunia. Tulisan ini membahas tentang jalur perdagangan dan pelayaran dalam konteks perdagangan rempah-rempah, bandar-bandar niaga di perairan Maluku, serta kehancuran peran perdagangan rempahrempah di Maluku
Perkembangan Islam di Pulau Ambalau: Kajian atas Data Arkeologi dan Tradisi Makam Islam Berundak
Kajian terhadap perkembangan Islam salah satunya menyangkut apek karakteristik Islam dapat dilihat melalui lensa arkeologi berdasarkan temuan artefak maupun fitur. Dalam aspek budaya material tersebut, dapat memperlihatkan perkembangan nilai budaya yang terkandung dalam konteks sistem dan transformasi nilai budaya sejak masa lampau hingga kini. Data arkeologi yang menunjukkan karakter megalitis hingga data arkeologi Islam serta tradisi keagamaan yang berlaku pada mayarakat Ambalau, memberikan gambaran tentang perkembangan religi mayarakat lokal sejak kepercayaan atau religi masa prasejarah hingga munculnya Islam. Dari data arkeologi dan tradisi yang masih bertahan, memberikan gambaran bahwa agama Islam berkembang dengan tetap mengakomodir kepercayaan lokal yang berbasis pada kepercayaan terhadap leluhur. Bentuk makam kuno berundak, adalah salah satu wujud material budaya yang menggambarkan bahwa masyarakat sangat menghormati leluhur