E-Journal Universitas Dhyana Pura

E-Journal Universitas Dhyana Pura
Not a member yet
    3121 research outputs found

    STUDENTS’ COMPETENCY IN DIFFERENT TYPES OF LISTENING SKILL

    No full text
    ABSTRACTThis study aims to find the students’ competency in listening test and also to find out their problemsthrough the listening test result. The students under concern were the second-semester students ofacademic year 2017 taking the English II subject at STIKOM Bali. The data source in this studyis a primary data, which has been got directly from one class of listening comprehension insemester II. This class was chosen since the students of this class have already learned listeningcomprehension for seven meetings. The listening test was consisting of two different types theywere listening comprehension and completing the conversation. The finding shows that the overallperformance of the students in completing the listening conversation was better than theirperformance in listening comprehension. This was caused by the lack of the students’concentration in listening therefore, they could not get the point of that listening, besides that, andthere were also some vocabularies that were uncommon for them.Key words: Listening, Listening Comprehension, Students’ Competency.ABSTRAKTujuan dari peneltian ini adalah untuk mengetahui kompetensi mahasiswa dalam tes listeningsertauntuk mengetahui permasalahan mereka berdasarkan hasil dari tes listening tersebut. Hasiltes listening mahasiswa yang digunakan dalam penelitian ini dari mahasiswa semester duaangkatan 2017 yang mengambil mata kuliah Bahasa Inggris II di STIKOM Bali. Sumber datapenelitian ini adalah data primer, yang diambil langsung dari satu kelas listening comprehensiondi semester II. Kelas Ini dipilih karena mahasiswa di kelas ini sudah memelajari listeningcomprehension selama tujuh pertemuan. Tes listening terdiri dari dua tipe yang berbeda yaitulistening comprehension dan completing the conversation. Temuan pada penelitian inimenunjukkan bahwa secara keseluruhan, hasil tes mahasiswa dalam completing the conversationlebih baik daripada hasil tes listening comprehension. Hal ini disebabkan oleh kurangnyakonsentrasi mahasiswa dalam menyimak sehingga, mereka tidak dapat mengambil inti darilistening tersebut, serta terdapat beberapa kosakata yang jarang mereka dengar sebelumnya.Kata kunci: Listening, Listening Comprehension, Kompetensi Mahasiswa

    CONCEPTUAL MAPPING ON THE PARABLE OF THE GOSPEL OF LUKE: A COGNITIVE APPROACH

    No full text
    ABSTRACTThis thesis presents a cognitive approach in order to identify the categories of conceptualmetaphor and to know the conceptual mapping of those conceptual metaphors found onthe parable of the Gospel of Luke.The qualitative research method was used to analyzethedata in the parable of Luke and supported by purposive sampling technique. Theconceptual metaphor theory by Lakoff and Johnson (1980, 1993, 2003) was used todistinguished the categories of metaphor which are orientational, ontological, andstructural which then mapped into different kinds of conceptual metaphormappings.Firstly, the data were collected, selected, and classified into three metaphoricalcategories which are orientational, ontological, and structural metaphor. Then, the datawere analyzed to find the correspondence of source domain and concrete domain andfrom there the data were mapped through conceptual mapping. The findings are in theparable of Luke, there are more structural metaphor than the other metaphors which areorientational and ontologicalmetaphor. There are 2 data belong to orientational metaphor,3 data are belong to ontological metaphor, and 7 data are belong to structural metaphor.Keywords: conceptual metaphor, conceptual mapping, correspondencesABSTRAKSkripsi ini menggunakan pendekatan kognitif untuk mengidentifikasi kategori konseptualmetafora dan untuk mengetahui pemetaan konseptual dari metafora yang terdapat dalamperumpamaan injil Lukas. Data dianalisis menggunakan metode penelitian kualitatif dandidukung dengan teknik pengambilan sampel.Teori konseptual metafora dari Lakoff danJohnson (1980, 1993, 2003) digunakan untuk membedakan kategori metafora antara lainmetafora orientasi, ontologis, dan struktural yang kemudian dipetakan ke dalampemetaan konseptual metafora yang berbeda. Pertama-tama data dikumpulkan, dipilih,dan diklasifikasi ke dalam tiga kategori metafora antara lain metafora orientasi,ontologis, dan struktural.Kemudian data dianalisis untuk menemukan korespondensidari ranah sumber dan ranah sasaran dan dari sana, data dipetakan melalui pemetaankonseptual. Hasil yang didapat dalam injil Lukas antara lain terdapat lebih banyakmetafora struktural daripada metafora lain yakni metafora orientasi dan ontologis.Terdapat 2 data yang tergolong metafora orientasi, 3 data tergolong metafora ontologis,dan 7 data tergolong metafora struktural.Kata kunci: metafora konseptual, pemetaan konseptual, korespondens

    GAYA BAHASA DAN REFERENSIAL DALAM PUISI ‘DOA YANG DITUKAR’ KARYA FADLI ZON

    Get PDF
    ABSTRAKPuisi berjudul 'Doa yang Ditukar' (Doa dipertukarkan) menjadi kontroversial di bulankedua tahun 2019. Beberapa komentar mengemuka yang sebagian besar dari merekamenyalahkan penulis. Dalam puisi ini, Fadli Zon, penulis memilih gaya bahasa informal.Tampaknya tetap pada tujuannya agar dapat diakses dengan mudah oleh setiap penutur asliBahasa Indonesia. Gaya ini tidak perlu pengetahuan ekstra dari pembaca untukmemahaminya karena menggunakan kata-kata umum. Penulis menggunakan media sosialuntuk mendukung karya ini yang tersebar luas sekaligus. Dalam hal pilihan kata, puisi diisidengan ekspresi emosional di balik doa suci yang dinyatakan di awal. Pada bait pertama,emosi dilakukan dalam struktur kalimat dengan strategi garis depan. Dalam strategi ini iamembangun Non-Subjek Fokus bukan Subjek Fokus. Dalam bait berikutnya, pergeseranmuncul pada pilihan kata daripada posisi struktural seperti yang terlihat sebelumnya.Serangkaian kata-kata positif muncul dalam jumlah yang lebih kecil daripada konotasinegatif yang terjadi. Secara referensi, penyair memilih kombinasi sistem referensiendophoria dan exophoria. Pada awalnya, penyair menggunakan referensi kataforis dandiikuti dengan sistem anaforis. Dalam bait penutup, itu adalah sistem referensi exophoria dimana pembaca membutuhkan pengetahuan yang baik untuk menemukan anteseden.Untungnya, exophoric ini tidak memaksa pembaca seperti teks lainnya, karena latarbelakangnya sudah dipublikasikan di stasiun TV atau media sosial.Kata kunci: puisi, gaya Bahasa, kata-kata umum, referensiABSTRACTThe poem entitled ‘Doa yang Ditukar’ (Prayers are exchanged) become controversialin the second month of 2019. Some comments raised which most of them blamed the writer.In this poem, Fadli Zon, the writer chooses informal language style. It seems fixed to his goalto be accessed easily by every native speaker of Bahasa Indonesia. This style need not extraknowledge from the reader to understand it since it uses common words. The writer usedsocial media to supports this piece of work spread widely at once. In terms of word choices,the poem is filled with emotional expression behind the sacred prayer which is stated at thevery beginning. At the first couplet, the emotion was carried out in the structure of thesentence with the fronting strategy. In this strategy it built the Non-Subjects Focused insteadof Subject Focused. In the next couplet, a shift appeared to the word’s choice rather thanstructural position as seen before. A series of positive words come up in smaller number thannegative connotations occurred. Referentially, the poet chooses combination of endophoriaand exophoria reference system. In the beginning, the poet used cataphoric reference andfollowed with anaphorical system. In the closing couplet, it is exophoria reference systemwhere the reader needs a good knowledge to find the antecedent. Luckily, this exophoric did  not force the reader much as the other text, since the background is already published on TVstation or social media.Key words: poem, language style, common words, referenc

    MEDIA KARTU BERGAMBAR SEBAGAI MEDIA PENGAJARAN DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA PADA KELOMPOK BELAJAR B ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK BALI KIDDY

    Get PDF
    ABSTRAKPenelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang bertujuan untuk mengetahuipeningkatan keterampilan membaca pada siswa kelompok belajar B melalui media kartubergambar (flashcard). Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus yang masing-masing siklusterdapat 8 pertemuan dimana data yang diperoleh akan disajikan dalam deskriptif kualitatif.Penelitian ini didasari atas teori pembelajaran kognitif oleh Jean Piaget. Pengajaran membacamelalui media kartu bergambar dinilai dapat meningkatkan minat dan pemahaman siswa dalammembaca tahap awal dikarenakan media yang digunakan sangat menarik untuk dilihat dan caraguru menyampaikan materi sangat menyenangkan sehingga siswa tidak merasa bosan.Kata kunci : Keterampilan Membaca, Media Gambar, Anak usia dini.ABSTRACTThis research is a Classroom Action Research, which aimed to determine theimprovement of reading skills of Kindergarten B students through a flashcard. This researchconducted in 2 cycles, which had eight meetings for each cycle. The data obtained would bepresented in qualitative descriptive. The theory applied in this research is Cognitive Learningby Jean Piaget. Teaching through flashcard considered to increase students' interest andunderstanding in pre-reading stage because it is very interesting and the way teacher deliveredthe material is very attractive, therefore, the students do not feel bored.Keywords: Reading skill, Pictures Media, Kindergarten Students

    ANALISIS KESALAHAN PELAFALAN BAHASA JEPANG MAHASISWA MANAJEMEN PERHOTELAN UNIVERSITAS DHYANA PURA

    Get PDF
    ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan pelafalan bahasa Jepang mahasiswaUniversitas Dhyana Pura. Selain itu penelitian ini dilakukan untuk menjabarkan penyebabterjadinya kesalahan pelafalan bahasa Jepang pada mahasiswa manajemen perhotelan UniversitasDhyana Pura. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif,yaitu memaparkan fenomena yang terjadi pada saat mahasiswa manajemen perhotelan melafalkanbunyi bahasa Jepang. Dua jenis data dalam penelitian ini yaitu data hasil rekaman pelafalan dandata hasil wawancara. Penelitian ini ditempuh dengan tiga tahap yaitu pengumpulan data, analisisdata, dan penyimpulan hasil analisis data. Dari hasil penelitian ini, terdapat bunyi-bunyi bahasaJepang yang sulit dilafalkan oleh mahasiswa manajemen perhotelan Universitas Dhyana Pura.Sebagian besar kesalahan pelafalan terjadi pada bunyi frikatif. Bunyi yang sulit dilafalkan rataratakarena perbedaan tempat dan cara artikulasi, selain itu karena perbedaan bunyi yang memangtidak terdapat pada bunyi bahasa Indonesia. Faktor lain yang mempengaruhi kesulitan mahasiswadalam melafalkan bunyi bahasa Jepang adalah lamanya belajar, faktor kesadaran saat melafalkanbunyi dan kurangnya pengetahuan mengenai ilmu fonetik.Kata Kunci: Pelafalan, Bunyi bahasa, Bahasa JepangABSTRACTThis study aims to determine the Japanese pronunciation errors of DhyanapuraUniversity students. In addition, this study was conducted to describe the causes of Japanesepronunciation errors in Dhyanapura University hospitality management students. The methodused in this study is a descriptive qualitative method, which describes the phenomenon that occurswhen hotel management students pronounce the sound of Japanese. Two types of data in this studyare data recorded by pronunciation and data from interviews. This research was conducted inthree stages namely; data collection, data analysis, and conclusion of the results of data analysis.The results of this study are Japanese language sounds that are difficult to pronounce byhospitality management students of Dhyanapura University. Most pronunciation errors occur inthe fricative sound. Sounds that are difficult to pronounce on average because of differences inplaces and ways of articulation, besides that because of differences in sound that is not found inthe sound of Indonesian. Other factors that affect students' difficulties in reciting the sounds ofJapanese are the length of learning, the awareness factor when reciting sounds and the lack ofknowledge about phonetic science.Keywords: Pronunciation, Phonetic, Japanese languag

    PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PERILAKU WISATAWAN CINA TERHADAP KEBERLANJUTAN PARIWISATA BALI DENGAN PENDEKATAN SAPTA PESONA

    Get PDF
    ABSTRACTThis study aims to (i) examine Balinese people's perceptions of the behavior of Chinese tourists visiting Bali in the context of the Sapta Pesona, (ii) reviewing Balinese people's perceptions of Chinese tourist behavior in supporting sustainable tourism in Bali and (iii) reviewing efforts that can conducted to enhance the role of Chinese tourists visiting Bali to be able to realize sustainable tourism in Bali. The method used is a qualitative method with quantitative descriptive techniques. Data collection using survey techniques using questionnaires, as well as documentation studies. The results showed that the public perception of Chinese tourists visiting Bali (i) tends to feel doubtful and not agree to be able to realize Sapta Pesona and (ii) to realize sustainable tourism. This is due to (i) the character of Chinese tourists themselves, (ii) the practice of 'zero dollars' that makes people nervous, (iii) the incompatibility of the concept of mass tourism to be developed in Bali with a small carrying capacity of nature. Efforts that can be made include: (i) implementing an anti zero dollar policy, (ii) setting the lowest price limit for tourism in Bali, (iii) limiting the number of tourists coming to Bali, (iv) limiting the number of tourists to tourist attractions damaged.Keywords: Community Perception, Chinese Tourists, Sapta Pesona, Sustainable TourismABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk (i) mengkaji persepsi masyarakat Bali terhadap perilaku wisatawan Cina yang berkunjung ke Bali dalam konteks Sapta Pesona, (ii) mengkaji persepsi masyarakat Bali terhadap perilaku wisatawan Cina dalam menyokong kepariwisataan Bali berkelanjutan dan (iii) mengkaji upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan peran wisatawan Cina yang berkunjung ke Bali untuk dapat mewujudkan pariwisata Bali yang berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data dengan teknik survey menggunakan kuisoner, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap wisatawan Cina yang berkunjung ke Bali (i) cendrung merasa ragu dan tidak setuju untuk dapat mewujudkan Sapta Pesona serta (ii)mewujudkan pariwisata berkelanjutan. Hal ini disebabkan karena (i) karakter wisatawan Cina itu sendiri, (ii) praktik ‘zero dollar’ yang membuat resah masyarakat, (iii) ketidak sesuaian konsep pariwisata massal /mass tourism untuk dikembangkan di Bali dengan daya dukung alam yang kecil. Upaya-upaya yang dapat dilakukan antara lain : (i) menerapkan kebijakan anti zero dollar, (ii)menetapkan batas harga terendah wisata ke Bali, (iii) membatasi jumlah wisatawan yang datang ke Bali, (iv) membatasi jumlah wisatawan pada daya tarik wisata yang mengalami kerusakan.Kata Kunci : Persepsi Masyarakat, Wisatawan Cina, Sapta Pesona, Pariwisata Berkelanjutan

    Percepatan Keaksaraan (Literacy Boost) Bagi Guru di SDN Nunhala dan SDN Baki Sonbay Kecamatan Noemuti Kabupaten Timor Tengah Utara

    Get PDF
    ABSTRAKProgram percepatan keaksaraan (literacy boost) merupakan program yang didesain untuk membimbing sekolah khususnya para guru untuk mendukung perkembangan literasi/keaksaraan anak-anak dengan lebih baik. Salah satu komponen yang mendukung percepatan keaksaraan adalah pelatihan untuk guru. Pelatihan guru ini bertujuan untuk mengembangkan kapasitas guru yang terjadwal secara teratur, didesain untuk melengkapi guru untuk memusatkan pengajaran pada lima keterampilan inti dalam kerangka kurikulum yang sudah disyaratkan oleh pemerintah untuk terus diikuti. Pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan kapasitas guru yang terjadwal teratur, didesain untuk melengkapi guru untuk memusatkan pengajaran pada lima keterampilan inti dalam kerangka kurikulum yang sudah disyaratkan oleh pemerintah untuk terus diikuti. Model yang digunakan dalam pelatihan ini adalah workshop dimana guru akan dibekali dengan materi dan latihan untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa. Hasil yang telah diperoleh dari pelatihan guru ini adalah guru menguasai model pembelajaran aktif yang melekat pada proses pengajaran membaca dan meningkatnya keterampilan guru dalam menggunakan strategi percepatan keaksaraan melalui lima keterampilan dasar membaca.Kata kunci: pelatihan guru, percepatan keaksaraan.ABSTRACTThe literacy boost program is a program designed to guide school especially for the teachers to support the development of children’s literacy better. One of the components that support the literacy boost is training for teacher. The training for teacher aims to develop teacher’s capacity that scheduled regularly, designed to equip teachers to centralize teaching on five core skills within the curriculum design that required by the government to continue followed. The service for community aims to develop teacher’s capacity that scheduled regularly, designed to equip teacher to centralize teaching on five core skills within the curriculum framework that required by the government to continue followed. The model that used in this training is a workshop. The teachers will get the materials and exercises to improve the student’s reading ability. The results of this teacher training are teachers mastering the active learning model that attached on the process of reading teaching and increasing teacher skills in using strategy of literacy boost through five basic reading skills. Keywords: teacher training, literacy boos

    PKM Pelatihan Pembuatan APE PAUD di Desa Dauh Puri Kelod Denpasar

    Get PDF
    ABSTRAKKehidupan anak selalu dekat dengan dunia bermain. Melalui bermain anak akan belajar mengenai kehidupan dan mendapatkan pengalaman yang membawa kesan menyenangkan bagi anak. Guru memiliki peranan penting dalam membantu anak agar dapat membangun konsep dengan baik, sehingga secara komprehensif dapat mengembangkan motivasi belajar anak usia dini. Salah satu alat permainan yang dapat dipergunakan adalah alat permainan edukatif (APE). Oleh karena itu, mitra yang tepat bekerja sama dalam PKM ini adalah PAUD Sari Kumara. Masalah yang dihadapi oleh mitra PAUD ini adalah berkurangnya motivasi guru dalam menyiapkan alat permainan yang edukatif, terbatasnya kreativitas guru dalam menyiapkan alat permainan edukatif, dan kurangnya media permainan edukatif yang dapat dimainkan di sekolah tersebut. Untuk itu, tim PKM menawarkan solusi dalam membantu guru-guru PAUD mengatasi masalah tersebut antara lain, memberikan pelatihan bagi guru cara pembuatan alat permainan edukatif, ToT bagi guru, memonitoring penyampaian kegunaan dan cara menggunakannya bagi peserta didik, serta menyediakan sarana alat permainan edukatif. Target luaran yang ingin dicapai dalam PKM ini adalah jurnal ilmiah ber-ISSN dan alat permainan edukatif (APE) hasil pelatihan yang dilakukan di PAUD Sari Kumara. Besar harapan bahwa pelatihan pembuatan alat permainan edukatif (APE) dapat menumbuhkan motivasi dari para guru untuk kreatif dan berkreasi.KataKunci : guru PAUD, alat permainan edukatif, bermain.ABSTRACTLife of children is always close to the fun world. The children will learn about life by playing and acquire experiences that cause pleasing impression to the children. Teachers have an important role in assisting the children to build well concept, consequently they can comprehensively develop motivation of early childhood. One of the game tools that can be used is Educational Game Tool (APE). Therefore, the appropriate partner to cooperate in this PKM is PAUD Sari Kumara. The difficulties faced by PAUD partners are the lack of teacher’s motivation in preparing educational games, limited creativity of teachers in preparing educational games, and the lack of educative game media that can be played in the school. Thus, the PKM team offers solutions to help PAUD teachers to solve the problem, namely, conducting teacher training of how to make educational games, ToT for teachers, monitoring the delivery of usefulness and how to use them for learners, and to provide educative game tools. The output targets to be achieved in this PKM are an ISSN scientific journal and educational game equipment (APE) result of training conducted at PAUD Sari Kumara. Expectantly the training of educational game making tools (APE) can stimulate the motivation of teachers to be creative and innovative.Keywords : teacher of early childhood education, educational game tool, playing

    COVER DEPAN

    No full text
    COVER DEPA

    WORKSHOP DAN PELATIHAN BIDANG PEMASARAN DIGITAL BAGI SISWA SMK DAN SMA HARAPAN DENPASAR

    No full text
    ABSTRAKPemasaran merupakan ujung tombak setiap perusahaan. tanpa adanya pemasaran, produk yang dihasilkan oleh perusahaan tidak akan dikenal oleh calon konsumen. seiring perkembangan jaman adanya perkembangan teknologi yang begitu cepat sehingga proses pemasaran juga harus mengimbangi dengan memanfaatkan dunia digital dalam proses pemasaran atau yang kita sebut dengan pemasaran digital . Untuk itu kami dari program studi ingin mengenalkan tentang marketing digital ke pada siswa SMA dan SMK harapan. Metode pelaksanaan kegiatan ini dengan sosialisasi dan pelatihan. Tujuan dari kegiatan ini untuk memberikan pelatihan bagaimana membuat iklan produk hanya denga smartphone. Hasilnya meningkatnya pengetahuan siswa mengenai pemasaran digital dan meningkatnya kemampuan siswa dalam membuat iklan menggunakan aplikasi Canva dari smartphone.Kata kunci: workshop, pelatihan, pemasaran digital, SMA dan SMK harapanABSTRACTMarketing is the spearhead of every company. without marketing, the products produced by the company will not be known to prospective customers. as the development of technology evolved so fast that the marketing process must also offset by utilizing the digital world in the marketing process or what we call digital marketing. For this reason, we from the study program want to introduce digital marketing to high school and vocational high school students. The method of implementing this activity is with socialization and training. The purpose of this activity is to provide training on how to make product advertisements only with smartphones. The result is increasing student knowledge about digital marketing and increasing students' ability to make advertisements using the Canva application from a smartphone.Keywords: workshops, training, digital marketing, high schoo

    866

    full texts

    3,121

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Universitas Dhyana Pura is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage E-Journal Universitas Dhyana Pura? Access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard!