3121 research outputs found
Sort by
Pemetaan Zonasi Daerah Rawan Banjir di Denpasar Bali dengan Metode K-MEANS CLUSTERING
ABSTRAKBanjir di Kota Denpasar Bali telah menjadi permasalahan utama dalam kehidupan sosial masyarakat. Pada musim hujan dalam waktu singkat beberapa lokasi mengalami banjir, yang mengakibatkan terhambatnya transportasi, aktivitas serta tidak jarang disertai dengan permasalahan kesehatan. Salah satu upaya untuk membantu lebih mempermudah informasi mengenai zonasi daerah rawan banjir dengan membuat pemetaan zonasi daerah rawan banjir menggunankan SIG dengan metode K-Means Clustering. Metode penelitian menggunakan analisa data sekunder dan primer dengan penggunaan software Arcview GIS. Dengan melakukan digitasi peta, overlay dan sinkronisasi koordinat titik banjir yang terjadi sehingga di peroleh hasil pemetaan daerah rawan banjir. Pengelompokan diambil berdasarkan kerapatan/density, pengolahan data curah hujan, kemiringan lereng, tutupan lahan dan tekstur tanah di Denpasar. Hasil penelitian di peroleh tingkat klaster daerah rawan banjir menjadi 3 klas diantaranya rendah, sedang dan tinggi. Daerah yang berpotensi tinggi rawan banjir adalah Denpasar Barat seperti Pemecutan, Padang Sambian, wilayah Denpasar Selatan Pemogan dan Sidekarya, Sanur, Panjer dan Renon. Wilayah Denpasar Utara terjadi titik rawan banjir terjadi di Ayani sedangkan untuk Denpasar Timur berada di jalan Siulan. Kesimpulan penelitian tingginya potensi banjir dibeberapa daerah di Denpasar selain disebabkan beberapa daerah memiliki kemiringan lahan yang berbeda, curah hujan, juga dipengaruhi beberapa titik lokasi gorong-gorong yang sering tersumbat, kesadaran masyarakat akan sampah yang masih kurang juga mempengaruhi potensi banjir tersebut.Kata Kunci: SIG, Zonasi, Banjir, ArcView, K-Means, ClusteringABSTRACTFloods in Denpasar, Bali have become a major problem in social life. During the rainy season, several locations experienced flooding in a short time, which resulted in delays in transportation, activities and often accompanied by health problems. One of the efforts to help facilitate information about the zoning of flood-prone areas is to create a flood-prone zoning map using GIS with the K-Means Clustering method. The research method used is secondary data analysis and primary data using Arc view GIS software. By digitizing the map, overlaying and synchronizing the coordinates of the flood points that occur, the mapping results of flood-prone areas can be obtained. The grouping is carried out based on density, rainfall data processing, slope, land cover and soil texture in Denpasar City. The results showed that the flood-prone area clusters were divided into 3 classes, namely low, medium and high. Areas with high potential for flooding are West Denpasar such as Pemecutan, Padang Sambian, Pemogan South Denpasar and Sidekarya, Sanur, Panjer and Renon. North Denpasar is a flood-prone area in Ayani while East Denpasar is on Jalan Siulan.The conclusion of this study is the high potential for flooding in several areas in Denpasar because several areas have different land slopes, rainfall is also influenced by several locations where culverts often become clogged, public awareness of the existing waste. still lacking also an impact on the potential for flooding.Keywords: GIS, Zoning, Flood, Arc View, K-Means, Clusterin
PENERAPAN MODEL PROBLEM-BASED INSTRUCTION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS (Studi Pada Kelas XI TB 2 Mata Pelajaran Pengolahan Dan Penyajian Makanan Kontinental di SMK Pariwisata Harapan Denpasar)
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI TB 2 SMK Pariwisata Harapan Denpasar setelah diterapkan model pembelajaran Problem-Based Instruction (PBI) dalam proses pembelajaran Pengolahan dan Penyajian Makanan Kontinental. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI TB 2 SMK Pariwisata Harapan Denpasar Tahun Pelajaran 2018/2019 yang terdiri dari 40 orang. Objek penelitian ini adalah kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar PPM siswa kelas XI TB 2 SMK Pariwisata Harapan Denpasar Tahun Pelajaran 2018/2019. Data kemampuan berpikir kritis PPM siswa dikumpulkan melalui tes esai dan data hasil belajar dikumpulkan melalui tes berbentuk pilihan ganda, kemudian data yang didapatkan dianalisis menggunakan metode analisis kualitatif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem-Based instruction dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar PMB siswa kelas XI TB 2 SMK Pariwisata Harapan Denpasar. Kemampuan berpikir kritis siswa pada siklus I mencapai 71,25% dengan kategori cukup dan pada siklus II mencapai 80,50% dengan kategori baik. Hasil belajar pada siklus I mencapai 69,47% dengan kategori cukup dan pada siklus II mencapai 81,90% dengan kategori baik.Kata kunci: Problem-Based Instruction (PBI), hasil belajar, berpikir kritis
IDENTIFIKASI KENDALA GURU IPA DALAM MENYUSUN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DI SD NEGERI 4 DALUNG, KUTA UTARA
AbstrakMerdeka belajar adalah kebijakan yang memiliki esensi kemerdekaan berpikir. Untuk mendukung merdeka belajar, maka Ujian Nasional (UN) dihapuskan dan diganti asesmen kompetensi minimum dan survei karakter. Asesmen kompetensi minimum meliputi literasi dan numerasi. Siswa diharuskan memiliki pemikiran kritis khususnya dalam menjawab soal literasi. Salah satu cara yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis adalah dengan mengembangkan dan membiasakan pembelajaran yang berbasis masalah. Tetapi, kenyataannya guru jarang memberikan permasalahan kepada siswa, dan lebih mengutamakan materi di buku dan soal di lembar kerja siswa (LKS). Penelitian dilakukan di SD Negeri 4 Dalung, untuk mengidentifikasi permasalahan guru menyusun masalah dalam proses pembelajaran. Selain itu untuk mengetahui tanggapan guru terkait dengan penting atau tidaknya suatu masalah dalam pembelajaran. Dalam penelitian ini metode pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan kuisioner. Diperoleh hasil bahwa semua guru menyatakan bahwa pemberian masalah kepada siswa penting dalam pembelajaran. Dari pengolahan data identifikasi permasalahan yang dihadapi guru dalam menyusun masalah, diperoleh hasil yaitu belum terbiasanya guru menyusun masalah; pemikiran yang rumit dalam menyusun masalah; jarang menggunakan dan mengembangkan berbagai fitur edukasi online; guru di SD Negeri 4 Dalung kebanyakan adalah wali kelas yang mengampu semua mata pelajaran, sehingga kurang menguasai konsep beberapa mata pelajaran.Kata kunci: berpikir kritis, berbasis masalah, literasi, merdeka belajar.AbstractMerdeka belajar (freedom of learning) is a policy that has the essence of freedom of thought. To support independent learning, the National Examination was eliminated, replaced by the minimum competency assessment and character survei. The minimum competency assessment includes literacy and numeracy. Students are required to demonstrate critical thinking skills, especially in answering literacy questions. One way that can be developed to improve critical thinking skills is by developing and getting used to problem-based learning. However, in reality teachers rarely give problems to students, and prioritize material in books and questions on student worksheets (LKS). The research was conducted at SD Negeri 4 Dalung, to identify teacher problems in developing problems in the learning process. In addition, to examine teacher responses related to the importance or not of a problem in learning. This study uses interviews and questionnaires to collect data. It was found that all teachers stated that giving an important problem in learning. From the identification of problems faced by teachers in formulating problems, the results obtained were that teachers were not accustomed to arranging problems; intricate thinking in problem structure; rarely use and develop various online educational features; most of the teachers at SD Negeri 4 Dalung are homeroom teachers who handle all subjects, so they do not master the concepts of several subjects.Keywords: critical thinking, problem-based, literacy, independent learnin
PENGARUH STRATEGI MIND MAPPING DALAM PRESENTASI LISAN MAHASISWA PADA MATA KULIAH INTRODUCTION TO LINGUISTICS
ABSTRAKPendidik dalam proses pembelajaran berkewajiban memberikan bantuan kepada peserta didik agar mereka memperoleh ilmu dan pengetahuan, kecakapan skill dan pembentukan sikap. Proses pembelajaran yang berlangsung di perguruan tinggi biasanya menggunakan metode ceramah atau presentasi. Dalam presentasi, mahasiswa biasanya hanya membaca teks yang mereka buat tanpa memahami apa yang mereka buat sehingga materi tidak bertahan lama di memori mereka. Oleh sebab itu, dalam penelitian ini akan menguji satu strategi pembelajaran yang akan diterapkan dalam mata kuliah Introduction to Linguistics. Strategi yang akan digunakan pada mata kuliah ini adalah strategi mind mapping, dimana strategi ini merupakan strategi mencatat kreatif yang memudahkan kita mengingat banyak informasi. Strategi ini akan diterapkan pada kelas Introduction to Linguistics. Ilmu linguistik dapat dibedakan menjadi mikrolinguistik dan makrolinguistik dimana setiap bagian tersebut memiliki beberapa cabang lagi. Disinilah kendala yang biasanya dihadapi oleh mahasiswa, dimana materi linguistik ini tidak lama ada dalam memori mereka serta mereka tidak bisa menghubungkan cabang cabang ilmu tersebut satu dengan yang lainnya. Oleh sebab itu dalam penelitian ini dibahas tentang bagaimana kreativitas mahasiswa mengembangkan sebuah topik menjadi bahan presentasi yang baik dan melihat keefektifan strategi pembelajaran mind mapping pada presentasi lisan mahasiswa dalam mata kuliah Introduction to Linguistics.Kata Kunci: mind mapping, hasil presentasi lisa
PENGENALAN PROTOKOL KESEHATAN PADA ANAK USIA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW
ABSTRAKAnak usia dini merupakan aset penting bagi masa depan suatu bangsa. Berbagai haldilakukan untuk memaksimalkan potensi mereka sejak dini. Salah satunya terkait denganpendidikan. Namun terjadinya Pandemi Covid-19 menjadi suatu hambatan besar dalamperkembangan dan keselamatan anak. Menjadi tanggung jawab bersama dalam memastikanmereka dapat melalui permasalahan ini. Penerapan protokol kesehatan merupakan jalan untukbisa menghindari resiko tertular Virus Covid-19. Diperlukan suatu upaya untuk memperkenalkanmereka agar mampu memahami dan menerapkan protokol kesehatan dengan efektif. Penerapanmodel pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat diterapkan untuk meningkatkan pemahamananak mengenai penerapan protokol kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikanperbedaan hasil pembelajaran anak mengenai pemahaman protokol kesehatan antara kelaskontrol dan kelas eksperimen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metodedeskriptif. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa terdapat perbedaan kemampuan dalammenerapkan protokol kesehatan antara kelas kontrol dan eksperimen setelah anak melalui prosespembelajaran.Kata kunci: Anak Usia dini, Model Pembelajaran Jigsaw, Protokol kesehata
THE USE OF US' INDEX THEORY TO ENHANCE QUALITY OF LOAN WITHIN BANKING INDUSTRY AND FINANCIAL INSTITUTIONS CASE STUDY: BANK ABC
ABSTRACTThe economic crisis has been decreased the performance of Banking Industry in Indonesiaas reflected in the decreasing of Loan Growth and the increasing of Non-Performing Loans (NPLs)ratio since 2015. Increasing NPLs was followed by increasing cost of loan and decreasing ROA ofBanks and others financial institutions therefore Bank should be innovate to enhance its loanquality.This study was conducted to determine influence of leverage towards profitability ratios of68 companies which are debtors of Bank ABC in Performing Loan quality within two groups of US'Index value and tested by Correlation and Linear Regression Analysis. Based on the research’soutputs, it was concluded that in group of US’ Index < 1 leverage has been influencing negativelyto its profitability while on another group, with US’ Index > 1, leverage has been influencingpositively. Those conclusions were reinforced by the decline trend of US 'Index value on financialperformances of 21 debtors were included in the category of watch-list debtors as well as provenin the study case of debtor which is now included into the category of non-performing loans. Thisstudy has shown that US’ Index theory could be implemented in all stages of loan process, such asto analysis the repayment capacity of applicants at the front end, as loan monitoring system atthe middle end, and as a guidance in loan restructuring and collecting repayment at the back endstage. Therefore, this study suggests the use of US’ Index theory as a credit risk control strategyto reducing NPLs in Banks and Financial Institutions in order to enhance its loan quality andgenerate sustainable profit.Key words: NPLs, Cost of Loan, US’ Index, Capital Structure, Linear Regression
Perancangan Sistem Informasi Pendaftaran Matrikulasi Berbasis Web Pada Universitas Dhyana Pura
ABSTRAKMatrikulasi merupakan sebuah program yang diselenggarakan oleh Universitas Dhyana Purasebagai penyetaraan ilmu bahasa inggris dasar bagi mahasiswa baru. Pendaftaraan dilakukansetelah calon mahasiswa melakukan pendaftaran ulang di Universitas Dhyana pura. Sistempendaftaran matrikulasi masih dilakukan secara manual. Mahasiswa masih menggunakan formuliruntuk mendaftar matrikulasi sehingga admin harus mengetik kembali data mahasiswa tersebut.Cara ini kurang efektif karena banyak waktu terbuang bagi admin dalam membuat daftar pesertamatrikulasi. Untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi maka perlu dirancang sistem informasiuntuk pendaftaran matrikulasi berbasis web sesuai dengan kebutuhan pengguna. Untuk tahapananalisis sistem berjalan menggunakan activity diagram. Untuk tahapan analisis sistem usulanmenggunakan use case diagram. Dengan adanya perancangan sistem informasi pendaftaranmatrikulasi dapat mempermudah saat proses pendaftaran matrikulasi dan informasi bisa diperolehdengan secara efektif dan efisien.Kata kunci: Matrikulasi, Sistem Informasi, we
Dinamika Kelelahan Emosi Orang Tua Yang Memiliki ABK Tunagrahita di SLB Kota Denpasar
Abstrak. Kelelahan emosional terjadi pada orang tua yang memiliki ABK Tunagrahita, hal ini terjadi akibar beban kerja, tekanan waktu, kurangnya dukungan sosial hingga stress karena peran yang dilakoni. Masalah yang diulas dalam penelitian ini adalah dinamika kelelahan mosional orang tua yang memiliki ABK tunagrahita di SLB kota Denpasar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Metode pengumpulan data berupa wawancara dan observasi terhadap narasumber yang sesuai kreteria yang ada di SLB kota Denpasar. Adapun hasil penelitian yang ditemukan tanda-tanda dari kelelahan emosional pada narasumber muncul karena memiliki ABK tunagrahita yang membuat narasumber merasa pekerjaan menjadi berat, tidak puas pada diri sendiri, merasa pekerjaan sebagai suatu tuntutan, gelisah memikirkan anak hingga merasa kecewa pada diri sendiri. Kelelahan emosional berdampak pada munculnya perilaku menjadi tidak sabar saat mengurus anak, tidak sabar mendampingi anak belajar, memiliki konflik dengan pasangan, lelah saat mengurus anak dan bekerja, cemas terhadap hal yang terjadi pada anak, kontrol emosi tidak stabil dan merasa kecewa dengan lingkungan sekitar.Kata Kunci: kelelahan emosional, orang tua, ABK tunagrahit
MEDIA INFORMASI PEMBELAJARAN MATAKULIAH UMUM PRAKTIKUM PENGANTAR TERKNOLOGI INFORMASI
ABSTRACTThe success of the teaching and learning process in the classroom is influenced by the information media used by educators or lecturers in explaining the material, the more creative the educators or lecturers are in presenting the material, of course the students will be so enthusiastic about taking the lessons. In a research case study, namely at the STIKOM Bali Institute of Technology and Business, located in Renon, Denpasar, researchers and lecturers at the campus encountered problems. When teaching an Introduction to Information Technology Practicum. In the learning process, the lecturer is required to provide an explanation regarding the hardware on the computer with its functions and uses. To open a CPU takes a long time. Also in explaining the components in the CPU, not all students can see clearly because the components are small. Related to this problem, the researcher offers a solution by utilizing 3D animation based technology. Where this 3D animation technology provides a more realistic appearance. The second objective is as an information media for the introduction of computer hardware to students in following the Introduction to Information Technology Practicum course. The method in developing 3D animation uses Research and Development (R&D). The last stage is testing the animation product in the form of questionnaires. The results of the questionnaire test with 30 respondents, most of the percentage of answers was in the very good category between 80% to 100%. So it can be said that the results of the questionnaire test, which consists of aspects of information, modeling, coloring and animation are good.Keywords: Information Media, Animation, Research and developmentABSTRAKKesuksesan proses belajar mengajar di kelas dipengaruhi oleh media informasi yang digunakan tenaga pendidik atau dosen dalam menjelaskan materi, semakin kreatif tenaga pendidik atau dosen dalam menyajikan materi tentunya para siswa akan menjadi begitu antusias untuk mengikuti pelajaran. Pada studi kasus penelitian, yaitu di Institut Teknologi dan Bisnis STIKOM Bali, berlokasi di Renon, Denpasar, peneliti sekaligus dosen dikampus tersebut mendapatkan permasalahan. Ketika mengajar Praktikum Pengantar Teknologi Informasi. Didalam proses pembelajaranya dosen diwajibkan memberikan penjelasan terkait hardware pada komputer berseta fungsi dan kegunaannya. Untuk membuka sebuah CPU membutuhkan waktu lama. Juga dalam menjelaskan komponen didalam CPU tidak semua mahasiswa dapat melihat jelas dikarenakan komponen berukuran kecil. Terkait permasalahan tersebut, peneliti menawarkan solusi dengan memanfaatkan teknologi berbasis 3D animasi. Dimana teknologi 3D animasi ini memberikan tampilan yang lebih realistis. Tujuan kedua sebagai media informasi pengenalan hardware komputer kepada mahasiswa didalam mengikuti matakuliah Praktikum Pengantar Teknologi Informasi. Metode didalam pengembangan animasi 3D menggunakan Research and Development (R&D). Tahap terakhir melakukan pengujian produk animasi berupa pengujian kuisioner. Hasil pengujian Kusioner dengan 30 responden, sebagian besar persentase jawaban berada pada kategori sangat baik diatara 80% sampai dengan 100%. Jadi dapat dikatakan hasil pengujian kuisioner, yang terdiri dari aspek informasi, modeling, pewarnaan dan animasi sudah baik.Kata Kunci : Media Informasi, Animasi, Research and development
KOMPARASI ANALISIS KONSISTENSI METODE AHP-MAUT DAN AHP-PM PADA SPK PENEMPATAN SISWA OJT
ABSTRACTImproving the quality and quality of labor absorption, OJT is very much needed by Monarch Balistudents, but the process, which is still manual, makes decisions that are taken less fast, accurate,effective and efficient. This is because the OJT coordinator is often confused and takes a long time todecide the location of the OJT for students, because of the large number of criteria and the number ofstudents. To overcome this, a DSS was formulated using the AHP-MAUT and AHP-PM methods. With3 decision makers and a sample of 10 OJT students, consistency analysis will be carried out to obtainthe comparative results of the AHP-MAUT and AHP-PM methods to determine which method is betterbetween the two. There are 13 scenarios arranged in determining the consistency analysis. The AHPMAUTmethod has better consistency than the AHP-PM method with the first rank in AHP-MAUTgetting 9 times rank 1, 1 time rank 2 and 1 time rank 3 out of 13 tested scenarios. SiswaD01 have anaverage value of the rank distribution of 1.545909 which is closer to rank 1.Keywords: Consistency, AHP, MAUT, PM, OJTABSTRAKPeningkatkan mutu dan kualitas penyerapan tenaga kerja, OJT sangat diperlukan oleh siswa MonarchBali, namun prosesnya yang masih manual membuat keputusan yang diambil kurang cepat, akurat, efektifdan efesien. Hal ini karena koordinator OJT seringkali kebingungan dan membutuhkan waktu yang lamamemutuskan lokasi OJT bagi siswa, karena banyaknya kriteria dan jumlah siswa. Untuk menanggulangihal tersebut, dirumuskanlah sebuah SPK dengan metode AHP-MAUT dan AHP-PM. Dengan 3 orangdecision maker dan sampel dari 10 orang siswa OJT, akan dilakukan analisis konsistensi untukmendapatkan hasil komparasi dari metode AHP-MAUT dan AHP-PM tersebut untuk menentukan metodemana yang lebih baik diantara keduanya. Terdapat 13 skenario yang disusun dalam penentuan analisiskonsistensi. metode AHP-MAUT memiliki konsistensi yang lebih baik dari metode AHP-PM denganperingkat pertama pada AHP-MAUT mendapat 9 kali peringkat 1, 1 kali peringkat 2 dan 1 kali peringkat3 dari 13 skenario yang diujikan. SiswaD01 memiliki nilai rata-rata sebaran rangking sebesar 1,545909yang lebih dekat dengan peringkat 1.Kata Kunci : Konsistensi, AHP, MAUT, PM, OJ