E-Journal Universitas Dhyana Pura

E-Journal Universitas Dhyana Pura
Not a member yet
    3121 research outputs found

    Uji Kualitas Ruangan IGD secara Bakteri di Rumah Sakit Bedah Dharma Usadha Sidhi dengan Penggunaan Desinfektan (Natrium Hipoklorit)

    Get PDF
    ABSTRAKIGD merupakan salah satu unit pelayanan di rumah sakit yang menyediakan penanganan awal, menderita sakit, ataupun mengancam kelangsungan hidupnya, IGD menerima, menstabilkan dan mengatur pasien yang membutuhkan kegawat daruratan segera. HAIs merupakan infeksi yang terjadi pada pasien selama perawatan di rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya dimana pasien dapat terinfeksi melalui petugas rumah sakit dan petugas Kesehatan dalam proses pelayanan Kesehatan. Bakteri atau mikroorganisme yang sering menyebabkan terjadi HAIs yakni Proteus sp., Escherichia coli., Staphylococcus aureus., Candida albicans, dan Pseudomonas aeruginosa. HAIs juga dapat menyebabkan terjadinya infeksi lain yakni ISK ( Infeksi Saluran Kemih), diare, jamur, dan pneumonia. Infeksi HAIs dapat terjadi akibat bakteri yang berada baik dalam tubuh pasien itu sendiri (endogen) ataupun dari lingkungan (eksogen) seperti udara ruangan, peralatan kesehatan, petugas kesehatan, dan lantai ruangan. Metode : pengambilan sampel udara dengan metode Settle plates dimana pengambilan sampel dilakukan dengan cara meletakkan 6 (enam) cawan petri berisikan agar secara terbuka pada setiap sudut ruangan dan pada sampel lantai dilakukan teknik usap atau swab dengan melakukan swab pada 6 titik bidang dengan luas masing-masing ± 60 cm. Hasil didapatkan jumlah total bakteri udara pada ruangan setelah desinfektan 51 CFU/m3, pada lantai ruangan didapat kan hasil setelah desinfektan 0 CFU/m2.Kata Kunci: IGD, HAIs, Bakteri, Jumlah total bakteri.ABSTRACTEmergency Room is one of the service units in hospitals that provides initial treatment, suffers from illness, or threatens their survival, the emergency department receives, stabilizes and manages patients who need an immediate emergency. HAIs are infections that occur in patients during treatment in hospitals and other health facilities where patients can be infected through hospital staff and health workers in the process of health services. Bacteria or microorganisms that often cause HAIs are Proteus sp., Escherichia coli., Staphylococcus aureus., Candida albicans, and Pseudomonas aeruginosa. HAIs can also cause other infections, namely UTI (Urine Tract Infection), diarrhea, fungus, and pneumonia. HAIs infection can occur due to bacteria that are either in the patient's own body (endogenous) or from the environment (exogenous) such as room air, medical equipment, health workers, and room floors. Methods: air sampling with the Settle plates method where sampling is done by placing 6 (six) petri dishes filled with agar openly in every corner of the room and on the floor sample a swab or swab technique is carried out by swab at 6 points of the field with an area of each. each ± 60 cm. The results showed that the total number of air bacteria in the room after disinfecting was 51 CFU/m3, on the floor of the room, the results after disinfecting were 0 CFU/m2.Keywords: ER, HAIs, Bacteria, Total number of bacter

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEACHING FACTORY UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENGOLAHAN DAN PENYAJIAN MAKANAN

    No full text
    AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penerapan model teaching factory pada matapelajaran pengolahan dan penyajian makanan mampu meningkatkan aktivitas belajar siswa XI Kuliner 2 diSMK Pratama Widya Mandala Badung, dan untuk mengetahui apakah penerapan model teaching factorypada mata pelajaran pengolahan dan penyajian makanan mampu meningkatkan hasil belajar siswa XIKuliner 2 di SMK Pratama Widya Mandala Badung. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelasdengan teknik analisis data deskriptif kuantitatif. Objek penelitiannya adalah aktivitas belajar dan hasilbelajar siswa, dan yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI Kuliner 2 SMK PratamaWidya Mandala Badung yang berjumlah 42 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatanaktivitas belajar siswa dapat dilihat dari aktivitas belajar siswa pada siklus I memperoleh persentase rerata46%. Sedangkan pada siklus II persentase rerata aktivitas belajar mencapai 86,06%. Hal ini menunjukkantelah terjadi peningkatan aktivitas belajar siswa pada siklus II dengan peningkatan sebesar 40,06%.Sementara itu, peningkatan hasil belajar siswa dilihat dari hasil belajar siswa pada siklus I memperoleh rerata72,52%. Pada siklus II, persentase rerata hasil belajar siswa mencapai 84.33%. Hal ini menunjukkan telahterjadi peningkatan hasil belajar siswa pada siklus II dengan peningkatan sebesar 11,81%. Peningkatanketuntasan klasikal dapat dilihat dari ketuntasan klasikal pada siklus I dengan persentase rerata 64,29%sedangkan pada siklus II ketuntasan klasikal mencapai 100%. Dengan demikian, telah terjadi peningkatanketuntasan klasikal sebesar 35,71%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah dengan penerapan modelpembelajaran teaching factory mampu meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa.Kata Kunci : Model pembelajaran Teaching Factory, Aktivitas Belajar Siswa, Hasil Belajar SiswaAbstractThe purpose of this study are twofold: to find out whether the application of the teaching factorymodel can increase student learning aktivity on food processing and serving subjects in Pratama WidyaMandala Badung Vocational School; and to find out whether the application of the teaching factory modelcan increase student learning outcomes in food processing and serving subject in Pratama Widya MandalaBadung Vocational School.This type of research is classroom action research with quantitative descriptivedata analysis techniques. The object of this research is the student learning activities and student learningoutcomes and the samples in this study were the students of class XI Culinary 2 of Pratama Widya MandalaBadung Vocational School which amounted to 42 people. The results showed that there was increasedstudent learning activities, the increase can be seen from the learning activities of students in the first cycleto obtain an average percentage of 46%. While in the second cycle the average percentage of learningactivities reached 86.06%. This shows there has been an increase in student learning activities in the secondcycle with an increase of 40.06%. Secondly, there was improvement of student learning outcomes. Theincrease can be seen from the results of student learning in the first cycle to obtain an average of 72.52% . Incycle II, the average percentage of student learning outcomes reached 84.33%. This shows there has been anincrease in student learning outcomes in the second cycle with an increase of 11.81%. Increased classicalcompleteness, the increase can be seen from classical completeness in the first cycle with an averagepercentage of 64.29% whereas in the second cycle the classical completeness reached 100% This shows thatthere has been an increase in classical completeness by 35.71%. The conclusion of this research is theapplication of the teaching factory learning model can improve learning activities and student learningoutcomesKeywords: Teaching Factory learning model, Student Learning Activities, Student Learning Outcom

    IMPLEMENTASI METODE CERTAINTY FACTOR UNTUK DIAGNOSA PENYAKIT MATA MERAH VISUS TURUN PADA MANUSIA

    No full text
    ABSTRAKJenis penyakit mata merah pada manusia adalah salah satu penyakit yang umum namun kadangsering diabaikan oleh masyarakat karena masih minimnya pengetahuan masyarakat akan penyakittersebut. Jenis penyakit mata merah turun pada manusia ada 2 jenis yaitu mata merah visus tetapdan mata merah visus turun. Pada penelitian ini hanya melakukan pengujian khususnya padapenyakit mata merah visus turun. Penggunaan metode Certainty factor pada aplikasi inimerupakan salah satu metode kecerdasan buatan yang digunakan untuk mengatasi ketidakpastianterhadap suatu keputusan. Dengan memanfaatkan teknologi berbasis web maka sistem dapatmemudahkan pasien dalam memperoleh informasi tentang penyakit, sehingga tidak perluberkonsultasi langsung dengan pakar (dokter spesialis mata). Pengujian sistem memperlihatkanbahwa sistem dapat melakukan diagnosa 5 jenis penyakit mata merah visus turun berdasarkangejala-gejala yang diderita pasien meskipun gejala tersebut mengandung ketidakpastian. Hasilcertainty factor pada sistem menunjukkan tingkat keyakinan sebesar 95% dari kemungkinanpenyakit mata merah visus turun sesuai dengan analisis kebutuhan.Kata kunci: aplikasi kecerdasan buatan, mata merah, visus turun, certainty facto

    THE INFLUENCE OF COMPENSATION, TEAMWORK, AND WORK MOTIVATION TOWARD JOB PERFORMANCE AT PT. TELU SUKSES BERSAMA IN CIKARANG

    No full text
    ABSTRACTThe purpose of this study was to determine the factors that affect the performance ofemployee at PT Telu Sukses Bersama in Cikarang. The company has several ups and downs onperformance during year 2015-2019 and hit the lowest result in 2019. This study predicts thatthere were several factors that influence employee performance, namely compensation, teamwork,and work motivation based on the interview with HR staff. Total number of population was 306 (on25 June 2020) employees. Quantitative descriptive method was used where data was collectedthrough questionnaires with random sampling methods. Then data was analyzed using SPSS,Smart PLS, and Microsoft Excel 2010. The results showed that Compensation has significantinfluence on Job Performance, Teamwork has significant influence on Job Performance, also withWork Motivation has significant influence on Job Performance.Keywords: Compensation, job performance, teamwork, work motivatio

    GAYA BAHASA METAFORA DALAM PEMBERITAAN PANDEMI COVID-19 DI MEDIA KOMPAS

    No full text
    ABSTRAKGaya bahasa adalah bahasa indah yang digunakan untuk meningkatkan efek dengan jalanmemperkenalkan serta memperbandingkan suatu benda atau hal lain yang lebih umum (Tarigan,1985:5). Terkhusus dalam media cetak, gaya bahasa seringkali digunakan bukan semata-matauntuk estetika saja, tetapi untuk menghaluskan sebuah makna. Permasalahan yang akan dibahasdalam penelitian ini adalah gaya bahasa metafora yang dipakai oleh media cetak dalam pemberitaanPandemi Covid-19 serta makna dibalik penggunaan gaya bahasa tersebut. Penelitian ini bermanfaatuntuk menambah pengetahuan baik peneliti dan pembaca tentang penggunaan gaya bahasa dalammedia cetak, sehingga hasil penelitian ini berguna dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Sumberdata diambil dari surat kabar Kompas terbitan bulan Februari - April 2020 yang membahas tentangPandemi Covid-19. Penelitian ini bersifat deskriptif-kualitatif. Gaya bahasa metafora dalampemberitaan Covid-19 di media Kompas digunakan untuk sebagai lukisan atau kiasan berdasarkanpersamaan atau perbandingan.Kata kunci: metafora, makna, media ceta

    PENDAMPINGAN PSIKO EDUKATIF DAN PARENTING DI TAMAN KANAK-KANAK

    No full text
    ABSTRAKBimbingan psiko-edukatif merupakan bagian dari pendidikan sebagai upaya memfasilitasidan memandirikan peserta didik agar tercapai perkembangan yang utuh dan optimal. Tujuanumum bimbingan psiko-edukatif adalah membantu anak usia dini agar dapat mencapaikematangan dan kemandirian dalam kehidupannya serta menjalankan tugas-tugas perkembanganyang mencakup aspek pribadi, sosial, dan belajar secara utuh dan optimal. Dalam hal ini,bimbingan psiko-edukatif lebih diarahkan kepada upaya pencegahan termasuk didalamnyatindakan deteksi dini agar peserta didik tidak mengalami permasalahan yang menghambatpembelajaran. Masalah yang dihadapi oleh mitra (dalam hal ini guru dan pendamping) adalahminimnya pengetahuan tentang psiko-edukasi dan intervensi yang mungkin dilakukan pada anak.Untuk itu, Tim PKM melakukan pendampingan psiko-edukatif bagi guru dan pendamping yangmenyangkut perkembangan dan masalah anak, penyebab dan cara mengatasinya serta intervensiyang dapat dilakukan oleh guru. Selain itu, Tim PKM juga memperlengkapinya denganmelaksanakan program parenting yang melibatkan orangtua dari siswa untuk mengenal tumbuhkembang anak usia dini. Hasil dari pendampingan yang dilakukan yaitu antusias dariguru/pendamping dan orang tua dalam mengetahui tumbuh kembang dan masalah anak,penyebab dan intervensi yang dapat dilakukan bagi anak.Kata Kunci: psiko-edukatif, parenting, taman kanak-kana

    PELATIHAN dan PENDAMPINGAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI TK NEGERI KINTAMANI

    No full text
    ABSTRAKTK Negeri Kintamani terletak di Jalan Raya Kintamani, Desa Kintamani Kecamatan KintamaniKabupaten Bangli, Bali. Sekolah ini merupakan sekolah inti yang membawahi 11 sekolah imbasdalam satu gugus. Tahun ajaran 2018/ 2019 sekolah ini menerima 2 Anak Berkebutuhan Khusus(ABK) yakni anak tuna rungu. Tahun ajaran 2019/2020 ada 3 orang ABK yakni 2 anak tuna rungudan 1 orang anak didiagnosa hiperaktif. Guna menjawab permasalahan yang dialami mitra yaitukurangnya pengetahuan mitra dalam mengangani anak berkebutuhan khusus, maka diberikan solusikegiatan workshop ABK. Metode yang digunakan merupakan metode ceramah, tanya jawab, diskusidengan pendekatan partisipatif melibatkan guru-guru. Kegiatan didahului dengan melakukan pretest untuk mengatuhi pengetahuan guru-guru tentang ABK dengan hasil rata-rata skor sebesar 45.Kemudian pelaksanaan workshop disertai dengan tanya jawab dan praktek tentang penangananterapi bagi ABK khuhusnya untuk anak autis dan hiperkatif. Hasil post test kemampuan guru-gurutentang ABK meningkat sebesar 58% dengan rata-rata mendapatkan skor. 71 Sebanyak 86%responden menyatakan materi yang disampaikan narasumber bermanfaat bagi guru. Di sampinghasil angket, peserta juga diamati dari hal keterlibatan dan partisipasi dalam workshop. Ini sangatmembantu Tim Pelaksana sehingga semua berjalan baik dan lancar.Kata kunci: PKM, ABK, TK Negeri Kintaman

    COVER

    No full text
    COVE

    Instrumen Pengukuran Burnout Pada Pekerja Industri Pariwisata di Badung

    No full text
    Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan skala psikologi yang akurat dalam mengukur burnout dan mengetahui gambaran burnout pada pekerja industri pariwisata di Badung. Peneliti mengadaptasi Maslach Burnout Inventory (MBI) dan Oldenburg Burnout Inventory (OLBI). Data yang terkumpul dari penyebaran skala melalui Google Form sebanyak 100 orang pekerja industri pariwisata di Badung. Responden penelitian ini ditentukan dengan menggunakan metode quota sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah metode korelasi Pearson untuk menganalisis adanya hubungan antara burnout dengan job satisfaction. Metode tabulasi silang digunakan untuk mengetahui gambaran burnout pada pekerja. Hasil analisis menemukan bahwa skala MBI merupakan alat ukur yang dapat digunakan untuk mengukur gambaran burnout pada pekerja industri pariwisata di Badung. Penelitian ini juga menunjukan tingkat burnout pada pekerja tergolong sedang dilihat dari kategorisasi.Kata kunci: Burnout, Industri pariwisata, MBI, OLBIAbstract. This research aims to find an accurate psychological scale in measuring burn out and knowing the description of employee burnout in tourism industry workers in Badung Bali. This research adaptation scale from Maslach Burnout Inventory (MBI) and Oldenburg Burnout Inventory (OLBI). The Data collecting methods distribution with google form as many as 100 workers in the tourism industry in Badung. The research respondents were determined using the quota sampling method. The data analysis technique used the Pearson correlation method to analyze the relationship between burnout and Job Satisfaction. The cross tabulation method is used to determine the description of burnout on workers. The result of the analysis found that the MBI scale is the most appropriate measuring tool to measure the burnout in tourism industry workers. The Cross tabulation method is used to determne the description of burnout in workers. The results of the analysis found that the MBI scale is the measurement tool to measure the image of burnout in tourism industry workers in Badung. This research shows the level of burnout in workers classified as moderate.Keyword: Burnout, Tourism Industry, MBI, OLB

    THE IMPLEMENTATION OF TOKEN ECONOMY TO IMPROVE THE RESPONSIBILITY OF EARLY CHILDHOOD’S BEHAVIOR

    No full text
    ABSTRACTThis study aims to analyze the improvement of early childhood responsibility behavior through Token Economy. Responsible behavior is the foundation of character building that is important to be developed. Children who are accustomed to responsible behavior tend to grow up to be disciplined in every aspect. Therefore, behavioral fostering of responsibility should begin at an early age because it will determine the child's responsibility when they mature. This study was conducted in group A of Denpasar Kindergarten in 2018/2019 Academic Year. It employs Classroom Action Research using observation method. The subjects of this classroom action research consisted of 17 children aged 4 to 5. The object of this study is the implementation of Token Economy to improve the behavior of early childhood responsibility. The results obtained in First Cycle showed that 10 children (58.82%) had reached completion, while in second cycle 14 children (82.35%) achieved completion. From the first and second cycle, there was an increase in responsibility behavior of 26.53% through the implementation of Token Economy. It appears that the implementation of Token Economy can improve the behavior of early childhood responsibility.Keywords: token economy, responsibility, early childhoo

    866

    full texts

    3,121

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Universitas Dhyana Pura is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage E-Journal Universitas Dhyana Pura? Access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard!