E-Journal Universitas Dhyana Pura

E-Journal Universitas Dhyana Pura
Not a member yet
    3121 research outputs found

    Diferensiasi Pemasaran Produk Kopi Arabika UUP Catur Paramitha Melalui Packaging dan Branding dalam Menyasar Konsumen Milenial

    Get PDF
    ABSTRAKUUP Catur Paramitha merupakan unit usaha produktif dari Kelompok Tani Subak Abian Wana Sari Kenjung (AWSK), Desa Catur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali. Mitra usaha tersebut sudah menghasilkan kopi dengan kualitas tinggi sebanyak 1 ton per tahun, termasuk kopi Arabika specialty yang mengikuti standar produksi yang tinggi, di antaranya harus 95% petik basah, difermentasi, dikeringkan sampai kadar air sisa 12%. Yang menjadi masalah prioritas mitra adalah merek, label, dan kemasan yang masih tradisional atau “kurang updateâ€, sehingga masih sulit masuk ke pasar ritel atau kedai kopi high-end. Terutama bagi generasi Milenial, yang mengedepankan kemasan dan merek ketika membeli sesuatu, termasuk produk kopi. Tim Program Kreativitas Mahasiswa skema Penerapan Teknologi (PKM-T) Universitas Dhyana Pura berusaha menawarkan solusi atas permasalahan yang dihadapi mitra dengan melakukan pendampingan dalam hal packaging dan branding yang menyasar konsumen milenial. Adapun kemasan yang diterapkan adalah kemasan kopi dengan katup satu arah untuk menjaga kesegaran kopi dan mendiferensiaskannya dari produk olahan yang sudah ada. Di samping itu, labeling kopi dibuat lebih “kekinian†untuk menarik konsumen milenial. Merek yang digunakan juga merupakan sub-brand dari produksi kopi yang sudah ada, dengan memilih merek “Kopi Esa Loka†untuk mengedepankan makna bahwa produk kopi yang ditawarkan adalah single origin, serta untuk mengikuti tren penggunaan nama berbahasa Indonesia yang mudah dilafalkan oleh orang asing sekalipun. Di samping itu, tim PKM-T juga memperkenalkan produk olahan kopi cold brew sebagai salah satu alternatif pemasaran produk kopi yang sangat cocok untuk varietas Arabika terutama dari Kintamani sebagai produk kopi siap saji.Kata kunci : diferensiasi pemasaran, branding, packaging, kopi, single originABSTRACTUUP Catur Paramitha is the business extension of Subak Abian Wana Sari Kenjung (AWSK) farmers’ group in Catur Village, Kintamani Subdistrict, Bangli Regency, Bali. The co-op has been producing high quality coffee in the amount of one ton per annum, including high-quality Arabica specialty coffee produced with high standards including 95% wet picking, fermentation, and dried until 12% water content remains. The priority problem for the partner was the branding, packaging, and branding that are still not “up-to-dateâ€, making it difficult for the coffee producer to enter the specialty and high-end coffee markets. Particularly for young Millennials, that place high importance on the packaging and branding in their purchases, including coffee. A team of students and a lecturer from Universitas Dhyana Pura (PKM-T scheme) offered a solution for this partner in terms of developing packaging and branding that target Millennials. The packaging developed used one-way valve to maintain the freshness of the coffee and differentiates the new packaging from the established ones. The labelling developed was more “up-to-date†to attract younger consumers. The team and the partner developed a sub-brand of their existing “Jempolan†brand, aimed towards the young Millennials market with the name “Kopi Esa Loka.†This brand carries the meaning of single origin, but is easy to pronounce even by foreigners. In addition, the team also introduce itsUUP Paramitra partner with cold brew as a new product developed specifically for theMillennials market.Keywords: marketing, differentiation, branding, packaging, single origi

    COVER

    No full text
    COVE

    Isolasi dan Identifikasi Senyawa Aktif Antimakan Daun Nagasari (Calophyllum nagassarium Burm.f.) terhadap Larva Kepik (Epilachna sparsa)

    Get PDF
    ABSTRAKHama Epilachna sparsa merupakan salah satu hama tanaman yang merusak lapisanepidermis di bawah daun, sehingga dapat mengakibatkan jaringan daun rusak dan hanyatersisa kerangka. Hama tersebut dapat diminimalisir keberadaannya menggunakan ekstraktanaman yang memiliki nilai toksisitas yang tinggi, seperti tanaman nagasari. Oleh karena itu,dalam penelitian ini akan dicoba untuk mengisolasi dan mengidentifikasi senyawa aktifantimakan daun nagasari dengan metode maserasi 1000 g serbuk daun nagasari menghasilkan60 g ekstrak pekat etanol dengan aktivitas antimakan (27% pada 0,1% b/v). Partisi ekstrakpekat etanol menghasilkan 4,85 g ekstrak n-heksana (0,1% b/v sebesar 65%), 6 g ekstrak etilasetat (0,1% b/v sebesar 54%), 3 g ekstrak n-butanol (0,1% b/v sebesar 54%) dan 6,92 gekstrak air (0,1% b/v sebesar 41%). Pemisahan ekstrak n-heksana dengan kromatografi kolommenghasilkan 2 fraksi, yang mana fraksi 1 bersifat paling aktif antimakan dengan aktivitasantimakan (28% pada 100 ppm). Hasil analisis dengan GC-MS, fraksi 1 mengandung minimal7 senyawa, yaitu trans-Caryophyllene, alpha-Humulene (golongan sesquiterpen), asamHeksadekanoat metil ester (golongan asam lemak) serta senyawa dengan berat molekul 429,443, 448 dan 175.Kata Kunci: Calophyllum nagassarium Burm.f., antimakan, Epilachna sparsa.ABSTRACTEpilachna sparsa is one of the plant pests that damage the epidermis layer under theleaves, so it can lead to damaged leaf tissue and only remaining skeletal. These pests can beminimized by using plant extracts that have high toxicity values, such as nagasari plants.Therefore, in this study it will be attempted to isolate and identify the active compoundantifeedant leaf nagasari with maceration method 1000 g of nagasari leaf powder yields 60 g ofethanol concentrated extract with antifeedant activity (27% at 0,1% w/v). The concentratedextract partition of ethanol yielded 4,85 g of n-hexane extract (0,1% w/v of 65%), 6 g of ethylacetate extract (0,1% w/v by 54%), 3 g of n-butanol extract (0,1% w/v by 54%) and 6,92 g ofwater extract (0,1% w/v by 41%). Separation of n-hexane extracts by column chromatographyyielded 2 fractions, which fraction 1 was most antifeedant with activity (28% at 100 ppm). Theresults of analysis with GC-MS, fraction 1 contained at least 7 compounds such as trans-Caryophyllene, alpha-Humulene (sesquiterpen group), Hexadecanoeic acid methyl ester (fattyacid group) and molecular weight compounds 429, 443, 448 and 175.Keywords: Calophyllum nagassarium Burm.f., antifeedant, Epilachna sparsa

    Efektivitas Pemberian Pupuk Organik Cair Daun Kelor Kombinasi Air Kelapa Terhadap Pertumbuhan Anggrek Blue Planet (Dendrobium sp.)

    Get PDF
    ABSTRAKPupuk organik cair adalah salah satu bahan tambahan yang dapat mencukupi unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman. POC dapat dibuat dari bahan organik diantaranya yaitu daun kelor dan air kelapa. Penggunaan bahan organik tersebut dapat memaksimalkan mannfaat dari daun kelor dan air kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan POC daun kelor kombinasi air kelapa terhadap anggrek Blue planet (Dendrobium sp.) dengan konsentrasi yang berbeda. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan rancangan acak lengkap. Dengan konsentrasi POC daun kelor 40%, 50% dan 60%. Penelitian ini dilakukan dengan tiga kali ulangan dan diperoleh data dengan pengamatan selama 2 bulan penelitian. Data dianalisis dengan menggunakan SPSS 16.0 dengan uji Anova dapat diketahui bahwa pemberian POC daun kelor kombinasi air kelapa dengan konsentrasi yang berbeda memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap jumlah muncul akar dengan nilai rata-rata 19 pada konsentrasi 60% POC, dan panjang batang dengan nilai rata-rata 6 cm pada konsentrasi 60% . Dalam perlakuan POC daun kelor kombinasi air kelapa juga memberikan pengaruh berbeda tidak nyata terhadap variabel hari muncul akar, hari muncul tunas, jumlah tunas, hari muncul kuncup, jumlah kuncup dan panjang tangkai kuncup.Kata Kunci: Pertumbuhan, POC Daun Kelor, Anggrek Blue Planet (Dendrobium sp.)ABSTRACTLiquid organic fertilizer is one of the additional ingredients that can meet the nutrients needed by plants. POC can be made from organic materials such as Moringa leaves and coconut water. The use of organic materials can maximize the benefits of Moringa leaves and coconut water. This study aims to determine the effect of the use of POC Moringa leaf combination of coconut water on Blue planet (Dendrobium sp.) Orchids with different concentrations. The research method used was an experiment with a completely randomized design. With POC concentration of Moringa leaves 40%, 50% and 60%. This research was conducted with three replications and obtained data by observation for 2 months of the study. Data were analyzed using SPSS with the Anova test, it can be seen that the POC application of Moringa leaf combination with coconut water with different concentrations had a significantly different effect on the number of emergent roots with an average value of 19 at a concentration of 60% POC, and stem length with an average value 6 cm at a concentration of 60%. In the treatment of POC Moringa leaves a combination of coconut water also had a significant effect on the variable days did not appear roots, days appeared buds, number of shoots, days appeared buds, number of buds and the length of buds.Keywords: Growth, Moringa leaf POC, Blue planet Orchid (Dendrobium sp

    ADJEKTIVA YANG MENYATAKAN MAKNA ‘MENTAL’ DALAM BAHASA BALI

    Get PDF
    ABSTRAKPenelitian ini menggunakan pendekatan semantik untuk memberikan gambaranperbendaharaan konsep makna adjektiva dalam bahasa Bali. Masalah yang dibahas dalampenelitian ini adalah adjektiva yang menyatakan makna ‘mental’ dalam Bahasa Bali, yangmencakupi dua aspek, yaitu: (1) adjektiva yang menyatakan makna ‘suasana hati’ dan (2)adjektiva yang menyatakan makna ‘suasana pikiran’. Penelitian ini bertujuan memerikanadjektiva yang menyatakan makna ‘mental’ dalam Bahasa Bali. Dalam pengumpulan datadigunakan metode simak, dibantu dengan teknik pengartuan dan catat. Langkah berikutnyaadalah analisis data, menggunakan metode deskriptif sinkronis, dibantu dengan teknik analisiskomponen. Tahap selanjutnya adalah penyajian hasil analisis data, menggunakan metodeformal dan informal, dibantu dengan teknik induktif dan teknik deduktif. Berdasarkan hasilpembahasan, adjektiva yang menyatakan makna ‘mental’ dalam bahasa Bali memiliki 34leksem. Leksem tersebut terbagi dalam dua kelompok, yaitu 27 leksem yang menyatakanmakna ‘suasana hati’ dan 7 leksem yang menyatakan makna ‘suasana pikiran’. Leksem yangmenyatakan makna suasana hati dapat dibagi lagi menjadi dua, yaitu 10 leksem yangmenyatakan makna ‘suasana hati positif’ dan 17 leksem yang menyatakan makna ‘suasanahati negatif. Selanjutnya, tujuh leksem yang menyatakan makna ‘suasana pikiran’juga dapatdibagi menjadi dua, yaitu 2 leksem yang menyatakan makna ‘suasana pikiran positif’ dan 5leksem yang menyatakan makna ‘suasana pikiran negatif’.Kata Kunci: adjektiva, menyatakan makna ‘mental’, bahasa BaliABSTRACTThis study uses a semantic approach to provide an overview of the vocabulary of the conceptof adjective meaning in Balinese. The problems discussed in this study are adjectives thatexpress the meaning of 'mental' in Balinese, which includes two aspects, namely: (1) adjectivesthat express the meaning of 'mood' and (2) adjectives that express the meaning of 'state ofmind'. This study aims to describe adjectives that express the meaning of 'mental' in Balinese.In collecting data, the listening method was used, assisted by the technique of writing on cardsand taking notes. The next step is data analysis, using synchronous descriptive methods,assisted by component analysis techniques. The next stage is the presentation of the results ofdata analysis, using formal and informal methods, assisted by inductive and deductivetechniques. Based on the results of the discussion, adjectives that express the meaning of'mental' in Balinese have 34 lexemes. The lexemes are divided into two groups, namely 27lexemes which express the meaning of 'mood' and 7 lexemes which express the meaning of'state of mind'. The lexemes that state the meaning of mood can be further divided into two,namely 10 lexemes that state the meaning of 'positive mood' and 17 lexemes that state themeaning of 'negative mood'. Furthermore, 7 lexemes that state the meaning of 'state of mind'can also be divided into two, namely 2 lexemes that state the meaning of 'positive state of mind'and 5 lexemes that express the meaning of 'negative state of mind'.Keywords: adjective, express the meaning of 'mental', Balinese languag

    Perancangan Sistem Informasi Hak Cipta Berbasis Web Pada LPPM Universitas Dhyana Pura

    No full text
    ABSTRAKPenelitian ini berfokus kepada perancangan sistem sistem informasi hak cipta pada LPPM Universitas Dhyana Pura. LPPM adalah salah satu lembaga atau biro yang ada di Universitas Dhyana Pura yang memiliki beberapa kegiatan yang meliputi pengelolaan Hak Kekayaan Intelektual ( HKI) salah satunya Hak Cipta. Pihak LPPM masih belum sepenuhnya memanfaatkan teknologi informasi sehingga menimbulkan beberapa permasalah. Permasalahan tersebut antara lain proses permohonan hak cipta yang masih dilakukan secara manual, tidak adanya histori permohonan, dan tidak adanya proses penilaian. Rancangan sistem informasi ini dapat menjadi solusi untuk masalah ini. Perancangan sistem ini dibuat untuk membuat proses pengelolaan Hak Kekayaan Intelektual menjadi lebih efektif dan efisien. Perancangan sistem ini menggunakan metode pengumpulan data yang kemudian berlanjut kearah penggambaran Diagram Konteks, DFD, ERD dan Rancangan Desain dari sistem ini. Hasil rancangan awal ini dapat digunakan sebagai blueprint dalam pengembangan dalam pembuatan perangkat lunak sistem informasi hak cipta pada LPPM Universitas Dhyana Pura dimasa depan.Kata kunci: Perancangan, DFD, ERD hak cipta, sistem informasi

    PENERAPAN METODE PELATIHAN PLIOMETRIK DALAM MENINGKATKAN DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI (STUDI META ANALISIS)

    No full text
    ABSTRAKOlahraga merupakan suatu aktivitas fisik dan rohani yang tidak dapat terpisahkan dengankehidupan manusia di abad ini. Pelatihan pliometrik suatu bentuk latihan peningkatkan komponendaya ledak otot. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan daya ledak otot tungkai,dengan metode latihan pliometrik. Dengan metode meta-analisis dengan penelusuran penelitianyang dipublikasikan dalam rentang tahun 2014-2020. Dengan desain penelitian eksperimen.Penentuan model dilakukan dengan melihat nilai varian, bila nilai p uji heterogen >0,05 atau I2 kecilmaka penentuan model dengan fixed effect, bila nilai p uji heterogen <0,05 atau I 2 besar makapenentuan model berdasarkan random effect model pada database Google Scholar, dan jurnal-jurnalterakriditasi sinta. Data dianalisis dengan menggunakan perangkat lunak JASP versi 12.0.Hasil:Secara keseluruhan diperoleh 150 buah studi mengenai pelatihan daya ledak dengan penerapanmetode pelatihan pliometrik, dan hanya artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi yangdiikutsertakan sebagai sampel dalam penelitian meta-analisis ini. Ukuran efek yang digunakanadalah model fixed effect. Hasil efek gabungan memperlihatkan bahwa varian antara penelitianhomogen nilai p=0.311 >0.05 dengan nilai taraf signifikan p = 0.001 ≤0,05. Simpulan: Dari hasilmeta-analisis pada pelatihan dengan metode pelatihan pliometrik untukmeningkatkan daya ledakotot tungkai. Dimana dapat dibuktikan nilai effect size gabungan dari meta analisis sebesar 1.30( efek yang sangat tinggi) berada pada rentang nilai 1.10 < effect size ≤ 1.45 dan nilai p sebesar0,001 ≤ 0,05. Ini membuktikan bahwa metode pelatihan pliometrik meningkatkan daya ledak otottungkai secara signifikan.Kata kunci: Daya ledak, metode pliometrik, otot, pelatihan

    THE USE OF MOBILE -ASSISTED LANGUAGE LEARNING IN EFL TEACHING AND LEARNING: PRACTICES AND READINESS

    No full text
    ABSTRACTThe aims of this study; a) to find out how EFL students and teachers use their smart devices and b) to find out the students' readiness of using Mobile Assisted Language Learning (MALL). This study to widespread use of mobile phones and portable devices it is inevitable to think of Mobile Assisted Language Learning as a means of independent learning in Higher Education. In Mobile Learning, devices like smartphones, iPod, tablet, laptop, iPad are implemented to scaffold language learning. This paper focuses on the classification of mobile apps based on primary, secondary and tertiary learners. This research uses descriptive method that aims to describe all responses given by students through given a list of questions. These studies also discussed the design, method, theory and pedagogical features that underpin the current mobile apps. Since these apps are developed to enhance the language skills of the learners, emphasis should be primarily made on the acquisition of language skills such as listening, speaking, reading and writing skills through mobile technology. Thus, the finding showed that the students have positive attitude toward MALL. All the students have smartphone to support the educational purposes inside and outside classroom.Keywords: Mobile assisted language learning (MALL), Primary, secondary and tertiary learners

    IDENTIFIKASI KOMPONEN FLAVONOID EKSTRAK KULIT LIMAU Citrus amblycarpa (HASSK) OCHSE MENGGUNAKAN THIN LAYER CHROMATOGRAPHY

    No full text
    ABSTRAKKandungan flavonoid yang terkandung pada varietas jeruk dapat berfungsi sebagai antioksidan yang mampu melindungi tubuh dari stress oksidatif yang menyebabkan terjadinya penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komponen flavonoid yang terkandung pada ekstrak kulit limau. Kulit limau yang telah dikeringkan, diekstraksi dengan perebusan dalam 100 ml air selama 7 menit. Identifikasi komponen flavonoid pada ekstrak kulit limau dilakukan dengan menggunakan Thin Layer Chromatography (TLC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit limau mengandung kuersetin dan rutin yang merupakan golongan flavonoid. Ekstrak kulit limau berpotensi digunakan sebagai sumber antioksidan alami.Kata kunci: ekstrak kulit limau, flavonoid, thin Layer Chromatograph

    IMPLEMENTASI ALGORITMA C4.5 DAN K-MEANS PADA DIAGNOSIS PENYAKIT GINJAL KRONIS

    Get PDF
    ABSTRACTThe kidneys function to maintain the stability of the body by regulating the balance of electrolytes, body fluids and expenditure of metabolic products. Chronic kidney disease is a form of kidney disorder. This disease is a deadly disease, but it can be avoided with proper precautions. The prevalence of chronic kidney disease is increasing as a person ages. Classification technique is one technique that can be used in diagnosing chronic kidney disease. One of the machine learning algorithms that can be used for classification is the C4.5 algorithm. The C4.5 algorithm is one of the algorithms that can be used in the decision tree method (decision tree). The C4.5 algorithm can only use categorical data, so data of numerical type needs to be discretized. K-Means Clustering is one method that can be used in data discretization. Elbow method is used in determining the optimal number of k on K-Means by comparing the SSE value of each number of k. System testing was carried out using the confusion matrix and the values of accuracy, recall and precision were 97.92%, 94.44% and 100%.Keywords : Chronic Kidney Disease, Classification, C4.5, K-means, Discretization of Data, Elbow Method.ABSTRAKGinjal berfungsi untuk mempertahankan stabilitas tubuh dengan mengatur keseimbangan elektrolit, cairan tubuh dan pengeluaran hasil metabolisme. Penyakit ginjal kronis adalah salah satu bentuk gangguan pada ginjal. Penyakit ini merupakan penyakit yang mematikan, namun hal ini dapat dihindari dengan tindakan pencegahan yang tepat. Prevalensi penyakit ginjal kronis menjadi kian meningkat, seiring dengan bertambahnya umur seseorang. Teknik klasifikasi merupakan salah satu teknik yang dapat digunakan dalam mendiagnosis penyakit ginjal kronis. Salah satu algoritma machine learning yang dapat digunakan untuk klasifikasi adalah algoritma C4.5. Algoritma C4.5 adalah salah satu algoritma yang dapat digunakan dalam metode decision tree (pohon keputusan). Algoritma C4.5 hanya dapat menggunakan data kategorikal, sehingga data yang bertipe numerikal perlu dilakukan diskritisasi data. K-Means Clustering merupakan salah satu metode yang dapat digunakan dalam diskritisasi data. Metode elbow digunakan dalam penentuan jumlah k optimal pada K-Means dengan membandingkan nilai SSE masing-masing jumlah k. Pengujian sistem dilakukan dengan menggunakan confusion matrix dan didapatkan nilai accuracy, recall dan precision yaitu 97.92%, 94.44% dan 100%.Kata Kunci : Penyakit Ginjal Kronis, Klasifikasi, C4.5, K-Means, Diskritisasi Data, Metode Elbo

    866

    full texts

    3,121

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Universitas Dhyana Pura is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage E-Journal Universitas Dhyana Pura? Access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard!