3121 research outputs found
Sort by
Membedah Identitas Fashion: Representasi Budaya dalam Produk Fashion UC.N.CO
Fashion tidak hanya berfungsi sebagai pelindung tubuh, tetapi juga sebagai medium untuk mengekspresikan identitas dan nilai budaya individu atau kelompok. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana produk fashion UC.N.CO mencerminkan elemen-elemen budaya dengan menggabungkan tradisi lokal dengan pengaruh global. Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang didukung oleh pengguna produk fashion UC.N.CO dalam mengkomunikasikan identitas diri mereka melalui pilihan fashion. Hasil yang di peroleh menunjukkan bahwa fashion UC.N.CO berperan penting dalam membentuk persepsi masyarakat terhadap identitas budaya pengguna. Produk fashion UC.N.CO juga tidak hanya merepresentasikan gaya hidup, tetapi juga menciptakan ruang bagi dialog antarbudaya. Dengan demikian, penelitian ini menyoroti perlunya penghargaan terhadap nilai-nilai budaya yang diwakili oleh produk fashion, serta tantangan yang dihadapi dalam menjaga integritas budaya di tengah arus globalisasi yang cepat. Penelitian ini di harapkan dapat memberikan kontribusi pada pemahaman tentang hubungan antar fashion dan identitas budaya dalam konteks kontemporer
IDENTIFIKASI FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MASALAH KECEMASAN PADA MAHASISWA DI UNIVERSITAS DHYANA PURA
Kesehatan mental mahasiswa merupakan salah satu bagian utama yang menjadi perhatian khusus di bidang pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi sumber stress dan menganalisis faktor yang berhubungan dengan kecemasan pada mahasiswa. Penelitian ini menggunakan rancangan kuantitatif cross- sectional menggunakan kuesioner terstruktur Generalized Anxiety Disorder 7-item (GAD-7). Hubungan antara variabel dianalisis dengan menggunakan uji Uji Chi-Square untuk analisis bivariat dan Uji Regresi Logistik Ordinal untuk analisis multivariat. Hasil dari penelitian dengan jumlah responden 192 ini menunjukkan bahwa cukup banyak mahasiswa (38%) tinggal sendiri dan 13% tinggal bersama teman. Sumber yang menyebabkan sebagian besar mahasiswa mengalami stres adalah masalah finansial, penugasan dan tugas akhir serta masalah keluarga. Analisis bivariat dan multivariat menunjukan hasil bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara rekan tinggal mahasiwa dengan tingkat kecemasan. Ketika mahasiswa tinggal bersama teman akan meningkatkan odds kecemasan sebesar 1,9 lebih tinggi dibandingkan dengan tinggal bersama keluarga (OR = 1,9; p = 0,0001). Direkomendasikan kepada pihak kampus untuk memperkuat layanan konseling, program manajemen stres pada mahasiswa, pendampingan akademik yang lebih intensif dan pemberian dukungan sosial khususnya bagi mahasiswa yang tidak tinggal dengan keluarga
LPD SEBAGAI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA DAN SOKOGURU EKONOMI DESA
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui LPD sebagai sokoguru ekonomi desa, dalam pemberdayaan masyarakat desa, yang ditinjau dari memberantas Ijon, gadai gelap dan lain-lain, meningkatkan daya beli Masyarakat desa, melancarkan lalu lintas pembayaran dan pertukaran di desa. Tahapan penelitian: di tahun 2025 dilakukan penelitian pada LPD desa gumbrih, kecamatan pekutatan, kabupaten jembrana bali. Metode: Penelitian dilaksanakan secara deskriptif, kualitatif, kuantitatif, pendekatan kajian ekonomi pedesaan, standar pengelolaan manajemen keuangan, sistem pengawasan internal, serta bentuk laporan yang accountable, sebagai pengelolaan dan pemanfaatan_LPD. data dianalisis dengan menggunakan teori standar pengelolaan manajemen keuangan, sistem pengawasan internal, dan bentuk laporan accountable, pemberdayaan masyarakat desa dan LPD sebagau sokuguru ekonomi desa, dan teori yang relevan sesuai data yang ditemukan di tempat penelitian. Hasil penelitian, menunjukan hasil yang signifikan, sesuai dengan pedoman pada Perda Bali no.3 tahun 2017, untuk mengatur LPD dan Pergub Bali no. 44 tahun 2017 tentang peraturan pelaksana LPD, yang menunjukan hasil yaitu: 1). Cadangan modal usaha LPD dalam pengelolaan operasional sudah terlaksana dengan baik yaitu mencapai 54%; 2). Dana Pembangunan dan pemberdayaan Masyarakat desa sudah tercapai 68%; 3). Jasa dan imbalan atas pengelolaan manajemen LPD dan anggotanya sudah tercapai 50%; 4). Dana pemberdayaan dalam meningkatkan SDM LPD dalam meningkatkan kemajuannya sudah tercapai 64%; 5). Dana social kemasyarakatan dalam kegiatan Corperate Sosial Responsibility sudah tercapai 74%; Adapun sarannya yaitu: Perlunya peningkatan standar manajemen, dan peningkatan kompetensi SDM-LPD, dalam memajukan LPD kedepan yang lebih produktif, efektif dan efisien sehingga dapat meningkatkan keuntungan LPD dalam memerdayakan masyarakat desa dan menjaga sokoguru ekonomi desa untuk kesejahteraan
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENANGANAN HEWAN COBA MENCIT (Mus musculus) PADA SISWA JURUSAN FARMASI SMK KESEHATAN GANA HUSADA, NUSA DUA, BADUNG, BALI
Hewan coba adalah hewan yang dipelihara dan dikembangbiakkan untuk keperluan eksperimen, penelitian, pendidikan, atau tujuan ilmiah lainnya. Sebelum diuji pada manusia, penggunaan hewan percobaan dalam penelitian obat-obatan perlu dilakukan terlebih dahulu. Penggunaan hewan percobaan dalam penelitian harus disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai dan didasarkan pada prinsip 3R, yaitu pengurangan jumlah hewan (reduction), penyempurnaan metode (refinement), dan penggantian dengan alternatif lain (replacement). Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar bagi siswa jurusan farmasi SMK Kesehatan Gana Husada dalam menangani hewan coba. Pelatihan dan pendampingan diawali dengan memberikan pretest kepada para siswa dilanjutkan dengan sosialisasi materi dan praktik pelatihan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam penanganan dasar hewan coba, kemudian diakhiri dengan pengisian posttest oleh para siswa. Setelah dilakukan penyampaian materi, diperoleh peningkatan hasil evaluasi kemampuan siswa terkait tentang materi cara penanganan dan teknik handling dasar untuk hewan coba. Nilai rata-rata pre-test yaitu 55, dengan nilai terendah 40 dan tertinggi 65 mengalami peningkatan dalam rata-rata post-test menjadi 90, dengan nilai terendah 80 dan tertinggi 95. Hasil dari kegiatan ini dapat dikatakan mampu meningkatkan kemampuan dan ketrampilan siswa dalam penanganan dasar hewan coba
Perbedaan Stres Akademik Antara Siswa Sma Sekolah Negeri Dan Swasta Di Salatiga
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat stres akademik antara siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri dan Swasta di Salatiga. Latar belakang penelitian ini didasari oleh kenyataan bahwa tekanan akademik yang dialami siswa dapat dipengaruhi oleh perbedaan pengelolaan sekolah, kurikulum, fasilitas, serta dukungan dari guru dan lingkungan belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode komparasi. Populasi penelitian adalah siswa SMA Negeri dan Swasta di Salatiga, dengan sampel berjumlah 284 siswa yang terdiri dari 205 siswa SMA Negeri dan 79 siswa SMA Swasta yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan berupa skala stres akademik yang disusun berdasarkan lima aspek dari Sun et al (2011). Data kemudian dianalisis menggunakan uji T independen. Hasil analisis uji T, menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,033 (p < 0,05), yang menandakan bahwa terdapat perbedaan tingkat stres akademik yang signifikan antara siswa SMA Negeri dan Swasta, di mana siswa SMA Negeri mengalami tingkat stres akademik yang lebih tinggi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa stres akademik dapat berbeda berdasarkan jenis sekolah
The Impact of a Physical Exercise Program on Functional Capacity in Patients with Hypertension
Cardiac rehabilitation (CR)-based exercise is a therapeutic intervention that could reduce the mortality and morbidity rates of patients with hypertension by 40–55%. The purpose of this exercise program service is to improve the physiological and psychosocial status of patients with a history of hypertension. From several outpatient cardiac rehabilitation exercise programs in hospitals that refer to aerobic physical exercise, no research has implemented specific treadmill and stationary bike exercise programs. The two exercise programs are considered to be very effective and optimal for evaluating and measuring the impact of functional capacities such as blood pressure and pulse in patients with hypertension. The study measured blood pressure and pulse in 40 subjects using a sphygmomanometer. The data analysis technique used is ANOVA to determine the differences between groups and to compare which group has a significant impact. All treatment groups have the same optimal impact on the capacity of heart function in patients with hypertension. This study has proven that physical exercise programs in the form of treadmill and stationary bike exercises can increase the functional capacity of patients with hypertension. This 12-week research concludes that using treadmills and stationary bikes can optimize functional capacities. This research is the development of a physical exercise model to increase functional capacity safely and effectively. However, the combination of both exercises has the most optimal effect on blood pressure and pulse rate in patients with hypertension
Penyelenggaraan Event Garden Dinner Party Beserta Launching Product Crepes Fromage & Arenka
Proyek tugas akhir ini bertujuan untuk menyelenggarakan event Garden Dinner Party sekaligus launching produk inovasi makanan dan minuman berupa Crepes Fromage dan Arenka sebagai upaya menarik minat kunjungan wisatawan, khususnya kaum milenial, pada masa pandemi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Crepes Fromage merupakan produk dessert berbahan dasar tepung, susu, mentega, keju, thyme, jamur, telur, dan saus cabai, sedangkan Arenka adalah minuman berbahan dasar arak Bali yang diinfus dengan bunga cempaka serta dipadukan dengan jus lemon dan jus jeruk. Penggunaan arak Bali dimaksudkan untuk mengangkat minuman khas lokal sebagai alternatif spirit impor dalam pembuatan minuman campuran. Event ini diselenggarakan di The Cakra Hotel Bali pada tanggal 16 April 2022 selama lima jam dengan jumlah tamu undangan sebanyak 55 orang. Proyek ini menggunakan variabel bauran pemasaran 7P (produk, harga, tempat, promosi, orang, proses, dan bukti fisik). Metode pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, serta kuesioner dalam bentuk guest comment. Penyelenggaraan event dibagi ke dalam tiga tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil proyek menunjukkan bahwa produk Crepes Fromage dan Arenka mendapatkan apresiasi yang baik dari tamu undangan, serta event yang diselenggarakan dinilai sukses berdasarkan terjualnya seluruh tiket dan penilaian positif dari guest comment. Dengan demikian, penerapan strategi pemasaran yang tepat melalui event Garden Dinner Party terbukti efektif dalam mendukung peluncuran produk dan meningkatkan minat kunjungan wisatawan
Analisis Beban Kerja dan Kebutuhan Tenaga Bidan di UPT Puskesmas Bangli Utara
Bidan sebagai ujung tombak dalam upaya penurunan angka kematian dan kesakitan ibu. Karena bidan diharapkan dapat memberikan pelayanan sesuai dengan profesinya, mereka harus mampu melakukannya dan memiliki keterampilan yang diperlukan Kondisi ideal rasio bidan yaitu 1:1.000 penduduk. Namun distribusi tenaga kesehatan belum merata di Indonesia. Tujuan penelitian menganalisis beban kerja dan kebutuhan tenaga bidan di UPT Puskesmas Bangli Utara. Tujuan penelitian menganalisis beban kerja dan kebutuhan tenaga bidan di UPT Puskesmas Bangli Utara. Jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan WISN. Besar sampel 4 orang bbidan yang diambil secara total sampling. Hasil penelitian kegiatan langsung bidan yang paling banyak melakukan anamnesa dna pemeriksan pasien, waktu kerja 96.840 menit/tahun, stadar beban kerjanya 19.368, jumlah waktu kelonggaran 0,274, jumlah bidan yang dibutuhkan adalah 6 orang. Kesimpulan jumlah kebutuhan tenaga bidan berdasarkan beban kerja di UPT Puskesmas Bangli Utara yaitu 6 orang dengan menggunakan metode WISN. Sehingga dari 4 orang bidan yang ada di UPT Puskesmas Bangli Utara masih terdapat kekurangan lagi 2 orang
Evaluasi Rasio Rujukan Non-Spesialistik di Puskesmas Nusa Penida II Kabupaten Klungkung
Salah satu permasalahan utama pelayanan Kesehatan FKTP adalah tingginya angka rasio rujukan non spesialistik (RRNS). Kasus yang seharusnya bisa ditangani di FKTP sesuai dengan Standar Kompetensi Dokter Indonesia dirujuk ke FKRTL. Slah satu Puskesmas di Kabupaten Klungkung yang memiliki capai RRNS tinggi adalah Puskesmas Nusa Penida II. Pada Bulan September 2023, capaian RRNS-nya adalah sebesar 2,56%, melebihi target nasional yaitu ≤ 2%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran Rasio Rujukan Non-Spesialistik (RRNS) di Puskesmas Nusa Penida II. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pemilihan informan dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Data diambil dengan metode wawancara mandalam. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik Thematic Analysis untuk menginterpretasikan hasil penelitian dan menarik kesimpulan. Pendekatan ini melibatkan proses identifikasi, analisis, dan pelaporan pola atau tema dalam data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingginya angka RRNS di Puskesmas Nusa Penida II disebabkan kurang tegasnya dokter untuk menolak memberikan rujukan non-spesialistik pada pasien di puskesmas dan ketidakpatuhan masyarakat dalam mengikuti alur RRNS. Kesimpulan dalam penulisan ini adalah faktor penyebab tingginya RRNS di puskesmas adalah kurang tegasnya dokter untuk menolak meberikan RNS pada pasien dan perilaku masyarakat yang tidak patuh mengikuti alur RRNS menyebabkan tingginya angka RRNS di Puskesmas Nusa Penida II tahun 2022
The Relationship between Burnout Occurrence and the Characteristics of Support Service Officers at Ciremai Hospital in 2025
Burnout refers to a state of physical, psychological, and emotional fatigue that arises due to continuous workplace-related stress. This condition is frequently encountered among healthcare personnel, including those serving in hospital support roles. To assess burnout levels, several standardized tools are available, one of which is the Maslach Burnout Inventory (MBI). This instrument comprises 22 items categorized into three core aspects: emotional exhaustion, depersonalization, and diminished personal accomplishment. The objective of this research is to explore the association between burnout and demographic factors such as age, sex, marital status, educational attainment, and duration of employment. A quantitative approach using correlational analysis was employed in this study. The research involved total population sampling, encompassing 54 support service workers at Ciremai Hospital, with data collected through questionnaires. The data analysis process included both univariate and bivariate methods, with Spearman's rank correlation test utilized to evaluate inter-variable associations. Findings indicated that 33 respondents (82.5%) experienced moderate levels of burnout. Furthermore, statistical analysis revealed that among the five observed characteristics, only marital status showed a significant correlation with burnout (p-value = 0.040)