3121 research outputs found
Sort by
LATIHAN YOGA DENGAN MEDITASI MENINGKATKAN KETEPATAN SASARAN MEMANAH JARAK 30 METER OUTDOOR PADA ATLET PANAHAN DI YOGA ANANDA MARGA, KARANGASEM
Panahan adalah olahraga ketepatan sasaran, karena tujuannya untuk melepaskan anak panah ke target sasaran setepat mungkin. Setiap atlet harus membidik tiap target yang disediakan, maka atlet dituntut harus berhati-hati dan fokus dalam setiap melepaskan anak panah, untuk dapat fokus dibutuhkan ketenangan dan konsentrasi yang tinggi agar ketepatan bidikan panah tidak meleset. Dalam penelitian ini, diberikan latihan yoga dengan meditasi untuk meningkatkan fokus dan konsentrasi pada atlet panahan agar hasil ketepatan memanah menjadi lebih maksimal. Rancangan penelitian yang diterapkan pada penelitian ini adalah eksperimental dengan desain One Group Pre and Post Test Design dan dilaksanakan di Sanggar Yoga Ananda Marga, Karangasem dengan jumlah sampel sebanyak 12 orang. Didapatkan hasil rerata pre-test dan post-test sebesar 238,08 dan 263,83. Analisis penelitian ini menggunakan uji t-berpasangan yang memperoleh hasil yang menunjukkan bahwa t hitung < t tabel = -4.384< 2,201 dan hasil signifikansi 0,001 yang artinya 0,001 < 0,05 maka terdapat perbedaan yang bermakna secara statistik dan sesungguhnya dapat meningkatkan ketepatan akurasi memanah setelah diberikan perlakuan latihan yoga dengan meditasi
Efektivitas Anti Fungi Ekstrak Bunga Kamboja Putih (Plumeria acuminata) Menghambat Pertumbuhan Candida albicans
ABSTRAKKandidiasis merupakan suatu infeksi yang disebabkan oleh jenis mikroorganisme jamur Candida albicans. Jamur ini dapat tumbuh pada rongga mulut, saluran pencernaan, pernafasan dan genital wanita. Dewasa ini masyarakat lebih banyak tertarik menggunakan pengobatan tradisional karena dipercaya memiliki efek samping yang lebih rendah dibandingkan dengan obat sintetis. Di Indonesia banyak tumbuhan yang berpotensi sebagai obat alami. Salah satu tumbuhan yang dapat dijadikan sebagai obat alami sebagai antifungi adalah tanaman kamboja putih. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak metanol bunga kamboja putih (Plumeria acuminata) terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans. Pengujian menggunakan metode Kirby-Bauer dengan kertas cakram. Sampel daun diekstraksi dengan proses maserasi menggunakan metanol. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak metanol bunga kamboja putih konsentrasi 5%, 10% dan 15% mampu memberikan daya hambat terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans.Kata kunci: Candida albicans, Bunga kamboja putih, Plumeria acuminata, antifungi.ABSTRACTCandidiasis is an infection caused by a type of fungal microorganism Candida albicans. This fungus can grow in the oral cavity, digestive tract, respiratory and female genitals. Nowadays people are more interested in using traditional medicine because it is believed to have lower side effects compared to synthetic drugs. In Indonesia, many plants have the potential as natural medicines. One of the plants that can be used as a natural medicine as an antifungal is a white frangipani plant. The purpose of this study was to determine the effect of methanol extracts of white frangipani flowers (Plumeria acuminata) on the growth of the fungus Candida albicans. Tests using the Kirby-Bauer method with paper discs. Leaf samples were extracted by maceration process using methanol. The results showed that methanol extracts of white frangipani flowers in concentrations of 5%, 10% and 15% were able to provide inhibition to the growth of the fungus Candida albicans.Kata kunci: Candida albicans, white frangipani flowers, Plumeria acuminata, antifungal
THE MEANING OF VERB FALLING WITHIN BALINESE LANGUAGE SUBTYPE HAPPEN-MOVE: AN APPROACH OF NATURAL SEMANTIC METALANGUAGE
ABSTRACTEvery language has its characteristic that diffentiates it from others. The Balinese languageis one of the many languages in Indonesia that is still is use among the native speakers inBali. This article primarily aims at analyzing the lexicons of the verb ‘happen’ which havethe representative meaning of ‘falling’ within Balinese language. The data was collectedfrom Balinese by direct observation through recording and note-taking. The data wereanalyzed qualitatively by applying the theory of Natural Semantic Metalanguage. NaturalSemantic Metalanguage was used to analyse the data since it is an invaluable descriptivetool for the analysis and contrastive study of meaning-related phenomena in all languages.The result of this study showed that there are several process verb lexicons ‘falling†inBalinese language: mageledag, ngetel, aas, and macemplung. The findings indicate thatlexicons ‘falling’ in the Balinese language has several different lexicons based on the entityand the process within them.Keyword: Verb falling, Natural Semantic Metalanguage, Balinese languageABSTRAKSetiap bahasa memiliki karakteristiknya sendiri yang membuat bahasa tersebut berbedasatu dengan yang lainnya. Bahasa Bali merupakan salah satu dari sekian banyaknyabahasa daerah yang secara aktif masih di gunakan oleh penutur aslinya. Penelitian inibertujuan untuk menganalisa leksikon-leksikon dengan dasar verba ‘terjadi’ yang memilikimakna “jatuh†dalam bahasa Bali. Metode pengambilan data dilakukan denganmewawancarai dan mencatat percakapan dengan penutur asli bahasa Bali. Data dalampenelitian ini dianalisa melalui metode kualitatif dengan menggunakan pendekatanmetabahasa semantik alami yang dapat mengurai makna-makna kecil dari setiap leksikonbermakna ‘jatuh’ dalam bahasa Bali. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanyabeberapa leksikon yang merujuk pada satu makna ‘jatuh’ antara lain mageledag, ngetel,aas, dan macemplung. Hasil penelitian menunjukan bahwa leksikon-leksikon ‘jatuh’ dalamBahasa Bali memiliki perbedaan leksikon berdasarkan wujud dan proses pemakaian maknatersebut.Kata Kunci: verba ‘jatuh’, Metabahasa Semantik Alami, Bahasa Bal
GOOGLE TRANSLATE’S PERFORMANCE IN TRANSLATING A SHORT STORY FROM INDONESIAN INTO ENGLISH
[09:49, 10/9/2020] +62 822-4766-2050: ABSTRACT[09:50, 10/9/2020] +62 822-4766-2050: This study is aimed to assess the performance of Google Translate (GT) in translating a short story from Indonesian into English. A short story entitled “Babi Milik Sukro Bunting†by Putu Supartika was the object of this study. Documentation method was applied in collecting the data, meanwhile descriptive qualitative method was applied in analyzing the data. The theory applied in assessing the performance of GT was the error classification proposed by Vilar (2006) and supported by Newmark V diagram (1988). With regard to the analysis, all errors were found except incorrect form. Incorrect words and missing words were the dominant errors, meanwhile unknown word and word order were the minor errors found the data. The output of GT was mostly source language emphasis. Moreover, one sentence could have more than one error. In the case of incorrect word, the errors were mostly caused by polysemy, homonymy, and idiom. On the other hand, the missing of content word, article and determiner were the cause of the missing of word error. Another errors were also found in the data, such as wrong translation of pronoun “dia†and suffix –nya to encode possessiveness. Keywords: Machine translation, error classification, short story[09:50, 10/9/2020] +62 822-4766-2050: ABSTRAK[09:50, 10/9/2020] +62 822-4766-2050: Penelitian ini bertujuan untuk menilai kinerja Google Translate (GT) dalam menerjemahkan sebuah cerita pendek. Objek penelitian ini adalah cerita pendek yang berjudul “Babi Milik Sukro Bunting†dikarang oleh Putu Supartika. Metode dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data, sedangkan metode deskriptif kualitatif digunakan untuk menganalisa data. Teori yang digunakan untuk menilai kinerja GT dalam penelitian ini dikemukakan oleh Vilar (2006) tentang klasifikasi kesalahan dan didukung oleh diagram V yang dikemukakan oleh Newmark (1988). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua kesalahan ditemukan kecuali incorrect form. Incorrect word dan missing word adalah kesalahan yang mendominasi, sedangkan unknown word dan word order adalah kesalahan yang sedikit ditemukan pada data. Hasil terjemahan oleh GT sebagain besar menyesuaikan bentuk bahasa sumber. Selain itu, satu kalimat bisa memiliki lebih dari satu kesalahan. Terjemahan kata yang salah biasanya disebabkan oleh polisemi, homonim, dan idiom. Di sisi lain, hilangnya kata inti, article dan determiner merupakan penyebab kesalahan pada kategori missing word. Kesalahan lain juga ditemukan pada data, seperti terjemahan yang salah dari kata ganti "dia" dan suffix –nya yang menunjukkan kepemilikan. Kata Kunci: Mesin penerjemahan, klasifikasi kesalahan, cerita pende
PKM Pendampingan Pengembangan APE Dalam Pembelajaran PAUD Di PAUD Duta Kasih Dalung Kecamatan Kuta Utara
Pembelajaran pada anak usia dini menghendaki metode, kegiatan dan media yang sesuai dengan tingkat perkembangan kognitif anak. Tingkat perkembangan kognitif anak 4-6 tahun masih berada pada tahap pra operasional konkrit, sehingga penggunaan media sangat membantu anak dalam mempelajari banyak konsep secara konkrit. Media juga membantu guru untuk menyampaikan materi pembelajaran menjadi lebih menarik. Hasil wawancara dengan mitra diketahui bahwa penggunaan Alat Peraga Edukatif (APE) sebagai media pembelajaran kurang efektif karena keterbatasan penggunaan, ketersediaan dan keengganan membuat. Maka melalui program pengabdian kepada masyarakat ini kami menawarkan solusi bagi pengadaan maupun penggunaan APE sebagai media pembelajaran anak usia dini menjadi kreatif, efektif, efisien dan sesuai tujuan pembelajaran. Melalui metode workshop, demonstrasi, dan simulasi, diharapkan guru PAUD mampu membuat dan memanfaatkan APE sebagai media pembelajaran secara kreatif dan efektif, sehingga pembelajaran di PAUD menjadi lebih menarik, menyenangkan dan bermakna. Berdasarkan hasil observasi dan kuesioner selama proses pengabdian terjadi peningkatan kemampuan pendidik anak usia dini dalam membuat dan menerapkan APE dalam pembelajaran.Kata kunci: Alat Peraga Edukatif (APE), Pembelajaran, Anak Usia DiniABSTRACTLearning in early childhood requires methods, activities and media that are appropriate to the level of cognitive development of children. The level of cognitive development of children 4-6 years is still in the concrete pre-operational stage, so the use of media is very helpful in learning many concepts concretely. The media also helps teachers to convey learning material to be more interesting. The results of interviews with partners revealed that the use of Educative Teaching Aids (APE) as a learning medium was less effective because of limited use, availability and reluctance to make. So through this community service program we offer solutions for the procurement and use of APE as a medium for early childhood learning to be creative, effective, efficient and appropriate learning objectives. Through the method of workshops, demonstrations, and simulations, it is expected that PAUD teachers are able to create and utilize APE as a creative and effective learning medium, so that learning in PAUD becomes more interesting, fun and meaningful. Based on the results of observations and questionnaires during the service process there was an increase in the ability of early childhood educators in making and implementing APE in learning.Keywords: Educative Teaching Aids (APE), Learning, Early Childhoo
DIVERSIFIKASI PRODUK GAYOR BALI GUNA MENINGKATKAN DAYA SAING
ABSTRACT "Gayor Bali" is the result of home industry crafts that produce art items in the form of gayor / decoration located at the entrance which has been more for traditional ceremonial and other religious activities for Hindus in Bali. Gayor as a set of wedding ceremonies and other traditional works that are placed in the angkulangkul / entrance gate of the house that serves to beautify the decoration of the location of the event. Gayor Bali changed with the development of the era, in the past Gayor was made of mushrooms and decorated with gumitir flowers or other flowers, but gradually the material for Gayor used cork material, so that the appearance of angkul-angkul became more elegant. The problem is never knowing for certain whether the business is profitable or not. The purpose of the PKM program is to improve partner retention and skills in bookkeeping and business management techniques, marketing techniques and to improve partner knowledge. The method used in achieving these objectives is training and assistance in making a business accounting system based on simple accounting techniques; The program outputs are Cash Book, Inventory Book, Production Cost Calculation (HPP), Breakeven Calculation (BEP), Marketing Techniques, and articles that are ready to be published in scientific journals. Keywords: Gayor Bali; Simple Bookkeeping; COG
PENYULUHAN PENINGKATAN PENDAPATAN KELUARGA MELALUI BUMDES DI DESA TIBUBENENG KUTA UTARA BADUNG
ABSTRAKUsaha Peningkatan Pendapatan Keluarga merupakan langkah awal yang sangat penting dalam pengembangkan pemberdayaan ekonomi. Keluarga adalah unit terkecil dalam masayarakat yang terdiri dari suami istri atau suami dan anak, atau ayah dan anak. Usaha ekonomi merupakan strategi alternatif pemberdayaan untuk meningkatkan pendapatan keluarga, oleh karena itu pendekatan berbasis sosial kemasyarakatan, tidak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga mencakup pengembangan kemampuan dan keahlian warga desa/kader dan anggota rumah tangga. Khususnya keluarga-keluarga yang telah mempunyai usaha. Pemberdayaan ekonomi keluarga pada dasarnya agar seluruh anggota keluarga terlibat dalam kegiatan produktif, sehingga bertambah pendapatan keluarga karena masing- masing anggota memberikan sumbangan pendapatannya untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) lembaga usaha desa yang dikelola oleh masyarakat diharapkan usaha usaha yang dimiliki oleh masyarakat dapat berkembang sehingga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.Program Studi Akuntansi fakultas Ekonomi dan Humaniora Universitas Dhyana Pura bersama BUMDes Gentha Persada mengadakan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan tanggal 28 Juni 2019. Pengabdian masyarakat dihadiri 121 orang ibu ibu PKK Desa Tibubeneng. Dengan pengabdian kepada masyarakat ini, keluarga mengalami peningkatan pendapatan melalui usaha yang dilaksanakan bersama BUMDes.Kata kunci: BUMDes, ekonomi, Pendapata
PENGENALAN MANAJEMEN WAKTU DAN EFEKTIFITAS PEMANFAATNYA UNTUK SISWA SMA/SMAK BADUNG DAN DENPASAR
ABSTRAKManajemen waktu merupakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan produktivitas waktu. Prinsip utama dari pengelolaan waktu secara efektif adalah pembagian waktu yang efektif untuk kegiatan-kegiatan yang meliputi: waktu untuk belajar, waktu untuk bekerja dan kegiatan sosial maupun waktu bagi diri sendiri untuk bersantai. Mengelola waktu belajar bukan berarti kehilangan waktu luang untuk bersenang-senang. Bukan pula berarti bahwa waktu dalam 24 jam per hari harus dihabiskan untuk belajar. Pentingnya untuk memberikan pemahaman Manajemen waktu untuk siswa SMAK/SMK sebagai generasi penerus yang bersaing pada dunia usaha dan dunia industri dengan perkembangannya yang pesat. Berbagai pekerjaan mulai tergantikan oleh teknologi pada era Revolusi industri 4.0. Generasi muda diharapkan memiliki kompetensi yang mampu memenangkan persaingan di era mendatang. Sasaran yang dituju adalah murid SMA/SMAK dan masyarakat dengan memberikan materi terkait Manajemen Waktu. Program ini melibatkan dosen tetap dan beberapa mahasiswa. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan menggunakan media online berupa ceramah dan diskusi yang diikuti oleh 166 siswa/siswi dari Kabupaten Badung dan Denpasar.Kata kunci: Manajemen Waktu, Efektifitas Waktu, Siswa
Gaya Hidup Hedonisme Remaja di Kawasan Legian, Kabupaten Badung
Abstrak. Penelitian bertujuan mengetahui hubungan perkembangan pariwisata dengan gaya hidup hedonisme di kalangan remaja Legian, Bali. Peneliti mengunakan pendekatan kualitatif, khususnya etnografi. Pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi non partisipan. Populasi penelitian masyarakat di daerah Legian dengan pengambilan sampling non probabilitas. Partisipan penelitian ini 3 remaja dengan rentang usia 19-21 tahun, menempuh pendidikan tinggi semester 2 – 6 dan bertempat tinggal di daerah Legian, Kuta. Analisa data menggunakan pendekatan Miles & Hubberman untuk menemukan tema dan sub tema. Hasil penelitian menunjukkan perkembangan infrastuktur di daerah Legian yang berkembang pesat menyebabkan adanya interaksi antara remaja dengan para wisartawan yang semakin intensif. Salah satu hasil interaksi tersebut adalah adanya adanya gaya hidup hedonism yang dibawa oleh wisatawan asing yang pada akhirnya ditiru oleh remaja. Faktor pendukung maraknya gaya hidup hedonism adalah karena keluarga memiliki kemampuan secara finansial yang mendukung gaya hidup hedonis, adanya upaya penyetaraan dalam kelas sosial yang modern dari wisatawan asing yang mengubah life-style remaja, serta adanya faktor prestise dalam diri remaja dalam merespon perubahan. Pendorong remaja dalam gaya hidp hedonism adalah perilaku yang konsumtif, dan kurangnya kontrol dari orang tua kepada remaja dalam merespon perkembangan dalam era global.Kata kunci: Remaja, Hedonisme, Legian, PariwisataAbstract: The research aims to determine relationship of tourism development with lifestyle of hedonism among adolescents of Legian, Bali. The researcher uses a qualitative approach, especially ethnography. Data collection uses interviews and non-participant observation. Population research population in the Legian area with non-probability sampling. The participants of this study were 3 adolescents aged 19-21 years, undertaking tertiary education in semester 2 - 6 and residing in the area of Legian, Kuta. Data analysis uses the Miles & Hubberman approach to find themes and sub themes. The results showed that the development of infrastructure in the area of Legian that was developing rapidly led to an increasingly intensive interaction between teenagers and tourists. One of the results of this interaction is the existence of a hedonism lifestyle brought by foreign tourists who are ultimately emulated by adolescents. Factors supporting the rise of the hedonism lifestyle are because the family has the financial ability to support the hedonist lifestyle, an equalization effort in the modern social class of foreign tourists who change the lifestyle of adolescents, as well as the prestige factor in adolescents in responding to changes. The driving force of adolescents in the hidp hedonism style is consumptive behavior, and the lack of control from parents to adolescents in responding to developments in the global era.Keywords: Teenagers, Hedonism, Legian, Touris