E-Journal Universitas Dhyana Pura

E-Journal Universitas Dhyana Pura
Not a member yet
    3121 research outputs found

    PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL DAN KECERDASAN SPIRITUAL TERHADAP KEPUASAN KERJA DAN KINERJA PERAWAT

    No full text
    ABSTRACTA hospital is one of the public service that is engaged in health services where many people occur between nurses and patients. It is required to have the ability to manage emotional intelligence and spiritual intelligence. The purpose of this study was to determine the effect of emotional intelligence and spiritual intelligence on job satisfaction and nurse performance in Buleleng District Hospital. The number of samples in this study was 76 respondents who were selected using probability sampling techniques. The data analysis technique used in this study is a structural based model of component-based SEM equation with smart-PLS 3.0 analysis tool. The result shows that emotional intelligence is significantly positive towards job satisfaction. Second, emotional intelligence has a significant positive effect on nurse performance. Third, spiritual intelligence has a significant positive effect on job satisfaction. Fourth, spiritual intelligence has a significant positive effect on nurse performance.Keywords: Emotional, Spiritual, Job Satisfaction, PerformanceABSTRAKRumah sakit adalah salah satu tempat pelayanan umum yang bergerak dalam bidang pelayanan kesehatan dimana banyak orang terjadi interaksi antara perawat dan pasien. Dituntut memiliki kemampuan mengelola kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual yang dimiliki. Tujuan dari penelitian ini, untuk mengetahui pengaruh kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual terhadap kepuasan kerja dan kinerja perawat di RSUD Kabupaten Buleleng. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 76 responden yang dipilih dengan menggunakan tekhnik probability sampling. Tekhnik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model persamaan struKtural berbasis variance dan component based SEM dengan alat analisis smartPLS 3.0. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa kecerdasan emosional berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan kerja. Kedua, kecerdasan emosional berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja perawat. Ketiga, kecerdasan spiritual berpengaruh postif signifikan terhadap kepuasan kerja. Keempat, kecerdasan spiritual berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja perawat.Kata kunci: Emosional, Spiritual, Kepuasan Kerja, Kinerj

    ANALISIS HUBUNGAN KELENGKAPAN PENGISIAN RESUME MEDIS PASIEN RAWAT INAP DENGAN PENENTUAN KODE PENYEBAB DASAR KEMATIAN DI RUMAH SAKIT UMUM DHARMA YADNYA DENPASAR

    No full text
    ABSTRACTKode penyebab dasar kematian adalah kode yang di tetapkan sebagai sebab dasar terjadinya kematian, dalam menentukan ketepatan kode dibutuhkan kelengkapan informasi berupa resume medis. Hasil observasi awal menunjukkan Ketidaklengkapan Pengisian resume medis sekitar 70 (14%) dari 511 rekam medis (resume medis) dan ketidaktepatan penentuan kode penyebab dasar kematian yang dimana terdapat kode â€R†sebagai penyebab dasar kematian. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan kelengkapan pengisian resume medis pasien rawat inap dengan penentuan kode penyebab dasar kematian di Rumah Sakit Umum Dharma Yadnya Denpasar. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif analitik kuantitatif, dengan jenis penelitian kohort retrospektif. Jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu 25 resume medis. Instrumen penelitian berupa ceklist dengan tehnik pengumpulan data observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelengkapan pengisian resume medis pasien rawat inap pada bagian diagnosis (p value = 0.001) ada hubungan signifikan sedangkan bagian indikasi pasien dirawat ( p value = 0.821), pelayanan penunjang ( p value = 0.571) pemeriksaan fisik (p value = 0.561) tidak ada hubungan signifikan dengan penentuan kode penyebab dasar kematian. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah kelengkapan pengisian diagnosis resume medis berperan penting terhadap ketepatan penentuan kode penyebab dasar kematian di Rumah Sakit Umum Dharma Yadnya Denpasar.Kata Kunci : Kelengkapan resume medis, diagnosis, penentuan kode penyebab dasar kematian.ABSTRACTThe underlying cause of death code is a code that is determined as the underlying cause of death, in determining the accuracy of the code required for completeness of information in the form of medical resumes. Preliminary observations show that incomplete medical resume filling is around 70 (14%) of 511 medical records ( medical resumes) and inaccuracy in determining the underlying cause code that contains the “R†code as the underlying cause of death. The purpose of this study was to study the relationship between the completeness of filling patient medical resumes at the Dharma Yadnya General Hospital Denpasar. The design of this study is descriptive quantitative analytic, with a retrospective cohort study type. The number of samples in this study were 25 medical resumes. The research instrument consisted of a checklist with observation and documentation data collection techniques. The results showed that the completeness of filling in the inpatient medical resume at the diagnosis (p value = 0,001) had a significant relationship while the indicative part of the patient was treated (p = 0.821), supporting services(p value = 0,571) physical examination (p value = 0,561) there is no significant relationship with determining the underlying cause of death code. The conclusion in this study is the completness of filling medical diagnose resumes play an important role in the accuracy of determining the underlying cause of death code at the Dharma Yadnya General Hospital in DenpasarKey words: Completeness of medical resume, diagnose, choice of underlying cause of death code

    PELATIHAN GROOMING DAN SERVICE EXCELLENCE DI SMK NEGERI 5 NEGARA DESA PEKUTATAN JEMBRANA

    No full text
    ABSTRAKGrooming, service excellence adalah merupakan salahsatu mata kuliah yang terdapat dalam pelajaran Pemasaran Hotel yang ditawarkan pada kurikulum Program Studi Manajemen, Grooming, service excellent sangat berfungsi sebagai jasa pelayanan diperusahaan Jasa perhotelan untuk menjaga kepuasan pelanggan. dari hal tersebut ditingkat SMK masih banyak prilaku siswa yang masih acuh tak acuh dalam berperilaku, sebagaimana yang diharapkan oleh Dunia Industri Perhotelan. Sehingga tidak jarang kalau suatu perusahaan perhotelan setelah siswa direkrut jadi karyawan memerlukan waktu untuk dilatih lagi dalam bentuk grooming dan service excellence agar dalam berhubungan dengan tamu dapat berperilaku baik. Sebagai dosen saya telah menyelenggarakan pelatihan mengenai grooming dan service excellence diSMK Negeri 5 Negara, Desa Pekutatan, Jembrana, dengan hasilnya; Siswa memiliki Grooming yang baik, dapat mengaktualisasikan service excellence, dapat menguasai English Hospitality, dan memiliki Character yang baik. Dan sudah memiliki buku pedoman grooming dan service excellence sebagai pegangan training selanjutnya. Sehinga nantinya dapat diamalkan dimasyarakat dan industri pariwisata didaerahnya dan ditempat lain. Dengan demikian menambah pertumbuhan ekonomi didaerah tersebut.Kata Kunci: Grooming, Service Excellence, English Hospitality, Character Buildin

    PROGRAM KEMITRAAN MASYARAKAT DESA WISATA WARISAN BUDAYA JATILUWIH, TABANAN, BALI

    No full text
    ABSTRAKMasalah prioritas Jatiluwih sebagai Desa Warisan Budaya yang harus diselesaikan adalah kurangnya pengetahuan tentang kebersihan dan sanitasi, dan juga kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam aspek makanan dan minuman. Masalah lain yang segera menjadi prioritas adalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam akomodasi yang telah dikelola oleh kelompok masyarakat di Jatiluwih. Setelah dinyatakan sebagai warisan budaya, banyak kendala yang dihadapi oleh desa terutama terkait dengan aspek pemasaran, akomodasi dan pengaturan kuliner. Kelompok usaha jasa akomodasi yang sudah ada di desa sangat membutuhkan bantuan terkait dengan manajemen rumah tangga dalam bentuk akomodasi sesuai agar dengan harapan wisatawan; Tampaknya kendala lain juga dihadapi oleh masyarakat desa, yaitu kendala pada aspek sanitasi makanan dan minuman yang dihadapi oleh kelompok bisnis jasa kuliner. Kelompok ini membutuhkan bantuan terkait dengan upaya mereka sehingga hidangan yang disediakan oleh kelompok layanan kuliner sesuai dengan harapan para wisatawan yang tinggal di desa tersebut. Hasil yang diharapkan dari bantuan pada dua kelompok bisnis ini adalah peningkatan kinerja kelompok yang mampu menyediakan akomodasi dan layanan kuliner yang sesuai dengan harapan wisatawan, baik dari aspek sanitasi yang sesuai budaya lokal.Kata Kunci : desa wisata, homestay, kuliner, hygiene dan sanitasi, wisatawan, kelompok masyarakat.ABSTRACTThe priority problem of Jatiluwih as Cultural Heritage Villages to be solved is the lack of knowledge about the hygiene and sanitation, and also the lack of knowledge and skills in food and beverage. The other problem that is immediately becoming a priority is the lack of knowledge and skills in accommodations that have been managed by community groups in Jatiluwih. After declaration as a cultural heritage, many obstacles faced by the village especially related to the aspects of marketing, accommodation and culinary arrangement. The accommodation services business group that already exists in the village is in dire need of assistance with housekeeping management in the form of accommodation in accordance with tourist expectations; it seems that another obstacle is also being faced by the village community, namely the constraints on food and beverage sanitation aspects faced by the culinary service business group. The group needed assistance with their efforts so that the dishes provided by the culinary services group were in line with the expectations of the tourists who stayed in the village. The expected outcome of the assistance in the two business groups is the increase in group performance that is able to provide accommodation and culinary services that are in accordance with the expectations of tourists, both from the aspect of sanitation, and local culture.Keywords: tourism villages, homestays, culinary, hygiene and sanitation, tourists, community groups

    KELOMPOK PENGOLAH PANGAN JAJANAN TRADISIONAL DI DENPASAR

    No full text
    ABSTRAKKegiatan Pengabdian Pengolah Pangan Jajanan Tradisional di Denpasar dilaksanakan pada Kube Sari Utama di Denpasar. Pangan jajanan sudah diproduksi dan dipasarkan oleh mitra, namun belum intensif, dan mitra ingin meningkatkan kuantitas dan kualitasnya. Mitra tidak memiliki pengetahuan dalam bidang kewirausahaan, sehingga mengalami hambatan dalam pengelolaan produksi dan pemasaran serta belum memiliki ijin dari Dinas Perijinan. Solusi yang dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi mitra adalah: Memberikan pengetahuan teknologi tepat guna dalam pengolahan pangan jajanan tradisional; memberikan pengetahuan cara pengolahan yang baik, sanitasi dan higiene pengolahan, pengemasan dan pelabelan produk, pemasaran yang lebih luas, kewirausahaan dan manajemen usaha; memberikan pengetahuan pembukuan yang tertata dengan baik; memberikan pengetahuan mengenai cara untuk mendapatkan Ijin Produksi dari Dinas Perijinan; dan memberikan bantuan peralatan. Target luaran yaitu teknologi tepat guna pengolahan pangan jajanan tradisional; omzet mitra meningkat; keterampilan dan pengetahuan mitra meningkat, kualitas dan kuantitas produk meningkat; serta produk memiliki ijin PIRT.Kata Kunci : Pangan Jajanan Tradisional, Teknologi tepat gunaABSTRACTThe Traditional Food Processing Service in Denpasar was held at Kube Sari Utama in Denpasar. Food snacks have been produced and marketed by partners, but have not been intensive, and they want to increase their quantity and quality. Partners do not have knowledge in the field of entrepreneurship, so they experience obstacles in production and marketing management and do not have permission from the Licensing Service. The solution to solve the problems faced by partners is: Providing an appropriate technology knowledge in traditional snacks processing; provide knowledge of good processing, sanitation and hygiene processing, product packaging and labeling, broader marketing, entrepreneurship and business management; provide bookkeeping knowledge that is well organized; provide knowledge on how to obtain a Production Permit from the Licensing Service; and provide equipment assistance. Output targets are appropriate technology for traditional food processing; partner turnover increases; partner skills and knowledge increase, product quality and quantity increases; and the product has a PIRT permit.Keywords: Traditional Snack Food, Appropriate Technolog

    Pengaruh Layanan Informasi Terhadap Kematangan Karir Siswa Kelas X Pada Sma “X†Badung Bali

    No full text
    Abstrak. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh layanan informasi terhadap kematangan karir siswa kelas X di salah satu sekolah menengah atas di Badung, Bali. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen. Kematangan karir siswa kelas X diukur dengan skala kematangan karir. Sampel penelitian menggunakan siswa kelas X dengan rentang usia 16 sampai 17 tahun yang berjumlah 34 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pengaruh layanan informasi terhadap tingkat kematangan karir berdasarkan taraf signifikansi yang diperoleh sebesar 0.000 yang diuji menggunakan teknik analisis paired sample t- test.Kata kunci: kematangan karir, layanan informasi, eksperime

    PENGUJIAN LEVEL OF USE MEDIA EVALUASI PESERTA DIDIK MENGGUNAKAN TEORI USABILITY TESTING BERDASARKAN RANAH KOGNITIF BERBASIS WEB

    Get PDF
    ABSTRACTValid evaluation results depend on choosing the right test. However, at this time the type of test most often used has not paid attention to the cognitive abilities of students who want to be tested. This raises a problem, namely the mismatch of evaluation results due to the inaccuracy between the learning outcomes that have been outlined in the Semester Learning Plan (RPS) and the type of evaluation given. The problem arises because there is no knowledge about the concept of separating the cognitive abilities of students based on the learning outcomes they wish to obtain. Based on Bloom's Taxonomy concept, there are 6 levels of cognitive domain, namely remembering (C1), understanding (C2), applying (C3), analyzing (C4), evaluating (C5), and creating (C6). Media evaluation of students based on cognitive domains has been developed in previous studies. Evaluation media consists of several types of tests with several choices of cognitive domains according to the level of education of students. A good test question will be able to evaluate the extent to which students master the indicators determined by the teacher. In this study, researchers conducted a test on the level of use of the system. The resulting application is tested in the field towards lecturers and students in a course to see the level of use of the application. Based on the results of the calculation of the questionnaire, data can be obtained that the level of usability of the application is 83%. The results of these percentages are concluded as a very good level of application usability.Keywords: media evaluation, level of use, cognitiveABSTRAKHasil evaluasi yang valid bergantung pada pemilihan tes yang tepat. Namun, saat ini jenis tes yang paling sering digunakan belum memperhatikan kemampuan kognitif peserta didik yang ingin dites. Hal ini menimbulkan masalah, yaitu ketidaksesuaian hasil evaluasi dikarenakan ketidaktepatan antara capaian pembelajaran yang telah dituangkan di Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dengan jenis evaluasi yang diberikan. Permasalahan tersebut muncul dikarenakan tidak adanya pengetahuan mengenai konsep pemilahan kemampuan kognitif peserta didik berdasarkan capaian pembelajaran yang ingin diperoleh. Berdasarkan konsep Taksonomi Bloom, terdapat 6 tingkatan ranah kognitif, yaitu mengingat (C1), memahami (C2), mengaplikasikan (C3), menganalisis (C4), mengevaluasi (C5), dan mencipta (C6). Media evaluasi peserta didik berdasarkan ranah kognitif telah dikembangkan pada penelitian sebelumnya. Media evaluasi terdiri dari beberapa jenis tes dengan beberapa pilihan ranah kognitif sesuai dengan tingkatan pendidikan peserta didik. Soal tes yang baik akan mampu mengevaluasi sejauh mana peserta didik menguasai indikator yang sudah ditentukan oleh pengajar. Pada penelitian ini, peneliti melakukan pengujian terhadap tingkat kegunaan sistem. Aplikasi yang dihasilkan diujikan ke lapangan terhadap dosen dan mahasiswa dalam suatu mata kuliah untuk melihat tingkat kegunaan aplikasi. Berdasarkan hasil perhitungan terhadap kuisioner, maka dapat diperoleh data bahwa tingkat kegunaan aplikasi adalah 83%. Hasil presentase tersebut disimpulkan sebagai tingkat kegunaan aplikasi yang sangat baik.Kata kunci: media evaluasi, tingkat kegunaan, kogniti

    IMPLEMENTASI ALGORITMA GENETIKA BERBASIS WEB PADA SISTEM PENJADWALAN MENGAJAR DI SMK DWIJENDRA DENPASAR

    Get PDF
    ABSTRACTIntelligence from a computer that can mimic the human work system is commonly referred to as artificial intelligence which can solve problems (problem solving) that are complicated and sometimes humans themselves cannot solve them, as in the process of scheduling subjects. The preparation of scheduling school subjects is prepared by considering several components including; Teachers, time, majors, levels, and subjects themselves. Based on these problems the researchers conducted a study of scheduling school subjects with the method of Genetic Algorithm and took a case study at one of the private vocational high schools in Denpasar, namely SMK Dwijendra Denpasar. Based on the results of the design and discussion that have been conducted, scheduling teaching with Genetic Algorithms with case studies at Dwijendra Vocational School can be done by using subject data and teachers from the Vocational School and producing teaching schedules for teachers at the school so that there is no schedule clash. The results of testing carried out in this study are by testing measurements of population size and size of generations. The test was carried out by using a population size and generation of 150 with a crossover rate (cr) of 50%. The test results show that in a small population and generation produce a variety of fitness values. Good fitness values are generated in populations and generations above 50.Keywords: Genetic Algorithms, Scheduling, Lesson Type.ABSTRAKKecerdasan dari komputer yang dapat meniru system kerja manusia biasa disebut dengan istilah kecerdasan buatan (artificial intelegence) yang dapat memecahkan masalah (problem solving) yang rumit dan kadang manusia sendiri tidak dapat menyelesaikannya, seperti dalam proses penjadwalan mata pelajaran. Penyusunan penjadwalan mata pelajaran sekolah disusun dengan mempertimbangkan beberapa komponen diantaranya ; Guru, waktu, jurusan, jenjang, dan mata pelajaran itu sendiri. Berdasarkan permasalahan tersebut peneliti melakukan penelitian tentang penjadwalan mata pelajaran sekolah dengan metode Algoritma Genetika dan mengambil studi kasus pada salah satu sekolah menengah kejuruan (SMK) swasta di Denpasar yaitu SMK Dwijendra Denpasar. Berdasarkan hasil perancangan dan pembahasan yang telah dilakukan, penjadwalan mengajar dengan algoritma Genetika dengan studi kasus di SMK Dwijendra dapat dilakukan dengan menggunakan data mata pelajaran dan guru dari SMK tersebut dan menghasilkan jadwal mengajar bagi guru di sekolah tersebut sehingga tidak terjadinya bentrokan jadwal. Hasil pengujian yang dilakukan pada penelitian ini yaitu dengan pengujian pengukuran ukuran populasi dan ukuran ukuran generasi. Pada pengujian tersebut dilakukan dengan menggunakan ukurun populasi dan generasi sebanyak 150 dengan crossover rate (cr) 50%. Hasil pengujian menunjukan bahwa pada populasi dan generasi sedikit menghasilkan nilai fitness yang beragam. Nilai fitness yang baik dihasilkan pada populasi dan generasi diatas 50.Kata Kunci : Algoritma Genetika, Penjadwalan, Mata Pelajara

    SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PENGELOLAAN DATA BENCANA BERBASIS WEB DI BPBD KOTA DENPASAR

    Get PDF
    ABSTRACTBPBD Denpasar City is an institution that has the duty to coordinate disaster management among other agencies / work units in the Denpasar City area. The flow of information on the disaster that has occurred at this time has been informed on the BPBD website so that people can find out information related to the disaster in the area of Denpasar City. However, in the delivery of such information it is still reported in general and has not been reported in more detail, for example the location of the disaster site. Every new disaster is reported to be expected to provide information to officers so that it can accelerate the coordination process. Another problem is the recapitulation process of events that occur every year that have difficulties in data collection. The disaster management system build to help related parties, namely the Denpasar City BPBD in managing disaster data and displaying information about events in detail to the public. The system can display important announcements to the public and access to view disaster data recapitulation. System testing uses the blackbox method to ensure functionality is running well. The results of the study indicate the system has been successfully developed in managing disaster data.Keywords : Information Systems, Disaster Mitigation, WebABSTRAKBPBD Kota Denpasar merupakan sebuah lembaga yang memiliki tugas untuk mengkoordinasikan penanggulangan bencana diantara dinas/satuan kerja lain yang berada di wilayah Kota Denpasar. Alur penyampaian informasi bencana yang terjadi saat ini sudah diinformasikan pada website BPBD sehingga masyarakat dapat mengetahui informasi terkait dengan bencana di daerah Kota Denpasar. Namun dalam penyampaian informasi tersebut masih dilaporkan secara umum dan belum dilaporkan secara lebih terperinci misalkan letak dari lokasi bencana. Setiap adanya bencana yang baru dilaporkan diharapkan dapat memberikan informasi pada petugas sehingga dapat mempercepat proses koordinasi. Permasalahan lainnya adalah proses rekapitulasi kejadian yang terjadi setiap tahunnya yang mengalami kesulitan dalam pendataan. Sistem manajemen pengelolaan bencana dibangun untuk membantu pihak terkait yaitu BPBD Kota Denpasar dalam pengelolaan data bencana dan menampilkan informasi mengenai kejadian secara detail kepada masyarakat. Sistem dapat menampilkan pengumuman penting kepada masyarakat dan akses untuk melihat rekapitulasi data bencana. Pengujian sistem menggunakan metode blackbox untuk memastikan fungsionalitas berjalan dengan baik. Hasil dari penelitian menunjukkan sistem telah berhasil dikembangkan dalam melakukan pengelolaan data bencana.Kata Kunci : Sistem Informasi, Mitigasi Bencana, We

    KLASIFIKASI USIA DENGAN CITRA PADA REGISTRASI GAME ONLINE

    Get PDF
    ABSTRACT The importance of the biggest age that is utilized in sharing information technology is one of them is registering online games. Nowadays the proliferation of online games among the wider community is no exception in the class of children who fall into the category of not enough age. When playing online games, players are required to register early to log in. In registering the player is realized to enter the date of birth and this can be manipulated by players who really should be old enough or do not deserve to play online games. To overcome the falsehood or manipulation of data, the player who will register can provide a format photo. JPG with this photo issued the system to be built to know us really from the person who made the registration. To be able to perform face detection and age classification using the Viola Jones method which will be used for human face detection and the backpropagation artificial neural network method is used for classification. In this study the data used is https://data.vision.ee.ethz.ch/cvl/rrothe/imdb-wiki/ by entering 100 data as test data and 200 as training data, then the findings obtained are 75% appropriate results Keywords: Age Classification, Online Game, Face RecognitionABSTRAKPentingnya usia banyak dimanfaatkan dalam berbagi bidang teknologi informasi salah satunya adalah. Saat ini maraknya game online dikalangan masyarakat luas tidak terkecuali di kalangan anak-anak yang termasuk dalam kategori belum cukup umur. Pada saat melakukan permainan game online, pemain wajib melakukan register awal untuk dapat melakukan login. Dalam melakukan register pemain diwajibkan untuk memasukkan tanggal lahir dan hal ini dpat dimanipulasi oleh pemain yang memang seharunya cukup umur atau belum pantas memainkan game online. Untuk mengatasi kepalsuan atau manipulasi data maka pemain yang akan melakukan register dapat memberikan foto dengan format. JPG dengan foto ini nantinya system yang akan dibangun dapat mengenal usis sebenarnya dari orang yang melakukan register tersebut. Untuk dapat melakukan deteksi wajah dan klasifikasi usia menggunakan metode viola jones yang akan digunakan untuk deteksi wajah manusia dan metode jaringan saraf tiruan backpropagation digunakan untuk klasifikasi. Dalam penelitian ini data yang digunakan 100 data sebagai data uji dan 200 sebagai data latih dari https://data.vision.ee.ethz.ch/cvl/rrothe/imdb-wiki/, maka hasil akurasi yang didapat adalah 75% hasil sesuai.Kata kunci : Kalsifikasi Usia, Game Online, Deteksi Waja

    866

    full texts

    3,121

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Universitas Dhyana Pura is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage E-Journal Universitas Dhyana Pura? Access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard!