3121 research outputs found
Sort by
PENERAPAN KAMUS DASAR PADA METODA RULE BASE APPROACH UNTUK MENGURANGI KESALAHAN STEMMING BAHASA BALI
ABSTRACTThe process of stemming Balinese text using the Rule Base Approach method produces a fairly good level of accuracy, reaching 77.82%, but if we refer to the results of the tests carried out with the wrong stemming test results, there are still many errors in the stemming process because of the Rule Base Approach method has a weakness if it is applied to words that have high additive complexity and the stemming application cannot, namely the rules, then an error will occur in the stemming process. In addition, the cause of errors also occurs due to overstemming. Overstemming is a problem in the stemming process where the root word from the stemming result lacks a syllable or letter which is considered an affix as a result of the stemming process. In this study, a dictionary was added to the Rule Base Approach method to reduce stemming errors and increase the accuracy of the results. The added dictionary will be used to check every word that has gone through the affix truncation process, then the cutting results are immediately matched with the dictionary containing the base word. The use of a basic dictionary in the Rule Base Approach method can increase the accuracy of stemming by 10.61%.Keyword : Balinese language, Rule Base Approach, Stemming, Overstemming, DictionaryABSTRAKProses stemming teks Bahasa Bali dengan metoda Rule Base Approach menghasilkan tingkat akurasi yang cukup baik yaitu mencapai angka 77.82%, akan tetapi jika mengacu pada hasil pengujian tepatnya dengan hasil uji stemming salah, masih terdapat banyak kesalahan pada proses stemming hal ini di karenakan metoda Rule Base Approach memiliki kelemahan yaitu jika diterapkan pada kata yang memiliki kompleksitas imbuhan yang tinggi dan aplikasi stemming tidak dapat mengenali rule maka akan terjadi kesalahan pada proses stemming. Selain itu penyebab kesalahan juga terjadi karena overstemming. Overstemming adalah sebuah permasalahan pada proses stemming dimana kata dasar dari hasil stemming mengalami kekurangan suku kata atau huruf yang dianggap sebagai imbuhan akibat dari proses stemming. Pada penelitian ini diusulkan penambahan kamus pada metode Rule Base Approach untuk mengurangi kesalahan stemming dan meningkatkan ketepatan hasil. Kamus yang ditambahkan akan digunakan untuk pengecekan pada setiap kata yang telah melewati proses pemotongan imbuhan, kemudian hasil dari pemotongan langsung dicocokkan dengan kamus yang berisi kata dasar. Penggunaan kamus dasar pada metoda Rule Base Approach dapat meningkatkan ketepatan stemming sebesar 10.61%.Kata Kunci : Bahasa Bali, Rule Base Approach, Stemming, Overstemming, Kamus Dasa
PERANCANGAN SISTEM KLASIFIKASI UJARAN KEBENCIAN PADA BAHASA BALI DENGAN METODE NAIVE BAYES
ABSTRACTOne negative impact of social media is the freedom of everyone to express their opinions or utterances through writing, especially those containing hate content or often called hate speech. Hate speech through writing is difficult to detect because it takes time to read and determine an article that contains hate speech, especially in writing in Balinese. The hate speech is contrary to Balinese culture which upholds good manners in using everyday language. A system is needed that is able to classify Balinese writing containing hate speech. In this study a system design was made to classify hate speech in Balinese writing using the Naïve Bayes method. There are several stages in the design of this Balinese hate speech classification, including the identification of input data, preprocessing, classification using the naïve nayes classifier (NBC) method and results / outputs. Based on accuracy testing, the results obtained by 85% with the number of True Positive as much as 8 data, True Negative as much as 9 data, as much as 2 False Positive data, and False Negative as much as 1 data.Keywords: Hate Speech, Balinese, Naïve BayesABSTRAKSalah satu dampak negatif dari media sosial adalah kebebasan setiap orang dalam mengemukakan pendapat atau ujaran melalui tulisan terlebih yang mengandung muatan kebencian atau sering disebut dengan hate speech. Ujaran kebencian melalui tulisan sulit untuk dideteksi karena membutuhkan waktu untuk membaca dan menentukan sebuah tulisan itu mengandung hate speech terlebih pada tulisan yang berbahasa Bali. Ujaran kebencian bertolak belakang dengan budaya masyarakat Bali yang sangat menjunjung tinggi sopan santun dalam menggunakan bahasa sehari-sehari. Diperlukan sebuah sistem yang mampu mengklasifikasi tulisan berbahasa Bali yang mengandung ujaran kebencian. Pada penelitian ini dibuat sebuah perancangan sistem untuk mengklasifikasi ujaran kebencian pada tulisan bahasa Bali menggunakan metode Naïve Bayes. Terdapat beberapa tahapan dalam perancangan klasifikasi ujaran kebencian bahasa Bali ini, diantaranya tahap identifikasi data masukan, pra-proses / preprocessing, klasifikasi dengan metode naïve nayes classifier (NBC) dan hasil/keluaran. Berdasarkan pengujian akurasi yang dilakukan diperoleh hasil sebesar 85% dengan jumlah True Positive sebanyak 8 data, True Negative sebanyak 9 data, False Positif sebanyak 2 data, dan False Negatif sebanyak 1 data.Kata Kunci : Ujaran Kebencian, Bahasa Bali, Naïve Baye
PERANCANGAN SIMRS FLEKSIBEL UNTUK MENINGKATKAN KINERJA RUMAH SAKIT DAN KLINIK PELAYANAN KESEHATAN
ABSTRACTInformation is the basis for policymaking, planning, programming, and accountability. Health informatics is the integration of information science, computer science, and health care. This system deals with the resources, tools, and methods needed to optimize data collection, storage, processing and use of information in the health and biomedical fields. Boddy et. al (2005) describe information systems as "a set of people, procedures and resources that collect data, transform and disseminate it". Most hospitals and clinics that are professionally managed, rely on Hospital Management Information Systems (HMIS) that can help them manage all their medical and administrative information. Health information systems can be defined as "a system consisting of all computer-based components that are used to enter, store, process, communicate, and present health-related or patient-related information, and are used by health care professionals or patients themselves, both in the context of inpatient or outpatient care "(UMIT, 2005). In health organizations such as hospitals, the application of HMIS is inevitable because many components are involved and decisive, such as organizations, people and technology. Data for the SIMRS research was collected through literature studies, observations at health service clinics, and internet searches. Four main areas will be discussed in the HMIS paper: 1. Analysis of HMIS and its components; 2. Benefits of HMIS; 3. Stages of HMIS planning; and 4. Development of HMIS. System testing using the black box method is carried out to ensure that the system is running well according to its purpose and functionality. The results of the study showed that the development and implementation of HMIS improved overall organizational performance. Additional studies show that End User training is also very important for the successful implementation of HMIS. Without users trained in their tasks, the chance of failure increases substantially.Key Words:Hospital Management Information Systems, Hospitals, Digital Medical RecordsABSTRAKInformasi adalah dasar untuk pembuatan kebijakan, perencanaan, pemrograman, dan akuntabilitas. Informatika kesehatan adalah pengintegrasian ilmu informasi, ilmu komputer, dan perawatan kesehatan. Sistem ini berkaitan dengan sumber daya, perangkat, dan metode yang diperlukan untuk mengoptimalkan pengambilan data, penyimpanan, pengolahan dan penggunaan informasi dalam bidang kesehatan dan biomedis. Boddy et. al (2005) menggambarkan sistem informasi sebagai "seperangkat orang, prosedur dan sumber daya yang mengumpulkan data, mentransformasikan dan menyebarluaskannya". Sebagian besar rumah sakit dan klinik yang dikelola secara profesional, bergantung pada Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) yang dapat membantu mereka mengelola semua informasi medis dan administrasi mereka. Sistem informasi kesehatan dapat didefinisikan sebagai “suatu sistem yang terdiri dari semua komponen berbasis komputer yang digunakan untuk memasukkan, menyimpan, mengolah, berkomunikasi, dan menyajikan informasi terkait kesehatan atau terkait pasien, dan digunakan oleh para profesional perawatan kesehatan atau pasien itu sendiri, baik dalam konteks perawatan pasien rawat inap atau rawat jalan â€(UMIT, 2005). Dalam organisasi kesehatan seperti rumah sakit, penerapan SIMRS tidak dapat dihindari lagi karena banyak komponen yang terlibat dan menentukan, seperti organisasi, orang dan teknologi. Data untuk penelitian SIMRS ini229229 Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer, Volume 7, Nomor 2, Januari 2021dikumpulkan melalui studi kepustakaan, observasi pada klinik pelayanan kesehatan, danpenelusuran internet. Empat bidang utama akan dibahas dalam makalah SIMRS: 1. AnalisisSIMRS dan komponennya; 2. Manfaat SIMRS; 3. Tahapan perencanaan SIMRS; dan 4.Pengembangan SIMRS. Pengujian sistem menggunakan metode blackbox dilakukan untukmemastikan bahwa sistem telah berjalan dengan baik sesuai tujuan dan fungsionalitasnya. Darihasil penelitian menunjukan bahwa pengembangan dan implementasi SIMRS meningkatkankinerja organisasi secara keseluruhan. Studi tambahan menunjukkan bahwa pelatihan PenggunaAkhir juga sangat penting untuk keberhasilan implementasi SIMRS. Tanpa pengguna yang terlatihsesuai tugas mereka, peluang kegagalan meningkat secara substansial.Kata kunci: Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit, Rumah Sakit, Rekaman Medis Digital
MEDIA INFORMASI TENTANG MAKNA KWANGEN DALAM PERSEMBAHYANGAN BERBASIS ANIMASI 2D
ABSTRACTThe results of the researchers' observations and also using the Guttman scale method, the researcher found a problem where adolescents, especially in the Tri Eka Chita Pejeng Kangin village, apparently still lacked awareness of youths about infrastructure, one of which was prayer kwangen. The problem that the researcher gets requires a solution by making alternative media to provide information about the meaning of prayer kwangen that is more interesting, easy to understand and provides education about the meaning of kwangen in prayer. Information media in the form of 2D animation was chosen as a medium to provide information and education that was interesting and easily understood by teenagers. Can provide basic clarity to adolescents that the kwangen used in prayer is a symbol and has meaning. This is also done in order to maintain and preserve the Hindu tradition in Bali which is located in the Village of Tri Eka Chita Pejeng Kangin, Tampaksiring – GianyarKeywords: Information Media;The Meaning of Kwangen Prayer, 2D Animation Video.ABSTRAKHasil pengamatan peneliti dan juga menggunakan metode skala guttman peneliti mendapatkan permasalahan dimana remaja kususnya di desa Tri Eka Chita Pejeng Kangin, ternyata masih kurangnya kesadaran remaja akan sarana prasarana, salah satunya kwangen persembahyangan. Permasalahan yang di dapat oleh peneliti membutuhkan solusi dengan membuat media alternatif untuk memberikan informasi tentang makna kwangen persembahyangan yang lebih menarik, mudah dipahami serta memberikan edukasi tentang makna kwangen dalam persembahyangan. Media informasi dalam bentuk animasi 2D dipilih sebagai media untuk memberikan informasi dan edukasi yang menarik dan mudah dipahami oleh remaja. Dapat memberikan kejelasan yang mendasar kepada remaja bahwa kwangen yang digunakan dalam persembahyangan merupakan sebuah simbol dan memiliki makna. Ini juga dilakukan guna tetap menjaga dan melestarikan tradisi Hindu di Bali yang berwilayah di Desa Desa Tri Eka Chita Pejeng Kangin, Tampaksiring - Gianyar.Kata Kunci : Media Informasi; Makna Kwangen Persembahyangan, Video Animasi 2
PENGARUH E-SERVICE QUALITY DAN PURCHASE BEHAVIOR TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN DI MEDIASI LOYALITAS KONSUMEN PENGGUNA GAME ONLINE MOBILE LEGEND MASA NORMAL BARU PANDEMI COVID-19
ABSTRACTThe most important phenomenon in globalization is the emergence of the gadget generation, a term to mark the millennial generation between the ages of 15 – 34 years, The generation spends a lot of time in the digital zone with online games played on personal computers, mobile devices and smartphones which were originally used for entertainment. The purpose of this study is to find the relationship and influence of E-Service Quality (X1) and Purchase Behavior (X2) variables on consumer satisfaction (Y) mediated by consumer loyalty of mobile legend online game users (Z). The sample in this study amounted to 100 respondents with questionnaires distributed via Google Form using a Likert scale from numbers 1 to 5. This study used SEM (Structural Equation Modeling) with the development of path analysis tested with AMOS v.22 analysis tool to find the CFA construct variables and To get a good structural model with GOF, modification indices and Z Sobel test were carried out. The results of this study are: 1. E-service quality has a positive and significant effect on consumer satisfaction of online game mobile legends, 2. Purchase behavior has no positive and insignificant effect on consumer satisfaction, 3. Consumer loyalty has a positive and significant effect on online game consumer satisfaction. mobile legend, 4. Consumer loyalty is not capable of mediating the influence and significant e-service quality on consumer satisfaction, 5. Consumer loyalty is not able to mediate the influence and significant purchase behavior on consumer satisfaction. Keywords : Online Game, Mobile Legend, E-Service Quality, Purchase BehaviorABSTRAKFenomena terpenting dalam globalisasi munculnya generasi gadget, istilah untuk menandai generasi milenial berusia antara 15 – 34 tahun. Generasi ini banyak menghabiskan waktu di zona digital dengan permainan game online yang dimainkan lewat personal computer, mobile device dan smartphone. Game online pada awalnya adalah hiburan semata namun berkembang hingga menambah keuntungan, salah satunya game bernama Mobile Legend. Tujuan penelitian ini lebih pada mencari hubungan dan pengaruh variabel E-Service Quality (X1) dan Purchase Behavior (X2) terhadap kepuasan konsumen (Y) dimediasi oleh loyalitas konsumen pengguna game online mobile legend (Z). Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 responden dengan kuesioner disebarkan melalui Google Form menggunakan skala likert dari angka 1 sampai dengan 5. Penelitian ini menggunakan SEM (Structural Equation Modeling) dengan pengembangan path analysis diuji dengan alat analisis AMOS v.22 untuk mencari variabel konstruk CFA dan mendapatkan model struktural yang baik dengan GOF dilakukan modification indices dan uji Z Sobel. Hasil penelitian ini adalah : 1. E-service quality berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen game online mobile legend, 2. Purchase behaviour tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kepuasan konsumen, 3.Loyalitas konsumen berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen game onlinemobile legend, 4. Loyalitas konsumen tidak mampu sebagai mediasi pengaruh dan signifikan e-servicequality terhadap kepuasan konsumen, 5. Loyalitas konsumen tidak mampu sebagai mediasi pengaruhdan signifikan purchase behaviour terhadap kepuasan konsumen.Kata Kunci : Game Online, Mobile legends, Kualitas E-Service, Perilaku Pembelia
PREDIKSI WATER REMOVAL PADA PROSES DEHYDRATION GAS ALAM MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN
ABSTRACTRaw natural gas contains water vapor or hydrates that must be purified to meet sales gas specifications. The most commonly used water vapor purification process is the natural gas absorption dehydration process with TEG. The optimal natural gas dehydration process is indicated by the water removal value in accordance with gas sales standards, where the water removal value is influenced by the operating conditions and the raw natural gas feedstock. Therefore, this study predicts the water removal value of the natural gas dehydration process using MLP (Multi-Layer Percepton) neural network with NARX structure (Nonlinear AutoRegressive, eXternalinput) using Levenberg-Marquardt learning algorithm in order to obtain optimal operating conditions. The input parameters of the artificial neural network are operating conditions, raw natural gas components, and TEG content, while the output is the value of water removal and reboiler energy. The results showed that the Root Mean Square Error (RMSE) on the training data was 0.0005 kgmole/h for water removal and 0.0010 kW for reboiler energy, proving that the ANN model used had a fairly good performance in capturing complex and nonlinear characteristics in the natural gas dehydration process.Keywords: Natural Gas, Dehydration, Artificial Neural Networks, Prediction, Water RemovalABSTRAKGas alam mentah mempunyai kandungan uap air atau hidrat yang harus dimurnikan agar memenuhi spesifikasi gas penjualan. Proses pemurnian kandungan uap air yang paling sering digunakan adalah proses dehydration gas alam absorpsi dengan TEG. Proses dehydration gas alam yang optimal ditunjukkan oleh nilai water removal yang sesuai dengan standart penjualan gas, dimana nilai water removal dipengaruhi oleh kondisi operasi dan bahan baku gas alam mentah. Oleh karena itu, penelitian ini memprediksi nilai water removal proses dehydration gas alam menggunakan jaringan syaraf tiruan MLP (Multi Layer Percepton) struktur NARX (Nonlinear AutoRegressive, eXternalinput) dengan algoritma pembelajaran Levenberg-Marquardt agar mendapatkan kondisi operasi yang optimal. Parameter input jaringan syaraf tiruan adalah kondisi operasi, komponen gas alam mentah, dan kandungan TEG, sedangkan output adalah nilai water removal dan energi reboiler. Hasil penelitian diperoleh nilai Root Mean Square Error (RMSE) pada data latih sebesar 0,0005 kgmol/jam untuk water removal dan 0,0010 kW untuk energi reboiler, membuktikan bahwa model JST yang digunakan memiliki kinerja yang cukup baik dalam menangkap karakteristik komplek dan nonlinear pada proses dehydration gas alam.Kata Kunci : Gas Alam, Dehydration, Jaringan Syaraf Tiruan, Prediksi, Water Remova
RANCANG BANGUN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMBERIAN KREDIT MENGGUNAKAN METODE TOPSIS PADA LEMBAGA PERKREDITAN DESA TEGALMENGKEB
ABSTRACT One organization that can utilize information technology to support its business activities isthe Village Credit Institution. A credit that is given is said to be of customer quality to pay off thecredit on time. However, if the LPD is unable to recover the principal installments of the loan, creditrisk arises. This occurs because the decision making by the analysis staff always has a lot of stock,such as ineffective decision-making processes, human error, and collusion between prospectivecustomers and LPD employees. In connection with the problems that occurred in the case of theVillage Credit Institution, it is necessary to have a decision support system for credit granting at theTegalmengkeb Village Credit Institution. The method that can be used is Technique For OrderPreference By Similitary To Ideal Solution. The credit support system that will be created is in theform of a website-based system, where this credit support system can provide recommendations toLPD employees to select customers who deserve credit.Keywords: decision support system, credits, TOPSIS method. ABSTRAKSalah satu organisasi yang dapat memanfaatkan teknologi informasi untuk mendukung kegiatan usahanya adalah Lembaga Perkreditan Desa. Suatu kredit yang diberikan dikatakan bermutu apabilanasabah melunasi kredit tepat waktu. Namun, jika LPD tidak dapat memperoleh kembali cicilan pokokdari pinjaman yang diberikan maka muncul resiko kredit. Hal tersebut terjadi karena dalampengambilan keputusan yang di lakukan oleh staf penganalisis selalu memiliki banyak kendala, sepertiproses pengambilan keputusan yang tidak efektif, human error, dan adanya kolusi antara calon nasabahdengan pegawai LPD. Sehubugan dengan permasalahan yang terjadi dalam kasus LembagaPerkreditan Desa tersebut diperlukan adanya sebuah sistem pendukung keputusan pemberian kreditpada Lembaga Perkreditan Desa Tegalmengkeb. Metode yang dapat digunakan adalah metodeTechnique For Order Preference By Similitary To Ideal Solution. Sistem pendukung pemberian kredityang akan dibuat berupa sistem yang berbasis website, dimana dengan adanya sistem pendukungpemberian kredit ini dapat memberikan rekomendasi kepada pegawai LPD untuk memilih nasabahyang layak mendapatkan kredit. Pengujian sistem dilakukan menggunakan metode Blackbox Testingpada setiap fungsi-fungsi yang terdapat pada sistem ini, dimana hasil pengujian menunjukkansemuanya sesuai dengan yang diharapkan.Kata Kunci : sistem pendukung keputusan, kredit, metode TOPSIS. Â
PENERAPAN PEMBELAJARAN CAMPURAN DAN KONTEN BELAJAR BAHASA INGGRIS MELALUI INSTAGRAM DI KAMPUNG INGGRIS PARE
ABSTRAKPada era digital, teknologi dapat dijadikan alat untuk membantu proses pendidikan sebagai inovasi untuk belajar bahasa inggris yang dilakukan oleh Kampung Inggris untuk mencapai tujuan praktis dalam pembentukan pengetahuan melalui media sosial Instagram. Penelitian ini bertujuan mencari konten untuk mempelajari bahasa inggris di Instagram kampung inggris dan mengetahui tingkat pembentukan pembelajaran campuran yang dilakukan oleh kampung inggris. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan melakukan oberservasi 2 akun Instagram kampung inggris, membuat data statistik dari jumlah suka, komentar, tayangan dan observasi kegiatan pembelajaran di website kampung inggris selanjutnya dikategorikan ke setiap model S/A/M/R. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data statistik di 2 Instagram kampung inggris, Pola kosakata (vocabulary) sebagai konten pembelajaran bahasa inggris dengan engagement tertinggi dari 4 pola lainnya yaitu kategori foto berjumlah 1.876 dan video berjumlah 2.377 dengan rata-rata 5.709 suka, 250 komentar dan 44.086 kali tayangan. Analisa terhadap S/A/M/R menunjukan bahwa pembentukan pembelajaran campuran masih pada tingkatan Substitusi dengan menggunakan sarana yang berbeda dalam proses pembelajaran, tingkat Augmentasi menggunakan Instagram sebagai alat alternatif mendukung pembelajaran di kelas sedangkan pada tingkat Modifikasi dan Redifinisi belum adanya pembentukan yang ditemukan. Maka dari itu, peneliti memberikan strategi-strategi yang dapat digunakan kampung inggris untuk mencapai tingkat modifikasi dan redifinisi.Kata kunci: Model SAMR, Instagram, Pembelajaran Campuran
PENERAPAN FUNGSI MANAJEMEN DALAM PENGELOLAAN BANK SAMPAH DESA LUMBUNG SELEMADEG BARAT TABANAN BALI
ABSTRAKPermasalahan sampah dirasakan oleh masyarakat. Sampah merupakan sesuatu yang sudah tidakdipakai, tidak digunakan maupun sesuatu yang terjadi dengan sendirinya. Sampah dibedakanmenjadi dua jenis yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Tujuan utama dari pengelolaansampah adalah untuk menjaga kualitas lingkungan serta menjaga kesehatan masyarakat. SejakTahun 2017 Desa Lumbung Banjar Pengreregan Tengah memprakarsai adanya Bank Sampah.Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui Penerapan Fungsi Manajemen pada pengelolaan Banksampah dan bagaimana dampak sosial ekonomi dari adanya bank sampah. Metode yang digunakanadalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara mendalam serta observasi terlibat.Pengurus Bank sampah telah melaksanakan fungsi manajemen dengan perencanaan,pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan dari bank sampah ini. Melalui bank sampah inimasyarakat desa lumbung lebih peduli untuk menjaga lingkungan dan merasakan manfaatekonomis dari aktifitas bank sampah.Kata kunci: Bank sampah, Manajemen, Sosial Ekonom
DETERMINASI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH, KOMPETENSI GURU, TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS XI DI SMK PRATAMA WIDYA MANDALA BADUNG
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinasi kepemimpinan kepala sekolah,kompetensi guru terhadap motivasi belajar siswa kelas XI di SMK Pratama Widya Mandala Badung.Penelitian ini menggunakan desain "ex post facto". Populasi serta sampel penelitian ini adalahsebagian siswa kelas XI kuliner di SMK Pratama Widya Mandala Badung, yang berjumlah 72 orang.Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Datakepemimpinan kepala sekolah, kompetensi guru dan motivasi belajar siswa dikumpulkan dengankuesioner menggunakan skala Likert 1-5. Setelah data dikumpulkan, data kemudian dianalisismenggunakan analisis regresi sederhana, regresi berganda dan korelasi parsial. Penelitian inidirumuskan hipotesis sebagai berikut; 1). terdapat determinasi yang signifikan kepemimpinankepala sekolah terhadap motivasi belajar siswa, 2). terdapat determinasi yang signifikankompetensi guru terhadap motivasi belajar siswa, 3). terdapat determinasi yang signifikan secarabersama-sama antara kepemimpinan kepala sekolah, kompetensi guru terhadap motivasi belajarsiswa.Kata kunci: kepemimpinan kepala sekolah, kompetensi guru dan motivasi belaja