3121 research outputs found
Sort by
PENDAMPINGAN PEMASARAN DAN RE-BRANDING USAHA MADU TANI DI BLIMBINGSARI
ABSTRAKMadu Sari adalah sebuah brand produk dari madu hutan yang diprakarsai olehsejak bulan November 2020. Produk yang dipasarkan adalah madu hutan murni yangdipanen dan dikemas di Desa Blimbingsari Kabupaten Jembrana, Bali. Permasalahanyang sedang dihadapi oleh usaha madu sari adalah usaha Madu Sari terbentuk kelompokdimana anggotanya terdiri dari puluhan orang dalam proses panen dan pengemasan inidi lakukan di masing masing rumah para anggota Kelompok Tani Hutan (KTH), sehinggatidak ada standarisasi keseragaman proses panen, pengemasan, dan pemasaran karenabersifat pribadi. Dan proses pemasaran masih menggunakan system mulut kemulut.Karenanya, konsumen di luar desa Blimbingsari tidak dapat menjangkau dengan mudahmelalui teknologi selain itu produsen juga belum dapat menjamin bahwa madu yangdikemas benar-benar higienis. Maka dari itu, tim menerapkan siklus manajemenpengetahuan (Socialization, Externalization, Combination, Internalization) untukmeningkatkan kualitas pengemasan dan mengembangkan usaha Madu Sari. Dalamproses wawancara kami dengan ketua Kelompok Tani Hutan yaitu bapak Madjus, timmemiliki solusi berupa pemasaran melalui digital dan stadardisasi prosedur pengemasanproduk tahap demi tahap sehingga produk madu dapat dikemas dengan tetap terjaganyakandungan gizinya dan terjamin higienis. Dengan demikian, UMKM ini dapat memberikanjaminan kepada konsumen dan dapat mencapai pangsa pasar yang lebih luas dan dapatdi akses dengan mudah.Kata kunci:Produk madu, manajemen pengetahuan, proses pengemasan, higienis, SEC
Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning Terhadap Motivasi Belajar dan Berpikir Kreatif Siswa
AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar dan berpikir kreatif siswa melalui penerapan model pembelajaan project based learning. Penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan melalui Siklus I dan Siklus II. Teknik pengumpulan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI JB 4 di SMK Wira Harapan. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian pada siklus I motivasi belajar memperoleh persentase rerata sebesar 69% dan mengalami peningkatan sebesar 13% dengan persentase rerata 82% pada siklus II. Pada berpikir kreatif siswa siklus I memperoleh persentase rerata sebesar 68% mengalami peningkatan sebesar 14% dengan persentase rerata 82% pada Siklus II. Berdasarkan hasil penelitian, maka penerapan model pembelajaran project based learningmampu meningkatkan motivasi belajar dan berpikir kreatif siswa kelas XI JB 4 pada mata pelajaran Pengolahan dan Penyajian Makanan Indonesia di SMK Wira Harapan.Kata kunci: Blended learning, motivasi belajar, hasil belajarAbstractThis study aimed to determine the increase in students' learning motivation and creative thinking through the application of the project-based learning model. The research method used is Classroom Action research conducted with the first and second cycle. The sampling technique used is purposive sampling. The samples in this study were students of class XI JB 4 at SMK Wira Harapan. The data analysis technique used is descriptive qualitative. The study results in the first cycle of learning motivation obtained a 69% average percentage and an increase of 13% at an 82% average percentage in the second cycle. In the first cycle, creative thinking obtained a 68% average percentage and increased by 14% at an 82% average percentage in second cycle. Based on the study results, the application of the project-based learning model increased students' learning motivation and creative thinking of class XI JB 4 in the subject of Indonesian Food Processing and Presentation at SMK Wira Harapan.Keywords: Project based learning, learning motivation, creative thingkin
A Study of Pragmatics on Deixis Used in Promotional Videos of Bali on YouTube
AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis deiksis yang ditemukan pada video promosi Bali. Data yang dikumpulkan adalah dari video-video YouTube tentang Bali yang dianalisis dengan menggunakan teori Levinson (1983). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk memperoleh dan menjelaskan data primer. Temuan yang muncul dari penelitian ini: lima jenis deiksis yaitu deiksis persona, deiksis tempat, deiksis waktu, deiksis wacana, dan deiksis sosial. Deiksis persona paling banyak digunakan dalam jenis deiksis dengan 43 data yang ditemukan pada video-video promosi Bali di YouTube. Kata kunci: Jenis deiksis, video promosi, youTubeAbstractThe aim of this research is finding the types of deixis found in the promotional videos of Bali. The data were collected from YouTube videos about Bali which were analyzed using Levinson's theory (1983). The study using descriptive qualitative to obtain, gain and explain the primary data. The findings emerged from this study is that the five types of deixis namely person deixis, place deixis, time deixis, discourse deixis, and social deixis were found. Person deixis is mostly used in the types of deixis with 43 data found in the promotional videos of Bali on YouTube. Keywords: Types of deixis, promotional videos, youTub
ANALISIS EFEKTIVITAS METODE GURU BAYANGAN PADA PEMBELAJARAN SISWA PAUD SAAT MASA PANDEMI COVID-19 TERHADAP PENCAPAIAN RPPH
ABSTRACTEducation for children from under five years old up to elementary school or often called Early Childhood Education (PAUD) is a very important stage for human development. The development of skills and abilities carried out for PAUD students during the CoViD-19 pandemic was very constrained due to various things, including the limited ability of teachers and students in mastering online learning media and internet-based digital communication media. This research was conducted through a descriptive survey method to obtain data from respondents. The samples used in this study were PAUD educators and parents in the Purbalingga area. Researchers used data collection techniques from interviews and distributing questionnaires to determine the effectiveness of the shadow teacher method on PAUD student learning during the COVID-19 pandemic on the achievement of RPPH. From initial research, it was found that online learning at PAUD institutions in the midst of the COVID-19 pandemic has not been effective, so the role of parents who represent teachers is needed in implementing KBM in their respective homes. Shadow teachers carry out real teacher activities at home so that they can bridge between school teachers and students to carry out the process of supervision, learning, assessment and other teacher functions. From the initial findings, it was found that there were PAUD teachers who did not teach during the CoViD-19 pandemic. It was also found that many PAUD teachers were not proficient in using online learning applications. In fact, many PAUD teachers are less comfortable with online learning because they feel less effective, especially not all parents have a laptop or smartphone as the main equipment for the implementation of online learning. From the results of the study, it was found that the role of shadow teachers in KBM for PAUD students was enough to increase the achievement of RPPH.Key Words : Hospital Management Information sistems, Hospitals, Digital Medical RecordsABSTRAKPendidikan pada anak yang berusia balita hingga menjelang SD atau sering disebut Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan tahapan yang sangat penting bagi perkembangan manusia. Pengembangan keterampilan dan kemampuan yang dilakukan terhadap siswa PAUD di masa pandemi CoViD-19 sangat terkendala karena berbagai hal, diantaranya keterbatasan kemampuan guru dan siswa dalam penguasaan media pembelajaran daring maupun media komunikasi digital berbasis internet. Penelitian ini dilaksanakan melalui metode survei deskriptif untuk memperoleh data dari responden. Sampel yang digunakan dari penelitian ini ialah pendidik PAUD dan orangtua siswa di daerah Purbalingga. Peneliti memakai teknik pengumpulan data dari interview dan penyebaran angket untuk mengetahui efektivitas metode guru bayangan pada pembelajaran siswa PAUD saat masa pandemi covid-19 terhadap pencapaian RPPH. Dari penelitian awal didapat kenyataan bahwa pembelajaran daring di lembaga PAUD di tengah pandemi COVID-19 belum efektif, sehingga diperlukan peran orangtua siswa yang mewakili guru dalam melaksanakan KBM di rumah masing-masing. Guru bayangan melaksanakan kegiatan guru yang sesungguhnya di rumah agar dapat menjembatani antara guru sekolah dengan siswa untuk melakukan proses pengawasan, pembelajaran, penilaian dan fungsi guru lainnya. Dari temuan awal diperoleh bahwa ada guru PAUD yang tidak melakukan pembelajaran di masa pandemi CoViD-19. Ditemukan pula bahwa banyak guru PAUD yang belum cakap dalam memakai aplikasi pembelajaran daring. Bahkan banyak guru PAUD yang kurang nyaman dengan pembelajaran daring karena dirasakan kurang efektif apalagi belum semua orang tua memiliki laptop atau smartphone sebagai peralatan utama bagi pelaksanaan pembelajaran daring. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa peran guru bayangan dalam KBM siswa PAUD cukup meningkatkan pencapaian RPPH.Kata kunci : pandemi CoViD-19, pembelajaran daring, keterlibatan orang tua, guru bayangan,
GAMBARAN PERILAKU TARUNA-TARUNI TERHADAP PENCEGAHAN CORONAVIRUS DISEASE (COVID-19) DI POLITEKNIK TRANSPORTASI DARAT BALI
Coronavirus disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit infeksi virus jenis baru yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Penyebaran COVID-19 terjadi cepat dan meluas karena dapat menular melalui kontak dari manusia ke manusia, sehingga penting untuk melakukan berbagai tindakan pencegahan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran perilaku taruna-taruni terhadap pencegahan COVID-19 di Politeknik Transportasi Darat Bali. Penelitian ini menggunakan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 252 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan, sikap dan tindakan pencegahan COVID-19 dan selanjutnya dilakukan dianalisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan seluruh taruna-taruni tergolong baik sebanyak 252 responden (100,0%), sebagian besar sikap taruna-taruni tergolong positif sebanyak 251 responden (99,6%), dan sebagian besar tindakan taruna-taruni tergolong baik sebanyak 249 responden (98,8%). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah perilaku taruna-taruni terhadap pencegahan COVID-19 tergolong sudah baik, dengan taruna-taruni memiliki pengetahuan yang baik, sikap yang positif, dan tindakan yang baik.
Kata Kunci: Covid-19, pencegahan, perilak
Diversifikasi Produk Olahan Sambal Berbahan Dasar Ikan Laut Untuk Meningkatkan Ekonomi Rumah Tangga di Desa Pepe Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo
ABSTRAKHasil perikanan merupakan salah satu sumber pangan yang karakteristiknya berbeda dengan sumber pangan lainnya yang cukup rentan untuk mengalami pembusukan dalam kurun waktu relatif cepat. Hal ini secara tidak langsung dapat menimbulkan kebosanan pada konsumennya. Dengan adanya diversifikasi produk perikanan menjadi berbagai macam produk yang bervariasi, sehingga produk tersebut dapat tetap diminati oleh masyarakat Indonesia. Salah satu produk olahan perikanan yang paling banyak dibuat di Indonesia adalah Sambal. Pada program ini, Kelompok 013 melakukan diversifikasi produk olahan sambal berbahan dasar ikan laut menjadi tiga varian, yaitu Sambal Ikan Teri, Sambal Ikan Klotok, dan Sambal Ebi. Melalui kerjasama antara peserta KKN dan warga Desa Pepe, dilakukanlah sosialisasi, pelatihan pembuatan olahan sambal hingga Marketing Plan (perencanaan pemasaran). Program tersebut dilakukan bertujuan untuk membentuk kelompok masyarakat khususnya kelompok ibu-ibu rumah tangga yang tidak produktif dapat mandiri secara ekonomi agar mengurangi ketergantungan ekonomi kelompok ibu-ibu tersebut terhadap suami selaku pencari nafkah. Setiap satu botol sambal dijual dengan harga Rp. 15.000 dengan keuntungan sekitar 5.000-6.300. Dari keuntungan tersebut diharapkan dapat meningkatkan ekonomi warga Desa Pepe. Pemasaran produk dilakukan melalui pemasaran offline (dari mulut ke mulut atau menitipkan produk ke toko-toko terdekat) maupun pemasaran online (sosial media dan e-commerce).Kata Kunci : Diversifikasi, Produk, Olahan Sambal, Ekonomi Rumah Tangga.ABSTRACTFishery products are a source of food whose characteristics are different from other food sources which are susceptible to decay in a relatively fast period of time. This can indirectly lead to boredom in consumers. With the diversification of fishery products into various kinds of products, so that these products can still be in demand by the Indonesian people. One of the most processed fishery products made in Indonesia is Sambal. In this program, group 013 diversified their processed marine fish based chili sauce into three variants, namely Sambal Ikan Teri, Sambal Ikan Klotok, and Sambal Ebi. Through the collaboration between KKN participants and Pepe Village residents, socialization was carried out, training on making chili sauce to the Marketing Plan (marketing planning). The program is aimed at forming community groups, especially groups of unproductive housewives who can be economically independent in order to reduce the economic dependence of these groups of mothers on their husbands as breadwinners. Each bottle of chilli is sold for Rp. 15,000 with a profit of about 5,000-6,300. From this profit, it is hoped that it can improve the economy of the people of Pepe Village. Product marketing is carried out through offline marketing (word of mouth or entrusting products to nearby shops) and online marketing (social media and e-commerce).Keywords: Diversification, Products, Processed Sambal, Household Economy
PENDAMPINGAN PERSIAPAN MENUJU BADAN LAYANAN UMUM DAERAH DI UNIT PELAKSANA TEKNIS PUSKESMAS KUTA II BADUNG-BALI
ABSTRAKUPT Puskesmas Kuta II sebagai unit pelaksana teknis daerah mempunyai wewenang dan tanggung jawab atas pemeliharaan kesehatan di wilayah kerjanya. Oleh karena itu, sebagai garda terdepan layanan kesehatan tingkat dasar, maka menjadi suatu keharusan bagi Puskesmas untuk meningkatkan sistem pelayanan kesehatan salah satunya melalui program menjadikan Puskesmas sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Permasalahan yang dihadapi oleh mitra yaitu: belum ada pemahaman yang sama bagi petugas puskesmas tentang pentingnya BLUD seperti yang telah dijabarkan sebelumnya, bahwa dengan menjadikan Puskesmas sebagai BLUD, maka banyak manfaat yang diperoleh terutama dalam fleksibilitas pengelolaan keuangan Puskesmas sehingga dapat menjalankan pelayanan dengan mengutamakan efisiensi dan produktivitas. Metode pendekatan yang ditawarkan pelatihan dalam persiapan pelaksanaan BLUD di puskesmas dilaksanakan selama 2 hari dengan memberikan memberikan materi dan pendampingan tentang: 1) dasar ketentuan dan tujuan penerapan BLUD; 2) mekanisme penilaian syarat administratif BLUD sesuai Permendagri 61/2007 dan SE Mendagri No 900/2759/SJ; 3) gambaran umum penyusunan dokumen standar pelayanan minimal. 4) gambaran umum penyusunan dokumen pola tata Kelola; 5) gambaran umum penyusunan dokumen Rencana Strategis Bisnis dan hubungan dengan Standar Pelayanan Minimal; 6) gambaran umum penyusunan dokumen laporan keuangan pokok; 7) simulasi penilaian dokumen persyaratan administrasi BLUD. Hasil kegiatan terjadinya peningkatan pengetahuan sebesar 90%, terjadi peningkatan pengetahuan materi BLUD nilai rata-ratanya adalah 53% (pretest) menjadi 90% (posttest) dan dengan materi RKA dan laporan keuangan dengan nilai rata-ratanya adalah 60% (pretest) menjadi 90% (posttest). Kesimpulan dalam pengabdian ini yaitu terjadi peningkatan yang signifikan sebelum dan setelah dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat.Kata kunci : Puskesma, penetapan BLUD, syarat BLUDABSTRACTUPT Puskesmas Kuta II as a regional implementing unit has the authority and responsibility for the maintenance of community health in its working area. Therefore, as the frontline in basic health services, it becomes a necessity for the Community Health Center (Puskesmas) to improve the health service system, one of which is through the program to make Puskesmas as a BLUD. The problems faced by the partners were: the lack of similar understanding for Puskesmas staff about the importance of BLUDs as previously described, that by making Puskesmas a BLUD, there are many benefits, especially in the flexibility of puskesmas financial management so that it can run services by prioritizing efficiency and productivity. The team offered training approaches in preparation for the implementation of BLUD at the Puskesmas, which was carried out for two days by providing material and assistance on: 1) basic Provisions and Objectives of BLUD Application / SJ; 2) overview of Preparation of Minimum Service Standard Documents; 3) general overview of Preparation of Governance Pattern Documents; 4) general overview of Preparation of Business Strategic Plan Documents and relationships with Minimum Service Standards; 5) general overview of Preparation of Basic Financial Statements; and 6) simulation of BLUD Administrative Requirement Document Evaluation. The results of the activity included an increase in knowledge by 90%, an increase in knowledge of BLUD material the average value was 53% (pretest) to 90% (posttest) and with RKA material and financial statements with an average value of 60% (pretest) to 90% (posttest). The conclusion in this service had a significant increase before and after community service activities.Key words: Puskesmas, BLUD determination, BLUD requirement
VULNERABILITY ASSESSMENT SISTEM MANAJEMEN KEAMANAN INFORMASI e-GOVERNMENT PEMERINTAH KOTA DENPASAR
ABSTRACT Vulnerability Assessment (VA) is one way of measuring system and network security. VA is one part of the prevention and control of information technology (IT) control, Denpasar City Government has many applications to the community that are integrated within the scope of e-government. In this study, vulnerability assessment was carried out on application service systems,amatya, and esewakadharma, the results obtained were 23 vulnerabilities for application systems, 37 vulnerabilities for theamatya system, and 34 vulnerabilities for esewakadharma services.keywords: Vulnerability assessment, server , information technologyABSTRAKVulnerability Assessment (VA) adalah salah satu cara pengukuran terhadap keamanan sistem dan jaringan. VA merupakan salah satu bagian pengendalian preventif dalam rangkaian pengendalian teknologi informasi (TI), di Pemerintah Kota Denpasar ada banyak aplikasi layanan kepada masyarakat yang terintegrasi dalam lingkup e-government. Dalam penelitian ini dilakukan pengukuran vulnerability assessment terhadap sistem layanan aplikasi, amatya, dan esewakadharma, hasil didapatkan 23 vulnerability untuk system aplikasi, 37 vulnerability untuk system amatya, dan 34 vulnerability untuk layanan esewakadharma.Kata Kunci : Vulnerability assessment, server, teknologi informasi