3121 research outputs found
Sort by
ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM ABSENSI DENGAN MENGGUNAKAN QR CODE DAN METODE BYOD
ABSTRACTThe current method of attendance recording can be done in various way. Ranging from conventional method that using a piece of paper, or more advanced technology such as finger print, face recognition, retina, RFID and using a QR Code. From several choices of attendance system methods, especially for recording student attendance, QR Code offers a cheap and effective solution. This is possible thanks to the use of smart phones that have become common needs, students bring their own ponsel pintar or known as Bring Your Own Device (BYOD). In this study, the camera feature is used to record attendance using the QR Code (Quick Response Code). The QR Code feature has become a hot topic especially in terms of dynamic publication of URL links such as payment transactions, login processes and attendance systems. By combining the QR Code and BYOD methods, it is expected that the attendance system can be done more cheaply and accurately compared to other methods. So that the attendance process becomes faster and more precise. This study also discusses more deeply the comparison of attendance methods and the attendance prototype design using the QR Code and BYOD.Keywords: Attendance Information System, Quick Response Code, BYOD.ABSTRAKProses absensi saat ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari absen secara manual dengan menggunakan kertas, secara system dengan menggunakan finger print, face recognition, retina, menggunakan kartu RFID dan yang terbaru dengan menggunakan QR Code. Dari beberapa pilihan metode system absensi, terutama untuk system absensi mahasiswa di sebuah perguruan tinggi, QR Code merupakan pilihan tepat dan murah karena saat mahasiswa memiliki ponsel pintar dan mereka membawa sendiri ponsel pintarnya atau dikenal dengan istilah Bring Your Own Device (BYOD). Pada penelitian ini fitur kamera dimanfaatkan untuk melakukan pencatatan kehadiran dengan menggunakan QR Code(Quick Response Code). Fitur QR Code telah menjadi topik hangat terutama dalam hal publikasi dinamis tautan URL such as transaksi pembayaran, proses login dan system absensi. Dengan penggabungan metode QR Code dan BYOD maka diharapkan system absensi dapat dilakukan dengan lebih murah dan akurat dibandingan dengan metode lainnya. Sehingga proses absensi menjadi lebih cepat dan tepat. Pada penelitian juga dibahas lebih dalam mengenai perbandingan metode-metode absensi dan rancang bangun prototype system absensi dengan menggunakan QR Code dan BYOD.Kata Kunci : Sistem Informasi Kehadiran, Quick Response Code, BYOD
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI E-ARSIP DI DESA ADAT KESIMAN DENGA METODE SEKUENSIAL LINEAR
ABSTRACTKesiman Cultural Village is a traditional village located in Denpasar region, traditional information management is deemed ineffective due to the breadth of duties and authority of the village in a modern community. High mobility and lack of communication has become a barrier in managing existing information. Internal and external activities in the cultural village also have not been systemized in a good modern information system. Archive is a collection of documents that owned by cultural villages in the form of letters, decisions, books, minutes, photos, videos and others. Poor management of archives leads to increased possibilities for loss of data which can become very important in the future. From the results of the implementation carried out in 5 main systems, namely: master data processing information systems, archived data processing information systems, lending data processing information systems, returning data information systems and archived destruction information systems. From the results of tests conducted using five scenarios in the black box method, the system is able to answer the system requirements as expected.Keywords: E-archive Information System, Culturall village of KesimanABSTRAKDesa Adat Kesiman merupakan desa adat yang berada di wilayah kota madya Denpasar, dengan luasnya tugas dan wewenang desa adat dalam sebuah komunitas yang modern, pengelolaan informasi secara tradisional dirasa kurang efektif. Mobilitas yang tinggi serta mulai berkurangnya komunikasi warga di dalam lingkungannya menjadi suatu hambatan tersendiri dalam pengelolaan informasi yang ada. Kegiatan internal dan external di dalam desa adat juga belum tersistemkan secara sistem informasi modern yang baik. Arsip Merupakan kumpulan dokumen yang di miliki oleh desa adat baik berupa surat, keputusaan, buku, berita acara, foto, video dan lainnya. Pengelolaan arsip yang kurang baik menyebabkan meningkatnya kemungkinan untuk hilangnya data yang bisa menjadi sangat penting dikemudian hari. Dari hasil implementasi yang dilakukan di wujudkan dalam 5 buah sistem utama, yaitu: sistem informasi pengolahan data master, sistem informasi pengolahan data arsip, sistem informasi pengolahan data peminjaman, sistem informasi pengolahan data pengembalian dan sistem informasi pemusnahan arsip. Dari hasil pengujian yang dilakukan dengan menggunakan lima skenario dalam metode black box, sistem mampu menjawab kebutuhan sistem sesuai dengan yang di harapkan.Kata Kunci : sistem informasi e-arsip, desa adat kesima
TINGKAT KEMATANGAN E-GOVERNMENT RSUD WANGAYA MENGGUNAKAN SPBE 2018
ABSTRACTE-government is one of the government's efforts to manage information in the bureaucracy using information technology. Information technology has been implemented in almost all government agencies aimed at reducing costs and time, minimizing corruption in providing services, work effectiveness, transparency, and accountability. E-Gov implementation must be evaluated periodically to find out the level of success and development of e-gov that has been implemented whether it has been running optimally. This research aims to determine the level of e-gov maturity that has been carried out in Wangaya District Hospital. This study uses a mix method that combines qualitative and quantitative methods with 5 respondents selected based on their capabilities. Data collection is done by Participant Observation, interviews, documentation, and questionnaires. Data collection by questionnaire addressed to the management in the general directorate in charge of information technology issues in RSUD Wangaya. Management maturity level analysis uses the 2018 SPBE standard seen in terms of indicators, aspects, and domains. Based on the analysis of the process capability maturity level and the analysis of the capability capability maturity level, a gap level value will be obtained which will be analyzed using Importance Performance Analysis (IPA). The results of the IPA will be a reference for making recommendations that will be proposed to management to make improvements on implementation of e-government in RSUD Wangaya.Keywords: Maturity, E-government, SPBE 2018ABSTRAKE-government merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengelola informasi dalam birokrasi dengan menggunakan teknologi informasi. Teknologi informasi telah dilaksanakn hampir diseluruh in- stansi pemerintah bertujuan untuk mengurangi biaya dan waktu, meminimalkan korupsi dalam mem- berikan pelayanan, efektivitas kerja, transparansi, dan akuntabilitas. Implementasi e-gov harus dieval- uasi secara berkala agar mengetahui tingkat keberhasilan dan perkembangan e-gov yang telah dil- aksanakan apakah sudah berjalan maksimal. Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kematan- gan e-gov yang telah dilakukan di RSUD Wangaya. Penelitian ini menggunakan mix method yang meng- gabungkan metode kualitatif dan kuantitatif dengan 5 responden yang dipilih berdasarkan kapabilitas yang dimiliki. Pengumpulan data dilakukan dengan cara Participant Observation, wawancara, doku- mentasi, dan kuisioner. Pengumpulan data dengan kuisioner ditujukan kepada pihak manajemen di direktorat umum yang mengurusi masalah teknologi informasi di RSUD Wangaya. Analisis tingkat ke- matangan manajemen menggunakan standarisasi SPBE 2018 yang dilihat dari segi indicator, aspek, dan domain. Berdasarkan analisis tingkat kematangan kapabilitas proses dan analisis tingkat kematangan kapabilitas fungsi akan didapatkan nilai tingkat kesenjangan yang akan dianalisis menggunakan Im- portance Performance Analysis (IPA). Hasil IPA akan menjadi acuan dibuatnya rekomendasi yang akan diusulkan kepada pihak manajemen untuk melakukan perbaikan terhadap implementasi e-government di RSUD Wangaya.Kata Kunci : Tingkat kematangan, E-government, SPBE 201
LATIHAN BERJALAN PADA GARIS LURUS MENINGKATKAN KESEIMBANGAN PADA ANAK AUTISM SPECTRUM DISORDER (ASD) DI PUSAT LAYANAN AUTIS KOTA DENPASAR
Anak Autisme mengalami gangguan pada fungsi di otaknya, hal tersebut mengakibatkan terjadinya perlambatan perkembangan. Salah satu perkembangan yang mengalami permasalahan adalah keseimbangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberian latihan berjalan pada garis lurus dalam meningkatkan keseimbangan pada anak autism spectrum disorder (ASD) umur 11–14 tahun. Penelitian ini berjenis quasi experimental dengan menggunakan desain one group pre post test. Dalam menentukan sampel digunakan teknik purposive sampling dengan total sampel 8 orang. Berdasarkan analisis data, didapatkan rerata hasil tes awal penelitian sebesar 26,25 dan tes akhir sebesar 55 dengan peningkatan 109,5%. Dilakukan uji pengaruh dengan uji t berpasangan didapatkan nilai p = 0,001. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian latihan berjalan pada garis lurus terbukti meningkatkan keseimbangan pada anak autism spectrum disorder (ASD).
Kata Kunci : Latihan Berjalan pada Garis Lurus, Keseimbangan, Autism Spectrum Disorder (ASD
SCREENING TEST AMPHETAMIN PADA URINE MAHASISWA PROGRAM STUDI TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS
ABSTRAKBerdasarkan hasil survey Badan Narkotika Nasional tahun 2016 menyatakan bahwa adakecenderungan semakin tinggi tingkat pendidikan maka semakin tinggi angka prevalensipenyalahgunaan narkotika. Penyalahgunaan NAPZA pada kelompok mahasiswa rentang usia 16-24tahun di Provinsi Bali meningkat setiap tahun (Suarjana, 2018). Penyalahgunaan NAPZA ini sangatberpengaruh terhadap kesehatan, dapat megubah fungsi fisik dan psikologis, mempengaruhikesadaran seseorang bahkan mengakibatkan kematian. Penyalahgunaan NAPZA pada kelompokmahasiswa menjadi permasalahan yang harus ditindaklanjuti secara serius mengingat kelompok inimerupakan generasi muda penerus bangsa (Hidayat, 2016). Tujuan dilakukannnya kegiatanpengabdian masyarakat ini adalah: 1. Menambah pengetahuan mahasiswa angkatan XIII ProdiTeknologi Laboratorium Medis STIKes Wira Medika Bali terkait bahaya dan dampak PenyalahgunaanNAPZA. 2. Melakukan screening test Amphetamine dengan menggunakan Rapid Test pada urinemahasiswa angkatan XIII Prodi Teknologi Laboratorium Medis STIKes Wira Medika Bali. Metodekegiatan yang dilakukan adalah pemberian kuisioner sebagai survey terhadap pemahaman terkaitNAPZA dan selanjutnya dilakukan Screening Test pada urin mahasiswa dengan metode Strip Testmenggunakan Rapid Test Amphetamin. Berdasarakan hasil survey tingkat pengetahuan mahasiswadengan penyebaran kuisioner menunjukkan bahwa mahasiswa yang menjawab soal dengan hasil100% benar adalah sejumlah 90% siswa. Hasil screening test NAPZA golongan Amphetaminmenunjukkan bahwa keseluruhan mahasiswa sebanyak 22 mahasiswa memberikan hasil negatif.Kata kunci: penyuluhan, screening test, Amphetamine, mahasiswa, urine
Penyusunan Skala Work Engagement Pada Pegawai di Indonesia
Abstrak. Pegawai merupakan suatu aset yang penting dalam organisasi, karena dengan adanya pegawai suatu organisasi mampu untuk bertahan dalam ketatnya era persaingan globalisasi saat ini. Dalam menghadapi hal tersebut sehingga dibutuhkan pegawai yang memiliki kinerja yang optimal. Work Engagement dijelaskan sebagai suatu perasaan positif dan seutuhnya terhadap pekerjaan yang dilakukan (Sepalla dkk, 2008). Adapun tujuan penelitian ini untuk menyusun alat ukur Psikologi dengan mengeksplorasi dimensi dari Work Engagement yang dijelaskan oleh Schaufeli & Bakker (2004). Metode pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan dua metode yaitu kualitatif dengan skala pertanyaan terbuka kepada 67 orang PNS di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan kuantitatif dengan skala tertutup kepada 106 PNS dan Karyawan di daerah Bali dan Jawa, selanjutnya dilakukan pengujian validitas dan reliabilitas alat ukur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Skala Work Engagement terdiri dari 3 dimensi penyusun yaitu Vigor, Dedication dan Absortion serta terdapat 19 item yang valid dengan reliabilitas 0,856.Kata kunci: Work Engagement, Pegawai, Skala PsikologiAbstract. Employees are important assets in an organization. The presence of employee enable the organization to survive in the competitive global era. In this situation, employees are required to have optimal performance. Work engagement define as a positive and complete feeling towards the work (Sepalla et al, 2008). The purpose of this study is to compile a psychological measurement tool by exploring the dimensions of work engagement described by Schaufeli & Bakker (2004). The Collecting data method in this study using two form; the first being qualitative with open ended question scale towards 67 civil servants in Yogyakarta (DIY); the second is quantitative scale with questionnaire towards 106 civil servant and employee in Bali and Java. Following the validity and reliability testing of the measurement instrument. The result showed that the Work Engagement scale consist of 3 dimensions, vigor, dedication and absorption. Further, there were 19 valid items with reliability of 0.856.Keywords: Work Engagement, Employee, Psychological Scal
Regulasi Emosi Orang Tua yang Mempunyai Anak Autis di Pusat Layanan Autis Kota Denpasar
Abstrak. Orang tua memiliki tantangan yang lebih besar dalam merawat anak autis, karena anak autis memiliki tantangan yang membuat orang tua harus ekstra dalam pengasuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menemukan aspek-aspek serta faktor-faktor yang mendukung regulasi emosi orang tua yang mempunyai anak autis di PLA Kota Denpasar. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode kualitatıf dengan pendekatan fenomenologi. Adapun hasil penelitian ini bahwa orang tua yang mempunyai anak autis mampu meregulasi emosinya dengan mengevaluasi dan mengubah reaksi-reaksi emosional sehingga dapat bertingkah laku secara adaptif sesuai dengan situasi yang terjadi yang didukung oleh keempat aspek yaitu strategies to emotion regulation, engaging on goal directed behavior, control emotional responses, acceptance of emotional responses serta tujuh faktor yaitu usia, jenis kelamin, religiusitas, budaya, goals, frekuensi dan capabilties.Kata Kunci: Orang tua, Anak Autis, Regulasi Emosi, Kualitatif: Fenomenologi.Abstract. Parents hold greater challenges in taking care of autistic children since they have bigger challenges which cause parents to be extra in babysitting. This study aimed at describing and finding the aspects and factors supporting the emotional regulations of parents with autistic children at PLA of Denpasar City. In this study, the researcher used qualitative method with phenomenology approach. The result of this study showed that parents who had autistic children were capable of regulating their emotions by evaluating and changing emotional reactions so that they were able to behave adaptively in accordance to the situations supported by 4 aspects namely, strategies to emotion regulation, engaging on goal directed behavior, control emotional responses and acceptance of emotional responses and also 7 factors including age, gender, religiousness, culture, goals, frequency and capabilities.Keywords: Parents, Autistic Children, Emotion Regulation, Qualitative: Phenomenolog
THE ANALYSIS OF VERBAL AND VISUAL MEANINGS OF ADVERTISMENTS FOUND AT THE NOW BALI MAGAZINE: A SEMANTIC STUDY
ABSTRACTThe aim of this study is to analyze the verbal and visual, and type of meanings found inadvertisement at NOW Bali Magazine. This method was conducted using qualitative descriptivemethods. Data were analyzed using 7 types of meaning, Semantic (meaning study) theory by G.Leech (1981), verbal and visual advertising as communication theory by (Dyer 1993). The Resultof this study is taken from 10 data in advertisement. Types of Dominant Meanings is Conceptualmeaning means what the words used refer to. The advertisement uses several words that refer to thebenefits it must capture or to convince consumers.Keywords: Semantics, verbal and visual, advertisements, types of meaningsABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis makna verbal dan visual, dan tipe makna yangterdapat pada iklan Majalah NOW Bali. Metode ini dilakukan dengan menggunakan metodedeskriptif kualitatif. Data dianalisis menggunakan tujuh tipe makna, teori Semantik (studi makna)oleh G. Leech (1981). Periklanan verbal dan visual sebagai teori komunikasi oleh (Dyer 1993).Hasil penelitian ini diambil dari sepuluh data dalam iklan. Tipe Makna yang Dominan adalahMakna konseptual yang berarti mengacu pada kata-kata yang digunakan. iklan tersebutmenggunakan beberapa kata yang mengacu pada manfaat yang harus ditangkap atau untukmeyakinkan konsumen.Kata kunci: Semantik, verbal dan visual, iklan, tipe makna