3121 research outputs found
Sort by
PEMBELAJARAN SAINS BAGI ANAK USIA DINI MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK PADA MASA BELAJAR DARI RUMAH
AbstrakMasa pandemi Covid-19 mengharuskan semua anak melaksanakan pembelajaran secara daring atau dikenaldengan nama Belajar Dari Rumah (BDR). Selama masa pandemi, mau tidak mau pihak sekolah dan orang tuamulai bekerjasama dalam proses pembelajaran yang akan berlangsung di rumah. Walapun hal ini tidak mudahuntuk dilakukan oleh kedua belah pihak, namun agar pembelajaran tetap dapat berlangsung maka kerjasamasangatlah dibutuhkan. Begitu pula dalam proses pembelajaran sains, dibutuhkan strategi guru untukmempersiapkan pembelajaran sains yang akan dilakukan oleh peserta didik selama belajar dari rumah (BDR).Guru dituntut untuk menjadi lebih kreatif dalam memilih konten sains yang tepat yang akan dilaksanakan dalampembelajaran di rumah selama masa pandemi. Hal ini dikarenakan keterlibatan orang tua dalam pembelajaransains anak selama belajar dari rumah (BDR) mulai dari persiapan, proses, sampai pada evaluasi. Oleh karena itukerjasama antara guru dan orang tua dalam pemahaman konsep sains melalui model Pembelajaran Berbasis Proyekpada anak diharapkan mampu membantu anak berpikir lebih kritis, memecahkan masalah, dan mengetahui sebabakibatdari sesuatu yang diamatinya.Kata Kunci : anak usia dini, belajar dari rumah, pembelajaran sains, pembelajaran berbasis proyekAbstractThe pandemic period makes all children carry out learning bravely or better known as Learning FromHome. During the pandemic, schools and parents have started a learning process which takes place at home. Thisis not easy for both parties to do, but cooperation is needed in order for learning to take place. Likewise in thescience learning process, teachers need a strategy to prepare science learning that will be carried out by studentswhile learning from home. Teachers are required to be more creative in choosing the right science content thatwill be carried out in home learning during the pandemic. This is because the association of parents in learningscience for children during learning from home starts from preparation, process, to evaluation. Therefore, thecollaboration between teachers and parents in understanding concepts through the Project Based Learning modelfor children is expected to be able to help children think more critically, solve problems, and see the cause andeffect of something they observe.Keywords: early childhood, home learning, science learning, project based learning
PELIBATAN ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
ABSTRAKPendidikan anak usia dini berupaya untuk memfasilitasi pertumbuhkan dan perkembangan anaksecara holistik, menekankan perkembangan seluruh aspek kepribadian anak. Pendidikan anak usiadini dikondisikan dalam suasana belajar aktif, kreatif dan menyenangkan melalui beragam modelpermainan, berorientasi pada kebutuhan anak, kegiatan pembelajaran dilakukan dengan carabermain sambil belajar. Pelaksanaan fungsi edukasi keluarga pada dasarnya merupakan salah satutanggung jawab orang tua terhadap anak-anaknya. Ibu memiliki kesempatan yang besar untukterlibat dalam pendidikan anak dimulai sejak dalam kandungan. Tingkat pendidikan orang tuaberhubungan dengan keterlibatan orang tua dalam pendidikan dan pengasuhan anak. Kegiatanketerlibatan orang tua dalam pendidikan akan sangat dipengaruhi oleh berbagai hal antara lainfaktor individu orang tua, faktor anak, faktor orang tua dan guru, serta faktor sosial dan ekonomi.Orang tua dapat menjadi guru yang efektif karena mereka banyak mengetahui tentang apa yangdiperkirakan sedang diajarkan oleh sekolah, serta apa yang perlu mereka lakukan sebagailanjutannya di rumah.Kata kunci: pendidikan, pelibatan orang tua, anak usia din
PKM PENGEMBANGAN ALAT PERAGA EDUKATIF (APE) DI TK DEWI KUNTI I DAN II DALUNG
ABSTRAKAlat Peraga/Permainan Edukatif (APE) bagi anak usia dini memegang peranan penting sebagai media stimulasi dalam kegiatan pembelajaran dan bermain anak. Bagi guru APE merupakan sarana yang membantu dalam penyampaian pembelajaran. Pengadaan dan penggunaan APE terkendala pada keterbatasan guru dalam memamnfaatkan APE yang ada, kreativitas dalam menggunakannya, keterbatasan fungsional APE, sedangkan keterbatasan pengadaannya lebih disebabkan oleh keengganan untuk membuat sendiri dan kreativitas dalam memanfaatkan bahan yang ada disekitar. Mendorong kreativitas yang dimiliki guru PAUD akan mampu membuat APE sendiri, karena banyak bahan bahkan bahan bekas dapat dijadikan sebagai alternatif pembuatan APE. Hasil observasi dan wawancara di TK Dewi Kunti I dan II Dalung, diketahui bahwa guru-guru mengalami kesulitan dalam mengembangkan APE dan penerapannya dalam pembelajaran. Maka melalui program pengabdian kepada masyarakat diadakan pendampingan pengembangan APE di TK Dewi Kunti I dan II Dalung serta penerapannya dalam pembelajaran sehingga guru mampu membuat dan mengembangkan APE secara kreatif dan efektif dalam mendukung proses pembelajaran menjadi lebih menarik, menyenangkan dan bermakna. Program Studi PG-PAUD yang landasan ilmunya dalam bidang pendidikan, mengabdikan potensi dan kapasitasnya di tengah masyarakat, secara khusus pada lembaga Pendidikan Anak Usia Dini dengan sasaran utama pendidik dan anak usia dini melalui program Pengabdian kepada Masyarakat memberi pelatihan pengetahuan dan keterampilan membuat APE (Alat Peraga Edukatif) dan (APE) Alat Permainan Edukatif yang kreatif sesuai dengan usia anak, materi dan tujuan pembelajaran. BerdasarkanKata kunci: Alat Peraga/Permainan Edukatif, lembaga PAUD, kreativita
Pengujian Konsep Dan Aspek-Aspek Optimisme Pada Ibu Anak Prasekolah Bekerja
Abstrak. Fokus penelitian ini adalah pengujian validitas konstrak dengan menggunakan analisis faktorial dengan menggunakan analisa faktor eksploratori, kemudian dilanjutkan dengan analisa faktor konfirmatori. Analisa faktor eksploratori bertujuan untuk mengurangi jumlah aitem dalam skala sehingga aitem yang tersisa memaksimalkan varians dan reliabilitas alat ukur serta mengidentifikasi aspek-aspek potensial yang menjelaskan konstruk. Jadi analisis faktor eksploratori ditujukan untuk mengetahui muatan faktor yang besar yang ada dalam satu faktor dan tidak pada faktro lain. Analisis faktor konfirmatori bertujuan untuk melihat faktor yang digunakan atau ditetapkan untuk menyusun suatu konstruk benar-benar fit dan bersifat independensi satu sama lain. Jadi analisis faktor konfirmatori pada dasarnya digunakan untuk menguji sebuah konsep, serta menguji validitas konstrak suatu alat ukur. Sampel penelitian sebanyak 204 subjek. Analisis data dilakukan melalui SPSS untuk analisis faktor eksploratori dan SEM untuk analisis faktor konfirmatori. Hasil analisis eksploratori skala optimisme menunjukkan bila ada tiga aspek/komponen yang terbentuk, yang memiliki eigen values diatas satu dan mampu menjelaskan 56,535% variasi. Kemudian dilakukan analisa faktor dengan memasukkan tiga aspek/komponen sesuai dengan aspek yang ada pada teori. Hasil menunjukkan tiga aspek ini memiliki eigen values diatas satu dan secara keseluruhan aspek-aspek tersebut mampu menjelaskan 56,535% variasi. Hasil uji analisis faktor konfirmatori menunjukkan nilai CMIN/DF sebesar 1,938 (Fit), nilai GFI sebesar 0,950 (Fit) dan nilai RMSEA sebesar 0,068 (Fit). Nilai muatan faktor semua aitem diatas 0,40 (Fit). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa konsep dan aspek-aspek optimisme yang diajukan mengukur satu variabel.Kata kunci: optimisme, analisis faktor eksploratori, analisis faktor konfirmatori.Abstract. The focus of this research is to test the validity of the constants by using factorial analysis by using exploratory factor analysis, followed by confirmatory factor analysis. The exploratory factor analysis aims to reduce the number of items on a scale so that the remaining items maximize the variance and reliability of the measuring tool and identify potential aspects that explain the construct. So exploratory factor analysis is aimed to find out the large factor load that exists in one factor and not on other factors. Confirmatory factor analysis aims to look at factors used or established to construct a completely fit and independent construct from each other. So the confirmatory factor analysis is basically used to test a concept, as well as to test the validity of the constituent of a measuring instrument. The sample of research is 204 subjects. Data analysis was performed through SPSS for exploratory factor analysis and SEM for confirmatory factor analysis. The results of exploratory analysis of optimism scale indicate when there are three aspects/components that are formed, which has eigen values above one and can explain 56.535% variation. Then performed factor analysis by including three aspects / components in accordance with the existing aspects of the theory. The results show that these three aspects have eigen values above one and overall these aspects are able to explain 56,535% variation. Confirmatory factor analysis results showed CMIN / DF value of 1,938 (Fit), GFI value of 0.950 (Fit) and RMSEA value of 0.068 (Fit). The load factor value of all items above 0.40 (Fit). Thus it can be concluded that the concepts and aspects of optimism proposed measure one variable.Keywords: optimism, exploratory factor analysis, confirmatory factor analysis
“MODEL PEMBERDAYAAN LOCAL GENIUS SEBAGAI DAYA TARIK WISATA MILENIAL GUNA MENINGKATKAN PEMBANGUNAN EKONOMI DESA
ABSTRAKPariwisata Jaman Milenial, merupakan trend terkini yang wajib dikemas dengan baik,mengingat sumber daya yang ada di Indonesi sangatlah banyak, terutama mengangkat kearifanlocal/Local Genius yang ada ditiap-tiap daerah tersebut. Secara umum penelitian ini bertujuanuntuk menghasilkan model pemberdayaan local genius sebagai daya tarik wisata milenial gunameningkatkan pembanguan ekonomi Desa Gumbrih. Penelitian ini dilakukan selama enam bulan diDesa Gumbrih dan untuk pengambilan data penelitian, dan lokasi yang dipilih untuk mewakilipelaku pariwisata, serta kearifan local dan kaum milenial yang ada di wilayah tersebut. Penelitimenggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kajian pariwisata serta dikaji dengan teori trihita karana, teori motivasi, dan teori kepemimpinan. Data dikumpulkan dan dianalisis secaraparticipant-observation, wawancara, dan sebagai hasil penelitian ini dapat disajikan bahwa; LocalGeneious memiliki score 3,6 yang menunjukkan bahwa Faktor-faktor penentu daya tarik wisatadari sudut pandang Local genius di Desa Gumbrih perlu diperhatikan dan dibangun dengan baik,Destinasi memiliki score 3,4, berarti daya tarik pariwisata dari sudut pandang wisatawan di desaGumbrih perlu mendapatkan perhatian untuk dikelola dengan baik, Produktivitas Objek Wisatamemiliki score 2,9 yang berarti bahwa Sarana dan prasarana, inprastruktur dan pengelola yangmendukung kegiatan pariwisata di Desa Gumbrih perlu ditingkatkan dan dibangun dengan baik,Pemasaran memiliki score 2,9 yang berarti bahwa product, people, process, dan Physical Evidenceperlu diperhatikan dan dikelola dengan baik agar memenuhi standar pariwisata, minat Kaummilenial memiliki score 3,8 yang berarti bahwa Desa Gumbrih sebagai pilihan kaum milenial untukdapat berwisata.Kata Kunci: Lokal Geneious, Destinasi, Produktivitas Objek Wisata, Pemasaran, Kaum milenia
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMBERIAN IKLAN TAHAP KEDUA PADA DRIVE MENGGUNAKAN PROFILE MATCHING (STUDI KASUS PT.PARAGON PRATAMA TEKNOLOGI)
ABSTRACTPT Paragon Pratama Technology is a star up company specializing in outdoor or vehicle advertising. Due to high demand of orders from online transportations to join in the advertising PT. Paragon Pratama Technology, decision support system, Profile Matching method, was taken in order to obtain gap among applicants.To design decision support system, observation was conducted to recognize case in the field.Keywords: Decision Support System, Profile MatchingABSTRAKPT.Paragon Pratama merupakan suatu perusahaan startup yang bergerak dibidang periklanan luar rumah.dimana iklan atau brand tersebut akan dibawa oleh transportasi daring yang bisa ditemukan dijalanan.Dimana meningkatnya antusias transportasi daring yang ingin ikut program iklan dari PT.Paragon Pratama Teknologi maka perlu ada penyeleksian beberapa driver transportasi daring dengan menggunakan sistem pendukung keputusan menggunakan metode profile matching.Dalam pembangunan sistem pendukung keputusan penulis melakukan observasi secara langsung untuk melihat permasalahan yang terjadi di lapangan, penulis langsung menentukan aspek aspek yang akan menjadi acuan penyeleksian driver tersebut.Kata Kunci : Sistem Pendukung Keputusan, Profile Matchin
PENGEMBANGAN APLIKASI PENGAJUAN CUTI DOSEN DAN TENAGA KEPENDIDIKAN SECARA ONLINE PADA SEKOLAH TINGGI ILMU TEKNIK JEMBRANA
ABSTRACTInformation technology that can be utilized is for staffing issues such as the filing system for filing leave. Leave is a state of absence from work which is permitted within a certain period of time. Jembrana Technical College as a higher education institution in Jembrana Regency has employees which include lecturers and education staff. During this time the submission of leave of lecturers and educational staff in the Sekolah Tinggi Ilmu Teknik Jembrana is still done manually. From these problems an online system is needed that can be used for filing leave, so that the information obtained is faster and decision making is also faster. The method used in this study is the first method of developing SDLC (System Development Life Cycle) software. The stages of the research based on the SDLC software development method are the planning stage, the analysis phase, the design stage, the development stage, the testing and documentation stage, as well as the implementation and maintenance stages.Keywords: Leave, Lecturer, Education Staff, Application.ABSTRAKTeknologi informasi yang dapat dimanfaatkan adalah untuk masalah kepegawaian seperti sistem pengajuan pengajuan cuti. Cuti merupakan keadaan tidak masuk kerja yang diijinkan dalam jangka waktu tertentu. Sekolah Tinggi Ilmu Teknik Jembrana sebagai institusi pendidikan tinggi di Kabupaten Jembrana memiliki pegawai yang meliputi tenaga dosen dan tenaga kependidikan. Selama ini pengajuan cuti dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan Sekolah Tinggi Ilmu Teknik Jembrana masih dilakukan secara manual. Dari permasalahan tersebut diperlukan sebuah sistem online yang dapat digunakan untuk pengajuan cuti, sehingga informasi yang didapatkan lebih cepat dan pengambilan keputusan juga lebih cepat. Metode yang digunakan pada penelitian ini pertama adalah metode pengembangan perangkat lunak SDLC (System Development Life Cycle). Tahapan penelitian berdasarkan metode pengembangan perangkat lunak SDLC adalah tahap perencanaan, tahap analisis, tahap perancangan, tahap pengembangan, tahap uji coba dan dokumentasi, serta tahap implementasi dan pemeliharaan.Kata Kunci : Cuti, Dosen, Tenaga Kependidikan, Aplikasi
PENERAPAN TEKNOLOGI E-LEARNING MENGGUNAKAN LMS MOODLE DENGAN PENDEKATAN MODEL ASSURE
ABSTRACTCurrent developments related to a large-scale disease outbreak require policies taken by the government to temporarily house people to carry out activities at home, such as working from home, learning from home and avoiding large scale gatherings. The education industry is also affected by current conditions, so the teaching and learning process is carried out at home with the help of e-learning technology. On the basis of this, the researcher carried out a development of learning media based on information technology and communication with e-learning which can be used for the teaching and learning process using information and communication technology media in the form of e-learning. The results of this study will be a learning media application using the Moodle Learning Management System (LMS) where the learning process will be applied with the ASSURE model.Keywords: Teaching and learning, ICT, Elearning, Moodle, ASSUREABSTRAKPerkembangan yang terjadi saat ini terkait dengan wabah penyakit yang mempunyai skala luas mengharuskan kebijakan yang diambil oleh pemerintah untuk merumahkan sementara masyarakat agar melakukan kegiatan di rumah, seperti bekerja dari rumah, belajar dari rumah dan menghindari perkumpulan dalam skala yang besar. Industri pendidikan pun terdampak dengan kondisi saat ini, sehingga proses belajar mengajar dilakukan di rumah dengan berbantuan teknologi elearning. Atas dasar hal tersebut maka peneliti melakukan sebuah pengembangan media pembelajaran berbasiskan teknologi informasi dan komnikasi dengan elearning yang dapat digunakan untuk proses belajar mengajar menggunakan media teknologi informasi dan komunikasi yang berupa elearning. Hasil dari penelitian ini nantinya adalah sebuah aplikasi media pembelajaran dengan menggunakan Learning Manajemen Sistem (LMS) Moodle dimana pada proses pembelajarannya nanti diterapkan dengan model ASSURE.Kata Kunci : Belajar-mengajar, TIK, Elearning, Moodle, ASSUR
PENERAPAN METODE SAW PADA PENENTUAN SISWA KELAS UNGGULAN STUDI KASUS LEMBAGA PENDIDIKAN KRISNA COMPUTER
ABSTRACTIn order to motivate students to continue to excel, Krisna Computer Educational Institution Tutoring classifies students from those who are superior to those considered less, the aim is to evaluate student learning outcomes during each month and to encourage other students to be more active in learning activities. In classifying the student's ability, Krishna Computer still not using tools or methods to determine which eligible students are placed in classes featured. The process of calculating the value is still done manually, so it takes a relatively long time and the resulting assessment data is less accurate. To make it easier for the institution in selecting students, it is necessary to develop a Decision Support System for selecting superior class students based on a website using the Simple Additive Weighting (SAW) method. The SAW method was chosen because it was able to select the best alternative from a number of alternative options. This research was conducted by looking for the weight of each attribute, then ranking it. Based on the tests that have been carried out with the Blackbox Testing method and the final results obtained, the conclusion is that this system can be used as a tool in making decisions and makes it easy for the institution to determine which students deserve to enter the superior class compared to the manual method.Keywords: Decision Support System, Simple Additive Weighting (SAW), superior class.ABSTRAKDalam rangka memotivasi siswa-siswanya untuk terus berprestasi maka bimbingan belajar Lembaga Pendidikan Krisna Computer mengelompokkan siswa-siswanya dari yang unggul sampai yang dianggap kurang, tujuannya untuk mengevaluasi hasil belajar siswa selama tiap bulannya dan untuk memacu siswa lainnya agar lebih giat dan aktif dalam kegiatan belajar. Didalam pemilihan siswa masih belum menggunakan alat bantu atau metode yang digunakan untuk menentukan siswa mana yang layak masuk kelas unggulan, proses perhitungan nilainya pun masih dilakukan secara manual sehingga membutuhkan waktu yang relative lama dan data yang dihasilkan kurang akurat dalam penilaian. Untuk lebih memudahkan pihak lembaga dalam pemilihan siswa, maka dikembangkan sistem pendukung keputusan pemilihan siswa yang masuk kelas unggulan berbasis website menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW). Metode SAW dipilih karena mampu menyeleksi alternatif terbaik dari sejumlah alternatif. Penelitian ini dilakukan dengan mencari bobot pada setiap atribut, kemudian dilakukan perangkingan. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan dengan metode black box testing dan hasil akhir yang diperoleh simpulan bahwa sistem ini dapat digunakan sebagai alat bantu dalam mengambil keputusan dan memberikan kemudahan bagi pihak lembaga dalam menentukan siswa mana yang layak masuk kelas unggulan dibandingkan dengan cara manual.Kata Kunci : Sistem Pendukung Keputusan, Simple Additive Weighting (SAW), Kelas Unggula