3121 research outputs found
Sort by
Analisis Konten Edukasi Raymond Chin Dalam Pemasaran Digital di Youtube
YouTube telah berkembang menjadi platform multifungsi yang tidak hanya berperan sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan pemasaran digital. Salah satu kreator yang memanfaatkan potensi tersebut adalah Raymond Chin, yang dikenal menyajikan konten edukatif tentang bisnis, pemasaran digital, dan pengembangan diri, sekaligus melakukan promosi secara soft-selling. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respons audiens terhadap konten edukasi Raymond Chin di YouTube serta mengkaji efektivitas konten tersebut dalam membangun brand awareness dan loyalitas konsumen. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan analisis konten dan analisis semiotika, yang meliputi pengamatan terhadap satu video berjudul “Trik Marketing yang SEMUA ORANG WAJIB TAU (Gw Sendiri Pakai)” beserta interaksi audiens pada kolom komentar. Data yang dianalisis berupa data sekunder, meliputi statistik video (views, likes, dislikes, komentar) dan tanggapan audiens, yang kemudian diklasifikasikan ke dalam kategori ikon, indeks, dan simbol, serta dianalisis pola komunikasinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten edukasi Raymond Chin memperoleh respons yang sangat positif, ditandai dengan tingkat engagement tinggi dan dominasi komentar bernada apresiatif (±87%). Selain itu, konten terbukti efektif dalam membangun brand awareness melalui kuatnya asosiasi audiens terhadap nama Raymond Chin sebagai figur edukator pemasaran digital, serta meningkatkan loyalitas konsumen yang tercermin dari pertumbuhan jumlah subscriber, komentar dukungan, dan kecenderungan audiens untuk merekomendasikan konten. Dengan demikian, konten edukatif berbasis soft-selling di YouTube terbukti mampu menjadi strategi pemasaran digital yang efektif dalam membangun kepercayaan, keterlibatan, dan hubungan jangka panjang dengan audiens
Manajemen Pengelolaan Obat di UPTD Puskesmas Marga II Kabupaten Tabanan
Puskesmas sebagai penyelenggara pelayanan kesehatan memberikan berbagai pelayanan. Satu pelayanan yang diberikan adalah pelayanan obat atau farmasi. Pengelolaan obat yang kurang baik akan mengakibatkan persediaan obat mengalami stagnant dan stock out. Obat yang mengalami stagnant memiliki risiko kadaluwarsa dan kerusakan bila tidak disimpan dengan baik. Puskesmas Marga II mengalami peningkatan obat kadaluarsa dalam periode waktu 3 tahun mulai tahun 2019 sampai dengan tahun 202.Tujuan penelitian untuk mengetahui manajemen pengelolaan obat. Metode penelitian kualitatif yang sifatnya deskriptif, melalui teknik wawancara mendalam. Penentuan informan dengan non probability sampling dengan teknik purposive sampling. Informan berjumlah 6 orang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai bulan Juli 2023. Hasil penelitian menunjukan tahap perencanaan obat menggunakan 2 metode meliputi metode konsumsi dan morbiditas. Seleksi kebutuhan obat menggunakan formularium nasional dan DOEN. Sumber dana pengadaan obat dari dana APBD/DAK dan BLUD. Pengadaan obat menggunakan metode e-Purchasing. Administrasi penerimaan obat dilakukan secara elektronik menggunakan website Simokata. Penyimpanan obat berdasarkan alfabetis dan berdasarkan bentuk sediaan. Pendistribusian obat dilakukan secara push distribution dan pull distribution. Pencatatan dan pelaporan obat berjalan dengan baik namun pernah terjadi perbedaan jumlah obat antara fisik barang dengan kartu stok. Pemusnahan obat tidak pernah dilakukan di puskesmas
Perancangan Prototype Pendaftaran Pasien berbasis Puskesmas Mobile Online di Laboratorium RMIK Cirebon Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Tahun 2024
Pendaftaran manual di puskesmas sering menimbulkan antrean panjang, ketidakefisienan, dan kesalahan pencatatan data, terutama saat pandemi. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah mendorong digitalisasi layanan kesehatan melalui UU No. 17 Tahun 2023 dan Permenkes No. 24 Tahun 2022. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah sistem pendaftaran pasien berbasis mobile, yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, akses, dan keamanan data. Penelitian ini bertujuan untuk merancang prototype aplikasi pendaftaran online berbasis mobile di Laboratorium RMIK Cirebon Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya sebagai simulasi layanan puskesmas digital.Penelitian ini menggunakan metode prototype, dimulai dari analisis kebutuhan, perancangan sistem, pengkodean aplikasi menggunakan Kodular dan Spreadsheet, hingga pengujian dan evaluasi. Uji coba dilakukan oleh 30 responden menggunakan kuesioner, serta evaluasi sistem kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan Microsoft Excel. Aplikasi prototype bernama “PUSEZY†berhasil dikembangkan dan diuji. Berdasarkan uji coba terhadap 30 responden, seluruh fitur aplikasi dinyatakan berhasil dengan tingkat keberhasilan 100%. Evaluasi dari responden menunjukkan aplikasi mudah digunakan, responsif, dan fungsional sesuai kebutuhan simulasi puskesmas. Prototype sistem pendaftaran online “PUSEZY†terbukti layak dan efektif dalam simulasi puskesmas di Laboratorium RMIK. Aplikasi ini dapat menjadi solusi digital dalam mengatasi masalah pendaftaran manual di puskesmas serta mendukung transformasi layanan kesehatan berbasis teknologi informasi
Evaluasi Implementasi Antrean Online melalui Aplikasi Mobile JKN Menggunakan Metode DeLone dan McLean di Puskesmas Beber Tahun 2025
Perkembangan teknologi memberikan dampak signifikan pada sektor kesehatan, salah satunya melalui transformasi Rekam Medis Elektronik (RME) sesuai dengan Permenkes No. 24 Tahun 2022. Di Indonesia, BPJS Kesehatan juga mengoptimalkan teknologi melalui aplikasi Mobile JKN untuk mempermudah akses layanan kesehatan, termasuk fitur antrean online. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keberhasilan implementasi fitur antrean online di aplikasi Mobile JKN di UPTD Puskesmas Beber, Kabupaten Cirebon, dengan menggunakan model DeLone dan McLean. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 41 peserta yang mendaftar melalui aplikasi, dengan teknik quota sampling. Hasil: Hasil evaluasi implementasi antrean online menunjukkan bahwa keenam variabel metode DeLone dan McLean yang dilihat dari segi distribusi frekuensi jawaban mendapatkan hasil persentase yaitu kualitas sistem sangat baik (46,83%), kualitas informasi baik (52,20%), kualitas layanan baik (53,66%), penggunaan sangat baik (50%), kepuasan pengguna baik (49,39%), dan manfaat bersih sangat baik (48,17%). Disarankan untuk mengembangkan panduan penggunaan yang mudah diakses, meningkatkan kualitas fitur informasi, serta melakukan sosialisasi intensif kepada masyarakat. Puskesmas Beber juga perlu berkoordinasi lebih aktif dengan BPJS Kesehatan untuk mengoptimalkan layanan dan menyampaikan rekomendasi perbaikan berbasis temuan
Tinjauan Keakuratan Kode Diagnosis Birth Asphyxia di RSUD 45 Kuningan Tahun 2024
Keakuratan kode diagnosis dalam rekam medis berperan penting dalam menjamin mutu data kesehatan, memperlancar klaim pembiayaan, dan meningkatkan kualitas pelayanan medis. Ketidaktepatan pengkodean dapat menyebabkan distorsi informasi yang berdampak pada pengambilan keputusan klinis dan administratif. Birth asphyxia merupakan kondisi kritis pada neonatus yang penetapan kodenya sangat bergantung pada nilai apgar score sebagai indikator klinis utama. Penelitian ini mengevaluasi tingkat akurasi pengkodean diagnosis birth asphyxia di RSUD 45 Kuningan berdasarkan pedoman ICD-10. Peneliti menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan total sampling terhadap 80 dokumen rekam medis pasien rawat inap tahun 2024. Hasil menunjukkan bahwa 74 dokumen (92,5%) dikodekan secara akurat, sedangkan 6 dokumen (7,5%) tidak akurat. Ketidakakuratan umumnya terjadi karena kesalahan dalam pemilihan digit ketiga kode ICD-10 yang tidak sesuai dengan klasifikasi keparahan berdasarkan Apgar Score. Meskipun tingkat akurasi tergolong tinggi, peningkatan ketelitian koder dan percepatan digitalisasi sistem pengkodean tetap diperlukan untuk menjaga konsistensi dan mutu data rekam medis
Pemanfaatan Kulit Semangka Menjadi Olahan Sambal dan Manisan
Banyaknya hidangan yang buat dan disajikan setiap harinya di hotel, restoran, maupun café menyebabkan semakin banyak pula limbah sisa makanan yang terbuang menjadi food loss salah satunya adalah kulit buah semangka. Semangka (Citrullus lanatus) merupakan salah satu jenis tanaman yang dapat tumbuh disetiap musim, sehingga sering diolah menjadi hidangan makanan dan minuman yang menyegarkan. Pada umumnya buah semangka hanya dikonsumsi pada bagian dagingnya saja sedangkan banyak masyarakat masih belum mengetahui kandungan dan manfaat dari kulit buah semangka. Kandungan air yang lebih sedikit daripada dagingnya membuat kulit semangka tidak begitu banyak dimanfaatkan dan terbuang menjadi limbah. Limbah kulit buah semangka dapat dimanfaatkan menjadi berbagai olahan makanan yang bergizi tinggi dan memiliki nilai jual. Tugas akhir dengan judul Pemanfaatan Kulit Buah Semangka Menjadi Olahan Sambal dan Manisan bertujuan untuk dapat memanfaatkan food loss kulit buah semangka dan mengetahui proses pengolahan kulit buah semangka menjadi sambal dan manisan yang siap dipasarkan. Salah satu tujuan tugas akhir ini dibuat sebagai upaya inovasi baru untuk memanfaatkan limbah dari kulit buah semangka, sehingga dapat meningkatkan penjualan. Metode dalam proyek tugas akhir menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan tahap pengumpulan data melalui observasi, wawancara, penyebaran kuisioner dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian kulit buah semangka memiliki banyak kandungan gizi yang sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Pelaksanaan proyek tugas akhir Pemanfaatan Kulit Buah Semangka Menjadi Olahan Sambal dan Manisan yang diperkenalkan di dalam sebuah event dengan tujuan memperkenal bertujuan untuk mengetahui respon terhadap produk olahan dari kulit buah semangka dalam bentuk sambal dan manisan. Dari hasil kuisioner yang dibagikan kepada para tamu melalui google form, dapat disimpulkan bahwa respon partisipan terhadap pemanfaatan kulit buah semangka menjadi sambal dan manisan cukup baik sehingga memutuskan untuk membeli dan mengkonsumsinya
Telemedicine sebagai Alternatif Pelayanan Kesehatan Primer: Literature Review
Studi tentang telemedicine di Indonesia sebagai pengganti layanan kesehatan primer. Studi ini bertujuan untuk menyelidiki keberhasilan dan kesulitan yang dihadapi dalam implementasi telemedicine, terutama selama dan setelah epidemi COVID-19. Frasa pencarian seperti "telemedicine" dan "COVID-19" digunakan untuk menganalisis publikasi terkait dari tahun 2020 hingga 2024 sebagai bagian dari metodologi tinjauan literatur. Temuan menunjukkan bahwa telemedicine telah muncul sebagai alat yang signifikan untuk menurunkan biaya perawatan kesehatan dan meningkatkan akses terhadap perawatan, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah pedesaan. Namun, untuk menjamin keberhasilan penerapannya, isu-isu seperti kesadaran masyarakat, privasi data, dan undang-undang masih perlu diselesaikan. Kesimpulan dari studi ini menegaskan bahwa meskipun telemedicine memiliki banyak keuntungan, seperti peningkatan efisiensi dalam pemberian layanan kesehatan, namun diperlukan regulasi yang lebih baik dan kapasitas tenaga kesehatan yang lebih baik untuk memastikan penggunaannya secara etis dan berhasil. Studi ini menawarkan informasi baru yang penting tentang bagaimana telemedicine dapat mengubah sistem layanan kesehatan di Indonesia
TINJAUAN KEAKURATAN KODE DIAGNOSIS KASUS BIRTH ASPHYXIA BERDASARKAN ICD-10 PADA REKAM MEDIS RAWAT INAP TRIWULAN III DI RSUD X TAHUN 2023
Angka Kematian Bayi di Indonesia di tahun 2023 terjadi pada periode neonatal sebanyak 27.530, penyebab utama kematian tersebut, yaitu respiratory dan cardiovascular. Asphyxia salah satu gangguan yang termasuk dalam sistem respiratory dan cardiovascular perinatal, dalam ICD-10 tahun 2010 terdapat pada bab XVI blok P20-P29. Keakuratan kode diagnosis menjadi aspek penting dalam pembuatan laporan. Seorang koder harus mampu menetapkan kode diagnosis sesuai dengan ketentuan pengkodean berdasarkan ICD-10 tahun 2010. Tahun 2023 di RSUD X mencatat angka kasus Birth Asphyxia pada tahun 2023 merupakan penyebab utama dan paling banyak yaitu sebesar 1.317 kasus. Selain itu, di RSUD X belum ada penelitian terkait keakuratan kode diagnosis Birth Asphyxia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase keakuratan kode diagnosis kasus Birth Asphyxia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif dengan jumlah sampel sebanyak 163 rekam medis bayi rawat inap pada periode triwulan III tahun 2023, teknik sampel yang digunakan oleh peneliti adalah teknik purposive sampling. Dari hasil perhitungan analisis data sampel berupa persentase keakuratan menunjukan bahwa dari 163 data sampel rekam medis bayi rawat inap dengan diagnosis kasus Birth Asphyxia yang akurat sebanyak 119 kasus (73%) dan kode diagnosis Birth Asphyxia yang tidak akurat sebanyak 44 kasus (27%)
Distribusi Spasial Kejadian Stunting dan Faktor Risiko di Provinsi Jawa Barat Berbasis Sistem Informasi Geografis Tahun 2023
Stunting hingga kini masih menjadi permasalahan utama balita dalam topik malnutrisi, baik skala global maupun nasional. Dari 38 provinsi yang tercatat, Jawa Barat menjadi salah satu wilayah di Indonesia dengan angka prevalensi stunting yang tinggi pada tahun 2023, mencapai 21,7%. Angka tersebut melampaui ambang batas WHO sebesar 20% dan jauh dari target nasional yaitu 14%. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan serta memetakan pola distribusi spasial stunting dan faktor-faktor risiko. Studi kuantitatif deskriptif ditetapkan sebagai metode penelitian, dengan desain cross sectional. Pengumpulan data memanfaatkan data sekunder dari publikasi resmi pemerintah, dengan cakupan 27 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat. Variabel yang ditetapkan adalah stunting, BBLR, ASI eksklusif, dan PHBS. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas wilayah dengan prevalensi stunting berada dalam klasifikasi sedang, dalam range antara 20%-29% sebanyak 16 kabupaten/kota. Sebaran faktor risiko BBLR didapat sebagian besar berada dalam kategori rendah atau baik (0,00%-2,30%), sebanyak 13 wilayah. Hasil pemetaan ASI eksklusif diketahui mayoritas wilayah dalam klasifikasi sedang (40%-80%), sebanyak 20 wilayah. Terakhir, faktor risiko PHBS diketahui sebanyak 18 kabupaten/kota berada dalam kategori sedang (35%-70%). Sehingga, sebaran stunting dan faktor risiko menunjukkan pola klasifikasi sedang hingga baik di sebagian besar wilayah. Analisis lebih lanjut dengan mempertimbangkan faktor risiko dan metode lainnya dapat dikembangkan guna pemahaman yang lebih komprehensif
Analisis Kepuasan Pengguna Fitur Deteksi Risiko Penyakit di Aplikasi SATUSEHAT Menggunakan Technology Acceptance Model
Penyakit Tidak Menular (PTM), seperti kanker paru dan gangguan kesehatan mental, menjadi penyebab utama kematian dan beban kesehatan global. Deteksi dini melalui teknologi digital, seperti fitur deteksi risiko penyakit di aplikasi SATUSEHAT, berperan penting dalam meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kepuasan pengguna terhadap fitur deteksi risiko penyakit di SATUSEHAT menggunakan pendekatan Technology Acceptance Model. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan Cross-Sectional. Jumlah sampel 100 responden yang menggunakan fitur deteksi risiko penyakit di aplikasi SATUSEHAT minimal satu kali dengan teknik pengambilan sampel non probability sampling jenis quota sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada responden dalam bentuk google formulir secara langsung atau melalui grup WhatsApp sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil: Semua variabel pada kategori puas dengan masing masing nilai rata- rata (mean) yaitu perceived ease of use 4,24; perceived usefulness 4,28; attitude toward using 4,24; behavioral intention to use 4,23; dan actual system use 4,22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fitur deteksi risiko penyakit pada SATUSEHAT diterima dengan baik oleh pengguna, dengan aspek manfaat yang dirasakan memiliki skor tertinggi. Hal ini menunjukkan bahwa pengguna menganggap fitur ini bermanfaat untuk pemantauan kesehatan mereka