3121 research outputs found
Sort by
Pengukuran Kinerja Keuangan Perusahaan Menggunakan Analisis Rasio Likuiditas, Solvabilitas, Aktivitas, dan Profitabilitas (Studi Kasus PT. Adhi Karya (Persero) Tbk Periode Tahun 2021–2024): Measurement Of Company Financial Performance Using Liquidity, Solvency, Activity, and Profitability Ratio Analysis (Case Study PT. Adhi Karya (Persero) Tbk for the Period of 2021–2024)
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja keuangan PT. Adhi Karya (Persero) Tbk selama periode 2021–2024 menggunakan analisis rasio keuangan, yang meliputi rasio likuiditas, solvabilitas, aktivitas, dan profitabilitas. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui laporan keuangan dari situs resmi perusahaan dan Bursa Efek Indonesia. Hasil analisis menunjukkan bahwa rasio likuiditas berada di bawah rata-rata industri, menandakan perusahaan mengalami kesulitan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek. Rasio solvabilitas berada di atas standar industri, menunjukkan ketergantungan tinggi pada utang untuk mendanai operasional, yang berpotensi meningkatkan risiko keuangan. Pada rasio aktivitas, perputaran piutang, persediaan, dan pemanfaatan aset belum optimal, mengindikasikan efisiensi pengelolaan sumber daya yang rendah. Sementara itu, rasio profitabilitas juga menunjukkan hasil yang kurang memuaskan, dengan margin laba bersih serta pengembalian investasi dan ekuitas yang rendah. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa kinerja keuangan PT. Adhi Karya (Persero) Tbk selama periode yang dikaji berada dalam kondisi yang kurang sehat dan memerlukan perbaikan strategis di berbagai aspek keuangan
Analysis of Solvency and Profitability on the Financial Health of PT Bank Syariah Indonesia Tbk for the Period 2021–2024: Analisis Solvabilitas dan Profitabilitas Terhadap Kesehatan Bank pada PT Bank Syariah Indonesia Tbk Periode 2021-2024
The banking sector plays a crucial role in supporting national economic stability by mobilizing public funds and channeling them to productive activities. PT Bank Syariah Indonesia Tbk, the largest Islamic bank in Indonesia formed through the merger of three state-owned Islamic banks, requires an assessment of its financial soundness during its early operational period. This study aimed to evaluate the financial health of PT Bank Syariah Indonesia Tbk from 2021 to 2024 using solvency and profitability ratios. Solvency was measured by the Capital Adequacy Ratio (CAR) and Debt to Asset Ratio (DAR), while profitability was assessed using the Net Interest Margin (NIM) and Return on Equity (ROE). The study employed a quantitative descriptive method with purposive sampling, using secondary data from the bank’s annual financial reports. The results indicate that CAR remained in the "very healthy" category for four consecutive years, reflecting strong capital adequacy. DAR showed an increasing trend but stayed within the "very unhealthy" to "unhealthy" categories, indicating that the funding structure is not yet optimal. NIM was classified as very healthy, despite a slight decline in efficiency over the last two years, while ROE showed a positive trend, moving from "less healthy" to "moderately healthy." Overall, the financial condition of PT Bank Syariah Indonesia Tbk demonstrates good stability with potential for sustainable growth following the merger
Pengaruh Pengalaman Kerja, Tingkat Pendidikan, dan Pemahaman Akuntansi pada Efektifitas Penggunaan Sistem Informasi Akuntansi di LPD Kecamatan Kuta Utara: The Influence of Work Experience, Education Level and Accounting Understanding on the Effectiveness of Using Accounting Information Systems at LPD in North Kuta District
Berdasarkan rumusan masalah yang telah disusun, tujuan penelitian ini adalah untuk menguji dan memperoleh bukti empiris mengenai pengaruh pengalaman kerja, tingkat pendidikan, dan pemahaman akuntansi terhadap efektivitas penggunaan Sistem Informasi Akuntansi (SIA). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan lokasi penelitian pada seluruh Lembaga Perkreditan Desa (LPD) di Kecamatan Kuta Utara. Objek penelitian meliputi variabel pengalaman kerja, tingkat pendidikan, dan pemahaman akuntansi yang diduga memengaruhi efektivitas penggunaan SIA. Analisis deskriptif dilakukan untuk menggambarkan karakteristik responden berdasarkan usia dan jenis kelamin, serta deskripsi masing-masing variabel penelitian seperti pengalaman kerja, tingkat pendidikan, pemahaman akuntansi, kecanggihan teknologi, dan partisipasi manajemen. Selanjutnya, analisis regresi linier berganda digunakan untuk menguji pengaruh ketiga variabel independen tersebut terhadap efektivitas penggunaan SIA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas SIA. Artinya, semakin lama pengalaman kerja seseorang, semakin tinggi pula kemampuannya memahami proses akuntansi dan sistem yang digunakan, sehingga efektivitas SIA meningkat. Tingkat pendidikan juga berpengaruh positif signifikan, yang menunjukkan bahwa individu dengan pendidikan lebih tinggi cenderung memiliki pemahaman teoritis dan konseptual yang lebih baik terhadap sistem akuntansi. Selain itu, pemahaman akuntansi terbukti memberikan kontribusi signifikan pada efektivitas SIA. Semakin tinggi pemahaman seseorang mengenai konsep dan prinsip akuntansi, semakin optimal kemampuannya dalam mengoperasikan dan memanfaatkan SIA secara efektif. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi dan pendidikan akuntansi untuk memaksimalkan pemanfaatan sistem informasi di LPD
Ritual Communication in the Magibung Tradition in Mataram City, West Nusa Tenggara Province: A Study of Hindu Religious Symbols
Indonesia, as a country rich in culture, has thousands of traditions, one of which is the megibung tradition inherited by Hindus in the city of Mataram. This tradition is not merely a communal dining activity, but is also filled with symbols and meanings that reflect the values of togetherness, spirituality, and the relationship between humans and God, fellow humans, and nature. This study aimed to identify the forms of ritual communication contained in the megibung tradition and to understand the meanings of the Hindu symbols within it. The research employed a qualitative method with a phenomenological approach, as this approach allowed the researcher to deeply understand the experiences and meanings perceived by the community. Three theories are used to strengthen the analysis, namely symbolic interactionism, communicative action theory, and phenomenology. These three theories are interrelated and capable of explaining the dynamics of communication, symbols, and collective actions that occur in the megibung tradition. Research data were collected through observation, interviews, and documentation. The results showed that ritual communication in the megibung tradition is reflected through the offering process and the sense of togetherness in the communal meal. The symbols used contain spiritual messages, social ethics, and cultural values, which are important for the Hindu community in Mataram to understand and preserve
Green Business Readiness in Rural Bali: Community Perceptions and Sustainability Potentials in Tourism-Energy Nexus : Kesiapan Bisnis Hijau di Pedesaan Bali: Persepsi Masyarakat dan Potensi Keberlanjutan dalam Kesalingbergantungan Energi - Pariwisata
Studi ini menyelidiki kesiapan empat desa pedesaan Bali — Banjarasem, Blimbingsari, Bongan, dan Bantas — untuk mengadopsi praktik bisnis hijau, khususnya di sektor pariwisata dan energi. Tujuan utamanya adalah untuk menilai persepsi lokal, struktur ekonomi, permintaan energi, dan hambatan yang ada untuk pembangunan berkelanjutan. Memanfaatkan data survei di tingkat masyarakat, penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif untuk mengumpulkan wawasan tentang keadaan desa saat ini dan potensi masa depan. Hasilnya mengungkapkan minat masyarakat yang signifikan pada energi terbarukan, khususnya panel surya (PV), di samping meningkatnya kesadaran akan peluang pariwisata hijau.Hambatan kritis yang diidentifikasi termasuk kendala keuangan dan kurangnya pengetahuan yang komprehensif mengenai model bisnis hijau. Sebagai kesimpulan, meskipun ada beberapa kepentingan dasar, mengatasi hambatan ekonomi dan pendidikan ini sangat penting untuk keberhasilan integrasi bisnis hijau. Penelitian ini berkontribusi dengan memberikan penilaian terperinci tentang lanskap bisnis hijau pedesaan Bali, menawarkan wawasan yang dapat ditindaklanjuti bagi pembuat kebijakan untuk mengembangkan intervensi yang ditargetkan, insentif keuangan, dan program pendidikan yang selaras dengan kondisi sosial-ekonomi lokal dan tujuan lingkungan, sehingga mendorong pembangunan berkelanjutan. 
Pengaruh Fasilitas, Lingkungan Kerja, dan Pelatihan Kerja terhadap Kinerja Karyawan di The Oberoi Beach Resort Bali: The Influence of Work Facilities, Work Environment, and Job Training on Employee Performance at The Oberoi Beach Resort Bali
The Oberoi Beach Resort Bali merupakan perusahaan di bidang pariwisata yang menghadapi permasalahan kinerja karyawan, yang dipicu oleh kurang optimalnya fasilitas kerja, lingkungan kerja, dan pelatihan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fasilitas kerja, lingkungan kerja, dan pelatihan kerja terhadap kinerja karyawan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik sensus terhadap 95 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan SPSS 21.00 dengan analisis deskriptif, uji asumsi klasik, regresi linear berganda, uji t, dan uji F. Hasil deskriptif menunjukkan bahwa kinerja karyawan berada pada kategori baik (rata-rata 3,83), begitu pula dengan fasilitas kerja (4,16), lingkungan kerja (4,19), dan pelatihan kerja (4,31). Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa secara parsial, fasilitas kerja (X1), lingkungan kerja (X2), dan pelatihan kerja (X3) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (Y), masing-masing dengan koefisien regresi sebesar 0,355; 0,328; dan 0,282. Secara simultan, ketiga variabel tersebut juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja, dibuktikan dengan nilai F-hitung 105,621 > F-tabel 2,70 dan signifikansi < 0,05. Persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = 2,730 + 0,355X1 + 0,328X2 + 0,282X3. Hasil analisis determinasi menunjukkan bahwa ketiga variabel independen memberikan kontribusi sebesar 77,2% terhadap kinerja karyawan
Launching Produk Olahan dari Buah Siwalan menjadi Pangan Ringan (Keripik) dan Kreasi Minuman Campuran Bold
Tanaman siwalan dinyatakan sebagai tanaman serbaguna karena memiliki manfaat di semua bagian pohonnya. Bagian daun, buah, dan bunga merupakan bagian yang sering dimanfaatkan oleh masyarakat. Bunga lontar dapat dimanfaatkan dalam pembuatan minuman yang disebut Legen atau Nira. Daun lontar dapat dimanfaatkan dalam pembuatan kerajinan tradisional seperti alat musik sasando. Buah lontar dapat dimanfaatkan dalam pembuatan obat tradisional. Maka dari itu terbitlah suatu olahan produk makanan dan minuman dari buah lontar. Pengerjaan Proyek Tugas Akhir (PTA) ini menggunakan dua metode yaitu: 1. Metode kuantitatif dinyatakan dalam satuan hitung yang diperoleh dari kuesioner. 2. Metode kualitatif didapatkan dari pengumpulan data melalui dokumentasi, kuesioner, observasi, serta wawancara. Hasil dari pelaksanaan proyek tugas akhir adalah terciptanya produk olahan keripik dan kreasi minuman campuran dari buah siwalan yang diberi nama Borabel Chips dan Borabel Drink
Inovasi Pariwisata Kuliner: Pemanfaatan Biji Bunga Matahari untuk Isian Cokelat dan Produk Olahan Susu
Penelitian ini bertujuan mengolah biji bunga matahari (Helianthus annuus) sebagai alternatif pangan sehat berupa susu nabati “Milky Sunshine” dan isian coklat “Chocho Sun” untuk mendukung inovasi pariwisata kuliner. Tren konsumsi pangan nabati meningkat karena kandungan protein, lemak sehat, dan antioksidan, namun pemanfaatannya masih terbatas di masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif melalui studi literatur, uji coba produk, serta penyebaran kuesioner kepada 32 responden generasi muda. Proses pengolahan meliputi perendaman, blending, penyaringan, pasteurisasi, dan tempering. Hasil menunjukkan coklat dengan tambahan biji bunga matahari memiliki tekstur crunchy, sedangkan susu menghasilkan cita rasa khas biji bunga matahari. Evaluasi sensoris meliputi rasa, tekstur, aroma, warna, dan kemasan; produk coklat dinilai enak (62,5%), bertekstur sesuai (56,26%), berwarna menarik (62,5%), dan kemasan menarik (59,37%), sedangkan produk susu dinilai enak (53,12%), bertekstur pas (50%), berwarna menarik (53,12%), dan kemasan menarik (62,5%). Mayoritas responden menilai harga kedua produk tergolong murah (78,1% untuk coklat, 87,5% untuk susu). Pada acara launching, 81,3% responden menilai sangat baik, 84,4% menilai tempat nyaman, 87,5% menyatakan acara berjalan baik, dan 93,8% merasa puas. Kesimpulannya, inovasi berbasis biji bunga matahari ini berpotensi membuka peluang usaha UMKM, mendukung ketahanan pangan, serta memperkuat Bali sebagai destinasi pariwisata kuliner kreatif dan berkelanjutan
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemanfaatan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) tentang Pemantauan Tumbuh Kembang Balita di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Tabanan III
Balita merupakan periode penting yang akan menentukan masa depan anak. Pemantauan tumbuh kembang merupakan upaya yang dilakukan untuk mencegah terjadinya gangguan pertumbuhan dan perkembangan. Salah satu strategi pemerintah agar setiap petumbuhan dan perkembangan balita dapat terpantau walaupun dalam keadaan pandemi adalah dengan memanfaatkan buku KIA. Terdapat 1004 balita (87,3%) dari 1150 balita yang memiliki buku KIA di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tabanan III namun tidak terdapat data sejauh mana pemanfaatannya oleh ibu balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan buku kesehatan ibu dan anak pada ibu balita tentang pemantauan tumbuh kembang di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Tabanan III. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis analitik kolerasi dan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 62 orang. Pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik non-probability sampling melalui teknik pengambilan sampel yaitu aksidental sampling. Penelitian menggunakan analisis chi square. Hasil penelitian menunjukkan faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan buku kesehatan ibu dan anak yaitu pengetahuan (p-value 0,041), sikap (p-value 0,000), dukungan petugas kesehatan (p-value 0,000), dan dukungan keluarga (p-value 0,000). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara pengetahuan, sikap, dukungan petugas kesehatan, dan dukungan keluarga terhadap pemanfaatan buku kesehatan ibu dan anak tentang pemantauan tumbuh kembang balita di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tabanan III
Hubungan Kelas Ibu Hamil Serasi dan Non Serasi dengan Tingkat Pengetahuan, Status Gizi, dan Kunjungan K4 di UPTD Puskesmas Torue
Kelas ibu hamil merupakan bentuk kelompok belajar yang memberikan edukasi atau penyuluhan kesehatan ibu hamil pada usia kehamilan 4 minggu hingga 36 minggu menjelang persalinan. UPTD Puskesmas Torue telah mengembangkan kelas ibu hamil dengan nama SERASI (sehat, rajin dan berseri). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan, status gizi, dan kunjungan K4 ibu hamil antara Kelas Ibu Hamil Serasi dan non Serasi di UPTD Puskesmas Torue. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain case control. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 80. Variabel pada penelitian ini adalah kelompok kelas ibu hamil yang terdiri dari kelas ibu hamil serasi dan kelas ibu hamil non serasi, tingkat pengetahuan, status gizi, kunjungan K4 di masing-masing kelas ibu hamil yang kemudian dianalisa dengan menggunakan uji statistik dengan menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi α < 0,05. Hasil uji statistik chi-square hubungan antara kelas ibu hamil serasi dan non serasi di wilayah kerja UPTD Puskesmas Torue masing-masing menunjukkan nilai p value tingkat pengetahuan sebesar 0,045, p value status gizi sebesar 0,003, p value kunjungan K4 sebesar 0,036. Hasil penelitian ini adalah terdapat hubungan antara kelas ibu hamil serasi dan non serasi di wilayah kerja UPTD Puskesmas Torue