3121 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN KADAR TIMBAL (Pb) DALAM DARAH DENGAN KADAR HEMOGLOBIN SERTA JUMLAH ERITROSIT PADA PEKERJA DI TERMINAL UBUNG DENPASAR 2019
ABSTRAKTimbal (Pb) adalah salah satu jenis logam berat yang berasal dari gas buang kendaraan yangdianggap sangat berbahaya. Pekerja di sekitaran terminal memiliki resiko tinggi untuk terpapartimbal (Pb) dari asap kendaraan. Paparan timbal (Pb) yang terus menerus dapat menyebabkanmengendapnya timbal (Pb) dalam darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungankadar timbal (Pb) darah dengan kadar hemoglobin dan eritrosit para pekerja di terminal. Sampelpenelitian ini adalah para pekerja di sekitaran Terminal Ubung Denpasar Bali sejumlah 10 orang.Responden yang menjadi sampel penelitian berprofesi sebagai supir angkutan umum, administrasiterminal, pedagang, dan petugas kebersihan dengan masa kerja 2,5 -12 tahun. Pemeriksaankadar timbal (Pb) darah dianalisis dengan Spektrofotometri Serapan Atom, sedangkan analisishemoglobin dan jumlah eritrosit dilakukan dengan Hematology Analyzer Medonic M-Series. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa dari 10 sampel memiliki kadar timbal (Pb) terendah 0,04 ppm dantertinggi 0,48 ppm. Dari 10 sampel, terdapat 4 sampel yang melebihi ambang batas yaitu tidakboleh lebih dari 0,25 ppm. Kadar hemoglobin dan jumlah eritrosit didapatkan 3 sampel yang kadarhemoglobinnya menurun dibawah 14 mg/dl, sedangkan untuk jumlah eritrosit didapatkan 4 orangyang mengalami penurunan sampai di bawah 4,50 mg/dl. Berdasarkan uji Spearman test denganp > 0,05 untuk hubungan kadar timbal (Pb) dengan kadar hemoglobin dan jumlah eritrosi, makadismpulkan bahwa tidak ada hubungan antara kadar timbal (Pb) dengan kadar hemoglobin danjumlah eritrosit.Kata kunci: timbal (Pb), hemoglobin, eritrosi
PENGARUH STRUKTUR KEPEMILIKAN, UKURAN PERUSAHAAN, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY, DAN INVESTMENT OPPORTUNITY SET TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN
ABSTRACTCompany performance is a work achievement achieved by a company within a certain period of time to survive in the free market era and to operate continuously to run its business. This study aims to determine the effect of public ownership structure, institutional ownership structure, company size, corporate social responsibility, and investment opportunity set on company performance in manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2017-2019. The research population is manufacturing companies listed on the IDX in 2017-2019. The sample in this study were 49 manufacturing companies which were determined based on the purposive sampling method. The analytical tool used to test the hypothesis is multiple linear regression analysis. The results of this study indicate that institutional ownership structure and corporate social responsibility have a positive effect on company performance. Meanwhile, public ownership structure, company size, and investment opportunity set have no effect on company performance.Keywords: Company performance, public ownership structure, institutional ownership structure, company size, corporate social responsibility, and investment opportunity setABSTRAKKinerja perusahaan adalah prestasi kerja yang telah dicapai oleh suatu perusahaan dalam kurun waktu tertentu untuk tetap bertahan dalam era pasar bebas dan beroperasi secara terus-menerus menjalankan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh struktur kepemilikan publik, struktur kepemilikan institusional, ukuran perusahaan, corporate social responsibility, dan investment opportunity set terhadap kinerja perusahaan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2017-2019. Populasi penelitian adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2017-2019. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 49 perusahaan manufaktur yang ditentukan berdasarkan metode purposive sampling. Alat analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitan menunjukkan bahwa struktur kepemilikan institusional, dan corporate social responsibility berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan. Sedangkan struktur kepemilikan publik, ukuran perusahaan, dan investment opportunity set tidak berpengaruh terhadap kinerja perusahaan
PENGARUH LATIHAN DECLINE PUSH-UP TERHADAP KEKUATAN GRUP OTOT LENGAN DAN KECEPATAN PUKULAN GYAKU TSUKI CHUDAN PADA KARATEKA DI DOJO SEDANG KARATE CLUB DESA SEDANG, KECAMATAN ABIANSEMAL, KABUPATEN BADUNG
Olahraga bela diri karate mempertandingkan dua kelas, yaitu kata dan kumite. Dalam pertandingan kumite tidak semua serangan pukulan dapat dilakukan, salah satu serangan yang boleh dilakukan adalah pukulan gyaku tsuki chudan. Komponen fisik yang sangat dibutuhkan dalam meningkatkan pukulan gyaku tsuki chudan adalah kekuatan grup otot lengan yang dapat ditingkatkan melalui latihan decline push-up. Kekuatan grup otot lengan dapat di ukur menggunakan push and pull dynamometer dan kecepatan pukulan gyaku tsuki chudan dapat di ukur menggunakan stop watch. Metode pre-eksperimental diterapkan dalam penelitian ini dengan One Group Pre and Post Test Design dan dilaksanakan di Laboratorium Fisioterapi Universitas Dhyana Pura, dengan jumlah responden penelitian sebanyak 12 orang. Berdasarkan hasil paired t-test dengan nilai signifikan 0.00 (p < 0.05) yang artinya latihan decline push-up bermakna secara statistik dan sesungguhnya dapat meningkatkan kekuatan grup otot lengan dan kecepatan pukulan gyaku tsuki chudan.
Kata Kunci: Karate, Pukulan Gyaku Tsuki Chudan, Kekuatan Grup Otot Lengan, Decline Push-up
Kerajinan Tangan Untuk Aksesoris Wanita
ABSTRAKKreativitas merupakan kemampuan seseorang berfikir dan bertingkah laku. Seseorang yang memiliki kreativitas atau kemampuan berfikir divergensi yang tinggi tidak banyak kesulitan dalam memecahkan masalah yang dihadapinya. Oleh karena itu, kreativitas yang didefinisikan para ahli selalu berkaitan dengan kemampuan berfikir dan bertingkah laku. Salah satu kreativitas yang dapat diciptakan adalah membuat kerajinan tangan yang banyak diminati oleh masyarakat umum khususnya wanita. Contoh kerajinan tangan tersebut adalah aksesoris, kebanyakan wanita sangat gemar dengan aksesoris misalkan seperti anting, gelang, dan kalung. UKM Mitara berdiri sejak tahun 2016 yang menghasilkan berbagai macam aksesoris wanita seperti anting, gelang, anting dan jepit rambut. Terdapat beberapa kendala utama yang dihadapi oleh kedua UKM antara lain terbatas peralatan yang digunakan untuk menghasilkan produk, kurangnya pengetahuan UKM dalam menghasilkan variasi produk, kurangnya cara pengemasan produk, tidak adanya label sebagai identitas UKM, kurangnya pengetahuan pengelolaan manajemen keuangan serta terbatasnya cara pemasaran produk. Berdasarkan permasalahan yang dihadapi oleh mitra UKM Mitra hanya mempunyai satu set peralatan yang digunakan untuk memproduksi produk kerajinan tangan aksesoris wanita. Solusi yang ditawarkan dari permasalahan mitra UKM adalah penambahan alat produksi yang dapat digunakan oleh mitra UKM yakni satu set tang dan lem tembak serta pelatihan penggunaan alat produksi yang diberikan oleh tim Pengabdian Masyarakat. Hal ini akan membantu menghasilkan jumlah produk yang stabil atau meningkat. Indikator capaian adalah peningkatan pendapatan mitra hingga 100%, peningkatan jumlah produksi hingga 100%.Kata kunci: Aksesoris Wanita, kerajinan tangan, UKMABSTRACTCreativity is the ability of someone to think and to behave. Someone who has high creativity or thinking ability in divergence does not have much problem solving difficulties. Therefore, the creativity defined by experts is always related to the ability to think and to behave. One of the most demanded creativity by public, especially women, is crafts making. One of the examples of the handicrafts are accessories, where most women very fond of wearing accessories such as earrings, bracelets, and necklaces. Mitara UKM was established in 2016 has been producing various kinds of women's accessories such as earrings, bracelets, earrings and hair clips. There are several main obstacles faced by the two SMEs, including limited equipment are used to produce products, lack of knowledge of SMEs in producing product’s variations, lack of product packaging methods, absence of labels as SME identities, lack of financial management knowledge and limited product marketing methods. The problem faced by Mitara UKM patners only have one set of equipment used to produce women’s accessories handicraft product. Therefore, the solution offered is the addition of production equipment such as: one set of pliers and hot glue gun and training on how to use the equipment provided by community engagement team.Keywords: Women's accessories, handicrafts, small and medium enterpris
Program Kemitraan Masyarakat Peneliti Muda Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Negara, Jembrana
ABSTRAKSekolah Menengah Atas Negeri 2 Negara merupakan salah satu sekolah menengah umum yang ada di Kota Negara, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali yang mendidik siswanya dengan mempertahankan budaya ilmiah. Ini terbukti dengan diadakannya ekstrakurikuler bidang ilmiah seperti klub peneliti muda. Kendala yang dihadapi oleh klub tersebut antara lain kurangnya pembinaan dalam menulis proposal penelitian sesuai kaidah ilmiah, keterampilan kerja laboratorium, dan penelusuran artikel ilmiah sebagai sumber referensi. Tujuan dari program ini yaitu: 1) menumbuhkan minat para anggota klub untuk menulis karya tulis ilmiah, 2) mengembangkan keterampilan kerja laboratorium untuk riset sains, dan 3) menghasilkan karya tulis yang baik sesuai kaidah penulisan ilmiah. Program pengabdian ini dilaksanakan selama 5 bulan di SMA Negeri 2 Negara Bali. Metode yang diterapkan pada kegiatan ini berupa pendampingan dan pelatihan menggunakan alat-alat laboratorium, menulis proposal dan hasil penelitian sesuai panduan, menemukan daftar referensi yang terpercaya. Target dan luaran dari program pengabdian ini adalah: 1) meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota klub peneliti dalam kerja riset khususnya analisis, 2) meningkatkan keterampilan menyusun karya ilmiah sesuai panduan penulisan penyusunan proposal dan hasil penelitian, dan 3) meningkatkan pemahaman serta keterampilan mencari sumber-sumber referensi terpercaya seperti pada google scholar atau memakai reference manajer. Untuk mengukur tingkat keberhasilan program, maka dilakukan pengisian kuisioner pretest dan posttest tentang target luaran kegiatan. Hasil yang dicapai pada kegiatan ini berupa peningkatan pemahaman peserta dari skor 19,2 % (pretest) menjadi 75,8 % di akhir kegiatan (posttest) sedangkan keterampilan meningkat dari rata-rata kategori 1,6 (buruk) menjadi 4 (baik) pada akhir kegiatan. Kegiatan PKM ini mampu meningkatkan pemahaman dan keterampilan anggota klub peneliti muda SMAN 2 Negara dalam menulis karya ilmiah.Kata kunci: Peneliti Muda, Karya Tulis Ilmiah, Keterampilan Kerja LaboratoriumABSTRACTThe Senior High School Number 2 Negara, Jembrana is one of the public schools in Negara city, District of Negara, Jembrana Regency, Bali, which educates its students while maintaining its scientific culture. This is proven by holding extracurricular scientific fields such as young research clubs. In its development there are several obstacles faced by the club, including the lack of coaching on writing research proposals according to scientific principles, laboratory work skills and tracking scientific articles as sources of reference. The objective to this program are: 1) to grow the interest of club members to write scientific papers; 2) develop laboratory work skills for scientific research, and 3) to write good research paper according to the rules of scientific writing. The program was carried out for 5 months at SMA Negeri 2 Negara Bali. The method applied in this activity was in the form of assistance and training using laboratory equipment, writing proposals and research results according to guidelines, finding a list of reliable references. The targets and outcomes of this dedication program are: 1) to increase the knowledge and skills of research club members in research work especially in analysis 2) to improve the skills of compiling scientific papers according to guidelines for writing proposals and research results, and 3) to increase the understanding and skills in finding reliablereference sources as in google scholar or using the reference manager. The results achieved inthis activity in the form of an increase in participant understanding from a score of 19.2%(pretest) to 75.8% at the end of the activity (posttest) while skills increased from an average of1.6 (bad) to 4 (good) in end of activity. It can be concluded that the PKM activities are able toimprove the understanding and skills of young research club members of SMAN 2 Negara inwriting scientific papers.Keywords: Young researcher, scientific article, laboratory work skil
Sinergi Masyarakat dalam Mengelola Potensi Desa sebagai Desa Wisata Budaya di Desa Pekraman Pemanis Biaung, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan Bali
ABSTRAKTujuan dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini adalah memberi solusi atas masalah yang terjadi pada Desa Pekraman Pemanis, Biaung, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan. Sasaran dalam program PKM adalah masyarakat yang belum produktif secara ekonomi, namun memiliki potensi pada alam dan warisan budaya yang dapat meningkatkan perekonomian desa setempat melalui pengembangan Desa Wisata Budaya. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan metode sosialisasi, pelatihan, pembekalan, kewirausahaan kepada masyarakat agar memahami bisnis, pembekalan manajemen perjalanan wisata agar memahami pengelolaan wisata, mengelola keuangan dan menjaga keberlangsungan usaha wisata pada daerah mereka. Pelaksanaan kegiatan ini mengajak 4 (empat) narasumber sebagai pemateri pembekalan dan pelatihan kepada sebanyak 20 peserta masyarakat desa dan 5 orang dari prajuru Adat. Hasil yang diperoleh dalam pengabdian masyarakat adalah: masyarakat memahami tentang konsep Desa wisata yang berbasis budaya, Masyarakat mempersiapkan pembentukan Kelompok Sadar Wisata yang dikeluarkan Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan, mulai menggali dan menata potensi-potensi yang dapat dijadikan daya tarik wisata budaya di Desa Adat Pekraman pemanis khususnya dan Desa Biaung secara keseluruhan, dan melalui Pengembangan Desa Wisata Budaya, masyarakat dapat bertindak kearah pengembangan usaha kreatif.Kata kunci: potensi desa wisata budaya, masyarakat desaABSTRACTThe aim of the Community Partnership Program (PKM) is to provide solutions of current problems in the Village of Pekraman Pemanis, Biaung, Penebel District, Tabanan Regency. The targets in the PKM program are communities that are unproductive economically, yet it has potential in nature and cultural heritage that can improve the local village economy through the development of a Cultural Tourism Village. The implementation method of the activities are using the methods of socialization, training, briefing, entrepreneurship counseling to the community to understand a business, counseling on travel management in order to understand tourism management, manage finances and maintain the sustainability of tourism businesses in their areas. The implementation of this activity invites for speakers as well as trainers to train 20 village community participants and five villages elder. The results obtained in community service are: the community understands the concept of a cultural-based tourism village, the community prepares for the establishment of a Tourism Awareness Group released by the Tabanan Regency Tourism Office, begin to explore and organize the potentials that can be used as an attraction for cultural tourism specifically in the Desa Adat Pekraman Pemanis and the village of Biaung in general, and Through the Development of Cultural Tourism Villages, the community can act towards the development of creative ventures.Key words: village potential cultural tourism, village communitie
PKM Kerupuk Rumput Laut Vegetarian Prima di Padang Sambian Kaja Kota Denpasar Propinsi Bali
ABSTRAKKerupuk rumput laut Vegetarian Prima mempunyai rasa khas karena memakai bahan baku darirumput laut yang diproduksi di Desa Padangsambian Kaja. Awalnya kurang dikenal olehmasyarakat, sehingga penjualannya relatif kecil sekitar Rp 250.000/hari. Setelah tim ProgramKemitraan Masyarakat (PKM) dari Universitas Dhyana Pura memberikan pelatihan danpendampingan, maka penjualan kerupuk rumput laut ini meningkat. Ada 4 (empat) aspek yangdilakukan oleh tim PKM untuk menyelesaikan masalah mitra: (1) Pelatihan dan pedampinganpeningkatan kualitas / mutu produksi dari segi hygiene dan sanitasi, (2) Pelatihan danpendampingan desain dalam proses pengemasan produk, (3) Pelatihan dan pendampinganpembukuan pengelolaan keuangan dengan aplikasi komputer sederhana, dan (4) Pelatihan danpendampingan Peningkatan kapasitas mitra mengenai efisiensi produksi dan kandungan nutrisiproduk. Setelah dilakukan pelatihan dan pendampingan, kerupuk rumput laut ini semakin dikenaloleh masyarakat bahkan Kepala Desa Padangsambian ini bangga dan sangat mendukung ataskerjasama yang dilakukan oleh tim PKM. Sehingga permintaan kerupuk ini semakin ramai sertaberpotensi meningkatkan pendapatan mitra. Penjualan kerupuk rumput laut ini meningkat sekitarRp 420.000 sampai Rp 450.000/hari (70% sampai 80%) dari penjualan sebelumnya. Peningkatanpendapatan melalui usaha kerupuk rumput laut ini dapat memberikan inspirasi kepada generasimuda untuk berwirausaha, dengan demikian secara tidak langsung meningkatkan ekonomi danpendapatan masyarakat.Kata Kunci : kerupuk rumput laut, pengembangan produk, pemasaranABSTRACTVEGETARIAN Prima Seaweed Crackers has a distinctive taste because it uses raw materialsfrom seaweed produced in the village of Padangsambian Kaja. Initially, it less known to the publicand caused sales were relatively small at around Rp. 250,000 / day. Through the CommunityPartnership Program (PKM) team from Dhyana Pura University, training and mentoring weregiven, the sales of these seaweed crackers increased. There are 4 (four) aspects carried out bythe PKM team to solve partner problems: (1) Training and assistance in improving productionquality in terms of hygiene and sanitation, (2) Training and design assistance in the productpackaging process, (3) Training assistance and financial accounting with simple computerapplications, and (4) Training and assistance increasing the capacity of partners related toproduction efficiency and product nutrition content. After the training and mentoring, theseaweed crackers became increasingly known to the community and even the Padang SambianVillage Head is proud and very supportive of the collaboration carried out by the PKM team. Thedemand for crackers is potentialy increase partner’s revenue. Seaweed cracker sales increasedby Rp 420,000 to Rp 450,000 / day (70% to 80%) from previous sales. Increasing income throughthe seaweed cracker business can inspire young people to become entrepreneurs and indirectlyincreasing the economy and income of the community.Keywords: seaweed crackers, produc