E-Journal Universitas Dhyana Pura

E-Journal Universitas Dhyana Pura
Not a member yet
    3121 research outputs found

    ANALISIS KESALAHAN SUSUNAN KATA PADA PARAGRAF NARASI MAHASISWA PROGRAM STUDI SASTRA INGGRIS UNIVERSITAS DHYANA PURA

    No full text
    ABSTRACTThe article aims at presenting error analysis by the students of English Literature Study Program Dhyana Pura University. There are two steps to analyze the data; first, the classification of error, and second the cause of error. Error can be classified according to basic type: omissive, additive, substitutive or related to word order. The result of this research on students of English Literature Study Program FEH-UNDHIRA, eventhough they are interested in English and tend to master English they still do many errors in English test. The errors of the passive voice use that are made by the students (from 1st semester) of English Litaraure Study Program in FEH-UNDHIRA are mostly related to the missinformation category as this study have shown them in the table above.Keywords: Language performance, error analysis, missinformation.ABSTRAKArtikel ini menyajikan tentang analisis kesalahan paragraf narasi pada mahasiswa program studi Sastra Inggris Universitas Dhyana Pura. Dalam hal ini dilakukan dua tahapan untuk menganalisis data, yakni klasifikasi kesalahan dan penyebab kesalahan pada paragraf naratif. Kesalahan dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa tipe, yakni: omissive, additive, substitutive or related to word order. Hasil dari penelitian pada mahasiswa di Universitas dan Program Studi ini karena mereka memiliki ketertarikan dan menguasai bahasa Inggris, akan tetapi hasil dari analisis ini menunjukkan bahwa masih banyak terjadi kesalahan pada paragraf yang telah dibuatnya. Peserta dari penelitian ini adalah mahasiswa semester 1 (satu) program studi Sastra Inggris FEH-UNDHIRA dan lebih dominan melakukan kesalahan pada informasi.Kata kunci: Penggunaan bahasa, analisis kesalahan, kesalahan informas

    RENSTRA SISTEM INFORMASI PENGUKURAN KINERJA DOSEN DENGAN IT BALANCED SCORECARD

    Get PDF
    ABSTRACT Performance measurement is very essential for universities that want to stay superior and compete in national and global. With the lack of research and community service carried out by STMIK Primakara lecturers, institutionally, these problems have an impact on achieving the campus vision and mission, especially in STMIK Primakara lecturers' quality assurance. Strategic planning of information systems for measuring lecturer performance is carried out using the IT Balanced Scorecard perspective approach, namely company contribution, operational perfection, user orientation and future orientation. The results of this study in the perspective of organizational contributions have 3 strategic objectives, namely lecturer honorarium, research budget, community service, lecturer development, publications, internal / external grants. In the orientation perspective the user has 2 strategic goals, namely increasing service to students, increasing service to the community. In the perspective of operational excellence, there are 2 strategic objectives, namely the improvement of the teaching and learning process by lecturers, the present learning content by the lecturers. In the perspective of future orientation, it has 5 strategic objectives, namely research, community service, scientific publications, further study of lecturers, development of lecturer competencies. In addition to producing 12 strategic objectives, in this study also produced 27 key performance indicators that will be used as lecturer performance at STMIK Primakara Keywords : Strategic Plan, Information System, Lecturer Performance, IT Balanced ScorecardABSTRAKPengukuran kinerja merupakan hal yang sangat essensial bagi perguruan tinggi yang ingin tetap unggul dan bersaing dalam kancah nasional maupun global. Dengan minimnya jumlah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh dosen STMIK Primakara, secara kelembagaan, permasalahan tersebut berdampak pada pencapaian visi dan misi kampus khususnya pada penjaminan mutu dosen STMIK Primakara. Perencanaan strategis sistem informasi pengukuran kinerja dosen ini dilakukan dengan pendekatan perspektif IT Balanced Scorecard, yaitu kontribusi perusahaan, kesempurnaan operasional, orientasi pengguna dan orientasi masa depan. Hasil dari penelitian ini dalam perspektif kontribusi organisasi memiliki 3 sasaran strategis, yaitu honorarium dosen, anggaran untuk penelitian, pengmas, pengembangan dosen, publikasi, dana hibah internal/eksternal. Dalam perspektif orientasi pengguna memiliki 2 sasaran startegis, yaitu peningkatan pelayanan kepada mahasiswa, peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Dalam perspektif keunggulan operasional memiliki 2 sasaran startegis, yaitu peningkatan proses belajar mengajar oleh dosen, konten pembelajaran yang kekinian oleh dosen. Dalam perspektif orientasi dimasa depan memiliki memiliki 5 sasaran startegis, yaitu penelitian, pengabdian masyarakat, publikasi ilmiah, studi lanjut dosen, pengembangan kompetensi dosen. Selain menghasilan 12 sasaran strategis, dalam penelitian ini pula menghasilkan 27 key performance indicator yang akan digunakan sebagai kinerja dosen di STMIK PrimakaraKata Kunci: Renstra, Sistem Informasi, Kinerja Dosen, IT Balanced Scoreca

    OPTIMASI DATA MINING MENGGUNAKAN ALGORITMA NAÃVE BAYES DAN C4.5 UNTUK KLASIFIKASI KELULUSAN MAHASISWA

    Get PDF
    ABSTRACTPresentation of data to produce information values is often displayed in the form of tabulations. If the data displayed has a small capacity, it may not be difficult to process the information. But if the data presented has a very large capacity, it is feared there are obstacles to absorbing information accurately and quickly. This is because that it takes a long time to read the data displayed in detail until the end of the data. The data to be discussed in this study are data of STMIK STIKOM Bali students. Historical data displayed will be converted into a decision tree. Thus the absorption of information will become easier. This research implements data mining disciplines using the naïve bayes method comparison with C4.5 algorithm which is a method for performing classification techniques and applied with Rapid Miner tools.Keywords : C4.5, KNN, Student GraduationABSTRAKPenyajian data untuk menghasilkan nilai informasi sering kali ditampilkan dalam bentuk tabulasi. Apabila data yang ditampilkan memiliki kapasitas kecil, mungkin tidak terlalu sulit untuk mencerna kandungan informasi tersebut. Tetapi apabila data yang disajikan memiliki kapasitas yang sangat besar, dikawatirkan adanya kendala untuk menyerap informasi secara tepat dan cepat. Hal ini dikarenakan bahwa dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk membaca data yang ditampilkan secara rinci hingga akhir data. Data yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah data mahasiswa STMIK STIKOM Bali. Data historis yang ditampilkan akan dikonversi menjadi bentuk pohon keputusan. Dengan demikian penyerapan informasi akan menjadi lebih mudah. Penelitian ini mengimplemen-tasikan disiplin ilmu data mining menggunakan komparasi metode naïve bayes dengan algoritma C4.5 yang merupakan sebuah metode untuk melakukan teknik klasifikasi serta diaplikasikan dengan tools Rapid Miner.Kata kunci : C4.5, KNN, Kelulusan Mahasisw

    USABILITY SISTEM PENJAMINAN MUTU STIKOM BALI MENGGUNAKAN METODE USER CENTERED DESIGN

    Get PDF
    ABSTRACTThe Quality Assurance Center (PJM) is one of the units at STMIK STIKOM Bali which has the task of assisting the Chair in overseeing and controlling the entire process. One of the controls carried out is controlling customer satisfaction through implementing customer satisfaction evaluations. PJM STIKOM Bali uses a web-based quality assurance information. The use of web-based quality assurance information systems has never been measured by usability system to see whether the system built is acceptability for the PJM STIKOM Bali unit in carrying out its activities. In this study, researchers conducted a study to analyze usability in the STIKOM Bali quality assurance information system. The method used to measure usability is User Centered Design (UCD) because this method focuses on the user. In implementing the UCD method, three types of statements have been established, namely Task Complete Rate, Time on Task, and Usability Rate of System. The results achieved in this study were the success rates of respondents in completing the STIKOM Bali quality assurance information system task task of 97.67%. The average time needed by respondents to complete all tasks is 92 minutes. The usability level felt by respondents when using the quality assurance information system is 88.75%.Keywords : Quality Assurance System, Usability, User Centered DesignABSTRAKPusat Jaminan Mutu (PJM) adalah salah satu unit di STMIK STIKOM Bali yang memiliki tugas membantu Ketua dalam mengawasi dan mengendalikan seluruh proses. Salah satu pengendalian yang dilakukan adalah pengendalian kepuasan pelanggan melalui pelaksanaan evaluasi kepuasan pelanggan. PJM STIKOM Bali menggunakan sistem informasi penjaminan mutu berbasis web untuk mempermudah akses penjadwalan dimulai dan diakhirinya proses evaluasi kepuasan pelanggan yang diintegrasikan dengan sistem lain yang ada di STIKOM Bali. Penggunaan sistem informasi penjaminan mutu berbasis web belum pernah dilakukan pengukuran usability sistem untuk melihat apakah sistem yang dibangun sudah akseptabilitas bagi unit PJM STIKOM Bali dalam melaksanakan aktivitasnya. Pada penelitian ini peneliti melakukan penelitian untuk menganalisa usability pada sistem informasi penjaminan mutu STIKOM Bali. Metode yang digunakan untuk mengukur usability adalah User Centered Design (UCD) karena metode ini berfokus pada pengguna. Dalam implementasi metode UCD, telah ditetapkan tiga jenis pernyataan yaitu Task Complete Rate, Time on Task, dan Usability Rate of System. Hasil yang dicapai pada penelitian ini adalah tingkat keberhasilan responden dalam menyelesaikan task sistem informasi penjaminan mutu STIKOM Bali sebesar 97,67%. Waktu rata-rata yang diperlukan responden untuk menyelesaikan seluruh task adalah sebesar 92 menit. Tingkat usability yang dirasakan responden saat menggunakan sistem informasi penjaminan mutu adalah 88,75 %.Kata kunci : Sistem Penjaminan Mutu, Usability, User Centered Desig

    RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PENDUDUK DUSUN (STUDI KASUS : DUSUN TEGAL KORI KAJA UBUNG)

    Get PDF
    ABSTRACTThe population data processing system is very important for all population administration processes in a village, or in a smaller scope, namely hamlets. An information system is needed to access population data, so that one can use it to carry out population track records and simplify the process of population registration. Tegal Kori Kaja Hamlet is located in Ubung Kaja Village, North Denpasar District. Currently village officials carry out data collection on paper and processing population data by storing data in word and excel documents, making it difficult and slowing down the process of reporting and archiving population data including data on KK (Head of Family), Population Data, Arrivals Data, Data on Death, Birth Data and Transfer Data. With these problems, a population data information system will be designed which can help village government organization officials, especially hamlet heads in recording and managing population data, so they can produce population report and can provide information on population status to all people because this system based on website and can be accessed by all people .Keywords: system, information, populationABSTRAKSistem pengolahan data penduduk sangat penting bagi segala proses administrasi kependudukan dalam suatu desa, ataupun dalam ruang lingkup yang lebih kecil yaitu dusun. Suatu sistem informasi diperlukan untuk mengakses data kependudukan, sehingga diantaranya dapat digunakan untuk melakukan rekam jejak penduduk serta mempermudah dalam proses pendataan penduduk. Dusun Tegal Kori Kaja terletak pada desa Ubung kaja kecamatan Denpasar Utara. Saat ini aparat desa melakukan pendataan penduduk dengan kertas dan pengolahan data penduduk yang dilakukan dengan menyimpan data-data dalam dokumen word dan excel, sehingga menyulitkan dan memperlambat proses pelaporan dan pengarsipan data penduduk meliputi data KK (Kepala Keluarga), Data Penduduk, Data Pendatang, Data Kematian, Data Kelahiran dan Data Perpindahan. Dengan permasalahan tersebut maka akan dirancang sistem informasi data penduduk dusun yang dapat membantu pemerintahan desa, khususnya kepala dusun dalam pencatatan dan pengelolaan data penduduk sehingga dapat menghasilkan laporan penduduk dan dapat memberikan informasi status kependudukan kepada seluruh penduduk karena sistem informasi berbasis website dan bisa diakses oleh seluruh masyarakat.Kata Kunci : sistem, informasi, pendudu

    ANALISIS DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR ENTERPRISE STMIK PRIMAKARA

    Get PDF
    ABSTRACTInformation strategic planning and information technology (SI / IT) are identified as key factors in IT integration and business alignment in organizations. Strategic planning carried out at Primakara STMIK uses the TOGAF framework to produce an enterprise architecture that will be a guideline for the development of information systems and information technology (SI / IT) that is aligned with Primakara's STMIK vision, mission and goals. The environmental analysis is done first, the environmental analysis uses SWOT analysis to get an overview of the strategic plan. Stages to get an overview of enterprise architecture and information system development roadmap include Architecture Vision, Business Architecture, Information System Architecture, which consists of: Data Architecture, and Application Architecture.Keyword :TOGAF, Enterprises Architecture, CollegeABSTRAKPerencanaan strategis informasi dan teknologi informasi (SI/TI) diidentifikasi sebagai faktor kunci dalam integrasi TI dan keselarasan bisnis pada organisasi. Perencanaan strategis yang dilakukan pada STMIK Primakara menggunakan kerangka kerja TOGAF untuk menghasilkan enterprise architecture yang akan menjadi pedoman untuk pengembangan sistem informasi dan teknologi informasi (SI/TI) yang selaras dengan visi, misi dan tujuan STMIK Primakara. Analisis lingkungan dilakukan terlebih dahulu, analisis lingkungan menggunakan SWOT analisis untuk mendapat gambaran rencana strategis. Tahapan untuk mendapatkan gambaran enterprises architecture dan roadmap pengembangan sistem informasi meliputi Architecture Vision, Business Architecture, Information System Architecture, yang terdiri dari: Data Architecture, dan Application Architecture.Kata Kunci : TOGAF, Perancangan Arsitektur Enterprise, Sekolah Tinggi

    Pelatihan Evaluasi Program Pendidikan Nonformal Bagi Pengelola Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat

    Get PDF
    ABSTRAKTujuan dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan pengelola PKBM di Kecamatan Gunungsari dalam melakukan evaluasi program Pendidikan Nonformal. Hal ini didasarkan atas masih lemahnya kemampuan yang dimiliki oleh pengelola (Pimpinan, Staf, dan Tutor) PKBM dalam melakukan evaluasi untuk mengukur efektivitas (tingkat keberhasilan) dari pelaksanaan program sebagai upaya dari penjaminan mutu program Pendidikan Nonformal yang berkelanjutan. Target khusus yang dicapai dari kegiatan ini adalah memberikan penguatan serta meningkatkan kecakapan pengelola PKBM dalam melakukan evaluasi program Pendidikan Nonformal. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pelatihan (workshop) dan pendampingan yang bersifat partisipatif. Mahasiswa yang terlibat sebanyak 5 orang dari jurusan Pendidikan Luar Sekolah (PLS). Pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini meliputi pemberian materi mengenai konsep dan model-model evaluasi program yang relevan diaplikasikan pada program Pendidikan Nonformal. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penguatan kemampuan konseptual pengelola PKBM sebelum melakukan demonstrasi evaluasi program Pendidikan Nonformal yang dilaksanakan di PKBM. Setelah penguatan konseptual, kemudian melakukan pendampingan intensif dalam praktik evaluasi program dengan berdasar pada mekanisme evaluasi program yang terstandar mulai dari pemilihan program yang akan dievaluasi, formulasi tujuan, penentuan model evaluasi yang digunakan, pengembangan instrumen, pengumpula data, dan analisis data dari hasil evaluasi program. Untuk menjaga keberlanjutan hasil dari kegiatan ini, pendampingan informal terus dilakukan antara pengelola PKBM dengan Tim PkM sehingga tujuan dari pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dapat tercapai secara optimal.Kata kunci : Pelatihan, Evaluasi Program, Mutu, Pendidikan NonformalABSTRACTThe purpose of this community service activity is to increase knowledge and ability of Community Learning Center (CLC) managers in Gunungsari sub-district in evaluating Nonformal Education program. This is based on the low ability of the managers (leaders, staffs, and tutors) of the CLC to evaluate measurement on the effectiveness (success rate) of the program as an effort to ensure the quality of continuous non-formal education programs. Specific targets achieved from this activity are to provide strengthening and improve the skills of CLC managers in evaluating Nonformal Education programs. Methods used in this community service activity are training (workshops) and participative mentoring. Students involved as many as five people from the Nonformal Education Departement. The implementation of the community service activity involves the provision of materials on relevant program concepts and evaluation models applied to Nonformal Education programs. This is done as a form of strengthening the conceptual capabilities of CLC managers before performing a demonstration of the evaluation of Nonformal Education programs implemented in CLC. After the conceptual reinforcement, then perform intensive assistance in the program evaluation practice based on standardized program evaluation mechanisms ranging from selection of evaluated programs, objective formulation, determination of evaluation model used,instrument development, data collection and data analysis of program evaluation results. To maintain the sustainability of the results of this activity, informal counseling continues between CLC managers and teams in order that the goal of implementing the community service activity can be optimally achieved.Keywords : Training, Evaluating Program, Quality, Nonformal Educatio

    Sinergi Tiga Pilar Pembangunan Dalam Pariwisata Berkelanjutan

    Get PDF
    ABSTRAKABSTRACTKeywords: agro tourism, terracing, three pillars, sustainable developmentPemerintah Kabupaten Tabanan sejak tahun 2010 telah mencanangkan beberapa gebrakan yang sangat menyentuh kehidupan masyarakat perdesaan terutama petani, peternak dan rumah tangga miskin melalui Gerakan Pembangunan Pangan (Gerbang pangan) Serasi, Gerakan Pembangunan Ekonomi Kemasyarakatan (Gerbang Emas Serasi), Gerbang Wisata (Dewi), dan yang terakhir adalah Gerbang Besar Serasi. Gerakan-gerakan pembangunan tersebut berjalan bersinergi dan berbasis desa. Desa Gunung Salak adalah salah satu desa yang dicanangkan sebagai desa wisata agro. Secara topografi Desa Gunung Salak adalah daerah dengan perbukitan dan terasering yang sangat indah, Panorama perkebunan yang sangat luas sehingga sangat berpotensi untuk pengembangan pariwisata seperti wisata treking, wisata agro, maupun wisata religius. Di Desa Gunung Salak juga terdapat lokasi yang sangat potensi seperti: Air Terjun Br. Kanciana, Goa Lindung di Br Gunung Salak, view persawahan dan perkebunan yang yang sangat indah, areal wisata treking /oprouder, sanggar lukisan Kresnadana, tari tradisional Okokan Mebarung Br Apit Yeh, dan didukung oleh keramah tamahan penduduk. Tim Pengembangan Kemitraan Wilayah (PKW) Universitas Mahasaraswati Denpasar telah melakukan beberapa pembinaan industri pendukung Desa Wisata Gunung Salak, seperti kuliner yang diproduksi oleh Kelompok Wanita Tani Mawar dan Kenanga. Keberhasilan desa Gunung Salak menjadi desa Wisata memerlukan komitmen semua pihak baik pemerintah, masyarakat dan pelaku wisata.Kata kunci: agro wisata, terasering, tiga pilar, pembangunan berkelanjutan The Tabanan district government since 2010 has launched a number of moves that have touched the lives of rural communities, especially farmers, ranchers and poor households through the Food Development Movement (Food Gate) Serasi, Community Economic Development Movement (Serasi Gold Gate), Tourism Gate (Dewi) and the last is the Great Gate of Serasi. These development movements run in synergy and are village-based. Gunung Salak village is one of the villages proclaimed as an agro tourism village. In Topography, Gunung Salak Village is an area with very beautiful hills and terraces, Panorama Perkebunan is very wide, so it has the potential to be developed for tourism such as Treking tourism, Agro Tourism and Religius tourism. In the area of Salak Judga Mountain, there is a very potential location such as: Waterfall Br. Kanciana, Protected Goa at Mount Salak Br, View of Rice Fields and very beautiful Plantation, Oprouder trekking area, Lukisan Kresnadana Studio, Okokan mebarung Br Apit Yeh traditional dance and supported by people's hospitality. Mahasaraswati University Regional Partnership Development Team (PKW) has carried out several coaching industries supporting Gunung Salak Tourism Village, such as culinary produced by Mawar and Kenanga Farmer Women Groups. The success of the Gunung Salak village as a tourism village requires the commitment of all parties, including the government, community and tourism actors

    COVER

    No full text
    COVE

    MEMBANGUN KESANTUNAN BERTUTUR BERBASIS KECERDASAN EMOSI

    No full text
    AbstrakBahasa sebagai alat komunikasi memiliki dua fungsi: pertama sebagai sarana komunikasi dan pencapaian tujuan; kedua sebagai bentuk citra diri dan karakter pengguna bahasa. Sebagai alat komunikasi dalam pencapaian tujuan bahasa harus digunakan sesuai dengan tata bahasa yang benar dan terarah. Kecerdasan emosional berkaitan dengan kesantunan bahasa karena prinsip kesantunan bahasa menunjukkan bahwa komunikasi verbal lahir dengan sopan santun yang bijaksana, mudah diterima / dipahami, murah hati, rendah hati, bugar, dan simpatik. Dengan menggunakan bahasa yang sopan, tidak menyinggung individu / kelompok, bahasa yang mencerminkan logika yang hati-hati, pemikiran struktural, dan bahasa berfungsi sebagai sarana untuk bekerja sama akan membentuk hubungan sosial yang harmonis.Kata kunci: Kecerdasan emosional, kesantunan bahasaAbstractLanguage as a communication tool has two functions: first as a means of communication and the achievement of goals; second as a form of self-image and character of the language users. As a communication tool in the achievement of the purpose of the language should be used in accordance with proper grammar and directed. Emotional intelligence relates to language politeness because language politeness principle suggests that verbal communication is born with manners wise, readily accepted / understood, generous, humble, fit, and sympathetic. By using polite language, not offend individuals / groups, language that reflects a careful logic, structural thinking, and language functioning as a means to work together would form a harmonious social relations.Keywords: Emotional intelligence, language politenes

    866

    full texts

    3,121

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Universitas Dhyana Pura is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage E-Journal Universitas Dhyana Pura? Access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard!