3121 research outputs found
Sort by
LATIHAN MENGANCING BAJU UNTUK MENINGKATKAN PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK PRASEKOLAH DI TAMAN KANAK-KANAK SANTI KUMARA
Pada masa anak prasekolah (3-6 tahun) anak akan mengalami perkembangan dan pertumbuhan fisik yang stabil, perkembangan psikologi yang pesat, serta rasa ingin tahu yang sangat tinggi. Prevalensi keterlambatan motorik anak masih tergolong tinggi yaitu sekitar 60%, walaupun keterlambatan motorik ini tidak disebabkan oleh suatu penyakit, namun kondisi ini sangat mengganggu aktivitas sehari-hari anak. Mengancing baju adalah salah satu indikator pencapaian motorik halus, dimana gerakannya merupakan gerakan manipulasi dengan teknik latihan yang sangat sederhana dan dapat dilakukan setiap hari.Rancangan penelitian yang diterapkan pada penelitian ini adalah pre-eksperimental dengan one group pretest-postest design. Sampel yang menjadi subyek penelitian berjumlah 17 orang. Analisis dengan menggunakan uji wilcoxon diperoleh nilai p value 000
Pemanfaatan Media Daring sebagai Upaya Peningkatan Penjualan Nasi Koco di Banjar Gerenceng Desa Pemecutan Kaja Denpasar Utara Bali
ABSTRAKPenurunan keadaan ekonomi para pebisnis Usaha Kecil Menengah (UKM) karena berkurangnya jumlah penjualan, merupakan dampak dari pandemi Covid-19. Guna menekan penyebaran Covid-19, pemerintah mengeluarkan kebijakan bekerja dari rumah, belajar dari rumah dan beribadah dari rumah. Hal inilah yang membuat banyak UKM gulung tikar, dimana mereka tiap hari kehilangan pelanggan, karena masih menggunakan sistem penjualan konvensional. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah menawarkan solusi bagi UKM Nasi Koco (Nasi Jinggo Nikmat) untuk menerapkan strategi digital marketing yaitu melakukan promosi dan penjualan dengan menggunakan sarana elektronik, memanfaatkan media daring disertai desain promosi produk yang menarik dan marketable. Kontribusi kegiatan ini bagi mitra sasaran adalah meningkatkan kesejahteraan mitra/pedagang melalui peningkatan promosi serta penjualan, memanfaatkan media online dengan desain brosur digital yang marketable di Instagram, Facebook, What’s Up, Line, Gojek dan Grab. Memenuhi kebutuhan masyarakat secara umum dan pelanggan khususnya, terhadap makanan yang disukai dan dapat dengan mudah bertransaksi melalui online. Membantu Pemerintah dalam melaksanakan himbauan sosial distancing dan memulihkan perekonomian masyarakat ditengah pandemi COVID-19.Kata kunci : Digital Marketing, Marketable, Usaha Kecil Menengah, Media daring.ABSTRACTThe economic downturn of small and medium entrepreneurs (SMEs) in sales numbers is one of the Covid-19 pandemic impact. In order to suppress the spread of Covid-19, the government issued a policy of working from home, studying from home and worshiping from home. That cause many SMEs out of business, lessening number of customers daily, due to conventional sales systems uses. The goal of this community service is to offer solutions for UKM Nasi Koco (Nasi Jinggo Nikmat) to implement digital marketing strategies, namely promoting and selling using electronic means, utilizing online media accompanied by attractive and marketable product promotion designs. The contribution of this activity for target partners is to improve the welfare of partners (SMEs) through increasing promotions and sales, utilizing online media with marketable digital brochure designs on Instagram, Facebook, What's Up, Line, Gojek and Grab. Fulfilling the needs of the community and customers for food Nasi Koco (Nasi Jinggo Nikmat) that can easily transact through online. Assisting the Government in implementing social distancing and restoring the community's economy amid the COVID-19 pandemic.Keywords: Digital Marketing, Marketable, Small and Medium Enterprises (SMEs), Online Media
PKM di IKM Akah Bali untuk Peningkatan Kualitas Pemasaran Produk Kerajinan
ABSTRAKIndustri kerajinan memegang peranan cukup penting dalam mendukung perekonomian masyarakat kabupaten Bangli. Seperti halnya IKM Akah Bali. Kerajinan yang dihasilkan IKM Akah Bali adalah kerajinan yang berbahan baku dari akar bambu. Akar bambu yang selama ini dianggap sebagai limbah dapat diolah menjadi kerajinan tangan yang bernilai ekonomi tinggi, bahkan karena keunikan dan keantikan yang dimilikinya, kerajinan limbah bambu IKM ini dapat menembus pasar ekspor sebagaimana halnya kerajinan kayu. Dalam mengikuti pameran pemilik IKM memiliki masalah karena tidak semua jenis produk tersedia untuk dipamerkan, bahkan cenderung produk-produk yang bagus telah laku terjual. Hal ini menyebabkan kendala pemasaran. Masalah kedua terkait dengan pemasaran bahwa penjualan IKM ini mengandalkan pengepul dimana pengerajin kurang diuntungkan terkait masalah harga yang ditekan oleh pihak pengepul. Pengerajin mengharapkan bisa terhubung langsung dengan konsumen yang memerlukan produk kerajinan tanpa harus melalui pengepul, sehingga margin keuntungan yang didapat pihak pengerajin menjadi lebih besar. Beberapa solusi yang dapat ditawarkan untuk menangani permasalah yang dialami oleh IKM adalah kegiatan dengan sentuhan ipteks, yaitu pendataan dan digitalisasi data produk kerajinan, pembuatan katalog produk kerajinan, pelatihan digitalisasi data produk kerajinan, pembuatan fasilitas online marketing produk kerajinan, serta pelatihan penggunaan online marketing untuk memperluas pemasaran. Hasil dari kegiatan PKM ini adalah dihasilkannya data produk IKM Akah Bali berupa data digital, meningkatnya kemampuan pengerajin dalam menyiapkan data digital produk berupa foto, dihasilkannya buku katalog produk dan website sebagai sarana perluasan pemasaran.Kata kunci : kerajinan akar bambu, buku katalog, foto produk, website e-commerceABSTRACTThe handicraft industry (IKM) plays an important role in supporting the economy of the people in Bangli district, like the Akah Bali IKM. The handicrafts produced by the Akah Bali IKM are crafts made from bamboo roots. Bamboo roots that is considered as the waste can be processed into handicrafts that can be high economically valued, due to it’s uniqueness and it’s antiquity. These IKM bamboo waste crafts can penetrate the export market as well as wood crafts. IKM owners faces some obstacles during participating in the exhibition, because not all types of products are available for exhibition, even good products tend to be sold out. it causes marketing constraints. The second problem is related to marketing, that the sales of SMIs rely on collectors where the craftsmen are less profitable due to the price pressures by the collectors. The craftsmen expect to be able to connect directly with consumers who need handicraft products without having the help of middle man or so called the collectors, with hope that the craftmans’ profit margins are greater. Some solutions that can be offered to deal with problems experienced by IKM are activities with a touch of science and technology, namely data collection and digitization of handicraft product data, making handicraft product catalogs, training on digitizing craft product data, making online marketing facilities for craft products, and the use of online marketing to expand the businesses. The results of this PKM activity are the digital data form of IKM Akah Bali production, the increased ability of craftsmen in preparing digital product data through photos, the production of product catalog and websites as a means of expanding marketing.Keywords : bamboo root crafts; catalog books; product photo; e-commerce websit
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING BERBANTUAN VIDEO UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MAHASISWA POKOK BAHASAN HIMPUNAN DI STMIK STIKOM INDONESIA
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penerapan model penemuan terbimbing berbantuan video pembelajaran terhadap hasil belajar mahasiswa dalam pembelajaran Matematika II pokok bahasan himpunan. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas model Kurt Lewin. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa smester genap program studi Teknik informatika STMIK STIKOM Indonesia. Objek dari penelitian ini adalah hasil belajar mahasiswa. Hasil penelitian menunjukan persentase peningkatan rata-rata nilai hasil belajar mahasiswa , ketuntasan belajar dan daya serap dari prasiklus ke siklus I berturut-turut sebesar 8,35% , 30,75% , 8,35%. dan persentase peningkatan rata-rata nilai hasil belajar mahasiswa, ketuntasan belajar dan daya serap dari siklus I ke siklus II berturut-turut sebesar 13,58% , 23,53% , 13,58%. Dengan demikian, dapat disimpulkan Penerapat Model Penemuan terbimbing berbantuan video pembelajaran telah mampu meningkatkan hasil belajar mahasiswa pada materi himpunan dalam mata kuliah Matematika II.Kata Kunci : Model Penemuan terbimbing, Video, Hasil belajarAbstractThe purpose of this study is to determine the effectiveness of the application of guided discovery methods assisted by video learning on student learning outcomes in Mathematics II learning subject matter set. This type of research is a classroom action research method Kurt Lewin. The subjects of this study were second semester students of the Informatics Engineering study program of STMIK STIKOM Indonesia. The object of this research was student learning outcomes. The results indicated the percentage increase in the average value of student learning outcomes, mastery in learning and absorptive capacity from pre-cycle to first cycle were 8.35%, 30.75%, 8.35 %. and the percentage increase in the average value of student learning outcomes, mastery learning and absorption from first cycle to second cycle respectively amounted to 13.58%, 23.53%, 13.58% . So it can be concluded that the opinion of the Guided Discovery Method assisted by video learning has been able to improve student learning outcomes on the set material in Mathematics II.Keywords : Guided Discovery Model, Video, Learning Outcome
PENERAPAN MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN HASIL BELAJAR TATA HIDANG SISWA KELAS X DI SMK KERTHA WISATA DENPASAR
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep dan hasil belajar siswa kelas X AP 1 pada Mata Pelajaran Tata Hidangan di SMK Kertha Wisata Denpasar dengan menerapkan model Contextual Teaching and Learning (CTL). Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Objek penelitian ini adalah pemahaman konsep, dan hasil belajar siswa. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X Akomodasi Perhotelan 1 di di SMK Kertha Wisata Denpasar, berjumlah 32 orang. Sampel dipilih secara random dari 257 orang populasi siswa. Metode pengumpulan data dengan metode tes dan metode observasi. Data yang didapatkan selanjutnya dianalisis dengan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukan telah terjadi peningkatan hasil belajar pada setiap siklus yang dapat dilihat dari peningkatan Persentase rerata skor pemahaman konsep siswa sebesar 13.8% yaitu dari siklus I sebesar 71,8% meningkat menjadi 85,6% pada siklus II yang berada pada kategori sangat baik. Persentase rerata skor hasil belajar meningkat sebesar 14,3% yaitu dari siklus I sebesar 74,46% meningkat menjadi 88,8% pada siklus II yang berada pada kategori sangat baik. Persentase Akomulasi rerata nilai pemahaman konsep dan hasil belajar siswa meningkat sebesar 14,1% yaitu dari siklus I sebesar 73,1% meningkat menjadi 87,2% pada siklus II yang berada pada kategori sangat baik. Ketuntasan klasikal Siswa meningkat sebesar 28,2% yaitu dari siklus I sebesar 71,8% meningkat menjadi 100% pada siklus II yang berada pada kategori sangat baik. Jadi, model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) dapat meningkatkan pemahaman konsep dan hasil belajar siswa kelas X AP 1 pada Mata Pelajaran Tata Hidangan di SMK Kertha Wisata Denpasar.Kata Kunci : Contextual Teaching And Learning (CTL), Pemahaman Konsep, Dan Hasil Belajar.AbstractThis study aims to improve the conceptual understanding and learning outcomes of class X AP 1 students in the subject of food preparation at SMK Kertha Wisata Denpasar by applying the contextual learning model (CTL). This type of research is a classroom action which is carried out in two cycles. Each consists of a cycle of planning, action, observation, and reflection stages. The object of this research is understanding the concept and student learning outcomes. The research subjects were students of class X Hotel Accommodation 1 at SMK Kertha Wisata Denpasar, 32 people. The sample was randomly selected from a population of 257 students. The data test method is the test method and the observation method. The data obtained were then analyzed using quantitative analysis techniques. The findings of this study indicate an increase in learning outcomes in each cycle which can be seen from the increase in the percentage of students' mean score understanding of concepts by 13.8%, namely from the first cycle of 71.8%, increasing to 85.6% in cycle II which is in the very category. good . The percentage of the mean score of learning outcomes increased by 14.3%, from the first cycle of 74.46% to 88.8% in the second cycle which was in the very good category. The percentage of accumulated value understanding of concepts and student learning outcomes increased by 14.1%, namely from the first cycle of 73.1% increased to 87.2% in the second cycle which was in the very good category. Students classical completeness increased by 28.2%, namely from the first cycle of 71.8% increased to 100% in the second cycle which was in the very good category. So, the Contextual Teaching and Learning (CTL) learning model can improve the understanding of concepts and learning outcomes of class X AP 1 students in the Dish Administration Subject at SMK Kertha Wisata Denpasar.Keywords: Contextual Teaching And Learning (CTL), Concept Understanding, and Learning Outcomes
THE APPLICATION OF KAHOOT! IN QUIZ AS A LEARNING MEDIA FOR ENGLISH LITERATURE SEMIOTIC MATERIAL FOR GAME-BASED TESTS
ABSTRACTThis study aims to determine the benefits of Kahoot! in the application of learning through games, and how the responses obtained from Kahoot! games are applied in English literature. The method used in this study is convenience sampling. In this study, it includes 3 (three) steps, such as: (1) watching YouTube videos containing material about stylistics (2) filling in the Kahoot! (3) filled out a questionnaire about the experience of participating in the Kahoot! The results of this study show several Point results such as: (1) the display of the quiz questions are categorized in Attractive options with a percentage value> 50%. The usefulness of the quiz with Kahoot! Media was obtained by 93% of respondents from the Good category, (2) According to students Kahoot! Games tend to be more fun than boring with an average rating of 4.33 and with 83% of respondents stating that the game is fun, useful as much as 93%, attracts as much as 83% and only 10% of respondents say they experience obstacles when playing Kahoot! (3) Gamification in Learning, the results of the assessment of respondents’ perceptions with a differential semantic scale show that for gamification students are interesting with a value of 87% pleasure, and adding variations to the value and Gamification is suitable to be applied in 80% of language learning, in addition gamification is more fun 77%, and appropriate gamification is applied in general learning with a percentage of 67%.Keywords: gamification learning, Kahoot, semiotic
DAYA TARIK TIKTOK SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS ONLINE
ABSTRAKTikTok adalah aplikasi untuk membuat dan berbagi konten yang digemari oleh mayoritas generasi milenial dan generasi Z di tahun 2020. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan fenomena meluasnya penggunaan media sosial sebagai media pembelajaran bahasa Inggris online. Ini berfokus pada membahas daya tarik TikTok bagi generasi milenial dan generasi Z untuk belajar bahasa Inggris melalui konten video daring yang disajikan oleh content creator terbaik di bawah tagar populer #learnenglish. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan induktif. Data dikumpulkan dengan dokumentasi dari video online di TikTok dari empat content creator terbaik dan juga menggunakan alat Exolyt. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ada lima jenis pelajaran dari video online TikTok yang sering dibuat, yaitu pronunciation, vocabulary, grammar, common mistakes, dan English facts. Kategori pronunciation sebagai kategori tertinggi dari empat pembuat konten terbaik. Selain itu, temuan juga menunjukkan bahwa TikTok memiliki daya tarik sebagai media pembelajaran bahasa Inggris; video yang singkat, materi yang sederhana dan menarik, dilengkapi dengan backsound, gambar, editing filter yang dapat memberikan manfaat, dan juga menghibur.Kata kunci: TikTok, pembelajaran bahasa Inggris, video daring, media sosia
PENGARUH METODE PENGERINGAN DAN RASIO PENYEDUHAN TERHADAP TOTAL ASAM, pH DAN WARNA TEH CASCARA KOPI ARABIKA (Coffea arabika L.)
ABSTRAKKomoditas kopi Arabika di Kabupaten Bangli provinsi Bali pada Tahun 2018 mencapaisebesar 2.252 Ton. Tingginya hasil perkebunan kopi ini berdampak dengan tingginya hasil limbahkulit buah kopi pasca panen yang dihasilkan. Limbah kulit kopi yang dihasilkan rata-rata mencapai16,37% atau setiap pengolahan buah kopi akan dihasilkan 45% kulit kopi, 10% lender, 5% kulit aridan 40% biji kopi. Pemanfaatan limbah kulit kopi dilakukan dengan mengolahnya menjadi tehcascara. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pengeringan dan rasiopenyeduhan terhadap total asam, pH dan warna teh cascara kopi arabika (Coffea arabika L.).Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial; dengan 2 faktor perlakuan.Faktor I adalah cara pengeringan (sinar matahari:oven) dan faktor II adalah rasio penyeduhan tehkering : air (1:200; 3:200; 5:200) dengan 4 kali ulangan. Total asam ditentukan dengan metodeiodometri, Derajat keasaman (pH) ditentukan dengan pH meter, dan Warna dengan colour reader.Hasil analisa menunjukkan metode pengeringan sinar matahari memiliki total asam tinggi dansejalan dengan peningkatan rasio penyeduhan yaitu pada rasio penyeduhan 5:200 (0,64%). Derajatkeasaman (pH) menunjukkan metode pengeringan sinar matahari memiliki pH rendah sejalandengan peningkatan rasio penyeduhan yaitu pada rasio penyeduhan 5:200 (5,69). Warna pada airseduhan ditunjukkan dari Nilai kecerahan (L*) menunjukkan metode pengeringan sinar mataharimenghasilkan nilai kecerahan lebih rendah sejalan dengan peningkatan rasio penyeduhan berkisarantara 0,43-0,76%. Nilai kemerahan (a*) menunjukkan metode pengeringan sinar mataharimenghasilkan nilai kemerahan tinggi sejalan dengan peningkatan rasio penyeduhan berkisar antara(39,49-49,12%). Nilai Kekuningan (b*) menunjukkan metode pengeringan sinar mataharimenghasilkan nilai kecerahan lebih rendah sejalan dengan peningkatan rasio penyeduhan berkisarantara (-21,16- -27,74%).Kata kunci: Cascara, Pengeringan, Rasio Penyeduhan, Total Asam, Warn
PENGARUH PERENCANAAN PAJAK DAN PAJAK TANGGUHAN TERHADAP KINERJA KEUANGAN PADA PERUSAHAAN PERBANKAN
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan memperoleh bukti empiris mengenai pengaruh perencanaan Pajak dan Pajak Tangguhan terhadap kinerja keuangan pada Perusahaan Perbankan. Pajak merupakan salah satu sumber yang penting bagi penerimaan negara guna pembiayaan pembangunan Negara. Dalam penelitian ini dibahas juga mengenai pajak tangguhan dan perencanaan pajak yang akan dilakukan oleh perusahaan dalam menghasilkan laba dengan melihat kinerja keuangan dari perusahaan tersebut. Penelitian ini menggunakan sampel 43 perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2019-2020. Data yang dikumpulkan menggunakan metoda purposive sampling dan pengujian hipotesis menggunakan regresi linier sederhana dan berganda. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah Kinerja keuangan, sedangkan variabel bebas dalam penelitian ini adalah perencanaan pajak dan pajak tangguhan. Berdasarkan hasil analisis data, menunjukkan bahwa perencanaan pajak berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan dan pajak tangguhan juga berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan dan secara simultan juga berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan.Kata kunci: Kinerja Keuangan, Perencanaan Pajak, Pajak Tangguha