E-Journal Universitas Dhyana Pura

E-Journal Universitas Dhyana Pura
Not a member yet
    3121 research outputs found

    COVER

    No full text
    COVE

    IMPLEMENTASI SUPPLY CHAIN MANAGEMENT PADA E-COMMERCE SEBAGAI STRATEGI PENGEMBANGAN UMKM JAJANAN DODOL KHAS BULELENG

    Get PDF
    ABSTRACTPenglatan Village is a village that is the biggest dodol production center of Buleleng in the largestdistrict of Buleleng which is distributed to all regencies in Bali, even Buleleng dodol is also an icon oftypical souvenirs of Buleleng to be taken outside of Bali. Conventional trading has been carried out bymicro and small and medium enterprises (UMKM) entrepreneurs in the village of Penglatan who arecraftsmen of Buleleng dodol. Dodol craftsmen in the village of Penglatan, which is a home industrythat sells dodol products to collectors, then collectors distribute dodol products typical of Buleleng toall districts in Bali. This causes the home industry in the village of Penglatan difficult to developbecause it can not handle direct requests. Another problem faced is the difficulty of the craftsmen incalculating the need for raw materials in producing dodol typical of Buleleng when there is an order.Implementation of supply chain management in e-commerce that was developed to manage the supplyof dodol raw materials in accordance with orders that enter the system. This is expected to help dodolcraftsmen in the village of Penglatan in determining the need for raw materials needed to produceorders and provide electronic-based trading media. Determination of raw material requirements forproducing dodol is calculated by applying the concept of master requirements planning. Thedeveloped system can help MSMEs in managing sales transactions and calculating raw materialrequirements in producing dodol.Keywords: Supply Chain Management, Material Requirement Planning, E-Commerce, Dodol KhasBuleleng.ABSTRAKDesa Penglatan merupakan desa yang menjadi sentra produksi dodol khas Buleleng terbesar dikabupaten Buleleng yang disalurkan ke seluruh kabupaten di Bali, bahkan dodol Buleleng jugamenjadi ikon oleh-oleh khas Buleleng untuk dibawa ke luar Bali. Perdagangan secara konvesionaltelah dilakukan oleh pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di desa Penglatan yangmenjadi pengrajin dodol Buleleng. Pengrajin dodol di desa Penglatan yang merupakan industri rumahtangga yang menjual produk dodolnya ke pengepul, kemudian pengepul mendistribusikan dodol khasBuleleng ke seluruh kabupaten di Bali. Hal ini menyebabkan industri rumah tangga di desa Penglatansulit berkembang karena tidak bisa menangani permintaan langsung. Permasalahan lainnya yangdihadapi adalah sulitnya pengrajin dalam memperhitungkan kebutuhan bahan baku dalammemproduksi dodol khas Buleleng ketika ada pesanan. Implementasi supply chain management padae-commerce yang dikembangkan untuk mengelola pasokan bahan baku dodol sesuai dengan pesananyang masuk ke sistem. Hal ini diharapkan dapat membantu pengrajin dodol di desa Penglatan dalammenentukan kebutuhan bahan baku yang diperlukan dalam memproduksi pesanan dan memberikanmedia perdagangan berbasis elektronik. Penentuan kebutuhan bahan baku untuk memproduksi dodoldihitung dengan menerapkan konsep master requirement planning. Sistem yang dikembangkan dapatmembantu UMKM dalam mengelola transaksi penjualan dan menghitung kebutuhan bahan bakudalam memproduksi dodol.Kata kunci: Supply Chain Management, Material Requirement Planning, E-Commerce, Dodol KhasBuleleng

    IDENTIFIKASI KARAKTER PELANGGAN RETAIL BERPOTENSI CHURN DENGAN METODA RECENCY, FREQUENCY DAN MONETARY

    Get PDF
    ABSTRACTAnalyzing the character of the customer is very important for every company, especially retail companies, because of the increasingly fierce competition of retail companies where retail companies have mushroomed right up to the middle of residents' and remote villages. The character of customers varies greatly, from customers who have high loyalty to the character of potential customers who churn. Churn is a term used for customers who have stopped purchasing. By implementing the concept of CRM (Customer Relationship Management), companies can identify the character of potential churn customers. Knowing the character of customers can determine the company's policy to treat each of its customers and determine appropriate and effective marketing strategies. One reliable method that can be used to identify customer characters is the RFM method (recency, frequency, and monetary). From the segmentation process it can be seen that the customer class owned by UD. Mawar Sari namely the Dormant, Everyday, Golden and Superstar classes. Trial grouping of customer classes with K-Means Clustering on several clusters, namely 2 clusters up to 5 clusters, after being tested with the Davies-Boundin Index, there are 5 clusters as the best customer grouping. UD Mawar Sari customer class with potential churn is the that is in the second cluster and the third cluster, namely the customer class Dormant B, Dormant E, Dormant F and Everyday E.Keywords : Churn, Retail, Recency, Frequency, MonetaryABSTRAKMenganalisa karakter pelanggan sangat penting bagi setiap perusahaan khususnya perusahaan retail, karena semakin ketatnya persaingan perusahaan retail dimana saat ini perusahaan retail telah menjamur sampai ke tengah – tengah perumahan penduduk dan pelosok desa . Karakter pelanggan sangat bervariasi, dari pelanggan yang memiliki loyalitas tinggi sampai karakter pelanggan yang berpotensi churn. Churn adalah istilah yang digunakan untuk pelanggan yang telah menghentikan pembelian. Dengan menerapkan konsep CRM (Customer Relationship Management), perusahaan dapat melakukan identifikasi karakter pelanggan berpotensi churn.Mengetahui karakter pelanggan dapat menentukan kebijakan perusahaan untuk memperlakukan setiap pelanggannya dan menentukan strategi pemasaran yang tepat dan efektif. Salah satu metoda handal yang dapat digunakan untuk identifikasi karakter pelanggan adalah metoda RFM (recency, frequency, dan monetary). Dari proses segmentasi tersebut dapat diketahui kelas pelanggan yang dimiliki oleh UD. Mawar Sari yaitu kelas Dormant, Everyday, Golden dan Superstar. Uji coba pengelompokkan kelas pelanggan dengan K-Means Clustering pada beberapa jumlah cluster yaitu 2 cluster sampai dengan 5 cluster, setelah diuji dengan Davies-Boundin Index mendapatkan jumlah 5 cluster sebagai pengelompokkan kelas pelanggan yang terbaik. Pelanggan UD. Mawar Sari yang berpotensial churn adalah kelas pelanggan yang berada di cluster ke-2 dan cluster ke-3 yaitu kelas pelanggan Dormant B, Dormant E, Dormant F dan Everyday E.Kata kunci : Churn, Retail, Recency, Frequency, Monetar

    ANALISIS KEPUASAN MAHASISWA MENGGUNAKAN METODE SERVQUAL

    No full text
    AbstrakPenelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang dilakukan di Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Universitas Dhyana Pura, Bali. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan sampling jenuh. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 46 orang mahasiswa. Penelitian ini dilakukan untuk mengukur tingkat kepuasan mahasiswa dengan metode SERVQUAL. Analisis data dilakukan dengan teknik Customer Satisfaction Indext dan Importance-Performance Analisis. Dari hasil perhitungan disimpulkan bahwa mahasiswa merasa “sangat puas†terhadap layanan Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga. Namun, terdapat 17 atribut yang menjadi permasalahan dalam kinerja layanan program Studi. Pada atribut Tangibles terdapat 8 atribut yang belum optimal, atribut Reliability terdapat 5 atribut yang belum optimal, atribut Responsiveness seluruh atribut sudah optimal, atribut Assurance terdapat 1 atribut yang belum optimal, dan atribut Empathy terdapat 3 atribut yang belum optimal. Atribut-atribut tersebut kemudian menjadi referensi untuk meningkatkan kinerja layanan pendidikan di Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga.Kata Kunci : Kepuasan mahasiswa, SERVQUAL, CSI, IPA

    SISTEM INFORMASI SKRIPSI STMIK PRIMAKARA BERBASIS WEBSITE MENGGUNAKAN FRAMEWORK LARAVEL

    Get PDF
    ABSTRACTThe registration process for the final assignment done manually without computer support,the commission needs to manually recapitalize the registrant students, which makes the registrationprocess take a long time. This study discusses the design and construction of the minithesisinformation system at STMIK Primakara. This research was conducted with a qualitative approach,and used the waterfall Software Development Life Cycle (SDLC) method. The design process used inthis study uses the Unified Modeling Language (UML), and uses the Laravel framework as a backendand the VueJs framework as a frontend. This research succeeded in designing and building aninformation system at STMIK Primakara which was used to register and manage students taking finalassignments. From the results of interviews conducted with minithesis commissions and students takingfinal assignments, the system can help simplify the registration process.Keywords: Laravel, Vuejs, Minithesis, Information Systems, UML, SDLC.ABSTRAKDalam proses pendaftaran mata kuliah tugas akhir yang dilakukan secara manual komisi perlumelakukan rekap mahasiswa pendaftar secara manual, yang membuat proses pendaftaran memerlukanwaktu yang cukup lama. Penelitian ini membahas mengenai perancangan dan pembangunan sisteminformasi skripsi Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Primakara.Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, serta menggunakan metode SoftwareDevelopment Life Cycle (SDLC) model waterfall. Proses perancangan yang digunakan dalampenelitian ini menggunakan bahasa pemodelan Unified Modeling Language (UML), sertamenggunakan framework Laravel sebagai backend dan framework VueJs sebagai frontend. Pelitian iniberhasil merancang dan membangun sistem informasi pada STMIK Primakara yang digunakan untukmelakukan pendaftaran dan pengelolaan mahasiswa yang mengambil mata kuliah tugas akhir. Darihasil wawancara yang dilakukan dengan komisi skripsi dan mahasiswa yang mengambil mata kuliahtugas akhir, sistem dapat membantu mempermudah proses pendaftaran.Kata Kunci : Laravel, Vuejs, Tugas Akhir, Sistem Informasi, UML, SDLC

    PENILAIAN KEAMANAN INFORMASI E-GOVERNMENT MENGGUNAKAN INDEX KEAMANAN INFORMASI (KAMI) 4.0

    Get PDF
    ABSTRACTIndonesian government uses advanced technology by implementing e-government in improving services to the community and increasing bureaucratic approval. One of the government institutions that request e-government is the Denpasar City government which is managed by the Denpasar City communication and informatics department. In e-government users, it is necessary to implement an information security management system from the electronic system used. The use of KAMI index 4.0 provides a summary of the application of information security systems in the Denpasar city system depending on the level I-I + which has a reactive nature, and needs further development (not feasible) to be able to obtain ISO 27001: 2013 certification.Keywords : e-government; kami; information security; iso 27001.ABSTRAKSIPemerintah Indonesia juga memanfaatkan kemajuan teknologi tersebut dengan menerapkat e-government dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan meningkatkan transparansi birokrasi. Salah satu lembaga pemerintah yang menerapkan e-governement adalah pemerintah kota Denpasar yang dikelola oleh dinas komunikasi dan informatika Kota Denpasar. Dalam pemanfaat e-government perlu dilaksanakan pengukuran terhadap sistem manajemen keamanan informasi dari sistem elektronik yang digunakan. Penggunaan index kami 4.0 memberikan kesimpulan penerapan sistem manajemen keamanan informasi di sistem kota Denpasar berada pada level I-I+ yang memiliki sifat reaktif, dan perlu pengembangan lebih lanjut (tidak layak) untuk bisa mendapatkan sertifikasi ISO 27001:2013Kata kunci : e-government; kami; keamanan informasi; iso 27001

    PERANCANGAN SISTEM INFORMASI EKSEKUTIF BERBASIS WEB PADA UPT LABORATORIUM HAYATI PERTANIAN BALI UNTUK PENENTUAN PENYAKIT PADA BIBIT TANAMAN

    Get PDF
    ABSTRACTNursery varieties of plants carried out by the UPT Laboratory of Biological Services of the Gianyar Agriculture Office is one of the stages of developing plant seeds which will then be given to farmers for cultivation. The problem that occurs at this time is in the process of breeding there is often a disease attack caused by a variety of factors, and this often occurs repeatedly so that what must be done to deal with the problems in the germ of the disease becomes inefficient. This is because there is no documentation that can provide information about diseases, disease categories and their management. With the presence of documented input data based on technology, disease information can be displayed either per item or seedling variety, disease category, and several other information as needed. With the existence of an executive information system, managers, especially the head of the UPT, can monitor the diseases of the seeds so that they can be handled based on data that has been inputted or even conduct research on the disease and how to overcome them so that it enriches the insight and knowledge of the head of the UPT for tackling the seeds, thereby being able to direct UPT staff in the laboratory and field to execute according to documented information. This system will be developed based on the web so that it can be accessed from anywhere, because the nursery process is not only done at one point. The results of this study are a system design that can provide information on seeds and diseases that attack the seedlings and how to overcome them based on data that has been entered.Keywords : Nursery, UPT Laboratorium Hayati Pertanian Bali, EISABSTRAKPembibitan varietas tanaman yang dilakukan oleh UPT Laboratorium Hayati Dinas Pertanian Gianyar merupakan salah satu tahapan pengembangan bibit tanaman yang selanjutnya akan diberikan kepada petani untuk dibudidayakan. Permasalahan yang terjadi saat ini adalah pada proses pembibitan sering terjadi serangan penyakit yang disebebkan oleh berbagai macam faktor, dan hal ini sering berulang terjadi sehingga apa yang harus dilakukan untuk penangana permasalahan pada bibit penyakit tersebut manjadi tidak efisien. Hal ini dikarenakan tida adanya dokumentasi yang dapat memberikan informasi tentang penyakit, kategori penyakit serta penanggulangannya. Dengan adanya data inputan yang terdokumentasi berbasis teknologi akan dapat ditampilkan informasi penyakit baik per item atau varietas bibit, kategori penyakit, dan beberapa informasi lainnya sesuai dengan kebutuhan. Dengan adanya sebuah sistem informasi eksekutif, para pengelola khususnya kepala UPT dapat memonitor penyakit pada bibit sehingga dapat dilakukan penanganan berdasarkan data yang sudah diinput atau bahkan melakukan penelitian terhadap penyakit dan cara penanggulangannya sehingga memperkaya wawasan dan pengetahuan kepala UPT untuk penanggulangan bibit, dengan demikian dapat mengarahkan para staf UPT di laboratorium dan lapangan untuk mengeksekusi sesuai dengan informasi yang telah terdokumentasi. Sistem ini akan dikembangkan berbasis web agar dapat diakses dari mana saja, karena proses pembibitan tidak hanya dilakukan di satu titik. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah perancangan system yang dapat memberikan informasi bibit dan penyakit-penyakit yang menyerang pada bibit tsb dan cara penanggulangannya berdasarkan data yang telah dimasukkan.Kata Kunci : Pembibitan, UPT Laboratorium Hayati Pertanian Bali, SI

    PRIORITY BASED SCHEDULING UNTUK PENINGKATAN EFISIENSI KONSUMSI ENERGI PADA JARINGAN SENSOR NIRKABEL

    Get PDF
    ABSTRACTThe advancement of data innovation particularly in the field of computers has encountered quick improvement. This makes the computers never again need an enormous stockpile of energy in its activities so the battery can bolster PC execution. A wireless sensor network is a lot of little gadgets that have freedom in energy and the capacity to connected between devices. When doing the natural observing procedure, wireless sensor network devices (nodes) devour energy starting from the battery persistently as long as the nodes are on. In view of this, the author planned the enhancement of energy use. This is finished by utilizing a planning framework for every device. The plan that has been done in this investigation gives a general depiction of how the scheduling procedure can be applied in a wireless sensor network. The cluster head is scheduling by isolating all group individuals into sub-groups. At that point, the cluster head only allows data with higher priority to transmit to the sink node. This algorithm enhancement giving energy efficiency at most 9,61%.Keywords: wireless sensor network, energy optimizing, schedulingABSTRAKKemajuan inovasi data khususnya di bidang komputer telah mengalami peningkatan cepat. Ini membuat komputer tidak lagi membutuhkan cadangan energi yang sangat besar dalam aktivitasnya sehingga baterai dapat mendukung operasi komputer. Jaringan sensor nirkabel adalah banyak perangkat kecil yang memiliki sumber energi mandiri dan kemampuan untuk terhubung antar perangkat. Saat melakukan prosedur pengamatan lingkungan, perangkat jaringan sensor nirkabel (node) menghabiskan energi dari baterai secara terus-menerus selama node aktif. Mengingat hal ini, penulis merencanakan peningkatan efisiensi penggunaan energi. Hal ini dilakukan dengan memanfaatkan penjadwalan perencanaan untuk setiap perangkat. Rencana yang telah dilakukan dalam penelitian ini memberikan gambaran umum tentang bagaimana prosedur penjadwalan dapat diterapkan dalam jaringan sensor nirkabel. Cluster head menjadwalkan dengan mengisolasi semua individu kelompok ke dalam sub-kelompok. Pada saat itu, cluster head hanya mengijinkan data dengan prioritas yang lebih tinggi untuk mengirim ke sink node. Algoritma ini memberikan peningkatan efisiensi penggunaan energi sebesar 9,61%.Kata Kunci : jaringan sensor nirkabel, optimasi energi, penjadwala

    PERBANDINGAN KINERJA OPERATOR PARTIALLY MAPPED CROSSOVER, CYCLE CROSSOVER, DAN ORDER CROSSOVER DALAM ALGORITMA GENETIKA PADA PENCARIAN RUTE TERPENDEK PERJALANAN WISATA

    Get PDF
    ABSTRACTTraveling Salesman Problem (TSP) or known as the Shortest Cross Search, is an optimizationproblem that has many important applications in finding the best results in order to find a solutionof values that are close to optimal. One of the TSP cases is determining the distance to tourismlocations in Bali Province. In general, tourists prefer to travel independently because they can freelydetermine their own travel destinations rather than using travel agents that require tourists to followthe travel packages provided. Therefore, this study discusses the Comparison of Operators'Performance Partially Mapped Crossover, Cycle Crossover, and Order Crossover in GeneticAlgorithms for Searching the Shortest Route of Travel Travel. The purpose of this research is to findthe best crossover technique so that it can optimize the process of distance traveled to tourismlocations in Bali Province. The route formation will be carried out by applying a genetic mutationalgorithm that is used is the inversion mutation in the optimum global search. The system built isexpected to optimize the process of tourist travel distance to every tourism location in Bali Province.In conducting this research, the authors used the Operator Partially Mapped Crossover, CycleCrossover, and Order Crossover method and used Inversion Mutation. Based on the researchconducted, it can be concluded that in this study, the optimal value is obtained by applying the CycleCrossover type crossover. With the results in the form of the shortest distance of 153.9 km and thecomputation time of 1.521929264 seconds for 8 cities. As well as the shortest distance of 229.1 kmwith a computing time of 1.915934801 seconds for 12 cities. This shows the average results arebetter when compared to 2 other types of crossovers, namely Partially Mapped Crossover and OrderCrossover.Keywords : Traveling Salesman Problem, Genetic Algorithm, Operator Partially MappedCrossover, Cycle Crossover, Order Crossover, Inversion Mutation.ABSTRAKTravelling Salesman Problem (TSP) atau disebut dengan Pencarian Lintas Terpendek, merupakanpermasalahan optimasi yang mempunyai banyak terapan penting dalam pencarian hasil yang terbaikdengan tujuan untuk mendapatkan solusi nilai-nilai yang mendekati optimal. Salah satu kasus TSPadalah menentukan jarak tempuh lokasi pariwisata di Provinsi Bali. Secara umum, wisatawan lebihsuka bepergian secara mandiri karena mereka dapat dengan bebas menentukan tujuan wisata merekasendiri daripada menggunakan agen perjalanan yang mengharuskan wisatawan untuk mengikutipaket perjalanan yang telah disediakan. Maka dari itu Penelitian ini membahas mengenaiPerbandingan Kinerja Operator Partially Mapped Crossover, Cycle Crossover, dan OrderCrossover dalam Algoritma Genetika pada Pencarian Rute Terpendek Perjalanan Wisata. Tujuandari penelitian ini adalah untuk menemukan teknik crossover yang paling baik sehingga dapatmengoptimalkan proses jarak tempuh lokasi pariwisata di Provinsi Bali. Pembentukan rute akandilakukan dengan menerapkan algoritma genetika mutasi yang digunakan adalah Mutasi Inversion320 Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer, Volume 6, Nomor 3, Oktober 2020pada pencarian global optimum. Sistem yang dibangun diharapkan dapat mengoptimalkan proses jarak tempuh travel wisatawan ke setiap lokasi pariwisata di Provinsi Bali. Dalam melakukan penelitian ini, penulis menggunakan metode Operator Partially Mapped Crossover, Cycle Crossover, dan Order Crossover serta menggunakan Mutasi Inversion. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa pada penelitian ini, nilai optimal diperoleh dengan menerapkan Crossover jenis Cycle Crossover. Dengan hasil berupa jarak terpendek 153.9 km dan waktu komputasi selama 1.521929264 detik untuk 8 kota. Serta jarak terpendek sebesar 229.1 km dengan waktu komputasi selama 1.915934801 detik untuk 12 kota. Hal ini menunjukan rata-rata Hasil yang lebih baik jika dibadingkan 2 buah jenis crossover yang lain yaitu Partially Mapped Crossover dan Order Crossover. Kata kunci— Travelling Salesman Problem, Algoritma Genetika, Operator Partially Mapped Crossover, Cycle Crossover, Order Crossover, Mutasi Inversio

    PARTISIPASI PASIEN DM DAN HIPERTENSI SEBAGAI PESERTA PROGRAM PENGELOLAAN PENYAKIT KRONIS (PROLANIS) DI PUSKESMAS MENGWI 1

    Get PDF
    Penyakit Degeneratif merupakan penyebab kematian terbanyak di Indonesia. Penyakit Degeneratif semakin meningkat menjadi beban ganda yang harus dihadapi dalam pembangunan bidang kesehatan di Indonesia. Prolanis salah satu upaya yang bisa dilaksanakan untuk menanggulangi masalah tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat partisipasi sebagai peserta prolanis di Puskesmas Mengwi 1. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian cross sectional dengan sampel yaitu pasien hipertensi dan diabetes militus sebanyak 74 orang yang berkunjung ke Puskesmas Mengwi 1 diambil dengan accidental sampling. Data diambil menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat partisipasi pasien yang tidak ikut prolanis sebesar 59,5% atau 44 orang sedangkan yang ikut 40,5% atau 30 orang pasien. Partisipasi pasien dipengaruhi oleh pengetahuan, sikap pekerjaan, umur, pendidikan, jarak, dukungan keluarga dan petugas kesehatan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh pengetahuan, sikap pekerjaan, umur, pendidikan, jarak, dukungan keluarga dan petugas kesehatan terhadap partisipasi sebagai peserta prolanis. Puskesmas Mengwi 1 perlu melakukan kunjungan ke rumah pasien untuk meningkatkan pastisipasi pasien

    866

    full texts

    3,121

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Universitas Dhyana Pura is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage E-Journal Universitas Dhyana Pura? Access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard!