E-Journal Universitas Dhyana Pura

E-Journal Universitas Dhyana Pura
Not a member yet
    3121 research outputs found

    PEMAKAIAN GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEM UNTUK PEMETAAN EMISI GAS RUMAH KACA SEKTOR LIMBAH DI KABUPATEN KARANGASEM

    Get PDF
    ABSTRACTWaste production increases with the increase in population, urbanization rate and people’s income. Solid waste is a contributor to greenhouse gas (GHG) emissions which can cause global warming. At the Conference of Parties 25 (COP 25) in Madrid 2019, the Indonesian government is still commited to reducing GHG emissions and working to reduce/limit the increase in temperature below 1.50C. Karangasem regency is an area located in the eastern part of Bali Island, which administratively is one of the regency in Bali Province. The population of Karangasem regency in 2018 based on results of population registration was 414,800 people. The population is spread across 8 sub-districs with the population growth rate in Karangasem averaging 0.88% per year. The distribution of the population will be directly proportional to the distribution of solid waste produced. The method for calculating municipal solid waste will be carried out using the First Order Decay method contained in the IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change) Guidelines. From the calculation results, GHG emission have been obtained in each sub-district in Karangasem regency. Total GHG emission in 2019 amounted to 11,764 tonnes of CO2-e. Mapping the area in Karangasem district to determine the amount of waste produced by each district is deemed necessary as a mitigation effort to be implemented. In this study, a mapping of each sub-district was carried out on the basis of Geographical Information System (GIS). It is necessary to carry out a GHG inventory at the district level, to determine how much GHG emission are generated from the waste sector. After the GHG emission in known, a mapping of each sub-district will be made to determine the level of emission produced, so that this GHG emission reduction mitigation action will focus more on the sub-districts that produce the most emission first followed by other sub-districts.Keywords: Waste, GHG Inventory, First Order Decay, Geographic Information System.ABSTRAKProduksi limbah meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk, tingkat urbanisasi dan pendapatan masyarakat. Sampah merupakan salah satu penyumbang emisi gas rumah kaca (GRK) yang dapat menyebabkan adanya pemanasan global (global warming). Pada Conference of Parties 25 (COP 25) di Madrid tahun 2019, pemerintah Indonesia masih berkomitmen untuk dapat menurunkan emisi gas rumah kaca dan berupaya untuk mengurangi/membatasi peningkatan suhu dibawah 1,50C. Kabupaten Karangasem, merupakan daerah yang berada di belahan timur Pulau Bali, yang secara administratif merupakan salah satu kabupaten dalam wilayah Provinsi Bali. Jumlah penduduk Kabupaten Karangasem pada tahun 2018 berdasarkan hasil registrasi penduduk adalah 414.800 jiwa. Jumlah penduduk tersebut tersebar dalam 8 kecamatan dengan angka pertambahan penduduk di Karangasem rata-rata 0,88% per tahun. Sebaran jumlah penduduk akan berbanding lurus dengan sebaran limbah padat yang dihasilkan. Metode penghitungan limbah padat kota akan dilakukan dengan menggunakan metode First Order Decay yang terdapat pada IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change) Guidelines. Dari hasil perhitungan telah didapatkan emisi GRK di tiap-tiap kecamatan yang ada di Kabupaten Karangasem. Total emisi GRK pada tahun 2019 yaitu sebesar 11.764 ton CO2-e. Pemetaan wilayah di kabupaten392 Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer, Volume 6, Nomor 3, Oktober 2020Karangasem untuk mengetahui jumlah sampah yang dihasilkan tiap kecamatan dipandang perlu dilaksanakan sebagai upaya mitigasi yang akan dilaksanakan. Pada penelitian ini dilaksanakan pemetaan tiap-tiap kecamatan dengan basis Sistem Informasi Geografis (SIG). Inventarisasi GRK di tingkat kabupaten ini perlu dilakukan, untuk mengetahui sampai berapa besar emisi GRK yang dihasilkan dari sektor limbah tersebut. Setelah emisi GRK sudah diketahui, maka akan dibuat sebuah pemetaan tiap-tiap kecamatan untuk mengetahui tingkat emisi yang dihasilkan, sehingga aksi mitigasi penurunan emisi GRK ini akan lebih fokus pada kecamatan-kecamatan yang menghasilkan emisi paling besar terlebih dahulu dilanjutkan dengan kecamatan yang lainnya.Kata Kunci : Limbah, Inventarisasi GRK, First Order Decay, Sistem Informasi Geografis

    IDENTIFIKASI KECOCOKAN MOTIF TENUN SONGKET KHAS JEMBRANA DENGAN METODE MANHATTAN DISTANCE

    Get PDF
    ABSTRACTSongket weaving is spread in several regions in Indonesia with different patterns, motifs and characteristics, one of which is Jembrana songket. Jembrana Songket has a distinctive characteristic that is to put forward the original style of Jembrana. As one of the ikat weaving crafts that has unique motifs, many people do not know what Jembrana ikat motifs are like. Besides that, currently there are many songket woven motifs on the market that have similarities to Jembrana songket weaving motifs, making it difficult to distinguish them for the layman. This study tries to identify the suitability of Jembrana typical songket motifs using image pattern recognition models using the manhattan distance method. There are several processes in identifying the matching Jembrana songket weaving motifs with the manhattan distance method, namely: the process of taking an image, the training process, the process of identification, and the process of displaying the results identification. In this application there are several menus, namely the menu of adding songket data to input training data and the menu introduction to songket to identify the suitability of the motif. Testing the accuracy of the system that is made to get results of 88% with the number of True Positive as many as 43 data, as many as 45 True Negative data, as many as 8 False Positive data, and as many as 4 False Negative data.Keywords: Leave, Lecturer, Education Staff, Application.ABSTRAKTenun songket tersebar pada beberapa daerah di Indonesia dengan corak, motif dan ciri yang berbeda-beda salah satunya adalah songket Jembrana. Songket Jembrana memiliki karakteristik khas yaitu mengedepankan corak asli Jembrana. Sebagai salah satu kerajinan tenun ikat yang memiliki motif khas, banyak orang yang belum mengetahui seperti apa motif tenun ikat Jembrana ini. Disamping itu, saat ini banyak motif tenun songket yang beredar di pasaran memiliki kemiripan dengan motif tenun songket Jembrana sehingga sulit membedakannya bagi masyarakat awam. Penelitian ini mencoba mengidentifikasi kecocokan motif songket khas Jembrana menggunakan model pengenalan pola citra menggunakan metode manhattan distance Terdapat beberapa proses dalam identifikasi kococokan motif tenun songket khas Jembrana dengan metode manhattan distance, yaitu : proses pengambilan citra, proses training, proses identifikasi, dan proses menampilkan hasil identifikasi. Dalam aplikasi ini terdapat beberapa menu yaitu menu penambahan data songket untuk menginputkan data training dan menu pengenalan songket untuk identifikasi kecocokan motif. Pengujian akurasi terhadap sistem yang dibuat mendapatkan hasil sebesar 88% dengan jumlah True Positive sebanyak 43 data, True Negative sebanyak 45 data, False Positif sebanyak 8 data, dan False Negatif sebanyak 4 data.Kata Kunci : Image Processing, Manhattan Distance, Songket Jembran

    RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI BERBASIS WEBSITE PADA PERUSAHAAN BIMBINGAN BELAJAR (STUDI KASUS: BALISTUNG PANJER)

    Get PDF
    ABSTRACTThe development of information technology which is increasing nowadays has influence various aspects of life, especially in the company operation. At this time, most companies have implemented information systems in carrying out their business activities such as implementing accounting information systems that can help to simplify their work. Currently, Balistung Panjer still carries out all of the company activities manually start from the process of cash receipts, cash disbursements, student’s data processing, supplies, employee payrolls, and has no financial reports. This study aims to: (1) assist the administrator in processing student’s data and supplies; (2) simplify to make the transaction summary; (3) simplify the company leaders to calculate employee salaries; (4) implement the accounting information systems in assisting financial reporting activities in Balistung Panjer. This website-based accounting information system is designed by using DFD and ERD as system design tools, MySQL database, PHP programming language, and Laravel framework. This study used a qualitative approach and the method was interviewing related parties. Meanwhile, the system development method used to design accounting information systems is the Extreme Programming (XP) method. The data collection techniques used were observations and interviews with the owner of the company, Mr. A.A. Gede Putra Partanta, ST. With Ms. Larasati Anggraeni as 1st Administrator and Ms. Ari as 2nd Administrator, as well. Based on the research conducted, it can be conclude that the accounting information system designed can be implemented to help administrators’ performance, especially in processing corporate financial data.Keywords: Accounting Information Systems, Tutoring, Website, Extreme Programming (XP)ABSTRAKPerkembangan teknologi informasi yang semakin meningkat pada saat ini memberikan pengaruh terhadap berbagai aspek di kehidupan terutama terhadap pengoperasian suatu perusahaan. Pada saat ini sebagian besar perusahaan sudah menerapkan sistem informasi dalam menjalankan aktivitas bisnisnya seperti menerapkan sistem informasi akuntansi yang dapat membantu mempermudah pekerjaan dalam perusahaan. Saat ini Balistung masih melakukan segala kegiatan perusahaan secara manual dari proses penerimaan kas, pengeluaran kas, proses pengolahan data siswa, persediaan, penggajian karyawan hingga tidak adanya laporan keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) membantu admin dalam melakukan pengolahan data siswa dan persediaan; (2) mempermudah dalam membuat rekapan transaksi; (3) mempermudah pimpinan perusahaan dalam melakukan perhitungan gaji karyawan; (4) dapat mengimplementasi sistem informasi akuntansi dalam membantu kegiatan pembuatan laporan keuangan pada Balistung Panjer. Sistem informasi akuntansi berbasis website ini dirancang menggunakan DFD dan ERD sebagai tools perancangan sistem, database MySQL, bahasa pemrograman PHP, dan framework Laravel.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode wawancara kepada pihak yang terkait. Sedangkan, metode pengembangan sistem yang digunakan untuk merancang sistem informasi akuntansi adalah metode Extreme Programming (XP). Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi dan wawancara yang dilakukan dengan pemilik perusahaan Bapak A.A. Gede Putra Partanta, ST. dan kepada Ibu Larasati Anggraeni sebagai Admin 1 serta Ibu Ari sebagai Admin 2. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, didapatkan kesimpulan bahwa sistem informasiakuntansi yang dirancang dapat diimplementasikan untuk membantu kinerja admin terutama padapengolahan data keuangan perusahaan.Kata Kunci : Sistem Informasi Akuntansi, Bimbingan Belajar, Website, Extreme Programming (XP

    RANCANG BANGUN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENERIMA BEASISWA DENGAN METODE PROFILE MATCHING

    Get PDF
    ABSTRACTThe purpose of this research is to produce a decision support system for determining scholarship recipients in order to make it easier for SD No 2 Tuban to process data for scholarship recipients and as a tool to accelerate the decision-making process. This research needs to be made because SD No. 2 Tuban needs a system or tools that can speed up the calculation process on each criterion or aspect used to select outstanding scholarships and underprivileged scholarships. Researchers use the Profile Matching method in making a decision support system for determining scholarship recipients. Profile Matching method is a process of comparing the ideal value of the criteria with the profile value which is expected to know the difference in competence called GAP. The smaller the resulting GAP, the greater the weight value. The conclusions obtained from testing the accuracy of the results of the GAP value, the weight results, and the final value of the calculation using the profile matching method, the system developed can provide results that are in accordance with manual calculations. In addition to testing the accuracy of the developed decision support system, it was also tested using the blackbox testing method, and the test results showed that all the features of the developed system could run well according to the test scenario that had been made.Keywords: Scholarship, Decision Support System, Profile Maching.ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan sistem pendukung keputusan untuk penentuan penerima beasiswa agar mempermudah pihak SD No 2 Tuban dalam mengolah data siswa penerima beasiswa dan sebagai alat bantu untuk mempercepat proses pegambilan keputusan. Penelitian ini perlu di buat karena pihak SD No 2 Tuban membutuhkan sistem atau alat bantu yang dapat mempercepat proses perhitungan pada setiap kriteria atau aspek yang digunakan untuk melakukan seleksi beasiswa berprestasi dan beasiswa kurang mampu. Peneliti menggunakan metode Profile Matching dalam pembuatan sistem pendukung keputusan penentuan penerima beasiswa. Metode Profile Matching merupakan proses membandingkan antara nilai ideal kriteria dengan nilai profile yang diharapkan dapat diketahui perbedaan kompetensinya disebut GAP. Semakin kecil GAP yang dihasilkan maka bobot nilainya semakin besar. Kesimpulan yang di dapat dari pengujian akurasi hasil nilai GAP, hasil bobot, dan nilai akhir perhitungan menggunakan metode profile matching, sistem yang dikembangkan bisa memberikan hasil yang sesuai dengan perhitungan manual. Selain menguji akurasi sistem pendukung keputusan yang dikembangkan juga diuji menggunakan metode blackbox testing, dan hasil pengujian menunjukan bahwa semua fitur sistem yang dikembangkan bisa berjalan dengan baik sesuai dengan skenario pengujian yang telah dibuat.Kata Kunci : Beasiswa, Sistem Pendukung Keputusan, Profile Matching

    ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENJUALAN BARANG KERAJINAN TAS TRADISIONAL BALI MENGGUNAKAN METODE PIECES

    Get PDF
    ABSTRACTTraditional handicrafts are items of high economic value, therefore many people buy traditional handicraft items and even collect them, Betek is one of the traditional handicraft items which is a characteristic of Bali, more precisely in the Banjar Sega area, Bunutan Village, Abang, Karangasem . Bunutan Village, Abang, Karangasem is a village where the handicrafts of Betek bags are produced which are initially less economically valuable, but after being given a new design touch, both in terms of size and decoration, in the form of ornaments with aesthetic values that are modern and function multipurpose and can be used as women's bags which seems environmentally friendly and has a higher prestige value and is very authentic and has a different artistic power in terms of social aesthetics.In the sales process, the sale of Betek bags is still traditional and there is no technological touch in the form of system design and interface design of computer-based applications, in the current sales process, errors often occur in the process of recording item codes and prices, besides notes Sales notes are also not well managed due to a poor filing system, starting from the sales transaction process, the process of calculating revenue, data collection of goods prices, to inventory data which are still managed manually which is only recorded on paper or books, and sometimes only using estimate. This makes the quality of the information obtained is not optimal, less efficient and of course the possibility of misinformation is quite large.Because of these problems, the author will conduct research in the form of analyzing existing problems, then designing a sales information system model that is in accordance with the situation and conditions and finally designing an application prototype which is an implementation of the system to be built. This research was conducted with the aim of designing a sales information system model and ordering Betek bag crafts, the research design used was the PIECES method approach, with system development tools in the form of flowcharts, context diagrams, DFD, and database design tools proposed in the form of ERD and design input and design prototype output so that in the future this information system model can be a reference for building a sales application that will be used by Betekk bag craftsmen in Banjar Sega, Bunutan Village, Abang, Karangasem.Keywords: Betek, PIECES, prototype, information system.ABSTRAKBarang kerajinan tradisional merupakan barang yang bernilai ekonomis tinggi, oleh karena itu banyak orang yang membeli barang kerajinan tradisional bahkan mengoleksinya, Betek adalah salah satu barang kerajinan tradisional yang merupakan ciri khas dari Bali, lebih tepatnya di daerah Banjar Sega, Desa Bunutan, Abang, Karangasem. Desa Bunutan, Abang, Karangasem merupakan desa tempat memproduksi kerajinan tas betek yang awalnya kurang bernilai ekonomis, namun setelah diberikan sentuhan desain yang baru, baik dari segi ukuran maupun hiasan berupa ornament yang bernilai estetika yang bernuansa modern dan berfungsi multiguna dan bisa digunakan sebagai tas wanita yang terkesan ramah lingkungan dan mempunyai nilai gengsi yang lebih tinggi dan sifatnya sangat authentic serta memiliki daya seni yang berbeda dari segi estetika sosialnya. Dalam proses penjualannya, penjualan tas betek masih tradisional dan belum ada sentuhan teknologi yang berupa perancangan sistem dan perancangan antarmuka dari aplikasi berbasis komputer, dalam proses penjualannya saat ini, seringkali terjadi kesalahan-kesalahan dalam proses pencatatan kode barang dan harga barang, selain itu nota-nota penjualan juga tidak dikelola dengan baik oleh karena sistem pengarsipan yang kurang baik, mulai dari proses transaksi penjualan, proses perhitungan pendapatan, pendataan harga barang, hingga data persediaan barang juga masih dikelola dengan cara manual yang hanya dicatat dikertas atau buku, dan terkadang hanya menggunakan perkiraan. Hal ini membuat kualitas informasi yang didapatkan tidak maksimal, kurang efisien dan tentunya kemungkinan terjadinya kesalahan informasi cukup besar. Oleh karena permasalahan tersebut, penulis akan melakukan penelitian yang berupa analisa permasalahan yang ada, kemudian merancang sebuah model sistem informasi penjualan yang sesuai dengan situasi dan kondisi dan terakhir adalah merancang prototype aplikasi yang merupakan implementasi dari sistem yang akan dibangun. Penelitian ini dilakukan yang bertujuan untuk mendesain sebuah model sistem informasi penjualan dan pemesanan kerajinan tas betek, desain penelitian yang digunakan yaitu dengan pendekatan metode PIECES, dengan alat bantu pengembangan sistem berupa flowchart, diagram konteks, DFD, dan alat perancangan database yang diusulkan berupa ERD serta perancangan input dan prototype perancangan outputnya sehingga kedepannya model sistem informasi ini dapat menjadi referensi untuk membangun sebuah aplikasi penjualan yang akan digunakan oleh para pengrajin tas Betekk di Banjar Sega, Desa Bunutan, Abang, Karangasem.Kata kunci : Betek, PIECES, prototype, sistem informas

    PEMBERIAN KEGIATAN BERMAIN KOLASE MENINGKATKAN KOORDINASI MATA DAN TANGAN PADA ANAK DI TK PRADNYANDARI I KEROBOKAN, KUTA UTARA, KABUPATEN BADUNG, BALI

    Get PDF
    Pertumbuhan dan perkembangan pada masa kanak – kanak yaitu pada usia 5 sampai dengan 6 tahun sangat pesat, dimana anak mampu mengkoordinasikan gerakan mata dan tangan dengan baik. Untuk meningkatkan koordinasi mata dan tangan perlu diberikan stimulasi, salah satu stimulasi yang dapat diberikan pada anak usia 5 sampai dengan 6 tahun adalah dengan bermain kolase. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemberian kegiatan bermain kolase dapat meningkatkan koordinasi mata dan tangan pada anak di TK Pradnyandari I Kerobokan, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali. Rancangan penelitian pada penelitian ini adalah pre eksprerimental dengan One Group Pretest – Posttest Design. Lokasi penelitian bertempat di TK Pradnyandari I Kerobokan, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali dengan waktu penelitian selama 3 minggu. Sampel penelitian ini berjumlah 30 orang anak usia 5 sampai dengan 6 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan uji statistik paired samples t-test diperoleh nilai p sebesar 0,001 dengan tingkat kemaknaan

    SKRINING HIPERTENSI DENGAN ALAT UKUR SPHYGMOMANOMETER SEBAGAI BAKU EMAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS UBUD I

    Get PDF
    Latar belakang: Jumlah penderita hipertensi di wilayah Puskesmas Ubud I menunjukkan peningkatan kasus. Hipertensi menempati urutan pertama dengan proporsi 23% dari sepuluh pola penyakit terbanyak. Salah satu cara untuk mengetahui secara dini penderita hipertensi yaitu dengan dilakukan skrining. Metode: Sasaran skrining adalah penduduk di wilayah kerja Puskesmas Ubud I berusia >40 tahun yang berobat ke poliklinik rawat jalan puskesmas selama 1 bulan. Alat ukur menggunakan kuesioner dengan pertanyaan gejala klinis untuk menegakkan diagnosa hipertensi sedangkan baku emas menggunakan Sphygmomanometer air raksa. Dinyatakan hipertensi bila sistolik ≥140 mmHg dan atau diastolik ≥90 mmHg. Hasil: Dari 79 responden 86% terdiagnosa hipertensi, dimana 40% berusia >65 tahun, 75% berjenis kelamin perempuan dan 31% bekerja sebagai IRT. Alat skrining dengan keluhan pusing-pusing mempunyai sensitivitas 99% dan spesivisitas 73% dengan PPV 96% dan NPV 89%. Keluhan sakit kepala mempunyai sensitivitas 90% dan spesivisitas 100% dengan PPV 100% dan NPV 61%. Kombinasi gejala pusing-pusing+sakit kepala mempunyai sensitivitas 76% dan spesivisitas 82% dengan PPV 96% dan NPV 36%. Kesimpulan: Proporsi responden yang terdiagnosa hipertensi di Puskesmas Ubud I masih tinggi. Gejala klinis responden dengan pusing-pusing, sakit kepala atau kombinasi keduanya dianggap layak untuk mendiagnosis dini kejadian hipertensi. Diharapkan masyarakat yang merasakan keluhan tersebut segera memeriksakan tekanan darah sedini mungkin. Kata kunci: Hipertensi, Puskesmas Ubud I, Skrining, Sphygmomanomete

    HUBUNGAN POLA ASUH IBU DAN POLA KONSUMSI DENGAN TUMBUH KEMBANG ANAK USIA 3-5 TAHUN

    Get PDF
    Tumbuh kembang anak merupakan suatu proses yang bersifat kontinu dimulai sejak dalam kandungan sampai dewasa. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak yaitu pengasuhan ibu, pola konsumsi, pendapatan orangtua, pendidikan orangtua, pengetahuan gizi, sikap gizi, perilaku gizi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola asuh ibu dan pola konsumsi terhadap tumbuh kembang anak usia 3-5 tahun di Kabupaten Badung Bali dan Kabupaten Ngada NTT Flores. Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan penelitian rancangan cross sectional. Penelitian ini dilakukan secara online dengan menyebarkan link kepada ibu yang memiliki anak usia 3-5 tahun di Kabupaten Badung Bali dan Kabupaten Ngada NTT Flores. Teknik analisis data menggunakan uji chi-square. Berdasarkan hasil analisis statistik dengan menggunakan uji chi-square, pola asuh ibu diperoleh nilai p sebesar 0,095> 0,05 dan pola konsumsi diperoleh nilai p sebesar 0,152> 0,05 ada hubungan antara pola asuh ibu dan pola konsumsi terhadap tumbuh kembang anak usia 3-5 tahun di Kabupaten Badung Bali dan Kabupaten Ngada NTT Flores. Kata Kunci : hubungan, pola asuh ibu, pola konsumsi dan tumbuh kemban

    FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI PUSKESMAS PAYANGAN

    Get PDF
    Latar Belakang: Indonesia termasuk dalam negara yang mempunyai tiga masalah gizi yaitu stunting, wasting dan overweight pada balita. Untuk melihat status gizi dan kesehatan anak usia dibawah lima tahun (balita) pertumbuhan merupakan salah satu indikator terbaik yang dapat digunakan. Stunting merupakan gangguan pertumbuhan yang didasarkan pada pengukuran PB/U atau TB/U yang ditandai dengan keadaan tubuh yang pendek. Balita dikategorikan pendek jika nilai z-scorenya kurang dari -2SD. Di Indonesia 29% balita termasuk kategori pendek. Beberapa faktor risiko yang berpengaruh dengan stunting yaitu jarak kehamilan yang pendek, tinggi ibu, BBLR, jumlah anak, usia pemberian MP-ASI, pemberian ASI eksklusif dan frekuensi riwayat infeksi dengan stunting pada balita. Tujuan: Untuk mengetahui faktor risiko stunting pada balita di Puskesmas Payangan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian case-control dengan pendekatan retrospektif. Besar sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 35 sampel kasus dan 70 sampel kontrol, dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Analisis data dilakukan secara bivariat dengan chi square test dan multivariat dengan metode regresi logistik ganda. Hasil: Tinggi ibu dan BBLR merupakan faktor risiko kejadian stunting pada balita di Puskesmas Payangan. Jarak kehamilan, jumlah anak, usia pemberian MP-ASI, pemberian ASI eksklusif dan frekuensi riwayat infeksi bukan merupakan faktor risiko kejadian stunting pada balita di Puskesmas Payangan. Kesimpulan: Perlunya penelitian lebih lanjut dengan menambah atau memperluas variabel lainnya serta mengembangkan metode penelitian. Selain itu perlunya perhatian khusus untuk faktor risiko tinggi ibu dan BBLR untuk mengurangi kejadian stunting. Kata kunci: faktor risiko, stunting, balita, Payanga

    Penyebaran Informasi Dengan Pemanfaatan Teknologi Untuk IRT Etika Jaya Denpasar

    Get PDF
    ABSTRAKPemasaran merupakan salah satu kegiatan yang dapat dilakukan dalam pengembangan danperluasan produk. Pemasaran memiliki manfaat yang sangat penting bagi pengusaha dalam hal iniadalah IRT atau UKM yang akan memasarkan produk yang telah diproduksi. Mitra dalam kegiatanpengabdian ini adalah IRT yang memiliki usaha dalam memproduksi aneka jajan seperti anekadonat, kue sus kering dan kue sus vla yang diproduksi setiap hari. Proses pemasaran mitra masihmenggunakan pemasaran tradisional yaitu mitra menjual jajanan dengan menitipkan pada tokotokodi sekitaran lokasi mitra dan pasar pagi yang ada di daerah lokasi mitra. Permasalahan yangsaat ini dialami mitra adalah proses pemasaran masih secara tradisional, kemasan produk mitra saatini masih sangat sederhana hanya menggunakan plastik bening tanpa memiliki label produk atauinformasi nama usaha mitra. Dari permasalahan mitra saat ini maka solusi yang akan diberikandalam kegiatan ini adalah pelatihan pembuatan labeling kemasan untuk produk usaha mitra.Pelatihan labeling kemasan dimulai dengan kegiatan sosialisasi untuk kegiatan pengabdianmasyarakat yang telah dilakukan, tahap selanjutnya dilakukan persiapan pembuatan desain labeloleh tim pengabdian masyarakat dan kegiatan ketiga adalah dilakukan kegiatan pelatihan labelingkemasan untuk produk dipasarkan. Kesimpulan yang dapat diambil dari kegiatan pengabdian yangtelah berlangsung adalah untuk pemanfaatan teknologi saat ini menjadi sangat cepat penyebaraninformasi produk yang di produksi sehingga mitra mengalami penambahan pesanan melalui mediaonline yang dapat dilihat dari media sosial yang telah di implementasikan. Kegiatan pengabdiandengan memberikan labeling kemasan menjadi lebih bermanfaat dengan mencantumkan informasinama usaha dan pemesanan.Kata kunci: Produksi, Kemasan, Desain,Pemasaran,Pengabdian MasyarakatABSTRACTMarketing is one of the activities can be done in the development and expansion of products andhas important role to IRT (home industries) or SME in order to market the products. Partners inthis community engagement are the IRT or SME that produces daily various kinds of snacks suchas donuts, crispy choux, choux pastry. The marketing process used by partners were implementedin traditional way, where snacks are sold by wrapped them in clear plastic bag without label or thebusiness name. Based on the problem and demand from partner, solutions were offered onmarketing strategy training and product labeling. The activities were started by communityengagement socialization, continued with preparation on label design, then trained partner to dolabeling for the marketed products. The community engagement activities aim to accelerate the useof technology to promote the product information through online platform. Marketing throughsocial media were introduced and business identity design labeled to the products. The givenstrategies were proved to be successfully, the product order increased through social media andthe product label become well known in the community.Keyword: Production, Packaging, Design, Marketing, Community Engagemen

    866

    full texts

    3,121

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Universitas Dhyana Pura is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage E-Journal Universitas Dhyana Pura? Access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard!