E-Journal Universitas Dhyana Pura

E-Journal Universitas Dhyana Pura
Not a member yet
    3121 research outputs found

    PERBANDINGAN PERAMALAN INFLASI KOTA DENPASAR MENGGUNAKAN METODE FUZZY TIME SERIES DAN MULTILAYER PERCEPTRON

    Get PDF
    ABSTRACTInflation is one of the indicator to see the economic stability of a region, which shows the development of prices of goods and services in general, calculated from the consumer price index. One way to control inflation is to use forecasts. In this study, fuzzy time series (FTS) and Multilayer perceptron (MLP) forecasting methods are used. Both of these methods will be used for forecasting with time series data. This experiment use data collected from year calendar inflation data from the Bali Central Statistics Agency in the city of Denpasar. This method will be applied to the inflation rate data for years 1990-2016. In this forecasting experiment, the Fuzzy time series actual data will be changed to the percentage change shape to determine the set of universes, determine the initial interval, determine the fuzzy interval, calculate the predicted value of the percentage and make a forecast. Forecasting results with the FTS method obtained an average value of MSE of 6.09. While the Multilayer Perceptron method, the data used in this study are 27 calendar year inflation data, of which 18 data are used in the training process and 18 data are used for the testing process. In this study, 9: 6: 1 architecture is used, where the input to the perceptron network is 9, the hidden layer is 6 pieces and 1 output. From the calculation obtained forecasting with an average MSE value of 9.8. Based on the value of the error obtained, FTS provides better forecasting results than MLP.Keywords: Inflation,Multilayer Perceptron, Fuzzy Time Series.ABSTRAKInflasi adalah salah satu indikator untuk melihat stabilitas ekonomi suatu wilayah atau daerah, yang menunjukkan perkembangan harga barang dan jasa secara umum yang dihitung dari indeks harga konsumen. Salah satu cara untuk mengendalikan inflasi adalah dengan menggunakan ramalan. Pada penelitian ini digunakan metode peramalan fuzzy time series(FTS) dan Multilayer perceptron(MLP). Kedua metode ini akan digunakan untuk melakukan peramalan dengan data runtutan (time series). Dimana data yang digunakan bersumber dari data inflasi tahun kalender dari Badan Pusat Statistik provinsi Bali di kota Denpasar. Metode ini akan diterapkan pada data laju inflasi tahun 1990-2016. Pada peramalan dengan metode Fuzzy time series data actual akan dirubah kebentuk persentase perubahan untuk menentukan himpunan semesta, menentukan interval awal, menentukan interval fuzzy, menghitung nilai prediksi persentase perubahan dan melakukan peramalan. Hasil peramalan dengan metode FTS diperoleh nilai rata-rata MSE sebesar 6,09. Sedangan pada metode Multilayer Perceptron, data yang digunakan pada penelitian ini adalah data inflasi tahun kalender sebanyak 27 data, dimana 18 data digunakan dalam proses testing dan 18 data digunakan untuk proses testing. Pada penelitian ini digunakan arsitektur 9:6:1, dimana input ke jaringan perceptron sebesar 9, layer tersembunyi sebanyak 6 buah dan 1 buah output. Dari hasil perhitungan didapatkan hasil peramalan dengan rata-rata nilai MSE sebesar 9,8. Berdasarkan nilai kesalahan/MSE yang diperoleh, FTS memberikan hasil peramalan yang lebih baik dibandingkan MLP.Kata Kunci : Inflasi, Multilayer Perceptron, Fuzzy Time Series

    PENERAPAN ALGORITMA K-NEAREST NEIGHBOUR (K-NN) UNTUK PENENTUAN MAHASISWA BERPOTENSI DROP OUT

    Get PDF
    ABSTRACTDrop out is a situation where students are expelled from college because of several factors, one of which is because the status of lectures is not active beyond 5 semesters for undergraduate students. The high level of success and low failure of students can reflect the quality of education in higher education. The high level of student drop outs can affect the value of Higher Education accreditation so that it will affect the level of public trust. Student data drop out becomes something important to be researched and analyzed, so it can be seen how the characteristics of students who have the potential to drop out as early as possible. The data of ITB STIKOM Bali students is very much so that they can utilize data mining techniques for data classification. In this study the K-NN method was implemented to classify students as potential drop outs and the student data used in this study were students of the 2014 Information Systems study program using 6 attributes, namely gender, age, religion, class status, practical work, and grades GPA. The results showed that the accuracy of the method was 81.50%.Keywords: KNN, Drop Out, ITB STIKOM BaliABSTRAKDrop out adalah suatu keadaan dimana mahasiswa dikeluarkan dari perguruan tinggi karena beberapa faktor salah satunya karena status perkuliahannya tidak aktif melebihi 5 semester untuk mahasiswa S1. Tingginya tingkat keberhasilan dan rendahnya kegagalan mahasiswa dapat mencerminkan kualitas pendidikan di perguruan tinggi. Tingginya tingkat drop out mahasiswa dapat mempengaruhi nilai akreditasi Perguruan Tinggi sehingga akan mempengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat. Data mahasiswa drop out menjadi sesuatu hal yang penting untuk diteliti dan dianalisa, sehingga dapat diketahui bagaimana karakteristik mahasiswa yang berpotensi drop out sedini mungkin. Data mahasiswa ITB STIKOM Bali sangat banyak sehingga dapat memanfaatkan teknik data mining untuk klasifikasi data. Pada penelitian ini diimplementasikan metode K-NN untuk klasifikasi mahasiswa berpotensi drop out dan data mahasiswa yang digunakan dalam penelitian ini adalah mahasiswa program studi Sistem Informasi angkatan 2014 dengan menggunakan 6 atribut yaitu jenis kelamin, umur, agama, status kelas, kerja praktek, dan nilai IPK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat akurasi metode sebesar 81.50%.Kata kunci: KNN, Drop Out, ITB STIKOM Bal

    COVER

    No full text
    COVER DEPA

    Pelatihan dan Pendampingan Menu Makanan Sehat Bergizi Seimbang di TPA Bali Dewata Desa Dangin Puri Kaja Kecamatan Denpasar Utara

    Get PDF
    ABSTRAKPengabdian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yaitu mitra belum memiliki pengetahuan yang cukup tentang menu makanan sehat bergizi seimbang. Sehubungan dengan permasalahan yang dihadapi oleh mitra tersebut, maka tim pelaksana memberikan solusi dengan kegiatan-kegiatan yaitu pelatihan dan penyuluhan kepada mitra yakni guru-guru dan pengasuh TPA Bali Dewata tentang makanan sehat siklus menu 3 harian dan pelatihan membuat jus sehat untuk anak. Metode pelaksanaan aktivitas pengabdian kepada masyarakat melalui program kemitraan masyarakat dilakukan dengan metode ceramah digunakan untuk menyampaikan pengetahuan secara umum tentang menu gizi untuk usia 3-6 tahun, metode demonstrasi digunakan untuk memberikan keterampilan langsung tentang cara mengolah menu makanan sehat lengkap dengan standar gizinya, dan metode tanya jawab diperlukan untuk mengetahui beberapa kendala yang dialami dan pemecahannya yang mucul selama pengabdian masyarakat berlangsung. Berdasarkan hasil pengabdian yang dilakukan dengan penyuluhan dan pendampingan tentang makanan sehat bergizi seimbang, siklus menu 3 hari, dan pembuatan jus sehat untuk anak-anak. Pengetahuan mitra semakin bertambah dengan hasil pre-test sebesar 62%. Rata-rata hasil post-test yaitu 86% dari seluruh guru megetahui tentang nutrisi dan kesehatan pada anak usia 0-5 tahun Dari kegiatan ini pengetahuan dan kemampuan guru-guru mengenai nutrisi dan kesehatan meningkat sebesar 24%.Kata kunci : TPA, makanan sehat, siklus makanan 3 hariABSTRACTThis community service is motivated by problems in partners who don’t have sufficient knowledge about the menu of balanced nutritious healthy food. According with the problems faced by these partners, the team provided solutions with activities. First, training and counseling to partners namely TPA Bali Dewata teachers and carers about daily menu 3 healthy food cycles. Second, training making healthy juice for children. The method of implementing community service activities through community partnership programs conducted by the lecture method is used to convey general knowledge about the nutrition menu for ages 3-6 years, the demonstration method is used to provide direct skills on how to process healthy food menus complete with nutritional standards, and question and answer methods is needed to find out some of the obstacles experienced and the solutions that arise during community service. Based on the results of dedication carried out by counseling and mentoring about balanced nutritious healthy food, 3-day menu cycle, and making healthy juices for children. Knowledge of partners is increasing with the pre-test results of 62%. The average post-test results were 86% of all teachers knew about nutrition and health in children aged 0-5 years. From this activity the teachers' knowledge and abilities regarding nutrition and health increased by 24%.Keywords: TPA, healthy food, food cycle 3 day

    Alternative Pewarnaan Pada Kerajinan Endek Untuk Efisiensi Proses Produksi

    Get PDF
    ABSTRAKIndonesia memiliki ragam budaya yang sangat bervariasi, mulai dari etnis, agama, tradisi, kesenian, sampai pada industri tekstil. Salah Satu kebanggaan industr1 tekstil tradisional Bali adalah kain tenun ikat yang disebut Endek dan Songket Bali. Setiap kabupaten di Bali memiliki ciri khas desain yang menunjukkan karakter daerah masing-masing. Setiap kabupaten menonjolkan ciri khas daerahnya melalui goresan desain pada setiap lembar kain tenunnya. Keberagaman ini akhirnya menghasilkan corak yang sangat variatif sehingga memudahkan konsumen untuk menentukan pilihan. Selain itu persaingan penjualan menjadi sehat karena setiap hasil tenun daerah di Bali memiliki ciri khas. Program Pengembangan Produk Ekspor (PPPE) yang dilaksanakan oleh Universitas Mahasaraswati Denpasar bekerjasama dengan Politeknik Negeri Bali mengidentifikasi beberapa kendala pengerajin dalam melakukan pengembangan desain, dan teknik pewarnaan. Salah satu alternatif yang sudah mulai dipahami oleh beberapa pengerajin adalah teknik pewarnaan airbrush. Program pendampingan telah dilakukan di UD Anugrah dan UD Arta Darma dalam pewarnaan dengan teknik airbrush. Airbrush mempunyai banyak kegunaan yang sangat beragam. Contohnya adalah untuk memperbaiki foto, sebagai pengecatan seni arsitektur, pembuatan sampul majalah, mewarnai ukiran, dan desain sampul kaset. Tidak menutup kemungkinan juga untuk membuat iklan billboard, melukis diatas body otomotif, bahkan hingga tato. Air brush dapat digunakan secara beragam tergantung kreatifitas dari pengguna / pelukisnya. Pewarnaan dengan teknik airbrush pada kerajinan endek memberikan banyak keuntungan bagi pengerajin terutama pada proses pewarnaan akan lebih mudah, proses mendisain lebih cepat dengan kualitas pewarnaan yang tidak terlalu berbeda dengan pewarnaan alam, apalagi kalau desain kain endek menggunakan pewarnaan tiga dimensi.Kata kunci: Air brush, Endek, Desain, SongketABSTRACT Indonesia has a wide variety of cultures, ranging from ethnicity, religion, tradition, art, to the textile industry. One of the pride of the traditional Balinese textile industry is the woven cloth called Endek and Songket Bali. Each district in Bali has a characteristic design that shows the character of each region. Each district emphasizes the distinctive features of the region through strokes of design on each piece of woven fabric. This diversity eventually produces a very varied style that makes it easy for consumers to make choices. In addition, sales competition is healthy because every weaving area in Bali has its own characteristics. The Export Product Development Program (PPPE) carried out by Denpasar Mahasaraswati University in collaboration with the Bali State Polytechnic identified several constraints on craftsmen in developing designs, and coloring techniques. One alternative that has begun to be understood by some craftsmen is the Airbrush staining technique. Mentoring programs have been carried out at UD Anugrah and UD Arta Darma in coloring with Airbrush techniques. Air brush has many very diverse uses. An example is to improve photos, as painting art architecture, making magazine covers, coloring engravings, and cassette cover designs. It is also possible to make billboard advertisements, paint on automotive bodies, even tattoos. Air brush can be used in various ways depending on the creativity of the user / painter. Coloring with airbrush techniques on endek crafts provides many advantages for craftsmen, especially in the processing process, it will be easier, the process of designing faster with quality naan which is not too different from natural coloring, especially if the design of endek fabricuses three-dimensional coloringKeywords: Air brush, Endek, Design, Songke

    COVER

    No full text
    COVE

    PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL: SEBUAH INOVASI PENERAPAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DAN BELAJAR UNTUK PENEMUAN

    No full text
    AbstrakTujuan pendidikan mestinya tidak hanya menekankan pada perolehan belajar pengetahuan, tetapi harus dapat meningkatkan dan mengembangkan hasil belajar kognitif tingkat tinggi dan keterampilan, serta sikap positif. Penguasaan terhadap pengetahuan dan keterampilan, serta keterwujudan sikap peserta didik memerlukan proses pembelajaran yang inovatif. Pembelajaran inovatif dapat dilakukan melalui proses yang multi strategi, yang “membawa†peserta didik belajar ke dalam konteksnya. Proses pembelajaran tersebut mengarah kepada model pembelajaran kontekstual. Pembelajaran kontekstual sebagai inovasi yang mengedepankan pemanfaatan sumber belajar yang multi situs dan berkaitan dengan sosio-context masyarakat merupakan pilihan yang strategis untuk pencapaian tujuan pendidikan multikultural dan belajar untuk penemuan. Pencapaian ide pendidikan multikultural dapat dilakukan dengan memodifikasi konsep-konsep pembelajaran kontekstual melalui: penerapan content integration, the knowledge construction process, an equity paedagogy, dan prejudice reduction. Implementasi belajar untuk penemuan bisa dilakukan melalui pengemasan pembelajaran yang diorientasikan pada aktivitas mental berupa akomodasi dan transformasi pengetahuan yang terkait dengan konteks kehidupan sehari-hari. Untuk keefektifan proses, pembelajaran kontekstual dapat dipadukan dengan berbagai seting kooperatif. Keterpaduan pembelajaran kontekstual dengan berbagai seting kooperatif sangat memungkinkan terjadinya â€human relations†(keselarasan hubungan antar manusia dalam pendidikan multikultural) dan terjadinya rekonstruksi sosial melalui diskusi kelompok-kelompok kecil yang anggotanya heterogen.Kata-kata kunci: pembelajaran kontekstual, pendidikan multikultural, belajar penemuanAbstractEducational goals should not only emphasize the acquisition of knowledge learning, but must be able to improve and develop high-level cognitive learning outcomes and skills, as well as positive attitudes. Mastery of knowledge and skills, and the realization of attitudes of students requires an innovative learning process. Innovative learning can be done through a multi-strategy process, which "brings" learners into the context. The learning process leads to a contextual learning model. Contextual learning as an innovation that prioritizes the use of multi-site learning resources and is related to the sosio-context of society is a strategic choice for the achievement of multicultural education goals and learning for discovery. The achievement of the idea of multicultural education can be done by modifying the concepts of contextual learning through: application of content integration, the knowledge construction process, equity equity, and prejudice reduction. The implementation of learning for discovery can be done through packaging learning that is oriented towards mental activities in the form of accommodation and transformation of knowledge that is related to the context of everyday life. For process effectiveness, contextual learning can be combined with various cooperative settings. The integration Of contextual learning with various cooperative settings is very possible for the occurrence of "human relations" (alignment of relations between people in multicultural education) and the occurrence of social reconstruction through discussion of small groups of heterogeneous members.Key words: contextual learning, multicultural education, learning discover

    THE PROCEDURE OF TRANSLATION IN TRANSLATING CULTURAL TERM ON BALI TRAVEL NEWS

    No full text
    ABSTRACTThis paper aims to analyzing the cultural term and procedure of translation in translating cultural terms thatfound in Bali Travel News. Theory that applied in this study is from theory of cultural category (Newmark,1988:95) to categorize the cultural term, theory of procedure of translation by Newmark (1988) to analyzethe procedure and componential analysis (Newmark, 1988:114) to show the differences of the feature ofsource language and target language. From the result of the study, there are found (1) the types of culturalterm related to ecology, material culture, social organization and additional terms related to equipment, (2)procedure of translation which are applied in this study are literal, transference, naturalization, culturalequivalent, functional equivalent, descriptive equivalent, modulation and additional.Keywords: cultural terms, procedure of translation, componential analysis, newspaperABSTRACTTulisan ini bertujuan untuk menganalisis istilah budaya dan prosedur penerjemahan dalammenerjemahkan istilah budaya yang ditemukan di Bali Travel News. Teori yang digunakan dalampenelitian ini adalah teori kategori budaya (Newmark, 1988: 95) untuk mengkategorikan istilah budaya,teori prosedur penerjemahan oleh Newmark (1988) untuk menganalisis prosedur dan analisiskomponensial (Newmark, 1988: 114) untuk menunjukkan perbedaan fitur bahasa sumber dan bahasatarget. Dari hasil penelitian, ditemukan (1) jenis-jenis istilah budaya yang berkaitan dengan ekologi,budaya material, organisasi sosial dan ketentuan tambahan yang terkait dengan peralatan, (2) prosedurpenerjemahan yang diterapkan dalam penelitian ini adalah literal, transference, naturalization, culturalequivalent, functional equivalent, descriptive equivalent, modulasi dan addition.Kata kunci: istilah budaya, prosedur penerjemahan, analisis komponen, surat kaba

    THE MAPPING OF NEGATIVE EMOTIONS WITH REFERENCE TO LOOKING FOR ALASKA INTO MENCARI ALASKA: A NATURAL SEMANTIC METALANGUAGE APPROACH

    No full text
    ABSTRAKTujuan artikel ini adalah untuk mendeskripsikan emosi negatif dalam novel Looking for Alaska danterjemahannya Mencari Alaska dipetakan. Semantik leksikal emosi negatif dianalisis dengan menerapkanteori Metabahasa Semantik Alami (MSA) yang diusulkan oleh Wierzbicka (1996). Hasil penelitianmenunjukkan bahwa kategori emosi yang ditemukan dalam novel tersebut adalah ‘sesuatu yang buruk bisaterjadi’. Melalui pendekatan eksplikasi, leksikon itu menunjukkan fitur-fitur semantiknya. Leksikontersebut dapat dianalisis dengan menggunakan pendekatan eksplikasi untuk membuktikan bahwa keduabahasa sumber dan bahasa sasarannya menunjukkan kesetaraannya. Pendekatan NSM sangat membantudalam menentukan eksponen makna emosi negatif.Kata kunci: Emosi Negatif, NSM, EksplikasiABSTRACTThe aim of this study was to describe the negative emotions in the novel Looking for Alaska andits translation into Mencari Alaska were mapped. Its lexical semantic of negative emotions wereanalyzed by applying the theory of Natural Semantic Metalanguage (NSM) approach proposed byWierzbicka (1996). The results showed that the category of emotion found in the novel was badthings can happen. Through the explication approach, those lexicons showed their semanticfeatures. It can be analyzed using explication approach to prove that both source language andtarget language lexical items are equivalent. The NSM approach is helpful in determining theexponents of the negative emotion meaning.Keywords: Negative Emotions, NSM, Explicatio

    THE USE OF SWEAR WORDS AND ITS RELATIONSHIP WITH TABOO WORDS IN FIST FIGHT MOVIE

    No full text
    ABSTRACTPeople use language to interact and understand each other. In conversation, people notalways use polite word but also taboo word for the example to support the situation likefriendliness, familiarity or identity among communities. The uses of taboo words also toexpress a strong emotion feeling and it familiar as swear words. Swear words are the informalwords that are used by people to express their emotion in terrible situation. The existence ofswear words can be seen from various sources such as in movies, song lyrics, and televisionshows. This research concern with the use of swears words and its relationship with taboowords in Fist Fight movie. This movie was chosen as data source because there are manyswearing words uttered by the characters. This research were analyzed qualitatively andquantitatively using theories from Batistela (2015) to find the types of taboo words and theoryproposed by Swan (1995) to find the types of swearing words. The result show that all typesof strong and weak swear word used by the character depends on the situation. Exclamation ofannoyance is dominantly appear in strong swear word and exclamation of surprised is dominantused in weak swear word. All of strong swear word in Fist fight movie are considered as tabooword that refer to epithets, profanity, vulgarity and obscenity types. There are only a few ofweak swear words that are considered as taboo word in English.Keywords: swear word, taboo word, sociolinguistics, movieABSTRAKBahasa digunakan untuk berinteraksi dalam masyarakat. Dalam melangsungkanpercakapan, bahasa yang digunakan tidak selalu sopan terkadang juga menggunakan bahasatabu untuk mendukung situasi pertemanan, keakraban atau sebagai identitas antarakomunitas. Penggunaan bahasa tabu juga dapat digunakan untuk mengekspresikan perasaanyang lebih dikenal dengan “swear wordsâ€. Swear word merupakan kata-kata dalam bentukinformal yang digunakan untuk mengekspresikan perasaan dalam keadaan yang buruk.Keberadaan swear word dapat dilihat dari beragam sumber seperti film, lirik lagu, acara tv.Penelitian ini focus kepada penggunaan swear word dan hubungannya dengan bahasa tabudalam film Fist Fight. Film ini dipilih sebagai sumber data karena banyaknya swear wordyang digunakan oleh karakter. Penelitian ini dianalisis secara kualitatif dan kuantitatifmenggunakan teori dari Batistela (2015) tentang bahasa tabu dan teori dari Swan (1995)tentang swear word. Hasil dari penelitian ini yaitu seluruh tipe dari strong swear word andweak swear word ditemukan dalam film. Tipe swear word yang paling banyak muncul adalahexclamation of annoyance, dan tipe yang paling banyak muncul di weak swear word adalahexclamation of surprised. Seluruh tipe strong swear word termasuk dalam bahasa tabu yaitujenis epithets, profanity, vulgarity dan obscenity, namun tidak semua jenis weak swear wordtermasuk dalam kategori bahasa tabu

    866

    full texts

    3,121

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Universitas Dhyana Pura is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage E-Journal Universitas Dhyana Pura? Access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard!