E-Journal Universitas Dhyana Pura

E-Journal Universitas Dhyana Pura
Not a member yet
    3121 research outputs found

    ANALISA TINGKAP KESIAPAN PENERAPAN KEAMANAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PELAKSANAAN e-GOVERNMENT BERBASIS INDEKS KEAMANAN INFORMASI (KAMI) STUDI KASUS PEMERINTAH KOTA KEDIRI

    Get PDF
    ABSTRACT e-Governement in Indonesia is a must this time. Good E-Governments certainly have the ability to provide good information to the public and fulfill aspects of confidentiality, integrity and availability, Kediri in East Java is one of the government that use e-Government. To measure these three aspects the system must be measured. Indeks KAMI (Keamanan Informasi) is an application that is used as a tool to analyze and evaluate the level of readiness (completeness and maturity) for implementing information security in an organization in accordance with SNI ISO / IEC 27001 criteria. Government of Kediri the score for the electronic system category was 20, for the governance assessment the score was 75, risk management score 18, the information security framework was 58, asset management 74, and the application of security and information technology had a value of 83, and the results measurement says the City Government of Kediri needs to improve the system management.Keywords: Index, KAMI , Security, Information TechnologyABSTRAK Penerapan e-Governement dalam tata kelola Pemerintahan di Indonesia saat ini merupakan sebuah keharusan. E-Governement yang baik tentu memiliki kemampuan untuk memberikan Informasi yang baik kepada masyarakat dan memenuhi aspek kerahasiaan (confidentiality), keutuhan (integrity) dan ketersediaan (availability), Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri adalah salah lembaga pemerintah yang menggunakan e-Government. Untuk mengukur ketiga aspek tersebut sistem haruslah diukur. Indeks KAMI (Keamanan Informasi) merupakan aplikasi yang digunakan sebagai alat bantu untuk menganalisa dan mengevalusi tingkat kesiapan (kelengkapan dan kematangan) penerapan keamanan informasi di sebuah organisasi sesuai dengan kriteria pada SNI ISO/IEC 27001. Untuk Pemkot Kediri didapatkan skor kategori sistem elektronik (SE) adalah 20, untuk penilaian tata kelola skornya adalah 75, pengelolaan resiko skornya 18, kerangka kerja keamanan informasi nilainya 58, pengelolaan asset 74, dan penerapan teknologi keamanan dan informasi memiliki nilai 83, dan hasil pengukuran menyebutkan Pemkot Kediri perlu meningkatkan system pengelolaan system yang dimiliki.Kata Kunci : indeks, KAMI, keamanan, teknologi informa

    RANCANG BANGUN WEBSITE E-COMMERCE PRODUK KERAJINAN BAMBU UNTUK PASAR EKSPOR

    Get PDF
    ABSTRACT Indonesia is the third largest bamboo exporting country in the world which indicates that Indonesian bamboo products have the potential to be one of the export commodities. The technique of marketing bamboo handicraft products for the export market can use conventional methods such as participating in exhibitions abroad or entrusting products to relations that have overseas markets. The second, easier and cheaper way for small and medium-sized UKM is to use information technology and internet.In this study the design and development of e-commerce websites for handicraft products for the export market was carried out. This study aims to obtain minimum design specifications until the website can be used to market products online.The results of the design show that the website consists of two services in outline. The first is a page for consumers who shop, and the second is a page for admin to manage the website.The results of the design also show that the system can be built with only six tables in the database. Keywords: export product marketing, e-commerce website, sales information system. ABSTRAKIndonesia adalah negara pengekspor bambu terbesar ketiga di dunia yang mengindikasikan bahwa produk bambu Indonesia potensial untuk dijadikan salah satu komoditas ekspor. Teknik memasarkan produk kerajinan bambu untuk pasar ekspor dapat menggunakan metode konvensional seperti mengikuti pameran di luar negeri atau menitipkan produk pada relasi yang memiliki pasar di luar negeri. Cara yang kedua yang lebih mudah, murah dan terjangkau untuk UKM kecil dan menengah adalah dengan memanfaatkan teknologi informasi dan internet.Dalam Penelitian ini dilakukan perancangan dan pengembangan website e-commerce produk kerajinan untuk pasar ekspor. Penelitian ini bertujuan mendapatkan spesifikasi rancangan minimum hingga website dapat digunakan untuk memasarkan produk secara online. Hasil perncangan didapatkan bahwa website terdiri dari dua layanan secara garis besar. Yang pertama adalah halaman untuk konsumen yang berbelanja, dan yang kedua adalah halaman untuk admin dalam memanajemen website.Kata Kunci: pemasaran produk ekspor, website e-commerce, sistem informasi penjualan

    DAFTAR ISI

    Get PDF
    IS

    PEMETAAN DAERAH RAWAN KRIMINALITAS MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN KEAMANAN DAN KETERTIBAN MASYARAKAT (KAMTIBMAS) DI WILAYAH GIANYAR BALI

    Get PDF
    ABSTRACTBali is a world tourism destination that is very popular with tourists, where along with the positive impact of foreign exchange entry, rapid economic development, entertainment and tourism objects that continue to grow also have an impact on social problems, especially the issue of security and public order. Gianyar is one of the areas in Bali that is also the center of tourism destinations, one of which is Ubud which is famous for its culture and rural atmosphere and was once a tourism destination in the top 5 of the world.The research method uses secondary and primary data analysis with the use of GIS Arcview software. By digitizing maps, overlaying and synchronizing the coordinates of crime cases that occur so that the results of mapping the crime area are obtained. For grouping, determine the vulnerability of an area using the cluster method. Grouping is taken based on the crime scene density from the crime that occurred at the location so that the output produced can facilitate information users in distinguishing the level of vulnerability between regions. The results of the research in the Gianyar regency state that the highest incidence of criminal acts in cases of theft with weighting (Curat), cases of theft, theft with violence (Curas) and gambling. Sukawati is a vulnerable area of Curat, the tourist area in Ubud is a vulnerable area, while the case of Curas, while cases of theft and gambling are scattered in several cities in the Gianyar region. In terms of the time of crime with the highest intensity, it occurred at 12.00-18.00 with an incidence of 32% of the total criminal acts that occurredKeywords: GIS, Community Service, Information Systems, Mapping, ClustersABSTRAKBali merupakan destinasi pariwisata dunia yang sangat digemari oleh wisatawan, dimana seiring dampak positif masuknya devisa, perkembangan perekonomian yang pesat, bidang hiburan dan obyek wisata yang terus berkembang juga berdampak pada permasalahan sosial, khususnya permasalahan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Gianyar merupakan salah satu daerah di Bali yang juga menjadi pusat destinasi pariwisata, salah satunya Ubud yang terkenal budaya dan suasana pedesaan dan pernah menjadi destinasi pariwisata yang masuk dalam 5 besar dunia. Metode penelitian menggunakan analisa data sekunder dan primer dengan penggunaan software Arcview GIS. Dengan melakukan digitasi peta, overlay dan sinkrinisasi koordinat kejadian perkara kriminalitas yang terjadi sehingga di peroleh hasil pemetaan daerah kriminalitas. Untuk pengelompokan penentuan tingkat kerawanan suatu daerah di gunakan metode cluster. Pengelompokan diambil berdasarkan kerapatan/density TKP dari tindak kejahatan yang terjadi di lokasi sehingga output yang dihasilkan dapat memudahkan pengguna informasi dalam membedakan tingkat kerawanan antara wilayah satu dengan lainnya. Hasil dari penelitian di wilayah Kabupaten Gianyar menyatakan pola kejadian tindak kriminalitas yang tertinggi pada kasus pencurian dengan pemberatan (Curat), kasus Curanmor, pencurian dengan kekerasan (Curas) dan Perjudian. Kecamatan Sukawati menjadi daerah rawan kasus Curat hal ini sebanding dengan jumlah penduduk diwilayah tersebut yang paling padat di Gianyar, daerah obyek wisata di Ubud menjadi daerah rawan sedang kasus Curas terutama menyasar daerah pariswisata dan beberapa korbannya adalah para wisatawan sedangkan kasus Curanmor dan Judi tersebar di beberapa kota di wilayah Gianyar. Ditinjau dari segi waktu tindak kejahatan dengan intensitas paling tinggi terjadi pada waktu 12.00 – 18.00 dengan frekuwensi kejadian sebesar 32 % dari total seluruh tindak kriminalitas yang terjadi.Kata Kunci : SIG, Kamtibmas, Sistem Informasi, Pemetaan, Cluste

    ONYCHOMYCOSIS NON-DERMATOFITA PADA PETERNAK BABI DI BANJAR PAANG KAJA DAN BANJAR SEMAGA DESA PENATIH KECAMATAN DENPASAR TIMUR

    Get PDF
    ABSTRAKOnychomycosis adalah kelainan kuku yang disebabkan oleh jamur dermatofita dan non-dermatofita. Infeksi banyak diidap oleh penduduk yang beraktivitas dengan air seperti peternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui identifikasi jamur kuku pada peternak babi di Banjar Paang Kaja dan Banjar Semaga Desa Penatih Kecamatan Denpasar Timur. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Pengambilan sampel penelitian dilakukan di Banjar Paang Kaja dan Banjar Semaga Desa Penatih Kecamatan Denpasar Timur dan tempat pemeriksaan dilakukan di Laboratorium Analis Kesehatan STIKes Wira Medika Bali. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peternak babi di Banjar Paang Kaja dan Banjar Semaga Desa Penatih Kecamatan Denpasar Timur dengan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 20 probandus. Metode pemeriksaan yang dilakukan melalui metode pengamatan langsung dan metode kultur jamur. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa dari 20 sampel sebanyak 8 sampel (40%) positif Tinea unguium (jamur kuku). Dari 20 sampel pada pengamatan metode langsung mendapatkan hasil positif sebanyak 2 sampel (10%) dengan kode S1 dan S3. Sedangkan pada pengamatan metode kultur jamur hasil positif pada peternak babi di Banjar Paang Kaja dan Banjar Semaga Desa Penatih Kecamatan Denpasar Timur sebanyak 8 sampel (40%) dengan kode S1, S3, S4, S8, S10, S12, S13, dan S15 terinfeksi oleh jamur Aspergillus flavus (75%), Aspergillus sp.1 (12,5%), Aspergillus niger (12,5%) dan Rhizopus sp1 (12,5%).Kata kunci: Onychomycosis, Aspergillus sp., Rhizopus sp.ABSTRACTTinea unguium is nail disorder caused by dermatofita and non-dermatofita fungus. Tinea unguium is a common infection in breeder. The purpose of this research is to find out the occurance of Tinea unguium (fungus nail) infection in Pig Breeder at Banjar Paang Kaja and Banjar Semaga, Penatih Village, East Denpasar Distric. Type of this research is descriptive research. Sampling of this research is taken in Banjar Paang Kaja and Banjar Semaga, Penatih Village, East Denpasar Distric. Sample analyses took place in Microbiology Laboratory, Medical Laboratory Technologist of STIKes Wira Medika Bali. Population of this research is pig breeder in Banjar Paang Kaja and Banjar Semaga. Reasearch sample were 20 pig breeder who obtained by total sampling method. Tinea unguium identification of this study observed by direct observation (microscopy) and cultur method. The result of this study showed that 8 sampels (40%) is Tinea unguium positive. Direct observation method showed that 2 sampling (10%) is Tinea unguium positive (S1 and S3), while in culture method observation showed that 8 sample (40%) is Tinea unguium positive (S1, S3, S4, S8, S10, S12, S13 and S15). Identification of fungus showed that Tinea unguium in pig breeder caused by Aspergillus flavus (75%), Aspergillus sp.1 (12,5%), Aspergillus niger (12,5%) and Rhizopus sp1 (12,5%).Keywords: Onychomycosis, Aspergillus sp., Rhizopus sp

    DAFTAR ISI

    No full text
    DAFTAR IS

    Deteksi Cemaran Escherichia coli Dalam Makanan Jajanan Pada Anak Usia Sekolah

    Get PDF
    ABSTRAKKasus keracunan makanan masih marak terjadi dikalangan anak usia sekolah. Penyebab kasus ini salah satunya adalah kontaminasi makanan yang disebabkan oleh Escherichia coli (E.coli). Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi cemaran E.coli dalam makanan jajanan pada anak usia sekolah. Rancangan penelitian yaitu deskriptif cross sectional dengan total sampling makanan jajanan berjumlah 8 sampel yang dijual oleh pedagang kaki lima di lingkungan sekolah Wilayah Desa Joanyar, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng. Pemeriksaan dan penghitungan jumlah koloni E.coli dilakukan di UPT. Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Bali. Hasil penelitian menunjukkan 2 sampel makanan (25%) terdeteksi tercemar E.coli, sedangkan sisanya 6 sampel (75%) tidak terkontaminasi E.coli. Hal ini menujukkan sebagian besar makanan jajanan bebas dari cemaran E.coli. Pengenalan tentang pendidikan kesehatan terkait sanitasi dalam produksi hingga penjualan makanan sangat penting diberikan kepada penjual makanan jajanan. Selain itu, anak usia sekolah wajib memperhatikan pemilihan makanan jajanan yang lebih baik dan sehat untuk mencegah terjadinya penyebaran infeksi penyakitKata kunci : anak usia sekolah, Escherichia coli, keracunan makanan, makanan jajananABSTRACTCases of food poisoning still occurred among school aged children. One of the causes of this case is food contamination caused by Escherichia coli (E.coli). This study aims to detect E.coli contamination in snacks in school aged children. This study employed a cross sectional descriptive. There were 8 street vendors at schools in Joanyar Village, Seririt District, Buleleng Regency as the samples which were taken by using total sampling technique. The Examination and calculation of the number of E. coli colonies were carried out at the UPT. Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Bali. The results showed that 2 food samples (25%) were detected to be contaminated by E. coli, while the remaining 6 samples (75%) were not contaminated by E. coli. This showed that most of the snacks are free from E.coli contamination. The introduction of health education related to sanitation in producing food sales is very important for snacks sellers. In addition, school aged children must pay attention in selecting better and healthier snacks to prevent the spread of disease infections.Key words : school aged children, Escherichia coli, food poisoning, snack

    Krim Ekstrak Daun Binahong (Anredera condifolia (ten) steenis) Mempercepat Penyembuhan Luka Insisi Tikus Wistar Jantan

    Get PDF
    ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan bahwa krim daun binahong dapat meningkatkan jumlah neovascularisasi, jumlah fibroblas dan mempercepat penutupan epitel pada tikus (Rattus norvegicus) jantan yang luka. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, dengan post test only control group design menggunakan 28 ekor tikus jantan wistar yang dilukai. Pemilihan sampel dilakukan secara random, terbagi dalam 4 kelompok, yaitu 2 kelompok kontrol yang diberi krim plasebo untuk 4 dan 8 hari dan 2 kelompok perlakuan yang diberi krim daun binahong untuk 4 dan 8 hari. Setelah itu dilakukan pengambilan kulit tikus pada tempat yang luka untuk dilakukan pewarnaan hematoxylin eosin dan dilihat hasil histopatologinya untuk melihat neovaskularisasi, fibroblas dan penutupan epitelnya. Hasil menunjukkan rerata neovaskularisasi pada kelompok (P0) adalah 10,71±1,799, pada kelompok (P1) adalah 14,43±0,976, pada kelompok (P2) adalah 9,71±3,817, dan pada kelompok (P3) adalah 7,29±1,496 (p<0,01). Hasil penelitian juga menunjukkan jumlah sel fibroblas pada kelompok (P0) adalah 117,43±14,022, pada kelompoK (P1) adalah 104,71±27,415, pada kelompok (P2) adalah 81,57±30,010, dan pada kelompok (P3) adalah 51,29±13,238 (p<0,01). Selain itu, hasil penelitian ini juga menunjukkan celah epitel pada kelompok (P0) adalah 4575,86 ± 1420,89 μm, pada kelompok (P1) adalah 1571,78 ± 1082,78 μm, pada kelompok (P2) adalah 1903,83 ± 1252,96 μm, dan pada kelompok (P3) adalah 302,19 ± 799,54 μm (p<0,01). Simpulan: pemberian krim daun binahong pada luka dapat meningkatkan jumlah neovaskularisasi, tidak meningkatkan jumlah fibroblas dan tidak meningkatkan penutupan epitel.Kata kunci: Anredera condifolia (ten) steenis, neovaskularisasi, fibroblas, penutupan epitel, luka.ABSTRACTThe purpose of this study was to prove that the cream leaves binahong can increase the number of neovascularisasi, the number of fibroblasts and accelerate the closure of epithelium in rats (Rattus norvegicus) males are injured. This research is experimental research, with the post test only control group design using 28 male wistar rats which were wounded. The selection of the sample is done on a random, divided into 4 groups, i.e. 2 the control group who were given a placebo cream for 4 and 8 days and two groups who were given treatment cream leaves binahong to 4 and 8 days. After that is done taking the skin of mice at the cuts to do the coloring of hematoxylin eosin and seen the results of histopatologi to see the choroidal, fibroblasts and closing epitel. The results show average choroidal Group (P0) is ± 10,71 1,799, group (P1) is ± 14,43 0,976, group (P2) are the 9,71 ± 3,817, and group (P3) is ± 7,29 1,496 (p < 0.01). Research results also showed the number of fibroblasts in cell groups (P0) was 117,43 ± 14,022, at kelompo (P1) was 104,71 ± 27,415, group (P2) was 81,57 ± 30,010, and the Group (P3) was 51,29 ± 13,238 (p < 0.01). In addition, the results of the study also showed a crack group of epithelial (P0) was 4575.86 ± 1420.89 μm, group (P1) was 1571.78 ± 1082.78 μm,the Group (P2) was 1903.83 ± 1252.96 μm, and the Group (P3) was 302.19 ± 799.54 μm (p < 0.01). Conclusion: The granting of leaves of binahong cream on wound can increase the amount of choroidal, decreasing the number of fibroblasts and decreasing the closure of the epithelium.Keywords: Anredera condifolia (ten) steenis, choroidal, fibroblasts, epithelial, wound closure a

    MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK: PENGARUHNYA TERHADAP KEMAMPUAN BERBICARA DAN PROSES BELAJAR

    No full text
    AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidetifikasi pengaruh dari model pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning) terhadap kemampuan berbicara mahasiswa dalam Bahasa Inggris dan apakah melalui implementasi metode pembelajaran ini terdapat pengaruh signifikan pada proses pembelajaran. Studi ini menggunakan desain Mixed Method Research dimana penelitian ini melibatkan 30 mahasiswa semester 1 di STMIK Primakara, Denpasar-Bali. Dalam proses pengumpulan data kualitatif, penulis menggunakan catatan lapangan dan pedoman wawancara. Selanjutnya, penulis menggunakan pre-test dan post-test sebagai sumber data kuantitatif. Proses analisa data kualitatif dilakukan secara deskriptif, sedangkan data kuantitatif dianalisis menggunakan paired-samples t-test. Hasil juga menujukan terciptanya efek yang signifikan terhadap kemampuan mahasiswa dalam berbicara Bahasa Inggris. Selain itu, ditemukan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran berbasis proyek dalam proses pembelajaran dapat memberikan efek yang signifikan pada tingkat kepercayaan diri serta antusiasme mahasiswa.Kata Kunci : Project-Based Learning, Kemampuan Berbicara, Proses Belajar.AbstractThe purpose of this study was to identify the effect of project-based instruction on students' speaking abilities in English and whether there was a significant influence on the students’ learning process or not. This study used a Mixed Method Research design where this study involved 30 of second semester students at STMIK Primakara Denpasar Bali. In the process of collecting qualitative data, the author carried out open-ended questionnaires. Next, the author applied a closed-ended questionnaire as a qualitative data source. The qualitative data analysis process was carried out descriptively, while the quantitative data were analyzed using paired samples t-test. The final result also showed that there was a significant effect on student learning attitudes. In addition, it was found that by implementing project-based instruction in the learning process could present a significant effect on students’ confidence and enthusiasm.Keywords : Project-Based Learning, Speaking Skills. Learning Attitude

    MODEL KOOPERATIF THINK-PAIR-SHARE DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN DIALOG BAHASA INGGRIS MAHASISWA AKADEMI KOMUNITAS MANAJEMEN PERHOTELAN INDONESIA

    No full text
    ABSTRACTThe cooperative learning model think-pair-share aimed to influence student interaction. The highest scoreof pre-action student’ writing was 65.0, the lowest score 58.3. All students score below the MinimumCriterion Score ≥68. Error writing on mechanical aspects, grammar, vocabulary, developing idea. Increasedin cycle I reaching Minimum Criterion Score: (1) average score on mechanical aspect 65.0; (2) averagescore on grammatical aspects 70.8; (3) average score on idea 83.3; (4) average score on vocabulary 71.4;total mean score in cycle I 74.0. The acquisition of the score was sufficiently completed, so it was decidedending the activities in cycle I.Keywords: cooperative model, writing skill, think-pair-shareABSTRAKModel pembelajaran kooperatif think-pair-share bertujuan untuk memengaruhi pola interaksi mahasiswa.Nilai tertinggi tahap pratindakan mahasiswa menulis karangan dialog 65.0, nilai terendah 58.3. Semuamahasiswa mendapat nilai di bawah nilai Kriteria Ketuntasan Minimum ≥68. Kesalahan penulisan padaaspek mekanik, tata bahasa, kosakata, pengembangan ide. Peningkatan siklus I yang mencapai KKM: (1)Nilai rerata pada aspek mekanik 65.0; (2) Nilai rerata pada aspek tata bahasa 70.8; (3) Nilai rerata padaaspek ide 83.3; (4) Nilai rerata pada aspek kosakata 71.4; Total nilai rerata pada siklus I 74.0. Perolehannilai tersebut sudah cukup sepenuhnya sehingga diputuskan untuk menyudahi kegiatan pada siklus I.Kata Kunci: model kooperatif, kemampuan menulis, think-pair-shar

    866

    full texts

    3,121

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Universitas Dhyana Pura is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage E-Journal Universitas Dhyana Pura? Access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard!