3121 research outputs found
Sort by
PENGARUH WORD OF MOUTH TERHADAP NIAT BELI YANG DIMEDIASI BRAND IMAGE PADA ESCALIER BALI
ABSTRACTEscalier Bali is one of the multi brand stores engaged in fashion, currently Escalier Bali continues to strive to increase consumer buying intentions. To be able to create high purchase intentions, Escalier Bali needs to pay attention to many things including word of mouth, brand image, and consumer purchase intentions towards a product. The purpose of this study was to determine the effect of word of mouth on buying intent mediated by brand image on Escalier Bali consumers. This research is a survey research, surveying 90 respondents. Data collection by the method of observation, documentation, interviews and questionnaires. Data analysis technique used is Path analysis and Sobel Test. The results of this study found that (1) There is a positive and significant direct effect between word of mouth on brand image on Escalier Bali, (2) There is a positive and significant direct effect of word of mouth on buying intention on Escalier Bali, (3 ) There is a positive and significant direct effect of brand image on buying intentions on Escalier Bali, (4) There is a positive and significant indirect effect of brand image that is able to mediate word of mouth on buying intentions on Escalier Bali.Keywords: word of mouth, brand image, purchase intention.ABSTRAKEscalier Bali merupakan salah satu multi brand store yang bergerak di bidang fashion, saat ini Escalier Bali terus berusaha untuk meningkatkan niat beli konsumen. Untuk dapat menciptakan niat beli yang tinggi, Escalier Bali perlu memperhatikan banyak hal yang diantaranya adalah word of mouth, brand image, dan niat beli konsumen terhadap suatu produk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh word of mouth terhadap niat beli yang dimediasi brand image pada konsumen Escalier Bali. Penelitian ini adalah penelitian survey, mensurvey 90 responden. Pengumpulan data dengan metode observasi, dokumentasi, wawancara dan kuisioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis Path dan Uji Sobel. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa (1) Terdapat pengaruh langsung yang positif dan signifikan antara word of mouth terhadap brand image pada Escalier Bali, (2) Terdapat pengaruh langsung yang positif dan signifikan dari word of mouth terhadap niat beli pada Escalier Bali, (3) Terdapat pengaruh langsung yang positif dan signifikan dari brand image terhadap niat beli pada Escalier Bali, (4) Terdapat pengaruh tidak langsung yang positif dan signifikan dari brand image yang mampu memediasi word of mouth terhadap niat beli pada Escalier Bali.Kata kunci: word of mouth, brand image, niat beli
PROSIDING LENGKAP Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA)
PROSIDING LENGKAP Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA
PKM MANAJEMEN HIPERTENSI MELALUI TINDAKAN NON MEDIS PADA LANSIA DI LINGKUNGAN/BANJAR SAMBAHAN, KELURAHAN UBUD, KECAMATAN UBUD, KABUPATEN GIANYAR
ABSTRAKHipertensi masih menjadi tiga besar dalam daftar 10 pola penyakit tidak menular. Kabupaten Gianyar memiliki prevalensi tertinggi kasus hipertensi di Bali yang dimana Kecamatan Ubud merupakan kecamatan dengan kasus tertinggi. Kelurahan Ubud yang dalam analisa piramida penduduk memiliki jumlah penduduk lanjut usia (lansia) paling tinggi diantara Desa/Kelurahan lainnya di Kecamatan Ubud, cenderung lebih berisiko memiliki kasus penyakit degeneratif yang lebih serius khususnya hipertensi. Manajemen hipertensi dapat dilakukan dari peningkatan pengetahuan lansia mengenai hipertensi serta perilaku lansia untuk kontrol tekanan darah. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan pemberian penyuluhan kesehatan tentang hipertensi, kontrol tekanan darah serta melakukan teknik relaksasi otot progresif. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan solusi dalam menyelesaikan masalah hipertensi pada lansia. Dari 49 lansia, ditemukan 26 lansia dengan tekanan darah di atas normal (>140-90 mmHg). Hal ini menunjukan prevalensi hipertensi masih tinggi sebesar 53%. Setelah kegiatan ini dilaksanakan yaitu terjadi peningkatan pengetahuan tentang hipertensi sebesar 90%, terjadi peningkatan kontrol tekanan darah secara rutin sebesar 90 % dan terjadi peningkatan penanganan non medis hipertensi melalui teknik relaksasi otot progresif sebesar 99%. Dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan yang signifikan terkait pengetahuan lansia mengenai hipertensi serta perilaku lansia untuk kontrol tekanan darah sebelum dan setelah dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat.Kata kunci: Kelurahan Ubud, Lansia, Manajemen Hipertensi, Penyuluhan kesehata
PENINGKATAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT SERTA KETERAMPILAN HAND HYGIENE SISWA MI TAWAKKAL DENPASAR
ABSTRAKProgram perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta hand hygiene merupakan upayapromosi kesehatan guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Keterampilan PHBS danhand hygiene perlu dilakukan sejak dini khususnya pada masa sekolah. Pembinaan lingkungansekolah sangat memungkinkan siswa untuk mencapai derajat kesehatan yang tinggi. Tujuanpelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan edukasi kepada siswa sekolah dasarsehingga dapat meningkatkan keterampilannya dalam melaksanakan PHBS dan hand hygienekhususnya di lingkungan sekolah. Pengabdian masyarakat ini dilakukan pada siswa sekolah dasar diMadrasah Ibtidaiyah (MI) Tawakkal Denpasar. Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukkanedukasi terkait PHBS dan hand hygiene yang dilakukan pada siswa mampu meningkatkanpengetahuan siswa terhadap aktivitas PHBS dan hand hygiene. Hasil pre-test diketahui nilai rataratapengetahuan siswa terhadap PHBS sebesar 55,6 dan mengalami peningkatan pada post testmenjadi 84,8. Selain itu tingkat pengetahuan siswa terkait hand hygiene juga mengalamipeningkatan dari rata-rata 55,6 menjadi rata-rata 90,4. Edukasi terhadap hand hygiene juga dapatmeningkatkan keterampilan siswa dalam melakukan teknik hand hygiene 7 langkah. Ditinjau dariefektivitas teknik hand hygiene yang dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan swab mikroba tangandiketahui sebanyak 55% siswa telah melakukan hand hygiene dengan sangat efektif. Sedangkansebanyak 45% siswa diketahui belum efektif dalam melakukan hand hygiene.Kata kunci: Mikroba tangan, Personal hygiene, Promosi kesehatan
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI MINYAK HERBAL (CATUR WANGI) TERHADAP BAKTERI Staphylococus aureus
Pengembangan tanaman berpotesi obat dilakukan dengan memanfaatkan beberapa jenis tanaman sebagai berbagai jenis obat – obatan herbal. Berbagai jenis metabolit sekunder di dalam tanaman diisolasi untuk memperoleh khasiatnya. Pengobatan herbal sedang digemari masyarakat karena dapat diolah sendiri dari beberapa tanaman obat.
Universitas Dhyana Pura telah melakukan pengembangan tanaman herbal dengan membuat beberapa produk herbal yang bekerjasama dengan Desa Catur, Kintamani, Bangli. Salah satu produk herbal yang diproduksi yaitu minyak catur wangi. Minyak catur wangi terdiri dari 122 jenis tanaman obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari minyak catur wangi Bakteri yang digunakan yaitu Staphylocacus aureus. Bakteri Staphylococus aureus diuji daya hambatnya menggunakan minyak catur wangi dengan beberapa konsentrasi yaitu 10, 20, 30,40, 50, 60, 70, 80, 90, 100% dan menggunakan kontrol negatif dan kontrol positif. Dari semua konsetrasi, minyak catur wangi tidak mempunyai aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococus aureus
EFEKTIVITAS PENERAPAN FORMULIR INCOMPLETE MEDICAL RECORD TERHADAP KELENGKAPAN INFORMASI MEDIS DALAM MENDUKUNG KEAKURATAN KODE DIAGNOSIS DIABETES MELLITUS DAN KEAKURATAN LAPORAN MORBIDITAS DI RSUD ARIFIN ACCHMAD PROVINSI RIAU
ABSTRAKKelengkapan informasi medis sangat penting dalam menunjang keakuratan kode diagnosis dan keakuratan laporan morbiditas. Hasil observasi awal dari 56 rekam medis menunjukkan bahwa kelengkapan informasi medis diagnosis diabetes mellitus yang lengkap 33 rekam medis, kode diagnosis yang akurat 42, laporan morbiditas yang akurat 48. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas formulir incomplete medical record terhadap kelengkapan informasi medis, keakuratan kode diagnosis diabetes mellitus dan keakuratan laporan morbiditas.Rancangan penelitian yang digunakan adalah pre experimental designs dengan one group pretest-posttest design. Sampel yang digunakan untuk pretest dan posttest adalah 56 rekam medis rawat inap dengan diagnosis diabetes mellitus. Analisis data menggunakan uji wilcoxon t-test.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan setelah diterapkannya formulir incomplete medical record. Kelengkapan informasi medis sebelumnya 33 (58,9%) menjadi 53 (94,6%) hasil uji wilcoxon t-test p=-3.545, keakuratan kode diagnosis diabetes mellitus sebelumnya 42 (75%) menjadi 56 (100%) hasil uji wilcoxon t-test p=-3.742 dan keakuratan laporan morbiditas sebelumnya 48 (85,7%) menjadi 56 (100%) dengan hasil uji wilcoxon t-test p=-3.742Kesimpulan: ada pengaruh signifikan kelengkapan informasi medis, keakuratan kode diagnosis diabetes mellitus dan keakuratan laporan morbiditas sebelum dan sesudah diterapkannya formulir incomplete medical record.Kata Kunci: Informasi Medis, Keakuratan kode diabetes mellitus, Keakuratan laporan morbiditas, formulir incomplete medical record.ABSTRACKCompleteness of medical information is very important in supporting the accuracy of the diagnosis code and the accuracy of the morbidity report. Preliminary observations from 56 medical records indicate that completeness of medical information diagnoses diabetes mellitus complete 33 medical records, accurate diagnosis code 42, accurate morbidity report 48. This study aims to determine the effectiveness of incomplete medical record forms on the completeness of medical information, code accuracy diagnosis of diabetes mellitus and the accuracy of morbidity reports.The research design used was pre experimental designs with one group pretest-posttest design. The sample used for pretest and posttest was 56 inpatient medical records with a diagnosis of diabetes mellitus. Data analysis using Wilcoxon t-test.The results showed that there was an increase after the implementation of incomplete medical record forms. Completeness of previous medical information 33 (58.9%) to 53 (94.6%) wilcoxon t-test results p = -3,545, accuracy of previous diabetes mellitus diagnosis code 42 (75%) to 56 (100%) wilcoxon test results t-test p = -3,742 and the accuracy of the previous morbidity report 48 (85.7%) to 56 (100%) with the results of the Wilcoxon t-test p = -3,742. Conclusion: there is a significant influence on the completeness of medical information, the accuracy of the diagnosis code for diabetes mellitus and the accuracy of the morbidity report before and after the incomplete medical record form is applied.Keywords: Medical information, accuracy of diabetes mellitus code, accuracy of morbidity report, incomplete medical record form
APLIKASI MONITORING PERUSAHAAN PENANAMAN MODAL (STUDI KASUS DPMPTSP KOTA DENPASAR)
ABSTRACTMonitoring is an activity to provide information about the causes and consequences of a policy that is being implemented. In this study, researchers made a company monitoring application for The Office of Investment and One Stop Integrated Service of Denpasar City. This application is used to monitor the location of investment companies, the status of company licensing, the amount of investment companies, and manage investment company data. The author used framework react native in developing mobile applications as a front-end and used PHP language in developing websites as a back-end. This application was designed using prototyping model method by analyzing data and features and then making a mockup or prototype design. After designing the prototype the author made an application based on the prototype design that has been made and then performed testing using the Black-Box method. This study applied the Black-Box method and appeared to be going well.Keywords: React Native, PHP, prototyping model, Company Monitoring ApplicationABSTRAKMonitoring adalah aktifitas yang ditujukan untuk memberikan informasi tentang sebab dan akibat dari suatu kebijakan yang sedang dilaksanakan. Dalam penelitian ini peneliti membuat sebuah aplikasi monitoring perusahaan untuk Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Denpasar. Aplikasi ini digunakan untuk memantau lokasi perusahaan penanaman modal, status perijinan perusahaan, jumlah investasi perusahaan penanaman modal, dan memanajemen data perusahaan penanaman modal. Peneliti menggunakan framework react native dalam membangun aplikasi mobile sebagai front-end dan menggunakan bahasa php dalam membangun website sebagai back-end. Rancang bangun Aplikasi Monitoring Perusahaan Penanaman Modal Di DPMPTSP Kota Denpasar dirancang menggunakan metode penelitian prototyping model dengan melakukan analisis terhadap data dan fitur-fitur kemudian membuat mockup atau desain rancangan aplikasi. Setelah itu, membuat aplikasi secara langsung dengan mengaplikasikan rancangan yang sudah dibuat dan selanjutkan dilakukan pengujian. Dari hasil pengujian yang sudah di lakukan aplikasi sudah berjalan dengan baik dan sesuai kebutuhan.Kata kunci: React Native, PHP, prototyping model, Aplikasi Monitoring Perusahaa
PENERAPAN FRAMEWORK ITIL V3 DALAM ANALISIS TATA KELOLA SISTEM INFORMASI LAYANAN AKADEMIK DOMAIN SERVICE TRANSITION
ABSTRACTOne of the organization that utilizes information technology is university. The application of information technology at university is very useful if it runs in accordance with the goals, vision and mission of the organization. STIKOM Bali is one of the university in Bali that utilizes information technology in its organizational activities. In the application of information technology, it is necessary to plan related steps to be taken as well as good strategy management. This can improve service quality, operational effectiveness and budget efficiency without reducing quality. Information technology based services at STIKOM Bali are academic information system. The use of this information system does not necessarily run effectively and efficiently. Need for an adjustment process from both stakeholders and students who use the information system. A study is needed to measure the level of maturity and success in the use of information technology compared to manuals. This measurement is carried out to find out how much the readiness of users in migrating from manual to information systems, whether there are guidelines for the addition of information technology services, service configuration management, and guidelines for dealing with problems and risks. In this reserach, the analysis of information system uses the framework of Information Technology Infrastructure Library (ITIL) version 3 on the domain service transition. The results of this study are in the form of the expected maturity level value in accordance with the results of the questionnaire and the value of the current maturity level based on the results of interviews and observations as well as recommendations for improvement and improvement that must be done.Keywords: IT Governance, Academic Information System, ITIL V3, Domain Service transition.ABSTRAKSalah satu organisasi yang memanfaatkan teknologi informasi adalah perguruan tinggi. Penerapan teknologi informasi pada perguruan tinggi ini sangatlah bermanfaat apabila berjalan sesuai dengan tujuan, visi dan misi organisasi. STIKOM Bali merupakan salah satu perguruan tinggi di Bali yang memanfaatkan teknologi informasi dalam kegiatan organisasinya. Dalam penerapan teknologi informasi perlu adanya perencanaan terkait langkah-langkah yang harus diambil serta manajemen strategi yang baik. Hal ini dapat meningkatkan kualitas layanan, efektifitas operasional dan efisiensi anggaran tanpa mengurangi kualitas. Layanan yang berbasis teknologi informasi pada STIKOM Bali adalah layanan akademik. Pemanfaatan sistem informasi ini tidak serta merta nerjalan dengan efektif dan efisien. Perlunya proses penyesuaian baik dari pihak stakeholder maupun mahasiswa yang menggunakan sistem informasi tersebut. Perlu adanya kajian untuk mengukur tingkat kematangan dan keberhasilan dalam pemanfaatan teknologi informasi ini dibandingkan manual. Pengukuran ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar kesiapan pengguna dalam migrasi dari manual ke sistem informasi, apakah terdapat pedoman untuk penambahan layanan teknologi informasi, manajemen konfigurasi layanan, dan pedoman untuk menghadapi permasalahan dan resiko. Pada penelitian ini analisa tata kelola sistem informasi menggunakan framework kerja Information Technology Infrastructure Library (ITIL) versi 3 pada domain service transition. Hasil dari penelitian ini berupa nilai maturity level yang diharapkan sesuai dengan hasil kuisioner dan nilai current maturity level berdasarkan hasil wawancara dan observasi serta rekomendasi perbaikan dan peningkatan yang harus dilakukan.Kata Kunci: Tata Kelola IT, Layanan Akademik, ITIL V3, Domain Service transition
IMPLEMENTASI METODE ANALITICAL HIERARCY PROSES (AHP) PADA SISTEM PENENTUAN KREDIT LEMBAGA PERKREDITAN DESA (LPD)
ABSTRACTA decision making is one of the problems faced almost every day, even at all times. In this study a Decision Support system will be developed by implementing the Analytic Hierarchy Process (AHP) method on credit analysis in the Village Credit Institution (LPD), which is one of the institutional elements of Pakraman Village that runs the financial function of Pakraman Village. Until now the LPD has the potential and has been proven in advancing the welfare of the village community itself. To foster public trust is not easy, because as it is known, there are many found unhealthy financial institutions. For the sake of smooth credit activities between LPDs as credit providers (creditors) and the community as credit applicants (customers), creditors need to assess and determine prospective customers before accepting or rejecting customers' credit requests. This needs to be done because the risk of non-payment of credit is quite high. So, a customer must meet the criteria that have been determined by the creditor to be able to get credit. The criteria used here are 5C, namely Character, Capacity, Collateral, Capital, and Condition. Based on the results of research that has been carried out, the system built has been able to be used to carry out the process of credit analysis and ranking prospective LPD customers based on the criteria attributes in determining LPD credit. It is seen from the results of testing on the needs of system functionality that has been fulfilled. With the AHP method, a decision support system is formed that can select prospective LPD credit recipients, and determine who is eligible and entitled to receive LPD Credit. The results of testing the system using blackbox testing are able to provide functionality based on system requirements analysis.Keywords : LPD, SPK-LPD , Analytic Hierarchy Process (AHP)ABSTRAKSuatu pengambilan keputusan merupakan salah satu masalah yang dihadapi hampir setiap hari, bahkan setiap saat. Pada penelitian ini akan dikembangankan suatu sistem Pendukung Keputusan dengan mengimplementasikan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) pada analisa kredit di Lembaga Perkredian Desa (LPD) yang merupakan salah satu unsur kelembagaan Desa Pakraman yang menjalankan fungsi keuangan Desa Pakraman. Sampai saat ini LPD berpotensi dan telah terbukti dalam memajukan kesejahteraan masyarakat desa itu sendiri. Untuk menumbuhkan kepercayaan masyarakat tidaklah mudah, sebab seperti diketahui banyak sekali dijumpai adanya lembaga-lembaga keuangan yang tidak sehat. Demi kelancaran kegiatan perkreditan antara LPD sebagai lembaga penyedia kredit (kreditur) dengan masyarakat sebagai pemohon kredit (nasabah), kreditur perlu melakukan penilaian dan penentuan calon nasabah sebelum menerima atau menolak permintaan kredit nasabah. Hal ini perlu dilakukan karena resiko tidak terbayarkannya kredit cukup tinggi. Jadi, seorang nasabah harus memenuhi kriteria-kriteria yang telah ditentukan pihak kreditur untuk bisa mendapatkan kredit. Kriteria yang digunakan di sini adalah 5C, yaitu Character, Capacity, Collateral, Capital, dan Condition. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan sistem yang dibangun sudah mampu digunakan untuk melakukan proses analisis kredit dan perangkingan calon nasabah LPD berdasarkan atribut kriteria dalam penentuan kredit LPD. Hal tersebut dilihat dari hasil pengujian terhadap kebutuhan fungsionalitas sistem yang telah terpenuhi. Dengan metode AHP, terbentuk suatu sistem pendukung keputusan yang dapat menyeleksi calon penerima kredit LPD, dan menentukan siapa yang pantas dan berhak untuk menerima Kredit LPD. Hasil pengujian sistem dengan menggunakan blackbox testing mampu memberikan fungsionalitas bedasarkan analisis kebutuhan sistem.Kata kunci : LPD, SPK-LPD , Analytic Hierarchy Process (AHP