E-Journal Universitas Dhyana Pura

E-Journal Universitas Dhyana Pura
Not a member yet
    3121 research outputs found

    ANALISIS SEMIOTIK IKLAN PROMOSI PERHOTELAN DI KABUPATEN BADUNG

    No full text
    ABSTRAKAdanya fenomena miss-interpretasi dan ketidaksesuaian makna yang diinginkan dalam sebuah iklanhotel, memberikan kerugian yang signifikan terhadap pelaku perhotelan di Bali. Tujuan dari studi iniuntuk memahami makna yang terkandung dalam sebuah iklan promosi perhotelan yang diambilkhusus di Kabupaten Badung. Studi ini menganalisis 1) wujud bagian-bagian iklan yang berupa judul,nama perusahaan, teks, dan slogan yang terdapat dalam iklan perhotelan, (2) mendeskripsikanwujud hubungan tanda dan acuannya yang berupa penanda dan pertanda dalam iklan perhotelan,(3) mendeskripsikan dan memberikan gambaran saran mengenai peranan makna yang tepat dalamiklan perhotelan. Rancangan studi ini menggunakan rancangan kualitatif yang dikumpulkan darisubjek studi yang berupa iklan-iklan hotel yang dikumpulkan dari iklan promosi (brosur atau website)hotel di Badung, Bali. Objek dalam studi ini berupa kata, frasa, kalimat, gambar, dan warna yangada dalam iklan-iklan tersebut. Hasil yang dicapai dalam studi ini adalah adanya hubungan antarasimbol dan pemaknaan yang dipakai dalam sebuah iklan promosi perhotelan. Ke depannya dapatdilakukan penambahan variabel ilmu semiotika dalam perancangan sebuah iklan hotel sehinggamemberikan gambaran kesesuaian antara pengaplikasian ilmu semiotika dan praktik pemasaranhotel yang dituangkan dalam iklan. Kesesuaian yang tepat antara keinginan dan makna yang ingindisampaikan bisa terbangun dengan baik untuk menghindari adanya kesalahpahaman antara hoteldan target pasar.Kata kunci: semiotika, iklan, promosi, perhotelan, Badun

    THE FEASIBILITY OF IMPLEMENTING “BUDDY PROGRAM†BETWEEN LOCAL BALINESE STUDENTS AND INCOMING STUDENTS FROM OUTSIDE OF BALI IN UNIVERSITAS DHYANA PURA

    No full text
    ABSTRACTBuddy Program is a program that pairs between local student groups and migrantstudent groups. In this case, the buddy program meant by the Universitas Dhyana Pura isslightly different, between local students and students who come from outside the island ofBali, but still from Indonesia. This study discusses about preliminary interest among localUniversitas Dhyana Pura students in Buddy Program and find out whether the buddy programcan be applied or not in Universitas Dyhana Pura. The method used in this project isquantitative descriptive. Data obtained from a sample of the study population were analyzedaccording to the statistical methods used and then interpreted.Keywords: buddy program, Universitas Dhyana Pura, local Balinese studen

    WORSHOP ASI EKSKLUSIF DAN MPASI BAGI IBU DI DESA CATUR, KINTAMANI, BANGLI

    No full text
    ABSTRAKPosyandu (Pos Pelayanan Terpadu) merupakan salah satu bentuk upaya kesehatan yangbersumberdaya dari masyarakat. Posyandu Banjar Mungsengan Desa Catur Kecamatan Kintamanitermasuk dalam tingkat madya yang memiliki 6 kader dengan tingkat pendidikan yang masihrendah, yaitu SMP dan SMA. Di Posyandu ini tercatat terdapat 37 balita yang aktif mengikuti kegiatansetiap bulannya. Posyandu ini melaksanakan kegiatan 1 kali dalam sebulan di Bale BanjarMungsengan Desa Catur Kecamatan Kintamani. Kegiatan yang dilakukan adalah pemeriksaan tinggibadan, berat badan, lingkar kepala, status gizi serta pemberian vitamin, imunisasi dan pemberianmakanan tambahan (PMT). Berdasarkan wawancara dengan Ketua Posyandu, diketahui pernahterdapat kasus bayi yang mengalami sembelit. Bayi tersebut diketahui sembelit akibat terlalu dinimengkonsumsi makanan tambahan. Selain itu juga banyak orang tua bayi yang tidak memberikanASI Eksklusif kepada bayinya, dikarenakan sibuk bekerja dan kurang memahami manfaat dari ASIEksklusif. Berdasarkan wawancara dan observasi didapatkan 2 aspek permasalahan yaitu:kurangnya pemahaman ibu tentang pentingnya ASI Eksklusif dan kurangnya pemahaman ibutentang pemberian MPASI. Adapun solusi untuk permasalahan tersebut yaitu dengan memberikanworkshop ASI Eksklusif dan MPASI bagi ibu. Hasil dari program kemitraan masyarakat ini adalahterjadi peningkatan pengetahuan ibu tentang ASI Eksklusif dan MPASI.Kata kunci: ASI EKsklusif, MPASI, Ibu, Catur

    THE FUNCTION OF SLANG USED IN THE FATE AND FURIOUS MOVIE

    Get PDF
    ABSTRACTThe study concerns with the slang words used in the Fate of the Furious movie. The studyaims to analyze the types of slang, the meaning of slang and the function of slang used in Fateof the Furious movie. This study used qualitative approach and the data collection was basedon observation method by downloading the movie and movie script, watching the movie,looking through the scene and taking note. The theoretical framework of the study is based onLeech’s five types of language function (1981) and the theory proposed by Chapman (2007)about two two kind of slangs: primary slang and secondary slang. The meanings of slang weretaken from some online dictionaries that related to slang. This study reveals that there are 25slangs which is found in Fate of the Furious movie. From the data, there are 22 primary slangsand 3 secondary slangs found. The meaning of slang mostly related to informational functionwhich is focused on the speaker tends to inform something to the other characters in the movie.From the analysis of the meaning, it can be concluded that the meanings of slang words vary.Keywords: slang, types, meaning, function, Fate of the Furious movie.ABSTRAKStudi ini berkaitan dengan kata gaul dan yang terjadi dalam film Fate of the Furious. Penelitianini bertujuan untuk menganalisis jenis-jenis bahasa gaul, makna bahasa gaul, dan fungsibahasa gaul yang digunakan dalam film Fate of the Furious. Penelitian ini menggunakanpendekatan kualitatif dan pengumpulan datanya berdasarkan metode observasi denganmengunduh film dan naskah film, menonton film, melihat-lihat adegan dan mencatat. Teoriyang digunakan dalam penelitian ini didasarkan pada Leech (1981) tentang lima jenis fungsibahasa dan juga menggunakan teori yang dikemukakan oleh Chapman (2007) tentang dua jenisbahasa gaul: bahasa gaul primer dan bahasa gaul sekunder. Makna bahasa gaul diambil daribeberapa kamus online yang terkait dengan bahasa gaul. Studi ini mengungkapkan bahwa ada25 bahasa gaul yang ditemukan dalam film Fate of the Furious. Dari data tersebut ditemukan22 bahasa gaul primer dan 3 bahasa gaul sekunder. Makna bahasa gaul yang sebagian besarterkait dengan fungsi informasional yang difokuskan pada pembicara cenderungmenginformasikan sesuatu kepada karakter lain dalam film. Dari analisis makna tersebutdapat disimpulkan bahwa makna bahasa gaul itu bermacam-macam.Kata kunci: gaul, jenis, makna, fungsi, film Fate of the Furious

    Pengembangan Usaha Kedai Kopi berbasis Single Origin di Desa Catur Kintamani Kabupaten Bangli

    Get PDF
    ABSTRAKUnit Usaha Produktif (UUP) Catur Paramitha selama ini memproduksi kopi Arabika specialty dengan kualitas premium. UMKM ini bermitra dengan Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Dhyana Pura untuk merealisasi peluang dalam mendukung pengembangan Desa Wisata Catur dengan membuka sebuah kedai kopi (coffee shop) di area produksi UUP Catur Paramitha. Kedai kopi ini menawarkan keunikan tersendiri karena selain pengunjung bisa menikmati kopi blend yang berasal dari satu daerah saja (single origin specialty coffee) namun juga dapat melihat langsung proses budidaya, pengolahan, dan produksi kopi yang dinikmatinya. Berdasarkan lima permasalahan mitra, Tim PKM menawarkan solusi dan melaksanakan kegiatan yaitu: (1) pendampingan perancangan konsep kedai kopi, (2) pendampingan perencanaan menu dan perancangan produk kopi serta panganan komplementer, (3) pelatihan hygiene dan sanitasi, (4) pelatihan sequence of service, dan (5) pendampingan pemasaran daring. Hasil yang didapat dari kegiatan PKM ini adalah: (1) mitra memiliki konsep kedai kopi single origin yang mengusung tema “Kopi Lokal, Cita Rasa Globalâ€, (2) mitra memiliki menu dan resep standar untuk penyajian kopi dengan beragam metode seduh, serta mampu membuat kukis sebagai panganan pendamping/komplemen kopi, (3) mitra terlatih dalam hal hygiene pribadi dan sanitasi, (4) mitra terlatih dalam hal tata cara pelayanan tamu, dan (5) mitra memiliki media promosi daring melalui akun Instagram, laman Facebook, situs web, dan profil di Google Maps. Dampak bagi mitra adalah meningkatnya pendapatan mitra meningkat sebanyak 40% dari sebelumnya, yaitu secara langsung melalui penjualan beragam minuman berbasis kopi di coffee shop, maupun secara tidak langsung melalui peningkatan penjualan produk kopi eceran yang disediakan mitra.Kata kunci : UMKM, kedai kopi, single origin, perancangan menu, pelatihan food serviceABSTRACTUUP Catur Paramitha has been producing high quality specialty Arabica coffee. This micro enterprise partnered with community empowerment team of Universitas Dhyana Pura to actualize the opportunity to open a single origin coffee shop, in which guests can enjoy different coffee preparation method using locally produced single origin coffee. Based on the partner’s challenges, the team from Universitas Dhyana Pura conducted several steps program: (1) development of coffee chop concept, (2) menu design and product development, as well as training in cookie making, (3) training on hygiene and sanitation, (4) training on sequence of service, and (5) online marketing. The output of this program include: (1) the development of a unique coffee shop concept “Locally Farmed, Freshly Prepared, Universally Enjoyed,†(2) the development of menu and standardized recipe for coffee and accompaniment, (3) improved hygiene and sanitation practices, (4) improved sequence of service capability, and (5) online promotion through Instagram, Facebook, Google Maps, and website. The impact for the partner is the increased in sales of 40% compared to before opening the coffee shop, directly through sales of coffee beverages in the coffee shop, and indirectly through the increased sale of retail coffee products offered by the partners at the facility.Keywords: SMEs, coffee shop, single origin, menu planning, food service trainin

    Pemberdayaan Kader dalam Pencegahan IMS dan HIV/AIDS pada Pedagang Perempuan di Kota Denpasar

    Get PDF
    ABSTRAKMasalah IMS (Infeksi Menular Seksual) saat ini meningkat di negara maju maupun di negaraberkembang. IMS dan HIV/AIDS merupakan satu kelompok penyakit yang penularannyaterutama melalui hubungan seksual. Selain pada kelompok populasi berisiko tinggi, populasiberisiko rendah seperti para pedagang perempuan di pasar juga rentan terkena IMS danHIV/AIDS. Salah satu tempat di Bali yang interaksi masyarakatnya tinggi adalah pasar, dimanapopulasi masyarakatnya tergolong kelompok risiko rendah. Dari hasil wawancara dengan kaderdidapatkan beberapa permasalahan terkait program pencegahan IMS dan HIV/AIDS adalahminimalnya informasi yang didapatkan kader serta rendahnya pengetahuan kader tentangpencegahan IMS dan HIV/AIDS di Pasar Badung Kota Denpasar. Dari hal tersebutpemberdayaan perempuan di Pasar Badung Kota Denpasar sangat diperlukan untuk pencegahanIMS dan HIV/AIDS dimana jumlah kader yang diberdayakan adalah sejumlah 5 orang. Metodeyang digunakan adalah metode dialog interaktif, pelatihan dan pendampingan untukmeningkatkan pengetahuan mitra tentang pencegahan IMS dan HIV/AIDS. Secara umum,program ini dapat dikatakan berhasil karena sudah mencapai indikator-indikator yangditentukan yaitu meningkatnya jumlah pedagang perempuan yang berkunjung ke klinikkesehatan reproduksi di Pasar Badung. Kegiatan “peer†yang dilakukan oleh kader sudahberjalan di kalangan pedagang perempuan. Saran yang dapat disampaikan adalah agar parakader dapat menjadi ujung tombak keberlanjutan program pencegahan IMS dan HIV/AIDSsecara berkesinambungan di wilayah masing-masing sehingga dapat memberdayakan parapedagang yang ada di Pasar Badung Kota Denpasar untuk menurunkan masalah IMS danHIV/AIDS.Kata kunci : pemberdayaan, perempuan, IMS, HIV/AIDS, pasar, DenpasarABSTRACTProblem of STIs (sexually transmitted infections) is currently increasing in developed anddeveloping countries. STIs and HIV/AIDS are a group of diseases which are transmitted mainlythrough sexual contact. In addition to high-risk population groups, low-risk population groupssuch as women traders in the market are also vulnerable to STIs and HIV/AIDS. One of theplaces in Bali where high community interaction takes place is the market, where the populationis classified as a low risk group. From interviews with trainers, several problems related to STIand HIV/AIDS prevention programs were found, one of them was the minimum informationobtained by the cadres and their low level of knowledge related to STI and HIV/AIDSprevention in Pasar Badung of Denpasar City. Based on the facts, empowering women tradersin this location is highly necessary to prevent the STIs and HIV/AIDS. There were 5 cadresempowered. The method used were an interactive dialogue, training and mentoring method toincrease partners’ knowledge of STI prevention and HIV / AIDS. In general, this program issaid to be successful due to the ability reach the prescribed indicators, which is the increasingnumber of female traders visiting reproductive health clinics in the Pasar Badung. “Peeringâ€activities carried out by cadres are already conducted among women traders. It isrecommended that cadres are the most important role to carry out STI and HIV/AIDS prevention programs in a sustainable manner in their respective regions, therefore they can empower traders such as the case in the Pasar Badung of Denpasar City to reduce the problem of STIs and HIV/AIDS.Keywords: empowerment, women, STIs, HIV/AIDS, market, Denpasa

    Peningkatan Pengetahuan Teknologi Tepat Guna Pada BUMDES Catu Graha Mandiri Dengan Tools Canva di Desa Gumbrih, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana

    Get PDF
    ABSTRAKProgram Kemitraan Masyarakat BUMDES Catu Graha Mandiri Gumbrih ini dilaksanakan di Desa Gumbrih yang berlokasi di Desa Wisata Ekotourism Gumbrih, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Bali. Fokus kegiatan pengabdian pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Catu Graha Mandiri, Desa Gumbrih. Kelompok BUMDES Catu Graha Mandiri Desa Wisata Gumbrih ini belum menggunakan teknologi tepat guna, kurangnya pengetahuan tentang manajemen pengelolaan usaha, etika dalam perilaku konsumen, kurangnya promosi atau pemasaran BUMDES. Solusinya adalah memberikan pendampingan dan pelatihan tentang penggunaan teknologi tepat guna dalam meningkatkan kuantitas dan kualitas usaha – usaha BUMDES, serta pembuatan laporan keuangan, memberikan pendampingan dan pelatihan tentang manajemen pengelolaan usaha, pendidikan etika dan perilaku konsumen, dan pelatihan pemasaran produk menggunakan media sosial. Teknologi tepat guna yang digunakan dalam program kemitraan masyarakat ini adalah Canva sebagai tools create dan editing image, dan video. Luaran yang diharapkan dari mitra salah satunya adalah peningkatan kemampuan dalam penggunaan teknologi tepat guna untuk kuantitas, kualitas usaha BUMDES Catu Graha Mandiri Gumbrih termasuk pemasaran usaha menggunakan media sosial yang tergambar dalam melalui kuisioner yang disebarkan sebelum dan sesudah Program Kemitraan ini. Hasil dari kegiatan ini adalah pengelola BUMDES Catu Graha Mandiri Gumbrih dapat menggunakan tools Canva secara maksimal dalam meningkatkan kuantitas dan kualitas usaha-usaha termasuk pemasaran usaha-usaha tersebut dengan menggunakan media sosial.Kata kunci : Canva, BUMDES Catu Graha Mandiri, Desa Gumbrih, Teknologi InformasiABSTRACTThe BUMDES Catu Graha Mandiri Gumbrih Community Partnership Program was implemented in Gumbrih Village, located in Gumbrih Ecotourism Village, Pekutatan District, Jembrana Regency in Bali Province. This article focus on taking the object of service at the Catu Graha Mandiri Village-Owned Enterprise (BUMDES), Gumbrih Village. The BUMDES Catu Graha Mandiri group of Gumbrih Tourism Village has not been using appropriate technology, lack of knowledge about business management, unknowledgeable on consumer behavior ethics, lack of promotion or marketing of BUMDES. The solutions are: To provide assistance and training on the use of appropriate technology in increasing the quantity and quality of BUMDES businesses, as well as making financial reports are to provide assistance and training on business management, ethics education and consumer behavior, and product marketing training using social media. The appropriate technology used in this community partnership program is Canva as an image and video creation and editing tool. One of the expected outputs from partners is an improve ability to use the appropriate technology for quantity, business quality of BUMDES Catu Graha Mandiri Gumbrih, including business marketing using social media through questionnaires distributed before and after this Partnership Program. The result of this activity is that the management of BUMDES Catu Graha Mandiri Gumbrih can use Canva's tools to maximize the potential use in increasing the quantity and quality of businesses including promote businesses using social media.Keywords : Canva, BUMDES Catu Graha Mandiri, Desa Gumbrih, Information Technolog

    Antioksidan Minuman Loloh Kunyit (Curcuma longa L.) Pasca Perebusan dengan Bahan Utensil Beragam Produk UKM I Ketut Mastra Desa Pejeng Kelod Tampak Siring Gianyar Bali

    Get PDF
    ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui antioksidan uji berbagai utensil daribahan gerabah, aluminium dan stainless steel terhadap antioksidan minuman loloh kunyitproduksi desa Pejeng Kelod Tampak Siring Gianyar, UKM I Made Mastra sebagai minumanlokal masyarakat Bali. Bahan yang digunakan dalam satu kali resep adalah 300 gr kunyitsegar, 25 gr daun sirih dicuci bersih dan dikupas, kemudian dirajang kecil-kecil selanjutnyadi-blender kemudian ditambahkan 30 gr asam jawa, 100 gr gula merah, 10 gr garam, dan 5 grcabe, 5 gr terasi panggang (Suartana, 2018). Loloh kunyit ini menggunakan air yang dimasakterlebih dahulu, kemudian dituangkan pada bahan utama dan selanjutnya dikemas. Alat yangdipergunakan memasak loloh kunyit tidak konsisten sedangkan animo masyarakat jikamemasak loloh dengan menggunakan gerabah terkesan lebih baik, ironisnya kandungansenyawa loloh kunyit sudah teridentifikasi 12 senyawa (Murna, 2019). Penelitian inidilakukan secara eksperimental, sampel dianalisis menggunakan metode IC50 dan kapasitasantioksidan setelah memperlakukan pengunaan wadah pemanas loloh kunyit berbagai bahanyaitu gerabah, aluminium dan stainlessteel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapatperbedaan yang significant dari penggunaan alat memasak gerabah, aluminium danstainlessstell. Uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT) diketahui bahwa memasak loloh kunyitdengan menggunakan gerabah, menujukkan angka kapasitas antioksidan tertinggi (623,91 μgGAEAC/g bahan), dibandingkan dengan kapasitas antioksidan menggunakan aluminium(353,2 μg GAEAC/g bahan) maupun stainlesstel (559,1 μg GAEAC/g bahan), dan tanpaperlakuan (kontrol) (631,1 μg GAEAC/g bahan)Kata Kunci: Utensil, Loloh kunyit, Pejeng Kelod, Antioksidan, Gerabah.ABSTRACTThis study aims to determine the antioxidant levels of various utensils from pottery,aluminum and stainless steel against the antioxidants of turmeric loloh drinks produced by theSME owned by I Made Mastra in the village of Pejeng Kelod Tampak Siring Gianyar, as a localdrink for the Balinese people. The ingredients used in one recipe are 300 grams of freshturmeric, 25 grams of betel leaf, washed and peeled, then chopped into small pieces, then in ablender, then add 30 grams of tamarind, 100 grams of brown sugar, 10 grams of salt, and 5 grchilies, 5 gr grilled shrimp paste (Suartana, 2018). This turmeric loloh uses boiled water first,then it is poured into the main ingredient and then it is packaged. The tools used to cookturmeric loloh are inconsistent, while the public's interest for loloh cooked using pottery seemedbetter, ironically 12 compounds have been identified in the loloh turmeric compound (Murna,2019). This research was conducted experimentally, the samples were analyzed using the IC50 method and their antioxidant capacity after treating the use of turmeric loloh heating containers with various utensil, namely pottery, aluminum and stainless steel. The results indicated that there was a significant difference in the use of pottery, aluminum and stainless steel cooking tools. Further test of the Smallest Significant Difference (LSD) is known that cooking turmeric loloh using pottery, shows the highest antioxidant capacity (623.91 μg GAEAC / g material), compared to the antioxidant capacity using aluminum (353.2 μg GAEAC / g material) and stainless steel (559.1 μg GAEAC / g material), and without treatment (control) (631.1 μg GAEAC / g material), and inversely proportional to IC50 loloh turmeric control (2208.7 ppm), using earthenware (3426.09 ppm) using stainless steel (4792.46 ppm), or using aluminum (6122.40 ppm)Keywords: Utensil, Loloh Turmeric, Pejeng Kelod, Antioxidant, Potter

    Efektivitas Pemberian Eco Enzyme Terhadap Penurunan Nilai BOD dan COD di Tukad Badung

    Get PDF
    ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas eco enzyme dalam menurunkan pencemar BOD dan COD di Tukad Badung. Penelitian ini diawali pengambilan sampel air sungai dengan metode contoh sesaat (Grab sampel). Pengambilan sampel dilakukan pada 3 titik yaitu sebelum penuangan eco enzyme, lokasi penuangan dan setelah penuangan eco enzyme. Selanjutnya dilakukan pengujian parameter BOD dan COD. Data yang diperoleh dibandingkan dengan data pengujian sebelum penambahan eco enzyme. Hasil penelitian menunjukkan parameter BOD melebihi baku mutu pada Titik 2 yang merupakan saluran pembuangan outlet aktivitas domestik. Sedangkan parameter COD melebihi baku mutu pada Titik 3 yang merupakan buangan dari limbah domestik yang berasal dari aktivitas pasar di daerah tersebut. Penambahan eco enzyme belum terbukti memberikan efek penurunan terhadap pencemar organik BOD dan COD karena rentang waktu pengambil sampel dengan penambahan eco enzyme yang lama.Kata Kunci: Eco Enzyme, BOD, CODABSTRACTThe purpose of this study was to determine the effectiveness of eco enzyme in reducing BOD and COD pollutants in Tukad Badung. This research begins by taking river water samples with the instant sample method (Grab sample). Sampling was carried out at 3 spot, before pouring eco enzyme, at the pouring location and after pouring eco enzyme. After that, BOD and COD parameters were tested. The data obtained were compared with the test data before the addition of eco enzyme. The results showed that the BOD parameter exceeded the quality standard at the spot 2 which is the outlet for domestic activity. Meanwhile, the COD parameter exceeds the quality standard at spot 3 which is a discharge from domestic waste originating from market activities in the area. The addition of eco enzyme has not been proven to have a decreasing effect on organic pollutants BOD and COD because the time span of sampling with the addition of eco enzyme is in long different time.Keywords: Eco Enzyme, BOD, CO

    Penggunaan Berbagai Pupuk Organik Cair Pada Pertumbuhan Tanaman Selada Romain (Lactuca sativa L.) Dengan Sistem Hidroponik

    Get PDF
    Tiga hal yang perlu dipertimbangkan dalam budidaya hindroponik wick system: jenis sayuran, jenis nutrisi dan media tanam. Pada umumnya jenis sayuran yang berdaun dan berumur pendek seperti selada  romaine, sawi hijau pakcoy dan kangkung cocok ditanam dengan sistem hidroponik. Jenis nutrisi hidroponik biasanya menggunakan larutan AB Mix. Pupuk merupakan salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan produksi sayuran. Sedangkan pupuk yang digunakan dalam memproduksi sayuran ada dua macam, yaitu pupuk organik dan pupuk anorganik. Dengan bertambahnya jumlah penduduk, maka kebutuhan manusia akan makanan yang sehat semakin meningkat juga artinya menghindari bahan-bahan yang berpotensi meracuni tubuh termasuk didalamnya untuk menghindari penggunaan pupuk kimia dan pestisida kimia. Dalam penelitian ini menggunakan sampel benih selada romain (Lactuca sativa L. var longifolia), ada empat jenis pupuk yang akan digunakan yaitu: Pupuk pabrikan AB Mix  sebagai kontrol (P0), pupuk organik cair multitonik (P1), pupuk organik cair air kelapa (P2) dan pupuk organik cair daun lamtoro (P3). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan selada romaine jumlah daun, panjang daun, lebar daun, tinggi tanaman, dan berat basah tanaman  pada perlakuan kontrol, pupuk multitonik,pupuk air kelapa, dan pupuk daun lamtoro  dengan pupuk organik cair. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL). Percobaan ini terdiri dari 4 perlakuan dan masing-masing 9 tanaman  sehingga total tanaman ada 36 tanaman. Pengukuran dilakukan 7 kali untuk setiap tanaman pada masing-masing kosentrasi  maka akan didapat 252 data pengukuranHasil menunjukkan perlakuan di luar kontrol (P0) AB Mix,  yang memiliki hasil yang bagus terhadap pertumbuhan adalah POC multitonik (P1) karena memiliki unsur-unsur yang lebih lengkap yang dibutuhkan untuk pertumbuhan daripada pupuk organik yang lain. Kata Kunci: Benih, Budidaya, Selada, Hidroponik, Pupu

    866

    full texts

    3,121

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Universitas Dhyana Pura is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage E-Journal Universitas Dhyana Pura? Access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard!